LATIHAN KONDISI FISIK

LATIHAN KONDISI FISIK Dosen MK : Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd,. M.Pd

Oleh AGUSTINUS LAMUNDE

FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU EKSAKTA DAN KEOLAHRAGAAN INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PNDIDIKAN IKIP BUDI UTOMO MALANG 2011

KATA PENGANTAR

.. selaku dosen mata kuliah METODE MELATIH OLAH RAGA Penulis menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan.... Latar Belakang ................................................................................................................................................... ii Daftra Isi ............................................ oleh karena itu penuis mengucapkan banyak terima kasih kepada : Bapak Drs......................................... oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca.................. Akhir kata...... Tatok Sugiarto.........Pd.................................................................. Didunia yang semakin maju dan perputaran global yang begitu cepat..... Tersusunnya makalah ini tidak terlepas dari dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak.................. Penulis DAFTAR ISI Cover .. iii BAB I : PENDAHULUAN .......... suda saatnya Mata kuliah METODE MELATIH OLAH RAGA dapat dilibatkan dalam Pendidikan dan di masyarakat.. M...................... Tujuan ..... S.......................... 1 B....... yang telah melimpahkan berkat dan kasihNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik....... dan di butukan lulusan yang mengerti tentang Latihan Kondisi Fisik.......................................................... 1 A........... banyak kalangan dan masyarak dan atlet yang tidak begitu mengerti dan memahami secara mendalam tentang latihan kondisi fisik dan cara pengmbangan latihan fisik..Pd.............................. 3 .................... kiranya makalah ini dapat berguna bagi kawan – kawan dan bagi para pembaca....................................................................................... Penulis mengucapkan banyak limpa terimakasih atas perhatian dan partisi pasi dari semua puhak... i Kata Pengantar .....Puji Dan Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa................................................................................

............ C...................................................................... E........................................................................................ 4 B.................................................................. bersepeda........ 4 A..... 14 A.......................................... berjalan atau lari dan lain-lain... 14 DAFTAR PUSTAKA ........... 14 B....................................... 3 BAB II : PEMBAHASAN .................... 6 Unsur – unsur kesegaran jasmani ....... Berbagai macam bentuk latihan / olah raga yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kesegaran jasmani............................................................................... Secara sederhana latihan dapat dirumuskan yaitu segala daya dan upaya untuk meningkatkan secara menyeluruh kondisi fisik dengan proses yang sistematis dan berulang-ulang dengan kian hari kian bertambah jumlah beban............................................... Saran .............................................................. berenang....... Latihan Pembentukan Fisik ..... Rumusan Masalah ................................................ Salah satu macam latihan yang kita gunakan adalah latihan lari atau berjalan yang dewasa ini amat populer dengan istilah aerobic................................................................................................ Seperti : Senam...................................................... waktu atau intensitasnya.............................. Kesimpulan ........................................................................................................ Latihan Pembentukan Kondisi Fisik .......................... murah dan manfaatnya bagi tubuh amat .................................. secara tetap dengan selalu memberikan peningkatan beban............. Aerobic artinya adalah hidup dengan udara ( oksigen) Karena latihannya mudah........... 10 Pengaturan makan pada atlet dan latihan pembentukan mental atlet ...................C.. 11 BAB III : PENUTUP ...................... F.... 15 D......... Ciri – ciri Latihan ...... Latihan adalah suatu proses yang sistrematis secara berulang-ulang................................ 4 Latihan Kondisi Fisik ... Latar belakang Pengertian Latihan............................................................. 9 BAB I PENDAHULUAN A.......

dan daya tahan yang jauh lebih baik selama musim pertandingan. kita perlu mengenal beberapa unsur-unsur kesegaran jasmani yang perlu dilatih. Vertical Jump atau bila memungkinkan latihan dengan alat dalam bentuk Circuit-training. 2. Hakikat Latihan Kondisi Fisik Selain berguna untuk meningkatkan kesegaran jasmani. bahwa seorang atlet yang mengikuti program latihan kondisi fisik secara intensif selama 6 – 8 minggu sebelum musim pertandingan. Dengan efisien clan efektif tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Pada latihan lari unsur yang paling menonjol dilatih adalah Enndurance pada jantung dan paru-paru. kelentukan. Kurangnya daya tahan. Sit Ups. Hal ini akan menyebabkan seseorang kian terampil. dan kelincahan merupakan penyebab utama timbulnya cedera olahraga. Perkembangan kondisi fisik yang terbaik juga membantu seorang atlet untuk mampu mengikuti latihan selanjutnya dalam usaha mencapai prestasi setinggi-tingginya. Squat-thrush. 1. akan meningkatkan kebugaran jasmani. Push Ups. berulang-ulang dengan kian hari meningkat beban latihannya. Untuk mencapai tingkat kesegaran menyeluruh ( Totalfitness ) maka perlu juga diberikan latihan-latihan seperti : Pull Ups.besar. kekuatan otot. Tetapi seperti dijelaskan diatas bahwa unsur kesegaran ini ada beberapa macam. Bentuk-bentuk Latihan Kondisi Fisik Cabang Olahraga Berkenaan dengan pembinaan kondisi fisik untuk meningkatkan kesegaran jasmani. Hal ini disebabkan program latihan kondisi fisik yangdilakukan seseorang ticlak sempurna sebelum dia terjun mengikuti pertandingan atau melaksanakan kegiatan fisik yang lebih berat. Program latihan kondisi fisik perlu direncanakan secara sistematis. Kesegaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian (adaptasi) terhadap. akan memiliki kekuatan. kuat clan efisien dalam gerakannya. latihan kondisi fisik merupakan program pokok dalam pembinaan atlet untuk berprestasi dalam suatu cabang olahraga. Proses latihan kondisi fisik yang dilakukan secara cermat. Atlet yang memiliki tingkat kesegaran jasmani yang baik akan terhindar dari kemungkinan cedera yang biasanya Bering terjadi jika seseorang melakukan kerja fisik yang berat. pembebanan fisik yang diberikan kepadanya (dari kerja yang dilakukan sehari-hari) tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan. Para ahli olahraga berpendapat. kelentukan persendian. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan kemampuan ergosistem tubuh. Unsur-unsur kesegaran jasmani tersebut .

berlari sambil berbelok 90-. Selama waktu satu B.Unsur-unsur yang harus di bentuk dan dikembangkan meliputi. Kecepatan (accurancy) 4. kecepatan. Tujuan latihan kondisi fisik Tujuan pokok dari latihan adalah prestasi maksimal di samping kesehatan serta kesegaran jasmani bagi atlet. bahkan terkadang berlanggar dengan pemain lawan dalam kecepatan tinggi. unsur-unsur yang terdapat di dalamnya. daya tahan otot jantung clan paru-paru. tabel. Keseimbangan dan koordinasi 1. kelincahan.antara lain: kekuatan. Untuk itu diperlukan pengetahuan tentang kondisi fisik. melompat. daya ledak (power) clan kelentukan.namun dalam gerak tersebut masih harus melakukan berbagai gerak fisik lainnya seperti: berlarlsambil menggiring bola. Pembentukan Teknik (Technical Build Up) 2. Sepak bola merupakan permainan yang memakan waktu selama 2 x 45 menit. Bukan hanya sekedar bergerak. Kecepatan (speed) 4. Pada buku Pendidikan Jasmani jilid 1 clan 2 telah dipaparkan mengenai unsur-unsur kebugaran jasmani tersebut. bahkan 180°. Berta cara melatih masing-masing unsur tersebut untuk membina kualitas fisik sesuai tuntutan permainan sepak bola. Unsur-unsur ini tidak dapat dilihat sebagai komponen yang terpisah-pisah. Pembentukan kondisi fisik (Phesical build up). pemain dituntut untuk senantiasa bergerak. Daya tahan (endorance) 1.Unsur-unsur kondisi fisik merupakan kualitas fisik yang menentukan untuk pencapaian hasil dalam olahraga. Untuk cabang-cabang olahraga yang lainnya akan dijabarkan dalam bentuk setengah jam itu. Kelentukan (flexibility) 3. Kekuatan (stregth) 3. 2. Pada buku Pendidikan Jasmani jilid 3 ini akan dipaparkan mengenai salah satu latihan kondisi fisik cabang olahraga sepak bola. Kelincahan (agelity) 2. Sesuai dengan tujuannya maka urutan penekanan latihan sebagai berikut : 1. meluncur (sliding) beradu badan (body charge). Pembentukan Taktik (Tactical Builp Up) . berlari kemudian harus berhenti tiba-tiba.

Rumusan Masalah Ø Ø Bagaimana pelatih memahami kondisi fisik dan pembrian latihan kondisi fisik atlet ? Bagaimana pmbrian gizi dan makan pada atlet yang sedang melakukan latihan pembntukan kondisi fisik? BABA II PEMBAHASAN A. Pembentukan fisik khusus. Pembentukan Mental (Mental Build Up) 4. Pembentukan Kematangan Juara C. Latihan Pembentukan Kondisi Fisik Ada 4 bentuk latihan untuk pmbentiukan fisik atlet yaitu : n n Meningkatkan potensi atlet dan mengembangkan kemampuan biomotor ke standar paling tinggi Kemampuan fisik sangat labil berubah menurun.3. baik jangka pendek. dipengaruhi oleh banyak variabel lain yang menyebabkan turunnya kemampuan fisik yang telah diperoleh dari hasil latihan n Latihan harus dilakukan dengan teratur. B. Latihan pembentukan fisik umum Ø Ø Ø Ø Memperhatikan kekhususan olahraga Meningkatkan kapasitas kerja atlet Dititik beratkan pada potensi fisik Sasaran yang harus dicapai dalam program latihan persiapan fisik umum ini adalah kesegaran jasmani . terus menerus tanpa berselang dengan beban yang tepat sesuai dengan rencana latihan n Seluruh kegiatan latihan harus direncanakan dan disusun dalam suatu program latihan. menengah dan jangka panjang. ajeg. dan program latihan yaitu : 1. Urutan Latihan Pembentukan Fisik Urutan latihan pembentukan fisik dibagi 3 yaitu Pembentukan fisik umum.

b. tongkat. Tujuan latihan ini adalah membina dan meningkatkan kamampuan dan kete-rampilan gerak pemain sebagai upaya untuk pengkayaan gerak. . bola. kegesitan. paruparu. di samping memberikan prioritas pada pembinaan aspek-aspek kelincahan. Program Latihan Senam Bentuk-bentuk latihan senam peregangan untuk seluruh bagian tubuh dan persendian harus mendapat perhatian. Latihan peregangan hendaknya diselingi gerakan untuk memperkuat bagian tubuh bagian atas dan bawah yang dilakukan secara bergantian. Program latihan a.2. sangat baik untuk membina kemampuan daya tahan aerobik dan kebugaran umum pemain. Program Latihan Lari Latihan lari sangat penting dan balk untuk mengasah kemampuan kerja jantung. dan sebagainya. tali. dan koordinasi gerak yang memang dibutuhkan atlet. Pelatih harus cermat dan terampil menciptakan rangkaian gerak yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan dalam permainan bulutangkis. Membiasakan pemain berlatih lari selama 40-60 menit tanpa berhenti. Latihan pembentukan fisik khusus Ø Ø Ditujukan kearah otot-otot yang terlibat secara langsung aktif menyebabkan gerakan Mengembangkan otot-otot sinergis dan otot-otot yang bekerjasama dengan penggerak utama untuk melakukan aktivitas gerak Ø Ø Dipilih pola teknik dan struktur gerak yang menyerupai gerakan yang ada dalam olahraga Latihan khusus dengan gerakan yang menyerupai sangat menguntungkan untuk teknik atlet dan untuk memperbaiki fisik. Program Latihan Gabungan Model atau sistem pelatihan ini adalah menggunakan berbagai alat bantu seperti bangku. tiang. yang dilakukan 3-4 kali seminggu. 3. dan kekuatan tungkai. c. gawang ukuran kecil.

Pada umumnya latihan pemanasan berbentuk: Lari jarak pendek yang bervariasi seperti lari sambil angkat paha/lutut. c. lengan. otot lengan. bahu. . dan berbagai persendian tubuh. khususnya untuk otot besar seperti paha belakang dan depan. fungsi-fungsi tubuh lainnya. Lakukan gerakan pendinginan ini dengan benar. Kualitas peregangan harus dilakukan dengan pelan sampai terasa terjadi proses peregangan pada bagian otot dan persendian yang dilatih. persendian. harus dicermati betul. Kualitas latihan meregang. yang dapat menyebabkan rasa sakit pada otot atau persendian. b. C. dan pernapasan. otot bahu. Hindari melakukan gerakan sentak. lari mundur. depan. Melakukan gerakan-gerakan senam yang bersifat mere-gang otot tungkai. punggung. sangat penting untuk menghindari terjadinya berbagai cedera otot. lari maju dan ke samping. Latihan Pendinginan Latihan ini dilakukan setelah program latihan selesai dilaksanakan sebagai upaya agar bagian otot yang bekerja berat tadi kembali pada posisi rileks dan tidak kaku. Program latihan yang dilakukan untuk melatih kondisi fisik umum pemain sepak bola antara lain sebagai berikut. pinggang. Di samping itu. dll. e. pergelangan kaki. Latihan Kondisi Fisik Latihan Kondisi Fisik Pemain Sepak Bola (General Physical Conditioning) Latihan kondisi fisik adalah latihan fisik yang belum dikaitkan dengan cabang olahraga tertentu. Itu semua akan berpengaruh langsung untuk kerja berat selanjutnya. dan a. Bentuk latihannya adalah senam dan gerakan meregang. dada. Latihan pemanasan yang dikemas dengan benar akan memberikan pe-ngaruh positif pada proses kerja organ tubuh. ping-gang.d. Dengan kata lain pembentukan kondisi fisik tersebut masih bersifat umum dan dasar. Latihan Pemanasan Banyak pelatihan kurang memberikan perhatian khusus perihal peranan dan fungsi latihan pemanasan yang benar dan betul. mekanisme peredaran darah. paha belakang.

olahragawan (berlari. melompat. . b.1. gulat dan sebagainya. dayung dan sebagainya. Latihan daya ledak (Explosive power) Bentuk-bentuk latihan daya ledak adalah sebagai berikut: a) Melompat dengan dua kaki (double leg bound) b) Melompat dengan satu kaki secara bergantian c) Lompat Jongkok 2. Dan Melawan dan mengatasi kekuatan otot lawan: judo. berenang dan sebagainya). kekuatan digunakan dalam berbagai bentuk antara lain: a. Latihan kekuatan (Strength training) Dalam olahraga. Menggerakkan benda atau alas lain: tolak peluru. Dalam hal ini pada setiap pos dilatih otot/sekelompok otot tertentu. yaitu urutan latihan dengan satu macam kegiatan di setiap pos antara 4 — 12 pos. bola. angkat besi. juga menarik dan tidak membosankan karena bervariasi. circuit training tidak memerlukan alas-alas yang rumit. Selain mudah dilakukan. c. Bentuk latihan kekuatan dengan berbagai kombinasi kekuatan yang dikenal dengan circuit training. Bergeraknya tubuh.

lari lintas alam (cross country). Latihan cross country Latihan cross country atau lari lintas alam memang umum dilakukan. Latihan daya tahan (Endurance training) Daya tahan adalah kemampuan untuk bekerja atau berlatih dalam waktu yang lama tanpa mengalami kelelahan. atau suara sebagai komando untuk mulai yang sekaligus juga melatih reaksi pemain. a. Latihan ini terutama sekali dilakukan dalam periode persiapan. Interval training Interval training adalah bentuk latihan daya tahan dengan berlari pada jarak tertentu . dan interval nterval training. 4. berusaha untuk mencapai jarak sejauh mungkin. Latihan kecepatan (Speed training) Latihan kecepatan yang masih bersifat umum ini diberikan dalam bentuk latihan lari dan sekaligus dengan latihan reaksi. Beberapa catatan yang perlu diperhatikan dalam latihan kecepatan antara lain sebagai berikut. bunyi peluit. kemudian dilanjutkan dengan lari cepat pada jarakjarak pendek secara intensif.3. Banyak kegiatan dalam membina daya tahan yang dapat dilakukan. d. Perlu diingat bahwa untuk lebih efektifnya latihan kecepatan tersebut. latihan aerobik 12 menit. Sebagai contoh dapat dimulai latihan dengan lari lambat-lambat. Artinya dapat mengatur kecepatan lari yang diinginkan selama melakukan latihan tersebut sesuai dengan keinginan dan sesuai pula dengan kondisi/kemampuan atlet. perlu rangsanganrangsanganlstimulus luar seperti: tanda dengan tepukan Langan. Latihan fartlek Prinsip latihan fartlek adalah berlari dengan berbagai variasi. fartlek. semakin hari harus dapat menempuh jarak yang semakin jauh untuk menemukan tingkat kebugaran jasmani dengan hasil yang dicapai b. Latihan aerobik Latihan aerobik dengan waktu yang ditentukan selama 12 menit. c. antara lain: lari jarak jauh. Dalam proses latihan. Biasanya dilakukan sebagai selingan dari latihan-latihan daya tahan lainnya.

Peregangan dinamis Peregangan dimanis dilakukan dengan menggerakkan tubuh atau anggota tubuh secara berirama atau dengan Contoh memantul-mantulkannya peregangan (bouncing). Tingkat intensity dapat dibedakan : 100 % atas lebih (110%) – super maximal 100% penuh – maxsimal 80% s/d 99% – sub maximal 60% s/d 79% . d. dinamis sehingga otot-otot teregang sebagai dan terulur. usahakan untuk mencapai Ujung jari kaki dengan jari-jari tangan. b. Tinggi dalam latihan lompat dsb. c. Kecepatan dalam hari pada jarak yang telah ditentukan.medium 59% s/d ke bawah – law (rendah) . b. berikut. Jarak dalam latihan lempar. Jumlah bebas dalam latihan kekuatan. Ciri-ciri Latihan 1. dengan masa pemulihan (recovery) di antara pengulangan jarak tersebut. D. Peregangan statis peregangan ini dilkukan dengan menegangkan tubuh atau anggota tubuh dan mempertahankan sikap tersebut tanpa bergerak untuk beberapa saat pada latihan fisik. Apabila kita dapat menjalankan secara penuh sesuai dengan kemampuan ini berarti kita menjalankan intensity 100% (maksimal). sambil melakukan gerakan merengut pinggang. Misalnya : a.dengan waktu tertentu. adalah Duduk telunjur dengan kedua kaki lurus. Intensity : merupakan ukuran kesungguhan dalam melakukan latihan yang betul pelaksanaannya. a. Ada dua bentuk dalam mengembangkan kelentukan antara lain: (1) Peregangan dinamis dan (2) peregangan statis.

E. e. Unsur-unsur kesegaran jasmani Power ( Daya / tenaga ) Adalah kemampuan mengeluarkan kekuatan / tenaga maksimal dalam waktu yang tercepat. dalam waktu yang tersingkat. h. Strength ( Kekuatan ) Adalah suatu kemampuan dalam menggunakan daya atau kekuatan yang eksplosifterhadap suatu obyek ( mendorong. Duration : lamanya waktu latihan seluruhnya (penuh) setelah dikurangi dengan waktu yang dipergunakan untuk istirahat. menekan / mengangkat / menarik ). Frequency : beberpa kali suatu latihan dilakukan setiap minggunya : dua kali. waktu. 4. menusuk ). Coordination ( Koordinasi ) Adalah kemampuan seseorang untuk merangkaikan ( membulatkan ) bermacam-macam gerakan sedemikian rupa sehingga merupakan gerakan yang bertautan. 5. g. i. Flekxibility ( Kelentukan ) Adalah kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas jasmaniah dengan gerakan sendi-sendi yang luas dan tidak kaku. Mempunyai Mempunyai yang kekuatan kecakapan mempunyai otot untuk ( tenaga Muscular memadukan Strength kekuatan yang ) dan yang besar besar. f. berat. Agility ( Kelincahan ) Adalah kemampuan seseorang untuk merubah posisi dan arah gerakan tubuhnya. Seseorang 1) 2) b. jumlah beban latihan. Volume : jumlah beban yang dinyatakan dengan satuan jarak. Seringnya ulangan yang dilakukan setiap set atau elemen latihan disebut : density.2. Accuracy ( Ketelitian / Ketepatan ) Adalah kemampuan seseorang untuk menguasai gerakan yang terkontrol terhadap suatu sasaran ( menembak. Ritme : merupakan irama dari latihan. Unsur dasar dari kesegaran jasmani ( kondisi fisik ) adalah : 3) Mempunyai kecepatan yang tinggi. Cepat dan lambatnya suatu latihan dilakukan setiap set atau setiap elemen latihan juga merupakan frequency. tiga kali atau enam kali. Endurance ( Daya tahan ) Kemampuan alat tubuh dalam melakukan pekerjaan yang berat dan berulang-ulang dalam waktu yang relatif lama. c. Balance ( Keseimbangan ) Kemampuan seseorang untuk mengontrol kerjanya alat tubuh yang bersifat neuromuscular ( meniti balok. d. . Speed ( Kecepatan ) Adalah kemampuan seseorang untuk melakukan gerakan yang sama dengan baik. a. misalnya : berat dan ringannya suatu latihan atau tinggi rendahnya latihan. 3. dsb ). kecepatan.

Pengaturan Makanan Pada Atlet Makanan yang memenuhi gizi seimbang memegang peranan penting untuk atlet yang ingin berprestasi maksimal dalam suatu pertandingan. 3. Periode persiapan pertandingan. Pola makan 5-6 kali sehari dengan 3 kali waktu makan utama disertai selingan bisa digunakan oleh atlet selama di pelatnas. serta. Waktu makan utama dan makan selingan dibuat jadwal yang sesuai dengan jadwal latihan agar tidak mengganggu latihan. Bahkan dengan kombinasi yang baik dari bakat atlet serta teknik latihan dan pelatih terbaik. Pengaturan Makanan Pada Atlet Dan Latihan Pembentukan Mental Atlet a. Jadwal waktu makan yang sudah disepakati harus ditaati oleh semua pihak yang terlibat. Pada periode persiapan. program-program latihan disusun dalam jadwal latihan harian sesuai dengan “peak” [puncak prestasi] yang diharapkan. 10 – 15% protein. Dalam pembinaan prestasi dikenal periodisasi penyelengggaraan latihan sebagai berikut: 1. cukup vitamin. Oleh karena itu atlet dikembangkan fisiknya agar siap menghadapi latihan berat dan intensif. Atlet dikondisikan pada pola makan yang baik. 20 – 25% lemak. Periode Pertandingan Memasuki tahap pertandingan baik kondisi fisik dan mental sudah mencapai kondisi yang . karena pada masa ini status gizi dan kesehatan atlet harus berada dalam kondisi yang baik. Makanan dengan gizi seimbang adalah makanan yang mengandung jumlah kalori dengan proporsi sebagai berikut: 60 – 70% karbohidrat.F. 2. atlet harus berada dalam kondisi fisik yang baik. Pada periode ini penyediaan makanan harus benar-benar dapat memenuhi kuantitas dan kualitas gizi yang baik yaitu jumlah energi dan komposisi gizi seimbang. Periode Persiapan Pertandiangan Sebelum mulai dengan latihan. Periode pemulihan/transisi. makanan yang tidak memenuhi syarat dan gizi tidak seimbang tidak mungkin berprestasi secara maksimal. mineral dan air. Periode pertandingan.

sebagai makluk Tuhan Yang Maha Esa dan sebagai anggota masyarakat Secara khusus. Atlet harus melakukan penimbangan badan setiap hari untuk mengetahui keadaan berat badan.00 pagi atlet mengikuti renang 50 m gaya bebas. kemudian pada pukul 10. Makanan harus tetap memenuhi gizi seimbang [“well balance diet”]. Latihan Pembentukan Mental Atlet Mental seseorang tergantung dari beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain falsafah agama. pendidikan. Makanan yang dikonsumsi atlet harus tetap mengikuti pola makan seperti di pemusatan latihan. falsafah negara dan lainnya Tujuan pembentukan mental secara umum adalah membentuk watak sebagai dasar kehidupan pribadi. Periode Pemulihan Atlet Pada periode ini atlet harus tetap mempersiapkan kondisi fisik secara prima dengan latihanlatihan yang sesuai. kehidupan keluarga dan lingkungan. tetapi juga memiliki kedewasaan dan kualitas mental yang tinggi untuk memperoleh kemenangan dalam pertandingan dan mencapai prestasi yang setinggi-tingginya. Pada masa pertandingan. seluruh aktifitas atlet difokuskan pada kegiatan pertandingan yang tahapnya dapat berlangsung satu hari sampai kegiatan beberapa hari berturut-turut. Pengaturan makanan pada periode pemulihan ditujukan untuk mempertahanakan status gizi. Pemantauan status gizi secara rutin harus tetap dilaksanakan terutama untuk mengontrol berat badan. Pola makan 5 – 6 kali sehari dengan tiga kali waktu makan utama dan jadwal waktu makan yang tepat harus tetap dijalankan oleh atlet di tempatnya masing-masing. . Periode pemulihan termasuk waktu diantara 2 pertandingan misalnya pukul 08. bertujuan membentuk olahragawan yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik.00 mengikuti renang 100 m gaya kupu-kupu.sebaik-baiknya. teknik dan taktik. Jumlah masukan makanan harus disesuaikan dengan aktifitas sehari-hari. b.

latihan kondisi fisik merupakan program pokok dalam pembinaan atlet untuk berprestasi dalam suatu cabang olahraga. B. Kesimpulan Selain berguna untuk meningkatkan kesegaran jasmani. Kurangnya daya tahan. kekuatan otot. . Saran Untuk setiap atlet yang berkecimpung di bidang olahragamanapun di harap kan agar bisa mningkatkan kondisi fisiknya masing – masing. kelentukan persendian. dan kelincahan merupakan penyebab utama timbulnya cedera olahraga.BAB III PENUTUP A. Hal ini disebabkan program latihan kondisi fisik yangdilakukan seseorang ticlak sempurna sebelum dia terjun mengikuti pertandingan atau melaksanakan kegiatan fisik yang lebih berat. Agar kedepanya para pelatih dapat menciptakan atlet yang mmpunyai kualitas fisik bagus dan sehat. Atlet yang memiliki tingkat kesegaran jasmani yang baik akan terhindar dari kemungkinan cedera yang biasanya Bering terjadi jika seseorang melakukan kerja fisik yang berat. Setiap pelatih dalam setiap bidang olahraga haruskan mengrtidan memahami cara pningkatan kualitas fisik atlt dan bukan hanya fisik saja yang harus dimengrti oleh seorang pelatih tetapi juga tentang kebutuhan gizi setiap atlet harus diprhatikan oleh stiap pelatih. di era yang kaya akan teknologi dan pngrtian dan pemahaman dalam peningkatan fisik perlu peningkatan mutu gizi juga. sehingga dalam suatu prtandingan tidak mengalami kellahan ataupun cdera pada saat latihan.

I. (2000). Edisi Juli 2006.. (1995). Dasar-Dasar Ilmiah Kepelatiha. Y.. (1993).. Mc. Kebutuhan gizi atlet. Universitas Indonesia------------------------------------Sukimah Sri. Majalah Psikologi Plus. Sajoto. Kumpulan Makalah. --------------Sukimah Sri. Rotella R. Nasution.. Clengham B.. Tes Sederhana untuk Mengukur Kapasitas Aerob. Dasar Fisiologi Kesegaran Jasmani dan Latihan Fisik. 107 Moray Street. ---------------Pate RR. Sadoso Sudharno Sastropanular. Peningkatan dan Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. (1994). Djoko P. (Scientific Macmillan Company of Australia PTY LTD. (2007) Latihan Mental Bagi Atlet Dangsina Moeloek. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. (1997). Sang Juara Harus Dicetak. M. 2006.DAFTAR PUSTAKA Karyono. Penilaian status gizi atlet. Panduan Latihan Kebugaran (Yang Efektif dan Aman). Yogyakarta: Lukman Offset. Universitas Indonesia---------------- .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful