Ini adalah contoh uraian desain dan jenis data penelitian tindakan kelas (PTK

)

Desain dan Jenis Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam peneltian ini adalah desain Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), yang dilakukan secara kolaboratif antara guru mata pelajaran dengan peneliti. Dalam memilih desain penelitian, seorang peneliti harus mengikuti proses mulai awal hingga akhir secara konsisten.. Menurut Hopkins, sebagaimana yang dikutip oleh Rochiati Wiriatmaja (2005: 11) PTK adalah penelitian yang mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan substantif, suatu tindakan yang dilakukan dalam disiplin inkuiri, atau suatu usaha seseorang untuk memahami apa yang terjadi, sambil terlibat dalam sebuah proses perbaikan dan perubahan. Menurut Ebbutt (1985), dalam Hopkins (1993) dikutip oleh Rochiati Wiriatmaja mengemukakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah kajian sistematik dan upaya perbaikan pelaksanaan praktek pendidikan oleh sekelompok guru dengan melakukan tindakan-tindakan dalam pembelajaran, berdasarkan refleksi mereka mengenai hasil dari tindakan-tindakan tersebut (2005: 12). Menurut T. Raka Joni (1998) dalam FX. Soedarsono (2001: 2) PTK merupakan suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rasional dari tindakan-tindakan

69

2. dan belajar dari pengalaman mereka sendiri. mungkin konteks budaya. Self recletive dan self evaluative. Misalnya. artinya berkaitan langsung dengan permasalahan konkret yang dihadapi guru dan siswa. Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran mereka. dalam arti pemberian sedikit kelonggaran dalam pelaksanaan tanpa melanggar kaidah metodologi ilmiah. Kontekstual. Situasional. dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu (Rochiati Wiriatmaja 2005: 13). dan ekonomi di mana proses pembelajaran berlangsung. serta untuk memperbaiki kondisi-kondisi dimana praktek-praktek pembelajaran tersebut dilakukan. Secara singkat karakteristik Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) atau PTK dapat disebutkan: 1. artinya upaya pemecahan yang berupa model dan prosedur tindakan tidak lepas dari konteksnya. 5. serta objek yang dikenai tindakan melakukan refleksi dan evaluasi diri terhadap hasil atau kemajuan yang dicapai. pelaku tindakan. Hal ini didasarkan pada adanya tujuan yang sama yang ingin dicapai. tidak perlu adanya . 3. 4. Kolaboratif. pelaksana. partisipasi antara guru-siswa dan mungkin asisten atau teknisi yang terkait membantu proses pembelajaran. Secara ringkas Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktek pembelajaran mereka.70 yang dilakukannya itu. Fleksibel. sosial politik. Modifikasi perubahan yang dilakukan didasarkan pada hasil refleksi dan evaluasi yang mereka lakukan.

Pada tahap ini peneliti dapat menimbang . peneliti melakukan penjajagan (assesement) untuk menentukan masalah hakiki yang dirasakan terhadap apa yang telah dilaksanakan selama ini. meningkatkan. sekalipun dimungkinkan dipakainya instrumen formal sebagaimana dalam penelitian eksperimental (Soedarsono FX. dengan melakukan modifikasi dan penyesuaian seperlunya. 2001: 5). alat pengumpul data yang lebih bersifat informal. dan mengadakan perubahan ke arah yang lebih baik sebagai upaya pemecahan masalah. serta menemukan model dan prosedur tindakan yang memberikan jaminan terhadap upaya pemecahan masalah yang mirip atau sama. kegiatan pembelajaran dalam mengatasi kesulitan siswa dalam pembelajaran (Soedarsono FX.71 prosedur sampling. pada tahap awal. 2001: 18). Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk memperbaiki. Dalam Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) atau PTK. Pada gambar di atas. 2001: 5). desain dapat digambarkan sebagai berikut: Penjajagan/asesi sebelum aksi Rencana Desain/ Implementasi Penjajagan/asesi sesudah aksi Awal RD Pelaksanaan PTK Perubahan Perbaikan peningkatan lebih baik Akhir Perencanaan Perbaikan Observasi Observasi Observasi Jika belum Memuaskan hasilnya Keadaan sebelum dilakukan tindakan Upaya perubahan dengan dilaksanakan tindakan Keadaan sesudah dilakukan tindakan Refleksi Ke siklus selanjutnya Gambar (I) Alur Kerja PTK (Soedarsono FX.

berdasarkan masalah yang dipilih. disusun rencana berupa skenario tindakan atau aksi untuk melakukan perbaikan. 2001: 19). berdasarkan hasil monitoring dilakukan analisis data yang dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk mengadakan evaluasi apakah tujuan yang dirumuskan telah tercapai. Pada tahap keempat. kemudian melakukan analisis dan merumuskan masalah yang layak untuk penelitian tindakan. Rekaman semua kejadian dan perubahan yang terjadi perlu dilakukan dengan berbagai alat dan cara. dilakukan implementasi rencana atau skenario tindakan. penelitian tindakan kelas dilaksanakan berupa proses pengkajian berdaur yang terdiri dari empat (4) tahap seperti terlihat pada gambar berikut: . sesuai dengan kondisi dan situasi kelas. Pemantauan atau monitoring dilakukan segera setelah kegiatan dimulai (on going procces monitoring).72 dan mengidentifikasi masalah-masalah dalam praktek pembelajaran (memfokuskan masalah). Secara sederhana. peningkatan dan perubahan ke arah yang lebih baik dari praktek pembelajaran yang dilakukan untuk mencapai hasil yang optimal atau memuaskan. Pada tahap ketiga. serta siswa) melaksanakan kegiatan sebagaimana yang ditulis dalam skenario. Proses daur ulang akan selesai jika peneliti merasa puas terhadap hasil dari tindakan yang dilakukan sesuai rencananya (Soedarsono FX. Pada tahap kedua. Jika belum memuaskan maka dilakukan revisi atau modifikasi dan perencanaan ulang untuk memperbaiki tindakan pada siklus sebelumnya. peneliti yang lain. Peneliti bersama-sama kolaborator atau partisipan (misalnya guru pamong.

Pada kotak tindakan (act). mengobservasi proses pembelajaran dengan menggunakan check list observasi. mengevaluasi proses dan hasil belajar. menyusun rencana dan strategi pembelajaran serta panduan observasi. Dalam kotak refleksi (reflect).73 PLAN ACT REVISED PLAN ACT OBSERVE OBSERVE Gambar (2) Model Kemmis dan Taggart (Rochiati Wiriatmaja. REFLECT REFLECT T . kegiatan mengaplikasikan pendekatan konstruktivistik pada pembelajaran PAI dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa kelas VIII H SMP Negeri I Singosari Malang. Tahap-tahap penelitian tindakan yang dilakukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: pada tahap perencanaan (plan) peneliti menyusun pedoman observasi. Pada kotak pengamatan (observe). 2005: 66). peneliti melakukan refleksi terhadap pengaplikasian pendekatan konstruktivistik pada pembelajaran PAI.

74 Prosedur pelaksanaan penelitian tindakan tersebut terkait dengan alur kerja PTK di atas dan dapat digambarkan sebagai berikut: Siklus I Analisis dan identifikasi Metode ceramah. Revisi Perencanaan Berdasarkan hasil refleksi yang diperoleh maka. dan jika hasilnya juga masih belum memuaskan. Implementasi Kegiatan pembelajaran mengaplikasikan pendekatan konstruktivistik pada pembelajaran PAI dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa kelas VIII H SMP N I Singosari Malang . Refleksi Peneliti melakukan refleksi terhadap pengaplikasian pendekatan konstruktivistik pada pemebelajaran PAI. maka dilanjutkan ke siklus III. Tidak melakukan refleksi. Mengevaluasi proses dan hasil. peneliti harus merevisi atau memodifikasi perencanaan atas kekurangan yang dijumpai pada tahap implementasi siklus I. Menggunakan strategi pembelajaran tradisional. Observasi dilakukan pada perilaku dan aktivitas siswa. . Observasi Mengobservasi proses pembelajaran dengan menggunakan check list observasi. Gambar (3) Prosedur Penelitian Tindakan Kelas. Panduan evaluasi. - Penjajagan Observasi pembelajaran PAI di kelas yang menjadi obyek penelitian. (dalam hal ini adalah siswa kelas VIII H di SMPN I Singosari Malang ). Selesai. [Fokus Masalah Perencanaan Pedoman observasi. Pemahaman dan kreativitas siswa terhadap materi PAI masih rendah. Jika belum memuaskan hasilnya Dilanjutkan ke siklus II. Menyusun rencana dan strategi pembelajaran..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful