Cara Pembuatan Alur Roda Gigi Cacing

Tags: gear, informasi, newsq, pembuatan alur, produksi, roda gigi, tazzie03,tazziemania, teknik, worm gear trackback Gaya yang ada pada roda gigi cacing (worm gear) :

March 18, 2010

Posted by tazziemania in industri, informasi, perhitungan, teknik.

  

Gaya Tangensial Gaya Radial Gaya Aksial Gaya Aksial : gaya yang bekerja sejajar dengan poros roda gigi cacing. Gaya Radial : gaya yang tegak lurus garis singgung, gaya ini menuju titik pusat roda gigi Gaya Tangensial : gaya yang sejajar dengan garis singgung, perputaran gaya tangensial tergantung pada alur ulir gigi cacing tersebut, apakah ulir tersebut bentuk ulir kanan atau kiri. Langkah awal kontruksi roda gigi cacing kita harus menentukan perbandingan angka reduksi atau menentukan rasio : Rasio : Perbandingan antara kecepatan sudut ωa atau angka putaran na dari roda pemutar dan kecepatan sudut ωb atau angka putaran nb dari roda gigi terputar. Rasio (i) :

Setelah kita mengetahui perbandingan angka reduksi maka kita menentukan perbandingan gigi (langkah alur gigi cacing). Perbandingan gigi : Perbandingan antara jumlah gigi z2 dari roda gigi besar dan jumlah gigi z1 dari roda gigi kecil. Perbandingan gigi (u) :

1

Gambar 1.1 : Sepasang lingkarang gelinding ( w1 dan w2 ) dan kecepatan Keliling, kontak titik dari dinding gigi Rasio dan perbandingan gigi sudah diketahui, maka kita harus menentukan : 1. Gaya Aksial, gaya ini sejajar dengan poros gigi cacing.

2

Kisar (Lead) Kiasar (lead) adalah jarak linear gerak suatu roda gigi cacing pada worm (gigi cacing).Gambar 1. 3 .2 Gigi cacing dan Roda gigi cacing Gaya aksial : Dimana : a = jarak sumbu poros z2 = Jumlah ulir pada worm gear 2.

5º. akan tetapi oleh FA Halsey sudut kisar aman adalah 12. Sudut Kisar (Lead angel) Sudut kisar (α) sangat bervariasi mulai dari 9º sampai 45º. 4 . 4.3. Tekanan sudut roda gigi cacing (Tooth Pressure Angel) Berikut adalah table perbandingn antara Tooth preassure angel dengan Lead angel.

Modul Normal (Normal picth). Velocity Ratio adalah paduan kecepatan roda cacing (Nw) dengan kecepatan roda gigi cacing (NG) dalam rpm. Nilai beban permukaan worm gear (Fac) dan beban lengkung worm gear (Fab) harus lebih besar dengan gaya tangensial yang diterima worm (Ft). 5 . Percepatan putaran (Velocity Ratio) yang dibutuhkan untuk bekerja.5. Normal picht terkadang disebut pula diameter lingkar dasar. jarak yang diukur antara dua titik yang berdekatan dalam worm gear. 6.

Tabel berikut menunjukkan berbagai porportions cacing dalam hal aksial atau lingkaran pitch (pc) dalam mm. Menentukan nilai bagian luar dari roda cacing 1. ini adalah perkalian gaya yang sejajar terhadap poros (gaya aksial) dengan jumlah gigi pada gigi cacing. Kelonggaran puncak (c). Diameter jarak bagi  Diameter jarak bagi pada roda cacing (d1). diameter ini adalah perbandingan modus normal terhadap sudut kisar gigi cacing. ya  Diameter jarak bagi pada gigi cacing (d2). 2. ini merupakan celah antara kedua gear yang tidak bersetuhan terhadap gaya aksial. 6 .

Diameter lingkar kepala / luar (da) Rumus matematis : 4.3. Diameter kaki gigi cacing (df) 7 .

Rumus matematis : 5. Diameter lingkar dasar (db) Rumus matematis : 8 .

perbandingan gigi : dimana: 9 . 2010 Posted by tazziemania in Uncategorized.Perhitungan Transmisi Roda Gigi Cacing (Worm Gear) pada elevator trackback May 16. Tags: perhitungan worm gear 4 Votes Seperti yang sudah dibahas sebelum nya. kita harus mengetahui perbandingan reduksi nya. maka yang selanjut nya menentukan jenis worm gear tersebut menggunakan langkah perputaran nya. bahwa roda gigi cacing merupakan transmisi yang mampu mereduksi 1:100. maka untuk menghitung konstruksi dari worm gear. perbandingan reduksi (i) dimana : Nmotor : perputaran pada motor listrik Nout : peputaran keluaran transmisi setelah mengetahui nilai dari perbandingan reduksi dari transmisi.

Z2 : Jumlah gigi yang akan berputar dan bersinggungan Z1 : Jenis langkah worm gear modus aksial pada worm gear Dimana: a : jarak sumbu poros pada worm Z2 : jumlah roda cacing Modus Normal pada Worm gear Dimana : Cosα = 10° – 25° Jarak Bagi worm (ta) Jarak Kisar worm (L) Diameter lingkaran jarak bagi roda cacing (d1) Diameter lingkaran jarak bagi gigi cacing (d2) 10 .

Menyebutkan defenisi roda gigi 2.. Menjelaskan metoda pembagian pemotongan profil gigi 6. Menyebutkan sistem menentukan besaran roda gigi 4. Roda gigi merupakan sejenis roda cakra dimana pada sekitar sekeliling bagian luarnya memiliki profil gigi yang simentris. Menyebutkan dasar pembentukan profil gigi 3. Kadang kala poros itu terletak pada posisi satu garis. Menyebutkan jenis-jenis roda gigi 5. Roda Gigi Setelah mempelajari topik ini. Dengan keadaan yang sedemikian rupa itu (bentuk dan cara kerja) memberikan beberapa keuntungan dalam memindahkan daya putar/putaran yaitu anti slip dan terjadinya gaya dorong yang positif. baik pada posisi sejajar maupun bersilangan. DASAR PROFIL GIGI 11 . Tetapi hanya dapat memindahkan daya putar dengan jarak antara poros relatif singkat.Tinggi kepala gigi (hf) next…. mahasiswa diharapkan mampu: 1. Menyebutkan perhitungan dalam pembuatan roda gigi Pada bagian-bagian mesin sering dijumpai suatu poros mengerakkan poros yang lainnya. Untuk memenuhi keperluan pemindahan gerak/putaran/daya putar antara dua poros atau lebih dalam teknologi permesinan terdapat berbagai macam cara yaitu diantaranya dengan meggunakan roda gigi. tidak dapat terlalu jauh. Dalam bekerja memindahkan daya/putaran roda gigi mesti berpasangan sesama roda gigi yang sejenis.

Adapun kurva yang umum dipakai dan telah merupakan standart untuk pembuatan profil gigi yaitu kurva involute (evolvente) dan kurva cycloide. Dari hasil penelitian dan percobaan para pakar mekanik ditemui beberapa kurva yang memungkinkan untuk dijadikan dasar pembentukan profil gigi. kecepatan sudut kedua roda gigi harus di jaga tetap dan putaran harus dapat berlangsung dengan halus serta tidak menimbulkan kejutan dan gesekan terlalu besar. 1. Kurva evolvente adalah kurva garis lengkung yang terbentuk dari titik-titik ujung sebuah tali/benang yang dibuka dari gulungannya dalam keadaan selalu tegang. Terminologi dan Simbol Umum Roda Gigi Root Diameter (Dr) Pitch Diameter (Dt) = Diameter kaki = dalam gigi = Diameter tusuk = lingkaran jarak antara adalah merupakan garis lingkaran bayangan yang harus bertemu/bersinggungan antara sepasang roda gigi Outside Diameter (Dk) Addendum (Ha) Deddendum (Hi) = Diameter luar = Tinggi kepala gigi = Tinggi kaki gigi SISTEM MENENTUKAN BESARAN RODA GIGI Untuk menentukan besaran ukuran-ukuran sebuah roda gigi dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu dari dua sistem yang merupakan standart yaitu: 1. Sistem Modul (M) 12 . Kurva Involute Gambar 67. Kurva cycloide adalah kurva garis lengkung yang terbentuk dari titik-titik pada sebuah lingkaran dimana lingkaran itu menggelinding pada garis lurus. Oleh karena itu dalam bekerja selama kontak luncur berlangsung.Roda gigi bekerja memindahkan daya putar melalui terjadinya kontak luncur antara permukaan profil gigi dari dua roda gigi yang bekerja berpasangan.Dasar Pembentukan Profil Gigi Gambar 69. Gambar 66. Kurva Evolvente Suatu profil gigi dibentuk oleh sepasang kurva yang sama yang saling berseberangan Gambar 68.

25 x M 1. Oleh karena itu sistem DP ini banyak dipakai oleh negara yang menggunakan satuan britis 13 .0 5. 7 s/d 16 kenaikan modul 1.Satuan ukuran sistem modul ini adalah metrik. Secara matematis dapat ditulis : Dimana: M Dt Z = Modul = Diameter Tusuk = Jumlah gigi Menurut standart DIN ukuran modul yang digunakan dalam prakteknya (ukuran modul standart) dimulai dari 0.3 sampai 50 dengan ketentuan kenaikan modul tiap tingkatan adalah sebagai berikut: 1.25 pxM 0.5708 x M 1xM 1.5 4. 2.25 3. 0.7 kenaikan modul 0.3 s/d 0. Adapun besaran-besaran yang penting ditentukan adalah: Diameter luar (Dk) Diameter Tusuk (Dt) Tinggi/dalam gigi (Hg) Tusuk gigi (Pg) Kelonggaran (Sg) Tebal gigi (Tg) Addendum (Ha) Deddendum (Z x 2).25 x M 1. 0. 4 s/d 7 kenaikan modul 0. Sistem Diametral Pitch (DP) Satuan Diametral pitch ini adalah inchi.7 s/d 4 kenaikan modul 0. sehingga dalam modul ini disebut juga dengan nama Metrik Modul (MM) Modul adalah merupakan perbandingan antara diameter tusuk (pitch diameter) dengan jumlah profil gigi pada sebuah roda gigi.M ZxM M x 2. 24 s/d 45 kenaikan modul 3 Untuk menentukan harga besaran yang penting dari sebuah roda gigi sistem modul ini dipengaruhi oleh modul (ukuran modul standart).1 2. 16 s/d 24 kenaikan modul 2 6.

Sistem diametral pitch adalah perbandingan antara banyak/jumlah gigi dengan diameter tusuknya sebuah roda gigi dalam satuan inchi. Adapun roda gigi yang termasuk jenis spur gear ini adalah: Gambar 70. C. Roda Gigi Payung Bergigi Hypoid Worm gear disebut juga dengan roda gigi cacing adalah sejenis roda gigi dengan bentuk konstruksinya sama dengan spur gear dengan perbedaan pada bagian lebar roda terdapat kelengkungan (radius) yang besarnya sama dengan radius ulir cacing. maka roda gigi spur gear ini ada yang giginya lurus dan miring/helik. Roda Gigi Planet Gambar 73. A. Spur Gear Adalah roda gigi yang bentuk konstruksinya sederhana seperti silinder yang relatif tidak terlalu tipis (memiliki ketebalan tertentu) dan profil gigi disekelilingnya. Roda Gigi Ve (Roda Gigi Miring Ganda) 1. Jika dilihat dari profil giginya. Secara matematis dapat ditulis: JENIS-JENIS RODA GIGI 1. Bevel Gear Spur gear disebut juga dengan roda gigi payung adalah jenis gigi yang berbentuk seperti kerucut terpancung. B. Roda Gigi Payung Bergigi Spiral 1. Salah satu keistimewaannya dalam mentransmisikan daya adalah daya dapat ditransmisikan dari suatu poros ke poros lainnya yang posisi kedua poros saling bersilangan membentuk sudut 900 (posisi antara kedua poros tegak lurus) dan dapat juga kedua poros membentuk sudut yang lebih besar 900 atau lebih kecil 900 (450 sampai dengan 1350) Jenis-jenis roda gigi payung ini dalam pemakaiannya ada beberapa macam. Kekhususan jenis roda gigi ini adalah 14 . SpurGear Gambar71. Roda Gigi Lurus Gambar 72. Roda Gigi Miring/Helix Gambar 74. Roda gigi payung bergigi lurus Gambar 77. yaitu: Gambar 75. Pada umumnya roda gigi ini digunakan untuk mentransmisikan daya atau putaran antara dua poros yang posisinya sejajar atau paralel. Worm Gear Gambar 76. Roda gigi payung bergigi zerol Gambar 78.

METODA PEMBAGIAN PEMOTONGAN PROFIL GIGI 15 . Roda Gigi Cacing Globoid 1. Roda gigi cacing globoid Disebut juga dengan cone drive adalah pasangan roda gigi cacing dan ulir cacing dimana bentuk konstruksi ulir cacingnya disamping berbentuk silinder juga terdapat radius pada bidang panjang ulir yang besar radius sama dengan radius roda gigi cacingnya. Dalam bekerja memindahkan daya atau putaran. Roda Gigi Cacing Silindris Gambar 80. Gigi rack miring Adalah jenis gigi rack yang profil giginya miring/helix dan pasangannya juga jenis roda gigi pinion bergigi helix. D. Hanya dapat bekerja berpasangan dengan ulir cacing (worm thread) 2. Gigi Rack dan Roda Gigi Pinion Dalam pemakaiannya bentuk gigi rack ini dapat dibedakan atas dua jenis. Gambar 79. Rack Gear Disebut juga dengan gigi rack adalah sejenis roda gigi yang memiliki konstruksi persegi empat. Bentuk roda gigi cacing dan ulir cacing dalam pemakaiannya ada dua jenis yaitu: 1. Roda gigi cacing silindris Adalah pasangan roda gigi cacing dan ulir cacing yang bentuk konstruksi ulir cacingnya seperti silinder 1.1. 3. Gigi rack lurus Adalah jenis gigi rack yang profil giginya lurus dan pasangannya juga jenis roda gigi pinion bergigi lurus 1. yaitu: 1. Pasangan roda gigi ini digunakan untuk mentransmisikan daya dari gerak putar menjadi gerak lurus atau sebaliknya. gigi rack ini berpasangan dengan roda gigi pinion. Pasangan roda gigi cacing dan ulir cacing ini hanya dapat bekerja memperlambat putaran. Daya yang ditransmisikan dapat lebih besar karena perbandingan putaran antara roda gigi cacing dengan ulir cacing sangat besar. Gambar 81.

untuk berangka 1 s/d 24 pembagian dapat dilakukan adalah apabila bagian yang yang akan membagi menghasilkan angka bulat terhadap 24. A. 16 . Dan untuk menentukan banyaknya putaran poros utama setiap kali selesai pengefraisan berpedoman kepada piring pembagi yang terdapat pada ujung poros utama yang disebut dengan spindel nois yang terdapat angka-angka 1 s/d 24 atau 1 s/d 36. untuk selesai satu kali penfraisan. Metoda Pembagian Sederhana (Plain Indexing Method) Adalah pembagian yang berdasarkan pada perbandingan antara putaran mekanik ulir cacing dengan roda gigi cacing. engkol pembagi diputar sebanyak 1 putaran penuh ditambah putaran. Untuk menghitung banyaknya putaran poros utama setiap selesai satu gigi adalah : Dimana : Bp N 24 = Banyaknya putaran setiap selesai penfraisan = Banyak bagian yang dibuat = Angka pembagian spindel nois 1. Jadi. Salah satu kelebihan dividing head universal antara lain yaitu dapat dilakukan beberapa sistem metoda pembagian benda kerja. Dimana perbandingan putaran antara ulir cacing dengan roda gigi cacing adalah 1 : 40. 1. telah didapat banyak putaran engkol yaitu putaran. Metoda Pembagian Langsung (Direct Indexing Method) Adalah metoda pembagian dimana untuk mendapatkan pembagian/putaran poros utama kepala pembagi dilakukan dengan langsung memutar poros utama dengan terlebih dahulu memutuskan hubungan mekanik ulir cacing dan roda gigi cacing.Untuk mendapatkan banyaknya profil gigi yang dikerjakan denganmesin frais dipakai peralatan pendukung dividing head universal. Penyelesaian: Dan cara pelaksanaanya. B. tentukanlah bayak putaran engkol pembagi setiap selesai satu kali penfraisan. Untuk menghitung banyaknya putaran engkol pembagi setiap selesai satu kali penfraisan adalah dengan menggunakan persamaan: Contoh: Direncanakan pemotongan sebuah roda gigi dengan jumlah gigi 30.

Perputaran plat pembagi itulah yang menambah kekurangan putaran yang digerakkan oleh perbandingan putaran roda gigi yang dipasang pada poros utama dan poros roda gigi payung yang berhubungan dengan poros ulir cacing kepala pembagi. Maka dalam hal ini diambil lobang yang berangka 21 atau 36. maka pada perhitungannya kita harus mengambil angka perkiraan yang mendekati dengan pembulatan keatas atau pembulatan kebawah yang habis dibagi dengan 5 atau 10. Untuk mengurangi kelebihan itu dipakai roda gigi-roda gigi pengganti yang dipasang pada poros utama kepala pembagi (merupakan roda gigi penggerak) dan poros roda gigi payung yang berhubungan dengan poros ulir cacing kepala pembagi (merupakan roda gigi yang digerakkan). Jika menggunakan metoda pembagian ini. Sedangkan gigi yang akan dibuat adalah 67 buah. maka terjadi kelebihan putaran sebesar (67 – 65) x = putaran. maka bagian. berarti penambahan putaran tersebut sebanyak x 21 = 7 bagian untuk lobang yang berangka 21 atau x 36 = 12 bagian untuk lobang yang berangka 36. Pembagian Sederhana 1. Jadi setiap selesai satu kali pengefraisan maka engkol pembagi diputar sebanyak 12 bagian pada plat lobang yang berangka 21 untuk pembuatan gigi sebanyak 70 buah. C. Tetapi pada plat pembagi tidak terdapat angka pembagian. Metoda Pembagian Diferensial (Diferensial Indexing Method) Digunakan apabila metoda pembagian sederhana atau metoda pembagian langsung tidak dapat dilaksanakan karena hasil pecahan tidak dapat disederhanakan lagi dan pecahan hasil pembagian itu tidak terdapat ketentuan yang cocok pada plat pembagi. Misalnya pada plat pembagi terdapat angka 10. dsb.Untuk mendapatkan putaran dipergunakan lobang-lobang pada plat pembagi yang jumlah satu lingkaran penuh habis dibagi dengan tiga dengan melihat angka-angka yang terdapat pada plat pembagi tsb. 36. misal 21. 25. Jika dibagi dengan plat pembagi yang memiliki angka lobang yang habis dibagi dengan 7. 19. Dalam prakteknya tentu terjadi kelebihan atau kekurangan dalam pelaksanaan pembagian pada kepala pembagi Misalkan jumlah gigi yang akan dibuat adalah 67 buah gigi. Maka diambilah pendekatan pembulatan keatas atau kebawah. maka pada saat poros ulir cacing diputar. 21. Untuk mendapatkan kekurangan itu. Perputaran plat pembagi itu diputar oleh roda gigi yang tersedia khusus diperuntukkan bagi kepala pembagi. Dalam metoda pembagian ini. 17 . Pengurangan putaran itu sebesar (70 – 67) x = putaran. karena piring pembagi harus ikut berputar sewaktu engkol diputar. piring pembagi harus ikut berputar perlahan sebanyak putaran tiap benda kerja berputar satu kali. Misalkan diambil angka pembulatan keatas yaitu 70. Dan sebaliknya jika pendekatan pembulatan kebawah diambil misalnya 65. piring pembagi harus dilepas dari pen penahannya. Gambar 82. 14. karena jumlah pembagiannya tidak terdapat pada plat pembagi. maka terjadi kelebihan. Tentu engkol pembagi diputar sebanyak putaran atau putaran.

dimana untuk mendapatkan 10 itu engkol pembagi harus diputar sebanyak x 18 = 2 bagian pada lobang pembagi 18. Perbedaanya terletak pada perhitungan pembagiannya dimana dalam metoda pembagian sudut ini ditentukan dalam derajat. Dan bila ditentukan dalam menit. Susunan Roda Gigi Pengganti Pada Metoda Pembagian Diferensial Dengan Pendekatan Pembulatan Kebawah Gambar 85. dimana 10 = 60 menit maka 1 kali putaran engkol pembagi = 90 x 60’ = 540’. maka piring pembagi harus berputar searah putaran engkol pembagi. Untuk angka pembulatan keatas adalah: 1. maka hubungan roda gigi pengganti haruslah genap. Jika engkol berputar putaran. dengan demikian 1 kali putaran penuh spindel kepala pembagi itu sama dengan 3600. Untuk dapat dipergunakan lobang pembagi pada plat pembagi yang habis dibagi 9 misalnya lobang pembagi 18. D. Maka dapat ditentukan 1 kali putaran engkol sama dengan .Untuk menentukan jumlah gigi dari roda gigi pengganti tersebut dipakai rumus : 1. Metoda Pembagian Sudut (Anggular Indexing Method) Pada metoda ini caranya hampir sama dengan metoda pembagian sederhana. Kemudian jika digunakan plat 18 . Gambar 83. maka spindel akan berputar 10. Dan sebaliknya dengan pembulatan kebawah. Mekanisme Pembagian Metoda Diferensial 1. Untuk angka pembulatan kebawah adalah: Dimana : Z1 Z2 N A = Roda gigi yang dipasang pada poros utama (roda gigi penggerak) = Roda gigi yang dipasang pada poros roda gigi payung (yang digerakan) = Jumlah pembagian yang akan dibuat = Angka pendekatan pembulatan keatas/kebawah Dan untuk menentukan banyak engkol pembagi setiap selesai satu bidang adalah: Pada prakteknya apabila dalam perhitungan menentukan jumlah gigi roda gigi pengganti mengambil angka pendekatan pembulatan keatas. Seperti kita ketahui. Oleh karena itu hubungan roda gigi pengganti harus ganjil (antara Z1 dan Z2 ditambah roda gigi lainnya sebanyak 1 atau 3 yang jumlah gignya sama yang disebut dengan roda gigi perantara. besar sudut lingkaran adalah 3600. Susunan Roda Gigi Pengganti Pada Metoda Pembagian Diferensial Dengan Pendekatan Pembulatan Keatas Gambar 84.

Terminologi Roda Gigi Payung Keterangan gambar: Dk Dt R b Ha Hi b g l a d x s = = = = = = = = = = = = = Diameter kepala (outside diameter) Diameter tusuk (pitch diameter) Jari-jari penjuru (pitch cone radius) Lebar gigi (face width gear) Tinggi kepala gigi (Addendum) Tinggi kaki gigi (deddendum) Sudut tusuk (pitch cone angle) Sudut muka (face cone angle) Sudut potong (cutting angle of gear) Sudut poros (shaf angle) Sudut kepala (addendum angle) Sudut kaki (deddendum angle) Sudut miring samping belakang (back cone angle) Rumus Untuk Menentukan Dimensi Roda Gigi Payung Untuk menentukan besar dimensi roda gigi payung dapat dilakukan dua sistem sebagaimana yang telah dijelaskan. Dan jika sekiranya lobang pembagi 30. Jadi untuk menentukan derajat yang diperlukan adalah dimana Nd = Jumlah derajat yang akan dibuat. 1. Tetapi pada umumnya dipakai sistem metrik.pembagi yang berangka 18. maka setiap 1 bagiannya sama dengan menit. maka putaran engkol 1 bagian pada lobang pembagi 18 ini adalah menit. Terminologi Roda Gigi Payung (Bevel Gear) Gambar 86. Dk = Dt – 2 M Cos b 19 . PERHITUNGAN DALAM PEMBUATAN RODA GIGI 1.

Dt Ha Hi Hg R Tgd Tgx b g l s = ZxM = 1XM = 1. besar sudut tusuknya = Untuk roda gigi 2. besar sudut tusuknya = Gambar 88. Untuk sepasang roda gigi payung bekerja dengan sudut antara porosnya >900 adalah: Untuk roda gigi 1. besar sudut tusuknya = 20 . Untuk sepasang roda gigi payung bekerja dengan sudut antara porosnya 900 adalah: Untuk roda gigi 1. besar sudut tusuknya = Gambar 87. Untuk sepasang roda gigi payung bekerja dengan sudut antara porosnya <900 adalah: Untuk roda gigi 1. besar sudut tusuknya = Untuk roda gigi 2.25 x M = Ha + Hi = b+d = b–x = 90 – b = = = = Untuk menentukan besar sudut tusuk masing-masing sepasang roda gigi payung yang dipegunakan dalam memindahkan putaran dengan sudut antara keduan poros tertentu sbb: 1. Roda Gigi Payung Dengan Sudut Poros <900 1. Roda Gigi Payung Dengan Sudut Poros 900 1.

Roda Gigi Payung Dengan Sudut Poros >900 1. Terminologi Roda Gigi Helix (Helical Gear) Roda gigi helix adalah roda gigi yang profil giginya miring berputar seperti spiral. Pasangan roda gigi cacing dan ulir cacing ini dapat memindahkan daya beban besar dengan tenaga yang kecil. 3. Keuntungan lainnya dari roda gigi spiral dalam bekerja memindahkan daya bunyinya dalam meluncur tidak terlalu keras. Dalam memindahkan daya/putaran roda gigi cacing berpasangan dengan ulir cacing dalam berbagai perbandingan putaran dimana roda gigi cacing sebagai roda gigi yang digerakkan dan ulir cacing sebagai penggerak (tidak bisa sebaliknya). Terminologi Roda Gigi Helix 21 . Terminologi Roda Gigi Cacing (Worm Gear) Roda gigi cacing berfungsi dalam memindahkan tenaga/putaran antara dua sumbu yang tegak lurus sesamanya. Terminologi Roda Gigi Cacing dan Ulir Cacing Keterangan: Dt Do = Diameter tusuk rg cacing = Diameter luar pada lengkung Hg n L Ha ht p Lw Wc aw P = Dalam pemotongan gigi = Jumlah jalan ulir = Kisar ulir cacing = Addendum = Dalam ulir cacing = Jarak puncak ke puncak ulir cacing = Panjang ulir cacing = Lebar ujung pahat potong ulir = Sudut kemiringan gigi roda gigi = Jarak puncak ke puncak gigi rg cacing Do’ = Diameter luar pada ujung tajam C q dt dr do R ag = Jarak senter = Sudut muka = Diameter tusuk ulir cacing = Diameter dasar ulir cacing = Diameter luar ulir cacing = Radius luar rg cacing = Sudut helix ulir cacing 1. Gambar 91. 2. Gambar 90.Untuk roda gigi 2. besar sudut tusuknya = Gambar 89. Dengan bentuk profil yang demikian memungkinkan roda gigi spiral memindahkan daya antara poros yang bersilangan.

75 x M Jarak titik center kedua roda gigi 22 .Hg = 0.25 x M = 1.5708 x M =pxM = Dt – 2.M = 2.25 x M =1xM = 1.Keterangan : Dt Dk Dr Ha Hi Z Hg P Tg b = Diameter tusuk = Diameter kepala = Diameter dasar = Tinggi kepala gigi = Tinggi kaki gigi = Jumlah gigi = Dalam gigi = Tusuk gigi = Tebal gigi = Lebar gigi Rumus Untuk Menentukan Dimensi Roda Gigi Helix Dt Dk Hg Ha Hi Tg P Dr b =ZxM = Dt + 2.

Biasanya spur gear ini digunakan untuk memindahkan daya putar antara dua poros yang sejajar. gigi rack berpasangan dengan roda gigi spur gear (pinion) Gambar 92.Perbandingan putaran 1. Gambar 93. Terminologi Roda Gigi Lurus Keterangan : Dt = Diameter tusuk Z = Jumlah gigi 23 . Dalam bekerja memindahkan daya.25 x M =pxM = 1. 4. Terminologi Gigi Rack Keterangan: Ha Hi P Tg = Addendum = Deddendum = Tusuk gigi = Tebal gigi Rumus Untuk Menentukan Dimensi Gigi Rack Ha Hi P Tg =1xM = 1. dimana Z adalah jumlah gigi yang akan dibuat. Hg = 2. 5.5708 x M Panjang batang gigi (Lg) = p x M x Z. Terminologi Roda Gigi Lurus (Spur Gear) Roda gigi lurus adalah roda gigi yang profil giginya arah lebar sejajar dengan garis sumbu.25 x M 1. Terminologi Roda Gigi Rack (Rack Gear) Gigi rack adalah batang bergigi yang berfungsi untuk merobah atau memindahkan daya putar menjadi gerak lurus.

25 x M =1xM = 1. Menyebutkan sistem menentukan besaran roda gigi 4.Hg = 0.5708 x M =pxM = Dt – 2.25 x M Tg P Dr b = 1.Dk Dr Ha Hi = Diameter kepala = Diameter dasar = Tinggi kepala gigi = Tinggi kaki gigi Hg P Tg b = Dalam gigi = Tusuk gigi = Tebal gigi = Lebar gigi Rumus Untuk Menentukan Dimensi Gigi Lurus Dt Dk Hg Ha Hi =ZxM = Dt + 2.75 x M Jarak titik center kedua roda gigi Perbandingan putaran Evaluasi 1.M = 2. Menyebutkan defenisi roda gigi 2. Menyebutkan jenis-jenis roda gigi 5. Menjelaskan metoda pembagian pemotongan profil gigi 6. Menyebutkan dasar pembentukan profil gigi 3. Menyebutkan perhitungan dalam pembuatan roda gigi 24 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful