P. 1
Kelembutan Rasulullah shallallahu

Kelembutan Rasulullah shallallahu

|Views: 1|Likes:
Published by ncicio

More info:

Published by: ncicio on Apr 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2013

pdf

text

original

Kelembutan Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam ditunjukkan terhadap seorang Arab gunung lainnya yang kencing di masjid.

Anas bin Malik mengisahkan : "Ketika kami berada di masjid bersama Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang Arab kampung. Orang itu lantas berdiri dan kencing di masjid. Maka (bangkitlah) para shahabat Rasulullah membentaknya seraya membentak, 'Mah, mah!' Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam lantas mencegah para para sahabat sambil bersabda, 'Jangan kalian putuskan kencingnya. Biarkan dia.' Maka para shahabat pun membiarkannya sampai ia selesai. Kemudian Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam memanggilnya dan menasehatinya, 'Sesungguhnya masjid ini tidak patut sedikit pun untuk tempat buang air, (begitu pula) buang untuk kotoran. Masjid ini merupakan tempat untuk berdzikir kepada Allah, shalat dan membaca Al Qur'an.' Kemudian beliau memerintahkan untuk mengambil seember air dan menyiramkannya." (HR. Muslim) Disadur dari : Menyikapi Orang Awam Oleh Al Ustadz Muhammad Umar As Sewwed Subhanallah! Sungguh mulia cara Baginda Rasul menghadapi orang awam. Sementara di kantor sering kesel sama orang yang kerjanya asal-asalan bawaannya pengen dimarahin aja. Oops! Apa jadinya kalo ngikutin amarah ?? Alih-alih kerjaanya jadi beres, malahan orang tersebut (mungkin) ngegerundel di belakang kita karena balik kesel sama kita. Astagfirullah....marah tidak menyelesaikan masalah. Walopun sulit, ngasih arahan sama orang yang awam memang harus sabar. Lebih baik juga kita ngasih panduan by tindakan deh daripada cuman ngomel-ngomel nggak jelas. Lebih manjur biasanya daripada cuman marah-marah dan nuntut ini itu. Saat OB di kantor menyimpan mop (pel) bekas bersihin ruangan di warehouse dengan posisinya nyender ke dinding, padahal mop itu masih dalam keadaan masih basah sehingga airnya yang kotor menetes-netes mengotori dindingnya, hal pertama yang saya lakukan adalah take a deep breath. Hehehehe.. biasanya kalo lagi pusing sama kerjaan trus pas jalan ke dalam warehouse liat pemandangan yang tidak sesuai dengan hati bawaannya suka rada emosi, jadi tarik nafas dulu deh. Aku pindahin posisi mop itu ke tempat yang semestinya. Esok paginya, saat jumpa sang OB yang siap bersih2 dengan baik-baik aku minta beliau cuci bersih dulu mopnya en then ask him agar selesai ngepel nanti mopnya dicuci lagi dan diletakkan di tempat semestinya. Dia tersenyum malu, menyadari kalo sebelumnya sudah sembarangan nyimpen mop bekas ngepel tanpa dicuci dulu pula! Alhamdulillah... mudah-mudahan kalo ada kejadian lain yang bikin kesel aku bisa lebih menahan diri dan selalu inget cara-cara Baginda Rasul menghadapi kelakuan orangorang Arab yang ngasal itu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->