P. 1
10 Hukum Bacaan Mad Dan Waqaf

10 Hukum Bacaan Mad Dan Waqaf

|Views: 908|Likes:
Published by Prayoga Hadi P

More info:

Published by: Prayoga Hadi P on Apr 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2013

pdf

text

original

PAI SMPN 3 Baradatu/VIII.

2/2009-2010
BAB X

HUKUM BACAAN MAD DAN WAQAF

Standar
Kompetensi
(Al-Qur’an)
Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran
10. Menerap
kan hukum
bacaan Mad
dan Waqaf
10.1Menjelas kan hukum
bacaan Mad dan Waqaf

Siswa dapat :
1. Menjelaskan pengertian Mad
2. Menyebutkan pembagian hukum bacaan mad
3. Menjelaskan pengertian waqaf dan washal
4. Menyebutkan pembagian waqaf

10.2. Menun jukkan
contoh hukum bacaan
Mad dan Waqaf dalam
bacaan surat-surat Al-
Qur’an.

5. Menunjukkan contoh hukum bacaan mad dalam
surat-surat Al-Qur’an.
6. Menjelaskan cara membaca hukum bacaan mad.
7. Menunjukkan tanda-tanda waqaf dalam surat-
surat Al-Qur’an.
8. Menjelasakan ketentuan tanda-tanda waqaf.

10.3 Memprak tekkan
bacaan Mad dan Waqaf
dalam bacaan surat-surat
Al-Qur’an
9. Mempraktekkan hukum bacaan mad dan Waqaf
dalam ayat-ayat Al-Qur’an



A. Hukum Bacaan Mad

1. Pengertian Mad
Menurut bahasa Mad artinya panjang, sedangkan menurut istilah Mad yaitu memanjangkan bunyi
suatu huruf dengan huruf mad. Adapun Huruf mad ada 3 yaitu: _ ¸ i

2. Macam-macam Mad
Mad terbagi kepada 2 macam, yaitu:
a. Mad Thabi’i atau Mad Asli
Disebut mad thabi’i (mad asli) apabila terdapat harakat fathah diikuti alif
( | ) ; kasrah diikuti ya’ sukun ( ِ ﻱ ِ) dan dhammah diikuti
waw sukun ( ` ´, )
Cara membacanya adalah dibaca panjang 1 alif ( 2 harakat/ketukan)
Contoh mad thobi’i Keterangan
ﹶﻝﺎـﹶﻗ
ﹸﻝﻮـﹸﻘـﻳ
ﹶﻞـﻴـﻗ
alif mati sesudah berbaris fathah (´| )
Waw mati sesudah berbaris dommah ( ´, ` )
Yaa mati sesudah berbaris kasroh ( ´_ ¸ )



PAI SMPN 3 Baradatu/VIII.2/2009-2010
b. Mad Far’i
Mad far’i merupakan cabang atau turunan dari mad asli (mad thabi’i).
Dalam bagian ini akan dibahas lima nacam mad far’i, yaitu :
1) Mad wajib muttasil
2) Mad jaiz munfasil
3) Mad aridl lis sukun
4) Mad badal
5) Mad lazim

1) Mad Wajib Muttasil
Yaitu Disebut mad wajib muttasil apabila terdapat mad thabi’i diikuti hamzah ( ء ) dalam
satu lafaz.
Cara membacanya adalah wajib dibaca panjang 3 alif ( 6 harakat)
Contoh:
ﺎﻤّﺴﻟﺍ ﻦﻣ ﹶﻝﺰﻧﹶﺃﻭ ًﺀﺎﻣ ِﺀ ﻪﹼﻠﻟﺍﺮﺋﺎﻌﺷ ﺍﻮﱡﹶﻠﺤﺗ ﻻ
ﻢﻨﻬﺠﹺﺑ ﺬﺌﻣﻮﻳ َﺀﻲﹺﺟﻭ ﹺﺏﺎﺴﺤﹾﻟﺍ َﺀﻮﺳ ﹶﻥﻮﹸﻓﺎﺨ ﻳﻭ

2) Mad Jaiz Munfasil
Disebut jaiz munfasil apabila terdapat mad thabi’i diikuti alif ( ﺍ ) namun dalam lafaz yang
berbeda
Cara membacanya adalah dibaca panjang 1 alif ( 2 harakat), 2 alif (4 harakat), atau 2,5 alif
(5 harakat)
ﹶﻝﹺﺰﻧﹸﺃ ﺎﻣﻭ ﻚﻴﹶﻟﹺﺇ ﹶﻝﹺﺰﻧﹸﺃ ﺎﻤﹺﺑ Contoh:
¸ ﱠﹶﻥِ ﻻ ﻪّﹶﻠﻟﺍ ﻲﹺﻴﺤﺘﺴﻳ ﻼﹶﺜﻣ ﺏﹺﺮﻀﻳ ﹾﻥﹶﺃ ﻭ ﻢﻬﻀﻌﺑ ﻚﺌﻟﻭﹸﺃ ﺍﻭﺮﺼﻧ

3) Mad Aridl Lis Sukun
Disebut mad aridl apabila terdapat mad thabi’i diikuti waqaf, atau terdapat mad thabi’i di
akhir waqaf.
Cara membacanya adalah dibaca panjang 1 alif ( 2 harakat), atau
2 alif (4 harakat), atau 3 alif (6 harakat) atau dibaca panjang 2 - 6 harkat
Contoh
¸_.´-,i| ¸·´.i| ¸,´.¸, ´,¸-´,i| ¸, - ´¸´.¸·¸´¸ ´,´. ¸.,¸-..¸,, , - ﹺﺱﺎّﻨﻟﺍ ﻚﻠﻣ

4) Mad Badal
Kata badal berarti pengganti, karena terdapat dua huruf hamzah di awal lafaz, hamzah yang
pertama berharakat hidup dan hamzah berikutnya berharakat sukun. Untuk meringankan
bacaan, maka huruf hamzah yang kedua diganti dengan alif, ya’, atau wawu.
Jika hamzah pertama berharakat fathah, maka hamzah yang kedua diganti alif
|´¸´..| di daalam Al Qur’an ditulis |´¸´..|. menjadi |´¸´..|| Contoh :
i ,. menjadi ,.ii
- Jika hamzah pertama berharakat kasrah, maka hamzah yang kedua diganti ya’
.....´¸¸ menjadi ....´.¸ Contoh:
PAI SMPN 3 Baradatu/VIII.2/2009-2010
´..´,.´¸,.´- ´, menjadi ´,´..´,.´-
- Jika hamzah pertama berharakat dhammah, maka hamzah yang kedua diganti waw
·i menjadi ´¸´,i - |´¸´.´,| menjadi |´¸´.´,| Contoh:
Cara membacanya adalah dibaca panjang 1 alif seperti mad thabi’i. yaitu dipanjangkan 2
harkat

5) Mad Lazim
Disebut mad lazim apabila terdapat mad thabi’i diikuti sukun atau tasydid, mad lazim
dibagi menjadi 4 yaitu :

a. Mad Lazim Musaqqal Harfi (mad lazim setingkat huruf berat)
yaitu mad yang terjadi pada huruf-huruf permulaan surat Al-Qur’an yang
menggunakan huruf yang dibaca sesuai dengan nama hurufnya. huruf-huruf
pembuka surat yang mengandung bacaan mad lazim Hurufnya ada 8 yaitu:
, : ¸ _ _ _ _ ,
¸> _, _.s _-,¸é ¸l¦ Contoh:
Cara membacanya yaitu dibaca panjang 3 alif (6 harkat).
disebut berat (musaqqal) karena diikuti tasydid pada bacaan berikutnya.

b. Mad Lazim Mukhaffaf Harfi (mad lazim setingkat huruf yang ringan) yaitu Mad yang
terjadi pada huruf-huruf diawal surat Al-Quran . Hurufnya ada 5 yaitu: ﺭ ﺡ ﻁ ﻱ ﻩ
Cara membacanya dipanjangkan 2 harkat
·. _, - ,- Contoh :
c. Mad Lazim Mutsaqal Kalimi (mad lazim setingkat kalimah/lafaz yang berat)
Disebut Mad Lazim Musaqol Kilmi apabila mad thabi’i diikuti huruf yang bertasdid
dalam satu kata.
Cara membacanya dibaca panjang 3 alif (6 harkat/ketuikan)
Contoh: _´,´¸i..ii,¸ ,´¸´..×`. ,¸ i¸ ¸..:.´.i
d. Mad Lazim Mukhafaffaf Kilmi (mad lazim setingkat kalimah/lafaz yang ringan)
Disebut Mad Lazim Mukhafaffaf Kalimi apabila terdapat mad tabi’i diikuti huruf yang
berharkat sukun.
Cara membacanya dipanjangkan 3 alif (6 harkat), dikatakan ringan (mukhaffaf) karena tidak
menghadapi tasydid)
Contoh: ,,! ¸·¸¸ ´,`.´..!
e. Mad Iwad
Yaitu Mad yang terjadi karena berhenti pada fathatain menjadi fathah karena diwaqafkan.
Cara membacanya dipanjangkan 2 harkat.
Contoh : .`.´,¸>¸i`¸´¸.. _`.`: ¸¸.´.ii _l.

PAI SMPN 3 Baradatu/VIII.2/2009-2010
Pengecualian: Ta Marbutah · . · yang berharkat fathatain bila dibaca waqaf bukanlah mad
iwad, tetapi hanya dibaca “h” mati · ´. ·
C ontoh: ·.:¸, mdnjadi ´·.:¸,

B. Hukum Bacaan Waqaf
1. Pengertian Waqaf
Menurut bahasa waqaf artinya berhenti / menahan. Menurut istilah ilmu tajwid, pengertian
waqaf adalah memutuskan suara di akhir kata untuk bernafas sejenak dengan niat meneruskan
bacaan selanjutnya.
2. Macam-macam Waqaf dan Tanda Waqab
Waqaf dibedakan menjadi 5 macam yaitu :

a. Waqaf Lazim (,¸, .:¸)
Waqaf lazim berarti harus berhenti. Sehingga ketika membaca Al- Qur’an kemudian
menemukan waqaf lazim, itu artinya pada tempat yang terdapat tanda waqaf lazim tersebut
harus berhenti (waqaf) untuk mengambil nafas, baru kemudian melanjutkan bacaan. Waqaf
lazim ini disebut juga dengan waqaf taam (waqaf sempurna)
Tanda waqafnya adalah
Perhatikan contoh-contoh potongan ayat berikut yang di dalamnya terdapat waqaf lazim.
¸· .'¸> ´ `¸¸l¯¡· !.¸| `¡l- . !. _¸¯¸¸.`, !.´¸ ¿¡`.¸l-`, ¸__¸ _¸
b. Waqaf jaiz ( . .¸ .:¸ ¸ )
Ketika membaca Al Qur’an menemukan tanda waqaf jaiz, maka boleh berhenti (waqaf) atau
meneruskan bacaan (washal). Namun, ada yang diutamakan waqaf (berhenti) dan ada yang
lebih diutamakan untuk washal (terus).
Waqaf jaiz dibagi menjadi 3 macam yaitu :
1). Jaiz Kafi (al-waqfu aula = lebih utama berhenti)
Ketika pembaca Al Quran menemukan waqaf ini maka boleh waqaf dan boleh washal,
namun lebih diutamakan untuk waqaf.
Tandanya waqafnya adalah ﻰﻠﻗ
¦¡l! · _¸.¡. ¦ !.´ ´_.¦´ , ',!¸±´.l¦ ¸¦ ¯¡¸.¸| `¡> ',!¸ ±´.l¦
_¸>.l´ ¸ ¸ ¿¡.l-,
2). Jaiz Tasawi (waqful jaiz = boleh berhenti boleh terus)
Ketika membaca Al Quran menemukan waqaf ini maka Jaiz tasawi maka boleh waqaf
maupun washal, keduanya hukumnya sama, tidak ada yang lebih utama. Tanda
waqafnya adalah ﺝ
_¸· ¡¸¸¸.¦:¦´, ´_¸. ¸_¸s´¡¯.l¦ ´¸.> ¸,¯¡.l¦ ´<¦´¸ 1,¸>: _¸¸¸¸±.>l!¸,

3) Jaiz Hasan (al-washlu aula = lebih utama menbaca terus)
Ketika pembaca Al Quran menemukan waqaf ini maka boleh waqaf maupun washal, tetapi
membaca washal lebih utama.
PAI SMPN 3 Baradatu/VIII.2/2009-2010
Tanda waqafnya adalah ﻰﻠﺻ
,¸¸.l`¸¦ _ls _.> _¸. ¯¡¸¸¸,¯¸ ,¸¸.l`¸¦´ ¸ `¡> _¡>¸l±.l¦
c. Waqaf Muroqobah atau Muanaqah
Apabila pembaca Al Qur’an menemukan tanda waqaf muraqabah, itu artinya harus berhenti
pada salah satu tanda waqafnya. Waqaf muraqabah ini disebut juga dengan waqaf muanaqah
Tanda waqafnya adalah (titik tiga yang (terletak pada dua tempat)

,¸l: ´¸..¸÷l¦ ¸ ¸,´¸ ¸«,¸· _.> ´_,¸1`..l¸l
d. Waqaf Mamnu’ (la waqfa fihi = dilarang berhenti)
Waqaf mamnu’ maksudnya dilarang berhenti pada tempat yang terdapat tanda waqaf ini.
Pada tempat tersebut dilarang berhenti karena masih terdapat keterkaitan makna antara
kalimat yang dibaca dengan kalimat berikutnya, sehingga terjadi perubahan makna apabila
terputus dalam membacanya.
Tanda waqafnya adalah ﻻ
!.lé ¦¡·¸¸'¸ !¸.¸. _¸. ¸:¸.. !·¸¸¯¸ ¦¡l!· ¦..> _¸¦ !.·¸¸'¸
e. Saktah
Apabila pembaca Al Qur’an mendapati tanda waqaf saktah ini, maka dia harus behenti
sejenak, tetapi jangan mengambil nafas.
Tanda waqafnya adalah ﺔﺘﻜﺳ
¦¡l! · !´. l,´¡., _. !´.:-, _¸. !.¸. ·¯¸. ¦..> !. .s´¸ _..-¯¸l¦
..´¸ _¡l.¯¸.l¦ ¸__¸ _¸
C. Peraktik Membaca Al Quran yang mengandung bacaan Mad dan Waqaf
¸l¦ ¸¸¸ ,¸l : ´¸..¸÷l¦ ¸ ¸,´¸ ¸«,¸· _.> ´_,¸1`..l¸l ¸_¸ ﺓﺮﻘﺒﻟﺍ
_-,¸é ¸¸¸ `¸´¸: ¸¸´.-´ ¸ ,¸,´¸ .:.¯,s !`,¸¸é¸ ¸_¸ ﱘﺮﻣ
¦:¸|´ ¸ _,¸· ¯¡¸l ¦¡`.¸.¦´, !.´ ´_.¦´, '_!.l¦ ¦¡l! · _¸.¡.¦ !.´ ´_.¦´, ',!¸±´.l¦ ¸¦ ¯¡¸.¸| `¡> ',!¸ ±´.l¦
_¸>.l´¸ ¸ ¿¡.l-, ¸¸_¸ ﺓﺮﻘﺒﻟﺍ
_¸¸`¸ _¸¸¸l ¦¸`¸ ±´ :¡´,>l¦ !´,.´.l¦ ¿¸`¸>`.¸´¸ ´_¸. ´_,¸¦ ¦¡`. .¦´, ´_,¸.l¦´ ¸ ¦¯¡1.¦ `¸¸·¯¡· ¸¯¡, ¸«..´,¸1l¦
´<¦´ ¸ _`¸¯¸, _. ',!:¸ ¸¸¯,-¸, ¸,!.¸> ¸_¸_¸ ﺓﺮﻘﺒﻟﺍ
PAI SMPN 3 Baradatu/VIII.2/2009-2010
¯¡l¦ ¸. _|¸| _¸¦ ¯_l> ´¡.¸>¸¯,¸| _¸· ¸«¸,´¸ ¿¦ «.¦´, ´<¦ l.l¦ :¸| _! · `¡.¸>¸¯,¸| ´_¸,´¸ _¸¦ _`>`,
¸,¸.`,´¸ _!· !.¦ ¸_`-¦ ¸,¸.¦´¸ _! · `¡.¸>¸¯,¸| _¸| · ´<¦ _¸.!, ¸_.:l!¸, ´_¸. ¸_¸¸:.l¦ ¸,!· !¸¸, ´_¸.
¸,¸¸-.l¦ ¸¸¸, · _¸¦ ¸±´ ´<¦´¸ ¸ _¸.¯¸´¸ ¸¯¡1l¦ _,¸.¸l.Ll¦ ¸___¸ ﺓﺮﻘﺒﻟﺍ

Cara membacanya adalah dibaca panjang 1 alif ( 2 harakat). yaitu : 1) Mad wajib muttasil 2) Mad jaiz munfasil 3) Mad aridl lis sukun 4) Mad badal 5) Mad lazim 1) Mad Wajib Muttasil Yaitu Disebut mad wajib muttasil apabila terdapat mad thabi’i diikuti hamzah ( satu lafaz. atau 2 alif (4 harakat). ya’. Jika hamzah pertama berharakat fathah. Dalam bagian ini akan dibahas lima nacam mad far’i. atau 3 alif (6 harakat) atau dibaca panjang 2 . maka huruf hamzah yang kedua diganti dengan alif.b. Cara membacanya adalah wajib dibaca panjang 3 alif ( 6 harakat) Contoh: ‫ء‬ ) dalam ‫ﺍﻟﹼﻪ‬‫ﺮ‬‫ﺎﺋ‬‫ﻌ‬‫ﺍ ﺷ‬‫ﱡﻮ‬‫ﺤ‬ ‫ﻻ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﺗ ﻠﹶ‬ ‫ﻢ‬‫ﻬ‬‫ ﺑﹺﺠ‬‫ﺬ‬‫ﺌ‬‫ﻣ‬‫ﻮ‬‫ﺀَ ﻳ‬‫ﺟﹺﻲ‬‫ﻭ‬ ‫ﻨ‬ 2) Mad Jaiz Munfasil ً‫ﺎﺀ‬‫ﺎﺀِ ﻣ‬‫ ﺍﻟ ّﻤ‬‫ﻦ‬‫ﻝﹶ ﻣ‬‫ﺰ‬‫ﺃﹶﻧ‬‫ﻭ‬ ‫ﺴ‬ ‫ﺎﺏﹺ‬‫ﺴ‬‫ﺀَ ﺍﻟﹾﺤ‬‫ﻮ‬ ‫ﻥﹶ‬‫ﺎﹸﻮ‬‫ﻳﺨ‬‫ﻭ‬ ‫ﻓ ﺳ‬ Disebut jaiz munfasil apabila terdapat mad thabi’i diikuti alif ( ‫ ) ﺍ‬namun dalam lafaz yang berbeda Cara membacanya adalah dibaca panjang 1 alif ( 2 harakat). Mad Far’i Mad far’i merupakan cabang atau turunan dari mad asli (mad thabi’i). maka hamzah yang kedua diganti alif Contoh :    menjadi menjadi    di daalam Al Qur’an ditulis              Contoh: . hamzah yang pertama berharakat hidup dan hamzah berikutnya berharakat sukun.Jika hamzah pertama berharakat kasrah. atau terdapat mad thabi’i di akhir waqaf.2/2009-2010 .5 alif (5 harakat)  Contoh:  ‫ﺰﹺﻝﹶ‬‫ﺎ ﹸﻧ‬‫ﻣ‬‫ ﻭ‬‫ﻚ‬‫ﺰﹺﻝﹶ ﺇﹺﻟﹶﻴ‬‫ﺎ ﹸﻧ‬‫ﺑﹺﻤ‬ ‫ﺃ‬ ‫ﺃ‬ ‫ﻢ‬  ‫ﻌ‬‫ ﺑ‬‫ﻚ‬‫ﺍ ﹸﻭﻟﺌ‬‫ﻭ‬ ‫ﺼ‬‫ﻧ‬‫ ﻭ‬‫ﺜﹶﻼ‬‫ ﻣ‬‫ﺮﹺﺏ‬‫ﻀ‬‫ ﺃﹶﻥﹾ ﻳ‬‫ﻴﹺﻲ‬‫ﺤ‬‫ﺘ‬‫ﺴ‬‫ ﻻ ﻳ‬‫ ﱠ ﺍﻟّﻪ‬ ‫ﻀﻬ‬ ‫ﺮ ﺃ‬ ‫ِﻥﹶ ﻠﹶ‬ 3) Mad Aridl Lis Sukun Disebut mad aridl apabila terdapat mad thabi’i diikuti waqaf. 2 alif (4 harakat). atau 2. atau wawu. karena terdapat dua huruf hamzah di awal lafaz. maka hamzah yang kedua diganti ya’    menjadi       PAI SMPN 3 Baradatu/VIII.6 harkat Contoh ‫ ﺍﻟّﺎﺱﹺ‬‫ﻚ‬‫ﻠ‬‫ﻣ‬ ‫ﻨ‬ -                   -              4) Mad Badal Kata badal berarti pengganti. Untuk meringankan bacaan.

Mad Lazim Mukhaffaf Harfi (mad lazim setingkat huruf yang ringan) yaitu Mad yang terjadi pada huruf-huruf diawal surat Al-Quran . yaitu dipanjangkan 2 harkat 5) Mad Lazim Disebut mad lazim apabila terdapat mad thabi’i diikuti sukun atau tasydid. Hurufnya ada 5 yaitu: Cara membacanya dipanjangkan 2 harkat Contoh : ‫ﻩﻱﻁﺡﺭ‬ -   c. mad lazim dibagi menjadi 4 yaitu : a.           Mad Iwad Yaitu Mad yang terjadi karena berhenti pada fathatain menjadi fathah karena diwaqafkan. Cara membacanya dibaca panjang 3 alif (6 harkat/ketuikan) Contoh:                            d.2/2009-2010 . huruf-huruf pembuka surat yang mengandung bacaan mad lazim Hurufnya ada 8 yaitu:   Contoh:     Cara membacanya yaitu dibaca panjang 3 alif (6 harkat). b. Mad Lazim Mukhafaffaf Kilmi (mad lazim setingkat kalimah/lafaz yang ringan) Disebut Mad Lazim Mukhafaffaf Kalimi apabila terdapat mad tabi’i diikuti huruf yang berharkat sukun. Cara membacanya dipanjangkan 2 harkat. disebut berat (musaqqal) karena diikuti tasydid pada bacaan berikutnya. dikatakan ringan (mukhaffaf) karena tidak menghadapi tasydid) Contoh: e. Mad Lazim Mutsaqal Kalimi (mad lazim setingkat kalimah/lafaz yang berat) Disebut Mad Lazim Musaqol Kilmi apabila mad thabi’i diikuti huruf yang bertasdid dalam satu kata.Jika hamzah pertama berharakat dhammah. Contoh :                   PAI SMPN 3 Baradatu/VIII. maka hamzah yang kedua diganti waw    menjadi          menjadi    Cara membacanya adalah dibaca panjang 1 alif seperti mad thabi’i. Cara membacanya dipanjangkan 3 alif (6 harkat). Mad Lazim Musaqqal Harfi (mad lazim setingkat huruf berat) yaitu mad yang terjadi pada huruf-huruf permulaan surat Al-Qur’an yang menggunakan huruf yang dibaca sesuai dengan nama hurufnya.       Contoh: menjadi      - .

maka boleh berhenti (waqaf) atau meneruskan bacaan (washal). Pengertian Waqaf Menurut bahasa waqaf artinya berhenti / menahan. keduanya hukumnya sama. Hukum Bacaan Waqaf 1. tetapi hanya dibaca “h” mati   Contoh:     mdnjadi       B. Namun. 2. Waqaf jaiz ( ) Ketika membaca Al Qur’an menemukan tanda waqaf jaiz. Waqaf lazim ini disebut juga dengan waqaf taam (waqaf sempurna) Tanda waqafnya adalah Perhatikan contoh-contoh potongan ayat berikut yang di dalamnya terdapat waqaf lazim. Jaiz Tasawi (waqful jaiz = boleh berhenti boleh terus) Ketika membaca Al Quran menemukan waqaf ini maka Jaiz tasawi maka boleh waqaf maupun washal. namun lebih diutamakan untuk waqaf. Tanda waqafnya adalah ‫ﺝ‬           3) Jaiz Hasan (al-washlu aula = lebih utama menbaca terus) Ketika pembaca Al Quran menemukan waqaf ini maka boleh waqaf maupun washal.Pengecualian: Ta Marbutah     yang berharkat fathatain bila dibaca waqaf bukanlah mad  iwad. itu artinya pada tempat yang terdapat tanda waqaf lazim tersebut harus berhenti (waqaf) untuk mengambil nafas. ada yang diutamakan waqaf (berhenti) dan ada yang lebih diutamakan untuk washal (terus).            b. Sehingga ketika membaca Al. Waqaf Lazim () Waqaf lazim berarti harus berhenti. Tandanya waqafnya adalah ‫ﻗﻠﻰ‬              2). baru kemudian melanjutkan bacaan. Waqaf jaiz dibagi menjadi 3 macam yaitu : 1). PAI SMPN 3 Baradatu/VIII. pengertian waqaf adalah memutuskan suara di akhir kata untuk bernafas sejenak dengan niat meneruskan bacaan selanjutnya. Jaiz Kafi (al-waqfu aula = lebih utama berhenti) Ketika pembaca Al Quran menemukan waqaf ini maka boleh waqaf dan boleh washal. Menurut istilah ilmu tajwid. Macam-macam Waqaf dan Tanda Waqab Waqaf dibedakan menjadi 5 macam yaitu : a.2/2009-2010 .Qur’an kemudian menemukan waqaf lazim. tidak ada yang lebih utama. tetapi membaca washal lebih utama.

Tanda waqafnya adalah ‫ﺳﻜﺘﺔ‬                C. Peraktik Membaca Al Quran yang mengandung bacaan Mad dan Waqaf ‫ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ‬            ‫ ﻣﺮﱘ‬                         ‫ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ‬                   ‫ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ‬        PAI SMPN 3 Baradatu/VIII. itu artinya harus berhenti pada salah satu tanda waqafnya. Waqaf Muroqobah atau Muanaqah Apabila pembaca Al Qur’an menemukan tanda waqaf muraqabah. Pada tempat tersebut dilarang berhenti karena masih terdapat keterkaitan makna antara kalimat yang dibaca dengan kalimat berikutnya. maka dia harus behenti sejenak. Saktah Apabila pembaca Al Qur’an mendapati tanda waqaf saktah ini. sehingga terjadi perubahan makna apabila terputus dalam membacanya. Tanda waqafnya adalah ‫ﻻ‬            e. Waqaf Mamnu’ (la waqfa fihi = dilarang berhenti) Waqaf mamnu’ maksudnya dilarang berhenti pada tempat yang terdapat tanda waqaf ini.2/2009-2010 .Tanda waqafnya adalah ‫ﺻﻠﻰ‬          c. Waqaf muraqabah ini disebut juga dengan waqaf muanaqah Tanda waqafnya adalah (titik tiga yang (terletak pada dua tempat)          d. tetapi jangan mengambil nafas.

                                   ‫ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ‬            PAI SMPN 3 Baradatu/VIII.2/2009-2010 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->