P. 1
SSMA-SMKSejahteraSbyWawasanWiyatamandalaTataKrama

SSMA-SMKSejahteraSbyWawasanWiyatamandalaTataKrama

|Views: 127|Likes:
Published by Luqman

More info:

Published by: Luqman on Apr 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2012

pdf

text

original

MATERI

WAWASAN WIYATA MANDALA TATA KRAMA
KAMIS, 14 JULI 2011 MASA ORIENTASI SISWA SMA DAN SMK SEJAHTERA SURABAYA TAHUN PELAJARAN 2011-2012

BAB I WAWASAN WIYATAMANDALA
LATAR BELAKANG Dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional, iklim belajar dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan budaya belajar dikalangan masyarakat terns berkembang agar tumbuh sikap dan perilaku yang kreatif, inovatif, dan keinginan untuk maju. Sejalan dengan upaya tersebut fungsi sekolah perlu dipertegas dan diperjelas agar tidak menimbulkan penafsiran yang keliru.
A.

TUJUAN Pembinaan Wiyatamandala bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan peningkatan pemahaman tentang Wawasan Wiyatamandala kepada siswa sehingga diharapkan siswa lebih berperan secara optimal melaksanakan Wawasan Wiyatamandala dalam upaya mencapai tujuan pendidikan nasional.Sekolah sering dianggap sebagai satu-satunya tumpuan untuk mendididk anak. Wawasan tersebut dikenal dengan nama Wawasan Wiyatamandala. ilmu pengetahuan. RUANG LINGKUP Untuk memudahkan memahami Wawasan Wiyatamandala pembahasan diuraikan dengan ruang lingkup sebagai berikut. Peran tersebut tidak dapat dilepaskan dari kondisi yang kan mendukung pelaksanaan Wawasan Wiyatamandala yaitu Ketahanan Sekolah. dan teknologi. menanamkan dan mengembangkan berbagai nilai. B. sehingga perlu diciptakan suatu pandangan atau wawasan yang dipakai dalam pengelolaan sekolah. Dalam menciptakan Wawasan Wiyatamandala perlu pula diupayakan suatu kondisi yang dinamis dan iklim yang menguntungkan di sekolah agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan tertib. Ini berarti sekolah merupakan lembaga formal pendidikan suatu lembaga yang utuh dan bulat yang memiliki makna sebagai satu kesatuan yang didalamnya terdiri dari bagian-bagian yang paling berperan dan berkaitan. D. dituntut setiap siswa dan unsur yang terkait dalam persekolahan untuk berperan aktif sesuai dengan kedudukan masing-masing. dan wawasan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. aman dan dalam suasana kekeluargaan. Apabila terjadi kekurangan pada bagian-bagian tertentu. menyebabkan fungsi . Hal yang penting bahkan teramat penting yaitu peran aktif siswa sendiri dalam kegiatan proses belajar mengajar. C. Keadaan Fisik Sekolah Sekolah merupakan tempat penyelenggaraan proses belajar mengajar. dalam menciptakan Wawasan Wiyatamandala dimana didalamnya berisi ketahanan sekolah yang tangguh. SEKOLAH DAN FUNGSINYA A. Kondisi semacam ini dikenal dengan nama Ketahanan Sekolah. keterampilan. Dengan wawasan ini diharapkan sekolah dapat benar-benar berfungsi secara tepat dan tidak disalahgunakan oleh golongan-golongan tertentu yang tidak bertanggung jawab. Siswa diajak untuk mengenal sekolah dan fungsinya. Sehingga sering sekolah mendapatkan beban yang berat. kemudian dijelaskan tentang arti dan makna Wawasan Wiyatamandala. Keadaan ini sangat tidak menguntungkan. Segala akibat khususnya yang kurang baik seolah-olah merupakan akibat sekolah tidak berfungsi dengan baik.

cahaya dalam ruangan cukup. perabot sekolah bersih dan dapat digunakan. perabot. Oleh sebab itu sebagai masyarakat belajar tidak terlepas dari kehidupan masyarakat pada umumnya. juga melukiskan cara pandang. Fisik sekolah adalah merupakan salah satu bagian dari satu kesatuan lembaga pendidikan itu. yaitu keamanan. Siswa dapat melakukannya dengan berpedoman pada prinsip-prinsip 5K. ARTI DAN MAKNA WAWASAN WIYATA MANDALA 1) Arti Wawasan Wiyatamandala Secara harfiah wawasan mengandung arti pandang. laboraturium. Sekolah tidak hidup menyendiri. melepaskan diri dari tatanan sosoal budaya dalam masyarakat melainkan merupakan sub bermasyarakat. Fungsi Sekolah Apabila dikaji lebih dalam dapat diambil satu pengertian bahwa sekolah mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan proses pendidikan. aula dan lain-lain. Denga kata lain sekolah merupakan masyrakat belajar berperan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. perpustakaan. dan teratur merupakan pendorong terselenggaranya proses belajar mengajar secara baik. Adapun yang termasuk fisik sekolah antara lain gedung. sedangkan mandala berarti bulatan. Bagian lain yang tidak termasuk dalam kelompok fisik sekolah antara lain kurikulum. Untuk itu gedung sekolah dan lingkungan harus bersih. Keadaan fisik sekolah itu harus dalam keadaan baik dan siap pakai. Sekolah akan berlangsung secara lebih baik jika keadaan fisik sekolah berfungsi secara baik. memotivasi. B. Kegiatan di sekolah yang dilaksanakan secara terencana. keterampilan dan wawasan sehingga tercipta manusia Indonesia seutuhya tanpa meninggalkan akar budaya bangsa. peserta didik. tertib. lingkaran. Sekolah juag dapat dipandang sebagai suatu masyarakat yang utuh dan bulat yang memilki kepribadian sendiri.sekolah terganggu sehingga terhambat mencapai tujuan. keindahan dan kekeluargaan. lingkaran daerah atau kawasan. cara tinjau. dan mengembangkan nilai nilai pengetahuan dan teknologi. kebersihan ketertiban. Kata wiyata mempunyai arti pengajaran atau pendidikan. penglihatan. Dengan demikian. atau tanggapan inderawi. bangku. berbangsa dan bernegara. papan tulis. E. cara lihat. Wawasan Wiyatamandala berarti suatu pandangan atau tinjauan sistem dari kehidupan . Kata wawasan selain menunjukkan kegiatan untuk mengetahui isi. atau cara tanggap inderawi. meja. dan lembaga kependidikan. dalam arti menumbuhkan. tinjauan. Oleh sebab itu siswa berewajiban ikut merawat fisik sekolah dan menjaganya serta menggunakannya sesuai dengan fungsinya.

Dengan adanya pandangan semacam itu. 5. 2) Makna Wawasan Wiyatamandala Adapun unsur-unsur Wawasan Wiyatamandala adalah : 1. dapat diartikan bahwa Wawasan Wiyatamandala adalah cara pandang kalangan pedidik pada umumnya dan perangkat warga sekolah khususnya tentang keberadaan sekolah pengemban tugas pendidikan di lingkungan masyarakat. Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitar dan mendukung antar warga. Kepala Sekolah mempunyai wewenang dan tanggungjawab penuh atas penyelenggaraan pendidikan dalam lingkungan sekolahnya. Bentuk pengaturan perabot disesuaikan dengan luas ruang kelas dan pelayanan kepada siswa (belajar secara individu. Jumlah kelompok dalam kelas 3. 2. Sekolah merupakan. dapat meningkatkan peran dan fungsinya di tengah-tengah masyarakat. 4. . pasangan. PERAN AKTIF SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR 1) Persiapan Belajar di Kelas Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.mengenai lingkungan pendidikan atau pengajaran. Untuk itu para siswa perlu membantu pelaksanaan pengaturan kelas masing-masing agar dapat tercipta sekolah yang menyenangkan yang perlu mendapat perhatian adalah : 1. Berdasarkan pokok pengertian diatas. kelompok. Hal ini berarti usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan akan dapat dicapai secara labih baik sebagaimana harapan kita bersama. Tumbuh dan berkembangnya pandangan tersebut harus tetap berdasarkan falsafah Pancasila dan beroriantasi pada pencapaian tujuan pendidikan nasional. Para warga sekolah di dalam maupun di luar sekolah harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru. Tugas dari guru dan siswa adalah menciptakan suasana kelas sedemikian rupa sehingga terjadi interaksi yang mendorong para siswa belajar aktif. Jumlah siswa dalam tiap-tiap kelompok. perlu pengaturan ruang dan perabotan sekolah dahulu. lingkungan pendidikan. Antara guru dan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama erat untuk mengemban tugas pendidikan. F. 3. dan klasikal) 2.

Sudah barang tentu sangat penting termasuk mempelajari sekurangkurangnya membaca atau menyiapkan bahan pelajaran yang akan diikuti sesuai dengan jadwal pelajaran. 2. Untuk keberhasilan pendekatan tersebut siswa diharapkan aktif berperan dalam kegiatan belajar mengajar dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. mengajar bentuk-bentuk lain. Menggunakan kesempatan dengan baik dalam mengambil keputusan dan 5. Diharapkan siswa dapat mengembangkan seluruh potensi yang ada pada siswa sehingga dapat mencapai tujuan belajar secara optimal. Yang cukup menggembirakan adalah siswa dalam menyelasaikan lembaran buku kerja yang diberikan oleh guru. Bentuk kegiatan dimaksudkan agar tercapai koordinasi antara perbuatan pikir dengan aktifitas jasmani seperti berfikir. Sikap guru yang positif dalam menanggapi aktifitas siswa. Siswa ikut secara aktif dalam menentukan tujuan 2. Jangan sampai terlupakan untuk membaca buku-buku pelajaran. alat-alat tulis pelajaran lainnya. Diharapkan siswa banyak melakukan belajar dengan cara . Meningkatkan motivasi atau dorongan siswa dalam belajar. menanggapi dan menghayati. Pada umumnya belajar meliputi kegiatan mendengarkan. pandangan terhadap masalah yang timbul dalam pembahasan pelajaran baik diminta ataupun tidak. Bentuk-bentuk siswa biasanya digambarkan melalui keterlibatan dalam proses belajar mengajar seperti pertanyaan yang diajukan. terdapat koordinasi dalam menerapkan pengertian dan prinsipprinsip tertentu. 3) Kegiatan Estrakurikuler Belajar akan lebih efektif apabila dibarengi dengan kegiatan-kegiatan kurikuler maupun kegiatan estrakurikuler. menyampaikan ide. Suasana keakraban siswa dalam kegiatan kelompok 4. menjawab pertanyaanpertanyaan guru. melihat. 2) Aktif Berperan Dalam Proses Mengajar di Kelas Seperti diketahui bahwa manfaat pendekatan yang menekankan aktifitas siswa adalah : 1. Sikap positif siswa dalam mengikuti pelajaran 3. 3. Demikian pula dalam belajarketerampilan.Kesiapan siswa dalam hal yang berkaitan dengan tugas-tugas sebelumnya (PR). Disamping kesipan tersebut niat dan keinginan dengan sungguh-sungguh untuk belajar dengan baik. Untuk mendapatkan umpan balik melalui kegiatan belajar mengajar.

Melaksanakan baktisosial/masyarakat. 5. 8. Melaksanakan usaha kesehatan sekolah (UKS).mengalami sendiri. keindahan dan kekeluargaan (5K). Kegiatan estrakurikuler dilakukan di luar jam pelajaran biasa atau pada waktu libur sekolah. Mementaskan. Oleh karena itu. Membentuk kelompok belajar berdasarkan keamanan. 4. siswa. dan sesama siswa di lingkungan masyarakat. kebersihan. guru. disekolah atau di luar sekolah secara berkala atau hanya pada waktu-waktu tertentu. 7. ketertiban. melakukan hal-hal yang dipelajari. Mempelajari dan menghayati semangat perjuangan para pahlawan bangsa (napak tilas). Meningkatkan keterampilan dalam menciptakan suatu barang berguna. 2. ada anggapan yang menyatakan bahwa tatakrama dan komunikasi dalam pergaulan merupakan dua hal yang . tidak hanya mendengar dan melihat tetapi dipraktekkan melalui kegiatan estrakurikuler. memamerkan berbagai cabang seni baik karya siswa/sekolah maupun karya seniman luar. Beberapa contoh kegiatan estrakurikuler antara lain : 1. BAB II TATA KRAMA Komunikasi dengan orang lain dalam pergaulan merupakan arena yang paling banyak menuntut diterapkannya tatakrama. Anjangsana ketempat orang tua. 6. 3. Melaksanakan peribadatan sesuai dengan ketentuan agama masing-masing dan menjaga kerukunan atau umat beragama.

Secara harfiah tatakrama terdiri dari dua kata. dan lain-lain. Ruang Lingkup Tatakrama Tatakrama yang semula berlaku dalam lingkungan terbatas. Mempelajari tatakrama itu sangat penting. kalau tidak setuju maka ia akan menggelengkan kepala. Karena latihan tersebut. Pengertian Tatakrama. cara menyapa. prilaku anda terbentuk menjadi suatu kebiasaan yang tanpa memikirkan mengapa anda harus berprilaku demikian. cara bertemu. Keduanya ibarat benang yang jalin menjalin dan menghasilkan suatu tenunan yang utuh. yaitu Tata : Yang berarti adat. cara makan. tatakrama berarti kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia setempat. Sebagai contoh kaiau orang Indonesia setuju dengan apa yang ia kemukakan. lama kelamaan merambat kelingkungan masyarakat yang lebih luas. Lama kelamaan kesepakatan bersama ini diterima sebagai kesepakatan nasional. Perkembangan itu berlangsung secara perlahan tanpa diarahkan dan pada akhirnya diterima sebagai kesepakatan bersama. Dari uraian diatas jelas bagi kita bahwa tatakrama adalah kebiasaan. norma dan peraturan Krama : Yang berarti sopan santun. karena tatakrama merupakan gerak dan langkah kehidupan sehari-hari di semua lapisan masyarakat dalam berkomunikasi dengan sesamanya Mungkin anda masih ingat bagaimana orangtua anda melatih bermacammacam kebiasaan dalam berbagai kesempatan. Kebiasaan ini muncul karena adanya aksi dan reaksi dalam pergaulan. ia akan menganggukkan kepala. tindakan dan perubahan Dengan demikian. misalnya berbicara. disekolah dan di masyarakat. A.tidak dapat dipisahkan. Tatakrama Dengan demikian ruang lingkup tatakrama meliputi tatakrama nasional Nasional dan tatakrama lokal. B. Sedangkan tatakrama nasional merupakan tatakrama kehidupan berbangsa dan bernegara rumah Sekolah Masyarakat Contoh : Pd waktu makan Contoh : Pd waktu Bertemu guru Contoh : Pd waktu Berkunjung Kerumah family . Tatakrama telah menjadi bagian dalam hidup kita dan merupakan persyaratan dalam kehidupan sehari-hari. kelakuan. cara minum. Sekarang perlu diketahui apa yang dimaksud dengan tatakrama. Tatakrama Lokal Lokal adalah tatakrama yang berlaku pada kehidupan sehari-hari dalam suatu kelompok masyarakat tertentu yang terdiri dari Dilingkungan Dilingkungan Dilingkungan tatakrama dirumah.

la tetap menjadi salah seorang anggota keluarga 3. Perlu disadari. Hargailah setiap orang menurut jati diri masing-masing 3. Dalam berbagai hubungan tersebut diatas. tatausaha sekolah dan teman di sekolah. baik masyarakat tetangga. Oleh karena itu perlu diperhatikan 4 kunci pokok agar terjadi keserasian dalam pergaulan. desa maupun kelurahan dan khalayak ramai serta sebagai warga Negara Sebagai warga sekolah. tatakrama akan berperan menuntun tingkah laku tertentu dari para siswa. kegagalan dalam bergaul banyak disebabkan oleh karena kurangnya sopan santun. Anda perlu membuka diri agar dikenal.siswa setidak-tidaknya menyandang tiga predikat 1. organisasi. Tatakrama memberi warna dalam pergaulan antar manusia. Sebagai anggota keluarga. Keempat kunci pokok tersebut adalah sebagai berikut : 1. la adalah warga sekolah 2. Perlakukanlah orang lain sebagaimana anda memperlakukan diri sendiri 2. siswa akan berkomunikasi dengan guru. siswa akan berkomunikasi dengan orangtua dan anggota keluarga lainnya. Bagaimana menciptakan situasi pergaulan yang harmonis turut dipengaruhi oleh tatakrama. Hal ini akan membantu cara orang lain bersikap terhadap diri anda . Sebagai anggota masyarakat siswa akan menjalin hubungan dengan bermacam-macam manusia yang mempunyai pekerti yang beraneka ragam. la adalah anggota masyarakat.

Sehubungan dengan itu. namun sudah terlanjur membekas dihati orang yang diajak bicara. Berkata Peliharalah Lidah. Membicarakan hal-hal yang dapat menyinggung perasaan orang lain Mempermalukan orang lain Memborong seluruh pembicaraan Memotong pembicaraan orang lain Berbisik-bisik dalam suatu pertemuan Menyela pembicaraan tanpa diminta Berbicara sambil bertolak pinggang .rama : Dalam kehidupn sehari-hari tatakrama seseorang tercermin dalam tiga hal. Selain tatakrama berbicara tidak kalah pentingnya adalah tatakrama pergaulan antar sesama. Berhasil tidaknya seseorang dalam pergaulan. Tatakrama berbicara 2. yaitu 1. Ucapan yang dikeluarkan harus benar-benar disaring. Percaya kepada orang lain. Demikian jugu tatakrama penampilanpun sangat perlu untuk mendapat perhatian. Dibawah ini akan diuraikan ketiga macam tatakrama tersebut. Walaupun mungkin dapat diperlemah dengan ucapan "Maaf". " Ada lag' bunyi pepatah. " Lidah lebih tajam dari pada pedang. Tatakrama pergaulan 3. tatacara kita dalam berbicara perlu diatur dalam tatakrama berbicara. " Dari kedua pepatah tadi dapat dipahami bahwa berbicara mempunyai peran yang penting. 1. cinta dan sedia berkorban C. Tatakrama penampilan Hubungan antar manusia dalarn kehidupan sehari-hari tidak luput dari aktivitas berbicara. " Berjalan Peliharalah Kaki. Sekali terlontar kalimat yang menusuk perasaan sukar untuk ditarik kembali. Pepatah mengatakan. Oleh karena itu dalam berbicara perlu dihindari hal-hal sebagai berikut 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Penernpan Tatak. antara lain dipengaruhi dari cara seseorang itu berbicara. Berbicara merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pergaulan.1 Tatakrama Berbicara.4.

banyak sekali keadaan atau situasi yang m. 2) Tatacara Bertamu. Waktu berkenalan pada umumnya kita berjabatan tangan. Jangan berbicara tak tentu arah. Dibawah ini akan dikemukakan pembahasan. Begitu halnya pembicaraan melalui surat. Umumnya masih ada anggapan yang mengatakan jika seseorang memperkenaikan diri sebaiknya melalui seorang perantara. misalnya pada suku sunda ada kebiasaan bersalaman dengan mengatupkan tangan. namun penerapannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Dalam berkenalan sebaiknya kedua belah pihak menyebutkan namanya masing-masing secara jelas.Berbicara tatap muka berbeda dengan berbicara melalui telepon atau surat. Pergunakanlah bahasa yang sopan dan mudah dimengerti. Dikalangan masyarakat Aceh dan beberapa daerah lainnya ada kebiasaan menaruh tangan didada setelah berjabat tangan. Apa yang tertulis merupakan bukti asli dan lebih sulit untuk dilupakan. enghendaki dipatuhinya norma-norma kesopanan agar tingkah laku kita tidak menyinggung perasaan orang lain dan pergaulan akan tetap harmonis. Tatakrama berkenalan dan bertemu cukup beragam antar suku. Dalam menelepon sebaiknya menggunakan bahasa yang singkat. mengenai kedua jenis pergaulan tersebut. sangat perlu dibaca sekali lagi sebelum dikirimkan. Ada beberapa ragam cara orang berjabat tangan. 1) Tatacara berkenalan. Meskipun demikian diantara keragaman tadi ada aturan-aturan umum yang disepakati bersama. Aturan-aturan umum yang disepakati tersebut dapat dimanfaatkan. dan padat. Berkenalan dan bertemu adalah sebaglan bentuk dari pergaulan seperti dimaksud diatas yang sangat penting artinya dalam kehidupan sehari-hari. 1.2 Tatakrama Pergaulan Dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dilakukan tetapi tidak mutlak. ada beberapa hal yang perlu . Bila bertemu kerumah seseoranng. saling menyentuh ujung jari lalu menarik tangan yang terkatup keujung hidung. wilayah dan bangsa.

Datang pada waktu yang tepat. Penampilan lahiriah seseorang akan memberi kesan langsung bagi penglihatan orang lain. Jangan memasuki kamar tempat bertamu pada kebiasaan setempat. yaitu 1) Tatacara berbusana 2) Tatacara Bersolek dan Menggunakan Perhiasan 1) Tatacara berbusana. bukakanlah pintu dan persilahkan tamu untuk berjalan terlebih dahulu 1.diperhatikan. Pengucapan salam bergantung s e l a m a t p a g i / s i a n g / malam / assalamu'alaikum / spada / kulo nuwun. misalnya melalul surat atau telepon c. Karena itu penampilan perlu diperhatikan agar selaras dengan tatakrama penampilan yang berlaku pads situasi tertentu. b. c. Mengetuk pintu seperlunya dan tidak terlalu keras sekedar dapat terdengar dari dalam. d. yaitu : a. Dua hal yang harus diingat dalam ber-Tatakrama Penampilan. baik busana tradisional maupun yang diubah sedemikian rupa sehingga memperlihatkan adanya pengaruh dari luar. Kalau belum ada reaksi dari dalam ulangilah ketukan tersebut. f. Membuka sepatu/sandal. Pada saat tamu akan pulang. dan sebagainya Bila menerima tamu hendaknya diusahakan agar : a. bila acara tersebut dilakukan dengan duduk dilantai e. katakanlah terus terang dan tanpa menyinggung perasaan tamu tersebut d. Indonesia sangat kaya dengan macam-macam busana.3 Tatakrama Penampilan: Cara berbicara dan bersolek berpengaruh pada penampilan seseorang. tidak pada waktu orang beristirahat b. Alangkah baiknya jika sebelum datang memberi kabar terlebih dahulu. misalnya Mengucapkan salam bila datang kerumah orang. misalnya gaun untuk pesta . Menerima tamu dengan wajah jernih Menerima tamu dengan membukakan pintu dan mempersilahkan tamu untuk duduk Jika tamu tersebut datang pada saat tuan rumah akan pergi untuk suatu keperluan penting.

cincin. pelengkap busana seperti. Begitu pula dalam menghadiri suatu pesta. tas. usahakan kebersihan. yaitu a. Kesan pertama bagi orang yang melihat adalah seolah-olah anda menjadi etalase berjalan. anting-anting. . Memasukkan blouse atau kemeja kedalam rok atau celana Mengancingkan secara penuh kancing baju Mempergunakan ikat pinggang yang ditentukan sekolah Menyemir sepatu agar menimbulkan kesan bersih panjang Agar penampilan memberi kesan yang baik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk seragarn sekolah. gelang. kalung.yang dibuat dalam beraneka model. Perlu diperhatikan pula bahwa dalam memilih busana hendaknya disesuaikan dengan bentuk tubuh. kembang. b. Jangan meniru cara berpakaian orang barat yang tak sesuai dengan kepribadian Bangsa Indonesia. c. Jangan menggunakan untuk rekreasi ke sekolah. kerapian dan keserasian busana yang dipergunakan selalu terjaga. 2) Tatacara Bersolek dan Menggunakan Perhiasan Setiap siswa yang akan pergi kesekolah hendaknya berpakaian sesuai dengan ketentuan sekolah. d. khususnya untuk siswa putri. arloji dan ikat pinggang hendaknya disesuaikan dengan raut muka dan bentuk tubuh. Memakai busana yang cocok dengan situasi dan tempat menunjukkan bahwa anda mengetahui tatakrama. Jangan bersolek berlebihan. Tampak kurang pantas jika menggunakan perhiasan yang berlebihan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->