MATERI

WAWASAN WIYATA MANDALA TATA KRAMA
KAMIS, 14 JULI 2011 MASA ORIENTASI SISWA SMA DAN SMK SEJAHTERA SURABAYA TAHUN PELAJARAN 2011-2012

BAB I WAWASAN WIYATAMANDALA
LATAR BELAKANG Dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional, iklim belajar dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan budaya belajar dikalangan masyarakat terns berkembang agar tumbuh sikap dan perilaku yang kreatif, inovatif, dan keinginan untuk maju. Sejalan dengan upaya tersebut fungsi sekolah perlu dipertegas dan diperjelas agar tidak menimbulkan penafsiran yang keliru.
A.

dan teknologi. Hal yang penting bahkan teramat penting yaitu peran aktif siswa sendiri dalam kegiatan proses belajar mengajar. Segala akibat khususnya yang kurang baik seolah-olah merupakan akibat sekolah tidak berfungsi dengan baik. Dengan wawasan ini diharapkan sekolah dapat benar-benar berfungsi secara tepat dan tidak disalahgunakan oleh golongan-golongan tertentu yang tidak bertanggung jawab. dituntut setiap siswa dan unsur yang terkait dalam persekolahan untuk berperan aktif sesuai dengan kedudukan masing-masing. menyebabkan fungsi . kemudian dijelaskan tentang arti dan makna Wawasan Wiyatamandala. dalam menciptakan Wawasan Wiyatamandala dimana didalamnya berisi ketahanan sekolah yang tangguh. C. TUJUAN Pembinaan Wiyatamandala bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan peningkatan pemahaman tentang Wawasan Wiyatamandala kepada siswa sehingga diharapkan siswa lebih berperan secara optimal melaksanakan Wawasan Wiyatamandala dalam upaya mencapai tujuan pendidikan nasional. Keadaan ini sangat tidak menguntungkan. Sehingga sering sekolah mendapatkan beban yang berat. dan wawasan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Siswa diajak untuk mengenal sekolah dan fungsinya. Wawasan tersebut dikenal dengan nama Wawasan Wiyatamandala. B. keterampilan. ilmu pengetahuan. Dalam menciptakan Wawasan Wiyatamandala perlu pula diupayakan suatu kondisi yang dinamis dan iklim yang menguntungkan di sekolah agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan tertib. RUANG LINGKUP Untuk memudahkan memahami Wawasan Wiyatamandala pembahasan diuraikan dengan ruang lingkup sebagai berikut. Peran tersebut tidak dapat dilepaskan dari kondisi yang kan mendukung pelaksanaan Wawasan Wiyatamandala yaitu Ketahanan Sekolah. menanamkan dan mengembangkan berbagai nilai. D. Ini berarti sekolah merupakan lembaga formal pendidikan suatu lembaga yang utuh dan bulat yang memiliki makna sebagai satu kesatuan yang didalamnya terdiri dari bagian-bagian yang paling berperan dan berkaitan. Kondisi semacam ini dikenal dengan nama Ketahanan Sekolah. Apabila terjadi kekurangan pada bagian-bagian tertentu. SEKOLAH DAN FUNGSINYA A. Keadaan Fisik Sekolah Sekolah merupakan tempat penyelenggaraan proses belajar mengajar. aman dan dalam suasana kekeluargaan.Sekolah sering dianggap sebagai satu-satunya tumpuan untuk mendididk anak. sehingga perlu diciptakan suatu pandangan atau wawasan yang dipakai dalam pengelolaan sekolah.

laboraturium. perpustakaan. cahaya dalam ruangan cukup. dalam arti menumbuhkan. aula dan lain-lain. meja. juga melukiskan cara pandang. ARTI DAN MAKNA WAWASAN WIYATA MANDALA 1) Arti Wawasan Wiyatamandala Secara harfiah wawasan mengandung arti pandang. papan tulis. keterampilan dan wawasan sehingga tercipta manusia Indonesia seutuhya tanpa meninggalkan akar budaya bangsa. Oleh sebab itu sebagai masyarakat belajar tidak terlepas dari kehidupan masyarakat pada umumnya. Kata wiyata mempunyai arti pengajaran atau pendidikan. cara tinjau. penglihatan. Siswa dapat melakukannya dengan berpedoman pada prinsip-prinsip 5K. sedangkan mandala berarti bulatan. peserta didik. bangku. yaitu keamanan. Sekolah juag dapat dipandang sebagai suatu masyarakat yang utuh dan bulat yang memilki kepribadian sendiri. Kata wawasan selain menunjukkan kegiatan untuk mengetahui isi. Wawasan Wiyatamandala berarti suatu pandangan atau tinjauan sistem dari kehidupan . dan mengembangkan nilai nilai pengetahuan dan teknologi. Bagian lain yang tidak termasuk dalam kelompok fisik sekolah antara lain kurikulum. perabot. atau tanggapan inderawi. keindahan dan kekeluargaan. Oleh sebab itu siswa berewajiban ikut merawat fisik sekolah dan menjaganya serta menggunakannya sesuai dengan fungsinya. dan teratur merupakan pendorong terselenggaranya proses belajar mengajar secara baik. berbangsa dan bernegara. dan lembaga kependidikan. Untuk itu gedung sekolah dan lingkungan harus bersih.sekolah terganggu sehingga terhambat mencapai tujuan. E. Adapun yang termasuk fisik sekolah antara lain gedung. cara lihat. Fungsi Sekolah Apabila dikaji lebih dalam dapat diambil satu pengertian bahwa sekolah mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan proses pendidikan. Sekolah tidak hidup menyendiri. lingkaran daerah atau kawasan. Kegiatan di sekolah yang dilaksanakan secara terencana. Sekolah akan berlangsung secara lebih baik jika keadaan fisik sekolah berfungsi secara baik. Keadaan fisik sekolah itu harus dalam keadaan baik dan siap pakai. Dengan demikian. memotivasi. Fisik sekolah adalah merupakan salah satu bagian dari satu kesatuan lembaga pendidikan itu. melepaskan diri dari tatanan sosoal budaya dalam masyarakat melainkan merupakan sub bermasyarakat. B. perabot sekolah bersih dan dapat digunakan. Denga kata lain sekolah merupakan masyrakat belajar berperan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. atau cara tanggap inderawi. tinjauan. lingkaran. kebersihan ketertiban. tertib.

Berdasarkan pokok pengertian diatas. Kepala Sekolah mempunyai wewenang dan tanggungjawab penuh atas penyelenggaraan pendidikan dalam lingkungan sekolahnya. 2. Jumlah siswa dalam tiap-tiap kelompok. Bentuk pengaturan perabot disesuaikan dengan luas ruang kelas dan pelayanan kepada siswa (belajar secara individu. 2) Makna Wawasan Wiyatamandala Adapun unsur-unsur Wawasan Wiyatamandala adalah : 1. Antara guru dan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama erat untuk mengemban tugas pendidikan. . dapat diartikan bahwa Wawasan Wiyatamandala adalah cara pandang kalangan pedidik pada umumnya dan perangkat warga sekolah khususnya tentang keberadaan sekolah pengemban tugas pendidikan di lingkungan masyarakat. Tumbuh dan berkembangnya pandangan tersebut harus tetap berdasarkan falsafah Pancasila dan beroriantasi pada pencapaian tujuan pendidikan nasional. F. 4. dapat meningkatkan peran dan fungsinya di tengah-tengah masyarakat. Jumlah kelompok dalam kelas 3. kelompok. perlu pengaturan ruang dan perabotan sekolah dahulu. lingkungan pendidikan. Tugas dari guru dan siswa adalah menciptakan suasana kelas sedemikian rupa sehingga terjadi interaksi yang mendorong para siswa belajar aktif. Untuk itu para siswa perlu membantu pelaksanaan pengaturan kelas masing-masing agar dapat tercipta sekolah yang menyenangkan yang perlu mendapat perhatian adalah : 1. Para warga sekolah di dalam maupun di luar sekolah harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru. PERAN AKTIF SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR 1) Persiapan Belajar di Kelas Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Hal ini berarti usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan akan dapat dicapai secara labih baik sebagaimana harapan kita bersama. Dengan adanya pandangan semacam itu. pasangan. dan klasikal) 2. Sekolah merupakan. 3.mengenai lingkungan pendidikan atau pengajaran. Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitar dan mendukung antar warga. 5.

2. Suasana keakraban siswa dalam kegiatan kelompok 4. Sikap guru yang positif dalam menanggapi aktifitas siswa. 2) Aktif Berperan Dalam Proses Mengajar di Kelas Seperti diketahui bahwa manfaat pendekatan yang menekankan aktifitas siswa adalah : 1. Diharapkan siswa banyak melakukan belajar dengan cara . Siswa ikut secara aktif dalam menentukan tujuan 2. Untuk keberhasilan pendekatan tersebut siswa diharapkan aktif berperan dalam kegiatan belajar mengajar dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Bentuk kegiatan dimaksudkan agar tercapai koordinasi antara perbuatan pikir dengan aktifitas jasmani seperti berfikir. alat-alat tulis pelajaran lainnya. 3. Sudah barang tentu sangat penting termasuk mempelajari sekurangkurangnya membaca atau menyiapkan bahan pelajaran yang akan diikuti sesuai dengan jadwal pelajaran. pandangan terhadap masalah yang timbul dalam pembahasan pelajaran baik diminta ataupun tidak. mengajar bentuk-bentuk lain. Disamping kesipan tersebut niat dan keinginan dengan sungguh-sungguh untuk belajar dengan baik. Untuk mendapatkan umpan balik melalui kegiatan belajar mengajar. Yang cukup menggembirakan adalah siswa dalam menyelasaikan lembaran buku kerja yang diberikan oleh guru. menyampaikan ide. Jangan sampai terlupakan untuk membaca buku-buku pelajaran. menanggapi dan menghayati. Menggunakan kesempatan dengan baik dalam mengambil keputusan dan 5. Demikian pula dalam belajarketerampilan. Pada umumnya belajar meliputi kegiatan mendengarkan. Meningkatkan motivasi atau dorongan siswa dalam belajar. menjawab pertanyaanpertanyaan guru.Kesiapan siswa dalam hal yang berkaitan dengan tugas-tugas sebelumnya (PR). Sikap positif siswa dalam mengikuti pelajaran 3. melihat. Bentuk-bentuk siswa biasanya digambarkan melalui keterlibatan dalam proses belajar mengajar seperti pertanyaan yang diajukan. Diharapkan siswa dapat mengembangkan seluruh potensi yang ada pada siswa sehingga dapat mencapai tujuan belajar secara optimal. terdapat koordinasi dalam menerapkan pengertian dan prinsipprinsip tertentu. 3) Kegiatan Estrakurikuler Belajar akan lebih efektif apabila dibarengi dengan kegiatan-kegiatan kurikuler maupun kegiatan estrakurikuler.

guru. Melaksanakan usaha kesehatan sekolah (UKS). ada anggapan yang menyatakan bahwa tatakrama dan komunikasi dalam pergaulan merupakan dua hal yang . 4. melakukan hal-hal yang dipelajari. 6. Mempelajari dan menghayati semangat perjuangan para pahlawan bangsa (napak tilas). Melaksanakan baktisosial/masyarakat. Meningkatkan keterampilan dalam menciptakan suatu barang berguna. 3. Mementaskan. 7. Oleh karena itu. ketertiban. disekolah atau di luar sekolah secara berkala atau hanya pada waktu-waktu tertentu. Anjangsana ketempat orang tua. memamerkan berbagai cabang seni baik karya siswa/sekolah maupun karya seniman luar. Beberapa contoh kegiatan estrakurikuler antara lain : 1. Kegiatan estrakurikuler dilakukan di luar jam pelajaran biasa atau pada waktu libur sekolah. siswa. Membentuk kelompok belajar berdasarkan keamanan. Melaksanakan peribadatan sesuai dengan ketentuan agama masing-masing dan menjaga kerukunan atau umat beragama. 8. 2. keindahan dan kekeluargaan (5K). BAB II TATA KRAMA Komunikasi dengan orang lain dalam pergaulan merupakan arena yang paling banyak menuntut diterapkannya tatakrama. tidak hanya mendengar dan melihat tetapi dipraktekkan melalui kegiatan estrakurikuler.mengalami sendiri. dan sesama siswa di lingkungan masyarakat. kebersihan. 5.

Tatakrama Dengan demikian ruang lingkup tatakrama meliputi tatakrama nasional Nasional dan tatakrama lokal. Keduanya ibarat benang yang jalin menjalin dan menghasilkan suatu tenunan yang utuh. cara bertemu. norma dan peraturan Krama : Yang berarti sopan santun. disekolah dan di masyarakat. Sekarang perlu diketahui apa yang dimaksud dengan tatakrama. kalau tidak setuju maka ia akan menggelengkan kepala. cara menyapa. Perkembangan itu berlangsung secara perlahan tanpa diarahkan dan pada akhirnya diterima sebagai kesepakatan bersama. A. Mempelajari tatakrama itu sangat penting. Pengertian Tatakrama. dan lain-lain. yaitu Tata : Yang berarti adat. Karena latihan tersebut. Sebagai contoh kaiau orang Indonesia setuju dengan apa yang ia kemukakan. lama kelamaan merambat kelingkungan masyarakat yang lebih luas. kelakuan. misalnya berbicara. Sedangkan tatakrama nasional merupakan tatakrama kehidupan berbangsa dan bernegara rumah Sekolah Masyarakat Contoh : Pd waktu makan Contoh : Pd waktu Bertemu guru Contoh : Pd waktu Berkunjung Kerumah family . Tatakrama telah menjadi bagian dalam hidup kita dan merupakan persyaratan dalam kehidupan sehari-hari. prilaku anda terbentuk menjadi suatu kebiasaan yang tanpa memikirkan mengapa anda harus berprilaku demikian. B. Lama kelamaan kesepakatan bersama ini diterima sebagai kesepakatan nasional. Ruang Lingkup Tatakrama Tatakrama yang semula berlaku dalam lingkungan terbatas. cara makan. Tatakrama Lokal Lokal adalah tatakrama yang berlaku pada kehidupan sehari-hari dalam suatu kelompok masyarakat tertentu yang terdiri dari Dilingkungan Dilingkungan Dilingkungan tatakrama dirumah. ia akan menganggukkan kepala. Kebiasaan ini muncul karena adanya aksi dan reaksi dalam pergaulan. karena tatakrama merupakan gerak dan langkah kehidupan sehari-hari di semua lapisan masyarakat dalam berkomunikasi dengan sesamanya Mungkin anda masih ingat bagaimana orangtua anda melatih bermacammacam kebiasaan dalam berbagai kesempatan. Dari uraian diatas jelas bagi kita bahwa tatakrama adalah kebiasaan. cara minum.tidak dapat dipisahkan. tindakan dan perubahan Dengan demikian. Secara harfiah tatakrama terdiri dari dua kata. tatakrama berarti kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia setempat.

la adalah anggota masyarakat. siswa akan berkomunikasi dengan guru. tatakrama akan berperan menuntun tingkah laku tertentu dari para siswa. Dalam berbagai hubungan tersebut diatas. Sebagai anggota masyarakat siswa akan menjalin hubungan dengan bermacam-macam manusia yang mempunyai pekerti yang beraneka ragam. kegagalan dalam bergaul banyak disebabkan oleh karena kurangnya sopan santun. Perlu disadari. organisasi. Tatakrama memberi warna dalam pergaulan antar manusia. Sebagai anggota keluarga. tatausaha sekolah dan teman di sekolah. Hargailah setiap orang menurut jati diri masing-masing 3. Oleh karena itu perlu diperhatikan 4 kunci pokok agar terjadi keserasian dalam pergaulan. la adalah warga sekolah 2. baik masyarakat tetangga. desa maupun kelurahan dan khalayak ramai serta sebagai warga Negara Sebagai warga sekolah. Perlakukanlah orang lain sebagaimana anda memperlakukan diri sendiri 2. Bagaimana menciptakan situasi pergaulan yang harmonis turut dipengaruhi oleh tatakrama. Hal ini akan membantu cara orang lain bersikap terhadap diri anda . Keempat kunci pokok tersebut adalah sebagai berikut : 1.siswa setidak-tidaknya menyandang tiga predikat 1. siswa akan berkomunikasi dengan orangtua dan anggota keluarga lainnya. la tetap menjadi salah seorang anggota keluarga 3. Anda perlu membuka diri agar dikenal.

Pepatah mengatakan. tatacara kita dalam berbicara perlu diatur dalam tatakrama berbicara. yaitu 1. Berkata Peliharalah Lidah. " Dari kedua pepatah tadi dapat dipahami bahwa berbicara mempunyai peran yang penting.1 Tatakrama Berbicara.4. Selain tatakrama berbicara tidak kalah pentingnya adalah tatakrama pergaulan antar sesama. 1. " Berjalan Peliharalah Kaki. Tatakrama penampilan Hubungan antar manusia dalarn kehidupan sehari-hari tidak luput dari aktivitas berbicara. Percaya kepada orang lain. Berbicara merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pergaulan. Tatakrama berbicara 2. Sehubungan dengan itu. Berhasil tidaknya seseorang dalam pergaulan. antara lain dipengaruhi dari cara seseorang itu berbicara. Oleh karena itu dalam berbicara perlu dihindari hal-hal sebagai berikut 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Penernpan Tatak. namun sudah terlanjur membekas dihati orang yang diajak bicara. Sekali terlontar kalimat yang menusuk perasaan sukar untuk ditarik kembali. " Ada lag' bunyi pepatah.rama : Dalam kehidupn sehari-hari tatakrama seseorang tercermin dalam tiga hal. cinta dan sedia berkorban C. Membicarakan hal-hal yang dapat menyinggung perasaan orang lain Mempermalukan orang lain Memborong seluruh pembicaraan Memotong pembicaraan orang lain Berbisik-bisik dalam suatu pertemuan Menyela pembicaraan tanpa diminta Berbicara sambil bertolak pinggang . Walaupun mungkin dapat diperlemah dengan ucapan "Maaf". Ucapan yang dikeluarkan harus benar-benar disaring. Tatakrama pergaulan 3. " Lidah lebih tajam dari pada pedang. Dibawah ini akan diuraikan ketiga macam tatakrama tersebut. Demikian jugu tatakrama penampilanpun sangat perlu untuk mendapat perhatian.

saling menyentuh ujung jari lalu menarik tangan yang terkatup keujung hidung. Dikalangan masyarakat Aceh dan beberapa daerah lainnya ada kebiasaan menaruh tangan didada setelah berjabat tangan. Apa yang tertulis merupakan bukti asli dan lebih sulit untuk dilupakan.Berbicara tatap muka berbeda dengan berbicara melalui telepon atau surat. Ada beberapa ragam cara orang berjabat tangan. Dalam berkenalan sebaiknya kedua belah pihak menyebutkan namanya masing-masing secara jelas. Dalam menelepon sebaiknya menggunakan bahasa yang singkat. 1) Tatacara berkenalan. Jangan berbicara tak tentu arah. Aturan-aturan umum yang disepakati tersebut dapat dimanfaatkan. banyak sekali keadaan atau situasi yang m. sangat perlu dibaca sekali lagi sebelum dikirimkan. 1. Tatakrama berkenalan dan bertemu cukup beragam antar suku. Berkenalan dan bertemu adalah sebaglan bentuk dari pergaulan seperti dimaksud diatas yang sangat penting artinya dalam kehidupan sehari-hari. Waktu berkenalan pada umumnya kita berjabatan tangan. Dibawah ini akan dikemukakan pembahasan. Hal ini dapat dilakukan tetapi tidak mutlak. Meskipun demikian diantara keragaman tadi ada aturan-aturan umum yang disepakati bersama. enghendaki dipatuhinya norma-norma kesopanan agar tingkah laku kita tidak menyinggung perasaan orang lain dan pergaulan akan tetap harmonis. Bila bertemu kerumah seseoranng. dan padat.2 Tatakrama Pergaulan Dalam kehidupan sehari-hari. ada beberapa hal yang perlu . misalnya pada suku sunda ada kebiasaan bersalaman dengan mengatupkan tangan. Umumnya masih ada anggapan yang mengatakan jika seseorang memperkenaikan diri sebaiknya melalui seorang perantara. Begitu halnya pembicaraan melalui surat. mengenai kedua jenis pergaulan tersebut. wilayah dan bangsa. 2) Tatacara Bertamu. Pergunakanlah bahasa yang sopan dan mudah dimengerti. namun penerapannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.

yaitu : a. bila acara tersebut dilakukan dengan duduk dilantai e. misalnya gaun untuk pesta . c. Pada saat tamu akan pulang. katakanlah terus terang dan tanpa menyinggung perasaan tamu tersebut d. bukakanlah pintu dan persilahkan tamu untuk berjalan terlebih dahulu 1. b. Mengetuk pintu seperlunya dan tidak terlalu keras sekedar dapat terdengar dari dalam. baik busana tradisional maupun yang diubah sedemikian rupa sehingga memperlihatkan adanya pengaruh dari luar. yaitu 1) Tatacara berbusana 2) Tatacara Bersolek dan Menggunakan Perhiasan 1) Tatacara berbusana. Menerima tamu dengan wajah jernih Menerima tamu dengan membukakan pintu dan mempersilahkan tamu untuk duduk Jika tamu tersebut datang pada saat tuan rumah akan pergi untuk suatu keperluan penting. Indonesia sangat kaya dengan macam-macam busana. Penampilan lahiriah seseorang akan memberi kesan langsung bagi penglihatan orang lain.diperhatikan. f. Datang pada waktu yang tepat. d. Pengucapan salam bergantung s e l a m a t p a g i / s i a n g / malam / assalamu'alaikum / spada / kulo nuwun. misalnya melalul surat atau telepon c. Kalau belum ada reaksi dari dalam ulangilah ketukan tersebut. tidak pada waktu orang beristirahat b. dan sebagainya Bila menerima tamu hendaknya diusahakan agar : a. Dua hal yang harus diingat dalam ber-Tatakrama Penampilan. Karena itu penampilan perlu diperhatikan agar selaras dengan tatakrama penampilan yang berlaku pads situasi tertentu.3 Tatakrama Penampilan: Cara berbicara dan bersolek berpengaruh pada penampilan seseorang. Alangkah baiknya jika sebelum datang memberi kabar terlebih dahulu. Membuka sepatu/sandal. Jangan memasuki kamar tempat bertamu pada kebiasaan setempat. misalnya Mengucapkan salam bila datang kerumah orang.

Begitu pula dalam menghadiri suatu pesta. kembang. Memasukkan blouse atau kemeja kedalam rok atau celana Mengancingkan secara penuh kancing baju Mempergunakan ikat pinggang yang ditentukan sekolah Menyemir sepatu agar menimbulkan kesan bersih panjang Agar penampilan memberi kesan yang baik. usahakan kebersihan. b. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk seragarn sekolah.yang dibuat dalam beraneka model. khususnya untuk siswa putri. . anting-anting. Memakai busana yang cocok dengan situasi dan tempat menunjukkan bahwa anda mengetahui tatakrama. d. arloji dan ikat pinggang hendaknya disesuaikan dengan raut muka dan bentuk tubuh. tas. yaitu a. cincin. Kesan pertama bagi orang yang melihat adalah seolah-olah anda menjadi etalase berjalan. c. pelengkap busana seperti. kerapian dan keserasian busana yang dipergunakan selalu terjaga. Jangan menggunakan untuk rekreasi ke sekolah. gelang. kalung. Jangan meniru cara berpakaian orang barat yang tak sesuai dengan kepribadian Bangsa Indonesia. Jangan bersolek berlebihan. Tampak kurang pantas jika menggunakan perhiasan yang berlebihan. 2) Tatacara Bersolek dan Menggunakan Perhiasan Setiap siswa yang akan pergi kesekolah hendaknya berpakaian sesuai dengan ketentuan sekolah. Perlu diperhatikan pula bahwa dalam memilih busana hendaknya disesuaikan dengan bentuk tubuh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful