MATERI

WAWASAN WIYATA MANDALA TATA KRAMA
KAMIS, 14 JULI 2011 MASA ORIENTASI SISWA SMA DAN SMK SEJAHTERA SURABAYA TAHUN PELAJARAN 2011-2012

BAB I WAWASAN WIYATAMANDALA
LATAR BELAKANG Dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional, iklim belajar dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan budaya belajar dikalangan masyarakat terns berkembang agar tumbuh sikap dan perilaku yang kreatif, inovatif, dan keinginan untuk maju. Sejalan dengan upaya tersebut fungsi sekolah perlu dipertegas dan diperjelas agar tidak menimbulkan penafsiran yang keliru.
A.

menanamkan dan mengembangkan berbagai nilai. ilmu pengetahuan. D. Keadaan ini sangat tidak menguntungkan. Apabila terjadi kekurangan pada bagian-bagian tertentu. Keadaan Fisik Sekolah Sekolah merupakan tempat penyelenggaraan proses belajar mengajar. Sehingga sering sekolah mendapatkan beban yang berat. sehingga perlu diciptakan suatu pandangan atau wawasan yang dipakai dalam pengelolaan sekolah.Sekolah sering dianggap sebagai satu-satunya tumpuan untuk mendididk anak. Wawasan tersebut dikenal dengan nama Wawasan Wiyatamandala. menyebabkan fungsi . aman dan dalam suasana kekeluargaan. Hal yang penting bahkan teramat penting yaitu peran aktif siswa sendiri dalam kegiatan proses belajar mengajar. B. kemudian dijelaskan tentang arti dan makna Wawasan Wiyatamandala. Siswa diajak untuk mengenal sekolah dan fungsinya. dan teknologi. C. Ini berarti sekolah merupakan lembaga formal pendidikan suatu lembaga yang utuh dan bulat yang memiliki makna sebagai satu kesatuan yang didalamnya terdiri dari bagian-bagian yang paling berperan dan berkaitan. Kondisi semacam ini dikenal dengan nama Ketahanan Sekolah. SEKOLAH DAN FUNGSINYA A. TUJUAN Pembinaan Wiyatamandala bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan peningkatan pemahaman tentang Wawasan Wiyatamandala kepada siswa sehingga diharapkan siswa lebih berperan secara optimal melaksanakan Wawasan Wiyatamandala dalam upaya mencapai tujuan pendidikan nasional. Peran tersebut tidak dapat dilepaskan dari kondisi yang kan mendukung pelaksanaan Wawasan Wiyatamandala yaitu Ketahanan Sekolah. RUANG LINGKUP Untuk memudahkan memahami Wawasan Wiyatamandala pembahasan diuraikan dengan ruang lingkup sebagai berikut. dan wawasan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. keterampilan. Dalam menciptakan Wawasan Wiyatamandala perlu pula diupayakan suatu kondisi yang dinamis dan iklim yang menguntungkan di sekolah agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan tertib. dalam menciptakan Wawasan Wiyatamandala dimana didalamnya berisi ketahanan sekolah yang tangguh. Segala akibat khususnya yang kurang baik seolah-olah merupakan akibat sekolah tidak berfungsi dengan baik. Dengan wawasan ini diharapkan sekolah dapat benar-benar berfungsi secara tepat dan tidak disalahgunakan oleh golongan-golongan tertentu yang tidak bertanggung jawab. dituntut setiap siswa dan unsur yang terkait dalam persekolahan untuk berperan aktif sesuai dengan kedudukan masing-masing.

Oleh sebab itu siswa berewajiban ikut merawat fisik sekolah dan menjaganya serta menggunakannya sesuai dengan fungsinya. keterampilan dan wawasan sehingga tercipta manusia Indonesia seutuhya tanpa meninggalkan akar budaya bangsa. perabot sekolah bersih dan dapat digunakan. Kegiatan di sekolah yang dilaksanakan secara terencana. Bagian lain yang tidak termasuk dalam kelompok fisik sekolah antara lain kurikulum. sedangkan mandala berarti bulatan. penglihatan. keindahan dan kekeluargaan. Sekolah juag dapat dipandang sebagai suatu masyarakat yang utuh dan bulat yang memilki kepribadian sendiri.sekolah terganggu sehingga terhambat mencapai tujuan. Wawasan Wiyatamandala berarti suatu pandangan atau tinjauan sistem dari kehidupan . bangku. tertib. Kata wawasan selain menunjukkan kegiatan untuk mengetahui isi. Fisik sekolah adalah merupakan salah satu bagian dari satu kesatuan lembaga pendidikan itu. E. peserta didik. Untuk itu gedung sekolah dan lingkungan harus bersih. Dengan demikian. meja. perpustakaan. B. tinjauan. dan teratur merupakan pendorong terselenggaranya proses belajar mengajar secara baik. Denga kata lain sekolah merupakan masyrakat belajar berperan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Keadaan fisik sekolah itu harus dalam keadaan baik dan siap pakai. Kata wiyata mempunyai arti pengajaran atau pendidikan. memotivasi. Fungsi Sekolah Apabila dikaji lebih dalam dapat diambil satu pengertian bahwa sekolah mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan proses pendidikan. dan mengembangkan nilai nilai pengetahuan dan teknologi. perabot. yaitu keamanan. cara lihat. kebersihan ketertiban. Sekolah tidak hidup menyendiri. laboraturium. aula dan lain-lain. dan lembaga kependidikan. Siswa dapat melakukannya dengan berpedoman pada prinsip-prinsip 5K. lingkaran. juga melukiskan cara pandang. cara tinjau. atau tanggapan inderawi. cahaya dalam ruangan cukup. atau cara tanggap inderawi. dalam arti menumbuhkan. berbangsa dan bernegara. melepaskan diri dari tatanan sosoal budaya dalam masyarakat melainkan merupakan sub bermasyarakat. ARTI DAN MAKNA WAWASAN WIYATA MANDALA 1) Arti Wawasan Wiyatamandala Secara harfiah wawasan mengandung arti pandang. Adapun yang termasuk fisik sekolah antara lain gedung. Sekolah akan berlangsung secara lebih baik jika keadaan fisik sekolah berfungsi secara baik. lingkaran daerah atau kawasan. papan tulis. Oleh sebab itu sebagai masyarakat belajar tidak terlepas dari kehidupan masyarakat pada umumnya.

Jumlah siswa dalam tiap-tiap kelompok. Sekolah merupakan.mengenai lingkungan pendidikan atau pengajaran. Kepala Sekolah mempunyai wewenang dan tanggungjawab penuh atas penyelenggaraan pendidikan dalam lingkungan sekolahnya. Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitar dan mendukung antar warga. F. Dengan adanya pandangan semacam itu. PERAN AKTIF SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR 1) Persiapan Belajar di Kelas Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. 3. dapat diartikan bahwa Wawasan Wiyatamandala adalah cara pandang kalangan pedidik pada umumnya dan perangkat warga sekolah khususnya tentang keberadaan sekolah pengemban tugas pendidikan di lingkungan masyarakat. Tumbuh dan berkembangnya pandangan tersebut harus tetap berdasarkan falsafah Pancasila dan beroriantasi pada pencapaian tujuan pendidikan nasional. . Bentuk pengaturan perabot disesuaikan dengan luas ruang kelas dan pelayanan kepada siswa (belajar secara individu. 5. Jumlah kelompok dalam kelas 3. Antara guru dan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama erat untuk mengemban tugas pendidikan. 2. perlu pengaturan ruang dan perabotan sekolah dahulu. kelompok. Untuk itu para siswa perlu membantu pelaksanaan pengaturan kelas masing-masing agar dapat tercipta sekolah yang menyenangkan yang perlu mendapat perhatian adalah : 1. 2) Makna Wawasan Wiyatamandala Adapun unsur-unsur Wawasan Wiyatamandala adalah : 1. Tugas dari guru dan siswa adalah menciptakan suasana kelas sedemikian rupa sehingga terjadi interaksi yang mendorong para siswa belajar aktif. Para warga sekolah di dalam maupun di luar sekolah harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru. pasangan. 4. Berdasarkan pokok pengertian diatas. dan klasikal) 2. dapat meningkatkan peran dan fungsinya di tengah-tengah masyarakat. Hal ini berarti usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan akan dapat dicapai secara labih baik sebagaimana harapan kita bersama. lingkungan pendidikan.

Sikap guru yang positif dalam menanggapi aktifitas siswa. 2) Aktif Berperan Dalam Proses Mengajar di Kelas Seperti diketahui bahwa manfaat pendekatan yang menekankan aktifitas siswa adalah : 1. Untuk keberhasilan pendekatan tersebut siswa diharapkan aktif berperan dalam kegiatan belajar mengajar dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Jangan sampai terlupakan untuk membaca buku-buku pelajaran. 3) Kegiatan Estrakurikuler Belajar akan lebih efektif apabila dibarengi dengan kegiatan-kegiatan kurikuler maupun kegiatan estrakurikuler. Demikian pula dalam belajarketerampilan. Sudah barang tentu sangat penting termasuk mempelajari sekurangkurangnya membaca atau menyiapkan bahan pelajaran yang akan diikuti sesuai dengan jadwal pelajaran. Diharapkan siswa dapat mengembangkan seluruh potensi yang ada pada siswa sehingga dapat mencapai tujuan belajar secara optimal. Disamping kesipan tersebut niat dan keinginan dengan sungguh-sungguh untuk belajar dengan baik. menjawab pertanyaanpertanyaan guru. Siswa ikut secara aktif dalam menentukan tujuan 2.Kesiapan siswa dalam hal yang berkaitan dengan tugas-tugas sebelumnya (PR). Yang cukup menggembirakan adalah siswa dalam menyelasaikan lembaran buku kerja yang diberikan oleh guru. melihat. 3. Bentuk kegiatan dimaksudkan agar tercapai koordinasi antara perbuatan pikir dengan aktifitas jasmani seperti berfikir. Untuk mendapatkan umpan balik melalui kegiatan belajar mengajar. Suasana keakraban siswa dalam kegiatan kelompok 4. menanggapi dan menghayati. terdapat koordinasi dalam menerapkan pengertian dan prinsipprinsip tertentu. menyampaikan ide. pandangan terhadap masalah yang timbul dalam pembahasan pelajaran baik diminta ataupun tidak. 2. Bentuk-bentuk siswa biasanya digambarkan melalui keterlibatan dalam proses belajar mengajar seperti pertanyaan yang diajukan. Pada umumnya belajar meliputi kegiatan mendengarkan. alat-alat tulis pelajaran lainnya. Sikap positif siswa dalam mengikuti pelajaran 3. Menggunakan kesempatan dengan baik dalam mengambil keputusan dan 5. Diharapkan siswa banyak melakukan belajar dengan cara . Meningkatkan motivasi atau dorongan siswa dalam belajar. mengajar bentuk-bentuk lain.

Kegiatan estrakurikuler dilakukan di luar jam pelajaran biasa atau pada waktu libur sekolah. disekolah atau di luar sekolah secara berkala atau hanya pada waktu-waktu tertentu. 7. 3. Oleh karena itu. Meningkatkan keterampilan dalam menciptakan suatu barang berguna. siswa. Membentuk kelompok belajar berdasarkan keamanan. 5. Mempelajari dan menghayati semangat perjuangan para pahlawan bangsa (napak tilas). memamerkan berbagai cabang seni baik karya siswa/sekolah maupun karya seniman luar. dan sesama siswa di lingkungan masyarakat. Mementaskan. ketertiban. 6. melakukan hal-hal yang dipelajari. keindahan dan kekeluargaan (5K). tidak hanya mendengar dan melihat tetapi dipraktekkan melalui kegiatan estrakurikuler. Beberapa contoh kegiatan estrakurikuler antara lain : 1. BAB II TATA KRAMA Komunikasi dengan orang lain dalam pergaulan merupakan arena yang paling banyak menuntut diterapkannya tatakrama. 8. Melaksanakan baktisosial/masyarakat. guru. 4. Melaksanakan peribadatan sesuai dengan ketentuan agama masing-masing dan menjaga kerukunan atau umat beragama.mengalami sendiri. kebersihan. 2. ada anggapan yang menyatakan bahwa tatakrama dan komunikasi dalam pergaulan merupakan dua hal yang . Anjangsana ketempat orang tua. Melaksanakan usaha kesehatan sekolah (UKS).

dan lain-lain. A. kelakuan.tidak dapat dipisahkan. cara bertemu. Pengertian Tatakrama. Tatakrama Dengan demikian ruang lingkup tatakrama meliputi tatakrama nasional Nasional dan tatakrama lokal. Sekarang perlu diketahui apa yang dimaksud dengan tatakrama. Kebiasaan ini muncul karena adanya aksi dan reaksi dalam pergaulan. Tatakrama Lokal Lokal adalah tatakrama yang berlaku pada kehidupan sehari-hari dalam suatu kelompok masyarakat tertentu yang terdiri dari Dilingkungan Dilingkungan Dilingkungan tatakrama dirumah. tindakan dan perubahan Dengan demikian. lama kelamaan merambat kelingkungan masyarakat yang lebih luas. Ruang Lingkup Tatakrama Tatakrama yang semula berlaku dalam lingkungan terbatas. cara makan. prilaku anda terbentuk menjadi suatu kebiasaan yang tanpa memikirkan mengapa anda harus berprilaku demikian. Dari uraian diatas jelas bagi kita bahwa tatakrama adalah kebiasaan. Perkembangan itu berlangsung secara perlahan tanpa diarahkan dan pada akhirnya diterima sebagai kesepakatan bersama. tatakrama berarti kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia setempat. B. kalau tidak setuju maka ia akan menggelengkan kepala. Tatakrama telah menjadi bagian dalam hidup kita dan merupakan persyaratan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan tatakrama nasional merupakan tatakrama kehidupan berbangsa dan bernegara rumah Sekolah Masyarakat Contoh : Pd waktu makan Contoh : Pd waktu Bertemu guru Contoh : Pd waktu Berkunjung Kerumah family . Secara harfiah tatakrama terdiri dari dua kata. cara minum. Sebagai contoh kaiau orang Indonesia setuju dengan apa yang ia kemukakan. Keduanya ibarat benang yang jalin menjalin dan menghasilkan suatu tenunan yang utuh. Karena latihan tersebut. misalnya berbicara. yaitu Tata : Yang berarti adat. Lama kelamaan kesepakatan bersama ini diterima sebagai kesepakatan nasional. Mempelajari tatakrama itu sangat penting. disekolah dan di masyarakat. norma dan peraturan Krama : Yang berarti sopan santun. karena tatakrama merupakan gerak dan langkah kehidupan sehari-hari di semua lapisan masyarakat dalam berkomunikasi dengan sesamanya Mungkin anda masih ingat bagaimana orangtua anda melatih bermacammacam kebiasaan dalam berbagai kesempatan. cara menyapa. ia akan menganggukkan kepala.

baik masyarakat tetangga. desa maupun kelurahan dan khalayak ramai serta sebagai warga Negara Sebagai warga sekolah. kegagalan dalam bergaul banyak disebabkan oleh karena kurangnya sopan santun. siswa akan berkomunikasi dengan orangtua dan anggota keluarga lainnya. Hal ini akan membantu cara orang lain bersikap terhadap diri anda . tatakrama akan berperan menuntun tingkah laku tertentu dari para siswa. Dalam berbagai hubungan tersebut diatas. Perlakukanlah orang lain sebagaimana anda memperlakukan diri sendiri 2. la adalah anggota masyarakat. Oleh karena itu perlu diperhatikan 4 kunci pokok agar terjadi keserasian dalam pergaulan. Keempat kunci pokok tersebut adalah sebagai berikut : 1. la tetap menjadi salah seorang anggota keluarga 3. Tatakrama memberi warna dalam pergaulan antar manusia. Perlu disadari. Sebagai anggota masyarakat siswa akan menjalin hubungan dengan bermacam-macam manusia yang mempunyai pekerti yang beraneka ragam. Anda perlu membuka diri agar dikenal.siswa setidak-tidaknya menyandang tiga predikat 1. Sebagai anggota keluarga. la adalah warga sekolah 2. Hargailah setiap orang menurut jati diri masing-masing 3. tatausaha sekolah dan teman di sekolah. siswa akan berkomunikasi dengan guru. organisasi. Bagaimana menciptakan situasi pergaulan yang harmonis turut dipengaruhi oleh tatakrama.

Pepatah mengatakan. " Lidah lebih tajam dari pada pedang. Demikian jugu tatakrama penampilanpun sangat perlu untuk mendapat perhatian. Membicarakan hal-hal yang dapat menyinggung perasaan orang lain Mempermalukan orang lain Memborong seluruh pembicaraan Memotong pembicaraan orang lain Berbisik-bisik dalam suatu pertemuan Menyela pembicaraan tanpa diminta Berbicara sambil bertolak pinggang . Tatakrama penampilan Hubungan antar manusia dalarn kehidupan sehari-hari tidak luput dari aktivitas berbicara. Berhasil tidaknya seseorang dalam pergaulan. 1. Walaupun mungkin dapat diperlemah dengan ucapan "Maaf". Oleh karena itu dalam berbicara perlu dihindari hal-hal sebagai berikut 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Penernpan Tatak. Ucapan yang dikeluarkan harus benar-benar disaring. Berkata Peliharalah Lidah. cinta dan sedia berkorban C. " Ada lag' bunyi pepatah. namun sudah terlanjur membekas dihati orang yang diajak bicara. Berbicara merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pergaulan.rama : Dalam kehidupn sehari-hari tatakrama seseorang tercermin dalam tiga hal. Tatakrama pergaulan 3. Percaya kepada orang lain. antara lain dipengaruhi dari cara seseorang itu berbicara. " Dari kedua pepatah tadi dapat dipahami bahwa berbicara mempunyai peran yang penting. Sekali terlontar kalimat yang menusuk perasaan sukar untuk ditarik kembali. yaitu 1. tatacara kita dalam berbicara perlu diatur dalam tatakrama berbicara.1 Tatakrama Berbicara. Sehubungan dengan itu. Dibawah ini akan diuraikan ketiga macam tatakrama tersebut. Tatakrama berbicara 2. Selain tatakrama berbicara tidak kalah pentingnya adalah tatakrama pergaulan antar sesama.4. " Berjalan Peliharalah Kaki.

Umumnya masih ada anggapan yang mengatakan jika seseorang memperkenaikan diri sebaiknya melalui seorang perantara. misalnya pada suku sunda ada kebiasaan bersalaman dengan mengatupkan tangan. Dibawah ini akan dikemukakan pembahasan. mengenai kedua jenis pergaulan tersebut. banyak sekali keadaan atau situasi yang m. Waktu berkenalan pada umumnya kita berjabatan tangan. 1. Dalam berkenalan sebaiknya kedua belah pihak menyebutkan namanya masing-masing secara jelas. Berkenalan dan bertemu adalah sebaglan bentuk dari pergaulan seperti dimaksud diatas yang sangat penting artinya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menelepon sebaiknya menggunakan bahasa yang singkat. Bila bertemu kerumah seseoranng. ada beberapa hal yang perlu . enghendaki dipatuhinya norma-norma kesopanan agar tingkah laku kita tidak menyinggung perasaan orang lain dan pergaulan akan tetap harmonis. Ada beberapa ragam cara orang berjabat tangan. Hal ini dapat dilakukan tetapi tidak mutlak. dan padat. Tatakrama berkenalan dan bertemu cukup beragam antar suku. wilayah dan bangsa. sangat perlu dibaca sekali lagi sebelum dikirimkan. 2) Tatacara Bertamu. Jangan berbicara tak tentu arah. Pergunakanlah bahasa yang sopan dan mudah dimengerti. Dikalangan masyarakat Aceh dan beberapa daerah lainnya ada kebiasaan menaruh tangan didada setelah berjabat tangan. Meskipun demikian diantara keragaman tadi ada aturan-aturan umum yang disepakati bersama.2 Tatakrama Pergaulan Dalam kehidupan sehari-hari. namun penerapannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.Berbicara tatap muka berbeda dengan berbicara melalui telepon atau surat. Apa yang tertulis merupakan bukti asli dan lebih sulit untuk dilupakan. Aturan-aturan umum yang disepakati tersebut dapat dimanfaatkan. Begitu halnya pembicaraan melalui surat. saling menyentuh ujung jari lalu menarik tangan yang terkatup keujung hidung. 1) Tatacara berkenalan.

Indonesia sangat kaya dengan macam-macam busana. Pada saat tamu akan pulang. Mengetuk pintu seperlunya dan tidak terlalu keras sekedar dapat terdengar dari dalam. Menerima tamu dengan wajah jernih Menerima tamu dengan membukakan pintu dan mempersilahkan tamu untuk duduk Jika tamu tersebut datang pada saat tuan rumah akan pergi untuk suatu keperluan penting. Membuka sepatu/sandal. Karena itu penampilan perlu diperhatikan agar selaras dengan tatakrama penampilan yang berlaku pads situasi tertentu. baik busana tradisional maupun yang diubah sedemikian rupa sehingga memperlihatkan adanya pengaruh dari luar. d. bukakanlah pintu dan persilahkan tamu untuk berjalan terlebih dahulu 1. Kalau belum ada reaksi dari dalam ulangilah ketukan tersebut. yaitu : a. dan sebagainya Bila menerima tamu hendaknya diusahakan agar : a. Dua hal yang harus diingat dalam ber-Tatakrama Penampilan. b. tidak pada waktu orang beristirahat b. Datang pada waktu yang tepat. f. Alangkah baiknya jika sebelum datang memberi kabar terlebih dahulu. katakanlah terus terang dan tanpa menyinggung perasaan tamu tersebut d. yaitu 1) Tatacara berbusana 2) Tatacara Bersolek dan Menggunakan Perhiasan 1) Tatacara berbusana.diperhatikan. Penampilan lahiriah seseorang akan memberi kesan langsung bagi penglihatan orang lain. misalnya melalul surat atau telepon c. Pengucapan salam bergantung s e l a m a t p a g i / s i a n g / malam / assalamu'alaikum / spada / kulo nuwun. Jangan memasuki kamar tempat bertamu pada kebiasaan setempat.3 Tatakrama Penampilan: Cara berbicara dan bersolek berpengaruh pada penampilan seseorang. c. misalnya Mengucapkan salam bila datang kerumah orang. misalnya gaun untuk pesta . bila acara tersebut dilakukan dengan duduk dilantai e.

kerapian dan keserasian busana yang dipergunakan selalu terjaga. pelengkap busana seperti. Jangan bersolek berlebihan. gelang. Begitu pula dalam menghadiri suatu pesta. Kesan pertama bagi orang yang melihat adalah seolah-olah anda menjadi etalase berjalan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk seragarn sekolah. Jangan meniru cara berpakaian orang barat yang tak sesuai dengan kepribadian Bangsa Indonesia. usahakan kebersihan. c. Memakai busana yang cocok dengan situasi dan tempat menunjukkan bahwa anda mengetahui tatakrama. d. khususnya untuk siswa putri. yaitu a. kembang. anting-anting. tas. 2) Tatacara Bersolek dan Menggunakan Perhiasan Setiap siswa yang akan pergi kesekolah hendaknya berpakaian sesuai dengan ketentuan sekolah. . Perlu diperhatikan pula bahwa dalam memilih busana hendaknya disesuaikan dengan bentuk tubuh.yang dibuat dalam beraneka model. arloji dan ikat pinggang hendaknya disesuaikan dengan raut muka dan bentuk tubuh. cincin. Jangan menggunakan untuk rekreasi ke sekolah. b. Memasukkan blouse atau kemeja kedalam rok atau celana Mengancingkan secara penuh kancing baju Mempergunakan ikat pinggang yang ditentukan sekolah Menyemir sepatu agar menimbulkan kesan bersih panjang Agar penampilan memberi kesan yang baik. Tampak kurang pantas jika menggunakan perhiasan yang berlebihan. kalung.