P. 1
Sap, Materi, Soal Kebutuhan Dasar Nifas Praktik Peer Teaching Rizki Amelia

Sap, Materi, Soal Kebutuhan Dasar Nifas Praktik Peer Teaching Rizki Amelia

|Views: 2,161|Likes:
Published by Rizki Amelia

More info:

Published by: Rizki Amelia on Apr 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2012

pdf

text

original

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN MATA KULIAH ASUHAN KEBIDANAN III (NIFAS) KEBUTUHAN DASAR IBU NIFAS

Oleh : Rizki Amelia 011012088

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIDAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2011

Satuan Acara Pembelajaran Universitas Airlangga Fakultas Kedokteran Program Studi S1 Pendidikan Bidan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Mata Ajaran Kode Mata Ajaran Beban Studi Waktu Pertemuan Pertemuan ke Dosen PJMA Dosen Anggota

Disiapkan oleh PJMA

Nomor Register Dokumen

SAP
Mulai Berlaku Tgl

Bd. Rizki Amelia, S.Keb

...........................

8. Kompetensi Umum

9. Kompetensi Khusus

10. Pokok Bahasan 11. Sub Pokok Bahasan

Asuhan Kebidanan III (Nifas) Bd. 303 3 SKS (T:2, P:1) Rabu, 12 Oktober 2011 pukul 08.00-09.40 (2x50 menit) 4 Bd. Rizki Amelia, S.Keb dr. Baksono Winardi, Sp.OG (K) dr. Budi Prasetyo, Sp. OG Bd. Dian Atma Sellavia, S.Keb Bd. Dwi Ertiana, S.Keb Bd. Fitria Anggraini, S.Keb Pada akhir perkuliahan, mahasiswa semester III Program Studi S1 Pendidikan Bidan mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan pendekatan manajemen kebidanan sesuai kebutuhan dasar ibu nifas. Pada akhir perkuliahan, mahasiswa semester III Program Studi S1 Pendidikan Bidan mampu menjelaskan tentang kebutuhan dasar ibu nifas, sebagai berikut :  Menjelaskan tentang kebutuhan nutrisi dan cairan pada ibu nifas.  Menjelaskan tentang kebutuhan ambulasi pada ibu nifas.  Menjelaskan tentang kebutuhan eliminasi BAK/BAB pada ibu nifas.  Menjelaskan tentang kebutuhan kebersihan diri (personal hygiene) pada ibu nifas.  Menjelaskan tentang kebutuhan istirahat pada ibu nifas.  Menjelaskan tentang kebutuhan seksualitas pada ibu nifas.  Menjelaskan tentang kebutuhan latihan/senam nifas pada ibu nifas. Kebutuhan Dasar Ibu Nifas  Kebutuhan nutrisi dan cairan pada ibu nifas.  Kebutuhan ambulasi pada ibu nifas.  Kebutuhan eliminasi BAK/BAB pada ibu nifas.  Kebutuhan kebersihan diri (personal hygiene) pada ibu nifas.  Kebutuhan istirahat pada ibu nifas.  Kebutuhan seksualitas pada ibu nifas.  Kebutuhan latihan/senam nifas pada ibu nifas.

a. b. d. c. Menjelaskan tujuan instruksional umum (TIU)/ kompetensi dasar yang akan disampaikan. b.NO 1. Menjelaskan tujuan instruksional khusus (TIK)/ indikator kompetensi yang akan disampaikan. Mengucapkan salam. KEGIATAN MAHASISWA Menjawab salam Menjawab MEDIA Laptop LCD Slide Power Point METODE Ceramah Tanya Jawab ALOKASI WAKTU 15 menit SUMBER BELAJAR Memperhatikan Memperhatikan Memperhatikan 2. Menjelaskan tentang kebutuhan nutrisi dan cairan pada ibu nifas. e. Menggali pengetahuan mahasiswa mengenai materi yang telah diajarkan pada pertemuan yang lalu. Menjelaskan tentang kebutuhan kebersihan diri (personal hygiene) pada ibu nifas. Penyajian Memperhatikan/ Mencatat Memperhatikan/ Mencatat Memperhatikan/ Mencatat Memperhatikan/ Mencatat Laptop LCD Slide Power Point Ceramah Diskusi/Tanya Jawab 60 menit BU 1 Chapter 33 BU 2 Chapter 33 BU 3 Chapter 42 BA 2 p. Menjelaskan tentang kebutuhan eliminasi BAK/BAB pada ibu nifas. 67-90 BA 3 Chapter 30 BA 5 p. Menjelaskan tentang kebutuhan ambulasi pada ibu nifas.N24-N29 BA 6 p.116-118 . c. d. Menyimpulkan jawaban dari mahasiswa. TAHAP Pendahuluan KEGIATAN DOSEN a.

i. Menjelaskan tentang kebutuhan latihan/senam nifas pada ibu nifas. g. Menjelaskan tentang kebutuhan seksualitas pada ibu nifas. Menjelaskan tentang kebutuhan istirahat pada ibu nifas. j. f. c. Menjawab pertanyaan yang diajukan mahasiswa. h. Menutup pertemuan e. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk bertanya tentang materi yang belum jelas.3. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan secara keseluruhan. Memberikan gambaran materi yang akan disampaikan pada pertemuan selanjutnya. Memberikan tes lisan kepada mahasiswa mengenai materi yang telah disampaikan. Menyimpulkan jawaban bersama mahasiswa. Mengucapkan salam Memperhatikan/ Mencatat Memperhatikan/ Mencatat Memperhatikan/ Mencatat Bertanya Memperhatikan Menjawab Memperhatikan/ Mencatat Memperhatikan Laptop LCD Slide Power Point Ceramah Diskusi/Tanya Jawab 25 menit Menjawab salam . d. Penutup e. b. a.

Nottingham. 2009. Williams Obstetrics. Christine & Macdonald Susan. Obstetri Patologi. Rustam. Manuaba. Hellen. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta : EGC. Fraser. Ilmu Kebidanan. Sinopsis Obstetri . Graw Hill Publishing Division. Ilmu Kebidanan. 14th edition. Mc. 2. Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Mayes’ Midwifery: ATextbook for Midwives. Edisi 2. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. 4th edition. Myles’ Textbook for Midwives . 2007. Mochtar. UK. 3. et al. Ida Ayu. 2005. 3. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas Normal. 5. 2010. 2002. 14th edition. Bahiyarun. Hanifa. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. New York. Varney’s Midwifery. et al. 2. 23rd edition. Jakarta : EGC. Cunningham. 4. 2009. Penilaian akan dilakukan oleh pengajar dengan pembobotan sebagai berikut :  UTS : 20%  UAS : 25%  Tugas : 45%  Soft Skill : 10% REFERENSI/BUKU SUMBER Buku Utama 1. Jakarta : EGC.EVALUASI Evaluasi hasil belajar terdiri atas evaluasi hard skill (90%) dan soft skill (10%). Diane & Cooper. Saifuddin Abdul Bari. et al. London. F. 1998. Handerson. London. Margaret. Obstetri Fisiologi. Buku Anjuran 1. Wiknjosastro. 6. Varney. . 2011. 2009. UK. dkk. dkk. UK.

Ahli gizi menyebutkan bahwa ibu yang baru melahirkan dan akan menyusui harus mendapatkan asupan kalori sebanyak 2. minyak. saus yang berat dan permen (Institute of Medicine. Ibu sebaiknya menghindari atau seminimal mungkin mengkonsumsi lemak. biasanya ibu merasa lapar (1-2 jam Post Partum). 3 porsi protein. (Mayes midwifery) Ibu nifas sangat membutuhkan energi dan cairan. terutama pada wanita yang mengalami anemia karena defisiensi zat besi. Ini kira-kira setara dengan 3 kali makan hidangan empat sehat.200 kkal). 1997). Pengaturan yang khusus tentang pencantuman aturanaturan tradisional yang berhubungan dengan makanan harus dibuat bersama dengan bagian makanan. dan 2 gelas susu. Satu saran khusus untuk ibu menyusui adalah menghindari makanan yang mengganggu kesehatan bayi lewat ASI. Keluarga sebaiknya diijinkan dan didorong untuk membawa makanan tradisional khusus yang diinginkan oleh wanita yang melahirkan itu (Perawatan Maternitas). Suitor. Nafsu makan ibu selalu kembali dengan cepat setelah persalinan berakhir. begitupun dengan pola istirahat.KEBUTUHAN DASAR IBU NIFAS A. Makanan yang mengandung protein dan vitamin C tinggi dan makanan berserat serta kalori dan cairan yang cukup biasanya direkomendasikan kepada wanita yang baru melahirkan untuk mencegah sembelit dan mempercepat penyembuhan. 1992.900 kalori/hari. . Pilihan-pilihan makanan tradisional harus dihargai. Kebutuhan Nutrisi dan Cairan Ibu sebaiknya melanjutkan kebiasaan yang baik serta nutrisi yang lengkap seperti pada kehamilan. Makanan kaya zat besi dan vitamin C akan membantu meningkatkan kadar Hb. Adapula yang menyebutkan. kondisi tubuh akan segera membaik. Intervensi perawatan mencakup pengajaran tentang makanan yang diperlukan untuk mempermudah penyembuhan. Jumlah ini diambil dari tambahan kalori untuk ibu menyusui sebesar 700 kalori yang ditambah dengan kebutuhan wanita dewasa (2. 3 porsi buah segar. 2 kali snacking padat kalori. Dengan makanan bergizi lengkap. mencegah infeksi dan meningkatkan energi. 3 porsi karbohidrat. 4 porsi sayuran segar dan 9 porsi serat alami.

tetapi sesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan bayinya. Menurut buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.Ibu pun boleh memakan camilan kaya gizi seperti : pizza. selain minum air putih. dan vitamin yang cukup. ibu pun dapat dianjurkan untuk minum jus dan susu yang sangat dianjurkan. ibu menyusui harus mengonsumsi tambahan 500 kalori tiap hari. selama menyusui ibu tidak melakukan diet untuk menghilangkan kelebihan berat badan sampai 6 minggu setelah bersalin. pil zat besi harus diminum untuk menambah zat gizi setidaknya selama 40 hari pasca bersalin dan . dan protein. Ibu yang menyusui hendaknya tidak mengikuti selera makannya sendiri. roti manis. Malah ibu dianjurkan untuk meningkatkan asupan kalori juga makanan yang kaya vitamin. Asupan cairan setiap hari kira-kira minimal 2. Selama menyusui. siomay ikan. penggunaan obat tradisional atau obat-obat lain selain vitamin dikonsultasikan dengan dokter atau bidan. Kebutuhan gizi pada ibu menyusui akan meningkat 25%. yaitu untuk memproduksi ASI dan memenuhi kebutuhan cairan yang meningkat tiga kali dari biasa. Obat-obatan dikonsumsi sebatas yang dianjurkan dan tidak berlebihan.5 Liter (12 gelas) pada ibu menyusui atau secukupnya untuk keperluan ibu dan bayi (Mayes midwifery). anjurkan ibu untuk makan untuk kesehatan ibu dan bayinya. gizi ibu yang baik menentukan bayi yang sehat dan berkualitas. Anjurkan ibu minum setiap kali menyusui. Selain itu. makan dengan diet berimbang untuk mendapatkan protein. mineral. minum sedikitnya 3 liter air setiap hari (anjurkan ibu untuk minum setiap kali menyusui). Sebaiknya. mineral. ibu tidak mengikuti perasaan itu. dianjurkan pula untuk mengkonsumsi suplemen vitaminmineral yang seimbang. Sebaiknya. Makanan ini dapat disantap jika ibu merasa tidak berselera makan nasi. Sebaiknya. bubur kacang hijau atau hidangan favorit lainnya. Sebagian ibu baru bersalin memang dapat kehilangan selera makan akibat trauma pasca-persalinan atau kelelahan yang sangat. Terlebih jika ibu membatasi asupan kalori sampai kurang dari 1800 kcal per hari. Serta.

yaitu menu lengkap sesuai dengan kebutuhan tubuh. mentega. dan ikan. tahu.000 unit) agar bisa memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASI. pengatur dan pelindung. serat untuk membantu ekskresi dan meningkatkan tonus otot serta cairan yang cukup. daging. Berikut contoh kebutuhan menu ibu menyusui : Jenis Makanan Nasi Ikan Tempe Sayuran Buah Gula Susu Air Usia Bayi 0-6 Bulan 5 piring 3 potong 5 potong 3 mangkok 2 potong 5 sendok 1 gelas 8 gelas Usia Bayi > 6 Bulan 4 piring 2 potong 4 potong 3 mangkok 2 potong 5 sendok 1 gelas 8 gelas . Kebutuhan lemak sebesar 25-35% dari total makanan. kentang. pembangun.minum kapsul vitamin A (200. pedas atau berlemak. cadangan dalam tubuh. Total makanan yang dikonsumsi dianjurkan mengandung 50-60% karbohidrat. Bahan makanan sumber lemak adalah keju. jagung dan berbagai makanan jajanan yang berasal dari tepung. sedangkan vitamin yang paling utama adalah vitamin C untuk mencegah anemia. Makanan sumber protein antara lain tempe. susu. Makanan sumber karbohidrat antara lain nasi. Mineral yang paling utama adalah zat besi. roti. Fungsi lemak untuk ibu menyusui untuk daya tahan tubuh. Makanan yang dikonsumsi juga perlu memenuhi syarat. kacang-kacangan. nikotin serta bahan pengawet dan pewarna. Fungsi protein untuk membentuk jaringan baru dan memproduksi air susu. serta sebagai ASI itu sendiri yang akan dikonsumsi bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. proses memproduksi ASI. seperti susunannya harus selalu seimbang. dan margarin. jumlah protein sekitar 10-15% dari total makanan. tidak terlalu asin. santan. Menu makanan yang seimbang mengandung unsur-unsur. hati. ubi. mie. seperti sumber tenaga. Makanan yang dikonsumsi ibu berguna untuk melakukan aktivitas metabolisme. porsinya cukup dan teratur. tidak mengandung alkohol. telur. Makanan yang sehat harus selalu seimbang.

kudapan (kolak pisang) dan makan malam : nasi. (Mayes Midwifery). dan mereka tidak dapat menerima konsep tentang beraktivitas secara dini. Adapun makanan yang perlu dihindari Ibu nifas antara lain : makanan awetan yang mengandung banyak zat adiktif. pada tahap awal ini dimana beberapa perempuan mengeluh pusing atau pandangan kabur ketika mereka pertama bangun setelah persalinan. . merupakan konsep mereka mengenai perawatan nifas. Ambulansi secara dini mengurangi risiko tromboembolic (pembentukan atau pengembangan gumpalan darah beku) dan hampir semua ibu mendapat kebaikan dari aktivitas secara dini ini serta metode ini memajukan kecepatan proses pengembalian kekuatan ibu. latihan untuk mengembalikan sirkulasi di daerah kaki dilakukan dengan cara melemaskan dan memanjangkan kaki secara bergantian. Akan tetapi untuk beberapa wanita di Asia. Makan siang : nasi. memutar kaki. Jika seorang wanita dikurung di tempat tidur lebih lama dari 8 jam (misalnya setelah anestesi spinal atau persalinan cesar). Ambulasi Ibu yang tidak mengalami komplikasi dalam persalinan hampir semua. selalu bangkit segera untuk pergi ke toilet dan mandi. pepes tahu. kudapan (ubi merah). merica. misalnya rokok dan makanan yang merangsang. ikan bandeng goreng. misal : fastfood. melemaskan dan memanjangkan tungkai kaki secara bergantian. urap sayur. rebon. kudapan (donat dan yoghurt). jeruk. semur daging. misalnya makan pagi : nasi. makanan yang mengandung kafein seperti kopi/ coklat berlebihan.Contoh lain. dll. cap cay. softdrink. pepaya. menu makanan ibu menyusui dalam 24 jam. B. ayam goreng. dan menekankan punggung lutut ke permukaan tempat tidur. kebutuhan untuk tetap tinggal di tempat tidur dengan bayi mereka dengan maksud untuk beristirahat dan masa penyembuhan setelah persalinan. serta bersikap rileks. dan yang mengandung nikotin. Mereka mungkin membutuhkan seseorang untuk membantu. sayur nangka. rempeyek. makanan yang kurang bergizi. seperti : cabe . Ambulansi akan tertunda pada wanita yang mendapat anastesi epidural sampai rasa/sensasi kembali dan mereka akan membutuhkan pertolongan yang lebih besar.

asal dilakukan dengan hati-hati. Satu dua langkah pertama bisa terasa tidak nyaman. . Pertama-tama duduk dulu. sementara itu wanita itu harus dikurung di tempat tidur. 2) Belajar berjalan Berjalan-jalan akan memperbaiki ketegangan otot dan aliran darah ke jaringan tubuh. Jika dokter tidak secara khusus meminta ibu menunggu hingga delapan jam setelah bersalin atau jika ibu merasa sudah cukup kuat dan tidak pening. geserkan kaki ke sisi ranjang dan biarkan kaki menggantung sebentar. b. Mempercepat kebangkitan dari tempat tidur justru menolong ibu cepat pulih. Jika ibu merasa pening. bidan harus segera mengenalinya. tidak ada salahnnya mencoba. hangat. Setelah itu. Berikut ini langkah-langkah saat ibu mencoba untuk turun dari tempat tidur.Jika sebuah thrombus dicurigai (terbukti adanya tanda-tanda Homan. sebagai berikut : 1) Belajar turun dari tempat tidur Ada pendapat dan mitos bahwa turun dari tempat tidur secepatnya setelah bersalin dapat menurunkan rahim. Jika terasa sakit pada daerah perineum. istirahat sejenak sebelum melangkah kembali. Stabilkan diri beberapa menit sebelum melangkah. Langkah atau proses ambulasi ibu nifas dilakukan secara bertahap. Dengan tubuh ditahan tangan. Kegiatan ini pun mempercepat pengaliran lochea (cairan bercampur darah yang keluar dari dalam rahim sewaktu rahim mengalami penyusutan). Berdirilah setegak mungkin. Berjalanlah perlahan-lahan terlebih dahulu. meskipun ibu tergoda untuk membungkukkan badan. a. perlahan-lahan ibu akan berdiri dengan bantuan orang lain dan tangan yang masih berpegangan pada ranjang. duduklah kembali.. merah atau lembut di daerah betis yang dicurigai). maka tungkai yang sakit dinaikkan di atas bantal. dan sebaiknya dirujuk. Ibu yang segera menggerakkan ototnya setelah menjalani persalinan umumnya akan merasa lebih sehat. d. c.

Bila ibu ternyata tidak mampu untuk berkemih secara spontan. 2000). Selama kehamilan terjadi peningkatan cairan extraseluler 50%. lakukan ambulansi sedini mungkin. Mengalirkan air ke dalam bak. Ini terjadi karena volume darah ekstra yang dibutuhkan waktu hamil tidak diperlukan lagi setelah persalinan (sirkulasi darah ke bayi sewaktu hamil terputus ketika bayi dilahirkan). C. Jus crainberry seringkali dianjurkan sebagai pencegahan terhadap infeksi saluran kemih (Perawatan Maternitas.Ambulansi sangat bervariasi. atau memasukkan tangan ibu ke dalam air hangat dapat merangsang untuk buang air kecil. Eliminasi 1) Buang Air Kecil (BAK) Kebanyakan ibu post partum dapat berkemih secara spontan dalam 8 jam setelah melahirkan. Ini berguna untuk memperlancar sirkulasi darah dan mengeluarkan cairan vagina (lochea). ibu perlu belajar berkemih secara spontan setelah melahirkan. Untuk itu sebaiknya ibu tidak menahan buang air kecil ketika ada rasa sakit pada jahitannya. Jika tidak ada kelainan. Pada ibu post partum. yaitu dua jam setelah persalinan normal. atau sembuhnya luka (jika ada luka). nifas. pengeluaran air seni (urin) ini akan meningkat pada 24-48 jam pertama sampai sekitar hari ke-5 pasca postpartum. Anjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemihnya sesegera mungkin. Volume paling kecil yang diharapkan pada setiap buang air adalah 150 ml. Akibatnya. Prioritas pertama adalah membantu ibu untuk ke kamar mandi atau membantu dengan pispot bila ia tidak mampu berjalan. timbul gangguan pada kontraksi rahim sehingga pengeluaran cairan vagina menjadi tidak lancar. Menahan buang air kecil akan menyebabkan terjadinya bendungan urin. Namun pemasangan kateter . Setelah melahirkan cairan ini dieliminasi sebagai urin. Oleh karena itu. Urin tambahan (residu) harus dikeluarkan pula. Biasanya ibu pasca postpartum takut untuk mengeluarkan urin karena trauma pasca persalinan pada perineumnya (ada jahitan). tergantung pada komplikasi persalinan. pemasangan kateter mungkin diperlukan.

Melakukan kembali kegiatan makan dan ambulasi secara teratur biasanya cukup membantu untuk mencapai regulasi BAB. pakaian yang agak longgar di daerah dada sangat dianjurkan untuk menjaga agar payudara tidak . Jika sampai hari ketiga belum bisa buang air besar. Kebersihan Diri Menjaga kebersihan diri pasca postpartum secara keseluruhan merupakan hal yang harus diperhatikan Kebersihan diri ibu membantu mengurangi sumber infeksi dan meningkatkan perasaan kesejahteraannya. Dengan menggunakan air yang bersih. untuk menghindari terjadinya infeksi saluran kencing. Sebaiknya. atau karena ada haemorrhoid (wasir). Sebaiknya pakaian terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat. Sediakan pembalut dan pakaian bersih. D. Ini sangat penting untuk menghindari gangguan pada kontraksi uterus yang dapat menghambat pengeluaran cairan vagina. Sulit buang air besar (konstipasi) ini pula dapat terjadi karena ketakutan akan rasa sakit. Produksi keringat yang tinggi berguna untuk menghilangkan ekstra volume darah saat hamil. bantu ibu untuk mandi. dan obat-obatan analgesik selama persalinan.ini harus memperhatikan pencegahan infeksinya (kesterilan alat). bisa digunakan supositoria sebagai alternative untuk mengeluarkan feses yang ada. pada hari kedua pasca postpartum ibu sudah bisa buang air besar. 2) Buang Air Besar (BAB) Buang air besar (BAB) biasanya tertunda selama 2 sampai 3 hari setelah melahirkan karena diit cairan. Segera setelah ibu cukup kuat untuk berjalan. Kesulitan ini dapat dibantu dengan mobilisasi dini. dan sangat dianjurkan asupan cairan yang adekuat sehingga nantinya dapat buang air besar secara lancar. pelunak feses seperti dokusat atau laktasif bulk yang beraksi lokal pada usus lebih disukai daripada makanan laktasif (pelunak feses yang dikonsumsi secara oral). dan terakhir perinium. Bagi ibu menyusui. instruksikan padanya untuk mencuci puting susunya pertama kali kemudian tubuh. karena produksi keringat pasca postpartum menjadi banyak (sama halnya dengan pengeluaran urin yang bertambah banyak). mengkonsumsi makanan tinggi serat. Sebaiknya. takut jahitannya terbuka.

1) Kebersihan Rambut Setelah bayi lahir. Meskipun demikian. Oleh karena itu untuk menanggulangi permasalahan diatas perlu dilakukan upaya preventif dan promotif dalam meningkatkan penggunaan ASI dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara ibu menyusui. Demikian juga dengan pakaian dalam. Usahakan untuk mandi lebih sering dan jaga agar kulit tetap dalam keadaan kering. ibu mungkin akan mengalami kerontokan rambut akibat gangguan perubahan hormon yang cukup drastis sehingga keadaannya menjadi lebih tipis dibandingkan keadaan normal. gizi. kebanyakan akan pulih kembali setelah beberapa bulan. dan tangan ibu. Oleh karena itu. kaki. keadaan ini memberikan dampak negatif terhadap status kesehatan. 3) Perawatan Payudara Mengingat banyak terjadi perubahan perilaku dalam masyarakat khususnya ibu – ibu yang cenderung menolak menyusui bayinya sendiri terutama pada ibu – ibu yang bekerja dengan alasan air susunya hanya sedikit atau tidak keluar sama sekali. sehingga membantu pengeluaran ASI secara lancar. Hindari penggunaan pengering rambut. Mencuci rambut dengan conditioner yang cukup lalu sisir rambut menggunakan sisir yang lembut akan cukup membantu keadaan rambut seperti ini. Jumlah dan lamanya kerontokan berbeda-beda antara satu wanita dengan wanita yang lainnya. betis. hindari pemakaian yang terlalu ketat agar tidak terjadi iritasi pada daerah sekitarnya akibat lochea. . Perawatan payudara adalah suatu cara yang dilakukan untuk merawat payudara agar air susu keluar dengan lancar. 2) Kebersihan Kulit Setelah persalinan ekstra cairan tubuh yang dibutuhkan saat hamil akan dikeluarkan kembali melalui air seni dan keringat untuk menghilangkan pembengkakan pada wajah. serta tingkat kecerdasan anak.tertekan dan tetap dalam keadaan kering. dalam minggu-minggu pertama setelah melahirkan ibu akan merasakan jumlah keringat yang lebih banyak dari biasanya.

prosedur yang disarankan adalah sebagai berikut. Sebaiknya setiap ibu menyusui melakukan secara rutin minimal sekali sehari pada saat menjelang mandi. Lakukan dari arah depan ke belakang. kebersihan. b. Menjaga kebersihan payudara. serta mencegah terjadinya bendungan ASI. terutama kebesihan puting susu agar terhindar dari infeksi. Mencegah kontaminasi dengan rektum b. 4) Perawatan perineum dan luka operasi Biasanya setelah melahirkan. Sebaiknya jaga kebersihannya dengan mencucinya menggunakan sabun dan air bersih. Menangani secara lembut pada jaringan yang terkena trauma c. Persiapan psikis ibu menyusui. Membersihkan semua kotoran yang dapat menjadi sumber bakteri dan bau Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini. Selanjutnya keringkan sebelum memakai pembalut. c. Memperlancar sirkulasi/aliran darah dan merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi dan pengeluaran ASI lancar. d. sebagai berikut: a. Mengganti pembalut sekurang-kurangnya dua kali sehari. Perawatan khusus perineal bagi wanita setelah melahirkan anak mengurangi rasa ketidaknyamanan. mencegah infeksi. Walaupun prosedurnya bervariasi dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Perawatan payudara pada ibu nifas dapat dimulai sesegera mungkin setelah melahirkan pada saat di rumah sakit dan selanjutnya dilakukan secara rutin di rumah. daerah perineum akan menjadi agak bengkak/memar dan mungkin ada bekas luka jahitan bekas robekan atau karena episiotomi. e. dan bagian anus dibersihkan terakhir.Perawatan payudara secara rutin dapat memberikan manfaat sebagai berikut : a. Mengetahui secara dini kelainan puting susu dan melakukan usaha-usaha untuk mengatasinya. dan meningkatkan penyembuhan. . prinsip-prinsip dasarnya adalah universal. Melunakkan serta memperbaiki bentuk puting susu sehingga bayi dapat menyusu dengan baik.

Semprotkan keseluruhan perineum dengan air e.Bidan mengajarkan ibu untuk : a. Pasang pembalut dari depan ke belakang g. Istirahat Ini sangatlah penting bahwa ibu pasca melahirkan harus mendapatkan istirahat dan tidur yang mencukupi. Dengarkanlah lagu-lagu klasik pada saat ibu dan bayi sedang beristirahat untuk menghilangkan rasa tegang dan lelah.dan bernanah. Cuci kembali tangan Untuk ibu pasca operasi. Selain itu. Membuang pembalut yang sudah penuh dengan gerakan ke bawah mengarah ke rektum dan letakkan pembalut tersebut ke dalam kantung plastik c. jaga kebersihan dan kesterilan luka operasi setiap ganti balutan. Istirahat yang cukup dan tidur dalam keadaan yang tenang adalah hal yang sangat diperlukan sekali dalam proses penyembuhan dan rata-rata ini diperlukan selama masa nifas. panas. usahakan ibu untuk dapat rileks dan beristirahat yang cukup. Perhatikan pula apakah ada tanda-tanda infeksi. Hal ini memungkinkan wanita tersebut untuk dapat mengatasi stress secara fisik . terutama saat bayi sedang tidur. merah. jaga agar tetap dalam keadaan kering. Jangan segan untuk meminta pertolongan suami dan keluarga jika ibu merasa lelah. Ini merupakan hal yang sangat penting bahwa ibu pasca melahirkan harus mendapatkan cukup banyak istirahat dan tidur sesuai dengan kebutuhannya. Mead Bennet (1990) mengatakan bahwa ”kurangnya tidur pada masa postpartum mempunyai implikasi tertentu terhadap interaksi ibu dan bayi” Setelah menghadapi ketegangan dan kelelahan saat melahirkan. Keringkan perineum dengan menggunakan tisu dari arah depan ke belakang f. apakah dalam keadaan baik atau terbuka. Berkemih dan BAB ke toilet d. seperti pembengkakan. Mencuci tangannya b. Kebutuhan istirahat selama periode post partum sangat penting baik untuk kesehatan ibu maupun perawatan bayinya. Perhatikan kondisi jahitan. E.

Pengembalian kesehatan seperti keadaan semula memerlukan waktu yang lama. Seksualitas Periode nifas diseluruh negara dengan budaya timur tidak terlepas dari tabu dan larangan-larangan seksualitas tetapi lain halnya dengan budaya barat. Hal ini dapat membantunya untuk membangun ketabahan secara psikologis dan stamina fisiknya. . Di periode ini banyak anjuran-anjuran yang berisi larangan-larangan atau pantangan-pantangan bagi pasangan yang akan melanjutkan aktivitas seksualnya. Hal ini disebabkan oleh tiga faktor penting. oleh karena itu ibu harus dengan baik menggunakan waktu tidur dan waktu istirahatnya dengan optimal. proses penyembuhan akan berlangsung lambat (menurun). Namun sedikit sekali evidence yang mendukung hal ini. dengan semua kegembiraan atas kelahiran sang bayi dan para tamu yang datang serta perubahan peran yang baru bagi ibu. F. Istirahat dan tidur juga merupakan unsur-unsur yang sangat penting dalam kesuksesan pemberian ASI. Hal ini bisa diatasi dengan konsultasi kepada dokter untuk pemberian analgetik yang adekuat sesuai kondisi yang memungkinkannya.maupun psikologis yang dia dapatkan selama persalinan dan ini pula dapat membantu untuk meningkatkan usaha penyembuhan. ini tidak selalu mudah untuk dapat beristirahat dan tidur dengan tenang. 2) Bahayanya organ reproduktif (luka bekas jahitan episiotomi yang tidak bisa dihilangkan). atau payudara yang membengkak sehingga mengganggu kenyamanan saat istirahat. Tapi sedikit sekali bukti/evidence tentang hal ini. Ibu juga masih merasa kesakitan seperti perineum yang terasa nyeri. contohnya : masuknya organisme ke dalam vagina yang ditularkan/dibawa melalui penis (penetrasi). contohnya : berperilaku kasar pada saat melakukan hubungan seksual dengan tidak memperhatikan luka bekas jahitan episiotomi tsb. Istirahat dan tidur ini merupakan hal yang cukup penting bagi ibu di masa nifas. Bagaimanapun. yaitu : 1) Aktivitas seksual di periode ini rentan terhadap ancaman infeksi. haemoroid. Jika ibu dalam keadaan mental yang depresi atau keadaan fisik yang sakit.

3) Larangan atau pantangan dari budaya. Adapun waktu yang baik untuk berhubungan seksual menurut dr.dll. Kecemasan akan menghambat proses perangsangan sehingga produksi cairan pelumas pada dinding vagina akan terhambat. saling memuji. setelah melahirkan ibu-ibu sering mengkonsumsi jamu-jamu tertentu. Akibatnya akan terasa nyeri dan . Gangguan seperti ini disebut dyspareunia atau rasa nyeri waktu senggama. Cairan pelumas yang minim akan berakibat gesekan penis dan dinding vagina tidak terjadi dengan lembut dengan kata lain gesekan penis dapat melukai dinding vagina. Misalnya mengekspresikan kasih sayang dengan : berciuman. Hubungan seksual yang memuaskan memerlukan suasana hati yang tenang. Banyak cara-cara signifikan lain untuk mengekspresikan dan mengembalikan gairah seksual ibu nifas. Yang terpenting dari hal ini adalah rasa cinta dan kasih sayang serta dukungan. Batasan waktu 6 minggu didasarkan atas pemikiran pada masa itu semua luka akibat persalinan. Contohnya : menghilangkan/membersihkan darah partus sangat dilarang/dipantang oleh agama dan budaya. Novitasari adalah setelah 6 minggu persalinan. Jamu-jamu ini mengandung zat-zat yang memiliki sifat astingents yang berakibat menghambat produksi cairan pelumas pada vagina saat seorang wanita terangsang seksual. Seksualitas tidak hanya diekspresikan melalui koitus/bersenggama. Bila suatu persalinan dipastikan tidak ada luka atau robekan jaringan. adat-istiadat/kebiasaan. 2) Jaringan baru yang terbentuk karena proses penyembuhan luka guntingan jalan lahir/episiotomi masih sensitif. dan agama serta kepercayaan masyarakat setempat. yaitu: 1) Sesuai tradisi. 3) Faktor psikologis yaitu kecemasan yang berlebihan turut berperan. berpelukan. Meskipun hubungan telah boleh dilakukan setelah minggu ke-6. adakalanya ibu-ibu tertentu mengeluh hubungan masih terasa sakit atau nyeri meskipun telah beberapa bulan proses persalinan. bermesra-mesraan. termasuk luka episiotomi (guntingan untuk memperlebar jalan lahir) dan luka bekas sectio cesarean (operasi persalinan) biasanya telah sembuh dengan baik. Pada kasus semacam ini ada beberapa kemungkinan yang bisa menjadi penyebab.

fisik. laserasi. dan psikologis ibu. jaringan parut akibat SC (operasi saesar). hubungan seks telah boleh dilakukan 3-4 minggu setelah proses persalinan itu. emosional. fisiologis. Budaya ini termasuk prosedur-prosedur seperti asuhan postnatal dan kunjungan bidan komunitas ke masyarakat langsung. 3) Faktor Emosional Faktor emosional dapat dirasakan oleh ibu nifas maupun suami/pasangannya. 4) Bila suatu persalinan dipastikan tidak ada luka atau robekan jaringan. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah : a. dan faktor kontekstual. vagina terlalu lembek. Budaya dari lembaga masyarakat/institusi berperan sebagai ”pandangan/anggapan” dari lembaga masyarakat/institusi (Foucault. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah ritual/kebiasaan/budaya. hemoroid. kebiasaan dan agama/kepercayaan masyarakat setempat. laserasi mukosa halus vagina sekitar klitoris dan labia minora. perlukaan pada nipple. Hal ini sangat berpengaruh karena masyarakat merupakan lingkungan sosial yang sangat penting setelah keluarga. adat istiadat. sosial. infeksi monoliasis. Faktor ketidakpuasan kehidupan seksual pasangan sebelum kehamilan yang akhirnya memanjang/berlarut-larut sehingga tidak dapat diatasi dan . Kondisi inilah yang menyebabkan rasa sakit. 1973). dan religi/kepercayaan Faktor ritual terjadi pada saat masyarakat secara kuat berfokus pada tubuh wanita. karena banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Untuk beberapa pasangan mengembalikan keharmonisan hubungan seksual setelah periode postnatal/kelahiran bayi bukanlah hal yang dianggap masalah. diantaranya adalah : kekendoran vagina. 1) Faktor ritual/adat-istiadat/budaya. Faktor-faktor/masalah-masalah tersebut bisa mempengaruhi libido/gairah seksual seseorang. dan peningkatan prolaktin. Asuhan dan konseling mengenai seksualitas dari bidan harus sesuai dengan budaya. luka jahitan episiotomi.tidak jarang akan ada luka lecet baik pada dinding vagina maupun kulit penis suami. Tapi walau bagaimana pun anggapan/hal itu salah. perubahan emosional dipengaruhi oleh adanya perubahan-perubahan anatomis. 2) Faktor Fisik Faktor fisik dapat mengurangi aktivitas seksual. luka memar pada vagina.

dll). Hal-hal tersebut dapat mengakibatkan baby blues syndrome. robekan vagina yang diepisiotomi. Pada beberapa wanita badan yang melar/gemuk atau perut yang buncit membuatnya malu dan khawatir suaminya tidak tertarik dan kurang bergairah untuk berhubungan seksual dengannya. dukungan dari keluarga miskin. kematian bayi. Ia khawatir suaminya tidak tertarik dan kurang bergairah untuk berhubungan seksual dengannya. Masalah seksual bisa berhubungan dengan depresi postnatal dan satu dari sepuluh wanita mengunjungi klinik psikiatrik postnatal yang menderita/mengidap disfungsi seksual (Hesford and Bhanji. Adanya distress atau depresi karena perubahan fisik yang terjadi pada ibu postpartum. Misalnya istri/suami berhubungan seksual dengan atau tanpa merasakan klimaks dan kenikmatan seksualnya.  Adanya rasa sakit pada saat persalinan (sakit karena partus lama/macet. diantaranya :  Tubuh ibu yang menjadi melar/gemuk setelah melahirkan. Ibu merasakan distress/depresi karena ia berpikir hal tersebut akan menambah buruknya postur dan keadaan tubuh.  Adanya striae gravidarum (guratan perut). Jika ini dihubungkan dengan faktor sosial yang merugikan seperti rumah kumuh. yang selanjutnya akan mengakibatkan kelelahan dan depresi serta penurunan libido.dll. b. Masalah tersebut dapat mengakibatkan disfungsi seksual pada ibu nifas.diselesaikan solusinya. tidak ada uang. bahkan psikosis postpartum. misalnya striae albicans (guratan putih di daerah abdomen). depresi postpartum. Disfungsi seksual bisa menyebabkan lemah syahwat maupun penurunan gairah seksual pada ibu maupun suami/pasangannya. bayi yang rewel. 1986). 4) Faktor Sosial Merawat bayi baru lahir memerlukan persyaratan dan merupakan pekerjaan yang sangat melelahkan sehingga bisa menyebabkan penurunan gairah/hasrat seksual. .ketidaksiapan menjadi seorang ibu.

Peningkatan kadar prolaktin bisa menimbulkan kontraksi yang mempengaruhi estrogen. Pemberian ASI sangat memuaskan untuk beberapa wanita dan mereka mempunyai hubungan spesial dan ikatan bayi yang kuat dengan bayi mereka pada waktu ini. Mereka dapat memberikan akomodasi atau mereka mungkin mempunyai anak kecil yang baru bisa berjalan dan anak-anak kecil yang membutuhkan perhatian sepanjang waktu baik pada waktu siang dan malam hari. Beberapa pasangan ada yang tertidur dan ada juga pasangan yang bergantian untuk tidur. 6) Pemberian ASI Pemberian ASI tidak selalu berefek pada kegiatan seksual. Ini menjadi suatu hal yang sangat penting dimana mereka bisa menerima dan metode kontrasepsi efektif. Disana mungkin remaja-remaja di rumah presensi/pilihan merupakan faktor penghambat. Sebaliknya. menurut mitos ini bukan nafsu birahi. Kemudian tentu saja ada bayi. Jika itu air mengandung gel lubrikasi bisa dianjurkan. pasangan akan . Orgasme bisa merangsang pengeluaran ASI dan beberapa pasangan menemukan kemajuan permainan cinta mereka (berhubungan seksual) ketika pasangan/suami menemukan puting. 7) Kontrasepsi Kecemasan/kegelisahan/keinginan adalah faktor penting karena masalahmasalah seksual dan kecemasan bahwa pasangan yang subur berprospek pada kehamilan. tetapi tidak selalu disebabkan karena kekeringan vagina. meskipun ada kesamaan fisik di uterus yang disebabkan oleh kontraksi dengan produksi oksitosin. Bidan atau tenaga kesehatan lainnya akan memberikan anjuran di periode postnatal dan tenaga kesehatan lainnya mungkin menyiapkan keluarga kecil bahagia. Jika tidak. Ini adalah ide yang bagus jika pasangan berbesar hati untuk secara aktif membuat waktu dan ruang/tempat untuk diri mereka sendiri di waktu ini. Banyak pasangan merasakan kelelahan di awal minggu karena tuntutan dari bayi dan ini lebih terasa jika bayinya rewel.5) Faktor Konstektual Beberapa pasangan mempunyai sedikit atau tidak mempunyai privasi.

. tetapi melewati proses.merujuk pada klinik KB terdekat. 8) mengembalikan kerampingan tubuh. Setelah melahirkan. terutama di kaki. 7) mempertahankan postur tubuh yang baik. G. seperti sebelum hamil sehingga terhindar dari segala perasaan yang kurang nyaman. 4) menghindari pembengkakan pada pergelangan kaki 5) mencegah kesulitan buang air besar dan buang air kecil. 2) meningkatkan ketenangan dan memperlancar sirkulasi darah. 9) membantu kelancaran pengeluaran ASI Senam nifas dapat dilakukan setelah enam jam persalinan. untuk mengembalikan ke kondisi semula diperlukan suatu senam yang dikenal dengan nama senam nifas. terutama otot rahim dan perut. Senam Nifas Pada saat hamil. beberapa otot mengalami penguluran. Senam nifas memberikan latihan gerak secepat mungkin agar otot-otot yang mengalami penguluran selama kehamilan dan persalinan kembali normal. Oleh karena itu. Berikut ini beberapa tujuan/manfaat dilakukannya selama nifas : 1) memperbaiki elastisitas otot-otot yang telah mengalami penguluran. Alternatifnya alamat klinik terdekat bisa ditemukan pada buku telepon. 6) mengembalikan rahim pada posisi semula. rahim tidak secara cepat kembali seperti semula. 3) mencegah pembuluh darah yang menonjol.

14th edition. dkk. Manuaba. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Hanifa. F. Graw Hill Publishing Division. Varney. Sinopsis Obstetri . Ida Ayu. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Williams Obstetrics. Mayes’ Midwifery: ATextbook for Midwives. Varney’s Midwifery.DAFTAR PUSTAKA Bahiyarun. Ilmu Kebidanan. et al. Hellen. 2009. Mc. Saifuddin Abdul Bari. Obstetri Fisiologi. dkk. London. 2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas Normal. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Mochtar. Fraser. 2009. et al. Jakarta : EGC. Diane & Cooper. Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Handerson. . UK. Obstetri Patologi. Wiknjosastro. 4th edition. UK. 2002. 23rd edition. 14th edition. 2005. Rustam. Margaret. Edisi 2. et al. Jakarta : EGC. New York. 2010. Christine & Macdonald Susan. 2009. London. 2011. Ilmu Kebidanan. 1998. Nottingham. Myles’ Textbook for Midwives . Cunningham. Jakarta : EGC. UK.

terutama kebersihan puting susu agar terhindar dari infeksi. Mengkakukan bentuk puting susu sehingga bayi tidak dapat menyusu dengan baik. Kebutuhan wanita dewasa (2. serta mencegah terjadinya bendungan ASI.SOAL/EVALUASI 1. 24 jam setelah melahirkan d. 48 jam setelah melahirkan Jawaban : A 3. Kebutuhan nutrisi ibu nifas yang menyusui bayinya selama 6 bulan pertama adalah 2900 kkal setiap harinya. jumlah ini diambil dari nilai : a.200 kkal) yang ditambah dengan tambahan kalori untuk ibu menyusui sebesar 500 kalori.200 kkal) yang ditambah dengan tambahan kalori untuk ibu menyusui sebesar 700 kalori. c. b. . b. 36 jam setelah melahirkan e.100 kkal) yang ditambah dengan tambahan kalori untuk ibu menyusui sebesar 800 kalori. Kebutuhan wanita dewasa (2.000 kkal) yang ditambah dengan tambahan kalori untuk ibu menyusui sebesar 700 kalori. Kebanyakan ibu post partum dapat berkemih secara spontan dalam waktu : a. Jawaban : C 2. d. e. Kebutuhan wanita dewasa (2.000 kkal) yang ditambah dengan tambahan kalori untuk ibu menyusui sebesar 900 kalori. c. Kebutuhan wanita dewasa (2. Perawatan payudara secara rutin dapat memberikan manfaat berikut. Menjaga kebersihan payudara. 12 jam setelah melahirkan c. kecuali : a. 8 jam setelah melahirkan b. Memperlancar sirkulasi/aliran darah dan merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi dan pengeluaran ASI lancar. Kebutuhan wanita dewasa (2.

Mencegah pembuluh darah yang menonjol. Novitasari adalah setelah : o 6 jam persalinan o 6 hari persalinan o 6 minggu persalinan o 6 bulan persalinan o 6 tahun persalinan Jawaban : C 5. d. b. Waktu yang baik untuk berhubungan seksual menurut dr. Meningkatkan ketenangan dan memperlancar sirkulasi darah. e. Menghambat kelancaran pengeluaran ASI Jawaban : E . kecuali : a. Mencegah kesulitan buang air besar dan buang air kecil. Mempertahankan postur tubuh yang baik. Berikut ini beberapa manfaat dari dilakukannya senam nifas. Mengetahui secara dini kelainan puting susu dan melakukan usaha-usaha untuk mengatasinya. terutama di kaki. Persiapan psikis ibu menyusui. Jawaban : B 4. e.d. c.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->