Pengertian Muslim, Mu'min dan Muttaqin Seorang muslim artinya orang yang telah berpasrah diri, dalam hal

ini berpasrah kepada Tuhan, tetapi dalam rangking manusia berkualitas, seorang yang baru pada tingkat muslim berada pada tingkatan terendah. Karakteristik seorang muslim adalah seorang yang telah meyakini supremasi kebenaran, berusaha untuk mengikuti jalan kebenaran itu, tetapi dalam praktek ia belum tangguh karena ia masih suka melupakan hal-hal yang kecil. Sedangkan seorang yang sudah mencapai kualitas mukmin adalah seorang muslim yang sudah istiqamah atau konsisten dalam berpegang kepada nilai-nilai kebenaran, sampai kepada hal-hal yang kecil. Dalam hadis Nabi disebutkan bahwa iman itu mempunyai tujuhpuluh cabang, artinya indikator seorang mu'min itu ada tujuhpuluh variabel. Di antara tujuhpuluh indikator itu antara lain; (1) seorang mukmin hanya berbicara yang baik, (2) jika mendapati sesuatu yang mengganggu orang lewat ketika ia melewati suatu jalan maka ia tidak akan meneruskan perjalanannya sebelum menyingkirkan sesuatu yang mengganggu itu, (3) merasa sependeritaan dengan mukmin yang lain, dan sebagainya. Sedangkan Muttaqin adalah orang mukmin yang telah menjiwai nilai-nilai kebenaran dan allergi terhadap kebatilan. Seorang muttaqin adalah orang yang setiap perbuatannya sudah merupakan perwujudan dari komitmen iman dan moralnya yang tinggi. Menurut Fazlur Rahman, takwa adalah aksi moral yang integral.

Pengertian Kafir
Secara bahasa, kafir berasal dari kata kufur, artinya menutupi kebenaran, melanggar kebenaran yang telah diketahui dan tidak berterima kasih. Kata jamak dari kafir adalah kaafiruun atau kuffar. Kata kafir atau derivasinya (kata jadiannya) disebutkan 525 kali dalam Al Qur’an. Semuanya mengacu pada perbuatan mengingkari Allah SWT. Seperti mengingkari nikmat Allah SWT ( Qs. An-Nahl 16:44, Ar-Rum 30: 34), membangkang hukum-hukum Allah SWT ( QS. Al Maidah 5: 44), meninggalkan amal saleh yang diperintahkan Allah SWT ( QS. Ar-Rum 30: 44). Kalau kita cermati, arti kafir yang paling dominan disebutkan dalam Al Qur’an adalah pengingkaran terhadap Allah dan Rasul-Nya, khususnya Muhammad Shallallhu ‘alaihi wa sallam berikut risalah yang dibawanya. Istilah kafir dalam pengertian yang terakhir ini, pertama kali digunakan dalam al Qur’an untuk menyebut para kafir Mekah ( QS. Al Mudatstsir 74: 10). Jadi, orang kafir yaitu mereka yang menolak, menentang, mendustakan, mengingkari dan bahkan anti kebenaran. Seseorang disebut kafir apabila melihat sinar kebenaran, ia akan memejamkan mata. Apabila mendengar ajakan kebenaran, ia menutupi telinganya. Ia tidak mau mempertimbangkan dalil apapun yang disampaikan padanya dan tidak bersedia tunduk pada sebuah argumen meski telah mengusik nuraninya.
(Sumber: Tafsir Al Qur’an Kontemporer, Juz Amma Jilid I, Aam Amirud

bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”. Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai. dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. karena itu mereka tidak dapat mengerti. Nabi Muhammad SAW mengatakan : ”Tanda orang-orang munafik itu ada tiga keadaan.م ناف ق‬plural munāfiqūn) adalah terminologi dalam Islam untuk merujuk pada mereka yang berpura-pura mengikuti ajaran agama namun sebenarnya tidak mengakuinya dalam hatinya. Pertama. mereka berkata: “Kami mengakui." QS (63:1-3) (1) Apabila orang-orang munafik datang kepadamu. apabila diberikan amanah (kepercayaan) ia mengkhianatinya” (HR. Ciri-ciri orang munafik Berdasarkan hadits. Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman. dari bahasa Arab: ‫ .Pengertian "Munafik dan Sombong" dalam Islam Munafiq : Perbuatan Yang Sangat dicela Islam Munāfiq atau Munafik (kata benda. Terminologi munafik dalam Al Qur’an "Dalam Al Qur’an terminologi ini merujuk pada mereka yang tidak beriman namun berpurapura beriman. apabila berkata-kata ia berdusta. Firman Allah SWT: "Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya Telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut [312]. Ketiga. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya. Kedua. padahal mereka Telah diperintah mengingkari thaghut itu. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan. lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Bukhari dan Muslim”). apabila berjanji ia mengingkari. kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati. dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) .

Nabi lalu memutuskan bahwa yang menang dalam perkara tersebut adalah orang Yahudi itu. Ada juga menyatakan ayat itu turun berkenaan dengan yang lain. yakni tidak berwala kepadanya. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa firman Allah SWT di atas merupakan penolakan Allah SWT terhadap sikap orang munafik yang mengklaim bahwa mereka beriman kepada hukum yang diturunkan oleh Allah kepada Rasul-Nya dan para Nabi terdahulu.penyesatan yang sejauh-jauhnya. Sedangkan orang Yahudi itu justru mengajak kepada Nabi saw. Inilah yang dimaksud dengan thagut di sini. Lalu Umar membunuhnya. Yahudi berkata: antara aku dan anda adalah Muhammad. Oleh karena itu. Allah SWT berfirman: “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya Telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut”. niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. dan orang Yahudi itu menceritakan semua kejadian itu kepadanya. Dan setan hendak menyesatkan mereka dengan kesesatan yang jauh dari kebenaran. orang munafik itu mengajak kepada gembong Yahudi Ka’ab bin Al Asyraf untuk menghukumi masalah keduanya. Orang munafik itu ingin berhukum untuk memutuskan berbagai perselisihan dengan selain kitabullah dan sunnah Rasul-Nya. Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah Telah turunkan dan kepada hukum Rasul”. Lalu Umar bin Khaththab r. Lalu keduanya mendatangi Umar bin Khaththab r. Imam Ibnu Katsir menerangkan bahwa sebab turunnya ayat ini adalah tentang seorang dari kalangan Anshar dan seorang dari kalangan Yahudi bersengketa. Ada yang mengatakan ayat tersebut turun berkenaan dengan sekelompok kaum munafik berhukum kepada hukum jahiliyah.a. bertanya kepada orang munafik: Apakah benar demikian? Orang munafik itu menyatakan benar. Sedangkan orang Anshar itu berkata: anatara aku dan engkau adalah Ka’ab bin Al Asyraf. Namun ayat itu bersifat lebih umum dari semua itu. Ini merupakan celaan terhadap orang yang mengganti Kitabullah dan As Sunnah lalu berhukum kepada selain keduanya yang batil tentunya.a. Padahal mereka telah diperintahkan untuk mengkufuri dia. tatkala terjadi perselisihan antara seorang Yahudi dan seorang munafik. Tafsir : Imam Jalalain dalam tafsir Jalalain menerangkan. An Nisa 60-61). Allah SWT berfirman: “Mereka berkehendak untuk berhukum kepada thagut. Lalu keduanya mendatangi beliau saw." (QS. Orang munafik itu tidak rela. Thagut dalam ayat ini menurut tafsir Jalalain adalah Ka’ab bin Al Asyraf. padahal mereka telah diperintahkan untuk mengkufurinya dan setan berkehendak menyesatkan mereka dengan kesesatan . Dan bila dikatakan kepada mereka marilah kalian kepada hukum yang diturunkan Allah dalam Al Quran dan kepada Rasul agar dia menghukum di antara kalian maka engkau akan melihat orang-orang munafik benar-benar menghalang-halangi manusia untuk mendatangi engkau (wahai Rasul) sehingga datang kepada yang lain.

yakni menghalangi orang non muslim untuk berhukum kepada Rasulullah saw. dan Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. yakni menolakmu seperti orang-orang yang takabur. dalam ayat di atas adalah untuk seluruh warga negara. . Ayat di atas mengungkap sikap mereka yang ironis. Sebagaimana penolakan orang-orang musyrik dalam firman-Nya: Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. dan kami patuh”.a. Kenapa terhadap orang non muslim yang menjadi warga negara daulah Islamiyyah diterapkan hukum Allah SWT? Itulah perintah Allah SWT. bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. dan Yahudi Khaibar yang minta keputusan hukum kepada Rasulullah saw. yakni untuk mengatasi persolan di antara sesama kaum muslimin maupun antara kaum muslimin dengan kaum non muslim yang menjadi warga negara daulah Islamiyyah di kota Madinah pada waktu itu. Dan bila dikatakan kepada mereka marilah kepada apa yang diturunkan Alalh dan kepada Rasul maka engkau melihat orang-orang munafik benar-benar menghalangi manusia darimu” Sikap Munafik Menolak Hukum Allah Firman Allah “mereka benar-benar menghalangi manusia darimu”. Al maidah 49).” (QS. Sasaran hukum Allah SWT yang diputuskan oleh Rasulullah saw.yang jauh. dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung. Ka’ab bin al Asyraf. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. “Kami mendengar. Orang-orang munafik menolak hukum-hukum Allah SWT karena sesungguhnya mereka adalah kufur di dalam hatinya walaupun penampilan luarnya muslim. Sebagaimana dalam firman-Nya: "Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. Sikap kaum munafik dan kaum musyrik itu berbeda dari sikap orang-orang mukmin yang dikatakan oleh Allah SWT dalam firman-Nya: "Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin." (QS. maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Luqman 21). supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kata “mereka” dalam ayat di atas maksudnya adalah kaum Yahudi Bani Quraizhah. Ibnu Abbas r. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah). Salah satu sebabnya karena beliau tidak menerima suap dalam mengadili perkara. karena suka menerima suap dalam mengadili perkara. An Nuur 51). Dan Yahudi itu menolak berhukum tokoh Yahudi." (QS. Dan dalam asbabun nuzul dari firman Allah SWT dalam surat An Nisa di atas justru orang Yahudi merasa sreg dengan berhukum kepada Rasulullah saw. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Yahudi Bani Nadlir. tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”…. mereka menjawab: “(Tidak).

masyarakat akan memberi cap kepadanya sebagai orang sombong. atau mungkin tidak mau bergaul. Kamus Besar Bahasa Indonesia versi online membuat batasan tentang sikap ini. seseorang yang di dalam hatinya ada sebijih atom dari sifat sombong”. Dengan tegas. dsb). penggalan redaksinya sebagai berikut : "Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia yang lain” [HR Muslim] Teks-teks lain masih banyak sekali yang bertebaran di Al Quran. Al-Israa : 37] Literatur lain sebagaimana tercantum dalam hadist Nabi Muhammad s. yaitu seperti teks di bawah ini : ta·ka·bur [a] merasa diri mulia (hebat. Salah satu teks literatur menyebutkan dalam Al Quran : “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong. Hadist. Tidak salah memang.w. maupun kumpulan kitab-kitab ulama besar. karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.a.membuat orang ingkar pada kebenaran . ke·ta·ka·bur·an [n] perihal atau sifat takabur. sombong. kesombongan: . pengertian sombong bisa berbeda. sombong adalah penyakit hati yang sangat dibenci Allah. angkuh. Dalam keyakinan yang saya anut.S.com/2010/08/17/page/2/ Manusia-manusia Sombong. Ketika orang tidak mau disapa.Sumber : http://wibowokusuma. ditegur. Kitakah? Pernahkah Anda dibilang sombong oleh orang lain? Jika sudah. namun jika berpedoman pada literatur agama. pengertian sombong menurut persepsi masyarakat lebih ditekankan pada makna “takabur”.” [Q. Allah dan Rasul-Nya mengancam sanksi bagi orang-orang sombong sebagaimana sabda Rasulullah pada lanjutan hadist di atas : “Tidak akan masuk sorga. menyebutkan sombong sebagai pengingkaran terhadap kebenaran. saya pun pernah. Dalam literatur resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia.wordpress. pandai.

Sunan Bonang dari Jawa Timur pernah membuat syair tentang penangkal penyakitpenyakit hati tersebut. mengingkari dan bahkan anti kebenaran. yakni Ainur Rofiq alias Opick (bukan Oppie Andares Pengertian Kafir Secara bahasa. Ar-Rum 30: 34). Belakangan. Riya adalah lawan dari ikhlas. orang kafir yaitu mereka yang menolak. bahkan kita sendiri sebenarnya memiliki bibitbibit kesombongan. meninggalkan amal saleh yang diperintahkan Allah SWT ( QS. Seingat saya waktu pelajaran agama di SMA. di samping kita. strata sosialnya. Aam Amiruddin) Diposkan oleh Tecef di 05:59:00 . baik sadar maupun tidak kita sadari. kafir berasal dari kata kufur. Ar-Rum 30: 44). Seseorang disebut kafir apabila melihat sinar kebenaran. An-Nahl 16:44. Apabila mendengar ajakan kebenaran. yakni menolak kebenaran. Bisa umurnya. pemahaman agamanya. Al Mudatstsir 74: 10). Kata kafir atau derivasinya (kata jadiannya) disebutkan 525 kali dalam Al Qur’an. artinya beramal sekedar untuk pamer. Juz Amma Jilid I. ia akan memejamkan mata. Ia tidak mau mempertimbangkan dalil apapun yang disampaikan padanya dan tidak bersedia tunduk pada sebuah argumen meski telah mengusik nuraninya. artinya menutupi kebenaran. jabatannya. mendustakan. riya. dan sebagainya.Di sekitar kita. dengan kata lain beramal hanya untuk mendapat pujian dan penghargaan dari orang lain. Kata jamak dari kafir adalah kaafiruun atau kuffar. keluarga kita. Semuanya mengacu pada perbuatan mengingkari Allah SWT. membangkang hukum-hukum Allah SWT ( QS. (Sumber: Tafsir Al Qur’an Kontemporer. dan sejenisnya. arti kafir yang paling dominan disebutkan dalam Al Qur’an adalah pengingkaran terhadap Allah dan Rasul-Nya. melanggar kebenaran yang telah diketahui dan tidak berterima kasih. Seperti mengingkari nikmat Allah SWT ( Qs. Al Maidah 5: 44). Kalau kita cermati. apalagi yang datangnya dari orang yang lebih rendah dari kita. berbangga diri. ia menutupi telinganya. Mereka lah yang disebut golongan orang yang merugi. pertama kali digunakan dalam al Qur’an untuk menyebut para kafir Mekah ( QS. Penyakit hati yang lain antara lain : iri. Istilah kafir dalam pengertian yang terakhir ini. Rugi di dunia dan akhirat. khususnya Muhammad Shallallhu ‘alaihi wa sallam berikut risalah yang dibawanya. kedudukannya. sudah capai-capai berusaha tapi tidak ada nilai sama sekali di hadapan Sang Pencipta. dengki. Jadi. menentang. dosa besar yang tidak diampuni. Agama menyebut riya ini sebagai syirik kecil. sombong ini adalah salah satu dari penyakit hati yang sangat merugikan hidup dan kehidupan kita. ujub. Sayang. syair itu didendangkan dengan syahdu oleh musisi reliji mantan penyanyi rock.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful