JUKNIS PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TM, PT, DAN KMTT DI SMA

DAFTAR ISI

A. LATAR BELAKANG B. TUJUAN C. RUANG LINGKUP KEGIATAN D. UNSUR YANG TERLIBAT E. REFERENSI

50 50 50 51 51 51 54 56 57

F. PENGERTIAN DAN KONSEP G. URAIAN PROSEDUR KERJA LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA PENGEMBANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN TM, PT, DAN KMTT LAMPIRAN 2 : INSTRUKSI KERJA PENGEMBANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN TM, PT, DAN ATAU KMTT

LAMPIRAN 3 : CONTOH DESAIN PEMBELAJARAN TM, PT DAN KMTT YANG TERINTEGRASI KE DALAM SILABUS 58

©2010-Direktorat Pembinaan SMA

0

Sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran pada satuan pendidikan. penyusunannya harus disesuaikan dengan kebutuhan. 2. Pernyataan ini mengandung makna bahwa kegiatan belajar diharapkan dapat berlangsung kapan saja dan di mana saja. Penugasan Terstruktur. penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT). dan KMTT sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang telah ditetapkan. antara lain: 1) masih banyak guru yang belum memahami hakikat kegiatan pembelajaran dengan sistem penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. sehingga dalam perencanaan dan pelaksanaanya menyimpang dari ketentuan yang ada. Sistem pembelajaran dengan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi yang dirancang oleh guru sesuai kompetensi yang diharapkan. Kegiatan belajar dengan sistem tatap muka dilaksanakan sesuai dengan jam belajar efektif yang terjadwal yang disusun oleh satuan pendidikan. 50 ©2010-Direktorat Pembinaan SMA . Kenyataan di lapangan menunjukkan adanya beberapa kendala dan masukan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pembelajaran dengan sistem tatap muka. PT. dan 3) masih banyak guru yang belum tahu tempat menuliskan kegiatan pembelajaran dengan sistem penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur tersebut di dalam rencana pembelajaran sangat banyak. B. KTSP memuat komponen-komponen yang berkaitan dengan pembelajaran. C. PT.JUKNIS PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TM. Direktorat Pembinaan SMA melengkapi Panduan Pembelajaran Tatap Muka. Menurut Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. penugasan terstruktur. Salah satu komponen tersebut adalah beban belajar. DAN KMTT DI SMA A. PT. Penugasan wakasek bidang akademik/kurikulum dan guru/MGMP untuk pengembangan kegiatan pembelajaran TM. dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur yang telah ada dengan “Petunjuk Teknis Pengembangan Pembelajaran Tatap Muka. karakteristik. PT dan KMTT. 2) guru masih mengandalkan sistem tatap muka dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan belum mengintegrasikannya dengan sistem penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Berkaitan dengan permasalahan/kendala dan masukan tersebut. Latar Belakang Belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagai akibat interaksi antara seseorang dengan lingkungannya yang dilakukan secara sadar dan berkesinambungan dengan tujuan tertentu. Ruang Lingkup Kegiatan Ruang lingkup petunjuk teknis ini meliputi kegiatan: 1. Tujuan Petunjuk teknis ini disusun dengan tujuan untuk memberikan acuan bagi guru dalam merancang dan mengembangkan kegiatan pembelajaran TM. Kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran melalui ketiga sistem tersebut secara terintegrasi dan dengan pendekatan yang bervariasi sangat berpengaruh terhadap pencapaian kompetensi peserta didik di satuan pendidikan tersebut. karena persepsi mereka berbeda-beda. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur oleh satuan pendidikan. dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur di SMA”. Penyampaian arahan teknis tentang pengembangan kegiatan pembelajaran TM. dan KMTT. beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka (TM). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. dan potensi satuan pendidikan (internal). serta lingkungan setempat. Penugasan Terstruktur. Sebagai kurikulum operasional. dengan atau tanpa adanya interaksi langsung antara pendidik dan peserta didik.

PT. atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. yaitu pengetahuan. BAB II. SMK/SMAK. 2) berkesinambungan dan fungsional. Guru. 3) permanen. 5. 8. Pengembangan draf rancangan kegiatan pembelajaran TM. PT. Penyusunan rencana pengembangan kegiatan pembelajaran TM. dan KMTT yang sudah dicantumkan dalam silabus dan RPP. ©2010-Direktorat Pembinaan SMA 51 . Semua itu dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan 2. Finalisasi hasil revisi rancangan pembelajaran TM. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Stándar Isi. Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka. 4. 7. dan 6) terdiri atas tiga aspek. Wakil kepala SMA bidang akademik/kurikulum. penugasan terstruktur. penugasan terstruktur. 3. D. PT. 4) positif dan aktif. dan KMTT. dan KMTT. Direktorat Pembinaan SMA Jakarta. E. PMPTK. 3. dan KMTT. dan KMTT. PT. 5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas. 3. PT. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan yang memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) perubahan dilakukan secara sadar. Kepala SMA. Penugasan Terstruktur. dan MGMP sekolah. sikap. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. 6.1).4 tentang pengaturan beban belajar. dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. 5) memiliki arah tujuan. Beban belajar untuk SD/MI/SDLB. A. Panduan Pembelajaran Tatap Muka.JUKNIS PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TM. F. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. dan KMTT. PT. Pengertian dan Konsep 1. Referensi 1. SMA/SMLB. yang diterbitkan oleh Ditjen. SMP/MTs/SMPLB. butir B. dan KMTT yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMA. 4. PT. DAN KMTT DI SMA 3. Reviu dan revisi draf rancangan kegiatan pembelajaran TM. dan psikomotor (Panduan Pembelajaran TM. 4. 2. 2. sesuai kebutuhan dan ciri khas masing-masing (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Bab III pasal 10). (2009:7). Penandatanganan dokumen rancangan kegiatan pembelajaran TM. Bab III Pasal 10 yang berkaitan dengan penetapan beban belajar. Penyusunan langkah-langkah kerja pengembangan rancangan kegiatan pembelajaran TM. PT. Unsur yang Terlibat 1. BAB II. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

PT. ©2010-Direktorat Pembinaan SMA 52 . Glosarium butir 16). d. PT. sedangkan untuk PT dan KMTT memanfaatkan 0% . Apersepsi diperlukan untuk penyegaran. PT. 5. 12. 9. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. Strategi ekspositori adalah kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. dan lingkungan (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006. dan percepatan (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut: a.1). c. 13. guru menyiapkan bahanmateri pembelajaran. intake peserta didik. 8. Penugasan terstruktur termasuk kegiatan perbaikan. diskusi kelompok. Glosarium butir 15). dan KMTT yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMA. Glosarium butir 17). dan KMTT. Kegiatan PT dan KMTT merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran TM yang pelaksanaannya dilakukan di luar jam pelajaran. ekplorasi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. b. Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. simulasi (panduan pembelajaran TM. dan Jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan)atau bahan ajar. Preparasi. 11. Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian tingkat kompetensi mata pelajaran atau lintas mata pelajaran atau kemampuan lainnya yang waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik (Peraturan Menteri Pendidikan Nasiona Nomor 22 Tahun 2006. akan tetapi mempertimbangkan kompleksitas materi. daya dukung. sedang yang berpusat pada peserta didik biasanya menggunakan strategi discovery inquiri. ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran (Panduan TM.60% dari waktu kegiatan TM. Namun demikian. e. pengayaan. Karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. dan alokasi waktu.JUKNIS PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TM. 10. Jumlah pesera didik dalam kelas banyak. Alokasi waktu terbatas. materi pembelajaran. BAB II A. Sumber referensi terbatas. b. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. guru. 7. Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian tingkat kompetensi dan atau kemampuan lainnya pada kegiatan TM. Tidak semua KD memerlukan kegiatan PT dan KMTT. c. eksperimen. Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik. PT dan KMTT yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMA Bab II). 4. dengan metode observasi. Beban belajar terdiri atas kegiatan TM. 6. DAN KMTT DI SMA peserta didik (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 lampiran Bab III). Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran yang ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA terdiri atas 45 menit kegiatan TM. Secara umum ada dua pendekatan pembelajaran yaitu berpusat pada guru yang biasanya menggunakan strategi ekspositorik dengan metode ceramah dan tanya jawab. d. dan tanya jawab. Resitasi. diskusi kelas.

15. d. kajian pustaka. d. ekplorasi. e.JUKNIS PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TM. Kepala SMA bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan. observasi lingkungan. eksperimen. alat. Sumber referensi. dan KMTT pada sekolah yang menggunakan sistem paket: No 1 Kegiatan Tatap Muka Strategi variasi strategi ekspositori maupun diskoveri inkuiri Metode ceramah interaktif. Berpusat pada peserta didik Terpadu Memandang peserta didik sebagai manusia yang unik Menerapkan pembelajaran tuntas Pembelajaran berorientasi pemecahan masalah Menggunakan berbagai metode dan multimedia Guru sebagai fasilitator. motivator. 16. B. atau proyek Tidak terjadwal namun dirancang ke dalam silabus dan RPP Tidak terjadwal 19. simulasi. Jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. e. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah. Materi pembelajaran tidak terlalu luas. presentasi. 17. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara. b. Pemetaan strategi. penugasan. c. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi discoveri inquiri adalah sebagai berikut: a. metode dalam kegiatan TM.c butir 6). Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. tanya jawab. 5. dan Alokasi waktu cukup tersedia. e.1). d. eksperimen. c. dan sebagainya (Panduan TM. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi a. PT. b. observasi lingkungan. PT dan KMTT yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMA Bab II). Metode yang digunakan adalah observasi. c. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. b. 18. diskusi kelompok. media. diskusi kelas. ekplorasi. f. dan nara sumber (Panduan pembelajaran TM. 20. PT dan KMTT yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMA. Menganalisis data dan melakukan verifikasi. dan simulasi. DAN KMTT DI SMA 14. Karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. atau proyek Keterangan Terjadwal 2 Penugasan terstruktur diskoveri inkuiri 3 Kegiatan mandiri tidak terstruktur diskoveri inkuiri penugasan. Strategi discoveri inquiri adalah kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. PT. BAB II A. g.2). observasi. Melakukan generalisasi (Panduan pembelajaran TM. PT dan KMTT yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMA. BAB II A. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. diskusi kelompok. demonstrasi. Wakil Kepala SMA Bidang Akademik/Kurikulum bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasiona Nomor 19 ©2010-Direktorat Pembinaan SMA 53 . dan bahan cukup. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data.

b. PT. e. c. Tujuan pengembangan pembelajaran TM.c butir 7. Indikator berguna untuk merancang kegiatan pembelajaran yang diperlukan. dan KMTT Hasil yang diharapkan Ruang lingkup pengembangan Alokasi waktu Unsur-unsur yang terlibat dan uraian tugasnya Alokasi pembiayaan. 22. PT dan KMTT Tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran TM. dan KMTT yang meliputi: a. PT dan KMTT Unsur-unsur yang terlibat dan uraian tugasnya dalam pengembangan pembelajaran TM. G. b. Penyiapan hasil analsis SK/KD Identifikasi Indikator pencapaian untuk penentukan jenis kegiatan pembelajaran Penentuan tujuan pembelajaran Pengembangan kegiatan pembelajaran yang terdiri dari atas kegiatan pendahuluan. sekurang-kurangnya memuat: a. misalnya. 4. Wakil kepala SMA bidang akademik/kurikulum menyusun langkah-langkah kerja pengembangan rancangan kegiatan pembelajaran TM. 5.c butir 6. inti. Setiap guru bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan. dan KMTT. B. d. Kepala SMA menugaskan wakasek bidang akademik/kurikulum untuk menyusun rencana kegiatan pengembangan pembelajaran TM. PT dan KMTT Manfaat pengembangan pembelajaran TM. f. dan KMTT yang diterbitkan Direktorat Pembinaan SMA BAB III point A). 3. b. PT. c. PT. PT dan KMTT yang mencakup: a. dan penutup. PT. Kepala SMA memberikan arahan teknis tentang pengembangan kegiatan pembelajaran TM. PT. d. 2. Uraian Prosedur Kerja 1. PT. indikator yang dominan pada prinsip dan prosedural menyarankan kegiatan pembelajaran dengan strategi diskoveri inkuiri. rencana kegiatan Wakil kepala SMA bidang akademik/kurikulum membuat pengembangan pembelajaran TM. PT. Dasar pengembangan pembelajaran TM. Guru atau MGMP sekolah di bawah koordinasi wakil kepala SMA bidang akademik/ kurikulum mengembangkan draf rancangan kegiatan pembelajaran TM. b. PT. dan KMTT. Mengkaji dan memetakan SK/KD agar diketahui karakteristiknya. 5. d. dan KMTT. B. c. dan KMTT yang sudah terintegrasi ke dalam silabus (Contoh terlampir). c. PT. ©2010-Direktorat Pembinaan SMA 54 . dan KMTT sesuai dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. PT dan KMTT Hasil yang diharapkan melalui pembelajaran TM. Hal ini perlu dilakukan untuk merancang strategi dan metode yang akan digunakan pada kegiatan TM. 5. dan KMTT. MGMP sekolah merupakan wadah untuk menyamakan persepsi yang berkenaan dengan mata pelajaran dan dapat dijadikan sebagai tim kerja dalam menyelesaikan tugas-tugas guru terutama perencanaan (Panduan kegiatan TM. Mengembangkan rancangan kegiatan pembelajaran TM. 21. e. DAN KMTT DI SMA Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan. Mendeskripsikan KD secara lebih rinci dan terukur ke dalam rumusan indikator pencapaian kompetensi. PT.JUKNIS PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TM.

JUKNIS PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TM. ©2010-Direktorat Pembinaan SMA 55 . DAN KMTT DI SMA d. dan KMTT yang sudah dicantumkan dalam silabus dan RPP. PT. 7. Kepala SMA menandatangani dokumen rancangan kegiatan pembelajaran TM. PT. 6. PT. 8. dalam bentuk rancangan Kepala SMA bersama wakil kepala SMA bidang akademik/kurikulum dan guru/MGMP melakukan reviu dan revisi draf rancangan kegiatan pembelajaran TM. dan KMTT. dan KMTT. Menjabarkan silabus atau desain pembelajaran pelaksanaan pembelajaran (RPP) tiap pertemuan. PT. Wakil kepala SMA bidang akademik/kurikulum dan guru/MGMP mengfinalkan hasil revisi rancangan pembelajaran TM.

Panduan Penyusunan KTSP (BSNP) 4. mencakup: Pemetaan SK/KD Perumusan IP Pengembangan rancangan TM. DAN KMTT DI SMA Lampiran 1 : Alur Prosedur Kerja Pengembangan Kegiatan Pembelajaran TM. dan KMTT PROSES INPUT WAKIL KEPALA SMA BIDANG KEPALA SMA AKADEMIK/KURiKULUM 1. PT dan KMTT. PT dan KMTT yang terintegrasi di dalam silabus dan RPP ©2010-Direktorat Pembinaan SMA 56 .JUKNIS PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TM. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 3.PT dan KMTT (Dit. PT dan KMTT Menyusun langkah-langkah kerja pengembangan rancangan kegiatan pembelajaran TM. PT. PSMA) Menugaskan wakasek Bidang Akademik/Kurikulum untuk menyusun rencana kegiatan pengembangan pembelajaran TM. Tujuan Menyusun rencana kegiatan pengembangan pembelajaran TM. PT dan KMTT Mengembangkan draf rancangan kegiatan pembelajaran TM.PT. Panduan Pengembangan kegiatan pembelajaraan TM. KMTT: 1. PT dan KMTT Penjabaran ke dalam silabus dan RPP Melakukan reviu dan revisi draf rancangan kegiatan pembelajaran TM. PT dan KMTT tidak layak ya Mengfinalkan rancangan kegiatan pembelajaran TM. PT. PT dan KMTT Memberikan arahan teknis tentang pengembangan pembelajaran TM. PT dan KMTT yang telah difinalkan Rancangan pembelajaran TM. PT dan KMTT yang telah direvisi Menandatangani rancangan kegiatan pembelajaran TM. PP Nomor 19 Tahun 2005 2. PT dan KMTT GURU /MGMP SEKOLAH OUTPUT Membuat rencana kegiatan pengembangan pembelajaran TM.

PT. PT dan atau KMTT Mengembangkan kegiatan pembelajaran yang meliputi: kegiatan pendahuluan kegiatan inti kegiatan penutup Tidak Layak Ya Rancangan kegiatan pembelajaran: TM. PT. PT dan atau KMTT telah selesai ©2010-Direktorat Pembinaan SMA 57 .JUKNIS PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TM. PT dan atau KMTT Hasil Pemetaan SK/KD Mengembangkan indikator pencapaiannya Penentuan kegiatan pembelajaran: TM. DAN KMTT DI SMA Lampiran 2 : Instruksi Kerja Pengembangan Kegiatan Pembelajaran TM. PT dan atau KMTT Pengembangan kegiatan pembelajaran TM. dan atau KMTT Menyiapkan data untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran TM.

PT. neraca pegas. dan stopwatch • Menghitung kesalahan relative dan menyatakan hasil pengukuran. Kangenan. www.JUKNIS PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TM. CD dan komputer. DAN KMTT DI SMA Lampiran 3 : Contoh Desain Pembelajaran TM.1 Mengukur besaran fisika (massa. neraca pegas. mikrometer sekrup. mikrometer. ©2010-Direktorat Pembinaan SMA 58 . neraca lengan. dan waktu) Indikator • Membedakan besaran pokok dan besaran turunan • Menyatakan satuan dan besaran dalam sistem internasional • Menggunakan alat ukur mistar milimeter. mikrometer. dan tes tertulis (UTS) Alokasi Waktu 4 jampel (180 menit) Sumber belajar Sumber: 1. dengan beberapa jenis alat ukur secara berkelompok Tugas Mandiri: • Membuat daftar (tabel) nama besaran. neraca lengan.e-dukasi. Fisika 1 SMA. bahan presentasi. 3. massa. PT dan KMTT yang Terintegrasi ke dalam Silabus Kompetensi Dasar 1. Alat/Media: jangka sorong. cara mengukur. tugas. dan stopwatch • Mengukur besaran panjang.neraca lengan. neraca pegas. serta angka penting dalam diskusi kelas Penugasan Terstruktur: • Mengukur besaran panjang. Marthen. alat ukur. jangka sorong.net Bahan: Lembar Kerja. 2. prinsip dan prosedur pengukuran panjang. massa. dan satuan yang digunakan secara individu di rumah • Membuat laporan praktik Penilaian • Penilaian kinerja praktik. panjang. Erlangga Jakarta:2007. dan waktu dengan mempertimbangkankg akurasi dan presisi • Melakukan pengukuran panjang massa dan waktu dengan menggunakan alat ukur mistar milimeter. jangka sorong. 60 menit • Ketelitian dan ketepatan dalam • mengukur 48 menit Keterangan : * Alokasi waktu yang dibutuhkan PT dan KMTT berasal dari 60% x 180 (4 x45menit TM) = 108 menit * Alokasi waktu 108 menit untuk PT = 60 menit dan KMTT = 48 menit (pembagian waktu berdasarkan atas beban tugas yang dikerjakan) kegiatan PT dan KMTT dilaksanakan di luar jam Tatap Muka Contoh perhitungan waktu PT dan KMTT di atas memanfaatkan waktu maksimal 60% dari TM. massa dan waktu dengan mempertimbangkan ketelitian dan ketepatan • Menghitung kesalahan relatif pengukuran Materi Pembelajaran • Pengukuran • Angka penting Kegiatan Pembelajaran Tatap muka: • Mendiskusikan konsep. hasil kerja siswa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful