P. 1
Lintah

Lintah

|Views: 703|Likes:

More info:

Published by: Kim Ivongibolscorpio Kurniawan on Apr 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2013

pdf

text

original

Lintah

Seekor lintah di atas batu

Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Kelas: Annelida Clitellata
Lamarck, 1818

Upakelas: Hirudinea Ordo Arhynchobdellida atau Rhynchobdellida
Ada ketidaksepakatan mengenai pengelompokkan Hirudinea; apakah seharusnya berupa kelas sendiri atau subkelas dari Clitellata.

Lintah dan pacet adalah hewan yang tergabung dalam filum Annelida subkelas Hirudinea. Terdapat jenis lintah yang dapat hidup di daratan, air tawar, dan laut. Seperti halnya kerabatnya, Oligochaeta, mereka memiliki klitelum. Seperti cacing tanah, lintah juga hermaprodit (berkelamin ganda). Lintah obat Eropa, Hirudo medicinalis, telah sejak lama dimanfaatkan untuk pengeluaran darah (plebotomi) secara medis. Lintah dibedakan dari pacet bukan berdasarkan taksonomi, tetapi lebih pada habitat kesukaannya. Lintah sehari-hari hidup di air, sedangkan pacet sehari-harinya melekat pada daun atau batang pohon (di luar air). Semua spesies lintah adalah karnivora. Beberapa merupakan predator, mendapat makanan dari berbagai jenis invertebrata seperti cacing, siput, atau larva serangga. Bekicot atau Achatina fulica[2] adalah siput darat yang tergolong dalam suku Achatinidae. Berasal dari Afrika Timur dan menyebar ke hampir semua penjuru dunia akibat terbawa dalam perdagangan, moluska ini sekarang menjadi salah satu spesies invasif terburuk di bumi[3], sehingga beberapa negara bahkan melarang pemeliharaannya sebagai hewan

Meskipun berpotensi membawa parasit. Saat ini diketahui ada tiga subspesies bekicot:    Achatina fulica rodatzi Dunker. 1879    Bekicot  Achatina fulica di Bali  Status konservasi NE[1] Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Kelas: Mollusca Gastropoda (tidak termasuk) clade Heterobranchia informal group Pulmonata clade Eupulmonata clade Stylommatophora informal group Sigmurethra Superfamili: Famili: Upafamili: Genus: Upagenus: Spesies: Achatinoidea Achatinidae Achatininae Achatina Lissachatina A. termasuk di Indonesia. Hewan ini mudah dipelihara dan di beberapa tempat bahkan dikonsumsi. 1852 Achatina fulica sinistrosa Grateloup. fulica . bekicot yang dipelihara biasanya bebas dari parasit.kesayangan/timangan[4] termasuk Amerika Serikat. 1840 Achatina fulica umbilicata Nevill.

.

2010 Filed under: sains — mya @ 7:28 am .cumi-cumi Loligo sp Februari 9.

Di dalamnya mencakup semua gurita. Jadi.2 Kajian Teori Cephalopoda merupakan salah satu kelas yang terdapat dalam filum Mollusca. kecuali Nautilus. cumi-cumi. Kantong tinta berisikan cairan seperti tinta berwarna coklat atau hitam yang terletak di ventral tubuhnya. 1. Sebagai hewan pemangsa. Adapun hewan yang termasuk dalam filum ini antara lain remis. kaki terletak di ventral dan bagian dorsal berisi organ visceral. yang berfungsi seperti tungkai (lengan dan kaki). yaitu Aplacophora. dalam laporan ini saya membahas tentang pengamatan morfologi dan anatomi pada cumi-cumi (Loligo sp) yang termasuk dalam kelas Cephalopoda dari filum Mollusca. dan merupakan cabang dari malakologi. Bivalvia dan Cephalopoda. Monoplacophora. Untuk lebih memahami Mollusca. Untuk melindungi dirinya dari serangan musuh. dinding tubuh tebal dan berotot. Namanya berasal dari bahasa Yunani. filum mollusca ini dapat dibedakan dalam beberap kelas. oktopus dan siput. Cephalopoda dapat mengubah warna tubuh sesuai warna lingkungan. yaitu cephal yang berarti kepala dan poda yang berarti alat gerak. Polyplacopora. Ciri khas hewan ini memiliki tentakel di sekitar kepalanya. cephalopoda adalah kaki yang bergabung di kepala dengan bentuk tangan/sifon. pergerakannya dilakukan dengan merayap atau berenang di dasar laut secara cepat dengan menekan dinding tubuh untuk menghasilkan gerakan meluncur dan menyemprotkan air melalui sifon. Umumnya Cephalopoda memiliki organ pertahanan berupa kantong tinta.1 Tujuan Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari morfologi dan anatomi tubuh cumi-cumi (Loligo sp). dan sotong. Sifat hidupnya bebas dan ada yang bersifat parasit pada organisme lain. Tinta ini akan di keluarkan jika hewan ini merasa terancam dengan cara menyemburkannya. Schapopoda. Ilmu yang mempelajari Cephalopoda disebut sebagai teutologi (theutology. Hal ini dimungkinkan . mempunyai mantel atau pallium yang berfungsi untuk mensekresi cangkang dan melingkupi rongga mantel yang di dalamnya berisi insang. Hidup Cephalopoda seluruhnya di laut dan secara umum lebih aktif dari mollusca lain. 1. Habitatnya mulai dari laut sampai garis pasang surut tertinggi. Makananya berupa kepiting atau invertebrata lainnya. pada anterior terdapat kepala. Gastropoda. cumi-cumi. Tubuhnya bersimetri bilateral. “ilmu mengenai cumi-cumi”). sedangkan tentakel dan tangan digunakan untuk mencari makan. hampir semua Cephalopoda bergerak cepat dengan berenang. tiram. Memiliki kepala yang jelas dengan organ reseptor kepala yang bersifat khusus.4 Votes BAB I PENDAHULUAN Mollusca merupakan hewan yang mempunyai ciri bertubuh lunak. Menurut para ahli.

sehingga tubuhnya bertolak ke belakang. dan oktopus yang kesemuanya memiliki 8 tangan dengan batil isap pada permukaan dalam tangan. Fungsinya untuk melindungi diri. Pada saat itu cumi-cumi dapat meloloskan diri dari lawan. Filamen insang disuplai oleh kapiler-kapiler darah. Pada kepala terdapat mulut yang dikelilingi oleh empat pasang tangan dan sepasang tentakel (8 tangan dan 2 tentakel panjang). jadi darah seluruhnya mengalir di dalam pembuluh darah. Kecuali Nautilus. Di posterior kepala terdapat sifon atau corong berotot yang berfungsi sebagai kemudi. Pembuahan berlangsung secara internal dan menghasilkan telur. Pada Loligo endoskeleton tersebut (cangkang) terletak di dalam rongga mantel berwarna putih transparan. dari beberapa centimeter hingga puluhan meter. Jika ia ingin bergerak ke belakang. Secara morfologi. sotong. . Darah mengandung pigmen repirasi yaitu hemocyanin. organ respirasi cumi terdiri atas sepasang insang berbentuk bulu yang terdapat di rongga mantel. Ukuran tubuhnya bervariasi. Subkelas kedua adalah Nautiloidea. Cephalopoda memiliki organ reproduksi berumah dua (dioseus). Di dalam mulutnya terdapat radula. sifon akan menyemburkan air ke arah depan. Tubuh cumi-cumi dibedakan atas kepala. dan arteri bersifat ganda dan tertutup. Sistem skeletal terdiri atas endoskeleton yang berbentuk pen atau bulu dan beberapa tulang rawan. Cephalopoda memiliki sistem saraf yang berpusat di kepalanya menyerupai otak. Pada permukaan dalam tangan dan tentakel terdapat batil isap yang berbentuk mangkok terletak pada ujung tentakel. semua anggota tubuh Cephalopoda tidak terlindungi oleh cangkang. aorta. Gigi khitin atau kait terletak pada tepi batil isap untuk memperkuat melekatnya mangsa yang diperolehnya. Prosesnya. Berikut akan dibahas lebih jauh tentang Cephalopoda pada hewan cumi-cumi (Loligo sp). Mantel berwarna putih dengan bintik-bintik merah ungu sampai kehitaman dan diselubungi selaput tipis berlendir. Adapun secara anatomi. tipis dan terbuat dari bahan kitin. Sedangkan pada anterior badan terdapat endoskeleton. Endoskeleton yang berbentuk pen tersebut homolog dengan cangkang pada Mollusca lain. Pada dasarnya kelas Cephalopoda dapat dibedakan menjadi dua sub kelas berdasar perbedaan jumlah dan bentuk tentakel. leher dan badan. Leher pendek dan badan berbentuk tabung dengan sirip lateral berbentuk segitiga di setiap sisinya. berfungsi sebagai alat untuk melihat. Jika dalam keadaan bahaya cumi-cumi menyemprotkan tinta hitam ke luar sehingga air menjadi keruh. Chalopoda bernapas dengan insang dan memiliki organ indera serta sistem saraf yang berkembang baik. Sedangkan gerakan maju ke depan menggunakan sirip dan tentakelnya. Di bagian perut. Untuk reproduksi hewan ini berlangsung secara seksual. Sistem pembuluh darah berkembang baik dan sistem peredaran darahnya terdiri dari jantung sistematik. Kepala terletak di bagaian ventral serta memiliki dua mata yang besar dan tidak berkelopak. Hewan ini mempunyai lebih dari 90 tentakel tanpa batil isap dan tiap tentakel dapat ditarik masuk ke dalam sarungnya. tepatnya sebelah sifon akan ditemukan cairan tinta berwarna hitam yang mengandung pigmen melanin. tubuh cumi relatif panjang.karena pada kulit terdapat pembawa warna atau kromatofora. Beberapa tulang rawan tersebut membentuk artikulasi untuk sifon dan mantel. Subkelas Coleidea terdiri atas cumi-cumi. Kontraksi dan relaksasi mantel menyebabkan sirkulasi air dalam rongga mantel sehingga terjadi pertukaran gas. yang lain melindungi ganglia dan menyokong mata. air keluar masuk melalui tepi lingkaran ujung badan. termasuk Nautilus. langsing dan bagian belakang meruncing (rhomboidal).

1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada hari Selasa.Alat ekskresinya berupa dua ginjal atau nefridia berbentuk segitiga berwarna putih yang berfungsi menapis cairan dari ruang perikardium dan membuangnya ke dalam rongga mantel melalui lubang yang terletak di sisi usus. Cumi-cumi segar ukuran sedang 2. suprabukal. dua statosis pada masing-masing lateral kepala sebagai organ keseimbangan dan organ pembau. Pencernaan dilengkapi dengan dua kelenjar ludah (di masa bukal) dan di dekat ujung anterior hati. 1. embrio setelah lepas menjadi cumi kecil yang dapat berenang bebas. Baki lilin/papan lilin 3. Hewan ini tidak memiliki stadium larva.Hamka. digunakan untuk mensekresikan racun di daerah rahang. Hewan ini banyak diperjualbelikan. Selanjutnya makanan di bawa ke esofagus. Hewan ini aktif berburu mangsa yang berupa ikan-ikan kecil dan crustacea pada malam hari. Gerak kedua rahang tersebut dikarenakan kontraksi otot. Organ pencernaan terdiri atas mulut yang mengandung radula dan dua rahang yang terbuat dari kitin dan berbentuk seperti paruh burung betet. Sistem reproduksi cumi-cumi dilakukan secara kawin. Makanan cumi-cumi berupa ikan.Dr. lambung. masingmasing alat kelamin terdapat di dekat ujung rongga mantel dengan saluran yang terbuka ke arah corong sifon. telur yang sudah dibuahi dibungkus dengan kapsul dari bahan gelatin. Selain itu juga memiliki kelenjar pencernaan yaitu kelenjar hati pada anterior dan pankreas di posterior. hidup berkelompok di perairan bagian atas. Cumi-cumi bersifat kosmopolit. tanggal 12 Januari 2010 bertempat di laboratorium biologi Universitas Muhammadiyah Prof. infrabukal dan optik terletak di kepala. selain rasanya enak cumi-cumi merupakan sumber protein hewani yang kaya akan protein. Baskom 7.3 Metode Penelitian 1. Indera sensoris juga sangat berkembang dan dilengkapi dengan mata. udang dan Mollusca lainnya. 1. Hewan ini umumnya memijah satu kali dan biasanya mati setelah melakukan reproduksi. Peralatan bedah 4. viseral.2 Alat dan Bahan 1. Cumi-cumi betina menghasilkan telur yang akan dibuahi di dalam rongga mentel. rektum dan anus yang bermuara dalam rongga mantel. Kaca objek 5. panjang dan berlubang pada ujung-ujungnya. Alat kelaminnya terpisah (diosius). Sistem saraf terdiri atas tiga pasang ganglion dan saraf. pedal. usus. Mikroskop 6. Kemudian. Ganglion serebral. Pada saat kopulasi spermatofor jantan dimasukkan ke dalam rongga mantel betina dengan pertolongan hektokotikulus (modifikasi ujung tangan kiri ke-5 jantan) yang berbentuk seperti sisir. Alat tulis .3. Bila merasa terancam mereka akan berenang mundur dengan cepat atau menyemburkan tinta berwarna hitam kecoklat-coklatan.3. Telur yang menetas menghasilkan cumi-cumi muda berukuran kecil.

3. oviduk. 2. BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN 2. katup sifon. Sedangkan secara anatomi. Terdiri atas kepala.1. Endoskeleton tersebut (cangkang) terletak di dalam rongga mantel berwarna putih transparan.3 Cara Kerja Morfologi: 1. cangkang (endoskeleton). ventral. Pada anterior badan terdapat endoskeleton yang berbentuk pen atau bulu. langsing dan bagian belakang meruncing (rhomboidal). Mengambil satu batil isap pada pasangan lengannya dengan menggunakan pinset kemudian melihat batil dengan mikroskop lalu menggambar batil isap tersebut. Memotong cumi secara hati-hati dengan menggunakan gunting kemudian membedah bagian tengah posterior mantel dari ujung ventral sampai dorsal. karena terdapat telur pada saat cumi dibedah. Menentukan bagian dorsal. Di bagian perut. anterior dan posterior. Menentukan struktur batil isap yang dilihat dan menentukan spesiesnya dengan mencocokkan pada petunjuk gambar. Menggambar cangkang. 5. telur. Leher pendek dan badan berbentuk tabung mempunyai sirip di setiap sisinya. Pada kepala terdapat 8 tangan dan 2 tentakel panjang yang ujungnya terdapat batil isap. lalu menyibakkan kedua sisi mantel sampai terlihat struktur anatomi dalamnya. lalu mengeluarkan cangkang yang terdapat pada bagian tip of pen dengan menariknya secara hatihati. Cumi-cumi yang diteliti merupakan cumi berjenis kelamin betina. Menentukan jenis kelamin. Anatomi: 1. 2. diketahui bahwa cumi-cumi mempunyai morfologi dengan ciri-ciri: Tubuh panjang. leher dan badan. 7. 6. articulating ridge.1 Hasil Penelitian Berikut adalah hasil penelitian dari morfologi cumi-cumi. 4. kantung tinta.2 Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang didapat. Meletakkan cumi-cumi pada baki lilin. Adapun hasil penelitian dari anatomi cumi-cumi yang telah dibedah sebagai berikut: 2. 5. Mantel berwarna putih dengan bintik-bintik merah ungu sampai kehitaman dan diselubungi selaput tipis berlendir. Setelah itu membersihkan tinta pada cumi secara hati-hati pada air kran yang mengalir. Meletakkan cumi pada baki lilin/papan bedah dengan sisi posterior menghadap ke atas. Menyiapkan seekor cumi-cumi yang sudah mati dan masih segar. 4. 3. Menggambar cumi dan memberi keterangan selengkap mungkin. Di posterior kepala terdapat sifon atau corong berotot yang berfungsi sebagai kemudi. terdapat cairan tinta berwarna hitam yang mengandung pigmen melanin. tipis dan terbuat dari bahan kitin. integument dll.3. Menggambar struktur anatomi cumi dan memberi keterangan lengkap. . Kepala memiliki dua mata besar dan tidak berkelopak. dari hasil penelitian terdapat beberapa organ seperti sifon.

Serta mempunyai kantung tinta sebagai alat pertahanan. rektum dan anus. BAB III KESIMPULAN Berdasarkan hasil kesimpulan yang telah diteliti dapat disimpulkan bahwa cumi-cumi (Loligo sp) merupakan hewan yang bertubuh lunak dan termasuk kedalam filum Mollusca kelas Cephalopoda. Sistem pencernaan dilengkapi kelenjar pencernaan yaitu kelenjar ludah.Berdasarkan struktur batil isapnya. Reproduksi terjadi secara seksual dengan fertilisasi internal. Secara anatomi. Alat reproduksinya terpisah. Hewan ini bernafas dengan insang yang terdapat di rongga mantel. Ekskresi dilakukan dengan ginjal berupa nefridium yang terletak di sebelah jantung. esofagus. masing-masing dengan gonad yang terletak dekat ujung rongga mantel. alat pencernaan cumi-cumi terdiri atas mulut. Memiliki delapan tangan dan dua tentakel yang mempunyai batil isap pada ujungnya serta mempunyai cangkang yang terletak di dalam mantel berwarna putih transparan berbentuk pena terbuat dari kitin. dan pankreas. usus. Sistem saraf terdiri atas tiga pasang ganglion. Sistem pembuluh darah cumi-cumi adalah sistem pembuluh darah tertutup. lambung. cumi yang di bedah termasuk dalam spesies Loligo devaucelli. Indera sensoris dilengkapi dengan dua stasista dan alat pembau. . hati. Hewan ini mempunyai kaki yang terdapat di kepala dengan bentuk tangan dan tentakel .

.

Scientific classification Kingdom: Animalia Phylum: Mollusca Class: Cephalopoda Superorder: Octopodiformes Order: Octopoda Leach. Autoklaf terutama ditujukan untuk membunuh endospora. sel ini tahan terhadap pemanasan. Endospora dapat dibunuh pada suhu 100 °C. Octopus vulgaris.[1][2] Penurunan tekanan pada autoklaf tidak dimaksudkan untuk membunuh mikroorganisme. Suhu yang tinggi inilah yang akan membunuh microorganisme[1]. dan antibiotik[1]. Pada spesies yang sama. Pada suhu 121 °C. yang merupakan titik didih air pada tekanan atmosfer normal[1]. Perpanjangan waktu juga dibutuhkan ketika cairan dalam volume besar akan diautoklaf karena volume yang besar membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai suhu sterilisasi[1].Octopus The Common Octopus. kekeringan. Performa autoklaf diuji dengan indicator biologi. endospora dapat bertahan pada kondisi lingkungan yang dapat membunuh sel vegetatif bakteri tersebut[1]. dimana sel vegetatif bakteri dapat dibunuh hanya dalam waktu 6-30 detik pada suhu 65 °C[1]. transfer panas pada bagian dalam autoklaf akan melambat. melainkan meningkatkan suhu dalam autoklaf[1]. yaitu sel resisten yang diproduksi oleh bakteri. 1817 [2] Autoklaf adalah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (1210C. Perhitungan waktu sterilisasi autoklaf dimulai ketika suhu di dalam autoklaf mencapai 121 °C[3]. 1818[1] Suborders   Cirrina Incirrina Synonyms  Octopoida Leach. Jika objek yang disterilisasi cukup tebal atau banyak. . endospora dapat dibunuh dalam waktu 4-5 menit. sehingga terjadi perpanjangan waktu pemanasan total untuk memastikan bahwa semua objek bersuhu 121 °C untuk waktu 10-15 menit[1]. 15 lbs) selama kurang lebih 15 menit. contohnya Bacillus stearothermophilus[4][5] .

Prinsipnya adalah memanfaatkan keringanan uap dibandingkan dengan udara. uap segera berhubungan dengan seluruh permukaan benda. yaitu gravity displacement. Cara kerjanya dimulai dengan pengeluaran udara[3]. Secara perlahan.Daftar isi [sembunyikan]    1 Jenis-jenis o 1. kemudian terjadi peningkatan suhu sehingga proses sterilisasi berlangsung[3]. uap mulai semakin banyak sehingga menekan udara semakin turun dan keluar melalui saluran di bagian bawah autoklaf. Autoklaf ini dapat bekerja dengan cakupan suhu antara 121-134 °C dengan waktu 10-30 menit[3]. Ketika keadaan vakum tercipta. Akibat kevakuman udara. sehingga udara terletak di bawah uap[3]. uap dimasukkan ke dalam autoklaf[3]. [sunting] Prevacuum atau High Vacuum Autoclave Autoklaf ini dilengkapi pompa yang mengevakuasi hampir semua udara dari dalam autoklaf[3]. Cara kerjanya dimulai dengan memasukan uap melalui bagian atas autoklaf sehingga udara tertekan ke bawah[3]. Proses ini berlangsung selama 8-10 menit[3]. Waktu siklus pada autoklaf ini tergantung pada benda yang disterilisasi[3]. Diposkan oleh sinau online di 01:37 Label: Biologi . Perbedaan ketiga jenis autoklaf ini terletak pada bagaimana udara dihilangkan dari dalam autoklaf selama proses sterilisasi[3].1 Gravity Displacement Autoclave o 1. Autoklaf ini bekerja dengan suhu 132-135 °C dengan waktu 3-4 menit[3].2 Prevacuum atau High Vacuum Autoclave 2 Lihat Pula 3 Referensi [sunting] Jenis-jenis Terdapat tiga jenis autoklaf. dan steam-flush pressure-pulse[3]. prevacuum atau high vacuum. [sunting] Gravity Displacement Autoclave Udara dalam ruang autoklaf dipindahkan hanya berdasarkan gravitasi[3]. selanjutnya suhu meningkat dan terjadi sterilisasi[3]. Steam-Flush Pressure-Pulse Autoclave Autoklaf ini menggunakan aliran uap dan dorongan tekanan di atas tekanan atmosfer dengan rangkaian berulang[3].

.... Arsip Perbedaan Drosophila melanogaster (lalat buah) jantan dan betina Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H Pola Pengembangan Paragraf . thanks bwd infonyaaa. :) 23 Des 2011 01:52:00 Poskan Komentar Link ke posting ini Buat sebuah Link Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Clock Asmaul Husna Calender Pengunjung We offer a wide range of free services and information sites for you please visit some of our free websites...1 komentar: Anonim mengatakan.

Hubungan Antar Spesies Ekologi Kekentalan Jenis Zat Cair Teknik Dasar Permainan Sepak Bola Kalimat Mayor dan Minor METODE MEMBACA BUKU Teknik Isolasi Media Kesetaraan Kalor Listrik PLASMOLISIS PENDIDIKAN IPA YANG BERORIENTASI PADA PESERTA DIDIK DENGAN WAWASAN LINGKUNGAN Permainan Sepak Bola Cathode Ray Oscilloscope (CRO) LAJU REAKSI Lempar Cakram Keanekaragaman Hewan Pengenalan alat dan teknik Sterilisasi CONTOH KEANEKARAGAMAN INTRA SPESIES Laporan Praktikum Fotosintesis (Sachs dan Ingenhousz) Praktikum Pembelahan Mitosis Pendidikan IPA yang Berwawasan Lingkungan .

SIfat Keelektronegatifan Drosophila melanogaster (Lalat Buah) PERMUKAAN DAUN PLANTS TEROPONG STRUKTUR TUMBUHAN MONOKOTIL & DIKOTIL Merancang Termometer Labels         Bahasa (3) Biologi (14) English (1) Fisika (5) Kimia (2) laen2 (1) Makalah (2) Orkes (3)   Sego Kucenx sinau online Chat networkedblogs Follow this blog .

.  Permainan Sepak Bola  Cathode Ray Oscilloscope (CRO) o ▼ Mei (12)  LAJU REAKSI  Lempar Cakram  Keanekaragaman Hewan  Pengenalan alat dan teknik Sterilisasi  CONTOH KEANEKARAGAMAN INTRA SPESIES  Laporan Praktikum Fotosintesis (Sachs dan Ingenhou..  Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H  Pola Pengembangan Paragraf  Hubungan Antar Spesies  Ekologi  Kekentalan Jenis Zat Cair  Teknik Dasar Permainan Sepak Bola o ► Agustus (5)  Kalimat Mayor dan Minor  METODE MEMBACA BUKU  Teknik Isolasi  Media  Kesetaraan Kalor Listrik o ► Juni (4)  PLASMOLISIS  PENDIDIKAN IPA YANG BERORIENTASI PADA PESERTA DIDI.  Praktikum Pembelahan Mitosis  Pendidikan IPA yang Berwawasan Lingkungan  SIfat Keelektronegatifan  Drosophila melanogaster (Lalat Buah)  PERMUKAAN DAUN  PLANTS o ► April (2)  TEROPONG .Followers Google Translate Powered by Translate Blog Archive  ▼ 2010 (31) o ► September (7)  Perbedaan Drosophila melanogaster (lalat buah) jan.....

o  STRUKTUR TUMBUHAN MONOKOTIL & DIKOTIL ► Maret (1)  Merancang Termometer Feedjit Feedjit Live Blog Stats .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->