GURU SEBAGAI AGEN PEMBELAJARAN Banyak tugas harus dilaksanakan oleh guru sebagai orang yang sangat berperan

dalam dunia pendidikan. Salah satunya adalah sebagai agen pembelajaran. Guru sebagai agen pembelajaran berperan memfasilitasi siswa agar dapat belajar secara nyaman dan berhasil menguasai kompetensi yang sudah ditentukan. Untuk itu guru yang agen pembelajaran ini perlu merancang, agar proses pembelajaran berjalan lancar, dan mencapai hasil optimal. Ada empat hal harus dipertimbangkan dalam menyusun rancangan pembelajaran, yakni: persiapan, pelaksanaan, dan penilaian. Apabila ketiga hal ini sudah terlaksana, maka satu tambahan yang harus dipertimbangkan agen pembelajaran adalah melakukan refleksi. Berikut ini disajikan penjelasan singkat mengenai hal-hal dimaksud. 1. Persiapan, apa pun pekerjaan kita, apabila kita menginginkan hasil maksimal, maka kita harus membuat persiapan yang matang. Begitu juga dalam proses pembelajaran. Seorang guru yang menjadi agen (agen pembelajaran) tidak akan dapat melaksanakan tugasnya sebagai agen yang baik tanpa adanya persiapan yang baik pula. Yang perlu dipertimbangkan agen pembelajaran dalam persiapan ini, terkait dengan kompetensi yang diharapkan dicapai oleh siswa, ialah bagaimana menyiapkan materi pembelajaran, fasilitas atau media pembelajaran yang tepat, skenario pembelajaran apa yang akan diterapkan untuk membantu siswa mencapai kompetensi, kemudian bagaimana melaksanakan evaluasinya. 2. Pelaksanaan, pelaksanaan pembelajaran seyogianya merujuk pada persiapan yang sudah ditentukan, meskipun tidak harus kaku. Dengan merujuk pada persiapan yang sudah ada, tugas guru sebagai agen pembelajaran ini akan lebih mudah, dalam kaitannya dengan pencapaian kompetensi yang harus dikuasai peserta didik atau siswa. Dalam pelaksanaan pembelajaran, siswa biasanya akan bekerja dengan baik jika suasana hatinya memang sedang baik. Artinya, siswa akan bekerja secara maksimal apabila mereka tidak sedang dalam keadaan “tertekan”. Sebab itu perlu diciptakan suasana yang menyenangkan. Di samping menyenangkan, suasana belajar dan pembelajaran harus pula menantang rasa ingin tahu siswa, memotivasi untuk bekerja terbaik, menginspirasi, dan mampu mengembangkan kreativitas siswa. 3. Penilaian, setiap kegiatan pembelajaran harus diukur hasilnya. Karena itu agen pembelajaran juga harus melakukan penilaian atas apa yang dilakukan bersama siswa dalam proses pembelajaran. Tolak ukur dalam menyusun alat penilaian adalah kompetensi atau tujuan pembelajaran. Misalnya tujuan atau kompetensinya: siswa mampu menceritakan Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya, maka 1

penilaian. mawas diri. dibutuhkan juga beberapa peranan dari seorang agen agar dapat menjalankan tugasnya dengan profesional dalam pembelajaran. Misalnya masing-masing siswa disuruh bercerita satu per satu. Mungkin pembelajaran harus diulang untuk seluruh kelas. atau melalui tes tertulis. Namun sejalan dengan perubahan makna pengajaran yang lebih menekankan pada aktivitas siswa. yakni berkenaan dengan peran 2 . baik bentuk objektif maupun bentuk uraian. maka agen pembelajaran dan siswa dapat mendiskusikan mengenai hal-hal yang membuat siswa belum berhasil. atau siswa yang sudah menguasai kompetensi dapat membantu teman-temannya yang belum menguasai kompetensi tadi agar dapat menguasainya. belakangan ini di Indonesia istilah fasilitator pun mulai diadopsi dalam lingkungan pendidikan formal di sekolah. Guru sebagai Fasilitator Dalam konteks pendidikan. refleksi juga berguna untuk membiasakan peserta didik melakukan introspeksi. maka pelajaran di waktu yang akan datang dapat dilanjutkan ke materi berikutnya. Selain keempat hal di atas yang diperlukan untuk menjadi guru yang berkompeten. pelaksanaan. teknik dan jenis penilaian tergantung pada kebutuhan. sebagai bagian dari karakteristik seorang guru yang sukses. atau siswa sudah mencapai kompetensi belajar.penilaian yang dilakukan pun harus tepat. dan refleksi) dalam setiap proses pembelajaran secara baik. Selain itu. apabila dari hasil penilaian itu diketahui bahwa hasil belum sesuai yang diharapkan. Sebaliknya. sehingga membangun kesadaran untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Refleksi. terserah agen mau pilih yang mana. Adapun beberapa peranan guru dalam proses pembelajaran diantaranya adalah: A. Apabila dari hasil penilaian diketahui bahwa prestasi siswa sudah sesuai dengan yang diharapkan. Guru pun di tuntut untuk dapat menjadi agen pembelajaran. khususnya dalam lingkungan pendidikan nonformal. Jelasnya. atau apa pun namanya. Ini akan semakin memudahkan sang agen dalam mewujudkan cita-citanya menjadi guru profesional. maka berarti tugas guru sebagai agen pembelajaran ini sudah berada pada jalur yang benar. istilah fasilitator semula lebih banyak diterapkan untuk kepentingan pendidikan orang dewasa (andragogi). yang penting memenuhi unsur validitas dan reliabilitas. menilai diri sendiri. Apabila guru sebagai agen pembelajaran dapat melaksanakan keempat kegiatan (persiapan. refleksi penting dilakukan untuk tindak lanjut. 4.

Apa yang dipelajari bermanfaat dan praktis (usable). 4. diantaranya: 1.guru pada saat melaksanakan interaksi belajar mengajar. sarat komando. baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa Di samping itu. Terbina saling pengertian. instruksi bergaya birokrat. 3. Apabila diminta menilai kemampuan diri sendiri. 2. 5. guru bertindak sebagai pendamping belajar para siswanya dengan suasana belajar yang demokratis dan menyenangkan. Siswa lebih suka menerima saran-saran daripada diceramahi. yang semula lebih bersifat “top-down” ke hubungan kemitraan. Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa sebagai fasilitator. 3. guru seringkali diposisikan sebagai “atasan” yang cenderung bersifat otoriter. 6. siswa lebih diposisikan sebagai “bawahan” yang harus selalu patuh mengikuti instruksi dan segala sesuatu yang dikehendaki oleh guru. guru seyogyanya dapat memperhatikan karakteristik-karakteristik siswa yang akan menentukan keberhasilan belajar siswa. guru berperan memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran. Siswa lebih menyenangi hal-hal yang bersifat kongkrit dan praktis. Siswa lebih memberikan perhatian pada hal-hal menarik bagi dia dan menjadi kebutuhannnya. 5. Siswa mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan secara penuh pengetahuan dan keterampilannya dalam waktu yang cukup. Setiap siswa memiliki tendensi untuk menentukan kehidupannnya sendiri. Dalam hubungan yang bersifat “top-down”. Berbeda dengan pola hubungan “top-down”. Oleh karena itu. Peran guru sebagai fasilitator membawa konsekuensi terhadap perubahan pola hubungan guru-siswa. Pembelajaran dapat mempertimbangkan dan disesuaikan dengan pengalamanpengalaman sebelumnya dan daya pikir siswa. 7. Siswa secara penuh dapat mengambil bagian dalam setiap aktivitas pembelajaran 2. 3 . 4. Setiap siswa memiliki pengalaman dan potensi belajar yang berbeda-beda. yaitu bahwa siswa akan belajar dengan baik apabila: 1. Siswa lebih menyukai pemberian penghargaan (reward) dari pada hukuman (punishment). biasanya cenderung akan menilai lebih rendah dari kemampuan sebenarnya. agar guru dapat menjalankan perannya sebagai fasilitator seyogyanya guru dapat memenuhi prinsip-prinsip belajar yang dikembangkan dalam pendidikan kemitraan. Sementara. hubungan kemitraan antara guru dengan siswa.

yang mungkin akan berbeda satu tempat dengan tempat lainnya. Karena siswa merupakan pelaku utama dalam pembelajaran. maka guru perlu memahami hal-hal yang berhubungan dengan pemanfaatan berbagai media dan sumber belajar. siswa tidak dianggap sebagai bawahan melainkan diperlakukan sebagai mitra kerjanya 2. materi pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan dapat memberikan manfaat untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi siswa pada masa sekarang mau pun yang akan datang. Partisipasi. jelas bahwa untuk mewujudkan dirinya sebagai fasilitator. 2. Lokalitas. sekaligus juga bertanggung atas setiap kegiatan belajar yang dilaksanakannya. Pengalaman nyata. materi pembelajaran dikemas dalam bentuk yang paling sesuai dengan potensi dan permasalahan di wilayah (lingkungan) tertentu (locally specific). Wina Senjaya (2008) mengemukakan bahwa agar guru dapat mengoptimalkan perannya sebagai fasilitator. setiap siswa dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan sehingga mereka merasa bertanggung jawab atas pelaksanaan keputusan tersebut. 3. di bawah ini dikemukakan beberapa hal yang perlu diperhatikan guru untuk dapat menjadi seorang fasilitator yang sukses: 1. maka hal ini sama dengan guru telah merampas kesempatan belajar siswa. materi pembelajaran disesuaikan dengan pengalaman dan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari siswa. Terkait dengan sikap dan perilaku guru sebagai fasilitator. maka sebagai fasilitator guru harus memberi kesempatan agar siswa dapat aktif. mendorong tumbuhnya swadaya (self supporting) secara optimal atas setiap aktivitas belajar yang dilaksanakannya. Kemitraan. Pada bagian lain. Aspek utama pembelajaran adalah proses belajar yang dilakukan oleh siswa itu sendiri. 5. pembelajaran dilaksanakan melalui kelompok dan kolaboratif. Dari ungkapan ini. 4 . Manfaat. guru mutlak perlu menyediakan sumber dan media belajar yang cocok dan beragam dalam setiap kegiatan pembelajaran. Bersikap sabar. Upaya pengalihan peran dari fasilitator kepada siswa bisa dilakukan sedikit demi sedikit. 4. Kebersamaan. Keswadayaan. 6. Mendengarkan dan tidak mendominasi.Selain dapat memenuhi prinsip-prinsip belajar dan memperhatikan karakteristik individual. dan tidak menjadikan dirinya sebagai satu-satunya sumber belajar bagi para siswanya. Jika guru kurang sabar melihat proses yang kurang lancar lalu mengambil alih proses itu. juga guru dapat memperhatikan asas-asas pembelajaran sebagai berikut: 1. 7.

Menghargai dan rendah hati. pendirian. Dalam hal ini. bersifat dari hati ke hati (interpersonal realtionship). 8. guru tidak perlu menunjukkan diri sebagai orang yang serba tahu. sehingga siswa akan tetap menghargainya. Guru mengajak siswa untuk mamahami keadaan dirinya dengan menonjolkan potensi-potensi yang ada. Tidak berusaha menceramahi. Bersikap positif. Siswa memiliki pengalaman. Tidak memihak dan mengkritik. Bersikap terbuka. untuk mencari kesepakatan dan jalan keluarnya. diupayakan guru bersikap netral dan berusaha memfasilitasi komunikasi di antara pihak-pihak yang berbeda pendapat. Perlu diingat. Meskipun pembelajaran harus berlangsung dalam suasana yang akrab dan santai. bukan sebaliknya mengeluhkan keburukankeburukannya. Hubungan dengan siswa sebaiknya dilakukan dalam suasana akrab. seorang fasilitator sebaiknya tetap dapat menunjukan kesungguhan di dalam bekerja dengan siswanya. santai. agar siswa memahami bahwa semua orang selalu masih perlu belajar 11. tetapi berusaha untuk saling berbagai pengalaman dengan siswanya.3. potensi terbesar setiap siswa adalah kemauan dari manusianya sendiri untuk merubah keadaan B. Mau belajar. 5 . 7. 10. 5. Oleh karena itu. Guru sebagai Motivator Sejalan dengan pergeseran makna pembelajaran dari pembelajaran yang berorientasi kepada guru (teacher oriented) ke pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student oriented). maka peran guru dalam proses pembelajaran pun mengalami pergeseran. Bersikap sederajat. guru juga jangan segan untuk berterus terang bila merasa kurang mengetahui sesuatu. Seorang guru tidak akan dapat bekerja sama dengan siswa apabila dia tidak ingin memahami atau belajar tentang mereka. Guru berupaya menghargai siswa dengan menunjukan minat yang sungguh-sungguh pada pengetahuan dan pengalaman mereka 4. Biasanya siswa akan lebih terbuka apabila telah tumbuh kepercayaan kepada guru yang bersangkutan. 9. Oleh karena itu. dan keyakinan tersendiri. salah satunya adalah penguatan peran guru sebagai motivator. Bersikap akrab dan melebur. sehingga diperoleh pemahaman yang kaya diantara keduanya. sehingga siswa tidak merasa kaku dan sungkan dalam berhubungan dengan guru. Guru perlu mengembangkan sikap kesederajatan agar bisa diterima sebagai teman atau mitra kerja oleh siswanya 6. Di tengah kelompok siswa seringkali terjadi pertentangan pendapat. Berwibawa.

Siswa akan terdorong untuk belajar manakala mereka memiliki minat untuk belajar.Proses pembelajaran akan berhasil manakala siswa mempunyai motivasi dalam belajar. Pemahaman siswa tentang tujuan pembelajaran dapat menumbuhkan minat siswa untuk belajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. dengan merujuk pada pemikiran Wina Senjaya (2008). Oleh sebab itu. guru dituntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa. dalam praktiknya memang harus diakui bahwa upaya untuk menerapkan teori-teori tersebut atau dengan kata lain untuk dapat menjadi seorang motivator yang hebat bukanlah hal yang sederhana. maka akan semakin kuat motivasi belajar siswa. para siswa pun seyogyanya dapat dilibatkan untuk bersama-sama merumuskan tujuan belajar beserta cara-cara untuk mencapainya. sebelum proses pembelajaran dimulai hendaknya guru menjelaskan terlebih dulu tujuan yang ingin dicapai. baik yang terkait dengan faktor-faktor internal dari individu itu sendiri maupun keadaan eksternal yang mempengaruhinya. guru perlu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu. Membangkitkan minat siswa. Dalam hal ini. Semakin jelas tujuan yang ingin dicapai. 2. Oleh sebab itu. Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal. mengembangkan minat belajar siswa merupakan salah satu teknik dalam mengembangkan motivasi belajar. diantaranya : 6 . Beberapa cara dapat dilakukan untuk membangkitkan minat belajar siswa. Tujuan yang jelas dapat membuat siswa paham ke arah mana ia ingin dibawa. kita dapat menjumpai beberapa teori tentang motivasi (motivation) dan pemotivasian (motivating) yang diharapkan dapat membantu para manajer (baca: guru) untuk mengembangkan keterampilannya dalam memotivasi para siswanya agar menunjukkan prestasi belajar atau kinerjanya secara unggul. Dalam perspektif manajemen maupun psikologi. Memperjelas tujuan yang ingin dicapai. sehingga terbentuk perilaku belajar siswa yang efektif. di bawah ini dikemukakan beberapa petunjuk umum bagi guru dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa 1. Terlepas dari kompleksitas dalam kegiatan pemotivasian tersebut. mengingat begitu kompleksnya masalah-masalah yang berkaitan dengan perilaku individu (siswa). Kendati demikian.

Biasanya minat siswa akan tumbuh kalau ia mendapatkan kesuksesan dalam belajar. eksperimen. Bagi sebagian siswa nilai dapat menjadi motivasi yang kuat untuk belajar. merasa aman. penilaian harus dilakukan dengan segera agar siswa secepat mungkin mengetahui hasil kerjanya. 3. Berikan penilaian. Banyak siswa yang belajar karena ingin memperoleh nilai bagus. Memberikanpujian yang wajar merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memberikan penghargaan. Sesuaikan materi pelajaran dengan tingkat pengalaman dan kemampuan siswa. Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar. Materi pelajaran yang terlalu sulit tidak akan dapat diikuti dengan baik. akan tidak diminati oleh siswa. Motivasi akan tumbuh manakala siswa merasa dihargai. 5. misalnya diskusi. terbebas dari rasa tegang. Oleh karena itu. kerja kelompok. Berilah pujian yang wajar terhadap setiap keberhasilan siswa. 7 . Untuk itu guru sekali-sekali dapat melakukan hal-hal yang lucu. yang dapat menimbulkan siswa akan gagal mencapai hasil yang optimal. Pujian sebagain penghargaan dapat dilakukan dengan isyarat. Minat siswa akan tumbuh manakala ia dapat menangkap bahwa materi pelajaran itu berguna untuk kehidupannya. dan lain-lain. Berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa. Pujian tidak selamanya harus dengan kata-kata. Penilaian harus dilakukan secara objektif sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing. bebas dari rasa takut. Gunakan berbagai model dan strategi pembelajaran secara bervariasi. 6. dan kegagalan itu dapat membunuh minat siswa untuk belajar. Materi pelaaran yang terlalu sulit untuk dipelajari atau materi pelajaran yang jauh dari pengalaman siswa. atau mungkin dengan tatapan mata yang meyakinkan. Untuk itu mereka belajar dengan giat.• • • Hubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa. Siswa hanya mungkin dapat belajar dengan baik manakala ada dalam suasana yang menyenangkan. Usahakan agar kelas selamanya dalam suasana hidup dan segar. 4. demonstrasi. misalnya senyuman dan anggukan yang wajar. Dengan demikian guru perlu enjelaskan keterkaitan materi pelajaran dengan kebutuhan siswa.

memberikan tugas yang sedikit berat (menantang). Komentar yang positif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. barangkali ini merupakan pernyataan yang terlambat. Ciptakan persaingan dan kerja sama.Siswa butuh penghargaan. guru harus dapat memberikan petunjuk bagaimana cara belajar yang baik. karena pada hakikat guru dilahirkan hanyalah untuk menempati ranah pemberi inspirasi. Penghargaan bisa dilakukan dengan memberikan komentar positif. Kalau kita mengatakan Profesi Guru itu sebagai Inspirator. dan kecaman. Oleh sebab itu. C. adakalanya motivasi itu juga dapat dibangkitkan dengan cara-cara lain yang sifatnya negatif seperti memberikan hukuman. 8 . guru adalah sosok yang sanggup menerapkan gagasan cerdas Bapak pendidikan Indonesia. guru harus mendesain pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk bersaing baik antara kelompok maupun antar-individu. Inspirator itu sebenarnya bukan hal yang mudah. teguran. terutama untuk siswa yang memang dirasakan tidak mampu untuk bersaing. dapat digunakan untuk memperbesar hingga 10 juta kali obyeknya. teknik-teknik semacam itu hanya bisa digunakan dalam kasus-kasus tertentu. Untuk itulah seandainya masih bisa dengan cara-cara yang positif. Namun. karena seorang inspirator itu akan diteropong khusus oleh orang yang dinspirasi. Melalui persaingan siswa dimungkinkan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh hasil yang terbaik. Guru sebagai Inspirator Guru Sebagai inspirator. diakui persaingan tidak selamanya menguntungkan. Jika posisi ini dapat dilakukan maka harapan Andreas Harefa untuk membentuk manusia pembelajar akan tercapai dengan segera. Persoalan belajar adalah masalah utama anak didik. Ki Hajar Dewantara. oleh sebab itu pendekatan cooperative learning dapat dipertimbangkan untuk menciptakan persaingan antarkelompok. guru harus memberikan inspirasi bagi kemajuan belajar siswa. 7. Persaingan yang sehat dapat memberikan pengaruh yang baik untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa. sebaiknya berikan komentar secepatnya. Beberapa ahli mengatakan dengan membangkitkan motivasi dengan cara-cara semacam itu lebih banyak merugikan siswa. Namun demikian. misalnya dengan memberikan tulisan “bagus” atau “teruskan pekerjaanmu” dan lain sebagainya. Terkait dengan posisi sebagai inspirator siswa. Di samping beberapa petunjuk cara membangkitkan motivasi belajar siswa di atas. teropong itu mirip miscroscop. sebaiknya membangkitkan motivasi dengan cara negatif dihindari. Setelah siswa selesai mengerjakan suatu tugas.

Kehidupan selalu mengalami perubahan sebab kehidupan memang sebuah proses yang dinamis. menemukan dan melaksanakan berbagai pembaharuan di sekolah. sebagai inovator harus mampu mencari. cara-cara. Oleh karena itulah. maka eksistensi guru sebagai innovator kegiatan. atau konsep-konsep yang baru dalam pengajaran. guru berfungsi melakukan kegiatan kreatif. Guru sebagai Inovator Guru sebagai Inovator. Dinamisasi pola kehidupan seringkali jauh melebihi kemampuan adaptasi yang dimiliki oleh seseorang sehingga seringkali terjadi satu atau beberapa perbedaan sehingga muncul friksi/ gesekan yang pada akhirnya menjadikan perbedaan konsep. anak didik adalah sosok yang belum stabil dalam segala aspek sehingga setiap kali menghadapi persoalan dalam hidup atau proses hidup. menemukan strategi. metode. Ing Ngarsa Sun Tuladha-Ing Madya Mangun Karsa-Tut Wuri Handayani. D. Penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran maksudnya menggunakan manfaat internet atau intranet sebagai media pembelajaran. Gagasan baru itu misalnya penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran. Kehidupan yang dinamis memberikan konsekuensi logis yang menuntut setiap orang untuk memberikan sesuatu yang baru sehingga selalu sejalan dengan perkembangan pola kehidupan. 9 . Dan. khususnya dalam pola pembelajaran sangat diperlukan. maka sebuah teladan bagus agar tidak salah dalam mengambil keputusan.2ING+1TUT [TWO-ING ONE-TUT].

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful