Kalimat Efektif dan Kalimat Tidak Efektif

November 15, 2009 — vhyo17 Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksudnya/arti serta tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara. Kalimat efektif juga merupakan kalimat yang padat, singkat, jelas, lengkap, dan dapat menyampaikan informasi secara tepat. Jelas : berarti mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca. Singkat : hemat dalam pemakaian atau pemilihan kata-kata. Tepat : sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku. Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis. Kalimat tidak efektif adalah kalimat yang tidak memiliki atau mempunyai sifat-sifat yang terdapat pada kalimat efektif. Berikut ini 13 Sebab Ketidakefektifan Kalimat : 1. Kalimat Berstruktur Kompak. Setiap kalimat minimal terdiri atas unsur pokok dan sebutan (yang menerangkan pokok) atau unsur subjek dan predikat. Kalimat yang baik adalah kalimat yang menggunakan subjek dan predikat secara benar dan kompak. Kekurangkompakan dan ketidakjelasan subjek dapat terjadi jika digunakan kata depan di depan subjek. Misalnya penggunaan dalam, untuk, bagi, di, pada, sebagai, tentang, dan, karena sebelum subjek kalimat tersebut. Contoh kalimat tidak efektif: Bagi semua siswa harus memahami uraian berikut ini. Dalam pembahasan ini menyajikan contoh nyata. Sebagai contoh dari uraian di atas adalah perkalian di bawah ini. Kalimat di atas menjadi tidak efektif karena unsurnya tidak lengkap. 2. Kalimat Paralel. Kalimat yang efektif adalah kalimat yang tersusun secara paralel. Keparalelan itu tampak pada jenis kata yang digunakan sebagai suatu yang paralel dengan memiliki unsur atau jenis

3. dan menyimpulkan hasil pengujian. Kalimat ketiga kurang efektif karena menggunakan kata bermakna hiponimi. dan simpulan.kata yang sama. setelah mereka mengetahui bahwa presiden datang ke acara itu. menggambarkan (tahaptahap kegiatan). kelengkapan materi yang harus dilampirkan. hiponimi. yaitu kata hanya dan saja. dengan kelengkapan. Bandingkanlah dengan kalimat di bawah ini! Kegiatan akhir dari percobaan itu adalah menyusun laporan. Kalimat yang efektif harus hemat. Banyak orang-orang yang tidak hadir pada pertemuan yang menghadirkan beberapa tokohtokoh terkemuka. Air raksa ini harus dicampur dengan kain warna merah. Kalimat hemat memiliki ciri kalimat yang menghindari pengulangan subjek. Misalnya. maka kata lainnya seharusnya menggunakan verba. Kalimat tersebut memfaralelkan “kegiatan” sebagai verba. Contoh kalimat tidak efektif: Kegiatan akhir dari percobaan itu adalah menyusun laporan. Contoh kalimat tidak efektif: Para menteri serentak berdiri. menggambarkan tahap-tahap kegiatan. kata menyusun seharusnya berfaralel dengan melampirkan (materi secara lengkap). Kesalahan dalam menggunakan paralelis kata akan menjadikan kalimat tersebut menjadi tidak efektif. melampirkan materi secara lengkap. Waktu tempuh yang digunakan hanya selama 45 menit saja untuk sampai ke daerah itu. penggambaran tahap-tahap kegiatan. Kalimat kedua menggunakan kata bermakna sama. sehingga tidak perlu . pleonasme. karena memfaralelkan jenis kata menyusun. dan menyimpulkan (hasil pengujian). penggambaran. dan simpulan hasil pengujian. Ketidakefektifan kalimat tersebut. yaitu kata warna dan merah (merah merupakan salah satu warna. Kalimat Hemat. Kalimat pertama kurang efektif karena menggunakan subjek (kata para menteri) dengan subjek kedua (kata mereka). dan penjamakan kata yang sudah bermakna jamak.

Contoh kalimat tidak efektif: Pada kesempatan yang berbahagia ini. menggunakan kata bermakna jamak secara berulang. Pada kalimat pertama terkadung makna bahwa yang berbahagia adalah kesempatan. yaitu kata banyak dan beberapa dengan pengulangan kata yang mengikutinya. Demikian pula penggunaan kata tentang dan daripada setelah verba menjadikan kalimat tersebut kurang padu 5. Kalimat yang logis adalah kalimat yang dapat diterima oleh akal atau pikiran sehat. Kalimat Berpadu. Kontaminasi ==> merancukan 2 struktur benar 1 struktur salah . Kalimat yang tidak berpadu biasanya terjadi karena salah dalam menggunakan verba (kata kerja) atau preposisi (kata depan) secara tidak tepat. Materi yang sudah diungkapkan daripada pembicara awal akan dibahas kembali pada pertemuan yang akan datang. Kalimat yang berpadu adalah kalimat yang berisi kepaduan pernyataan. Kalimat Logis. Uraian pada bagian ini akan menyajikan tentang perkembangbiakan pohon aren.menggunakan kata warna). Biasanya ketidaklogisan kalimat terjadi karena pemilihan kata atau ejaan yang salah. Kalimat keempat. Untuk mempersingkat waktu. kecuali verbanya diganti dengan membahagiakan. Kalimat ketiga menggunakan konstruksi kalimat yang kurang benar sehingga memunculkan makna yang kurang logis dan menakutkan. 6. Kalimat kedua memiliki makna yang tidak mungkin waktu dipersingkat. Mayat wanita yang ditemukan di sungai itu sebelumnya sering mondar. 4. saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran acara ini. Penggunaan kata akan yang menyelip di antara subjek dengan predikat pada kalimat pertama menjadikan kalimat tersebut kurang padu. Contoh kalimat tidak efektif: Segala usulan yang disampaikan itu kami akan pertimbangkan. marilah kita bersama-sama mulai mengerjakan tugas tersebut.mandir di daerah tersebut. kecuali acara yang dipersingkat atau waktu yang dihemat.

(absen: tidak masuk. (KPS) (benar) ?? * Di dalam buah mangga mengandung vitamin C. Adanya kata depan tidak perlu. dilebarkan diperlebarkan (salah) * memperkuat. Contoh : * waktu dan tempat dipersilahkan.Contoh : * diperlebar. Pleonasme ==> berlebihan. (maju selalu ke depan) * Adik mengajak temannya naik ke atas. ia juga kuliah. Contoh : * Buah mangga mengandung vitamin C. Salah Nalar. (KPO) (salah) 9. Contoh : * Perkembangan daripada teknologi informasi sangat pesat. tidak perlu para) * para bapak-bapak (bapak-bapak sudah jamak) * banyak siswa-siswa (banyak siswa) * saling pukul-memukul (pukul-memukul sudah bermakna „saling‟) * agar supaya (agar bersinonim dengan supaya) * disebabkan karena (sebab bersinonim dengan karena) 8. (naik selalu ke atas) * Pak. Tidak Memiliki Subjek. * Selain daripada bekerja. saya minta izin ke belakang. Sekolah mengadakan pentas seni Sekolah mengadakan pentas seni (salah) 7. menguatkan memperkuatkan (salah) * sangat baik. (toilet tidak selalu berada di belakang) * Saya absen dulu anak-anak.(SPO) (benar) * Di dalam buah mangga terkandung vitamin C. 10. (Ia gagal meraih prestasi) (kata gagal lebih untuk subjek . (Apakah bisa menolak?) * Silakan maju ke depan. pukul-memukul saling pukul-memukul (salah) * Di sekolah diadakan pentas seni. * Kepada siswa kelas I berkumpul di aula. seharusnya presensi) * Bola gagal masuk gawang. tumpang tindih Contoh : * para hadirin (hadirin sudah jamak. (Siapa yang dipersilahkan) * Mobil Pak Dapit mau dijual. baik sekali sangat baik sekali (salah) * saling memukul.

Keraf. (Jawa: wis padha teka) (seharusnya sudah hadir) * … oleh saya. Mike. . Gorys (1983) Komposisi. Rusyana.bernyawa) 11. Contoh : * Rumah di mana ia tinggal … (the house where he lives …) (seharusnya tempat) * Sebab-sebab daripada perselisihan … (cause of the quarrel) (kata daripada dihilangkan) * Saya telah katakan … (I have told) (Ingat: pasif persona) (seharusnya telah saya katakan) 13. Contoh : * mengenyampingkan seharusnya mengesampingkan * menyetop seharusnya menstop * mensoal seharusnya menyoal * ilmiawan seharusnya ilmuwan * sejarawan seharusnya ahli sejarah 12. (Sunda: ku abdi) (seharusnya diganti dengan kalimat pasif persona) * Jangan-jangan … (Jawa: ojo-ojo) (seharusnya mungkin) Daftar Pustaka Baynham. (1995) Literacy Practices: Investigating Literacy in Social Contexts. Yus (1984) Bahasa & Sastra dalam Gamitan Pendidikan. Pengaruh bahasa asing. Kesalahan Pembentukan kata. London: Longman. Pengaruh bahasa daerah. Contoh : * … sudah pada hadir. Jakarta: Gramedia. Bandung: CV Diponegoro.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful