Integrasi Teologi dan Komunikasi

Keunggulan komunikasi dalam Teologi Kristen bisa ditemukan di kejadian penciptaan, asal pengetahuan, dan penebusan. Ciptaan diselesaikan hanya dengan menggunakan Firman atas kekosongan; kemudian pengetahuan diberikan dan melalui ciptaan, sebuah kualitas yang spesifik dibuat berdasarkan gambaran Allah; keselamatan dinyatakan melalui Firman yang menjadi manusia, berinkarnasi. Seseorang bisa saja beragumen dengan sangat meyakinkan bahwa sebelum teologi ada, komunikasi telah ada lebih dulu.. ^_^ Sementara studi atas komunikasi kontemporer saat ini menggaris bawahi asumsi2 ideologis baik implisit maupun eksplisit, jarang sekali ada nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang berakar pada iman Kristen seperti yang dimaksudkan pada integrasi ini. Menguraikan tanda dan sandi dalam komunikasi praktis dan kemudian melihat perbedaan baik presuposisinya maupun inplikasinya adalah hal-hal yang lumrah dalam tugas-tugas perkuliahan. Jadi peran integrasi disini adalah mengenai kesempatan kita untuk melakukan refleksi teologis dalam ilmu komunikasi. Tujuan kita memahami integrasi ini bukan untuk menyediakan studi yang sistematis mengenai teologi atau mengenai sejarah keagamaan, tapi untuk menyelidiki kontribusi historis dari teologi terhadap bidang ilmu komunikasi, sehingga kita mampu memahami hakikat komunikasi dari sudut pandang Allah, dan mengaktualisasikannya dalam keseharian kita.

A. Apa itu Ilmu Komunikasi ? Definisi komunikasi Kata atau istilah “komunikasi” (Bahasa Inggris “communication”) berasal dari Bahasa Latin “communicatus”yang berarti “berbagi” atau “menjadi milik bersama”.Dengan demikian, kata komunikasi menurut kamus bahasa mengacu pada suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan. Menurut Webster New Collogiate Dictionary dijelaskan bahwa komunikasi adalah “suatu proses pertukaran informasi di antara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku”. Berikut ini adalah bebarapa definsi tentang ilmu komunikasi yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut : Hovland, Janis & Kelley, Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak). Berelson & Steiner, Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar, angkaangka, dan lain-lain.

keahlian. ilmu komunikasi sebagai bagian dari ilmu sosial adalah suatu ilmu yang bersifat multi-disipliner. ruang lingkup. terlihat bahwa para ahli memberikan definisinya sesuai dengan sudut pandangnya dalamelihat komunikasi. emosi. Definisi Lasswell. yaitu penyampaian informasi. Definisi Hovland Cs. dan untuk mempertahankan atau memperkuat ego. Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar. Komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. dapat diperoleh gambaran bahwa komunikasi mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut Komunikasi adalah suatu proses Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau sekuensi) serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu. dan “dengan akibat apa” atau “hasil apa”. disengaja. Definisi Gode. yaitu : siapa (pelaku komunikasi pertama yang mempunyai inisiatif atau sumber. Warren Weaver.Hal ini menunjukkan bahwa. memberi penekanan pada proses penularanpemilikan.Definisi Barnlund. Dari berbagai definisi tentang ilmu komunikasi tersebut di atas. gagasan. serta sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya. Alex Gode. . menekankan pada tujuan komunikasi.(who says what in which channel to whom and with what effect). menekankan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian. dan konteks yang berbeda. dan lain-lain. Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa” “mengatakan “apa” “dengan saluran apa”. Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari semula yang dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih. Barnlund. Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian. memberikan penekanan bahwa tujuan komunikasi adalah mengubah atau membentuk perilaku. bertindak secara efektif. sebagai dasar bertindak efektif. mengatakan apa ( isi informasi yang disampaikan) kepada siapa (pelaku komunikasi lainnya yang dijadikan sasaran penerima) melalui saluran apa (alat/saluran penyampaian informasi) dengan akibat/hasil apa (hasil yang terjadi –pada diri penerima) Definisi Lasswell ini juga menunjukkan bahwa komunikasi itu adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. yaitu dari yang semula (sebelum komunikasi) hanya dimiliki oleh satu orang kemudian setelah komunikasi menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih. “kepada siapa” . secara eksplisit dan kronologis menjelaskan tentang lima komponen yang terlibat dalam komunikasi. Definisi Berelson dan Steiner. mempertahankan atau memperkuat ego.Harold Lasswell. Berdasarkan definisi-definisi tentang komunikasi tersebut di atas. Masingmasing memberikan penekanan arti. yaitu untuk mengurangi ketidakpastian.

dsbnya.- - - - Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerja sama dari para pelaku yang terlibat kegiatan komunikasi akan berlangsung baik apabila pihak-pihak yang berkomunikasi (dua orang atau lebih) sama-sama ikut terlibat dan sama-sama mempunyai perhatian yang samaterhadap topik pesan yang disampaikan. dan anak dalam keluarga.Contoh : berpikir. internet. kalimat.Misalnya. 5. setiap individu yang terlibat masing-masing berkomunikasi sesuai dengan peran dan kedudukannya dalam kelompok. menulis sesuatu. merenung.Bedanya dengan komunikasi kelompok adalah bahwa sifat organisasi organisasi lebih formal dan lebih mengutamakan prinsip-prinsip efisiensi dalam melakukan kegiatan komunikasinya. faximili. dsbnya. Komunikasi dalam kelompok Yakni kegiatan komunikasi yang berlangsung di antara suatu kelompok. angkaangka atau tanda-tanda lainnya. bukan bersifat pribadi. tetapi masing-masing membawa peran dan kedudukannya sebagai wakil dari kelompok/asosiasinya masing-masing. Pesan atau informasi yang disampaikan juga menyangkut kepentingan seluruh anggota kelompok. Dengan adanya berbagai produk teknologi komunikasi seperti telepon. Komunikasi Organisasi Komunikasi organisasi mencakup kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi dan komunikasi antar organisasi. dsbnya. Komunikasi antar-pribadi Yakni kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung antara seseorang dengan orang lainnya. Komunikasi antar-kelompok/asosiasi Yakni kegiatan komunikasi yang berlangsung antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya. yaitu memberi dan menerima. Komunikasi dengan masyarakat secara luas Pada tingkatan ini kegiatan komunikasi ditujukan kepada masyarakat luas. 3. atau pidato di lapangan terbuka. Bentuk kegiatan komunikasinya dapat dilakukan melalui dua cara :Komunikasi massa Yaitu komunikasi melalui media massa seperti radio. Komunikasi bersifat simbolis Komunikasi pada dasarnya merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. secara umum kegiatan/proses komunikasi dalam masyarakat berlangsung dalam 6 tingkatan sebagai berikut : 1.Langsung atau tanpa melalui media massa Misalnya ceramah. Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu Maksudnya adalah bahwa para peserta atau pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama. Tingkatan Proses Komunikasi Menurut Denis McQuail. percakapan melalui telepon. Komunikasi bersifat transaksional Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan. Komunikasi intra-pribadi (intrapersonal communication Yakni proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang. 4. dll. Lambang yang paling umum digunakan dalam komunikasi antar manusia adalah bahasaverbal dalam bentuk kata-kata. menggambar. 2. ibu. 6. Pada tingkatan ini. Jumlah pelaku yang terlibat boleh jadi hanya dua atau beberapa orang. TV. surat kabar. Dua tindakan tersebut tentunya perlu dilakukan secara seimbang atau porsional. dan lain-lain.Misalnya percakapan tatap muka. berupa pengolahan informasi melalui pancaindra dan sistem syaraf. faktor ruang dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam berkomunikasi. . ngobrol-ngobrol antara ayah. korespondensi. diskusi guru dan murid di kelas tentang topik bahasan.

dll.. mengembalikan dialog antara Allah dan manusia. untuk meyakinkan individu akan keselamatan. tetapi gambaran yang hidup (tanda-tanda yang hidup. Kata yang komunikatif dari tindakan Allah menjadi sebuah kehidupan (Kej 1. Wahyu Allah mengenai diriNya adalah sebuah tindakan yang menggabungkan kata dan tindakan (Dei Verbum). membuat orang percaya. Dalam wahyuNya. namun sedikit ringkasan ini diharapkan dapat memberikan gambaran global tentang ilmu komunikasi sehingga pemahaman yang didapat mencukupi untuk dilihat dari sudut pandang kristiani. rasul-rasul. Cara-cara komunikasi pewahyuan tidaklah statis. memperbarui komunikasi yang telah rusak oleh dosa (lihat Kejadian 3:8 “) . pembebasan bangsa israel. dan membiarkan kasih mengubah segalanya. merubah karakter.) juga memberikan wahyu melalui kata dan tindakan. Musa. Juga tanda mengenai sang bayi di Lukas 2:12..) 3. Paulus menegaskannya dalam 1 Timotius 2:5. Allah mengawali sebuah proses. farabel seperti pelangi dalam Kejadian. menghargai kebebasan manusia. Berbagai modiator komunikasi dalam wahyu Allah ( Abraham.) 5. mengundang dan membawa penerima wahyuNya kedalam sebuah hubungan yang baru. Sudut pandang Kristen mengenai komunikasi Part I Wahyu sebagai sebuah fenomena komunikasi 1. para nabi. simbol2.Materi diatas memang belum cukup untuk mewakili secara utuh pemehaman mengenai ilmu komunikasi. Wahyu Allah mengenai diriNya sendiri adalah sebuah komunikasi yang nyata. gambaran-gambaran yg tidak hidup (bandingkan dengan larangan Allah menyangkut patung-patung berhala). Tujuan komunikasi yang kudus ini adalah keselamatan : pengumpulan umat. Yesaya 55:11. Dan pendek kata. B. menimbulkan efek rekonsiliasi. bukan sekedar informasi. dll. Untuk dipikirkan : Dalam setiap kasus.. Yesus sendiri. apakah pantas untuk menginterpretasikan komunikator sebagai saksi yang membawa kesaksian? 4. Lalu mengenai Yesus sebagai pembawa pesan sekaligus isi pesan tersebut.. Untuk dipikirkan : Apakah komunikasi kewahyuan ini lebih berat soal proses dan hubungan (antara si pengirim dan si penerima) atau lebih kepada isi dan pesannya? 2. manna di padang gurun.

C. Aplikasi integrasi Teologi dan Komunikasi “Saya lihat Kristus dibutuhkan di dalam studio-studio televisi.” – Mother Theresa – Pertanyaan bagi orang-orang percaya di dalam dunia yang telah disusupi media – bahkan ada yang berkata “didominasi media” – di abad ini adalah : Apakah cobaan dan serangan apa yang dihadapi orang kristen dari media dan bagaimanakah mereka seharusnya menghadapi semua itu? .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful