P. 1
Angka Indeks

Angka Indeks

|Views: 129|Likes:
Published by Malinda Iriani

More info:

Published by: Malinda Iriani on Apr 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/12/2015

pdf

text

original

ANGKA INDEKS

WAWAN HERMAWAN, S.E., M.T.
Setiap kegiatan selalu mengalami kemajuan atau
kemunduran.
Contoh :
¬Hasil penjualan suatu perusahaan dapat meningkat juga
menurun.
¬Hasil penerimaan devisa mengalami naik-turun.
¬Pendapatan nasional kadang-kadang naik, kemudian
merosot lagi.
Tujuan pembuatan angka indeks :

Adalah untuk mengukur secara kuantitatif, terjadinya
suatu perubahan dalam waktu yang berlainan.
Misalnya :
¬ Indeks harga, untuk mengukur perubahan harga (berapa %
kenaikan atau penurunannya).
¬ Indeks produksi, untuk mengetahui perubahan yang terjadi
didalam kegiatan produksi.
¬ Indeks biaya hidup, digunakan untuk mengukur tingkat
inflasi.
Didalam membuat angka indeks
diperlukan 2 macam waktu
+ Waktu dasar
+ adalah waktu dimana suatu kegiatan/kejadian
dipergunakan untuk dasar perbandingan.
+ Waktu yang bersangkutan/waktu yang sedang berjalan.
+ ialah waktu dimana suatu kegiatan/kejadian akan
diperbandingkan terhadap kegiatan pada waktu
dasar.
Contoh:
Produksi barang A
•Tahun 1999 = 150 ton
•Tahun 2000 = 225 ton
Kalau dibuat indeks produksi tahun 2000 dengan waktu dasar
1999, maka
% 150 % 100
150
225
= X
Artinya ada kenaikan produksi sebesar 150% - 100% = 50%
Ë Apabila angka indeks lebih dari 100%,
berarti telah terjadi kenaikan, sedangkan
bila kurang dari 100% terjadi penurunan.
Ë Selanjutnya untuk meringkas, tanda %
tidak dicantumkan.

CATATAN TENTANG ANGKA INDEK
TEKNIK PENYUSUNAN INDEKS HARGA
• Metode Agregatif sederhana
• Metode Rata-rata dari Relatif Harga-harga.
1. INDEKS HARGA TIDAK TERTIMBANG.
2. INDEKS HARGA TERTIMBANG
• Laspeyres
• Paasche
• Drobish
• Fisher
• Marshall - Edgeworth
• Walsh
• Metode Relatif Harga-harga Tertimbang
Metode Agregatif Sederhana
¥ Indeks agregatif merupakan indeks yang terdiri dari
beberapa barang/kelompok barang (misalnya indeks
harga 9 bahan pokok, indeks biaya hidup dan
sebagainya).
¥ Indeks agregatif memungkinkan untuk melihat
persoalan secara agregatif/secara makro, yaitu:
secara keseluruhan, bukan melihat satu per satu/per
individu.
Metode Agregatif Sederhana
p
n
= harga tahun tertentu
p
o
= harga tahun dasar
100
0
x
p
p
I
n
¿
¿
=
Tahun
Jenis Hasil Pertanian
1998 1999
Beras 4.762 3.680
Jagung Kering 1.674 2.430
Kacang Kedelai 4.021 5.599
Kacang Hijau 4.615 6.258
Kacang Tanah 6.230 7.655
Ketela Pohon 396 460
Ketela Rambat 608 707
Kentang 2.904 3.375
JUMLAH 25.210 30.164
119,65
=
100
25210
30164

=
x
100
1998
1999
=
¿
¿
x
p
p
1999
I
Contoh :
Hasil Pertanian di
Jakarta, pada
tahun 1998, 1999
(rupiah/100 kg).
Maka indeks harga tahun 1999
dengan tahun 1998 sebagai dasar
adalah :
Metode Rata-Rata Dari Relatif Harga-Harga
¬Bila dihitung ratio pn /po tiap jenis barang/bahan, maka
diperoleh relatif harga/ratio harga tiap jenis barang.
¬Indeks harga sebagai keseluruhan dapat diperoleh dengan
jalan menjumlahkan relatif harga tiap jenis barang dan
merata-ratakannya dengan metode:
100
0
x
n
p
p
IRH
n
¿
=
n = jumlah komponen jenis barang
Hitung angka indeks harga Rata-rata Relatif tak tertimbang,
bila waktu dasarnya adalah awal Minggu dengan metode
• Rata-rata hitung
• Median
• Rata-rata ukur
Contoh: Harga 3 jenis barang di awal dan akhir minggu
Metode Rata-Rata Dari Relatif Harga-Harga
A. Indeks harga Rata-rata Relatif dengan Rata-rata Hitung
03 , 113
=
100
3
390909 , 3
=
x
100
0
=
¿
x
n
p
p
IRH
n
Artinya pada akhir Minggu ada kenaikan sebesar 13,03%
dibandingkan dengan awal Minggu.
B. Indeks harga Rata-rata Relatif dengan Median
Nilai p
n
/p
0
diurutkan dari kecil ke besar diperoleh :
1,09090 1,13333 1,166667
Jadi Indeks harga akhir Minggu adalah :
1,13333 x 100 = 113,3333
artinya ada kenaikan sebesar 13,3333%
C. Indeks Harga Rata-rata Relatif dengan Rata-rata Ukur
0530309 , 2
=
3
6,1590929

=
99 , 112
=
IRH Jadi
100 log
log
0
=
¿
n
x
p
p
IRH
n
Artinya
ada kenaikan
sebesar 12,9%
INDEKS HARGA TERTIMBANG
Pada umumnya timbangan yang
digunakan ialah jumlah barang yang
diproduksi, dikonsumsi, atau dibeli
dan dijual. Timbangan yang demikian
dinamakan Timbangan Kuantitas.
• Laspeyres
• Paasche
• Drobish
• Fisher
• Marshall - Edgeworth
• Walsh
• Metode Relatif Harga-harga Tertimbang
Angka indeks dimana kuantitas tahun dasar dijadikan timbangan
100
q p
q p

0 0
0 n
x L
¿
¿
=
p
0
= harga tahun dasar
p
n
= harga tahun tertentu
q
0
= kuantitas tahun dasar
Contoh:
Cari Indeks Laspeyres dan Paasche untuk data di bawah ini
dengan tahun dasar 1990
117,6009
=
100
4460000
5245000
=
x
100
q p
q p

0 0
0 n
=
¿
¿
x L
117,8469
=
100
5592000
6590000
=
x
100
q p
q p

n 0
n n
=
¿
¿
x P
Jika hasil indeks Laspeyres dan Paasche
berbeda jauh, maka digunakan pengrata-
rataan hasil Laspeyres dan Paasche
2
P L
D
+
=
Jika hasil indeks Laspeyres dan Paasche
tidak berarti, maka digunakan
pengrata-rataan dari rata-rata Ukur
dari Indeks Laspeyres dan Paasche
P x L F =
Contoh
117.7239
2
117.8469 117.6009
2
=
+
=
+
=
P L
D
117.7238
17.8469 117.6009x1

=
=
= P x L F
Angka indeks dimana jumlah kuantitas
tahun dasar dan tertentu, dijadikan
pertimbangan
( )
( )
100
0 0
0
x
q q p
q q p
ME
n
n n
¿
¿
+
+
=
Contoh
117.7378
=
10052000
11835000
=
¿
( )
( )
100
0 0
0
+
+
=
¿
x
q q p
q q p
ME
n
n n
Akar dari perkalian kuantitas tahun dasar
dan tertentu, dijadikan pertimbangan
100
.
.
0 0
0
x
q q p
q q p
W
n
n n
¿
¿
=
Contoh
117.7186
=
100
4975208
5856743
=
x
100
.
.
0 0
0
=
¿
¿
x
q q p
q q p
W
n
n n
Catatan :
¬ Indeks Laspeyres memiliki kecenderungan untuk
berlebihan ke atas.
¬ Indeks Paasche berkecenderungan untuk berlebihan ke
bawah.
¬ Indeks Laspeyres lebaih banyak digunakan daripada
Paasche, karena kuantitas tahun dasar tidak berubah
¬ Indeks Fisher lebih baik daripada Indeks Drobish.
100
0
x
W
xW
p
p
I
n
¿
¿
=
Metode Relatif Harga-Harga Tertimbang
Dengan :
W = timbangan nilai (nilai tahun dasar p
0
q
0
atau nilai tahun tertentu p
n
q
n
).
atau
100 I
0
x
q p
q xp
p
p
n n
n n
n
¿
¿
=
100
0 0
0 0
0
x
q p
q xp
p
p
I
n
¿
¿
=
PERUBAHAN TAHUN DASAR
Perubahan tahun dasar di rumuskan sebagai berikut:
D
T
B
I x
I
I
100
=
I
B
= Indeks baru untuk tahun bersangkutan.
I
T
= Indeks lama dari tahun yang dijadikan tahun dasar baru.
I
D
= Indeks lama dari tahun bersangkutan.
Tahun Indeks harga 1994 = 100 Indeks harga 1996 = 100
1994 100,0 100/113 x 100 = 87,8
1995 101,7 100/113,9 x 101,7 = 89,3
1996 113,9 = IT 100/113,9 x 116,5 = 102,3
1997 116,5
1998 115,3
1999 117,3
Contoh : Indeks harga timah 1994 s/d 1999
Tahun Indeks harga 1994 = 100 Indeks harga 1996 = 100
1994 100,0 100/113 x 100 = 87,8
1995 101,7 100/113,9 x 101,7 = 89,3
1996 113,9 = IT 100/113,9 x 116,5 = 102,3
1997 116,5
1998 115,3
1999 117,3
Tahun Indeks harga 1994 = 100 Indeks harga 1996 = 100
1994 100,0 100/113 x 100 = 87,8
1995 101,7 100/113,9 x 101,7 = 89,3
1996 113,9 = IT 100/113,9 x 116,5 = 102,3
1997 116,5
1998 115,3
1999 117,3
D
T
B
I x
I
I
100
=
Catatan :
Bila yang dijadikan tahun dasar adalah beberapa tahun, maka
I
T
= Rata-rata indeks beberapa tahun tersebut.
Rata-rata 1994-1996 = 105,2
95.1 100
2 , 105
100
=
96.7 7 , 101
2 , 105
100
=
Tahun Indeks harga
1994 = 100
Indeks harga
1994-1996 = 100
1994 100.0 951
1995 101.7 96.7
1996 113.9 108.3
1997 116.5 110.7
1998 115.3 109.6
1999 117.3 111.5
Tahun Indeks harga
1994 = 100
Indeks harga
1994-1996 = 100
1994 100.0 951
1995 101.7 96.7
1996 113.9 108.3
1997 116.5 110.7
1998 115.3 109.6
1999 117.3 111.5
PENGUKURAN UPAH NYATA
ŒUpah nyata seharusnya lebih berarti dari upah uang.
ŒUpah uang adalah upah yang diterima dalam bentuk
uang, sedangkan upah nyata adalah tenaga beli dari
upah uang yang diterima.
ŒUpah nyata sangat dipengaruhi oleh harga umum
barang-barang konsumsi atau biaya hidup.
ŒPenentuan upah nyata umumnya dilakukan dengan
jalan mendeflasikan upah uang yang di terima dan
diflator yang umum adalah indeks biaya hidup.
Hidup Biaya Indeks
diterima yang Upah
Nyata Upah =
Contoh :
Upah uang dan indeks biaya hidup Buruh tahun 1991 s/d 2000
Tahun
Upah harian
(ribu rupiah)
Indeks biaya hidup
Upah nyata
(ribu rupiah)
1991 5,82 100 5,82/100 x 100 = 5,82
1992 6,48 108 6,48/108 x 100 = 6
1993 7,27 134 5,43
1994 7,54 148 5,09
1995 7,72 167 4,62
1996 10,26 243 4,22
1997 10,99 307 3,58
1998 14,17 407 3,48
1999 16,32 507 3,21
2000 30,69 1407 2,18
Tahun
Upah harian
(ribu rupiah)
Indeks biaya hidup
Upah nyata
(ribu rupiah)
1991 5,82 100 5,82/100 x 100 = 5,82
1992 6,48 108 6,48/108 x 100 = 6
1993 7,27 134 5,43
1994 7,54 148 5,09
1995 7,72 167 4,62
1996 10,26 243 4,22
1997 10,99 307 3,58
1998 14,17 407 3,48
1999 16,32 507 3,21
2000 30,69 1407 2,18
Dari tabel tersebut terlihat bahwa pada tahun 2000 ada
kenaikan upah harian sebesar
319 , 427 100
82 , 5
82 , 5 69 , 30
=
÷
x (Selama 9 tahun)
Bandingkan dengan upah nyata !
Nilai uang sebesar Rp 30.690 di tahun 2000 sebetulnya hanya
tinggal Rp 2.180, jika dibandingkan dengan tenaga belinya di
tahun 1991.
Contoh :
Selama 12 tahun telah dikumpulkan rata-rata upah harian dalam
ribuan rupiah dari karyawan perusahaan, selain itu telah disusun
angka indeks harga konsumennya.
Tahun
Rata-rata Upah per hari
(ribu rupiah)
Indeks harga konsumen
1988 – 1990 = 100
1988 1,19 95,5
1989 1,33 102,8
1990 1,44 101,8
1991 1,57 102,8
1992 1,75 111,0
1993 1,84 113,5
1994 1,89 114,4
1995 1,94 114,8
1996 1,97 114,5
1997 2,13 116,2
1998 2,28 120,2
1999 2,45 123,5
? Tentukan upah nyata harian dari karyawan tersebut selama
tahun 1988 – 1999 dibandingkan dengan upah harian tahun
1988 (= 100).
? Tentukan daya beli rupiah dengan anggapan Rp. 1,- upah
tahun 1988 berdaya beli Rp. 1,-
Indeks harga konsumen
1988 = 100
Rata-rata upah nyata harian Daya beri Rp. 1,-
100 (1,19/100) x 100 = 1,19 (1/100) x 100 = 1
(102,8/95,5) x 100 = 107,64 (1,33/107,6) x 100 = 1,236 (1/107,64) x 100 = 0,93
106,596 1,35 0,94
107,6 1,46 0,93
116,2 1,51 0,86
118,8 1,55 0,84
119,8 1,58 0,83
120,2 1,61 0,83
119,9 1,64 0,83
121,7 1,75 0,82
125,9 1,81 0,79
129,3 1,89 0,77
Indeks harga konsumen
1988 = 100
Rata-rata upah nyata harian Daya beri Rp. 1,-
100 (1,19/100) x 100 = 1,19 (1/100) x 100 = 1
(102,8/95,5) x 100 = 107,64 (1,33/107,6) x 100 = 1,236 (1/107,64) x 100 = 0,93
106,596 1,35 0,94
107,6 1,46 0,93
116,2 1,51 0,86
118,8 1,55 0,84
119,8 1,58 0,83
120,2 1,61 0,83
119,9 1,64 0,83
121,7 1,75 0,82
125,9 1,81 0,79
129,3 1,89 0,77
Indeks harga konsumen
1988 = 100
Rata-rata upah nyata harian Daya beri Rp. 1,-
100 (1,19/100) x 100 = 1,19 (1/100) x 100 = 1
(102,8/95,5) x 100 = 107,64 (1,33/107,6) x 100 = 1,236 (1/107,64) x 100 = 0,93
106,596 1,35 0,94
107,6 1,46 0,93
116,2 1,51 0,86
118,8 1,55 0,84
119,8 1,58 0,83
120,2 1,61 0,83
119,9 1,64 0,83
121,7 1,75 0,82
125,9 1,81 0,79
129,3 1,89 0,77
INDEKS RANTAI
Angka indeks yang disusun secara berantai dari tahun ke
tahun dinamakan Indeks Rantai (Chair - Index)

Indeks Rantai Sederhana
t = menyatakan tahun / waktu sekarang
(t-1) = menyatakan tahun sebelumnya
p
t
= harga tahun sekarang
p
t-1
= harga tahun sebelumnya
I
(t-1)/t
= Indeks tahun sekarang dengan tahun sebelumnya
sebagai tahun dasar.
( )
100
1
/ 1
x
p
p
I
t
t
t t
÷
÷
=
Bulan Harga Indeks
Rantai
Jan 1.35
Feb 1.46 108.15
Mar 1.51 103.42
Apr 1.55 102.65
Mei 1.58 101.94
Jun 1.61 101.90
Jul 1.64 101.86
Agus 1.75 106.71
Sep 1.81 103.43
Okt 1.89 104.42
42 , 104
100
81 , 1
89 , 1
=
= x I
15 , 108
100
35 , 1
46 , 1
=
= x I
PENGUJIAN ANGKA INDEKS
Kebaikan dan kesempurnaan daripada angka indeks
biasanya dilihat dari kenyataan apakah indeks yang
bersangkutan memenuhi beberapa kriteria pengujian
yaitu :
®Time Reversal Test (TRT)
®Faktor Reversal Test (FRT)
®Circular Test.
Time Reversal Test (TRT)
Bila perumusan indeks dinyatakan dalam ratio, penukaran
subscrip n dan o atau sebaliknya akan menghasilkan
perumusan baru yang merupakan kebalikan dari perumusan
asal.
I
pon
. I
pno
= 1
I
pon
= indeks menggunakan periode o sebagai dasar
I
pno
= indeks menggunakan periode n sebagai dasar
Contoh :
1. Indeks sederhana tidak tertimbang
(1)
0 ¿
¿
= =
p
p
I I
n
pon
Pertukaran subscrip akan menghasilkan
(2)
0
¿
¿
= =
n
pno
p
p
I I
1 (2) x (1)
0
0
= =
¿
¿
¿
¿
n
n
p
p
p
p
memenuhi TRT
2. Indeks laspeyres
(1)


0 0
0
¿
¿
= =
q p
q p
L L
n
on
(2)


0
¿
¿
= =
n n
n
no
q p
q p
L L
1


x


(2) x (1)
0
0 0
0
= =
¿
¿
¿
¿
n n
n n
q p
q p
q p
q p
tidak memenuhi TRT
ad. 2. Faktor Reversal Test (FRT)
Bila perumusan indeks dimana faktor
p dan q dipertukarkan, maka hasil
perumusan baru dan perumusan awal
harus sama dengan perumusan indeks
nilai
Contoh
1. Indeks Laspeyres
(asal)


0 0
0
¿
¿
=
q p
q p
L
n
(baru)


0 0
0
¿
¿
=
p q
p q
L
n
¿
¿
¿
¿
¿
¿
=
0 0 0 0
0
0 0








q p
q p
p q
p q
x
q p
q p
n n n n n
tidak memenuhi FRT
2. Indeks Fisher
(1)





asal
0 0 0
0
¿
¿
¿
¿
=
n
n n n
q p
q p
x
q p
q p
F
(2)





baru
0 0 0
0
¿
¿
¿
¿
=
n
n n n
p q
p q
x
p q
p q
F
FRT) (memenuhi








x





0 0
0 0 0
0
0 0 0
0
¿
¿
¿
¿
¿
¿
¿
¿
¿
¿
=
q p
q p
p q
p q
x
p q
p q
q p
q p
x
q p
q p
n n
n
n n n
n
n n n
ad. 3. Circuler Test
Bila kita mempunyai suatu deretan angka indeks (indeks dari t
tahun dengan waktu dasar i yaitu
(a) I
1i
, I
2i
, . . . , I
ti

Selanjutnya kita juga mempunyai indeks dari tahun-tahun yang
sama, akan tetapi dengan waktu dasar j yaitu :
(b) I
1j
, I
2j
, . . . , I
tj

Apabila kita dapat memperbesar urutan indeks yang kedua, yaitu
(b) dengan jalan membagi setiap indeks dalam urutan pertama
yaitu (a) dengan I
j,i
, maka indeks dikatakan memenuhi circular
test.
. . . , I
I
I
, I
I
I
, I
I
I
3
3
2
2
1
1
j
ji
i
j
ji
i
j
ji
i
= = =
Atau
I
1i
= I
ji
I
1j
, I
2i
= I
ji
I
2j
, I
3i
= I
ji
I
3j
. . .

(Sebelum masing-masing indeks dinyatakan dalam persentase).
That’s it guys
and
See You Next Week

Setiap kegiatan selalu mengalami kemajuan atau kemunduran. Contoh :
 Hasil penjualan suatu perusahaan dapat meningkat juga menurun.  Hasil penerimaan devisa mengalami naik-turun.  Pendapatan nasional kadang-kadang naik, kemudian merosot lagi.

Tujuan pembuatan angka indeks :
Adalah untuk mengukur secara kuantitatif, terjadinya suatu perubahan dalam waktu yang berlainan.

Misalnya :

 Indeks harga, untuk mengukur perubahan harga (berapa % kenaikan atau penurunannya).  Indeks produksi, untuk mengetahui perubahan yang terjadi didalam kegiatan produksi.  Indeks biaya hidup, digunakan untuk mengukur tingkat inflasi.

Didalam membuat angka indeks diperlukan 2 macam waktu
 Waktu dasar
 adalah waktu dimana suatu kegiatan/kejadian dipergunakan untuk dasar perbandingan.  Waktu yang bersangkutan/waktu yang sedang berjalan.  ialah waktu dimana suatu kegiatan/kejadian akan diperbandingkan terhadap kegiatan pada waktu dasar.

100% = 50% .Contoh: Produksi barang A •Tahun 1999 = 150 ton •Tahun 2000 = 225 ton Kalau dibuat indeks produksi tahun 2000 dengan waktu dasar 1999. maka 225 X 100%  150% 150 Artinya ada kenaikan produksi sebesar 150% .

sedangkan bila kurang dari 100% terjadi penurunan. Selanjutnya untuk meringkas. berarti telah terjadi kenaikan.CATATAN TENTANG ANGKA INDEK Ë Apabila angka indeks lebih dari 100%. Ë . tanda % tidak dicantumkan.

INDEKS HARGA TERTIMBANG • • • • • • • Laspeyres Paasche Drobish Fisher Marshall .TEKNIK PENYUSUNAN INDEKS HARGA 1. • Metode Agregatif sederhana • Metode Rata-rata dari Relatif Harga-harga. INDEKS HARGA TIDAK TERTIMBANG. 2.Edgeworth Walsh Metode Relatif Harga-harga Tertimbang .

¥ Indeks agregatif memungkinkan untuk melihat persoalan secara agregatif/secara makro. indeks biaya hidup dan sebagainya).Metode Agregatif Sederhana ¥ Indeks agregatif merupakan indeks yang terdiri dari beberapa barang/kelompok barang (misalnya indeks harga 9 bahan pokok. bukan melihat satu per satu/per individu. yaitu: secara keseluruhan. .

Metode Agregatif Sederhana p I  p n 0 x100 pn = harga tahun tertentu po = harga tahun dasar .

1999 (rupiah/100 kg).655 396 460 608 707 2.65 .615 6.674 2. I1999 Maka indeks harga tahun 1999 dengan tahun 1998 sebagai dasar adalah : p  p 1999 1998 x 100 30164  x 100 25210  119.Jenis Hasil Pertanian Beras Jagung Kering Kacang Kedelai Kacang Hijau Kacang Tanah Ketela Pohon Ketela Rambat Kentang JUMLAH Tahun 1998 1999 4.680 1. pada tahun 1998.430 4.375 25.258 6.599 4.021 5.164 Contoh : Hasil Pertanian di Jakarta.762 3.904 3.210 30.230 7.

Metode Rata-Rata Dari Relatif Harga-Harga  Bila dihitung ratio pn /po tiap jenis barang/bahan.  Indeks harga sebagai keseluruhan dapat diperoleh dengan jalan menjumlahkan relatif harga tiap jenis barang dan merata-ratakannya dengan metode: IRH   pn n p0 x100 n = jumlah komponen jenis barang . maka diperoleh relatif harga/ratio harga tiap jenis barang.

Metode Rata-Rata Dari Relatif Harga-Harga Contoh: Harga 3 jenis barang di awal dan akhir minggu Hitung angka indeks harga Rata-rata Relatif tak tertimbang. bila waktu dasarnya adalah awal Minggu dengan metode • Rata-rata hitung • Median • Rata-rata ukur .

03 Artinya pada akhir Minggu ada kenaikan sebesar 13. Indeks harga Rata-rata Relatif dengan Rata-rata Hitung IRH   pn n p0 x100  3.03% dibandingkan dengan awal Minggu.A.390909 x100 3  113 . .

166667 Jadi Indeks harga akhir Minggu adalah : 1.3333% .13333 1.3333 artinya ada kenaikan sebesar 13. Indeks harga Rata-rata Relatif dengan Median Nilai pn/p0 diurutkan dari kecil ke besar diperoleh : 1.13333 x 100 = 113.09090 1.B.

C. Indeks Harga Rata-rata Relatif dengan Rata-rata Ukur log IRH    log p p n n 0 x 100 6.1590929 3 Artinya ada kenaikan sebesar 12.9%  2 . 0530309 Jadi IRH  112 . 99 .

• • • • • • • Laspeyres Paasche Drobish Fisher Marshall .Edgeworth Walsh Metode Relatif Harga-harga Tertimbang . Timbangan yang demikian dinamakan Timbangan Kuantitas.INDEKS HARGA TERTIMBANG Pada umumnya timbangan yang digunakan ialah jumlah barang yang diproduksi. atau dibeli dan dijual. dikonsumsi.

Angka indeks dimana kuantitas tahun dasar dijadikan timbangan L  p p n 0 q0 q0 x100 p0 = harga tahun dasar pn = harga tahun tertentu q0 = kuantitas tahun dasar .

8469 .Contoh: Cari Indeks Laspeyres dan Paasche untuk data di bawah ini dengan tahun dasar 1990 L   p p n 0 q0 x100 q0 P  p p n 0 qn qn x100 5245000 x100 4460000  6590000 x100 5592000  117.6009  117.

maka digunakan pengratarataan hasil Laspeyres dan Paasche LP D 2 .Jika hasil indeks Laspeyres dan Paasche berbeda jauh.

maka digunakan pengrata-rataan dari rata-rata Ukur dari Indeks Laspeyres dan Paasche .F LxP Jika hasil indeks Laspeyres dan Paasche tidak berarti.

8469   2  117.6009 117.6009x1 17.7238 .7239 F LxP  117.8469  117.Contoh LP D 2 117.

Angka indeks dimana jumlah kuantitas tahun dasar dan tertentu. dijadikan pertimbangan  p q ME   p q n 0 0 0  qn   qn  x100 .

Contoh  p q ME   p q n 0 0 0  qn   qn  x100 11835000  10052000  117.7378 .

q 0 q n . dijadikan pertimbangan W p  p n 0 q n .Akar dari perkalian kuantitas tahun dasar dan tertentu.q 0 x100 .

q 0 x100 5856743  x100 4975208  117.q 0 q n .Contoh W p  p n 0 q n .7186 .

 Indeks Paasche berkecenderungan untuk berlebihan ke bawah. karena kuantitas tahun dasar tidak berubah  Indeks Fisher lebih baik daripada Indeks Drobish.Catatan :  Indeks Laspeyres memiliki kecenderungan untuk berlebihan ke atas.  Indeks Laspeyres lebaih banyak digunakan daripada Paasche. .

pn  p xp0q0 0  I x100  p0q0 pn  p xpnqn 0 I x100 atau  pnqn .Metode Relatif Harga-Harga Tertimbang pn  p xW 0 I  x100 W Dengan : W = timbangan nilai (nilai tahun dasar p0 q0 atau nilai tahun tertentu pn qn).

ID = Indeks lama dari tahun bersangkutan. IT = Indeks lama dari tahun yang dijadikan tahun dasar baru.PERUBAHAN TAHUN DASAR Perubahan tahun dasar di rumuskan sebagai berikut: 100 IB  x ID IT IB = Indeks baru untuk tahun bersangkutan. .

7 113.7 = 89.0 101.3 Indeks harga 1996 = 100 Indeks harga 1996 = 100 100/113 x 100 = 87.9 x 116.8 100/113.8 100/113 x 100 = 87.5 116.5 115.3 115.5 = 102.9 = IT 113.3 100/113.9 x 101.3 100 IB  x ID IT .7 101.9 x 101.7 = 89.3 100/113.0 100.5 = 102.9 = IT 116.3 100/113.9 x 116.3 117.Contoh : Indeks harga timah 1994 s/d 1999 Tahun Tahun 1994 1994 1995 1995 1996 1996 1997 1997 1998 1998 1999 1999 Indeks harga 1994 = 100 Indeks harga 1994 = 100 100.3 117.

5 1998 1998 115.5 116.1 105. Tahun Indeks harga Tahun Indeks harga 1994 = = 100 1994 100 1994 1994 100.3 Indeks harga Indeks harga 1994-1996 = = 100 1994-1996 100 951 951 96.7 96.7 108.2 100 101.Catatan : Bila yang dijadikan tahun dasar adalah beberapa tahun.7 1996 1996 113.9 1997 1997 116.0 1995 1995 101.7  96.5 100 100  95.9 113.6 109.2 Rata-rata 1994-1996 = 105.7 110.3 115.3 117.3 110. maka IT = Rata-rata indeks beberapa tahun tersebut.7 109.7 105.5 111.7 101.2 .6 111.3 108.0 100.3 1999 1999 117.

sedangkan upah nyata adalah tenaga beli dari upah uang yang diterima. ΠPenentuan upah nyata umumnya dilakukan dengan jalan mendeflasikan upah uang yang di terima dan diflator yang umum adalah indeks biaya hidup.PENGUKURAN UPAH NYATA ΠUpah nyata seharusnya lebih berarti dari upah uang. . ΠUpah nyata sangat dipengaruhi oleh harga umum barang-barang konsumsi atau biaya hidup. ΠUpah uang adalah upah yang diterima dalam bentuk uang.

Upah Nyata  Upah yang diterima Indeks Biaya Hidup .

72 7.21 2.Contoh : Upah uang dan indeks biaya hidup Buruh tahun 1991 s/d 2000 Tahun Tahun 1991 1991 1992 1992 1993 1993 1994 1994 1995 1995 1996 1996 1997 1997 1998 1998 1999 1999 2000 2000 Upah harian Upah harian (ribu rupiah) (ribu rupiah) 5.22 4.43 5.43 5.26 10.82 5.22 3.82/100 100 5.82 6.18 .58 3.72 10.48 3.99 10.09 5.27 7.69 30.62 4.69 Indeks biaya hidup Indeks biaya hidup 100 100 108 108 134 134 148 148 167 167 243 243 307 307 407 407 507 507 1407 1407 Upah nyata Upah nyata (ribu rupiah) (ribu rupiah) 5.21 3.99 14.58 3.32 30.18 2.17 16.48/108 xx100 ==66 6.48 7.09 4.48 3.54 7.82 6.62 4.54 7.82/100 xx100 ==5.27 7.26 10.82 5.17 14.32 16.48 6.48/108 100 5.

jika dibandingkan dengan tenaga belinya di tahun 1991.69  5.319 5.82 (Selama 9 tahun) Bandingkan dengan upah nyata ! Nilai uang sebesar Rp 30.180.690 di tahun 2000 sebetulnya hanya tinggal Rp 2.82 x100  427 .Dari tabel tersebut terlihat bahwa pada tahun 2000 ada kenaikan upah harian sebesar 30 . .

33 1. selain itu telah disusun angka indeks harga konsumennya.5 116.5 102.84 1.4 114.45 Indeks harga konsumen 1988 – 1990 = 100 95.2 120.97 2.8 102.Contoh : Selama 12 tahun telah dikumpulkan rata-rata upah harian dalam ribuan rupiah dari karyawan perusahaan.19 1.75 1.8 101.89 1.2 123.28 2. Tahun 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 Rata-rata Upah per hari (ribu rupiah) 1.13 2.57 1.94 1.8 114.5 .5 114.8 111.44 1.0 113.

- .upah tahun 1988 berdaya beli Rp.? Tentukan upah nyata harian dari karyawan tersebut selama tahun 1988 – 1999 dibandingkan dengan upah harian tahun 1988 (= 100). ? Tentukan daya beli rupiah dengan anggapan Rp. 1. 1..

55 1.82 0.84 0.8 119.236 1.61 1.81 1.93 0.86 0.19 (1.35 1.5) x 100 = 107.9 129.75 1.Indeks harga konsumen 1988 = 100 100 (102.19/100) x 100 = 1.77 .(1/100) x 100 = 1 (1/107.46 1.2 118.83 0.79 0.6 116.8 120.83 0. 1.2 119.51 1.33/107.6) x 100 = 1.9 121.94 0.7 125.64 1.93 0.596 107.83 0.64) x 100 = 0.58 1.8/95.64 106.89 Daya beri Rp.3 Rata-rata upah nyata harian (1.

.Index) Indeks Rantai Sederhana I t 1 / t t (t-1) pt pt-1 I(t-1)/t pt  x 100 pt 1 = menyatakan tahun / waktu sekarang = menyatakan tahun sebelumnya = harga tahun sekarang = harga tahun sebelumnya = Indeks tahun sekarang dengan tahun sebelumnya sebagai tahun dasar.INDEKS RANTAI Angka indeks yang disusun secara berantai dari tahun ke tahun dinamakan Indeks Rantai (Chair .

55 1.51 1.89 Indeks Rantai 108.75 1.35  108.35 1.58 1.94 101.42 .42 1.42 102.64 1.46 1.86 106.61 1.89 I x 100 1.90 101.81  104.81 1.71 103.65 101.Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agus Sep Okt Harga 1.15 103.43 104.15 1.46 I x 100 1.

.PENGUJIAN ANGKA INDEKS Kebaikan dan kesempurnaan daripada angka indeks biasanya dilihat dari kenyataan apakah indeks yang bersangkutan memenuhi beberapa kriteria pengujian yaitu : ®Time Reversal Test (TRT) ®Faktor Reversal Test (FRT) ®Circular Test.

Ipno = 1 Ipon = indeks menggunakan periode o sebagai dasar Ipno = indeks menggunakan periode n sebagai dasar .Time Reversal Test (TRT) Bila perumusan indeks dinyatakan dalam ratio. Ipon . penukaran subscrip n dan o atau sebaliknya akan menghasilkan perumusan baru yang merupakan kebalikan dari perumusan asal.

Contoh : 1. Indeks sederhana tidak tertimbang I pon p I  p n 0 (1) Pertukaran subscrip akan menghasilkan I pno p I  p 0 n (2) (1) x (2)  p p p p n 0 0 n 1 memenuhi TRT .

2. Indeks laspeyres Lon p L p n 0 q0 q0 (1) Lno p L p 0 n qn qn (2) (1) x (2)  p p n 0 q0 q0 x p p 0 n qn qn 1 tidak memenuhi TRT .

ad. Faktor Reversal Test (FRT) Bila perumusan indeks dimana faktor p dan q dipertukarkan. maka hasil perumusan baru dan perumusan awal harus sama dengan perumusan indeks nilai . 2.

Contoh 1. Indeks Laspeyres L      pn q0 p0 q0 q q n 0 (asal) L  p p 0 0 (baru)   pn qn p0 q0 x q q n 0 p0 p0    pn qn p0 q0 tidak memenuhi FRT .

2. Indeks Fisher asal F p p n 0 q0 q0 n 0 x p p x n 0 qn qn n 0 (1) baru F q q p0 p0 n 0 q q x pn pn (2) p q x p p q p p q  p q n 0 0 0 n n 0 0 qn qn q q n 0 p0 p0 q x q n 0 pn pn (memenuhi FRT) .

. . . akan tetapi dengan waktu dasar j yaitu : (b) I1j . Circuler Test Bila kita mempunyai suatu deretan angka indeks (indeks dari t tahun dengan waktu dasar i yaitu (a) I1i .ad. I2j . Itj . . . Iti Selanjutnya kita juga mempunyai indeks dari tahun-tahun yang sama. . . I2i . 3. .

. I 3i  I3 I ji j . I2i  I2 I ji Atau j . . I2i = Iji I2j .Apabila kita dapat memperbesar urutan indeks yang kedua. I1i  I1 j I ji . (Sebelum masing-masing indeks dinyatakan dalam persentase). .i. I1i = Iji I1j . .. maka indeks dikatakan memenuhi circular test. . I3i = Iji I3j . yaitu (b) dengan jalan membagi setiap indeks dalam urutan pertama yaitu (a) dengan Ij.

That’s it guys and See You Next Week .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->