BAB 9

Osmoregulasi
9. 1 Pendahuluan Komponen terbesar penyusun tubuh hewan adalah air. 60% hingga 95% tubuh hewan tersusun atas air. Air tersebut digolongkan menjadi 2 golongan, yaitu cairan intraseluler dan cairan ekstraseluler. Khusus pada cairan ekstraseluler mengandung zat-zat terlarut yang penting dibutuhkan oleh tubuh. Zat terlarut yang larut di dalamnya, termasuk ion dan nutrisi. Zat terlarut dan cairan dalam tubuh hewan ini dapat dipengaruhi oleh lingkungan. Sehingga butuh pengaturan khusus agar air dan zat-zat terlarut tadi tidak hilang akibat faktor lingkungan itu. Kemampuan untuk mengatur air dan konsentrasi zat terlarut disebut osmoregulasi. Hal ini terkait erat dengan fungsi organ ekskretoris, karena ini adalah salah satu sarana dimana air dan zat terlarut mungkin akan hilang dari hewan. Ini merupakan tujuan dari bab ini untuk melihat fungsi osmoregulatory hewan, sementara Bab 10 akan mempertimbangkan fungsi organ ekskretoris. Sebelum mengetahui lebih lanjut diperlukan peninjauan kembali mengenai konsep osmosis karena hal ini merupakan pusat proses osmoregulasi.

9.2 Prinsip-prinsip osmosis

Osmosis adalah pergerakan air melewati membran selektif permeabel yang memisahkan dua larutan, dari daerah konsentrasi tinggi (larutan encer) ke daerah konsentrasi rendah (larutan pekat). Membran selektif permeabel merupakan membran yang hanya mengizinkan molekul-molekul tertentu saja yang dapat melewatinya misalnya, air. Ini diilustrasikan dalam Gambar 9.1. Dalam Gambar 9.1, larutan 1 M NaCl dipisahkan dari larutan 2 M NaCl. Dalam kasus ini air akan bergerak melalui membran semipermeabel dari kiri ke kanan (dari larutan 1M ke larutan 2M) hingga

3 Gambaran Umum respon Osmotik dari Hewan Secara garis besar hewan berdasarkan respon osmotiknya dapat dibedakan menjadi 2 kelompok. Dalam contoh yang ditunjukkan pada Gambar 9.1. larutan dari 1 M KCI adalah isoosmotik dengan larutan 1 M NaCI karena alasan sederhana bahwa mereka berdua memiliki jumlah partikel (ion) dilarutkan yang sama dengan partikel dari zat terlarut.tercapai keseimbangan konsentrasi. hipo. Sedangkan. larutan 2 M memiliki lebih besar konsentrasi osmotik daripada 1 M dan dikatakan hiperosmotik. larutan 1 M memiliki konsentrasi osmotik yang kurang dibandingkan dengan larutan 2M karena itu dikatakan hipoosmotik. . yaitu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa broses osmosis juga berkaitan dengan konsentrasi suatu larutan. osmoconformer dan osmoregulator. Ketika kedua larutan memiliki konsentrasi osmotik yang sama mereka dikatakan isoosmotik. dan isoosmotik menjelaskan komposisi larutan. Istilah hiper. 9. Misalnya.

Gambar 9. Osmoconformers adalah hewan yang konsentrasi cairan tubuhnya persis sama dengan lingkungan terdekat di mana mereka tinggal. kiri: sel isi dan solusi mandi adalah isoosmotik dan isotonik sehingga tidak ada keuntungan atau rugi bersih air. ion akan masuk sel membuat isinya hyperosmotic ke solulion mandi. jika mereka mempertahankan tubuh mereka cairan konsentrasi di bawah . Jika membran sel adalah selektif permeabel untuk K '. Kelompok hewan lainnya yang berdasarkan pembagian berdasar respon osmotiknya adalah hewan osmoregulators. disebut sebagai euryhaline.2. Hewan osmoconformer secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 kelompok yaitu osmoconformers yang mampu mentolerir perubahan luas dalam konsentrasi osmotik dari lingkungan terdekat mereka. Jika konsentrasi osmotik cairan tubuh tetap terjaga pada konsentrasi lebih besar dibandingkan dengan lingkungan terdekat mereka dikatakan menjadi regulator hyperosmotic (misalnya kepiting). sel kehilangan air dan menyusut. Ketika ditempatkan dalam larutan garam pekat. Dalam konsep hewan osmoconformer invertebrata laut. Hewan ini mampu mempertahankan konsentrasi cairan tubuhnya yang berbeda dari lingkungan langsung mereka. (b) isoosmotik dan isotonik tidak sama. air akan masuk dan sel akan pecah. Sedangkan hewan yang hanya dapat mentolerir perubahan yang jauh lebih kecil pada konsentrasi osmotik dari lingkungan terdekat mereka. sel mendapatkan air dan meledak. (a) Ketika ditempatkan dalam air suling. disebut sebagai stenohaline. konsentrasi cairan dalam tubuh hewan sama dengan konsentrasi air laut atau dapat dikatakan berada dalam kondisi isoosmotik. Tonisitas. Kanan: isi sel dan solusi mandi adalah isoosmotik tetapi tidak isotonik. Hewan-hewan laut dominan tergolong osmoconformer baik invertebrata maupun vertebrata.

4. Perbedaan antara osmoconformers dan osmoregulators ditunjukkan pada Gambar 9.4 Respon Osmotik dari Hewan Kita dapat dengan mudah mempertimbangkan respon osmotik (dan ionik) pada hewan dalam kaitannya dengan lingkungan di mana mereka tinggal. Ini dapat diartikan bahwa hewan laut berada dalam kesetimbangan osmotik (yang berarti tidak mendapatkan ataupun kehilangan air). sementara selama rentang 2 itu adalah sebuah osmoregulator.3. 9. Organisme C adalah sebuah osmoconformer dan juga osmoregulator.1 Pengaturan Osmotik di Lingkungan laut Hewan yang hidup di lingkungan air laut dominan tergolong osmoconformer. Gambar 9. 9. Organisme A adalah suatu osmoconformer. Perbedaan (bahkan sedikit perbedaan) dalam komposisi ionik antara air laut dan cairan tubuh akan menghasilkan pembentukan konsentrasi gradien.bahwa dari lingkungan terdekat mereka dikatakan menjadi regulator hypoosmotic (misalnya beberapa crustasea). organisme B adalah sebuah osmoregulator. osmoregulators.3. Istilah euryhaline dan stenohaline berlaku untuk osmoregulators serta osmoconformers. dengan kenyataan bahwa mereka hidup di tanah. Semua hewan darat. Selama rentang konsentrasi eksternal ditandai dengan 1 itu adalah sebuah osmoconformer. Kerugian atau keuntungan yang dihasilkan ion bisa .

Sehingga pada hewan jenis Elesmobranchi ini memiliki permasalahan yaitu. hewan ini menghasilkan 2 zat terlarut. misalnya. Ini akan menyebabkan cairan dalam tubuh menjadi hiperosmotik dalam kaitannya dengan air laut. Komposisi ionik dalam tubuh invertebrata laut dan air laut Beberapa invertebrata.menganggu proses fisiologi hewan yang bersangkutan. konsentrasi osmotik ion tidak berbeda signifikan dengan konsentrasi yang sesuai dalam air laut. misalnya. ada beberapa pengecualian. Sedangkan untuk vertebrata laut. Komposisi cairan tubuh dari beberapa hewan invertebrata laut dalam kaitannya dengan air laut ditunjukkan pada Tabel 9. gurita menjaga konsentrasi cairan tubuh yang hiperosmotik (yaitu lebih terkonsentrasi) pada air laut. dan mungkin juga menggangu sistem keseimbangan osmotik. Untuk mencegah hal tersebut. Misalnya. hewan osmotik konformer dan osmotik regulator. Namun. seperti dan Ca2+. sewaktu-waktu dapat kehilangan cairan tubuh dan kekurangan pasokan ion. Pada Elesmobranchi (hewan bertulang rawan) cairan tubuh mereka memiliki konsentrasi 1/3 dari konsentrasi air laut sebagai habitat mereka. yaitu Urea dan Trimetilamin oksida (TMAO) untuk mempertahankan keseimbangan osmotik . berdasar respon osmotinya dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu. Untuk hewan osmotik konformer contohnya adalah hagfish. dalam beberapa spesies mungkin ada perbedaan konsentrasi dari spesies yang hidup dalam air laut. jika ion tertentu berada pada konsentrasi yang lebih besar dalam air laut daripada di dalam tubuh hewan. udang air garam dan krustasea lainnya. Tabel 9. seekor hewan dapat memperoleh ion dari air laut. Secara umum.1.1. ion harus secara aktif disekresi atau diserap. sedangkan yang lain memiliki cairan tubuh yang hipoosmotik (yaitu kurang terkonsentrasi) untuk air laut. Ini berarti bahwa konsentrasi ion tersebut perlu diatur secara fisiologis.

struktur insang yang memiliki luas permukaan yang besar. Namun.4. yang disebut sel klorida.tubuhnya. Kelebihan NaCl ini dapat diatasi oleh insang sebagai tempat terjadinya pertukaran gas sekaligus osmoregulasi. Struktur urea dan trimetilamin oksida (TMAO) Sedangkan untuk mengatasi kelebihan garam yang masuk ke dalam tubuh akibat kelebihan meminum air dapat dikeluarkan dengan bantuan kelenjar khusus. Selain itu. yang disebut kelenjar rectal/ rectal gland. banyak minum pun memiliki dampak buruk. Kekurangan cairan dalam tubuh dapat diatasi dengan banyak minum.5. yaitu meningkatnya konsentrasi NaCl dalam tubuh ikan. berdinding tipis. Gambar 9. Proses keluar dan masuknnya air dan garam pada hiu Teleosts laut (ikan bertulang) memiliki permasalahan yang hampir sama dengan elesmobranchi yaitu cairan plasma darah kurang pekat dibandingkan dengan air laut sehingga memungkinkan air keluar dari plasma darah menuju lingkungan (ingat konsep osmosis). Gambar 9. serta otot yang bekerja dengan baik membantu hewan jenis ini dalam mendapatkan air dan ion yang dibutuhkan oleh tubuh. Insang teleost laut memiliki sel khusus untuk mengatasi permasalahan ini. Sel .

jumlah urin pada invertebrata air tawar jauh lebih banyak dari spesies invertebrata laut. hewan pada lingkungan air .7. mekanisme pengeluaran NaCl dari sel klorida di insang ikan 9.Untuk hewan invertebrata dan vertebrata.6. Gambar 9.6 dibawah ini. salah satu cara untuk membatasi kelebihan air (dan kehilangan ion) harus memiliki permukaan tubuh yang impermeabel. Struktur dan mekanisme bagaimana sel klorida ini bekerja dapat dilihat pada gambar 9. ekskresi urin juga mengakibatkan hilangnya ion dan juga ditambah dengan kehilangan ion dan air secara difusi. Pada ikan air tawar permasalahan osmoregulatorinya adalah tekanan osmotik dalam tubuh cenderung lebih tinggi dibandingkan tekanan osmotik lingkungan.ini bertanggung jawab dalam proses transpor aktif NaCl dari plasma ke laut.2 Respons Osmotik di lingkungan air tawar Berbanding terbalik dengan kondisi yang dialami oleh teleost laut. Namun. Gambar 9. Hal ini berdampak pada kecendrungan air dalam tubuh keluar menuju lingkungan. Untuk mengatasi hilangnya ion. Gambaran permasalahan osmotik dan ionik dari ikan teleost laut Air yang diperoleh oleh invertebrata diekskresikan sebagai urin.4.

dan ekskresi urin dapat mengakibatkan kerugian yang relatif besar ion. sumber utama pengambilan ion dengan cara transpor aktif ion yang terjadi di insang. Seperti halnya pada hewan di lingkungan laut. kehidupan di darat dianggap bergantung pada pertukaran gas dan dehidrasi. Pada krustasea air tawar.8. organ utama pengendali osmotik air dalam telcosts adalah insang. Kelebihan air akan dihilangkan dengan memproduksi dalam jumlah besar urin yang sangat encer. Penyebab jumlah terbesar . gambaran permasalahan osmotik dan ionik pada ikan teleost air tawar 9. dalam larva serangga air.8. Kehilangan ion dapat ditutupi oleh pengambilan ion dari makanan. Ini diakibatkan karena proses difusi dari plasma ke lingkungan air sekitar. Gambar 9. Namun. sehingga ancaman utama yang dihadapi hewan-hewan ini adalah dehidrasi. Kita ketahui bahwa ketersediaan air di darat masih terbatas. Hubungan antara proses osmotik dan ionik pada teleost air tawar dapat dilihat pada gambar 9.tawar ini aktif minum namun dalam jumlah yang sedikit. Kemampuan untuk hidup di darat telah memberikan mereka kemampuan mengambil oksigen dalam jumlah besar. aktif transportasi ion telah terbukti terjadi pada insang anal.4. tetapi permasalahan yang didapat oleh hewan darat adalah pasokan air dan ion penyeimbang. Dengan demikian. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengangkutan ion di seluruh permukaan tubuh tidak terjadi secara signifikan pada ikan teleost air tawar.3 Respon Osmotik Pada Lingkungan Darat Hewan lingkungan darat dapat terbagi menjadi dua kelompok hewan yaitu arthropoda dan vertebrata. Urin itu mengandung beberapa zat terlarut. diketahui bahwa aktif transportasi ion terjadi di insang.

Akan tetapi. Anggota lain dari filum ini. misalnya (dengan pengecualian beberapa kelompok. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kehilangan air karena penguapan dari hewan darat. Kontribusi yang tepat dari masing-masing komponen tercantum dalam tabel untuk menunjukkan variasi hewan. serangga adalah yang paling banyak. . • tekanan udara – tekanan udara menurun. Invertebrata Terestrial (Darat).serangga dan laba-laba – dan diantara 2 kelompok ini.penguapan akan meningkat karena peningkatan suhu. krustasea. • pergerakan udara di atas permukaan menguap – apabila pergerakan udara meningkat. semakin besar kehilangan air. Proses pengambilan dan pengeluaran air ditampilkan pada tabel 9.dari kehilangan air untuk hewan darat adalah penguapan dan kerugian tersebut harus diatasi. • kadar air di atmosfer . Hewan darat (Hewan terestrial) memiliki kemampuan tersendiri untuk mengatasi permasalahan osmotik dengan berbagai cara.2. kemungkinan cara pengambilan dan pengeluaran air pada hewan teretrial.penguapan akan menguarangi kadar air (yaitu kelembaban relatif) dari atmosfer. penting bahwa. • temperatur . Tabel 9.semakin besar luas permukaan terekspos terhadap lingkungan. harus mampu mempertahankan keseimbangan antara kehilangan air dan mendapatkan air. penguapan meningkat • luas permukaan .2. sebagian besar adalah hewan air. maka laju penguapan juga akan meningkat. Antara lain. dalam jangka panjang. kesemua faktor diatas saling berhubungan Untuk hewan apapun. seperti kutu kayu). Sampai saat ini invertebrata terbanyak adalah jenis Arthropoda .

kolam dan sebagainya. Metabolisme oksidatif dari 1 g glukosa menghasilkan 0. harus diingat bahwa kutikula tidak benar-benar impermeable terhadap air. misalnya. Meskipun kebanyakan trakea berasal dari spirakel yang tertutupi oleh kitin. air dihasilkan sebagai produk sampingan. Penyebab kedua terjadinya penguapan air berasal dari pernafasan insekta. kadar air buah-buahan dapat mencapai 90%. Untuk dapat menyerap air dengan cara ini. Eksoskeleton ditutupi oleh lilin yang membentuk kutikula serangga. melalui spirakel. Hilangnya air melalui feses dan produksi urin pada serangga sangat minimal (sedikit. seperti kecoa. misalnya. Cara terakhir di mana beberapa serangga. Hal ini akan mengurangi lebih jauh kehilangan air ketika produk limbah diekskresikan. rata-rata. menyimpannya pada organ-organ di seluruh tubuh. sedangkan 1 gram lemak memproduksi. sehingga dapat dikeluarkan dengan sedikit kehilangan air. Potensi sumber air lainnya termasuk makanan. seperti kerusakan fisik atau termal. akan berdampak pada peningkatan kehilangan air oleh penguapan.6 g air. Namun sumber ini tidak tersedia untuk semua serangga.Salah satu ciri khas dari serangga adalah adanya eksoskeleton. yang. Gangguan terhadap susunan lilin yang melindungi ekoskeleton. Namun. ketimbang mengeluarkan asam urat. serangga harus memiliki kadar air tubuh sangat rendah 90% air harus hilang. Sebenarnya mekanisme yang menjelaskan serangga mampu . mampu menyeimbangkan kebutuhan air mereka adalah dengan menyerap uap air dari udara di lingkungan sekitar mereka. Ketika bahan makanan masuk ke dalam jalur metabolisme untuk menghasilkan energi (yaitu ATP). Sebuah adaptasi lebih lanjut untuk penyimpanan air terlihat di beberapa serangga (misalnya kecoa).misalnya. Selain itu. sekitar 1 g air. Hal ini dibuktikan oleh fakta bahwa serangga mengeluarkan limbah nitrogen sebagai asam urat – yang sangat tidak larut dalam air. Dalam hal air yang terkandung dalam makanan. banyak serangga memanfaatkan pernapasan siklik yang telah dibahas dalam Bab 5. Cara yang paling jelas untuk mendapatkan air untuk serangga adalah dengan minum. Manfaat dari kutikula ini adalah mengurangi pengaruh dari penguapan dari permukaan tubuh insekta. dan produksi air selama metabolisme bahan makanan (metabolisme air). dari air hujan. seperti yang hidup dalam wilayah lingkungan kering dan panas gurun. Untuk membatasi kerugian tersebut. seperti dalam kutikula. dan tetap masih ada air yang hilang. kehilangan air dari sini masih menjadi permasalahan bagi hewan kelompok ini. mungkin sumber air terbesar berasal dari tumbuhan . kelembaban relatif udara sekitar harus tinggi Setidaknya 80%.

kadal. pada jenis burung laut memiliki suatu kelenjar yang dinamakan kelenjar garam yang terletak pada bagian atas nares (paruh). Kehilangan air oleh burung juga dapat dikurangi sama seperti reptil. Kelebihan NaCl atau garam ini dapat menggangu keseimbangan osmotik dalam tubuhnya. Untuk mengatasi permasalahan ini. burung dan mamalia. Kelenjar ini berfungsi mengekskresikan kelebihan garam dari tubuh burung. karena burung dapat memenuhi kebutuhan minum air mereka dapat mengatasi hal ini. Gular fluttering merupakan salah satu penyebab dari terganggunya keseimbangan air pada burung tapi. Beberapa kadal dan kura-kura menghasilkan urin encer yang disimpan dalam kandung kemih. belum dapat dijelaskan. merupakan cara hewan ini mendapatkan air. Ini dapat dicapai dengan fenomena gular fluttering seperti yang dijelaskan dalam Bab 5. Vertebrata Terestria terdiri dari reptil. yang termasuk ular. Adaptasi reptil untuk menjaga keseimbangan air juga terlihat pada burung. Salah satu cara untuk mempertahankan suhu tubuh pada burung adalah dengan memanfaatkan penguapan. buaya dan kura-kura. memiliki kulit kering dan bersisik yang juga disesuaikan dengan kehidupan di darat yang dalam hal ini sisik dan kulit kering merupakanbentuk adaptasi dalam penghalang kehilangan air karena penguapan. lingkungan panas kering di mana banyak hewan ini ditemukan. Ini berarti bahwa air dalam makanan. dan air yang diperoleh selama metabolisme makanan. yang membantu hilangnya sangat sedikit air. Yang kemudian dapat diserap kembali ketika hewan ini dehidrasi. Perhatikan gambar 9.9. Pada burung laut memiliki permasalahan yang lebih kontras dibandingkan dengan burung jenis lainnya. Reptil. Karena air minumnya berupa air laut mengandung kadar garam yang tinggi. Hal ini sama dengan terengah-engah di mamalia. Amfibi diabaikan karena hidupnya tidak sepenuhnya hidup didarat. Gular fluttering merupakan gerakan osilasi cepat dari mulut dan tenggorokan yang berdampak kehilangan air. keseimbangan air pada burung dapat terganggu saat mereka harus mempertahankan suhu tubuh yang konstan. hasil dari penguapan air dalam tubuh ini akan mendinginkan tubuhnya dan menjaga tubuhnya tetap konstan. mereka mengeluarkan urin sangat . Mereka juga mampu menghasilkan kotoran yang sangat kering yang mengurangi potensi kehilangan air. mereka mengeluarkan limbah nitrogen sebagai asam urat. Selain itu.menyerap air dari udara ini dan letak terjadinya pada organ apa. Vertebrata terestrial (Darat). Dalam hal mendapatkan air. meminum air mungkin menciptakan masalah karena.

memiliki potensi yang sama dalam kehilangan dan memperoleh air. tidak diragukan lagi hal ini menjadi suatu keberhasilan burung dan reptil yang hidup di tempat yang panas. Dalam situasi ini. Ketika hewan bernapas..kering (asam urat). Kehilangan Air dan garam juga terjadi pada hewan-hewan yang mampu berkeringat. Salah satu mekanisme perkembangannya adalah dengan cara menghembuskan udara yang berada pada suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh normal. kehilangan air tersebut merupakan bentuk dari suatu cara untuk mengatur suhu tubuh dan bukan . Namun. udara tersebut didinginkan dan kondensasi air terjadi. Fenomena ini terlihat di semua mamalia. lingkungan kering. adalah pada saluran pernafasan. Selama inspirasi. Kelenjar garam pada burung berada di wilayah rongga mata dan membuka ke dalam rongga hidung. Metode ini sangat efisien dalam mengatasi kehilangan air yang dibuktikan dengan air yang terkandung dalam feses menjadi rendah kira-kira 25%.9. Hal yang membuat tubuh pada mamilia kehilangan air dalam jumlah banyak. seperti reptil dan burung yang dijelaskan di atas. Mereka mengeluarkan solusi yang hampir seluruhnya terdiri dari NaCl. udara hangat dari sistem pernapasan melewati permukaan ini. Gambar 9. perkembangan evolusi pada mamalia dapat membatasi permasalahan ini. Hilangnya penguapan air dari luas permukaan tubuh secara umum diminimalkan dengan adanya kulit yang relatif kedap air dan rambut. Mamalia. dinding saluran hidung mentransfer panas ke udara yang masuk ke sistem pernapasan.

. tetapi hewan-hewan ini memiliki ginjal yang sangat efisien yang dapat menghasilkan urin yang sangat pekat. ikan paus dan lumba-lumba. yang dibahas dalam Bab 10. sehingga memastikan bahwa kelebihan garam yang mereka konsumsi dapat diekskresikan. Namun. tetapi bertahan dengan metabolisme . Namun. Ada hubungan yang sangat erat antara osmoregulasi dan ekskresi. tidak minum. Mungkin dianggap bahwa hewan tersebut akan menghadapi masalah osmotik parah karena pengambilan dalam jumlah besar garam dari makanan. tidak mungkin untuk menghasilkan urin konsentrasi tak terbatas. Pengambilan air bagi banyak mamalia hanya dicapai dengan minum. misalnya. Tikus kanguru (Dipodomys spectabilis). yang merupakan mamalia yang hidup di laut. misalnya. hal ini tidak mungkin untuk mamalia yang hidup di gurun. menghasilkan ATP. Ini mungkin terjadi. misalnya. Umumnya. hanya mungkin untuk menghasilkan urin yang tiga sampai empat kali lebih pekat daripada plasma dari yang telah dibentuk.respon osmotik. karbon dioksida dan air. Beberapa mamalia.oksidasi glukosa.