P. 1
Askep Anemia

Askep Anemia

|Views: 100|Likes:

More info:

Published by: Faisalado Candra Widyanto on Apr 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2012

pdf

text

original

A. PENGKAJIAN KEPERAWATAN a. Usia anak: Fe ↓ biasanya pada usia 6-24 bulan b.

Pucat - pasca perdarahan - pada difisiensi zat besi - anemia hemolistik - anemia aplastik c. Mudah lelah - kurangnya kadar oksigen dalam tubuh d. Pusing kepala - pasokan atau aliran darah keotak berkurang e. Napas pendek - rendahnya kadar Hb f. Nadi cepat - kompensasi dari refleks cardiovascular g. Eliminasi urnie dan kadang-kadang terjadi penurunan produksi urine - penurunan aliran darah keginjal sehingga hormaon renin angiotensin aktif untuk menahan garam dan air sebagai kompensasi untuk memperbaiki perpusi dengan manefestasi penurunan produksi urine h. Gangguan pada sisten saraf - Anemia difisiensi B 12 i. Gangguan cerna - pada anemia berat sering nyeri timbul nyeri perut, mual, muntah dan penurunan nafsu makan j. Pika - suatu keadaan yang berkurang karena anak makan zat yang tidakbergizi, Anak yang memakan sesuatu apa saja yang merupakan bukan makanan seharusnya(PIKA) k. Iritabel (cengeng, rewel atau mudah tersinggung)

l. Suhu tubuh meningkat - karena dikeluarkanya leokosit dari jaringan iskemik m. Pola makann. Pemeriksaan penunjang- Hb - Eritrosit
Kumpulan askep, semoga bermanfaat 

5 Tahun 260. Hb (gr/dl)Bayi baru lahir 19 (14 – 24). 3. pusing.Hematokrit o.menghilangkan penyebab dan mengurangi gejala Nilai normal sel darah Jenis sel darah 1. perubahan warna kulit.5).5 – 15). perinsipnya.1 – 7.2). 5 Tahun 8000 (5 – 13). 1 Tahun 10. Trombosit (per mikro lt)Bayi baru lahir 200. Bantu aktivitas dalam batas tolerasi 3. 8 . pengalihan untuk mencegah kebosanan dan meningkatkan istirahat 4. dispneu. semoga bermanfaat  .000. DIAGNOSA 1) Intoleransi aktivitas b/d gangguan sistem transpor oksigen sekunder akibat anemia Rencana Tindakan: 1. 8 – 12 Tahun 5 (4.12 Tahun 14 (13 – 15. 5 Tahun 4.5 -5. 5 Tahun 13. 1 Tahun 36.6 (4. kacang.2 -5.. Eritrosit (juta/mikro lt) umur bbl 5. . 1 Tahun 12 (11 – 15). Hemotokrit (%0)Bayi baru lahir 54.000 (5 – 15). Monitor tanda-tanda vital dalam keadaan istirahat 2) Kurang nutrisi dari kebutuhan b/d ketidak adekuatan masukan sekunder akibat : kurang stimulasi emosional/sensoris atau kurang pengetahuan tentang pemberian asuhan Rencana Tindakan: Berikan nutrisi yang kaya zat besi (fe) seperti makanan daging. 8 – 12 Tahun 40.4).7 (4. gandum.5 (12.000 4. takipnue. Pertahankan posisi fowler dan berikan oksigen suplemen 5.5).1 – 5.tergantung berat ringannya anemia . Monitor Tanda-tanda vital seperti adanya takikardi.000. Berikan aktivitas bermain. 8 – 12 Tahun 260.9 (4. 1 Tahun 260. palpitasi. 8 – 12 Tahun 8000 (5-12). sereal kering yang diperkaya zat besi Berikan susu suplemen setelah makan padat Kumpulan askep. 5 Tahun 38. B. dan lainya 2.tidak selalu berupa transfusi darah .1). Program terafi. Leokosit (per mikro lt)Bayi baru lahir 17. 1 Tahun 4.000.000 (8-38). 2.

kerewelan dengan membantu aktivitas anak 4. semoga bermanfaat  . - Berikan dukungan kepada anak untuk melakukan kegiatan sehari¬ hari sesuai dengan kemampuan anak. fero suksinat. - Membuat jadual aktivitas bersama anak dan keluarga dengan melibatkan tim kesehatan lain. Antisipasi peka rangsang anak. memonitor kemam¬puan melakukan aktivitas secara berkala dan menjelaskan kepada orang tua dan sekolah. - Memberikan informasi kepada pasien atau keluarga untuk berhenti melakukan aktivitas jika teladi gejala gejala peningkatan denyut jantung. - Menjelaskan dan memberikan rekomendasi kepada sekolah tentang kemampuan anak dalam melakukan aktivitas. peningkatan tekanan darah. 3) Ansietas/cemas b/d lingkungan atau orang Rencana Tindakan: 1. fero fumarat. pusing atau kelelahan). - Mengajarkan kepada orang tua teknik memberikan reinforcement terhadap partisipasi anak di rumah. dan mencatat adanya respon fisiologis terhadap aktivitas (peningkatan denyut jantung peningkatan tekanan darah. Dorong anak untuk mengekspresikan perasaan Kumpulan askep. minum preparat dengan air atau jus jeruk - Berikan multivitamin Jangan berikan preparat Fe bersama susu Kaji fases karena pemberian yang cukup akan mengubah fases menjadi hijau gelap Monitor kadar Hb atau tanda klinks Anjurkan makan beserta air untuk mengurangi konstipasi Tingkatkan asupan daging dan tambahan padi-padian serta sayuran hijau dalam diet Menilai kemampuan anak dalam melakukan aktivitas sesuai dengan kondisi fisik dan tugas perkembangan anak. Libatkan orang tua bersama anak dalam persiapan prosedur diagnosis 2. fero glukonat. dan berikan antara waktu makan untuk meningkatkan absorpsi berikan bersama jeruk - Ajarkan cara mencegah perubahan warna gigi akibat minum atau makan zat besi dengan cara berkumur setelah minum obat. atau nafas cepat). Jelaskan tujuan pemberian komponen darah 3. nafas cepat. - Memonitor tanda tanda vital selama dan setelah melakukan aktivitas.- Berikan preparat besi peroral seperti fero sulfat.

catat perubahan pada turgor. rencanakan untuk memperbaiki kualitas gizi pada saat selera makan anak meningkat. Meninggikan posisi kepala di tempat tidur Memeriksa dan mendokumentasikan adanya rasa nyeri. Bantu untuk latihan rentang gerak. Berikan makanan yang disertai dengan suplemen nutrisi untuk meningkatkan kualitas intake nutrisi. eritema. Anjurkan pemukaan kulit kering dan bersih. sel darah atau trombosit sesuai dengan ketentuan. membran mukosa. gangguan warna. dengan harapan anak mau menerima 4) Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan berkurangnya komparten seluler yang penting untuk menghantarkan oksigen / zat nutrisi ke sel. ekskoriasi. Rencana Tindakan : Kaji integritas kulit.5. efek samping terapi obat. Memberikan oksigen sesuai kebutuhan. Pelindung tumit/siku dan bantal sesuai indikasi. Batasi penggunaan sabun. Observasi adanya keterlambatan respon verbal. atau gelisah Mengobservasi dan mendokumentasikan adanya rasa dingin. Rencana Tindakan : Memonitor tanda tanda vital. 6) Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi dan neurologist. 7) Konstipasi atau Diare berhubungan dengan penurunan masukan diet. perubahan proses pencernaan. Mengijinkan anak untuk terlibat dalam persiapan dan pemilihan makanan Mengevaluasi berat badan anak setiap hari. 5) Memenuhi kebutuhan nutrisi yang adekuat Rencana Tindakan : Mengijinkan anak untuk memakan makanan yang dapat ditoleransi anak. Mempertahankan suhu lingkungan agar tetap hangat sesuai kebu¬tuhan tubuh. pengisian kapiler. kebingungan. Reposisi secara periodic dan pijat permukaan tulang apabila pasien tidak bergerak atau ditempat tidur. Rencana Tindakan : Kumpulan askep. wama kulit. semoga bermanfaat  . hangat local. Berikan darah.

konsistensi. laksatif pembentuk bulk atau enema sesuai indikasi.Observasi warna feses. Lakukan perawatan perianal setiap defekasi bila terjadi diare. Kolaborasi ahli gizi untuk diet siembang dengan tinggi serat dan bulk. semoga bermanfaat  . Berikan obat antidiare. catat perubahan kondisi kulit atau mulai kerusakan. frekuensi dan jumlah Auskultasi bunyi usus. stimulant ringan. misalnya Metamucil. Kaji kondisi kulit perianal dengan sering. Berikan pelembek feses. Pantau keefektifan. Kumpulan askep. misalnya Defenoxilat Hidroklorida dengan atropine (Lomotil) dan obat mengabsorpsi air. Dorong masukkan cairan 2500-3000 ml/hari dalam toleransi jantung. Hindari makanan yang membentuk gas. Awasi intake dan output (makanan dan cairan).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->