Pemikiran Ilmu Ekonomi Islam Abu Yusuf

MAKALAH
OLEH

Moch Ryza Adimasta Moh. Hamdan Hizbayni

: C02206134 : C02208099

Dosen Pembimbing : Fahrul ulum, S.pd, MEI

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL FAKULTAS SYARIAH JURUSAN MUAMALLAH SURABAYA 2012

yang mana konsep ekonomi mereka berakar pada hukum Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan Hadis Nabi saw. Tujuan Kebijakan ekonomi Abu Yusuf. bukanlah suatu hal yang tiba-tiba datang begitu saja.BAB I Pendahuluan Ekonomi Islam yang telah hadir kembali saat ini. melainkan terdapat tokoh-tokoh ekonomi Islam. . Kitab al-Kharaj. Latar Belakang Pemikiran Ekonomi Abu Yusuf. Mekanisme Pemikiran Ekonomi Abu Yusuf. beliau telah memberikan kontribusi pemikiran ekonomi. makalah ini akan berusaha mengangkat tentang bagaimanakah pemikiran ekonomi beliau. Adapun pembahasan dalam makalah ini akan diawali dengan Sekilas tentang Abu Yusuf. Sistem Ekonomi Abu Yusuf. Beliau merupakan seorang tokoh muslim pertama yang menyinggung masalah mekanisme pasar. Sebagaimana tokoh yang akan dibahas dalam makaah ini yaitu Abu Yusuf.

terutama pada ilmu hadis. Didalam kitab ini dimuat hadis yang diriwayatkan dari ayah dan gurunya. 4. Pada masa kecilnya. Sa`ad AlAnshari. ia menuangkan pemikiran fiqihnya dalam berbagai aspek. Beliau dilahirkan di kota Kufa. 2004). iapun terkenal sebagai salah satu murid terkemuka Abu Hanifa. pengelolaan pendapatan dan 1 2 Adiwarman Azwar Karim. 231 http://abufitriambardi. 2. Pendidikannya dimulai dari belajar hadits dari bebearapa tokoh. Sekilas tentang Abu Yusuf Ya`qub bin Ibrahim bin Habib bin khunais bin Sa`ad Al-Anshari. Imam Abu Yusuf memiliki ketertarikan yang kuat pada ilmu pengetahuan. kemudian pendapatnya sendiri dan menjelaskan sebab terjadinya perbedaan pendapat mereka. pajak tanah.selam tujuh belas tahun Abu Yusuf tiada henti-hentinya belajar kepada Abu hanifa. 3. beliau belajar dari seorang guru yang bernama Muhammad Ibnu abdur Rohman bin Abi laila yang lebih di kenal dengan nama Ibn Abi Laila. Kitab Ikhtilaf Abi Hanifah wa ibn Abi Laila. Kitab ini merupakan kitab terpopuler dari karya-karyanya. seperti Abu Muhammad atho bin as-Saib Al-kufi. Ia mengemukakan pendapat gurunya. Kitab ar-Radd ’ala Siyar al-Auza’i.html . Kitab ini memuat perbedaan pendapatnya dengan Abdurahman al-Auzai tentang perang dan jihad. Adapun buku-buku yang pernah ditulis Abu Yusuf seperti: 1.com/2010/09/sejarah-pemikiran-ekonomi-islam-abu. Didalamnya dikemukakan pendapat Imam Abu Hanifah dan ibn Abi Laila serta perbedaan pendapat mereka. Ia juga ahli dalam bidang fiqh. Kitab al-Asar. Kitab al-Kharaj.BAB II Pembahasan A. ibunya masih keturunan dari salah seorang sahabat Rasulullah Saw. Kitab ini ditulis untuk merespon permintaan khalifah harun al-Rasyid tentang ketentuanketentuan agama Islam yang membahas masalah perpajakan. pemerintahan dan musyawarah2 B.blogspot. Abu Yusuf menimba berbagai ilmu kepada banyak ulama besar. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam (Jakarta: Grafindo Persada. lahir di Kufah pada tahun 113 H (731 M) dan meninggal dunia tahun 182 H (789 M)1. Didalam kitab ini . Kitab al-Kharaj Pemikiran ekonomi Abu Yusuf tertuang pada karangan terbesarnya yakni kitab al-Kharaj. atau yang sering dikenal Abu Yusuf. Imam Abu hanifah.. h. seperti keuangan negara.

Tentang mereka yang enggan membayar jizyah. Penamaan al-Kharaj terhadap kitab ini. mengupas tentang kebijakan fiscal. Abu Yusuf dalam kitab ini sering menggunakan ayat-ayat Al Qur’an dan Sunnah Nabi saw serta praktek dari para penguasa saleh terdahulu sebagai acuannya sehingga membuat gagasan-gagasannya relevan dan mantap 3. namun jika mereka meninggal maka jizyah tersebut tidak boleh dibayar oleh ahli warisnya. yang dirancang untuk menghindari penindasan terhadap rakyat. Kitab al-Kharaj mencakup berbagai bidang. maka bagi mereka tidak dibebankan untuk membayar jizyah. Berdasarkan klasifikasi strata masyarakat maka jizyah bagi golongan kaya sebesar 4 dinar. Al-Kharaj merupakan kitab pertama yang menghimpun semua pemasukan daulah islamiyah dan pos-pos pengeluaran berdasarkan kitabullah dan sunnah rasul saw.blogspot .. Abu Yusuf menuliskan bahwa Amir al-Mu’minin telah memintanya untuk mempersiapkan sebuah buku yang komprehensif yang dapat digunakan sebagai petunjuk pengumpulan pajak yang sah.com/2009/11/pemikiran ekonomi abu yusuf. serta masalah-masalah pemerintahan.pembelanjaan public. dapat disimpulkkan bahwa pemikiran ekonomi Abu Yusuf sebenarnya tersimpul dalam al-Kharaj yang dapat disebut sebagai bentuk pemikiran ekonomi kenegaraan. yakni jasa keamanan yang diberikan Negara islam kepada kaum non muslim. beliau menyatakan bahwa dalam menarik jizyah dari orang-orang non muslim tidak perlu dengan cara kekerasan tetapi dengan cara yang kekeluargaan yakni memberlakukan mereka layaknya teman. golongan menengah 2 dinar dan kelas miskin 1 dinar. Dalam kitab ini dijelaskan bagaimana seharusnya sikap penguasa dalam menghimpun pemasukan dari rakyat sehingga diharapkan paling tidak dalam proses penghimpunan pemasukan bebas dari kecacatan sehingga hasil optimal dapat direalisasikan bagi kemaslahatan warga Negara. Kitab ini berupaya membangun sebuah system keuangan public yang mudak dilaksanakan yang sesuai dengan hokum islam yang sesuai dengan persyaratan ekonomi. karena hal ini dapat member pengaruh positif yaitu bertambah simpatinya kaum non muslim terhadap Islam. Jizyah dalam terminology konvensional disebut dengan pajak perlindungan. antara lain : 3 http://www. Kitab ini dapat digolongkan sebagai fublic finance dalam pengertian ekonomi modern.hermaninbissmillah. html . dikarenakan memuat beberapa persoalan pajak. Pendekatan yang dipakai dalam kitab al-Kharaj sangat pragmatis dan bercorak fiqh. Bagi kaum non muslim yang ikut berperang . Prinsip-prinsip yang ditekankan Abu Yusuf dalam perekonomian. jiz'ah Kaum non muslim wajib membayar jizyah. pendapat negara dan pengeluaran.

baik intern maupun ekstern. Tentang pertanahan. Tentang peradilan. pajak hanya ditetapkan pada harta yang melebihi kebutuhan rakyat yang ditetapkan berdasarkan pada kerelaan mereka. Tema ini pula yang ditekankan Abu Yusuf dalam surat panjang yang dikirimkannya kepada penguasa Dinasti Abbasiyah. dengan cara mengedepankan rasionalitas dengan tidak bertaqlid. tidak keluar dari konteksnya. Faktor ekstern. Ia berupaya melepaskan belenggu pemikiran yang telah digariskan para pendahulu. uang negara bukan milik khalifah tetapi amanat Allah dan rakyatnya yang harus dijaga dan penuh tanggung jawab. Hal ini nampak dari. Jabatan tidak boleh menjadi bahan pertimbangan dalam persoalan keadilan. karena antara penguasa dan tokoh agama sulit untuk dipertemukan. seorang khalifah adalah wakil Allah di bumi untuk melaksanakan perintah-Nya. 4. . surat yang membahas tentang pertanian dan perpajakan tersebut dikenal sebagai kitab al-Kharaj. setidaknya dipengaruhi beberapa faktor. Ia tumbuh dalam keadaan politik dan ekonomi kenegaraan yang tidak stabil. hukum tidak dibenarkan berdasarkan hal yang yang subhat. adanya system pemerintahan yang absolute dan terjadinya pemberontakan masyarakat terhadap kebijakan khalifah yang sering menindas rakyat. Tentang pemerintahan. setting social dalam penetapan kebijakan yang dikeluarkannya. Faktor intern muncul dari latar belakang pendidikannya yang dipengaruhi dari beberapa gurunya. Latar Belakang Pemikiran Ekonomi Abu Yusuf Latar belakang pemikirannya tentang ekonomi. 5. Tentang perpajakan . 2. C. Tentang keuangan. 3. Khalifa Harun Al-Rasyid. Kesalahan dalam mengampuni lebih baik dari pada kesalahan dalam menghukum. Dengan setting social seperti itulah Abu Yusuf tampil dengan pemikiran ekonomi al-Kharaj. Kaidah yang terkenal adalah Tasharaf al-imam manuthum bi al-Maslahah. Dalam hubungan hak dan tanggung jawab pemerintah terhadap rakyat. tanah yang diperoleh dari pemberian dapat ditarik kembali jika tidak digarap selama tiga tahun dan diberikan kepada yang lain. Di kemudian hari.1. Penekanan terhadap tanggung jawab penguasa merupakan tema pemikiran ekonomi Islam yang selalu dikaji sejak awal.

pemberian waktu yang longgar bagi pembayar pajak dan sentralisasi pembuatan keputusan dalam administrasi pajak adalah beberapa prinsip yang ditekankannya. Dalam pandangannya. Dan mengusulkan penggantian system pajak tetap (lump sum system) atas tanah menjadi pajak proporsional atas hasil pertanian. Mereka hádala orang arab yang anti pajak. ia telah meletakan prinsip-prinsip yang jelas yang berabad-abad kemudian dikenal oleh para ahli ekonomi sebagai canons of taxation. Sebagai contoh dalam sentralisasi pembuatan keputusan dalam administrasi pajak. maintenance of a healthy treasury. maka ambillah dari mereka pajak dengan atas nama sedekah. preferring the one that benefits tax-payers (pada pilihan antara beberapa alternatif peraturan yang memeliki dampak yang sama pada harta benda. Mendengar hal itu pada mulanya khalifah Umar menolak usulan ini. Dalam hal pajak. Dalam bukunya kitab al-Kharaj. sebab di dalamnya terdapat unsur mengais manfaat dan mencegah mudharat. yaitu: 1. Abu Yusuf menguraikan kondisi-kondisi untuk perpajakan. Karena mereka Sejak dulu mau membayar sedekah dengan berlipat ganda asa tidak bernama pajak. no oppression of tax-payers (tidak menindas para pembayar pajak) 3. benefiting both government and tax-payers (manfaat yang diperoleh bagi pemerintah dan para pembayar pajak) 5. charging a justifiable minimum (harga minimum yang dapat dibenarkan) 2. yang melebihi salah satu manfaat bagi para pembayar pajak. Misalnya abu Yusuf juga mengangkat kisah khalifah Umar ibn Khattab yang menghadapi kaum nasrani bani Tlaghlab. cara ini lebih adil dan tampaknya akan memberikan hasil produksi yang lebih besar dengan memberikan kemudahan dalam memperluas tanah garapan. Bagi Abu Yusuf metode .Abu Yusuf cenderung menyetujui negara mengambil bagian dari hasil pertanian dari para penggarap daripada menarik sewa dari lahan pertanian. in choosing between alternative policies having the same effects on treasury. tetapi kemudian hari justru menyetujuinya. Maka jangan sekali-kali kamu engkau jadikan mereka sebagai musuh (karena tidak mau membayar pajak). (pemeliharaan harta benda yang sehat) 4. Sistem proporsional ini lebih mencerminkan rasa keadilan serta mampu menjadi automatic stabilizer bagi perekonomian sehingga dalam jangka panjang perekonomian tidak akan berfluktuasi terlalu tajam. Ia menyarankan agar petugas pajak diberi gaji dan perilaku mereka harus diawasi untuk mencegah korupsi dan praktek penindasan. Abu Yusuf dengan keras menentang pajak pertanian. Kesanggupan membayar.

Dalam menetapkan angka. dan kita tidak bias mencampuri terlalu jauh bagian dari ketetapan tersebut ” (Riwayat Abdu a-Rahman bin Abi Laila dari Hikam bin ‘Utaibah) dan hadis yang menyatakan “Sesungguhnya urusan tinggi dan rendahnya harga suatu barang punya kaitan erat dengan kekuasaan allah swt. Dalam hal ini beliau mengutip hadis-hadis rasulullah saw yang menyatakan bahwa “tinggi dan rendahnya barang merupakan bagian dari keterkaitan dengan keberadaan allah. System ini akan menghalau kezaliman terhadap para pembayar pajak dan menguntungkan keuangan negara. Argumennya didasarkan pada sunnah Rasul. penahan. Dari tingkatan angka di atas dapat dilihat bahwa Abu Yusuf menggunakan sistem irigasi sebagai kriteria untuk menentukan kemampuan tanah membayar pajak. Hal kontroversial dalam analisis ekonomi Abu Yusuf ialah pada masalah pengendalian harga (tas`ir). system perpajakan terbaik untuk menghasilkan pemasukan lebih banyak bagi keuangan negara dan yang paling tepat untuk menghindari kezaliman terhadap pembayar pajak oleh para pengumpul pajak adalah pajak pertanian yang proporsional. 40 % dari produksi yang diairi oleh hujan alamiah 2. Aku mengharapkan dapat menemui Tuhanku . sehingga system ini akan mendorong para petani untuk memanfaatkan tanah tandus dan amati agar mnemperoleh bagian tambahan. Aku berharap dapat bertemu dengan Tuhanku di mana salah seorang diantara kalian tidak akan menuntutku karena kezhaliman” (Hadis Tsabit Abu Hamzah al-Yamani dari Salim bin Abi Ja’ad) dan “…Allah itu sesungguhnya adalah penentu harga. kebun buah-buahan dan sebagainya) ¼ dari produksi tanaman musim panas. . Ia menentang penguasa yang menetapkan harga. perbedaan angka yang diajukannya adalah sebagai berikut: 1. beliau menganjurkan menetapkan angka berdasarkan kerja dan modal yang digunakan dalam menanam tanaman. Abu Yusuf menyatakan: Dalam pandangan saya. Sistem pajak ini didasarkan pada hasil pertanian yang sudah diketahui dan dinilai. pencurah serta pemberi rizki.pajak secara proporsional dapat meningkatkan pemasukan negara dari pajak tanah dari sisi lain mendorong para penanam untuk meningkatkan produksinya. 30 % dari produksi yang diairi secara artificial 1/3 dari produksi tanaman (pohon palm. Abu Yusuf menganggap system irigasi sebagai landasannya. system tersebut mensyaratkan penetapan pajak berdasarkan produksi keseluruhan.

abu Yusuf juga tidak menolak peranan permintaan dan penawaran dalam penentuan harga. Dengan daya observasi dan analisisnya. yakni keberadaan yang bersamaan antara melimpahnya barang dan tingginya harga serta kelangkaan barang dan harga rendah. atau penimbunan dan penahanan barang. para penguasa pada periode itu umumnya memecahkan masalah kenaikan harga dengan menambah suplai bahan makana dan mereka menghindari kntrol harga. Dapat dilihat bahwa pemikiran Abu Yusuf menggambarkan adanya batasan-batasan tertentu bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan harga. sebaliknya. Mekanisme Pemikiran Ekonomi Abu Yusuf Adapun yang menjadi kekuatan utama pemikiran abu yusuf adalah dalam masalah keuangan publik.. Secara tegas ia mengatakan ada beberapa variabel-variabel lain yang mempengaruhi. variabel-variabel apa saja itu. Abu yusuf menyatakan bahwa hasil panen yang berlimpah bukan bukan alasan Untuk menurunkan harga panen dan. atau semua hal tersebut. dari Ayub dari Hasan).dimana salah seorang di antara kalian tidak menuntutku karena kezhaliman dalam hal darah dan harta” (Riwayat Sufyan bin Uyainah. Namun disisi lain. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa ada kemungkinan kelebihan hasil dapat berdampingan dengan harga yang tinggi dan kelangkaan dengan harga yang rendah. Menurut Siddiqi sebagaimana yang telah dikutip oleh Adiwarman bahwa ucapan Abu yusuf harus diterima sebagai pernyataan dari hasil pengamatan pada saat itu. Kecendrungan yang ada daam pemikiran ekonomi adalah membersihkan pasar dari praktek penimbunan. Tapi bias dari variabel itu adalah pergeseran dalam permintaan atau jumlah uang yang beredar di suatu Negara. Abu Yusuf lebih banyak mengedepankan ra’yu dengan menggunakan perangkat analisis qiyas dalam upaya mencapai kemaslahatan ‘ammah sebagai tujuan akhir hukum. monopoli. tapi kelihatannya Abu Yusuf ingin mengatakan bahwa kenyataannya Abu Yusuf ingin mengatakan bahwa pada kenyataannya harga tidak hanya bergantung pada kekuatan penawaran tetapi juga permintaan. Karena itu peningkatan atau penurunan harga tidak selalu berhubungan dengan penurunan atau peningkatan dalam produksi. Penting diketahui. dan pratek korup lainnya dan kemudian membiarkan penentuan harga kepada kekuatan permintaan dan penawaran. Abu Yusuf tidak dikecualikan dalam hal kecenderungan ini D. namun beliau tidak menjelaskan secara rinci. Pendapat abu Yusuf ini merupakan hasi observasi. kelangkaan tidak mengakibatkan harganya melambung. abu yusuf menguraikan masalah .

yaitu Tasrruf al-Imam `ala Ra`iyyah Manutun bi al-Mashlaha (setiap tindakan pemerintah yang bertkaitan dengan rakyat senantiasa terkait dengan kemaslahatan mereka). Kemaslahatan yang dimaksud oleh Abu Yusuf adalah. E. sedangkan Muqosomah merupakan system pemungutan pajak yang diberlakukan berdasarkan nilai yang tidak tetap (berubah) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan dan persentase penghasilan atau pajak proporsional. . Hal inilah yang nampak dalam pembahasannya kitab alKharaj. Untuk dapat mewujudkan keadaan tersebut Abu Yusuf meletakkan beberapa macam mekanisme. yang dalam termiologi fiqh disebut dengan Maslahah/ kesejahteraan. sehingga pajak diambil dengan cara yang tidak membebani kepada masyarakat. Bagaimana mekanisme pengaturan tersebut dalam menentukan : Tingkat pajak yang sesuai dan seimbang dalam upaya menghindari perekonomian Negara dari ancaman resesi. al. Sistem Ekonomi Abu Yusuf Sistem ekonomi yang dikehendaki oleh Abu yusuf adalah satu upaya untuk mencapai kemaslahatan ummat. yakni:  Menggantikan system wazifah dengan system muqosomah. Dalam hal yang berhubungan pemerintahan Abu Yusuf menyusun sebuah kaidah fiqh yang sangat populer. beliau melihat bahwa sektor Negara sebagai satu mekanisme yang memungkinkan warga Negara melakukan campur tangan atas proses ekonomi. uang negara bukan milik khalifah. Wazifah dan muqosomah merupakan istilah dalam membahasakan system pemungutan pajak. tanpa membedakan ukuran tingkat kemampuan wajib pajak atau mungkin dapat dibahasakan dengan pajak yang dipungut dengan ketentuan jumlah yang sama secara keseluruhan. tetapi amanat allah dan rakyatnya yang harus dijaga dengan penuh tanggungjawab.keuangan dan menunjukkan beberapa kebijakan yang harus diadobsi bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Sebuah arahan yang jelas tentang pengeluaran pemerintah untuk tujuan yang diinginkan oleh kebijaksanaan umum. Kemaslahatan ini didasarkan pada al-Qur’an. Wazifah memberikan arti bahwa system pemungutan yang ditentukan berdasarkan nilai tetap.Hadits. maupun landasan-landasan lainnya. baik sifatnya individu (mikro) maupun (makro) kelompok.ia menekankan pentingnya sifat amanah dalam mengelola uang negara.

baik intern maupun ekstern. lahir di Kufah pada tahun 113 H (731 M) dan meninggal dunia tahun 182 H (789 M).BAB III Kesimpulan Ya`qub bin Ibrahim bin Habib bin khunais bin Sa`ad Al-Anshari. yang banyak dituangkannya dalam Kitab alKharaj. Faktor ekstern. setidaknya dipengaruhi beberapa faktor. Faktor intern muncul dari latar belakang pendidikannya yang dipengaruhi dari beberapa gurunya. ia membenahi mekanisme ekonomi dengan jalan membuka jurang pemisah antara kaya dan miskin. . Latar belakang pemikirannya tentang ekonomi. adanya system pemerintahan yang absolute dan terjadinya pemberontakan masyarakat terhadap kebijakan khalifah yang sering menindas rakyat. Adapun yang menjadi kekuatan utama pemikiran abu yusuf adalah dalam masalah keuangan publik. Pemikiran Abu Yusuf dalam konsep-konsep ekonomi terfokus pada bidang perpajakan dan pengolahan lahan pertanian. Abu Yusuf dalam membenahi system perekonomian. atau yang sering dikenal Abu Yusuf.

Ke-2.com/2009/11/pemikiran ekonomi abu yusuf.hermaninbissmillah. http://abufitriambardi.Daftar Pustaka Karim.blogspot . Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Ed. Adiwarman Azhar. Html .html http://www.com/2010/09/sejarah-pemikiran-ekonomi-islam-abu.blogspot. 2004. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam.

sedangkan di Indonesia tidak ada. 2. usyu. system tersebut mensyaratkan penetapan pajak berdasarkan produksi keseluruhan. Ghanimah. dan kalau pun ada Cuma bisa menggunakan sistem perpajakanya . Tidak bisa. Pemikiran Abu Yusuf Pada bidang pajak dan pertanian. Apakan bisa system ekonomi pemikiran Abu Yusuf di berlakukan di Indonesia? JAWABAN 1. Abu Yusuf pemikiranya menggunakan Qiyas . Faktor intern muncul dari latar belakang pendidikannya yang dipengaruhi dari beberapa gurunya. setidaknya dipengaruhi beberapa faktor. Abu Yusuf lebih menyetujui Negara mengambil pajak hasil pertanian dari pada pajak tanah 4. karna pada masa Abu Yusuf terdapat Ghanimah. adanya system pemerintahan yang absolute dan terjadinya pemberontakan masyarakat terhadap kebijakan khalifah yang sering menindas rakyat. Abu Yusuf mengganti system pajak tetap dengan sistim pajak proporsional. pemikiranya sama dengan Abu Hanifah. Abu Yusuf seorang hanafiyah . 2. Abu Yusuf lebih banyak mengedepankan ra’yu dengan menggunakan perangkat analisis qiyas dalam upaya mencapai kemaslahatan ‘ammah sebagai tujuan akhir hukum. sehingga system ini akan mendorong para petani untuk memanfaatkan tanah tandus dan amati agar mnemperoleh bagian tambahan. dengan cara mengedepankan rasionalitas dengan tidak bertaqlid. Hadist Nabi Untuk Mewujudkan masyarakat yg lebih baik 3. Hal ini nampak dari. fay. baik intern maupun ekstern. Bagaimana tentang pemikiran Abu Yusuf menentang penguasa menetapkan harga ? 2. tidak keluar dari konteksnya. 3. PERTANYAAN 1. fay. Ia berupaya melepaskan belenggu pemikiran yang telah digariskan para pendahulu. setting social dalam penetapan kebijakan yang dikeluarkannya. Pendapatan Negara berasal dari mana? 4. jizyah 4. apakah yg di maksud dengan pajak proporsional ? 3. Sistem pajak ini didasarkan pada hasil pertanian yang sudah diketahui dan dinilai. Faktor ekstern. pajak pertanian.KOMENTAR 1. Dapat dilihat bahwa pemikiran Abu Yusuf menggambarkan adanya batasan-batasan tertentu bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan harga. usyu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful