Pemikiran Ilmu Ekonomi Islam Abu Yusuf

MAKALAH
OLEH

Moch Ryza Adimasta Moh. Hamdan Hizbayni

: C02206134 : C02208099

Dosen Pembimbing : Fahrul ulum, S.pd, MEI

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL FAKULTAS SYARIAH JURUSAN MUAMALLAH SURABAYA 2012

Latar Belakang Pemikiran Ekonomi Abu Yusuf. Sistem Ekonomi Abu Yusuf. beliau telah memberikan kontribusi pemikiran ekonomi. melainkan terdapat tokoh-tokoh ekonomi Islam. bukanlah suatu hal yang tiba-tiba datang begitu saja. . Kitab al-Kharaj. yang mana konsep ekonomi mereka berakar pada hukum Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan Hadis Nabi saw.BAB I Pendahuluan Ekonomi Islam yang telah hadir kembali saat ini. makalah ini akan berusaha mengangkat tentang bagaimanakah pemikiran ekonomi beliau. Mekanisme Pemikiran Ekonomi Abu Yusuf. Adapun pembahasan dalam makalah ini akan diawali dengan Sekilas tentang Abu Yusuf. Tujuan Kebijakan ekonomi Abu Yusuf. Sebagaimana tokoh yang akan dibahas dalam makaah ini yaitu Abu Yusuf. Beliau merupakan seorang tokoh muslim pertama yang menyinggung masalah mekanisme pasar.

beliau belajar dari seorang guru yang bernama Muhammad Ibnu abdur Rohman bin Abi laila yang lebih di kenal dengan nama Ibn Abi Laila. Ia juga ahli dalam bidang fiqh. Didalam kitab ini dimuat hadis yang diriwayatkan dari ayah dan gurunya. Imam Abu Yusuf memiliki ketertarikan yang kuat pada ilmu pengetahuan. Kitab ini memuat perbedaan pendapatnya dengan Abdurahman al-Auzai tentang perang dan jihad. lahir di Kufah pada tahun 113 H (731 M) dan meninggal dunia tahun 182 H (789 M)1. 2004).BAB II Pembahasan A.. Sekilas tentang Abu Yusuf Ya`qub bin Ibrahim bin Habib bin khunais bin Sa`ad Al-Anshari. Ia mengemukakan pendapat gurunya. Pendidikannya dimulai dari belajar hadits dari bebearapa tokoh. pemerintahan dan musyawarah2 B. 3. Didalamnya dikemukakan pendapat Imam Abu Hanifah dan ibn Abi Laila serta perbedaan pendapat mereka. 4. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam (Jakarta: Grafindo Persada. pajak tanah.com/2010/09/sejarah-pemikiran-ekonomi-islam-abu. Kitab ar-Radd ’ala Siyar al-Auza’i. atau yang sering dikenal Abu Yusuf. 2. Kitab al-Kharaj.selam tujuh belas tahun Abu Yusuf tiada henti-hentinya belajar kepada Abu hanifa. pengelolaan pendapatan dan 1 2 Adiwarman Azwar Karim.html . Kitab ini merupakan kitab terpopuler dari karya-karyanya. Kitab al-Kharaj Pemikiran ekonomi Abu Yusuf tertuang pada karangan terbesarnya yakni kitab al-Kharaj. Kitab Ikhtilaf Abi Hanifah wa ibn Abi Laila. seperti Abu Muhammad atho bin as-Saib Al-kufi. Sa`ad AlAnshari. kemudian pendapatnya sendiri dan menjelaskan sebab terjadinya perbedaan pendapat mereka. Beliau dilahirkan di kota Kufa. h.blogspot. Imam Abu hanifah. terutama pada ilmu hadis. seperti keuangan negara. Didalam kitab ini . Adapun buku-buku yang pernah ditulis Abu Yusuf seperti: 1. Abu Yusuf menimba berbagai ilmu kepada banyak ulama besar. Kitab ini ditulis untuk merespon permintaan khalifah harun al-Rasyid tentang ketentuanketentuan agama Islam yang membahas masalah perpajakan. ia menuangkan pemikiran fiqihnya dalam berbagai aspek. ibunya masih keturunan dari salah seorang sahabat Rasulullah Saw. iapun terkenal sebagai salah satu murid terkemuka Abu Hanifa. Kitab al-Asar. Pada masa kecilnya. 231 http://abufitriambardi.

hermaninbissmillah. Kitab ini berupaya membangun sebuah system keuangan public yang mudak dilaksanakan yang sesuai dengan hokum islam yang sesuai dengan persyaratan ekonomi. dapat disimpulkkan bahwa pemikiran ekonomi Abu Yusuf sebenarnya tersimpul dalam al-Kharaj yang dapat disebut sebagai bentuk pemikiran ekonomi kenegaraan. karena hal ini dapat member pengaruh positif yaitu bertambah simpatinya kaum non muslim terhadap Islam. Penamaan al-Kharaj terhadap kitab ini. pendapat negara dan pengeluaran. yakni jasa keamanan yang diberikan Negara islam kepada kaum non muslim. Kitab al-Kharaj mencakup berbagai bidang. serta masalah-masalah pemerintahan. Tentang mereka yang enggan membayar jizyah. Pendekatan yang dipakai dalam kitab al-Kharaj sangat pragmatis dan bercorak fiqh. mengupas tentang kebijakan fiscal. Dalam kitab ini dijelaskan bagaimana seharusnya sikap penguasa dalam menghimpun pemasukan dari rakyat sehingga diharapkan paling tidak dalam proses penghimpunan pemasukan bebas dari kecacatan sehingga hasil optimal dapat direalisasikan bagi kemaslahatan warga Negara.pembelanjaan public. html . dikarenakan memuat beberapa persoalan pajak. jiz'ah Kaum non muslim wajib membayar jizyah. Kitab ini dapat digolongkan sebagai fublic finance dalam pengertian ekonomi modern. Abu Yusuf menuliskan bahwa Amir al-Mu’minin telah memintanya untuk mempersiapkan sebuah buku yang komprehensif yang dapat digunakan sebagai petunjuk pengumpulan pajak yang sah. Prinsip-prinsip yang ditekankan Abu Yusuf dalam perekonomian..blogspot . Jizyah dalam terminology konvensional disebut dengan pajak perlindungan. maka bagi mereka tidak dibebankan untuk membayar jizyah. Abu Yusuf dalam kitab ini sering menggunakan ayat-ayat Al Qur’an dan Sunnah Nabi saw serta praktek dari para penguasa saleh terdahulu sebagai acuannya sehingga membuat gagasan-gagasannya relevan dan mantap 3. antara lain : 3 http://www. yang dirancang untuk menghindari penindasan terhadap rakyat. golongan menengah 2 dinar dan kelas miskin 1 dinar. namun jika mereka meninggal maka jizyah tersebut tidak boleh dibayar oleh ahli warisnya. beliau menyatakan bahwa dalam menarik jizyah dari orang-orang non muslim tidak perlu dengan cara kekerasan tetapi dengan cara yang kekeluargaan yakni memberlakukan mereka layaknya teman. Al-Kharaj merupakan kitab pertama yang menghimpun semua pemasukan daulah islamiyah dan pos-pos pengeluaran berdasarkan kitabullah dan sunnah rasul saw.com/2009/11/pemikiran ekonomi abu yusuf. Berdasarkan klasifikasi strata masyarakat maka jizyah bagi golongan kaya sebesar 4 dinar. Bagi kaum non muslim yang ikut berperang .

Hal ini nampak dari. Tentang pertanahan. Tentang perpajakan . 5. Tentang peradilan. Dalam hubungan hak dan tanggung jawab pemerintah terhadap rakyat. Ia tumbuh dalam keadaan politik dan ekonomi kenegaraan yang tidak stabil. hukum tidak dibenarkan berdasarkan hal yang yang subhat. C. Tema ini pula yang ditekankan Abu Yusuf dalam surat panjang yang dikirimkannya kepada penguasa Dinasti Abbasiyah. Kaidah yang terkenal adalah Tasharaf al-imam manuthum bi al-Maslahah. Jabatan tidak boleh menjadi bahan pertimbangan dalam persoalan keadilan. Tentang keuangan. Faktor ekstern. setting social dalam penetapan kebijakan yang dikeluarkannya. 3. Dengan setting social seperti itulah Abu Yusuf tampil dengan pemikiran ekonomi al-Kharaj.1. Tentang pemerintahan. baik intern maupun ekstern. 2. Faktor intern muncul dari latar belakang pendidikannya yang dipengaruhi dari beberapa gurunya. Latar Belakang Pemikiran Ekonomi Abu Yusuf Latar belakang pemikirannya tentang ekonomi. Khalifa Harun Al-Rasyid. 4. karena antara penguasa dan tokoh agama sulit untuk dipertemukan. setidaknya dipengaruhi beberapa faktor. surat yang membahas tentang pertanian dan perpajakan tersebut dikenal sebagai kitab al-Kharaj. uang negara bukan milik khalifah tetapi amanat Allah dan rakyatnya yang harus dijaga dan penuh tanggung jawab. seorang khalifah adalah wakil Allah di bumi untuk melaksanakan perintah-Nya. Kesalahan dalam mengampuni lebih baik dari pada kesalahan dalam menghukum. tanah yang diperoleh dari pemberian dapat ditarik kembali jika tidak digarap selama tiga tahun dan diberikan kepada yang lain. Di kemudian hari. . tidak keluar dari konteksnya. pajak hanya ditetapkan pada harta yang melebihi kebutuhan rakyat yang ditetapkan berdasarkan pada kerelaan mereka. Penekanan terhadap tanggung jawab penguasa merupakan tema pemikiran ekonomi Islam yang selalu dikaji sejak awal. adanya system pemerintahan yang absolute dan terjadinya pemberontakan masyarakat terhadap kebijakan khalifah yang sering menindas rakyat. dengan cara mengedepankan rasionalitas dengan tidak bertaqlid. Ia berupaya melepaskan belenggu pemikiran yang telah digariskan para pendahulu.

Abu Yusuf menguraikan kondisi-kondisi untuk perpajakan. Mereka hádala orang arab yang anti pajak. Misalnya abu Yusuf juga mengangkat kisah khalifah Umar ibn Khattab yang menghadapi kaum nasrani bani Tlaghlab. charging a justifiable minimum (harga minimum yang dapat dibenarkan) 2. benefiting both government and tax-payers (manfaat yang diperoleh bagi pemerintah dan para pembayar pajak) 5. yang melebihi salah satu manfaat bagi para pembayar pajak.Abu Yusuf cenderung menyetujui negara mengambil bagian dari hasil pertanian dari para penggarap daripada menarik sewa dari lahan pertanian. Ia menyarankan agar petugas pajak diberi gaji dan perilaku mereka harus diawasi untuk mencegah korupsi dan praktek penindasan. Maka jangan sekali-kali kamu engkau jadikan mereka sebagai musuh (karena tidak mau membayar pajak). Sistem proporsional ini lebih mencerminkan rasa keadilan serta mampu menjadi automatic stabilizer bagi perekonomian sehingga dalam jangka panjang perekonomian tidak akan berfluktuasi terlalu tajam. Dalam hal pajak. maka ambillah dari mereka pajak dengan atas nama sedekah. yaitu: 1. cara ini lebih adil dan tampaknya akan memberikan hasil produksi yang lebih besar dengan memberikan kemudahan dalam memperluas tanah garapan. pemberian waktu yang longgar bagi pembayar pajak dan sentralisasi pembuatan keputusan dalam administrasi pajak adalah beberapa prinsip yang ditekankannya. (pemeliharaan harta benda yang sehat) 4. Dalam bukunya kitab al-Kharaj. Bagi Abu Yusuf metode . no oppression of tax-payers (tidak menindas para pembayar pajak) 3. preferring the one that benefits tax-payers (pada pilihan antara beberapa alternatif peraturan yang memeliki dampak yang sama pada harta benda. Dan mengusulkan penggantian system pajak tetap (lump sum system) atas tanah menjadi pajak proporsional atas hasil pertanian. Abu Yusuf dengan keras menentang pajak pertanian. tetapi kemudian hari justru menyetujuinya. Karena mereka Sejak dulu mau membayar sedekah dengan berlipat ganda asa tidak bernama pajak. Dalam pandangannya. ia telah meletakan prinsip-prinsip yang jelas yang berabad-abad kemudian dikenal oleh para ahli ekonomi sebagai canons of taxation. sebab di dalamnya terdapat unsur mengais manfaat dan mencegah mudharat. maintenance of a healthy treasury. in choosing between alternative policies having the same effects on treasury. Mendengar hal itu pada mulanya khalifah Umar menolak usulan ini. Sebagai contoh dalam sentralisasi pembuatan keputusan dalam administrasi pajak. Kesanggupan membayar.

Ia menentang penguasa yang menetapkan harga. beliau menganjurkan menetapkan angka berdasarkan kerja dan modal yang digunakan dalam menanam tanaman. Hal kontroversial dalam analisis ekonomi Abu Yusuf ialah pada masalah pengendalian harga (tas`ir). Dalam hal ini beliau mengutip hadis-hadis rasulullah saw yang menyatakan bahwa “tinggi dan rendahnya barang merupakan bagian dari keterkaitan dengan keberadaan allah. dan kita tidak bias mencampuri terlalu jauh bagian dari ketetapan tersebut ” (Riwayat Abdu a-Rahman bin Abi Laila dari Hikam bin ‘Utaibah) dan hadis yang menyatakan “Sesungguhnya urusan tinggi dan rendahnya harga suatu barang punya kaitan erat dengan kekuasaan allah swt. . Dalam menetapkan angka. sehingga system ini akan mendorong para petani untuk memanfaatkan tanah tandus dan amati agar mnemperoleh bagian tambahan. Argumennya didasarkan pada sunnah Rasul.pajak secara proporsional dapat meningkatkan pemasukan negara dari pajak tanah dari sisi lain mendorong para penanam untuk meningkatkan produksinya. Aku berharap dapat bertemu dengan Tuhanku di mana salah seorang diantara kalian tidak akan menuntutku karena kezhaliman” (Hadis Tsabit Abu Hamzah al-Yamani dari Salim bin Abi Ja’ad) dan “…Allah itu sesungguhnya adalah penentu harga. 30 % dari produksi yang diairi secara artificial 1/3 dari produksi tanaman (pohon palm. Abu Yusuf menganggap system irigasi sebagai landasannya. pencurah serta pemberi rizki. 40 % dari produksi yang diairi oleh hujan alamiah 2. perbedaan angka yang diajukannya adalah sebagai berikut: 1. system perpajakan terbaik untuk menghasilkan pemasukan lebih banyak bagi keuangan negara dan yang paling tepat untuk menghindari kezaliman terhadap pembayar pajak oleh para pengumpul pajak adalah pajak pertanian yang proporsional. Dari tingkatan angka di atas dapat dilihat bahwa Abu Yusuf menggunakan sistem irigasi sebagai kriteria untuk menentukan kemampuan tanah membayar pajak. System ini akan menghalau kezaliman terhadap para pembayar pajak dan menguntungkan keuangan negara. Sistem pajak ini didasarkan pada hasil pertanian yang sudah diketahui dan dinilai. system tersebut mensyaratkan penetapan pajak berdasarkan produksi keseluruhan. penahan. kebun buah-buahan dan sebagainya) ¼ dari produksi tanaman musim panas. Aku mengharapkan dapat menemui Tuhanku . Abu Yusuf menyatakan: Dalam pandangan saya.

Abu Yusuf lebih banyak mengedepankan ra’yu dengan menggunakan perangkat analisis qiyas dalam upaya mencapai kemaslahatan ‘ammah sebagai tujuan akhir hukum. Karena itu peningkatan atau penurunan harga tidak selalu berhubungan dengan penurunan atau peningkatan dalam produksi. monopoli. Tapi bias dari variabel itu adalah pergeseran dalam permintaan atau jumlah uang yang beredar di suatu Negara. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa ada kemungkinan kelebihan hasil dapat berdampingan dengan harga yang tinggi dan kelangkaan dengan harga yang rendah. sebaliknya. Mekanisme Pemikiran Ekonomi Abu Yusuf Adapun yang menjadi kekuatan utama pemikiran abu yusuf adalah dalam masalah keuangan publik..dimana salah seorang di antara kalian tidak menuntutku karena kezhaliman dalam hal darah dan harta” (Riwayat Sufyan bin Uyainah. yakni keberadaan yang bersamaan antara melimpahnya barang dan tingginya harga serta kelangkaan barang dan harga rendah. abu Yusuf juga tidak menolak peranan permintaan dan penawaran dalam penentuan harga. Dapat dilihat bahwa pemikiran Abu Yusuf menggambarkan adanya batasan-batasan tertentu bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan harga. atau semua hal tersebut. Secara tegas ia mengatakan ada beberapa variabel-variabel lain yang mempengaruhi. atau penimbunan dan penahanan barang. abu yusuf menguraikan masalah . namun beliau tidak menjelaskan secara rinci. variabel-variabel apa saja itu. kelangkaan tidak mengakibatkan harganya melambung. tapi kelihatannya Abu Yusuf ingin mengatakan bahwa kenyataannya Abu Yusuf ingin mengatakan bahwa pada kenyataannya harga tidak hanya bergantung pada kekuatan penawaran tetapi juga permintaan. dan pratek korup lainnya dan kemudian membiarkan penentuan harga kepada kekuatan permintaan dan penawaran. Abu yusuf menyatakan bahwa hasil panen yang berlimpah bukan bukan alasan Untuk menurunkan harga panen dan. Penting diketahui. Abu Yusuf tidak dikecualikan dalam hal kecenderungan ini D. Dengan daya observasi dan analisisnya. Namun disisi lain. para penguasa pada periode itu umumnya memecahkan masalah kenaikan harga dengan menambah suplai bahan makana dan mereka menghindari kntrol harga. dari Ayub dari Hasan). Kecendrungan yang ada daam pemikiran ekonomi adalah membersihkan pasar dari praktek penimbunan. Pendapat abu Yusuf ini merupakan hasi observasi. Menurut Siddiqi sebagaimana yang telah dikutip oleh Adiwarman bahwa ucapan Abu yusuf harus diterima sebagai pernyataan dari hasil pengamatan pada saat itu.

keuangan dan menunjukkan beberapa kebijakan yang harus diadobsi bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. yang dalam termiologi fiqh disebut dengan Maslahah/ kesejahteraan. Bagaimana mekanisme pengaturan tersebut dalam menentukan : Tingkat pajak yang sesuai dan seimbang dalam upaya menghindari perekonomian Negara dari ancaman resesi.ia menekankan pentingnya sifat amanah dalam mengelola uang negara. sedangkan Muqosomah merupakan system pemungutan pajak yang diberlakukan berdasarkan nilai yang tidak tetap (berubah) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan dan persentase penghasilan atau pajak proporsional. Hal inilah yang nampak dalam pembahasannya kitab alKharaj. tetapi amanat allah dan rakyatnya yang harus dijaga dengan penuh tanggungjawab. uang negara bukan milik khalifah. E. Wazifah dan muqosomah merupakan istilah dalam membahasakan system pemungutan pajak. . Kemaslahatan yang dimaksud oleh Abu Yusuf adalah. al. Wazifah memberikan arti bahwa system pemungutan yang ditentukan berdasarkan nilai tetap. yakni:  Menggantikan system wazifah dengan system muqosomah. beliau melihat bahwa sektor Negara sebagai satu mekanisme yang memungkinkan warga Negara melakukan campur tangan atas proses ekonomi. Sistem Ekonomi Abu Yusuf Sistem ekonomi yang dikehendaki oleh Abu yusuf adalah satu upaya untuk mencapai kemaslahatan ummat. tanpa membedakan ukuran tingkat kemampuan wajib pajak atau mungkin dapat dibahasakan dengan pajak yang dipungut dengan ketentuan jumlah yang sama secara keseluruhan. Dalam hal yang berhubungan pemerintahan Abu Yusuf menyusun sebuah kaidah fiqh yang sangat populer. baik sifatnya individu (mikro) maupun (makro) kelompok. maupun landasan-landasan lainnya. sehingga pajak diambil dengan cara yang tidak membebani kepada masyarakat. yaitu Tasrruf al-Imam `ala Ra`iyyah Manutun bi al-Mashlaha (setiap tindakan pemerintah yang bertkaitan dengan rakyat senantiasa terkait dengan kemaslahatan mereka). Untuk dapat mewujudkan keadaan tersebut Abu Yusuf meletakkan beberapa macam mekanisme. Kemaslahatan ini didasarkan pada al-Qur’an.Hadits. Sebuah arahan yang jelas tentang pengeluaran pemerintah untuk tujuan yang diinginkan oleh kebijaksanaan umum.

adanya system pemerintahan yang absolute dan terjadinya pemberontakan masyarakat terhadap kebijakan khalifah yang sering menindas rakyat. lahir di Kufah pada tahun 113 H (731 M) dan meninggal dunia tahun 182 H (789 M). Abu Yusuf dalam membenahi system perekonomian. Faktor intern muncul dari latar belakang pendidikannya yang dipengaruhi dari beberapa gurunya.BAB III Kesimpulan Ya`qub bin Ibrahim bin Habib bin khunais bin Sa`ad Al-Anshari. Faktor ekstern. Latar belakang pemikirannya tentang ekonomi. Adapun yang menjadi kekuatan utama pemikiran abu yusuf adalah dalam masalah keuangan publik. yang banyak dituangkannya dalam Kitab alKharaj. ia membenahi mekanisme ekonomi dengan jalan membuka jurang pemisah antara kaya dan miskin. Pemikiran Abu Yusuf dalam konsep-konsep ekonomi terfokus pada bidang perpajakan dan pengolahan lahan pertanian. baik intern maupun ekstern. . setidaknya dipengaruhi beberapa faktor. atau yang sering dikenal Abu Yusuf.

blogspot .Daftar Pustaka Karim. Ke-2.blogspot. http://abufitriambardi. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. 2004.hermaninbissmillah.html http://www. Adiwarman Azhar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.com/2009/11/pemikiran ekonomi abu yusuf. Html .com/2010/09/sejarah-pemikiran-ekonomi-islam-abu. Ed.

setting social dalam penetapan kebijakan yang dikeluarkannya. fay. Hadist Nabi Untuk Mewujudkan masyarakat yg lebih baik 3. Sistem pajak ini didasarkan pada hasil pertanian yang sudah diketahui dan dinilai. Abu Yusuf seorang hanafiyah . adanya system pemerintahan yang absolute dan terjadinya pemberontakan masyarakat terhadap kebijakan khalifah yang sering menindas rakyat. pemikiranya sama dengan Abu Hanifah. karna pada masa Abu Yusuf terdapat Ghanimah. Ghanimah. usyu. pajak pertanian. 2. Ia berupaya melepaskan belenggu pemikiran yang telah digariskan para pendahulu. setidaknya dipengaruhi beberapa faktor. 2. Faktor ekstern. dengan cara mengedepankan rasionalitas dengan tidak bertaqlid. baik intern maupun ekstern. dan kalau pun ada Cuma bisa menggunakan sistem perpajakanya . fay. Abu Yusuf lebih banyak mengedepankan ra’yu dengan menggunakan perangkat analisis qiyas dalam upaya mencapai kemaslahatan ‘ammah sebagai tujuan akhir hukum. apakah yg di maksud dengan pajak proporsional ? 3. Abu Yusuf lebih menyetujui Negara mengambil pajak hasil pertanian dari pada pajak tanah 4. system tersebut mensyaratkan penetapan pajak berdasarkan produksi keseluruhan.KOMENTAR 1. jizyah 4. Pendapatan Negara berasal dari mana? 4. Abu Yusuf mengganti system pajak tetap dengan sistim pajak proporsional. Bagaimana tentang pemikiran Abu Yusuf menentang penguasa menetapkan harga ? 2. Dapat dilihat bahwa pemikiran Abu Yusuf menggambarkan adanya batasan-batasan tertentu bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan harga. Abu Yusuf pemikiranya menggunakan Qiyas . usyu. Apakan bisa system ekonomi pemikiran Abu Yusuf di berlakukan di Indonesia? JAWABAN 1. sehingga system ini akan mendorong para petani untuk memanfaatkan tanah tandus dan amati agar mnemperoleh bagian tambahan. Tidak bisa. Pemikiran Abu Yusuf Pada bidang pajak dan pertanian. PERTANYAAN 1. Faktor intern muncul dari latar belakang pendidikannya yang dipengaruhi dari beberapa gurunya. Hal ini nampak dari. tidak keluar dari konteksnya. sedangkan di Indonesia tidak ada. 3.