P. 1
Makalah Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Umum

Makalah Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Umum

|Views: 5,229|Likes:
Published by Uun Yusufa

More info:

Published by: Uun Yusufa on Apr 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2014

pdf

text

original

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH UMUM (Kajian dan Analisis Kurikulum PAI di SMP) A.

Latar Belakang Masalah Arus globalisasi dan kemajuan teknologi tidak selamanya berdampak positif, ternyata ada juga dampak negatifnya. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di mancanegara sana, saat ini bisa kita saksikan di dalam rumah kita sendiri melalui layar televisi, internet dan fasilitas teknologi informasi lainnya yang secara langsung atau tidak dapat mempengaruhi perkembangan jiwa anak-anak di usia remaja yang memiliki kecenderungan untuk mencoba-coba sesuatu, tidak sabar, mudah terbujuk dan selalu ingin menampakkan egonya. Bila dasar-dasar agama yang dimiliki anak-anak kita sangat lemah, maka dikhawatirkan anak-anak kita itu meniru secara total segala perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang di manca negara sana tanpa memperhatikan baik buruknya serta manfaat dan madlaratnya. Bahkan pada sebagian anak remaja/pelajar hal-hal yang menurut agama tidak boleh dilakukan (haram/berdosa) tetapi dikalangan anak-anak remaja/pelajar hal itu sudah dianggap lumrah, misalnya pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan, cara berpakaian yang mempertontonkan aurat, tawuran antar pelajar bahkan rasa hormat terhadap orang tua dan guru sudah hampir pudar. Mereka menganggap bukanlah cinta sejati yang penuh pengorbanan bila tidak mengumbar sex, tidaklah dikatakan modern jika berpakaian harus menutup seluruh tubuh, tidaklah dikatakan setia kawan jika tidak ikut tawuran bahkan lebih parah lagi jika mereka beranggapan bahwa bila memperlakukan orang tua dan guru dengan penuh rasa hormat adalah perilaku ortodok dan ketinggalan zaman, na’udzu billahi min dzalik. Jika semua itu telah dilakukan oleh para pelajar maka yang akan menjadi sasaran empuk untuk dijadikan kambing hitam adalah guru Agama. Kritik dari masyarakatpun keluar dengan tajam : “Pendidikan Agama Islam Gagal” atau “Pendidikan Agama Islam tidak berhasil”. Seiring dengan kritikan yang keluar dari masyarakat para guru Pendidikan Agama Islam pun membela diri dengan alasan klise yang tidak menunjukkan kreatifitasnya : “wajar kami gagal karena waktu yang tersedia hanya dua jam pelajaran saja setiap minggunya”. Sementara guru yang bukan guru Pendidikan Agama Islam terkadang mereka bersikap masa bodoh

1

Tetapi kajian ini difokuskan pada lembaga yang sifatnya umum yaitu SMP yang secara khusus menyoroti kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan kurikulum pendidikan agama Islam. Strategi yang dirumuskan diharapkan dapat mensiasati keterbatasan jam pelajaran yang hanya dua jam pelajaran sementara materi yang harus disampaikan begitu banyak dan harus menyentuh seluruh aspek. Jika mengamati PAI kurikulum di SMP agaknya masih terpilah-pilah menjadi beberapa aspek. maupun MA. MTs. Pada dasarnya agama Islam tidak asing jika dilihat pada lingkup lembaga pendidikan agama Islam. perlu dirumuskan suatu strategi penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam di sekolah. Undang-undang Dasar 1945 2 . Landasan-Landasan Kebijakan Kurikulum PAI di SMP 1. salah satunya adalah agama Islam. efektif maupun psikomotor. tetapi menjadi tanggung jawab seluruh aparat sekolah yang dikordinasikan oleh Kepala Sekolah sebagai pemegang dan pengambil keputusan. Betulkah demikian? Sebenarnya. baik aspek kognitif. B. sekarang sudah bukan saatnya lagi untuk saling menyalahkan dan membela diri atas ketidak tanggapan kita dalam menghadapi permasalahan para pelajar. Pancasila Sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” Seluruh warga negara Indonesia wajib memeluk salah satu agama yang telah disahkan oleh pemerintah. kini sudah saatnya kita semua menyadari bahwa tanggung jawab pendidikan Agama Islam di sekolah bukan hanya berada pada pundak guru Pendidikan Agama Islam semata. Untuk itu agar tidak lagi terjadi saling menyalahkan antara aparat sekolah. terutama di sekolah umum. 2. dan masih ada permasalahan yang pada akhirnya kurikulum PAI di SMP tersebut tidak mampu mencapai tujuannya secara maksimal.dan merasa bahwa masalah itu hanya menjadi tanggung jawab guru agama saja. Dan untuk memperoleh pemahaman tentang keagamaann maka lembaga pendidikan mempunyai peranan penting sebagai wadah pembinaan materi keagamaan. seperti MI.

kreatif. Cakap f.Pasal 31 Ayat 2. Berakhlak mulia c. Undang-undang No. Pasal 36 ayat 2 : “Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Dalam tujuan pendidikan yang tercantum pada Undang-undang No. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kreatif g. “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang”. Berilmu e. sehat. yaitu : a. berilmu. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa b. cakap. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 ayat 1 : “Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional”. 20 Tahun 2003 yakni ada delapan aspek penting dari pendidikan nasional tersebut. Dalam penjelasan ayat diatas. mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta tanggung jawab. dan peserta didik. pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Menjadi warga Negara yang demokratis serta tanggung jawab. Mandiri h. 3.” Menurut ayat diatas pengembangan kurikulum dimaksudkan untuk menyesuaikan program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah. potensi daerah. berakhlak mulia. Dan perlu diingat bahwa kurikulum yang 3 . Sehat d.

potensi daerah. sehingga lembaga penyelenggara pendidikan harus mampu meracik bahan pembelajaran yang sesuai serta tidak mengesampingkan karakteristik daerah dan peserta didik. Ilmu pengetahuan alam f. dan program pendidikan pada suatu lembaga dengan kondisi dan kekhasan potensi daerah serta keunggulan daerah. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional f. Tapi dalam menyusun kurikulum harus sesuai dengan jenjang pendidikan dan jenis pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Keragaman potensi daerah dan lingkungan e. Pasal 36 ayat 3 : Kurikulum disusun dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan : a. Seni dan budaya h. Bahasa d. Ilmu pengetahuan sosial g. kecerdasan.ada di SMP tidak sedikit. Peningkatan akhlak mulia c. Pendidikan kewarganegaraan c. dan seni h. Perkembangan ilmu pengetahuan. Pendidikan jasmani dan olahraga i. Pendidikan agama b. Meningkatkan iman dan takwa b. Ketrampilan kejuruan 4 . dan minat peserta didik d. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Pada ayat diatas sangat jelas bahwa pendidikan agama Islam sangat diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut. Peningkatan potensi. teknologi. Dinamika perkembangan global j. Tuntutan dunia kerja g. Agama i. Matematika e. Pasal 37 ayat 1 : Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat : a.

dan dapat memasuki dunia kerja atau dapat mengikuti pendidikan lebih lanjut. potensi dan kebutuhan daerah. menguasai dasardasar ilmu pengetahuan dan teknologi. Muatan lokal Penyelenggaraan kurikulum pendidikan Khususnya PAI bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 4. Pasal 38 ayat 2 : Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah dibawah koordinasi dan supervisi menengah. olahraga dan kesehatan dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan 5 . Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi d. berakhlak mulia. Kelompok mata pelajaran jasmani. Tetapi harus berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BNSP dibawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian c. mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan demokratis. memiliki dan etos budaya kerja.j. Kelompok mata pelajaran estetika e. kejuruan dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas : a. Kurikulum yang disusun oleh lembaga pendidikan dan komite berdasarkan jenjang pendidikannya tetap harus mengacu pada kebijakan pemerintah yang sudah ditetapkan dalam sistem pendidikan nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 6 ayat 1 : menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum. Sekolah dan komite memiliki kewenangan untuk mengembangkan dan menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan kondisi peserta didik. keadaan madrasah. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia b.

namun disisi lain didalamnya dikembangkan kurikulum pendidikan agama Islam di sekolah umum seperti SMP. Kurikulum harus dikembangkan dengan memperlihatkan keragaman karakteristik peserta didik. Lembaga sekolah berkewajiban mempersiapkan lulusannya memiliki kompetensi keilmuan dan ketrampilan serta dipersiapkan untuk menempuh pendidikan lebih lanjut. dan 6 . 22 2006 Permendiknas No. suku. kondisi daerah. Dan secara umum dituntut memenuhi ketentuan standar sekolah nasional. Permendiknas No. Hal ini dimaksudkan bahwa setiap lembaga pendidikan khususnya sekolah jenjang SMP betapa pentingnya pendidikan agama khususnya agama Islam itu. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) pasal 1 ayat 1 : “Standar isi untuk pendidikan dasar dan menengah yang selanjutnya disebut standar isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjjang pendidikan tertentu”. budaya dan adat istiadat. Pasal 17 ayat 1 : Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB. SMK/MA. Masingmasing satuan pendidikan tentunya memiliki sisi kelemahan dan kelebihannya sendiri-sendiri. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) pasal 1 ayat 1 : “Standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik”.Dari ayat diatas dapat dipahami bahwa mata pelajaran agama dan akhlak mulia ditempatkan pada posisi utama. potensi daerah/karakteristik peserta didik. Karena pelajaran agama dan akhlak mulia adalah payung dari kelompok-kelompok pelajaran. SMP/MTs/SMPLB. dan jenjang serta jenis pendidikan tanpa membedakan agama. Namun yang terpenting adalah bagaimana masing-masing komponen mengoptimalkan fungisnya untuk membangun satu sistem daerah. sosial budaya masyarakat setempat. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan . Permendiknas No. 5. SMA/MA/SMALB. serta status sosial ekonomi.

dikembangkan dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan sesuai standar Nasional 7 . yang diajarkan tidak hanya sekadar dogma-dogma ritual yang katakanlah fiqhoriented. C. agaknya masih terpilah-pilah menjadi beberapa aspek. 4) “Kurikulum pendidikan agama sebagaimana dimaksud ayat 2 dan 3 disahkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota”. pendidikan agama yang sesuai dengan perkembangan peserta didik dan tuntutan masyarakat. 16 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama pada Sekolah Pasal 7 ayat : 1) “Kurikulum Pendidikan. 3) “Sekolah dapat menambah muatan kurikulum pendidikan agama berupa penambahan dan atau pendalaman materi. serta penambahan jam pelajaran sesuai kebutuhan”. Oleh karena itu pendidikan Islam atau madrasah adalah integrasi keislaman. pengetahuan dan teknologi merupakan tuntutan kebutuhan masyarakat dari lulusan pendidikan SMP. Oleh karena itu. fiqih pendidikan agama disusun. tapi juga wawasan-wawasan keislaman yang lain. tidak hanya untuk umat Islam. dalam konteks kita sekarang.pendidikan yang lebih baik. yaitu : aspek Al-Qur’an/Hadits.” 2) “Kurikulum pendidikan agama dikembangkan dengan memperhatikan potensi dan sumberdaya lingkungan sekolah dan daerah. Peraturan Agama Menteri Republik Indonesia No. Bentuk kurikulum yang integritid antara agama (iman dan takwa). keindonesiaan dan kemanusiaan. pengetahuan dan teknologi yang dijiwai dengan semangat iman dan taqwa. termasuk misalnya wawasan Islam mengenai kemoderenan. Problema Kurikulum PAI di SMP Jika mengamati PAI di SMP penulis dapat menyajikan problema sebagai berikut : 1. Kurikulum pendidikan PAI di SMP harus lebih menitik beratkan pada pencapaian ilmu keagamaan. aqidah akhlak. tapi juga untuk umat lain. Sebagaimana tertuang dalam kurikulumnya. Karena Islam itu rahmatan lil ‘alamin. kemajuan ilmu pengetahuan dan kebangsaan. 6.

Aspek aqidah akhlak. Weaknesses (kelemahan dan kekurangan) a. 2.dan tarikh Islam. sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik. Orientasi mempelajari al-Qur’an masih cenderung pada kemampuan membaca teks. Sehingga pembelajaran yang dilaksanakan terpisah tersebut hanya terfokus pada sub mata pelajaran PAI saja. 2. Sehingga hal 8 . mungkin masih banyak lagi problem yang dipecahkan bersama. Analisis Melihat problematika kurikulum PAI di SMP tersebut. c. Mayoritas warga Negara Indonesia memeluk agama Islam. antara lain : a. c. belum mengarah pada pemahaman arti dan penggalian makna secara tekstual dan kontekstual. Kurikulum pendidikan agama islam memiliki kelebihan dengan adanya nilai-nilai islami. Karena banyaknya kurikulum yang harus dituntaskann dalam jenjang SMP kadang dalam penyusunan kurikulum PAI jadi terbengkalai. Kurang terciptanya suasana religious di sekolah. b. sehingga apabila disampaikan secara tepat akan menjadi spiritual yang luar biasa untuk meningkatkan potensi daerah/karakteristik daerah. b. Weaknesses. 1. maka penulis akan mengemukakan solusi dengan analisis SWOT (Strengths. Opportunities. dan tujuan PAI di SMP dapat tercapai secara optimal. Itulah problema kurikulum PAI di SMP. yang seharusnya tercipta sebagai manifestasi dari potret lingkup terkecil dari efek pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP. sehingga pembelajaran PAI di SMP benarbenar maksimal. Strengths (kekuatan/kelebihan) a. PAI adalah mata pelajaran wajib pada semua jalur dan jenjang pendidikan di Indonesia. D. Threats). ibadah dan syari’ah yang diajarkan hanya sebagai tata aturan keagamaan dan kurang ditekankan sebagai proses pembentukan kepribadian sebagai konsekwensi dari pengajaran agama islam tersebut. Pemahaman aspek-aspek PAI maupun proses pelaksanaannya yang terpilahpilah tersebut pada kenyataannya problem-problem yang muncul dilapangan.

pikiran dan biaya yang tidak sedikit. Opportunities (peluang) a. b. Mudahnya akses informasi tentang materi keislaman baik untuk mengembangkan PAI atau dalam pembelajarannya. tapi dalam kehidupan sehari-hari pelajar tersebut masih enggan melakukan salat. Threats (ancaman/tantangan) a. 3. Dalam masalah ibadah para pelajar mungkin saja ketika dilakukan evaluasi (ulangan) dapat menjawab dengan tepat bahwa salat lima waktu itu hukumnya wajib bila ditinggalkan berdosa dan bila dilaksanakan akan mendapat pahala. Solusi Problematika Kurikulum PAI di SMP Dua jam pelajaran di kelas memang tidaklah akan cukup untuk menyampaikan informasi keagamaan yang begitu komplek. b. b. Upaya untuk mensiasati keterbatasan jam pelajaran dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. tenaga. 4. Kalaulah kita tidak pandai mensiasatinya maka informasi yang diterima pelajar khawatir hanya akan menyentuh aspek kognitif saja sementara aspek afektif dan psikomotor tidak dapat tersentuh. diantaranya adalah : 9 .ini membutuhkan waktu. Karena basic dari SMP adalah sekolah umum sehingga secara umum dirasa asing untuk mewujudkan suasana religius di sekolah. diakui atau tidak kenyataan itu membuktikan bahwa pendidikan Agama Islam masih belum berhasil. Peserta didik mempunyai ruang yang banyak untuk mengembangkan diri dan juga didalamnya ada muatan lokal. Banyaknya siswa SMP yang belum biasa membaca sumber agama Islam dan mengamalkannya. Hal ini tentu tidak kita harapkan karena apa yang dilakukan para pelajar tidak sesuai dengan apa yang telah diketahuinya. E. sehingga untuk mencapai tujuan PAI di SMP perlu penanganan khusus. Dalam masalah akhlak mungkin saja ketika dilakukan evaluasi tertulis (ulangan) para pelajar dapat menjawab dengan tepat bahkan bisa menyebutkan dalil naqlinya bahwa etika makan dan minum dalam islam diantaranya tidak boleh sambil berdiri. Dekadensi moral yang meraja lela.

1) Menyelenggarakan Bina Rohani Islam (ROHIS) Kegiatan Bina Rohani Islam (ROHIS).C.F.30 WIB.E) II (F. sedangkan untuk putera dilakukan setelah Salat Jum’at).HI) II (A. Dua hari untuk kelas satu (hari Senin dan Selasa) dua hari untuk kelas dua (Rabu dan Kamis) dan satu hari untuk kelas tiga pada hari Jum’at (Untuk puteri dilakukan setelah Kegiatan Belajar Mengajar pada saat pelajar putra Salat Jum’at.B.30 14. Sebagai penyelenggaraan contoh Bina untuk Rohani memperjelas Islam bagi pendistribusian sekolah-sekolah waktu yang menyelenggarakan KBM pada pagi hari saja dan selesai kegiatan belajar mengajar pada pukul 13.D.00-15.G.H. berikut ini akan penulis sajikan jadwal penyelenggaraan Bina Rohani Islam yang dilakukan di SLTPN 5 Kota Bogor untuk kelas I sampai dengan kelas III yang masing-masing tingkat terdiri dari sembilan rombongan belajar dan masing-masing rombongan belajar mengikuti satu kali kegiatan Bina Rohani Islam dalam satu minggu.00-15. Waktu Penyelenggaraan Bina Rohani Islam (ROHIS) Untuk sekolah yang menyelenggarakan Kegiatan Belajar pada pagi hari saja maka waktu penyelenggaraan kegiatan Bina Rohani Islam (ROHIS) dapat dilakukan setiap hari setelah selesai Kegiatan Belajar Mengajar dengan lama pertemuan sekitar satu jam setengah (90 menit). dapat dijadikan sebagai kegiatan ekstra kurikuler yang wajib diikuti oleh seluruh pelajar yang beragama Islam. Contoh Jadwal Penyelenggaraan Bina Rohani Islam No 1 2 3 4 Hari Senin Selasa Rabu Kamis Kelas I (A.00-15. materi yang disampaikan dapat menunjang materi intrakurikuler dengan menggunakan metode yang menyenangkan tapi tetap edukatif serta memanfaatkan tenaga pengajar yang ada di lingkungan sekolah yang memiliki komitmen tinggi terhadap Islam. didanai dengan dana yang cukup.30 14.I) Waktu 14. a.30 Keterangan 10 .D) I (E.C.B.G.00-15. Untuk mewujudkan kegiatan ini perlu dibuat program kerja yang matang sehingga dalam pelaksanaannya tidak berbenturan dengan kegiatan ekstrakurikuler lainnya.30 14.

Sumber Dana Penyelenggaraan Bina Rohani Islam Sumber dana Bina Rohani Islam bisa disusun sejak awal tahun pelajaran. dan dimasukan ke dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Sementara untuk para pelajar putera bisa memanfaatkan hari sabtu setelah selesai Kegiatan Belajar Mengajar kelas pagi sebelum mereka melakukan kegiatan belajar mengajar pada siang harinya. kegiatan tersebut dapat dilakukan tanpa memerlukan ruangan khusus. Bahkan jika guru agama dan seluruh aparat sekolah mempunyai keinginan yang kuat untuk menyelenggarakan kegiatan Bina Rohani Islam.00-15. Ibadah. c. Akhlak. Materi yang disajikan Materi yang disajikan dalam Bina Rohani Islam hendaknya dapat menunjang materi intrakurikuler. bisa saja kegiatan itu dilakukan di taman-taman sekolah.30 13. b. aula dan lain-lain. Sebagai contoh untuk kelas siang para pelajar putrinya bisa memanfaatkan hari jum’at.00-14. lapangan olahraga dan tempat-tempat lainnya. dengan penekanan pada pendalaman pemahaman dan kemampuan membaca Al-Qur’an tapi tidak melupakan materi-materi lain seperti Aqidah.5 Jum’at III (A-I Putri) III (A-I Putra) 14. Dana tersebut dapat di distribusikan untuk seluruh kegiatan yang ada kaitannya dengan Bina Rohani Islam termasuk didalamnya biaya pengganti transport para pembimbing Bina Rohani Islam. Kemudian untuk para pelajar kelas pagi bisa memanfaatkan waktu siang hari setelah selesai Kegiatan Belajar Mengajar dengan memanfaatkan kelas yang tersisa dan ruangan-ruangan lain yang bisa dipergunakan termasuk bisa menggunakan musola.30 Sementara untuk sekolah yang menyelenggarakan Kegiatan Belajar Mengajar pada pagi dan siang hari Bina Rohani Islam dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan hari-hari yang kegiatan belajar mengajarnya tidak penuh. Tarikh dan do’a-do’a 11 .

pilihan. Kemudian tiga puluh menit berikutnya dipergunakan untuk penyampaian materi yang telah direncanakan dan tersusun dalam Garis-Garis Besar Pengajaran (GBPP – ROHIS). Karena tujuan semula penyelenggaraan Bina Rohani Islam adalah dalam rangka mensiasati keterbatasan jam mengajar di kelas. tapi diharapkan para pembimbing rohani Islam mampu menggunakan berbagai macam metode kreatif dengan harapan metode tersebut bisa menumbuhkan semangat pelajar untuk belajar tanpa menimbulkan kejenuhan. Prinsip yang harus dipegang oleh para pembimbing rohani Islam metode tersebut dapat menyampaikan pesan ke Islaman sebanyak-banyaknya kepada para pelajar dan dapat menimbulkan gairah untuk mengamalkan inti ajaran Islam yang diperolehnya dengan penuh keikhlasan. 12 . Pelajar yang telah dikelompokkan tersebut untuk pertemuan selanjutnya dianjurkan membawa Al-Qur’an bagi yang sudah mampu membacanya dan membawa Buku Iqro bagi yang belum mampu membaca Al-Qur’an. Metode penyampaian materi diusahakan menghindari metode satu arah (ceramah). Mengapa harus demikian?. Bagi yang sudah mampu membaca Al-Qur’an dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an sendiri. lebih baik lagi bila melakukan hapalan dan bagi yang belum mampu membaca Al-Qur’an dibimbing oleh pembimbing Bina Rohani Islam untuk mempelajari IQRO. Dan bila perlu pembimbing bisa meminta bantuan pelajar yang telah mampu membaca Al-Qur’an untuk membimbing temannya mempelajari Iqro (TUTOR SEBAYA). pada empat puluh menit pertama dipergunakan untuk pendalaman Baca Tulis (BTQ). Selanjutnya dua puluh menit terakhir dipergunakan untuk hapalan Al-Qur’an surat-surat pendek dan surat-surat pilihan yang telah direncanakan. Untuk pertemuan berikutnya. d. Tehnik dan Metode Penyampaian Materi Pada pertemuan pertama para pembimbing Bina Rohani Islam mengelompokkan dan menginventarisir pelajar yang sudah mampu membaca Al-Qur’an dan yang belum.

Sehingga saat menghada[i ujian praktek Pendidikan Agama Islam seluruh pelajar telah dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Tenaga Pengajar (Pembimbing Bina Rohani Islam) Yang menjadi tenaga pengajar atau pembimbing Bina Rohani Islam tidak hanya guru Pendidikan Agama Islam saja. Setiap hari Jum’at (bagi yang memiliki Mesjid) mengadakan salat Jum’at berjamaah di Mesjid (Musol) yang ada di lingkungan sekolah. Sedangkan guru-guru yang beragama Islam diharapkan bisa bergiliran menjadi Imam dan Khatib Jum’at. Atau jika perlu bisa mengadakan kerja sama dengan para ustadz/ustadzah dan lembaga-lembaga keagamaan lain yang ada di sekitar sekolah. 2) Mengkondisikan Sekolah Dengan Kegiatan Keagamaan (Islamisasi Kampus) Islamisasi kampus. c. memang terasa sangat ekstrim. sehingga seluruh aparat sekolah dan para pelajar bisa melakukan salat tepat waktu. Islamisasi kampus itu diantaranya bisa dilakukan melalui : a. Siswa yang telah bisa membaca Al-Qur’an diharapkan dapat membantu temannya yang masih belum bisa membaca Al-Qur’an. d.e. b. Setiap hari sebelum belajar diusahakan setiap pelajar membaca Al-Qur’an antara 5 s. guru-guru dan seluruh aparat sekolah dianjurkan untuk memakai busana muslim baik lakilaki maupun perempuan (di tingkat SLTP anak laki-laki memakai baju koko dan celana panjang sedangkan untuk anak perempuan memakai 13 . Tetapi hal ini dimaksudkan agar seluruh warga sekolah terutama yang beragama Islam bisa menjalankan sebagian syariat Islam di lingkungan sekolah sehingga situasi kondusif bisa tercipta di lingkungan sekolah tersebut. Dalam hal ini perlu dibuat komitmen yang serius sehingga waktu istirahat benarbenar digunakan untuk salat.d 10 ayat. Waktu istirahat disesuaikan dengan waktu salah Dzuhur. jika kekurangan tenaga pengajar maka Kepala Sekolah bisa menunjuk guru maka pelajaran lain yang memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap ajaran Islam. Seluruh pelajar mewakili kelasnya bergiliran menjadi petugas salat Jum’at seperti muadzim dan bilal. Setiap hari Jum’at seluruh pelajar yang beragama Islam.

Setiap bulan Dzulhijjah menyelenggarakan kegiatan qurban di sekolah dengan melibatkan ceramah tapi bisa melakukan kegiatann lain yang bisa lebih mekanisme pelaksanaan ibadah qurban dan bagaimana mekanisme pembagian hewan daging qurban. Pihak sekolah baik pembina OSIS maupun BP/BK (di tingkat SLTP) tidak lagi mempermasalahkan jika ada para pelajar putra yang memakai celana panjang setiap hari dan memberikan kesempatan seluas-seluasnya untuk menutup auratnya. Setiap hari ada mata pelajaran Agama Islam seluruh pelajar yang beragama Islam diwajibkan memakai busana muslim baik laki-laki maupun perempuan.kerudung dan rok panjang). Setiap bulan Ramadhan melaksanakan kegiatan pengumpulan dan pembagian zakat fitrah dan zakat maal dengan melibatkan para pelajar sehingga mereka bisa mengetahui mekanisme pembagian zakat melalui praktek. Setiap bulan Ramadhan dan libur semester diadakan kegiatan pesantren kilat. mengingat aturan yang ada baru memberikan kesempatan untuk menutup aurat bagi para pelajar putri. Ketika menyelenggarakan peringatan hari besar Islam (PHBI) tidak hanya diisi dengan kegiatan ceramah tapi bisa melakukan kegiatan lain yang bisa menyentuh hati dan ingatan anak seperti melakukan bakti sosial. j. cerdas-cermat Al-Qur’an dan kegiatan-kegiatan lainnya. e. pemutaran film-film Islam baik yang berupa film-film perjuangan maupun film-film dokumenter. h. f. inti sari ajaran Islam atau jiwa agama/emosi religius diselipkan/disisipkan di dalam 14 . 3) Menggunakan Metode Insersi (Sisipan) dalam KBM Metode Insersi adalah cara menyajikan bahan pelajaran dengan cara . g. Semua hal tersebut diatas dapat terlaksana dengan baik bahkan bisa menciptakan suasana kondusif di lingkungan sekolah jika seluruh guru dan seluruh aparat sekolah mempunyai tanggung jawab dan keinginan yang sama dalam membentuk siswa yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. i.

Abdul Rahman Saleh. yang terpenting adalah adanya usaha untuk mewujudkan strategi tersebut adapun mengenai hasil dari pelaksanaan strategi tersebut semuanya kita serahkan kepada Allah SWT. ketelitian dan kesabaran dalam melakukan prtaktek. Metode insersi ini bisa dilakukan melalui seluruh mata pelajaran. PT Raja Grafindo Persada. M. Jakarta. F. maka tidak ada satupun strategi penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam yang dirasakan sulit untuk diwujudkan. PT Gema Windu Pancaperkasa. Mainstreaming Pendidikan Agama Islam Pada 15 . 1995 : 73). sebagai contoh ketika guru mata pelajaran ekonomi mengajarkan tentang barter dan jual beli maka bisa disisipkan jiwa agama berupa informasi tentang perlunya ijab kabul dan perlunya pencatatan transaksi jual beli yang tidak dengan cara tunai sebagaimana termaktub dalam surat Al Baqarah ayat 282. Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam. H. Athiyah Al Abrasyi. Bulan Bintang. Jakarta. dkk Metodologi Pengajaran Agama Dan Bahasa Arab.mata pelajaran umum (Tayar Yusuf. G. dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya. guru IPA bisa menyampaikan perlunya kejujuran. Drs. Penutup Selama ada keinginan yang kuat untuk selalu menghasilkan kualitas hasil pendidikan pada hari ini senantiasa lebih baik dari hari kemarin. Momon Herdiyanto. Tayar Yusuf. Misi dan Aksi. 1995 3. Daftar Rujukan 1. sebab tanpa semua itu hasil dari praktek tidak akan memuaskan bahkan mungkin gagal. 2000 2. atau contoh lain ketika melakukan praktikum IPA. Pendidikan Agama Dan Keagamaan Visi. sehingga hampir tidak terasa bahwa sesungguhnya saat itu para pelajar sedang mendapatkan suntikan keagamaan oleh guru mata pelajaran yang bukan pelajaran agama. Jakarta. 1970 4. Drs. Untuk menggunakan metode ini guru agama harus bekerja sama dengan guru mata pelajaran lain (mata pelajaran umum) agar pesan-pesan keagamaan bisa disampaikan melalui pelajaran umum dengan cara yang sangat halus. H.

06/XXVIIII September 2001 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH UMUM (KURIKULUM PAI DI TINGKAT SMP) Makalah Disusun Untuk Bahan Presentasi Mata Kuliah “Analisis Kebijakan Dan Problematika Pendidikan Islam” Dosen Pengampu Dr.Ag 16 .Sekolah Umum (artikel). M. Media Pembinaan No. As’aril Muhajir.

Disusun oleh : 1. dan telah mengutus seorang Rasul yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan alam semesta dengan sempurna. Dalam penyusunan makalah ini tidak mungkin dengan berjalan lancer tanpa adanya saran dan bimbingan dari berbagai pihak. sudah selayaknya 17 . Penyusunan makalah ini yang berjudul “Pendidikan Agama Islam SMP” adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah “Analisis Kebijakan dan Problema Pendidikan Islam”. Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan tuntunan menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Oleh karena itu. IMAM NURNGAINI 2. IKSAN MAKIN : 2841114023 : 2841114022 PROGRAM PASCASARJANA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) TULUNGAGUNG JUNI 2011 KATA PENGANTAR Bismillahirrahmaanirrahim.

Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi para pembaca. April 2011 Penulis 18 . Amin. Kami menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna. saran dan kritik yang konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan. terutama bagi kami sendiri.kami mengucapkan terima kasih dan mudah-mudahan terbalas oleh Allah SWT. Tulungagung. Oleh karena itu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->