P. 1
Penentuan Kadar Asam Fosfat

Penentuan Kadar Asam Fosfat

|Views: 687|Likes:
Published by Safitri Nur Rahmi
Laporan kimia analitik
Laporan kimia analitik

More info:

Published by: Safitri Nur Rahmi on Apr 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/07/2013

pdf

text

original

Penetapan kadar Asam Fosfat

Hari, tanggal : Senin, 21 Maret 2012
Tujuan : Mahasiswa dapat menentukan kadar asam fosfat dengan baik dan benar
Dasar teori : Kita menghadapi suatu asam triprofik dan secara teoritis tiga titik ekivalen
adalah mungkin tetapi dalam prakteknya perubahan –perubahan pH dekat
sekitar titik ekivalen tidak sempat menyolok.untuk penetralan tahap
pertama(Ph 4,6) dapat digunakan indikator Metil Orange,jingga metil
karmin indigo atau hijau bromo kresol.ttapi sebaiknya memakai larutan
pembanding dari natrium dihidrogen fosfat (0,03 M) yang mengandung
indikator yang sama sebanyak seperti pada larutan yang di titrasi untuk
tahap kedua Ph 9,7 fenolphtalin pada keseluruhannya tak memuaskan (ia
berubah warna terlalu dini).Timolphtalin adalah lebih baik,tetapi indikator
yang paling baik adalah campuran PP (2 bagian) dengan naftolpthalin (1
bagian) yang berubah dari warna merah jambu pucat melalui hijau
menjadi violet pada ph 9,6.Untuk tahap ketiga (ph 12,6) tidak ada indikator
yang memuaskan.
Alat :
1. Neraca analitik
2. Botol timbang
3. Pipet Pasteur
4. Batang pengaduk
5. Botol semprot
6. Corong
7. Labu ukur 250 ml
8. Pipet volume 25 ml
9. Labu Erlenmeyer 250 ml
10. Tissue

11. Gelas ukur
12. Gelas kimia
13. Statip dan klep
14. Buret Teflon
15. Kertas saring
Bahan :
1. Aquadest
2. Asam fosfat
3. NaOH 0,0876 N

Reagen :
1. Indicator TymolPhtalein
2. Indicator MO

Cara kerja :
1. Menimbang asam fosfat sebanyak 1,5 gram dengan botol timbang di neraca
analitik, menggunakan pipet Pasteur untuk mengambil asam fosfat dengan
toleransi ± 10% dari berat yang ditentukan. Antara 1,35-1,65 gram.
2. Melarutkan asam fosfat dengan aquadest dan memindahkan secara kuantitatif
ke dalm labu ukur 250 ml dan di homogenkan.
3. Memipet larutan asam fosfat dengan pipet volume 25 ml kemudian dipindah ke
labu Erlenmeyer.
4. Menambahkan indicator MO 3 tetes.
5. Menitrasi dengan titran NaOH hingga berubah warna dari warna pink menjadi
warna orange.
6. Melakukan titrasi yang sama sebanyak 3 kali.
7. Mengulangi langkah no. 3 kemudian menambahkan indicator TP sebanyak 3
tetes.
8. Menitrasi dengan titran NaOH hingga berubah warna dari yang tidak berwarna
menjadi biru muda jernih (biru tipis).
Hasil pengamatan :
1. Larutan asam fosfat dengan indicator MO dititrasi dengan NaOH mengalami
perubahan warna dari warna pink menjadi warna orange.
2. Larutan asam fosfat dengan indicator TP dititrasi dengan NaOH mengalami
perubahan warna dari yang tak berwarna menjadi warna biru tipis.
Data praktikum :
Berat botol timbang = 16,4631 gram
Berat botol timbang + asam fosfat = 17,8843 gram
Berat asam fosfat = 1,4212 gram
=1421,2 mg
Data titrasi indicator MO :
No. Vol. awal (V1) Vol. Akhir (V2) Δ V
1 13, 33 ml 25, 93 ml 12, 6ml
2 10, 13 ml 23, 33 ml 13, 2ml
3 24, 87 ml 38, 67 ml 13, 8 ml

Data titrasi indicator TP :
No. Vol. awal (V1) Vol. Akhir (V2) Δ V
1 2, 97 ml 32, 13 ml 29, 16ml
2 6, 17 ml 35, 43 ml 29, 26ml
3 0,13 ml 29,93 ml 29, 80 ml

Perhitungan :
 Indicator MO
1. Titrasi 1
% H
3
PO
4
=



=

=

= 76, 1106 %
2. Titrasi 2

% H
3
PO
4
=



=

=

= 79, 7349 %

3. Titrasi 3
% H
3
PO
4
=



=

=

= 83, 3593%


Rata-rata kadar =

=

=

= 79, 7349 %
Selisih kadar
 Titrasi 1
Selisih 1 = I Kadar rata-rata – kadar titrasi 1 I
= I 79,7349 % - 76, 1106 % I
= 3, 6243 %

 Titrasi 2
Selisih 2 = I Kadar rata-rata – kadar titrasi 2 I
= I 79,7349 % - 79, 7349 % I
= 0 %


 Titrasi 3
Selisih 3 = | Kadar rata-rata – kadar titrasi 3 |
= |79,7349 % - 83, 3593 % |
= 3, 6244 %

Rata-rata selisih =

=

=

= 2, 4162 %

BTR =


× 1000

=


1000
= 30, 3029






 Indicator TP
1. Titrasi 1
% H
3
PO
4
=



=

=

= 88, 0709 %

2. Titrasi 2

% H
3
PO
4
=
V N BE D 100%
bobot sampel

=

=
2926 42924 100%
14212

= 88, 3729%

3. Titrasi 3

% H
3
PO
4
=
V N BE D 100%
bobot sampel

=

=
2980 42924 100%
14212

= 90, 0038 %



Rata-rata kadar =
% titrasi 1 % titrasi 2 % titrasi 3

=
880709 % 883729 %900038 %

=
2664476 %
3

= 88, 8158%

Selisih kadar
- Titrasi 1
Selisih 1 = I Kadar rata-rata – kadar titrasi 1 I
= I 88, 8158 % - 88, 0709 % I
= 0, 7449 %

- Titrasi 2
Selisih 2 = I Kadar rata-rata – kadar titrasi 2 I
= I 88, 8158% - 88, 3729% I
= 0, 4429 %

- Titrasi 3
Selisih 3 = | Kadar rata-rata – kadar titrasi 3 |
= | 88, 8158 % - 90, 0038 % |
= 1, 188 %


Rata-rata selisih =
Selisih 1 Selisih2 Selisih 3
3

=
07449 % 04429 % 1188%

=
23758 %
3

= 0, 7919 %


BTR =
Ratarata selisih
Ratarata kadar
× 1000

=


1000
= 8, 9162



Kesimpulan :
berdasarkan praktikum yang dilakukan diperoleh kadar asam fosfat
Indicator MO = 79, 7349 % dengan nilai BTR sebesar 30, 3029
Indicator TP = 88, 8158 % dengan nilai BTR sebesar 8, 9162


Daftar Pustaka
Underwood, HR dan RA.DAY.1992. Analisa Kimia Kuantitatif. Jakarta:Erlangga.







Yogyakarta, 31 Maret 2012
Pembimbing Praktikan







Sujono, SKM, M.Sc Safitri Nur Rahmi
P07134111105

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->