Hakikat Kurikulum Pendidikan Islam BAB II PEMBAHASAN A.

Pengertian Kurikulum Dalam Pendidikan Islam Kurikulum berasal dari kata curriculum yang berarti bahan pengajaran. Sebenarnya banyak pendapat mengenai kurikkulum ini, tetapi kami mengamil yang lebih mudah dipahami dan yang sudah lumrah bahwa kurikulum diartikan bahan pengajaran. Dan juga ada yang berpendapat bahwa kurikulum berasal dari bahasa prancis currier yang berarti berlari. Selanjutny kurikulum menurut istilahnya adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Crow, kurikulum adalah rancangan pengajaran yang berisi sejumlah mata pelajaran yang disusun secara sistematis sebagai syarat untuk menyelesaikan sauatu program pendidikan tertentu. Sementara kurikulum dalam zaman modern ini mempunyai makna sejumlah kekuatan. Factorfaktor pada lingkungan pengajaran pendidikan oleh sekolah bagi murid-muridnya baik didalam maupun diluar sekolah, dan sejumlah pengalaman yang lahir dari interaksi dengan kekuatankekuatan dan factor-faktor itu. Sedangkan pengertian kurikulum pendidikan islam dalam bahasa arab adalah manhaj (jalan terang) yang dilalui oleh pendidik atau guru dengan orang-orang yang dididik atau dilatihnya untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mulia mereka. B.Ciri-ciri Kurikulum dalam Pendidikan Islam Untuk memahami kuriulum dalan dunia pendidikan islam, kita tidak cukup hanya mengetehui pengertian urikulum saja, tetapi kita juga perlu memahami cirri-ciri dan eistimewaankeistimewaan kurikulum pendidikan islam yang tentunya juga menjelaskan sebagian sifat-sifat kurikulum dalam pendidikan islam. Diantara cirri-ciri umum kurikulum pada pendidikan islam adalah: 1.menonjolkann tujuan agama dan akhlak pada berbagai tujuan, kandungan, metode, dan tekniknya yang bercorak agama. 2.meluas cakupan dan menyeluruh kandungannya. Disamping itu kurikulum pendidikan islam juga memperhatikan dan membimbing terhadap segala pribadi pelajar baik dari segi intelektual, psikologis, social dan spiritualnya. Disamping menaruh perhatian kepada pengembangan dalam aspek spiritual bagi pelajar, dan membina aqidah yang benar, dan menguatkan hubungannya dengan tuhan, kurikulum pendidikan islam juga menaruh perhatian dalam pengembangan akal pelajar dan mengembangkan sesuatu yang berkaitan dengan akal. 3.keseimbangan yang relatif diantara kandungan-kandungan kurikulum dari barbagai aspek ilmu pengetahuan. Menghubungkan keseimbangan ini dengan sifat relatif karena kita telah tahu bahwa tidak ada keseimbangan yang mutlak pada kurikulum pengajaran, tapi tidak pada pendidikan islam atau pendidikan yang lain. 4.bersikap menyeluruh dalam meneta mata pelajaran yang diperlikan anak didik. 5.kurikulum yang disusun selalu disesuaikan dengan bakat dan minat anak didik. Dari sisi lain pendidikan islam juga bersifat dinamis dan sanggup menerima perkembangan dan perubahan apabila dipandang perlu. C.Prinsip-prinsip kurikulum pendidikan islam Setelah kita mengetahui berbagai ciri-ciri kurikulum pendidikan islam, untuk melengkapinya maka perlu kita tau prinsip-prinsip umum yang menjadi dasar kurikulum pendidikan islam dan dasardasar serta sumber yang menjadi tumpuan kurikulum pendidikan islam. Prinsip-prinsip umum yang menjadi dasar dari kurikulum pendidikan islam adalah sebagaimana berikut : 1.prtautan sempurna dengan agama, termasuk ajaran-ajaran dan nilai-nilainya. Oleh karena itu setiap yang berkaitan dengan kurikulum, termasuk filsafat, tujuan-tujuan, kandungan-kandunga, metode pengajaran, dan hubungan-hubungan yang berlaku dalam lembaga pendidikan islam harus berdasarkan pada agama dan akhlak islam, harus pula harus terisi dengan jiwa agama islam. Dan prinsip-prinsip ini harus dijaga dan dipelihara bukan hanya tehadap ilmu-ilmu syariat dan pengajian islam saja, tetapi pada segala yang terkandung dalam kurikulum termasuk ilmu akal, dan segala macam kegiatan dan pengalaman, sebab semuanya harus berjalan selaras dengan agama dan

dan pengalamannya. kemampuan. D. 4. Islam tidak menghalangi seseorang untuk mempelajari ilmu manapun yang itu berguna.kurikulum berkaitan dengan bakat. Dari uraian tersebut kurikulum pandidikan islam harus mengandung segala ilmu yang bermanfaat dalam agama dan dunia. kemampuan. pengalaman. dan juga menambah segala fungsi dan gunanya. 6. maka aspek spiritual itu tidak boleh melampaui aspek penting yang lain dalam kehidupan. 3. minat. 4. Setelah kedua sumber ini maka barulah muncul beberapa sumber yang lainnya yang berlandasan pada keduanya.menerima perkembangan dan perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan tempat. minat. Kurikulum pendiikan islam sangat tidak setuju pada kurikulum yang tidak tersusun mata pelajaran.Dasar Umum Yang Menjadi Landasan Kurikulum Pendidikan Islam Dengan penjelasan yang kami utaraka dimuka. maka kurikulum dalam pendidikan islam itu harus menyeluruh kandungan-kandungannya. Islam yang menjadi sumber falsafah. Oleh karena itu yang berperan penuh dalam pengambangan dan merubah kurikulum pendidikan islam ini adalah semua umat islam apabila dipandang adanya maslahat bagi masyarakat kalau perubahan ini dilaksanakan. dan kebutuhan peserta didik. kebutuhan. kemahiran. dan pengalaman yangmenjadi sumber terbentuknya kurikulum. Karena semua ini dapat membuahkan kesesuaian kurikulum dengan segala yang dibutuhkan oleh peserta didik dan masyarakat. Oleh karena itu. E.metode dan cara mengajar dan bimbingan yang diikuti oleh pesrta didik untuk mendorong mereka kearah yang dikehendaki oleh tujuan yang dirancang. 2.berkaiatan dengan berbagai mata pelajaran dengan pengalaman-pengalaman dan aktifitasaktifitas yang terkndung dalam kurikulum. kematangan bakat-bakat. 3.keseimbangan relatif antara tujuan dan kandungan kurikulum. ilmu-ilmu. b)Falsafah Suatu sistem yang mempunyai watak yang berdiri sendiri dan cirri-ciri yang khas yang memperoleh wujudnya dari wahyu Tuhan. aktivitas-aktivitas. emosi. danjuga sikapnya. intelek tual. Kalau kurikulum memberi perhatian besar kepada perkembangan spiritual dan ilmu-ilmu syariat . melebihi ilmu-ilmu agama dan alat-akatnya. Sedangkan segala sember dari semuanya adalah Kitab Allah dan Sunnah Nabi SAW.menyeluruh pada tujuan-tujuan kurikulum yang meliputi segala aspek pribadi peserta didik. dan segala masalahnya. adala lagi dasar ketiga yang sangat berkaitan dengan perkembangan peserta didik. 7. Tidak hanya itu. dasar-dasar kurikulum. Oleh karena itu apabila segala tujuan harus meliputi segala aspek kepribadian peserta didik. selama kajian itu diterapkan dalam dalam akidah dan akhlak.Aspek-aspek Kurikulum Pendidikan Islam 1. baik itu menguraikan apa yang terkandung didalamnya atau memperluas hokum-hukum furu’ dari dasardasar dan hukum-hukum umum yang terkandung pada keduanya. dan kurikulumnya pada agama Islam atau syariat Islam dan sesuatu yang terkandung didalamnya. 2.metode dan cara penelitian yang digunakan dalam mengukur hasil proses pendidikan yang dirancang dalam kurikulum.tujuan pendidikan yang akan dicapai oleh kurikulum itu.akhlak yang mulia. data. maka bias ditarik sebuah kesimpulan. kebutuhan- . maka segala kandungannya harus meliputi segala yang berguna untuk membina pribadi peserta didik. kurikulum pendidikan islam juga berkaitan dengan alam sekitar.pengetahuan. bimbingan Nabi yang utama. sejumlah dasar umum bagi krikulum pendidikan islam yaitu: a)Agama Mengenai dasar yang pertama ini. c)Psikologis Disamping dua dasar kurikulum pendidikan islam itu. fisik dan social dimana peserta didik itu hidup dan berinteraksi untuk memperoleh pengetahuan.pemeliharan perbedaan individu diantara para peserta didik dalam bakat. maka segala sistem yang ada dalam kehidupan masyarakat termasuk sistem pendidikan harus meletakkan dasar falsafah. Disamping itu juga menjaga kelainan kelamin diantara alam sekitar danmasyarakat. tujuan. untuk mencapai tujuan-tujuan ini. prinsip-prinsip. 5. dan peninggalan pemikiran Islam yang benar disepanjang zaman dan waktu.

memperkuat keprinbadian islam yang berdiri sendiri. S. Dari penjelasan tersebutu diatas maka jelaslah bahawa kurikulum pendidikan islam itu diterapkan dalam kerangka masyarakat yang memiliki identitas khas dan kepribadian budayanya. yaitu turut serta dalam proses pemasyarakatan bagi peserta didik. Qurah. Disamping itu kurikulum pendidikan Islam juga mempunyai tujuan untuk memberi sumbangan dalam perkembangan masyarakat Islam. kandungannya. Dr. bandung: Citra Adirya Bakti. FUNGSI. Filsafat Pendidikan Islam. Hussein. selagi sesui dengan pertimbangan-pertimbangan dan tujuan-tujuan kurikulum. 2005. Jakarta: Wirasari. para pendidik selalu mengajak dan menghargai hal itu dalam menentukan kurikulum pendidikan Islam yang sesuai dengan peserta didik. Sedangkan tugas dari kurikulum pendidikan Islam yang berkaitan dengan social. Jakarta: Raja Grofindo Persada. sikap kerjasama dan menghargai tanggungjawab. Sulaiman. penyusunan kurikulumnya. Sedangkan menurut pengertian istilah evaluasi merupakan kegiatan . dan pemikiran merekan yaitu dasar psikologis. 1991. yang berarti penilaian atau penaksiran. Abuddin Nata. John. Oleh karena itu kurikulum pendidikan Islam berkewajiban untuk menguatkan hubungannya dengan masyarakat dan kebudayaannya dalam menentukan tujuan-tujuannya. Berdasarkan penjelasan diatas maka kurikulum pendidikan Isalam mempnyai tujuan untuk mencapai perkembangan yang menyeluruh dan perpadu dengan kepribadian para peserta didik. Pengembangn Kurikulum Pendidikan. 1990. kecakapan yang bermacam-macam. penyesuaian mereka dengan masyarakat Islam dimana mereka hidup. Semua itu tidak diabaikan oleh kurikulum pendidikan Islam dan metode-metode pengajaran. Filsafat Pendidikan Islam. TUJUAN. Oleh kerena tuntutan perkembangan yang sedemikian rupa. Jalaluddin. Dr. Bukan hanya itu. disamping itu juga karena bertambahnyha beban yang harus ditanggung oleh pihak sekolah. DAFTAR PUSTAKA Nasution. maka para perancang kurikulum pendidikan Islam memperluas cakupan yang dikandung oleh kurikulum tersebut. dan metodemetode pengajarannya. Dari penjelasan tersebut maka jelaslah bahwa kurikulum pendidikan islam telah mempertimbangan dalam segala aspek baik itu dalam tujuan-tujuan dan metode-metodenya. cara bergaul yang sehat. Yogyakarta: Rake Sarasin. Hal tersebut karena dipicu oleh kemajuan beberapa ilmu pengetahuan dan kebudayaan . Dalam pemikirn Islam tidak melarang mendalami dan mengkaji psikologi ini pada peserta didik dinegeri Islam mapun. edisi III. serta susunan dan pelaksanaannya. memperoleh kebiasaan dan sikap yang baik pada masyarakatnya. Crow and Crow. Pengertian Evaluasi Menurut bahasa. antara lain yang berkenaan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh proses belajar mengajar. Prof. Subandi).Sedangkan dalam kurikulum pedidikan Islam sendiri. keinginan dan minat. F. 1990 HAKEKAT EVALUASI: PENGERTIAN.kebutuhan. Pengantar Ilmu Penddikan.Tujuan Kurikulum Pendidikan Islam Bahan pengajaran yang terdapat dalam kurikulum pendidikan islam pada masa sekarang ini nampaknya semakin luas. 1975. Filsafat Pendidikan Islam. Prof. kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris “evalution”. juga mengajak dan menggalakkan dalam membantu perkembangan peserta didik yang sesuai dengan kematangan dan bakatnya masing-masing. al-Usul al-Tarbiyah Fi Bina Al-Manahij. Mc. d)Sosial Social juga menjadi dasar utama dalam kurikulum pendidikan Islam yang mengandung cirri-ciri masyarakat Islam dalam pendidikan dan dan kebudayaannya yang bersifat umu atau khusus. Jakarta: Bulan Bintang 1975. kaherah: dar E1 Maarif.. DAN SISTEM EVALUASI DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM A. Kuikulum: Sebuah Pengantar Komprehensip (terj. serta cara berfikir dan tingkah laku yang diinginkan. Jakarta: Media Pratam. H. 1988. Neil. Omar Muhammad Al-Toumy Al-syaobany. Inilah yang menjadi dasar utama kurikulum pendidikan islam.

Dalam pendidikan Islam. Evalutor tidak dapat memberikan pertimbangan kepada pihak lain. Sikap dan pengalaman terhadap arti hubungan dirinya dengan masyarakat. tetapi bertujuan mengevaluasi pendidik. tujuan evaluasi lebih ditekankan pada penguasaan sikap (afektif dan psikomotor) ketimbang asfek kogritif. 3. yaitu sejauh mana pendidikan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan pendidikan Islam. 4. apakah ia merusak ataukah memberi makna bagi kehidupannya dan masyarakat dimana ia berada. B. 2. Tujuan evaluasi bukan anak didik saja. Tugas evalutor hanya memberikan alternatif. memperoleh. telah memberikan uraian tentang prinsip-prinsip dasar evaluasi antara lain : Evaluasi program pendidikan merupakan kegiatan yang dapat membantu pemerintah dalam mencapai tujuannya. sehingga didalam proses didalamnya memungkinkan untuk merevisi apabila dirasakan ada suatu kesalahan-kesalahan. 1. Sejauh mana peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai agamanya da kegiatan hidup bermasyarakt. yang terencana untuk mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan menggunakan intrument dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur memperoleh kesimpulan. yaitu: Sejauh mana loyalitas dan pengabdiannya kepada Allah dengan indikasi-indikasi lahiriah berupa tingkah laku yang mencerminkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. seperti ahlak yang mulia dan disiplin.3[3] Dari keempat dasar tersebut di atas. hendaknya di arahkan pada dua dimensi. Bukanlah tugas evalutor memberikan rekomendasi tentang kemanfaatan suatu program dan dilanjutkan atau tidak. program evaluasi bertujuan mengetahui siapa diantara anak didik yang cerdas dan yang lemah. serta menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya. Tujuan program evaluasi adalah mengetahui kader pemahaman anak didik terhadap materi terhadap materi pelajaran. Cronbach Di dalam bukunya Designing Evalutor Of Education and Social Program. Evaluasi seyogyanya tidak memberikan jawaban terhadap suatu pertanyaan khusus. kelas maupun tamat. dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusan. Bagaimana peserta didik berusaha mengelola dan memelihara. Sikap dan pengalaman terhadap arti hubungan kehidupannya dengan alam sekitarnya. Evaluasi merupakan suatu proses terus menerus. 2. Selain itu.1. yaitu : dimensi dialektikal horitontal.1[1] Ada beberapa pendapat lain definisi mengenai evaluasi: Bloom Evaluasi yaitu: pengumpulan kegiatan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kegiatannya terjadi perubahan dalam diri siswa menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam diri pribadi siswa. . 3. 2. Oleh karena itu. dapat dijabarkan dalam beberapa klasifikasi kemampuan teknis.2[2] Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pendidikan Islam Secara rasional filosofis. 3. Sikap dan pandangan terhadap diri sendiri selaku hamba Allah. melatih keberanian dan mengajak anak didik untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan. yaitu: Sikap dan pengalaman terhadap hubungan pribadinya dengan Tuhannya. serta khalifah Allah SWT. dan dimensi ketundukan vertikal. anggota masyarakat. Penekanan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik yang secara besarnya meliputi empat hal. 3. sehingga naik tingkat. seperti halnya seorang pembimbing tidak dapat memilihkan karier seorang murid. pendidikan Islam bertugas untuk membentuk al-Insan al-Kamil atau manusia paripurna. 2. Stuffle Beam Evaluasi adalah proses menggambarkan. 1 2 3 1. 1.

sangat memperhatikan prinsip kontinuitas. Bagi pendidik. Untuk mengetahui tingkah efisien metode pendidikan yang dipergunakan dalam jangka waktu tertentu. dan lainnya. ada dua tujuan evaluasi : Untuk mengetahui kemajuan belajar peserta didik setelah menyadari pendidikan selama jangka waktu tertentu. 2. Untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan mengadakan program remedial bagi murid. keputusan yang diambil oleh seseorang menjadi valid dan stabil (Q. Tabrani Rusyan dan kawan-kawan. Sedangkan menurut Muchtar Buchari. pemahaman ketulusan. 46 : 13-14). mengatakan bahwa evaluasi mempunyai beberapa fungsi. ikhlas. sikap kerjasama. : 8). Untuk menempatkan murid dalam situasi belajar mengajar yang tepat. sehingga diperoleh gambaran yang menyeluruh jika ditinjau dari beberapa segi. Demikian pula halnya dengan Umar bin Khottob yang mencambuk anaknya karena ia berbuat zina. C. Menurut A. 7. ta’awun. Untuk mengenal latar belakang murid yang mengalami kesulitan-kesulitan belajar. D. ramah. 1. meliputi kepribadian. Di samping itu fungsi evaluasi juga dapat membantu seorang pendidik dalam mempertimbangkan adeqvate (baik tidaknya) metode mengajar. tidak boleh dipengaharui oleh hal-hal yang bersifat emosional dan irasional. Prinsip-prinsip Evaluasi Pendidikan Islam Evaluasi merupakan penilaian tentang suatu aspek yang dihubungkan dengan situasi aspek lainnya. niscaya aku tidak segan-segan untuk memotong kedua tangannya”. dan bagi masyarakat untuk mengetahui berhasil atau tidaknya program-program yang dilaksanakan. karena dengan berpegang pada prinsip ini. Prinsip Menyeluruh (komprehensif) Prinsip yang melihat semua aspek. 1. sikap dan tingkah laku. Prinsip Objektivitas Dalam mengevaluasi berdasarkan kenyataan yang sebenarnya. suku dan agama.S. jujur.4.S. 3. 3. evaluasi berguna untuk mengatur keberhasilan proses belajar mengajar bagi peserta didik berguna untuk mengetahui bahan pelajaran yang diberikan dan di kuasai. Nabi SAW pernah bersabda : “Andai kata Fatimah binti Muhammad itu mencuri. 2. 5.4[4] Fungsi evaluasi adalah membantu anak didik agar ia dapat mengubah atau mengembangkan tingkah lakunya secara sadar. kerajinan. 2. yaitu: Untuk mengetahui tercapainya tidaknya tujuan instruksional secara komprehensif yang meliputi aspek pengetahuan. tanggung jawab (Q. 6. Bagaimana dan sejauh mana ia memandang diri sendiri sebagai hamba Allah dalam menghadapi kenyataan masyarakat yang beraneka ragam budaya. Sebagai umpan balik yang berguna bagi tindakan berikutnya dimana segi-segi yang sudah dapat dicapai lebih ditingkatkan lagi dan segi-segi yang dapat merugikan sebanyak mungkin dihindari. Jangan karena kebencian menjadikan ketidak objektifan evaluasi yang dilakukan (Q. serta membantu mempertimbangkan administrasinya. 99 : 7-8). Prinsip Kesinambungan (kontinuitas) Dalam ajaran Islam.S. 4. Prinsip ini dapat ditetapkan bila penyelenggarakan pendidikan mempunyai sifat sidiq. Oleh karena itu dalam melaksanakan evaluasi harus memperhatikan berbagai prinsip antara lain:5[5] 1. Untuk menentukan angka kemajuan atau hasil belajar. 4 5 6 Sistem Evaluasi Dalam Pendidikan Islam .6[6] Allah SWT memerintahkan agar seseorang berlaku adil dalam mengevaluasi. ketajaman hafalan. mengemukakan. serta memberi bantuan kepadanya cara meraih suatu kepuasan bila berbuat sebagaimana mestinya.

2. Kedudukan akademis setiap murid. Al-Baqarah/ 2 : 155). 1. baik dibandingkan dengan teman-teman sekelasnya. 7.8[8] Dengan menetapkan sasaran di atas. fiqih. 2. 3. Kemajuan belajar dalam satu pelajaran tertentu. jangan karena kebencian menjadikan ketidak objektifan evaluasi yang dilakukan (QS. yang dilakukan Rasulullah dalam proses pembinaan risalah Islamiyah. Untuk menentukan klasifikasi atau tingkat hidup keislaman atau keimanan seseorang. 2. Allah SWT memerintahkan agar berlaku adil dalam mengevaluasi sesuatu. Az Zalzalah/99:7-8). artinya penguasaan pelajaran yang diberikan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Segi pendidikan. Sikap dan pengamalan terhadap arti hubungannya dengan masyarakat. Untuk mengetahui sejauhmana atau sampai dimana hasil pendidikan wahyu yang telah diaplikasikan Rasulullah saw kepada umatnya (QS. yaitu: Sikap dan pengamalan terhadap arti hubungan pribadi dengan Tuhannya. misalnya tauhid. tetapi memandang subtansi dibalik tindakan hamba-hamba tersebut (QS. Secara umum sistem evaluasi pendidikan sebagai berikut: Untuk menguji daya kemampuan manusia beriman terhadap berbagai macam problema kehidupan yang dihadapi (Q. tarikh dan lainnya. 2. 3. 3. dan memberikan semacam ‘iqab (siksa) bagi mereka yang berakltifitas buruk (QS. 1. 6. seperti pengevaluasian terhadap nabi Adam tentang asma-asma yang diajarkan Allah kepadanya dihadapan para malaikat (QS. seperti pengevaluasian Allah terhadap nabi Ibrahim yang menyembelih Ismail putra yang dicintainya (QS.9[9] 1. Al-Baqarah/2:31). Pada umumnya ada tiga sasaran pokok evaluasi. Sasaran evaluasi sangat penting untuk diketahui supaya memudahkan pendidik dalam menyusun alat-alat evaluasinya. artinya segi-segi yang menyangkut sikap.7[7] Sasaran Evaluasi Langkah yang harus ditempuh seorang pendidik dalam mengevaluasi adalah menetapkan apa yang menjadi sasaran evaluasi tersebut. Segi yang menyangkut proses belajar mengajar yaitu bahwa proses belajar mengajar perlu diberi penilaian secara obyektif dari guru. Dalam evaluasi pendidikan Islam ada empat sasaran pokok yang menjadi target. Memberikan semacam tabsyir (berita gembira) bagi yang beraktifitas baik. Ash Shaaffat/37:103-107). dalam al-Qur’an dan di jabarkan dalam as-Sunnah. Al Hajj/22:37). 5. Untuk mengukur daya kognisi. maka pendidik lebih mudah mengetahui alat-alat evaluasi yang dipakai baik dengan tes maupun non tes. 7 8 9 . minat. Sebab baik tidaknya proses belajar mengajar akan menentukan baik tidaknya hasil belajar yang dicapai oleh murid. Kelemahan dan kelebihan murid. perhatian. tanpa memandang formalitas (penampilan). Allah SWT dalam mengevaluasi hamba-Nya. Sikap dan pandangannya terhadap dirinya sendiri selaku hamba Allah dan selaku anggota masyarakat serta selaku khalifah Allah di bumi. 4. maupun dengan sekolah-sekolah lain. sekolahnya. yaitu: Segi tingkah laku. keterampilan murid sebagai akibat dari proses belajar mengajar. Sistem evaluasi dalam pendidikan Islam mengaku pada sistem evaluasi yang digariskan oelh Allah SWT. Al Maidah/5:8). An Naml/27:40). E.S.1. Sikap dan pengamalan terhadap arti hubungan dengan kehidupan yang akan datang. 4. 3. hafalan manusia dan pelajaran yang telah diberikan kepadanya.