Hakikat Kurikulum Pendidikan Islam BAB II PEMBAHASAN A.

Pengertian Kurikulum Dalam Pendidikan Islam Kurikulum berasal dari kata curriculum yang berarti bahan pengajaran. Sebenarnya banyak pendapat mengenai kurikkulum ini, tetapi kami mengamil yang lebih mudah dipahami dan yang sudah lumrah bahwa kurikulum diartikan bahan pengajaran. Dan juga ada yang berpendapat bahwa kurikulum berasal dari bahasa prancis currier yang berarti berlari. Selanjutny kurikulum menurut istilahnya adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Crow, kurikulum adalah rancangan pengajaran yang berisi sejumlah mata pelajaran yang disusun secara sistematis sebagai syarat untuk menyelesaikan sauatu program pendidikan tertentu. Sementara kurikulum dalam zaman modern ini mempunyai makna sejumlah kekuatan. Factorfaktor pada lingkungan pengajaran pendidikan oleh sekolah bagi murid-muridnya baik didalam maupun diluar sekolah, dan sejumlah pengalaman yang lahir dari interaksi dengan kekuatankekuatan dan factor-faktor itu. Sedangkan pengertian kurikulum pendidikan islam dalam bahasa arab adalah manhaj (jalan terang) yang dilalui oleh pendidik atau guru dengan orang-orang yang dididik atau dilatihnya untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mulia mereka. B.Ciri-ciri Kurikulum dalam Pendidikan Islam Untuk memahami kuriulum dalan dunia pendidikan islam, kita tidak cukup hanya mengetehui pengertian urikulum saja, tetapi kita juga perlu memahami cirri-ciri dan eistimewaankeistimewaan kurikulum pendidikan islam yang tentunya juga menjelaskan sebagian sifat-sifat kurikulum dalam pendidikan islam. Diantara cirri-ciri umum kurikulum pada pendidikan islam adalah: 1.menonjolkann tujuan agama dan akhlak pada berbagai tujuan, kandungan, metode, dan tekniknya yang bercorak agama. 2.meluas cakupan dan menyeluruh kandungannya. Disamping itu kurikulum pendidikan islam juga memperhatikan dan membimbing terhadap segala pribadi pelajar baik dari segi intelektual, psikologis, social dan spiritualnya. Disamping menaruh perhatian kepada pengembangan dalam aspek spiritual bagi pelajar, dan membina aqidah yang benar, dan menguatkan hubungannya dengan tuhan, kurikulum pendidikan islam juga menaruh perhatian dalam pengembangan akal pelajar dan mengembangkan sesuatu yang berkaitan dengan akal. 3.keseimbangan yang relatif diantara kandungan-kandungan kurikulum dari barbagai aspek ilmu pengetahuan. Menghubungkan keseimbangan ini dengan sifat relatif karena kita telah tahu bahwa tidak ada keseimbangan yang mutlak pada kurikulum pengajaran, tapi tidak pada pendidikan islam atau pendidikan yang lain. 4.bersikap menyeluruh dalam meneta mata pelajaran yang diperlikan anak didik. 5.kurikulum yang disusun selalu disesuaikan dengan bakat dan minat anak didik. Dari sisi lain pendidikan islam juga bersifat dinamis dan sanggup menerima perkembangan dan perubahan apabila dipandang perlu. C.Prinsip-prinsip kurikulum pendidikan islam Setelah kita mengetahui berbagai ciri-ciri kurikulum pendidikan islam, untuk melengkapinya maka perlu kita tau prinsip-prinsip umum yang menjadi dasar kurikulum pendidikan islam dan dasardasar serta sumber yang menjadi tumpuan kurikulum pendidikan islam. Prinsip-prinsip umum yang menjadi dasar dari kurikulum pendidikan islam adalah sebagaimana berikut : 1.prtautan sempurna dengan agama, termasuk ajaran-ajaran dan nilai-nilainya. Oleh karena itu setiap yang berkaitan dengan kurikulum, termasuk filsafat, tujuan-tujuan, kandungan-kandunga, metode pengajaran, dan hubungan-hubungan yang berlaku dalam lembaga pendidikan islam harus berdasarkan pada agama dan akhlak islam, harus pula harus terisi dengan jiwa agama islam. Dan prinsip-prinsip ini harus dijaga dan dipelihara bukan hanya tehadap ilmu-ilmu syariat dan pengajian islam saja, tetapi pada segala yang terkandung dalam kurikulum termasuk ilmu akal, dan segala macam kegiatan dan pengalaman, sebab semuanya harus berjalan selaras dengan agama dan

untuk mencapai tujuan-tujuan ini. maka bias ditarik sebuah kesimpulan. Karena semua ini dapat membuahkan kesesuaian kurikulum dengan segala yang dibutuhkan oleh peserta didik dan masyarakat. selama kajian itu diterapkan dalam dalam akidah dan akhlak. intelek tual. maka kurikulum dalam pendidikan islam itu harus menyeluruh kandungan-kandungannya. Kurikulum pendiikan islam sangat tidak setuju pada kurikulum yang tidak tersusun mata pelajaran.keseimbangan relatif antara tujuan dan kandungan kurikulum. melebihi ilmu-ilmu agama dan alat-akatnya. 4. minat. data. prinsip-prinsip. dan peninggalan pemikiran Islam yang benar disepanjang zaman dan waktu. maka segala sistem yang ada dalam kehidupan masyarakat termasuk sistem pendidikan harus meletakkan dasar falsafah. dan kurikulumnya pada agama Islam atau syariat Islam dan sesuatu yang terkandung didalamnya. kemampuan.metode dan cara mengajar dan bimbingan yang diikuti oleh pesrta didik untuk mendorong mereka kearah yang dikehendaki oleh tujuan yang dirancang.kurikulum berkaitan dengan bakat. adala lagi dasar ketiga yang sangat berkaitan dengan perkembangan peserta didik. 5. kematangan bakat-bakat. 2. 3. c)Psikologis Disamping dua dasar kurikulum pendidikan islam itu. aktivitas-aktivitas. maka segala kandungannya harus meliputi segala yang berguna untuk membina pribadi peserta didik. E. Tidak hanya itu. Sedangkan segala sember dari semuanya adalah Kitab Allah dan Sunnah Nabi SAW. maka aspek spiritual itu tidak boleh melampaui aspek penting yang lain dalam kehidupan. kemampuan. ilmu-ilmu.menerima perkembangan dan perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan tempat.Aspek-aspek Kurikulum Pendidikan Islam 1. 7. 2. 3. Islam tidak menghalangi seseorang untuk mempelajari ilmu manapun yang itu berguna. kurikulum pendidikan islam juga berkaitan dengan alam sekitar. Dari uraian tersebut kurikulum pandidikan islam harus mengandung segala ilmu yang bermanfaat dalam agama dan dunia. dan segala masalahnya. dan pengalaman yangmenjadi sumber terbentuknya kurikulum. danjuga sikapnya. kemahiran. Disamping itu juga menjaga kelainan kelamin diantara alam sekitar danmasyarakat.metode dan cara penelitian yang digunakan dalam mengukur hasil proses pendidikan yang dirancang dalam kurikulum. emosi. kebutuhan. Setelah kedua sumber ini maka barulah muncul beberapa sumber yang lainnya yang berlandasan pada keduanya. pengalaman. Oleh karena itu apabila segala tujuan harus meliputi segala aspek kepribadian peserta didik.berkaiatan dengan berbagai mata pelajaran dengan pengalaman-pengalaman dan aktifitasaktifitas yang terkndung dalam kurikulum. baik itu menguraikan apa yang terkandung didalamnya atau memperluas hokum-hukum furu’ dari dasardasar dan hukum-hukum umum yang terkandung pada keduanya. bimbingan Nabi yang utama.menyeluruh pada tujuan-tujuan kurikulum yang meliputi segala aspek pribadi peserta didik. dan kebutuhan peserta didik. dan juga menambah segala fungsi dan gunanya. Oleh karena itu yang berperan penuh dalam pengambangan dan merubah kurikulum pendidikan islam ini adalah semua umat islam apabila dipandang adanya maslahat bagi masyarakat kalau perubahan ini dilaksanakan. sejumlah dasar umum bagi krikulum pendidikan islam yaitu: a)Agama Mengenai dasar yang pertama ini. 6. Kalau kurikulum memberi perhatian besar kepada perkembangan spiritual dan ilmu-ilmu syariat . Islam yang menjadi sumber falsafah. Oleh karena itu. b)Falsafah Suatu sistem yang mempunyai watak yang berdiri sendiri dan cirri-ciri yang khas yang memperoleh wujudnya dari wahyu Tuhan. minat. dasar-dasar kurikulum. 4. kebutuhan- .pengetahuan. tujuan. D. dan pengalamannya. fisik dan social dimana peserta didik itu hidup dan berinteraksi untuk memperoleh pengetahuan.akhlak yang mulia.Dasar Umum Yang Menjadi Landasan Kurikulum Pendidikan Islam Dengan penjelasan yang kami utaraka dimuka.tujuan pendidikan yang akan dicapai oleh kurikulum itu.pemeliharan perbedaan individu diantara para peserta didik dalam bakat.

Hal tersebut karena dipicu oleh kemajuan beberapa ilmu pengetahuan dan kebudayaan . edisi III. S. John. DAFTAR PUSTAKA Nasution. DAN SISTEM EVALUASI DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM A. Abuddin Nata. Disamping itu kurikulum pendidikan Islam juga mempunyai tujuan untuk memberi sumbangan dalam perkembangan masyarakat Islam. 1990 HAKEKAT EVALUASI: PENGERTIAN. Subandi). 1991. Semua itu tidak diabaikan oleh kurikulum pendidikan Islam dan metode-metode pengajaran. Pengembangn Kurikulum Pendidikan. sikap kerjasama dan menghargai tanggungjawab. Jalaluddin. Yogyakarta: Rake Sarasin. Jakarta: Media Pratam. Bukan hanya itu. Inilah yang menjadi dasar utama kurikulum pendidikan islam. dan metodemetode pengajarannya. al-Usul al-Tarbiyah Fi Bina Al-Manahij. H. Mc. Kuikulum: Sebuah Pengantar Komprehensip (terj. Dalam pemikirn Islam tidak melarang mendalami dan mengkaji psikologi ini pada peserta didik dinegeri Islam mapun.Sedangkan dalam kurikulum pedidikan Islam sendiri. Oleh kerena tuntutan perkembangan yang sedemikian rupa. Neil. 1990. bandung: Citra Adirya Bakti. Jakarta: Raja Grofindo Persada. 1988. Dr. Qurah. antara lain yang berkenaan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh proses belajar mengajar. penyesuaian mereka dengan masyarakat Islam dimana mereka hidup. d)Sosial Social juga menjadi dasar utama dalam kurikulum pendidikan Islam yang mengandung cirri-ciri masyarakat Islam dalam pendidikan dan dan kebudayaannya yang bersifat umu atau khusus. Prof. para pendidik selalu mengajak dan menghargai hal itu dalam menentukan kurikulum pendidikan Islam yang sesuai dengan peserta didik. Jakarta: Wirasari. Omar Muhammad Al-Toumy Al-syaobany. Oleh karena itu kurikulum pendidikan Islam berkewajiban untuk menguatkan hubungannya dengan masyarakat dan kebudayaannya dalam menentukan tujuan-tujuannya. Sulaiman. 2005. kandungannya. Dr. Crow and Crow. kecakapan yang bermacam-macam. Jakarta: Bulan Bintang 1975. yaitu turut serta dalam proses pemasyarakatan bagi peserta didik. Filsafat Pendidikan Islam. TUJUAN. Pengantar Ilmu Penddikan. Filsafat Pendidikan Islam. kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris “evalution”. juga mengajak dan menggalakkan dalam membantu perkembangan peserta didik yang sesuai dengan kematangan dan bakatnya masing-masing. Hussein. maka para perancang kurikulum pendidikan Islam memperluas cakupan yang dikandung oleh kurikulum tersebut.. selagi sesui dengan pertimbangan-pertimbangan dan tujuan-tujuan kurikulum. memperoleh kebiasaan dan sikap yang baik pada masyarakatnya. Filsafat Pendidikan Islam. yang berarti penilaian atau penaksiran. Sedangkan menurut pengertian istilah evaluasi merupakan kegiatan . keinginan dan minat.Tujuan Kurikulum Pendidikan Islam Bahan pengajaran yang terdapat dalam kurikulum pendidikan islam pada masa sekarang ini nampaknya semakin luas.kebutuhan. FUNGSI. F. cara bergaul yang sehat. kaherah: dar E1 Maarif. Prof. serta susunan dan pelaksanaannya. 1975. disamping itu juga karena bertambahnyha beban yang harus ditanggung oleh pihak sekolah. Berdasarkan penjelasan diatas maka kurikulum pendidikan Isalam mempnyai tujuan untuk mencapai perkembangan yang menyeluruh dan perpadu dengan kepribadian para peserta didik. memperkuat keprinbadian islam yang berdiri sendiri. Pengertian Evaluasi Menurut bahasa. serta cara berfikir dan tingkah laku yang diinginkan. Dari penjelasan tersebutu diatas maka jelaslah bahawa kurikulum pendidikan islam itu diterapkan dalam kerangka masyarakat yang memiliki identitas khas dan kepribadian budayanya. Dari penjelasan tersebut maka jelaslah bahwa kurikulum pendidikan islam telah mempertimbangan dalam segala aspek baik itu dalam tujuan-tujuan dan metode-metodenya. dan pemikiran merekan yaitu dasar psikologis. penyusunan kurikulumnya. Sedangkan tugas dari kurikulum pendidikan Islam yang berkaitan dengan social.

tetapi bertujuan mengevaluasi pendidik. 4. 3. telah memberikan uraian tentang prinsip-prinsip dasar evaluasi antara lain : Evaluasi program pendidikan merupakan kegiatan yang dapat membantu pemerintah dalam mencapai tujuannya. Sikap dan pandangan terhadap diri sendiri selaku hamba Allah. yaitu sejauh mana pendidikan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan pendidikan Islam. serta menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya. Evaluasi merupakan suatu proses terus menerus. Stuffle Beam Evaluasi adalah proses menggambarkan. apakah ia merusak ataukah memberi makna bagi kehidupannya dan masyarakat dimana ia berada.3[3] Dari keempat dasar tersebut di atas. Tujuan program evaluasi adalah mengetahui kader pemahaman anak didik terhadap materi terhadap materi pelajaran. B. yaitu : dimensi dialektikal horitontal. melatih keberanian dan mengajak anak didik untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan. Sikap dan pengalaman terhadap arti hubungan dirinya dengan masyarakat. program evaluasi bertujuan mengetahui siapa diantara anak didik yang cerdas dan yang lemah. kelas maupun tamat. 1 2 3 1. 1. 2. 1. Oleh karena itu. Tugas evalutor hanya memberikan alternatif. memperoleh. pendidikan Islam bertugas untuk membentuk al-Insan al-Kamil atau manusia paripurna. 3. 2. dan dimensi ketundukan vertikal. 3. anggota masyarakat. seperti halnya seorang pembimbing tidak dapat memilihkan karier seorang murid. yang terencana untuk mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan menggunakan intrument dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur memperoleh kesimpulan.2[2] Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pendidikan Islam Secara rasional filosofis. 3. dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusan. Tujuan evaluasi bukan anak didik saja. seperti ahlak yang mulia dan disiplin. Cronbach Di dalam bukunya Designing Evalutor Of Education and Social Program. Selain itu. dapat dijabarkan dalam beberapa klasifikasi kemampuan teknis. Sikap dan pengalaman terhadap arti hubungan kehidupannya dengan alam sekitarnya.1[1] Ada beberapa pendapat lain definisi mengenai evaluasi: Bloom Evaluasi yaitu: pengumpulan kegiatan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kegiatannya terjadi perubahan dalam diri siswa menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam diri pribadi siswa. sehingga didalam proses didalamnya memungkinkan untuk merevisi apabila dirasakan ada suatu kesalahan-kesalahan. 2. . 2. Evalutor tidak dapat memberikan pertimbangan kepada pihak lain. yaitu: Sikap dan pengalaman terhadap hubungan pribadinya dengan Tuhannya. Sejauh mana peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai agamanya da kegiatan hidup bermasyarakt. serta khalifah Allah SWT.1. hendaknya di arahkan pada dua dimensi. Evaluasi seyogyanya tidak memberikan jawaban terhadap suatu pertanyaan khusus. yaitu: Sejauh mana loyalitas dan pengabdiannya kepada Allah dengan indikasi-indikasi lahiriah berupa tingkah laku yang mencerminkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Bukanlah tugas evalutor memberikan rekomendasi tentang kemanfaatan suatu program dan dilanjutkan atau tidak. Penekanan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik yang secara besarnya meliputi empat hal. Dalam pendidikan Islam. sehingga naik tingkat. Bagaimana peserta didik berusaha mengelola dan memelihara. tujuan evaluasi lebih ditekankan pada penguasaan sikap (afektif dan psikomotor) ketimbang asfek kogritif.

S. Prinsip-prinsip Evaluasi Pendidikan Islam Evaluasi merupakan penilaian tentang suatu aspek yang dihubungkan dengan situasi aspek lainnya. sehingga diperoleh gambaran yang menyeluruh jika ditinjau dari beberapa segi. tanggung jawab (Q. ta’awun. 46 : 13-14). C. tidak boleh dipengaharui oleh hal-hal yang bersifat emosional dan irasional. dan bagi masyarakat untuk mengetahui berhasil atau tidaknya program-program yang dilaksanakan. meliputi kepribadian. sangat memperhatikan prinsip kontinuitas. 7. Oleh karena itu dalam melaksanakan evaluasi harus memperhatikan berbagai prinsip antara lain:5[5] 1. Untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan mengadakan program remedial bagi murid. sikap kerjasama. Untuk menentukan angka kemajuan atau hasil belajar. Prinsip Objektivitas Dalam mengevaluasi berdasarkan kenyataan yang sebenarnya. ramah. Jangan karena kebencian menjadikan ketidak objektifan evaluasi yang dilakukan (Q. Untuk menempatkan murid dalam situasi belajar mengajar yang tepat. Tabrani Rusyan dan kawan-kawan. sikap dan tingkah laku.4[4] Fungsi evaluasi adalah membantu anak didik agar ia dapat mengubah atau mengembangkan tingkah lakunya secara sadar. Menurut A.6[6] Allah SWT memerintahkan agar seseorang berlaku adil dalam mengevaluasi. 1. 99 : 7-8). serta membantu mempertimbangkan administrasinya. mengatakan bahwa evaluasi mempunyai beberapa fungsi. evaluasi berguna untuk mengatur keberhasilan proses belajar mengajar bagi peserta didik berguna untuk mengetahui bahan pelajaran yang diberikan dan di kuasai. Sebagai umpan balik yang berguna bagi tindakan berikutnya dimana segi-segi yang sudah dapat dicapai lebih ditingkatkan lagi dan segi-segi yang dapat merugikan sebanyak mungkin dihindari. Untuk mengenal latar belakang murid yang mengalami kesulitan-kesulitan belajar. Prinsip Menyeluruh (komprehensif) Prinsip yang melihat semua aspek. 4 5 6 Sistem Evaluasi Dalam Pendidikan Islam . Demikian pula halnya dengan Umar bin Khottob yang mencambuk anaknya karena ia berbuat zina. jujur. ketajaman hafalan. D. keputusan yang diambil oleh seseorang menjadi valid dan stabil (Q. 5. suku dan agama. Bagaimana dan sejauh mana ia memandang diri sendiri sebagai hamba Allah dalam menghadapi kenyataan masyarakat yang beraneka ragam budaya. 2.S. niscaya aku tidak segan-segan untuk memotong kedua tangannya”. serta memberi bantuan kepadanya cara meraih suatu kepuasan bila berbuat sebagaimana mestinya. Untuk mengetahui tingkah efisien metode pendidikan yang dipergunakan dalam jangka waktu tertentu. ikhlas. 1. Sedangkan menurut Muchtar Buchari. yaitu: Untuk mengetahui tercapainya tidaknya tujuan instruksional secara komprehensif yang meliputi aspek pengetahuan. 2. Prinsip Kesinambungan (kontinuitas) Dalam ajaran Islam. ada dua tujuan evaluasi : Untuk mengetahui kemajuan belajar peserta didik setelah menyadari pendidikan selama jangka waktu tertentu. 4. kerajinan. 2.S. pemahaman ketulusan. 3. Bagi pendidik. dan lainnya.4. Di samping itu fungsi evaluasi juga dapat membantu seorang pendidik dalam mempertimbangkan adeqvate (baik tidaknya) metode mengajar. karena dengan berpegang pada prinsip ini. mengemukakan. Nabi SAW pernah bersabda : “Andai kata Fatimah binti Muhammad itu mencuri. 3. 6. Prinsip ini dapat ditetapkan bila penyelenggarakan pendidikan mempunyai sifat sidiq. : 8).

3. Sasaran evaluasi sangat penting untuk diketahui supaya memudahkan pendidik dalam menyusun alat-alat evaluasinya. 5. Al-Baqarah/ 2 : 155). Segi pendidikan. Dalam evaluasi pendidikan Islam ada empat sasaran pokok yang menjadi target. yaitu: Segi tingkah laku. artinya penguasaan pelajaran yang diberikan oleh guru dalam proses belajar mengajar. E. baik dibandingkan dengan teman-teman sekelasnya. sekolahnya. Kelemahan dan kelebihan murid. Allah SWT dalam mengevaluasi hamba-Nya. hafalan manusia dan pelajaran yang telah diberikan kepadanya. 1. 2. Allah SWT memerintahkan agar berlaku adil dalam mengevaluasi sesuatu. Ash Shaaffat/37:103-107). 3. Kedudukan akademis setiap murid. Untuk mengetahui sejauhmana atau sampai dimana hasil pendidikan wahyu yang telah diaplikasikan Rasulullah saw kepada umatnya (QS. tetapi memandang subtansi dibalik tindakan hamba-hamba tersebut (QS. An Naml/27:40).S. Sikap dan pengamalan terhadap arti hubungannya dengan masyarakat. 7 8 9 . Al-Baqarah/2:31).8[8] Dengan menetapkan sasaran di atas. Memberikan semacam tabsyir (berita gembira) bagi yang beraktifitas baik.1. Sikap dan pengamalan terhadap arti hubungan dengan kehidupan yang akan datang. Untuk mengukur daya kognisi. 2. 3. dalam al-Qur’an dan di jabarkan dalam as-Sunnah. maka pendidik lebih mudah mengetahui alat-alat evaluasi yang dipakai baik dengan tes maupun non tes. Al Hajj/22:37). jangan karena kebencian menjadikan ketidak objektifan evaluasi yang dilakukan (QS. 6. minat. tarikh dan lainnya. misalnya tauhid. 4. perhatian. seperti pengevaluasian Allah terhadap nabi Ibrahim yang menyembelih Ismail putra yang dicintainya (QS. 2. 1. yaitu: Sikap dan pengamalan terhadap arti hubungan pribadi dengan Tuhannya.7[7] Sasaran Evaluasi Langkah yang harus ditempuh seorang pendidik dalam mengevaluasi adalah menetapkan apa yang menjadi sasaran evaluasi tersebut. Al Maidah/5:8). 3. Secara umum sistem evaluasi pendidikan sebagai berikut: Untuk menguji daya kemampuan manusia beriman terhadap berbagai macam problema kehidupan yang dihadapi (Q.9[9] 1. Az Zalzalah/99:7-8). 4. maupun dengan sekolah-sekolah lain. yang dilakukan Rasulullah dalam proses pembinaan risalah Islamiyah. Sikap dan pandangannya terhadap dirinya sendiri selaku hamba Allah dan selaku anggota masyarakat serta selaku khalifah Allah di bumi. dan memberikan semacam ‘iqab (siksa) bagi mereka yang berakltifitas buruk (QS. Untuk menentukan klasifikasi atau tingkat hidup keislaman atau keimanan seseorang. Sebab baik tidaknya proses belajar mengajar akan menentukan baik tidaknya hasil belajar yang dicapai oleh murid. artinya segi-segi yang menyangkut sikap. Sistem evaluasi dalam pendidikan Islam mengaku pada sistem evaluasi yang digariskan oelh Allah SWT. 2. Kemajuan belajar dalam satu pelajaran tertentu. Segi yang menyangkut proses belajar mengajar yaitu bahwa proses belajar mengajar perlu diberi penilaian secara obyektif dari guru. fiqih. seperti pengevaluasian terhadap nabi Adam tentang asma-asma yang diajarkan Allah kepadanya dihadapan para malaikat (QS. keterampilan murid sebagai akibat dari proses belajar mengajar. Pada umumnya ada tiga sasaran pokok evaluasi. 7. tanpa memandang formalitas (penampilan).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful