Hakikat Kurikulum Pendidikan Islam BAB II PEMBAHASAN A.

Pengertian Kurikulum Dalam Pendidikan Islam Kurikulum berasal dari kata curriculum yang berarti bahan pengajaran. Sebenarnya banyak pendapat mengenai kurikkulum ini, tetapi kami mengamil yang lebih mudah dipahami dan yang sudah lumrah bahwa kurikulum diartikan bahan pengajaran. Dan juga ada yang berpendapat bahwa kurikulum berasal dari bahasa prancis currier yang berarti berlari. Selanjutny kurikulum menurut istilahnya adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Crow, kurikulum adalah rancangan pengajaran yang berisi sejumlah mata pelajaran yang disusun secara sistematis sebagai syarat untuk menyelesaikan sauatu program pendidikan tertentu. Sementara kurikulum dalam zaman modern ini mempunyai makna sejumlah kekuatan. Factorfaktor pada lingkungan pengajaran pendidikan oleh sekolah bagi murid-muridnya baik didalam maupun diluar sekolah, dan sejumlah pengalaman yang lahir dari interaksi dengan kekuatankekuatan dan factor-faktor itu. Sedangkan pengertian kurikulum pendidikan islam dalam bahasa arab adalah manhaj (jalan terang) yang dilalui oleh pendidik atau guru dengan orang-orang yang dididik atau dilatihnya untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mulia mereka. B.Ciri-ciri Kurikulum dalam Pendidikan Islam Untuk memahami kuriulum dalan dunia pendidikan islam, kita tidak cukup hanya mengetehui pengertian urikulum saja, tetapi kita juga perlu memahami cirri-ciri dan eistimewaankeistimewaan kurikulum pendidikan islam yang tentunya juga menjelaskan sebagian sifat-sifat kurikulum dalam pendidikan islam. Diantara cirri-ciri umum kurikulum pada pendidikan islam adalah: 1.menonjolkann tujuan agama dan akhlak pada berbagai tujuan, kandungan, metode, dan tekniknya yang bercorak agama. 2.meluas cakupan dan menyeluruh kandungannya. Disamping itu kurikulum pendidikan islam juga memperhatikan dan membimbing terhadap segala pribadi pelajar baik dari segi intelektual, psikologis, social dan spiritualnya. Disamping menaruh perhatian kepada pengembangan dalam aspek spiritual bagi pelajar, dan membina aqidah yang benar, dan menguatkan hubungannya dengan tuhan, kurikulum pendidikan islam juga menaruh perhatian dalam pengembangan akal pelajar dan mengembangkan sesuatu yang berkaitan dengan akal. 3.keseimbangan yang relatif diantara kandungan-kandungan kurikulum dari barbagai aspek ilmu pengetahuan. Menghubungkan keseimbangan ini dengan sifat relatif karena kita telah tahu bahwa tidak ada keseimbangan yang mutlak pada kurikulum pengajaran, tapi tidak pada pendidikan islam atau pendidikan yang lain. 4.bersikap menyeluruh dalam meneta mata pelajaran yang diperlikan anak didik. 5.kurikulum yang disusun selalu disesuaikan dengan bakat dan minat anak didik. Dari sisi lain pendidikan islam juga bersifat dinamis dan sanggup menerima perkembangan dan perubahan apabila dipandang perlu. C.Prinsip-prinsip kurikulum pendidikan islam Setelah kita mengetahui berbagai ciri-ciri kurikulum pendidikan islam, untuk melengkapinya maka perlu kita tau prinsip-prinsip umum yang menjadi dasar kurikulum pendidikan islam dan dasardasar serta sumber yang menjadi tumpuan kurikulum pendidikan islam. Prinsip-prinsip umum yang menjadi dasar dari kurikulum pendidikan islam adalah sebagaimana berikut : 1.prtautan sempurna dengan agama, termasuk ajaran-ajaran dan nilai-nilainya. Oleh karena itu setiap yang berkaitan dengan kurikulum, termasuk filsafat, tujuan-tujuan, kandungan-kandunga, metode pengajaran, dan hubungan-hubungan yang berlaku dalam lembaga pendidikan islam harus berdasarkan pada agama dan akhlak islam, harus pula harus terisi dengan jiwa agama islam. Dan prinsip-prinsip ini harus dijaga dan dipelihara bukan hanya tehadap ilmu-ilmu syariat dan pengajian islam saja, tetapi pada segala yang terkandung dalam kurikulum termasuk ilmu akal, dan segala macam kegiatan dan pengalaman, sebab semuanya harus berjalan selaras dengan agama dan

selama kajian itu diterapkan dalam dalam akidah dan akhlak. Dari uraian tersebut kurikulum pandidikan islam harus mengandung segala ilmu yang bermanfaat dalam agama dan dunia. Kurikulum pendiikan islam sangat tidak setuju pada kurikulum yang tidak tersusun mata pelajaran. dan kebutuhan peserta didik. 3. 2. intelek tual. Islam tidak menghalangi seseorang untuk mempelajari ilmu manapun yang itu berguna. E. Islam yang menjadi sumber falsafah. Oleh karena itu yang berperan penuh dalam pengambangan dan merubah kurikulum pendidikan islam ini adalah semua umat islam apabila dipandang adanya maslahat bagi masyarakat kalau perubahan ini dilaksanakan. maka segala kandungannya harus meliputi segala yang berguna untuk membina pribadi peserta didik. kebutuhan. c)Psikologis Disamping dua dasar kurikulum pendidikan islam itu. maka kurikulum dalam pendidikan islam itu harus menyeluruh kandungan-kandungannya. dasar-dasar kurikulum. tujuan. 7.Dasar Umum Yang Menjadi Landasan Kurikulum Pendidikan Islam Dengan penjelasan yang kami utaraka dimuka. kemampuan.metode dan cara mengajar dan bimbingan yang diikuti oleh pesrta didik untuk mendorong mereka kearah yang dikehendaki oleh tujuan yang dirancang.kurikulum berkaitan dengan bakat. Oleh karena itu apabila segala tujuan harus meliputi segala aspek kepribadian peserta didik. minat.menyeluruh pada tujuan-tujuan kurikulum yang meliputi segala aspek pribadi peserta didik.Aspek-aspek Kurikulum Pendidikan Islam 1. Sedangkan segala sember dari semuanya adalah Kitab Allah dan Sunnah Nabi SAW. data. emosi. 4. dan pengalaman yangmenjadi sumber terbentuknya kurikulum. dan juga menambah segala fungsi dan gunanya. sejumlah dasar umum bagi krikulum pendidikan islam yaitu: a)Agama Mengenai dasar yang pertama ini. Disamping itu juga menjaga kelainan kelamin diantara alam sekitar danmasyarakat. Setelah kedua sumber ini maka barulah muncul beberapa sumber yang lainnya yang berlandasan pada keduanya. b)Falsafah Suatu sistem yang mempunyai watak yang berdiri sendiri dan cirri-ciri yang khas yang memperoleh wujudnya dari wahyu Tuhan. kurikulum pendidikan islam juga berkaitan dengan alam sekitar. dan kurikulumnya pada agama Islam atau syariat Islam dan sesuatu yang terkandung didalamnya. Kalau kurikulum memberi perhatian besar kepada perkembangan spiritual dan ilmu-ilmu syariat . baik itu menguraikan apa yang terkandung didalamnya atau memperluas hokum-hukum furu’ dari dasardasar dan hukum-hukum umum yang terkandung pada keduanya. dan pengalamannya. maka segala sistem yang ada dalam kehidupan masyarakat termasuk sistem pendidikan harus meletakkan dasar falsafah. kematangan bakat-bakat. kemampuan. Oleh karena itu.berkaiatan dengan berbagai mata pelajaran dengan pengalaman-pengalaman dan aktifitasaktifitas yang terkndung dalam kurikulum. dan segala masalahnya. kemahiran. minat. melebihi ilmu-ilmu agama dan alat-akatnya. prinsip-prinsip.tujuan pendidikan yang akan dicapai oleh kurikulum itu. 2. dan peninggalan pemikiran Islam yang benar disepanjang zaman dan waktu. 5. aktivitas-aktivitas. danjuga sikapnya. pengalaman. ilmu-ilmu.menerima perkembangan dan perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan tempat. Karena semua ini dapat membuahkan kesesuaian kurikulum dengan segala yang dibutuhkan oleh peserta didik dan masyarakat. fisik dan social dimana peserta didik itu hidup dan berinteraksi untuk memperoleh pengetahuan. 4. 6.pemeliharan perbedaan individu diantara para peserta didik dalam bakat.metode dan cara penelitian yang digunakan dalam mengukur hasil proses pendidikan yang dirancang dalam kurikulum. untuk mencapai tujuan-tujuan ini. maka aspek spiritual itu tidak boleh melampaui aspek penting yang lain dalam kehidupan. bimbingan Nabi yang utama.pengetahuan.akhlak yang mulia. maka bias ditarik sebuah kesimpulan.keseimbangan relatif antara tujuan dan kandungan kurikulum. kebutuhan- . adala lagi dasar ketiga yang sangat berkaitan dengan perkembangan peserta didik. D. 3. Tidak hanya itu.

memperoleh kebiasaan dan sikap yang baik pada masyarakatnya. Crow and Crow. Hussein. H. Jalaluddin. Oleh kerena tuntutan perkembangan yang sedemikian rupa. kandungannya. 1990 HAKEKAT EVALUASI: PENGERTIAN. Qurah. penyusunan kurikulumnya. Kuikulum: Sebuah Pengantar Komprehensip (terj. cara bergaul yang sehat. Yogyakarta: Rake Sarasin. Hal tersebut karena dipicu oleh kemajuan beberapa ilmu pengetahuan dan kebudayaan . 2005. yang berarti penilaian atau penaksiran. bandung: Citra Adirya Bakti. Prof. Pengertian Evaluasi Menurut bahasa. 1975. Filsafat Pendidikan Islam. Prof. Mc. Inilah yang menjadi dasar utama kurikulum pendidikan islam. Dalam pemikirn Islam tidak melarang mendalami dan mengkaji psikologi ini pada peserta didik dinegeri Islam mapun. 1991. al-Usul al-Tarbiyah Fi Bina Al-Manahij. Abuddin Nata. Berdasarkan penjelasan diatas maka kurikulum pendidikan Isalam mempnyai tujuan untuk mencapai perkembangan yang menyeluruh dan perpadu dengan kepribadian para peserta didik. Dari penjelasan tersebut maka jelaslah bahwa kurikulum pendidikan islam telah mempertimbangan dalam segala aspek baik itu dalam tujuan-tujuan dan metode-metodenya. juga mengajak dan menggalakkan dalam membantu perkembangan peserta didik yang sesuai dengan kematangan dan bakatnya masing-masing. kaherah: dar E1 Maarif. sikap kerjasama dan menghargai tanggungjawab. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Media Pratam. DAFTAR PUSTAKA Nasution. Pengembangn Kurikulum Pendidikan. Semua itu tidak diabaikan oleh kurikulum pendidikan Islam dan metode-metode pengajaran. Jakarta: Raja Grofindo Persada. Pengantar Ilmu Penddikan. 1988.. 1990. disamping itu juga karena bertambahnyha beban yang harus ditanggung oleh pihak sekolah. FUNGSI. d)Sosial Social juga menjadi dasar utama dalam kurikulum pendidikan Islam yang mengandung cirri-ciri masyarakat Islam dalam pendidikan dan dan kebudayaannya yang bersifat umu atau khusus. dan metodemetode pengajarannya. keinginan dan minat. Jakarta: Bulan Bintang 1975. Sulaiman. maka para perancang kurikulum pendidikan Islam memperluas cakupan yang dikandung oleh kurikulum tersebut. serta cara berfikir dan tingkah laku yang diinginkan. selagi sesui dengan pertimbangan-pertimbangan dan tujuan-tujuan kurikulum. memperkuat keprinbadian islam yang berdiri sendiri. Dr. kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris “evalution”. Bukan hanya itu. Sedangkan tugas dari kurikulum pendidikan Islam yang berkaitan dengan social. F. kecakapan yang bermacam-macam.Tujuan Kurikulum Pendidikan Islam Bahan pengajaran yang terdapat dalam kurikulum pendidikan islam pada masa sekarang ini nampaknya semakin luas. John. DAN SISTEM EVALUASI DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM A. dan pemikiran merekan yaitu dasar psikologis. Oleh karena itu kurikulum pendidikan Islam berkewajiban untuk menguatkan hubungannya dengan masyarakat dan kebudayaannya dalam menentukan tujuan-tujuannya. Sedangkan menurut pengertian istilah evaluasi merupakan kegiatan . penyesuaian mereka dengan masyarakat Islam dimana mereka hidup. TUJUAN. serta susunan dan pelaksanaannya. edisi III. Jakarta: Wirasari. Neil.kebutuhan. Dari penjelasan tersebutu diatas maka jelaslah bahawa kurikulum pendidikan islam itu diterapkan dalam kerangka masyarakat yang memiliki identitas khas dan kepribadian budayanya. Subandi). Filsafat Pendidikan Islam. Disamping itu kurikulum pendidikan Islam juga mempunyai tujuan untuk memberi sumbangan dalam perkembangan masyarakat Islam. para pendidik selalu mengajak dan menghargai hal itu dalam menentukan kurikulum pendidikan Islam yang sesuai dengan peserta didik. Dr. S. antara lain yang berkenaan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh proses belajar mengajar.Sedangkan dalam kurikulum pedidikan Islam sendiri. yaitu turut serta dalam proses pemasyarakatan bagi peserta didik. Omar Muhammad Al-Toumy Al-syaobany.

Bagaimana peserta didik berusaha mengelola dan memelihara. telah memberikan uraian tentang prinsip-prinsip dasar evaluasi antara lain : Evaluasi program pendidikan merupakan kegiatan yang dapat membantu pemerintah dalam mencapai tujuannya. yaitu : dimensi dialektikal horitontal. seperti ahlak yang mulia dan disiplin. Cronbach Di dalam bukunya Designing Evalutor Of Education and Social Program. 2. 1. yaitu: Sejauh mana loyalitas dan pengabdiannya kepada Allah dengan indikasi-indikasi lahiriah berupa tingkah laku yang mencerminkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. 1. Sikap dan pengalaman terhadap arti hubungan dirinya dengan masyarakat. serta khalifah Allah SWT. 2. dan dimensi ketundukan vertikal. hendaknya di arahkan pada dua dimensi. Tugas evalutor hanya memberikan alternatif. Evaluasi seyogyanya tidak memberikan jawaban terhadap suatu pertanyaan khusus. memperoleh.1[1] Ada beberapa pendapat lain definisi mengenai evaluasi: Bloom Evaluasi yaitu: pengumpulan kegiatan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kegiatannya terjadi perubahan dalam diri siswa menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam diri pribadi siswa. Selain itu. yaitu: Sikap dan pengalaman terhadap hubungan pribadinya dengan Tuhannya. sehingga naik tingkat.3[3] Dari keempat dasar tersebut di atas. Sejauh mana peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai agamanya da kegiatan hidup bermasyarakt. Stuffle Beam Evaluasi adalah proses menggambarkan. Sikap dan pandangan terhadap diri sendiri selaku hamba Allah. 3.2[2] Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pendidikan Islam Secara rasional filosofis. melatih keberanian dan mengajak anak didik untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan. Oleh karena itu. 2. yaitu sejauh mana pendidikan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan pendidikan Islam. kelas maupun tamat. 1 2 3 1. apakah ia merusak ataukah memberi makna bagi kehidupannya dan masyarakat dimana ia berada. Tujuan evaluasi bukan anak didik saja. pendidikan Islam bertugas untuk membentuk al-Insan al-Kamil atau manusia paripurna. tetapi bertujuan mengevaluasi pendidik. 2. Penekanan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik yang secara besarnya meliputi empat hal. 4. Sikap dan pengalaman terhadap arti hubungan kehidupannya dengan alam sekitarnya. tujuan evaluasi lebih ditekankan pada penguasaan sikap (afektif dan psikomotor) ketimbang asfek kogritif. 3. dapat dijabarkan dalam beberapa klasifikasi kemampuan teknis. 3. sehingga didalam proses didalamnya memungkinkan untuk merevisi apabila dirasakan ada suatu kesalahan-kesalahan. Dalam pendidikan Islam. anggota masyarakat. 3. dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusan. seperti halnya seorang pembimbing tidak dapat memilihkan karier seorang murid. yang terencana untuk mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan menggunakan intrument dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur memperoleh kesimpulan. Tujuan program evaluasi adalah mengetahui kader pemahaman anak didik terhadap materi terhadap materi pelajaran.1. serta menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya. Bukanlah tugas evalutor memberikan rekomendasi tentang kemanfaatan suatu program dan dilanjutkan atau tidak. . Evalutor tidak dapat memberikan pertimbangan kepada pihak lain. program evaluasi bertujuan mengetahui siapa diantara anak didik yang cerdas dan yang lemah. Evaluasi merupakan suatu proses terus menerus. B.

1. 3. ada dua tujuan evaluasi : Untuk mengetahui kemajuan belajar peserta didik setelah menyadari pendidikan selama jangka waktu tertentu. ikhlas. Untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan mengadakan program remedial bagi murid. Prinsip Objektivitas Dalam mengevaluasi berdasarkan kenyataan yang sebenarnya. dan bagi masyarakat untuk mengetahui berhasil atau tidaknya program-program yang dilaksanakan. karena dengan berpegang pada prinsip ini. Untuk menempatkan murid dalam situasi belajar mengajar yang tepat. 2. serta memberi bantuan kepadanya cara meraih suatu kepuasan bila berbuat sebagaimana mestinya. ketajaman hafalan. Di samping itu fungsi evaluasi juga dapat membantu seorang pendidik dalam mempertimbangkan adeqvate (baik tidaknya) metode mengajar. Menurut A. mengatakan bahwa evaluasi mempunyai beberapa fungsi. ta’awun. 1. sehingga diperoleh gambaran yang menyeluruh jika ditinjau dari beberapa segi. 5. sikap dan tingkah laku. sikap kerjasama. 6. Prinsip-prinsip Evaluasi Pendidikan Islam Evaluasi merupakan penilaian tentang suatu aspek yang dihubungkan dengan situasi aspek lainnya. suku dan agama. tanggung jawab (Q. Prinsip ini dapat ditetapkan bila penyelenggarakan pendidikan mempunyai sifat sidiq. Untuk mengenal latar belakang murid yang mengalami kesulitan-kesulitan belajar. 3. Nabi SAW pernah bersabda : “Andai kata Fatimah binti Muhammad itu mencuri. 46 : 13-14). D. niscaya aku tidak segan-segan untuk memotong kedua tangannya”. pemahaman ketulusan.S. Prinsip Kesinambungan (kontinuitas) Dalam ajaran Islam. Untuk mengetahui tingkah efisien metode pendidikan yang dipergunakan dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena itu dalam melaksanakan evaluasi harus memperhatikan berbagai prinsip antara lain:5[5] 1.4. keputusan yang diambil oleh seseorang menjadi valid dan stabil (Q. 7. 4 5 6 Sistem Evaluasi Dalam Pendidikan Islam . serta membantu mempertimbangkan administrasinya. yaitu: Untuk mengetahui tercapainya tidaknya tujuan instruksional secara komprehensif yang meliputi aspek pengetahuan.S. Bagaimana dan sejauh mana ia memandang diri sendiri sebagai hamba Allah dalam menghadapi kenyataan masyarakat yang beraneka ragam budaya. jujur. kerajinan. Jangan karena kebencian menjadikan ketidak objektifan evaluasi yang dilakukan (Q. 2. Sedangkan menurut Muchtar Buchari.6[6] Allah SWT memerintahkan agar seseorang berlaku adil dalam mengevaluasi. ramah. Untuk menentukan angka kemajuan atau hasil belajar. Tabrani Rusyan dan kawan-kawan.S. C. meliputi kepribadian. tidak boleh dipengaharui oleh hal-hal yang bersifat emosional dan irasional. : 8).4[4] Fungsi evaluasi adalah membantu anak didik agar ia dapat mengubah atau mengembangkan tingkah lakunya secara sadar. Prinsip Menyeluruh (komprehensif) Prinsip yang melihat semua aspek. Demikian pula halnya dengan Umar bin Khottob yang mencambuk anaknya karena ia berbuat zina. dan lainnya. Sebagai umpan balik yang berguna bagi tindakan berikutnya dimana segi-segi yang sudah dapat dicapai lebih ditingkatkan lagi dan segi-segi yang dapat merugikan sebanyak mungkin dihindari. 99 : 7-8). evaluasi berguna untuk mengatur keberhasilan proses belajar mengajar bagi peserta didik berguna untuk mengetahui bahan pelajaran yang diberikan dan di kuasai. 2. 4. Bagi pendidik. mengemukakan. sangat memperhatikan prinsip kontinuitas.

Sebab baik tidaknya proses belajar mengajar akan menentukan baik tidaknya hasil belajar yang dicapai oleh murid. sekolahnya. artinya penguasaan pelajaran yang diberikan oleh guru dalam proses belajar mengajar.9[9] 1. 2. 3. maka pendidik lebih mudah mengetahui alat-alat evaluasi yang dipakai baik dengan tes maupun non tes.7[7] Sasaran Evaluasi Langkah yang harus ditempuh seorang pendidik dalam mengevaluasi adalah menetapkan apa yang menjadi sasaran evaluasi tersebut. Sistem evaluasi dalam pendidikan Islam mengaku pada sistem evaluasi yang digariskan oelh Allah SWT. tanpa memandang formalitas (penampilan). 4. misalnya tauhid. 1. Segi pendidikan. Al Hajj/22:37). 3. 3. 1. Sikap dan pengamalan terhadap arti hubungan dengan kehidupan yang akan datang. jangan karena kebencian menjadikan ketidak objektifan evaluasi yang dilakukan (QS. artinya segi-segi yang menyangkut sikap. Kelemahan dan kelebihan murid. 4. 7 8 9 . 3. Az Zalzalah/99:7-8). yaitu: Segi tingkah laku.8[8] Dengan menetapkan sasaran di atas. dalam al-Qur’an dan di jabarkan dalam as-Sunnah. 7. Sikap dan pandangannya terhadap dirinya sendiri selaku hamba Allah dan selaku anggota masyarakat serta selaku khalifah Allah di bumi. Sikap dan pengamalan terhadap arti hubungannya dengan masyarakat. yaitu: Sikap dan pengamalan terhadap arti hubungan pribadi dengan Tuhannya. dan memberikan semacam ‘iqab (siksa) bagi mereka yang berakltifitas buruk (QS. Secara umum sistem evaluasi pendidikan sebagai berikut: Untuk menguji daya kemampuan manusia beriman terhadap berbagai macam problema kehidupan yang dihadapi (Q. tetapi memandang subtansi dibalik tindakan hamba-hamba tersebut (QS. Memberikan semacam tabsyir (berita gembira) bagi yang beraktifitas baik. An Naml/27:40). hafalan manusia dan pelajaran yang telah diberikan kepadanya. Untuk mengetahui sejauhmana atau sampai dimana hasil pendidikan wahyu yang telah diaplikasikan Rasulullah saw kepada umatnya (QS. seperti pengevaluasian terhadap nabi Adam tentang asma-asma yang diajarkan Allah kepadanya dihadapan para malaikat (QS. minat. fiqih. Kemajuan belajar dalam satu pelajaran tertentu. seperti pengevaluasian Allah terhadap nabi Ibrahim yang menyembelih Ismail putra yang dicintainya (QS. maupun dengan sekolah-sekolah lain. Sasaran evaluasi sangat penting untuk diketahui supaya memudahkan pendidik dalam menyusun alat-alat evaluasinya. Allah SWT dalam mengevaluasi hamba-Nya. Segi yang menyangkut proses belajar mengajar yaitu bahwa proses belajar mengajar perlu diberi penilaian secara obyektif dari guru. keterampilan murid sebagai akibat dari proses belajar mengajar.S. Al-Baqarah/ 2 : 155). 2. baik dibandingkan dengan teman-teman sekelasnya. tarikh dan lainnya. 5. Untuk mengukur daya kognisi. E. 6. Dalam evaluasi pendidikan Islam ada empat sasaran pokok yang menjadi target.1. 2. yang dilakukan Rasulullah dalam proses pembinaan risalah Islamiyah. Pada umumnya ada tiga sasaran pokok evaluasi. Kedudukan akademis setiap murid. perhatian. 2. Al-Baqarah/2:31). Untuk menentukan klasifikasi atau tingkat hidup keislaman atau keimanan seseorang. Allah SWT memerintahkan agar berlaku adil dalam mengevaluasi sesuatu. Ash Shaaffat/37:103-107). Al Maidah/5:8).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful