Pedoman Penulisan Buku Ajar

PEDOMAN UMUM PENULISAN BAHAN AJAR

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010

PENDAHULUAN

Tidak sedikit jumlah dosen di Indonesia yang berpengalaman dalam melakukan penelitian yang berhasil. Dosen yang mengikuti program penelitian multi tahun seperti Hibah Bersaing, Hibah Tim, dan Riset Unggulan Terpadu, telah mengenal state of the art dalam bidang keahliannya. Pengalaman tersebut sepatutnya dimanfaatkan sebagai modal dasar untuk menulis buku ajar. Namun pada kenyataannya jumlah buku ajar yang ditulis dosen masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah dosen yang tercatat di perguruan tinggi di Indonesia. BUKU ajar merupakan sarana pembelajaran yang signifikan untuk hampir semua mata kuliah dalam kurikulum. Aplikasi buku ajar oleh dosen memiliki arti luas, terutama pada informasi yang disajikan dalam mata kuliah tertentu. Buku ajar juga berpengaruh dalam pengembangan mata kuliah. Banyak penulis kurang menaruh perhatian terhadap buku ajar, karena penyiapannya memerlukan kurikulum, kebutuhan dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran, dan harus selalu up to date. Buku ajar yang baik mampu memberikan pendalaman pemahaman terhadap bahan kajian yang disajikan oleh dosen. Dosen dalam sistem pembelajaran modern senantiasa memperhatikan buku ajar dan referensi lain. Sebagian besar dosen dan pengembang kurikulum menggunakan buku ajar dalam pengembangan pokok bahasan dalam mata kuliah. Terdapat perbedaan antara buku (ilmiah) dan buku ajar. Buku ajar cenderung disusun tidak sangat ilmiah . Artinya, tidak terlampau ketat memperhatikan kaidah penulisan karya ilmiah seperti buku. Buku ajar tidak dipersiapkan sebagai literatur akademik, atau tidak juga digunakan untuk kalangan yang luas. Sasaran utamanya mahasiswa dan mengacu pada silabus tertentu. Dosen-dosen yang setiap hari berkecimpung dalam dunia pembelajaran merasakan betapa erat hubungan antara kurikulum dan buku ajar. Buku ajar dianggap sebagai sarana penunjang bagi penerapan kurikulum. Pada hakikatnya, kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Sedangkan buku ajar merupakan sarana belajar yang digunakan untuk menunjang suatu program pembelajaran. Dengan demikian, keberadaan kurikulum dan buku ajar selalu berdekatan dan berkaitan. Kurikulum dapat diibaratkan sebagai resep masakan dan buku ajar merupakan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mengolah masakan tersebut. Dalam konteks ini pengolah atau juru masaknya adalah dosen sebagai pengampu mata kuliah.

Namun demikian, kurikulum tidak menentukan segalanya, masih diperlukan penafsiran, penjelasan, perincian, dan pemaduan terhadap kompetensi, hasil belajar, indikator, dan bahan kajian yang tercantum pada kurikulum itu. Dalam penulisan buku ajar, penulis masih perlu menyusun silabus, menentukan metode pembelajaran, mencari bahan yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai, dan menentukan cara penyajian yang sesuai. Penulis buku ajar dituntut untuk mampu menjabarkan kurikulum ke dalam bentuk silabus.

2. video. namun umumnya yang diketahui hanya perpustakaan dan buku sebagai sumber belajar. dan benda peninggalan lainnya. benda. . Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar. 3. Sumber belajar ditetapkan sebagai informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media. yakni dapat berupa orang. Misalnya situs. that assists student learning as defined by provincial or local curricula. untuk kepentingan belajar-mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan pembelajaran. Sumber belajar dapat didefinisikan sebagai berikut: Learning resources are defined as information.bced. pasar. 1977).ca/irp/appskill/ asleares.bc. candi. kolam ikan dan lain sebagainya. yang dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran. yaitu tempat seseorang dapat melakukan belajar dapat dikategorikan sebagai tempat belajar yang berarti juga sumber belajar. sumber belajar adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh dosen-pembelajar. sungai. polisi. gunung. format perangkat lunak atau kombinasi dari berbagai format yang dapat digunakan oleh mahasiswa dan dosen. yaitu siapa saja yang memiliki keahlian tertentu di mana peserta didik dapat belajar sesuatu padanya. ahli geologi. Sumber belajar dapat dikategorikan sebagai berikut: 1.gov. video. museum. Tempat atau lingkungan alam sekitar. and software formats. represented and stored in a variety of media and formats. dan latar. misalnya perpustakaan. as well as combinations of these formats intended for use by teachers and students. pesan. 1999. orang juga banyak yang telah memanfaatkan sumber belajar. dan pakar lainnya.PENGERTIAN BUKU AJAR DAN BAHAN AJAR 1. Sumber Belajar Sering kita dengar istilah sumber belajar (learning resource). Bentuknya tidak terbatas apakah dalam bentuk cetakan. materials in print. Misalnya dosen. Benda.htm January 28. Orang. yaitu segala benda yang memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku bagi peserta didik. This includes but is not limited to. Menurut Association for Educational Communications and Technology (AECT. tempat pembuangan sampah. bahan. teknik. http://www. baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan.

cetak. rekaman elektronik. dll. Peristiwa dan fakta yang sedang terjadi. Buku. fiksi dan lain sebagainya. 5. kamus. .4. yaitu segala macam buku yang dapat dibaca secara mandiri oleh mahasiswa. Misalnya buku pelajaran. misalnya peristiwa kerusuhan. peristiwa bencana. buku ajar. Bahan. web. 6. dan peristiwa lainnya yang digunakan oleh dosen dalam pembelajaran. ensiklopedi. yang dapat digunakan untuk belajar. yaitu segala sesuatu yang berupa teks tertulis.

at least 22 of which are printed and contain primary reading material. dan merupakan persiapan untuk satu atau beberapa kali pertemuan tatap muka di kelas / laboratorium. Berdasarkan pengalaman. UNESCO publication having 49 or more pages. Buku Ajar adalah buku yang digunakan oleh dosen sebagai sumber acuan dalam pelaksanaan proses pembelajaran bagi mahasiswanya. Mengapa dosen harus dapat menyusun buku ajar? Salah satu Indikator Kompetensi seorang dosen adalah: (1). Rencana Pelajaran (RP). seyogyanya dosen mampu menyusun bahan-bahan ajar yang sudah dilakukannya bertahun-tahun menjadi sebuah buku ajar minimal untuk keperluan bagi dosen itu sendiri dan mahasiswanya. Pengertian Buku Ajar Sesuai dengan maknanya. biasanya RPP yang dibuat oleh dosen mirip dengan RP. dan (2). Buku ajar Definisi BUKU: Definition 1. seorang dosen sudah pasti minimal memiliki alat-alat sebagai senjata utama. salah satu komponen dalam pembelajaran adalah menyusun Rencana Pembelajaran. Program Semester. Oleh karena itu. dan Jurnal ilmiah. Menulis diktat kuliah. antara lain: Silabus/Kurikulum. . RPP biasanya disusun untuk lingkup materi satu pokok bahasan. US Postal service definition: Bound publication having 24 or more pages. Untuk keperluan penyusunan rencana pembelajaran. Disamping itu. with advertising limited only to book announcements. Menulis buku ajar / modul. Sebelum dosen masuk ke ruang kelas atau tempat pembelajaran lainnya. RPP semestinya merupakan kombinasi antara SP dan RP. ia sudah pasti membuat persiapan yang dituangkan ke dalam sebuah RPP. sekarang tampaknya gabungan keduanya menjadi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).2. definition: Bound non-periodical Definition 2. Satuan Pelajaran (SP).

misalnya buku teks dari penerbit yang terakreditasi. juga menjelaskan bahan-kajian secara mendalam dan rancangan strategi pembelajarannya disusun secara rinci. Sumber/Media. Rincian materi dalam RPP seyogyanya cukup lengkap. secara rinci dan logis dipaparkan pada bagian metode. Jika paparan materi yang ditulis pada RPP mengacu pada buku-buku paket. sangat kurang tepat menggunakan contoh-contoh pesawat terbang mendarat. dan Evaluasi. sehingga dosen tidak kesulitan merencanan strategis pelaksanaan pembelajaran yang akan dipaparkan pada bagian Metode dalam RPP. Dosen dapat mengawali pemaparan materi melalui pemberian contoh kasus di lingkungan siswa yang berhubungan dengan konsep yang akan dibahas. dan Indikator. yang meliputi: Kegiatan Pembukaan. RPP yang dibuat oleh dosen. hendak mengajarkan tentang kinematika. Materi yang disusun pada sebuah SP biasanya cukup terinci. sudah tentu dalam satu semester materi pelajaran terdiri beberapa pokok bahasan. Namun. Dengan jalan . atau kereta api sedang meluncur di rel. Secara konsepsual. Sedangkan pada RP. Kegiatan Inti. Pada SP uraian materi dibuat rinci dan mendalam.RPP biasanya memuat: Standar Kompetensi. Dengan memaparkan contoh kasus di lingkungan mahasiswa itu sendiri. Oleh karena RPP merupakan persiapan dosen untuk pokok bahasan tertentu. Sehingga dalam satu semester dapat dibuat beberapa buah RPP oleh dosen. Semestinya. karena alat tranportasi yang paling banyak di kampus adalah Sepeda Motor. logika berpikir mahasiswa akan lebih mudah dibangkitkan dibandingkan memberi contoh kasus yang asing bagi mereka. walaupun mungkin mereka sering menonton televisi. Dalam pikiran mahasiswa. Misalnya. bagian metode dibuat dengan rinci yang mampu menggambarkan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh dosen di kelas. Mahasiswa akan lebih mudah memikirkan atau berlogika jika contoh yang digunakan adalah sepeda motor. Materi. dan Kegiatan Penutup. sebagai sorang dosen fisika. maka paparan meterinya mengarah pada pemahaman konsep berorientasi kontekstual. SP dan Rencana Pelajaran (RP) dapat dibedakan dengan tegas. Strategi ini. Tujuan. materi yang disusun mengacu pada sumber-sumber relevan dan kebenarannya tidak diragukan. Kompetensi Dasar. dalam penguraian materi yang melibatkan contohcontoh kasus biasanya menggunakan kasus yang ada di lingkungan. RPP biasanya menekankan pada perencanaan strategi yang akan diterapkan dalam proses pelaksanaan pembelajaran di kelas oleh dosen pengampu mata kuliah. juga urutan penyajianmya dibuat secara logis. Metode. belum terpikirkan hal itu.

(3) Mahasiswa mempunyai kesempatan lebih banyak untuk mengemukakan pendapat tentang suatu kasus yang merupakan aplikasi dari teori yang diajarkan. bukan bertumpu pada rumus. mahasiswa tidak usah mencatat. (8) Dengan adanya buku ajar. jika ada tugas yang harus dikerjakan di rumah. Contoh saja fisika. mahasiswa sudah memiliki salah satu referensi untuk mengerjakannya. mahasiswa dapat mempelajari kembali dari buku ajar tersebut. Sehingga belajar tidak lagi menjadi sangat sulit. teori yang disampaikan dosen yang belum dapat dipahami di kelas. (5) Dosen tidak akan kekurangan waktu mengajar. ketika orang mengatakan fisika. Manfaat buku ajar adalah: (1) Dapat mempercepat pembahasan bahan kajian. serta memberikan ilustrasi agar menghasilkan perwajahan yang menarik maka akan dihasilkan sebuah buku ajar bagi mahasiswa. (2) Mahasiswa dapat mempelajari bahan-kajian yang akan diajarkan lebih awal. (7) Selain hal tersebut di atas.mengedit dan menyusun kembali. Hal yang dipentingkan adalah ulasan ilmu fisika. Oleh karena itu. Hal itu yang seharusnya diubah. dan menambahkan catatan ringkas yang dianggap perlu. Jawabannya dapat dikumpulkan untuk tugas harian guna menambah nilai selain test formatif dan sumatif. yang berorientasi masalah kontekstual. Dengan buku ajar. cukup memperhatikan hal-hal penting yang dijelaskan oleh dosen. dan menyenangkan. walaupun mungkin waktu mengajarnya sering bertepatan hari libur nasional atau fakultatif. (6) Soal dapat dibuat berdasarkan buku ajar. . peranan rumus dapat diganti dengan logika. yang terbayang di kepala mereka adalah rumusrumus. melainkan konsep. (4) Dalam buku ajar. Isi dan Materi Buku Ajar Buku ajar yang dapat mencerdaskan merupakan buku yang dapat membuat mahasiswa dapat belajar dengan mudah. mahasiswa mempunyai buku pegangan. dapat juga disisipkan latihan-latihan yang harus dikerjakan mahasiswa. sehingga penilaiannya lebih fair sesuai kemampuan mahasiswa. Diperlukan cara penyusunan bukubuku fisika agar tidak melulu memuat rumus-rumus.

Strategi Penulisan Buku Ajar Berikut adalah cara-cara praktis dalam menulis buku ajar yang disukai mahasiswa. yang tidak pernah melintas di depan kampus. berapa penumpangnya. bagaimana kereta api dapat tepat waktu. mahasiswa tidak perlu harus dibebankan memikirkan. bagaimana mengukur kecepatannya. Dengan demikian. Hindari menggunakan anak kalimat. Penguasaan bahasa merupakan syarat utama setelah penguasaan bidang ilmu yang akan ditulis sehingga mampu mengungkapkan pikiran dengan jelas. apalagi sampai kalimat bercucu. Kata baku biasanya lebih mengacu kepada konsepnya. Jadi dengan mengambil contoh pengalaman mahasiswa. Jangan menggunakan contoh Kereta Api. logika berpikir mahasiswa untuk memahami konsep menjadi lebih mudah. Penggunaan kata-kata hendaknya menggunakan kata-kata yang mudah dikenal dan sudah akrab bagi mahasiswa. jika terpaksa hendaknya dicetak miring. Misalnya. tidak bias dalam mengungkapkan suatu konsep. (1).Biasanya mahasiswa lebih mudah memahami konsep daripada rumus. jika masalah yang digunakan dalam memahami konsep merupakan pengalaman mahasiswa di lingkungannya. Pada umumnya rumus-rumus lebih sulit dipahami daripada logika dari rumus itu. dll. (2). Walaupun mahasiswa pernah melihat melalui TV. Sederhana Buku ajar sebaiknya menyajikan konsep-konsep secara sederhana sehingga mudah dipahami mahasiswa. sarana tranportasi di sekitar kampus yang paling banyak adalah sepeda motor. Kontekstual . Menggunakan Bahasa Baku Penulis buku ajar harus menguasai tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kalimat hendaknya dibuat sederhana dengan susunan Subjek-Predikat-Objek (SPO) untuk kalimat aktif atau Objek-Predikat Subjek (OPS) untuk kalimat pasif. Gunakan bahasa yang sederhana dan lugas yang sesuai dengan bahasa lokal mahasiswa. cermat dan mudah dipahami. Hindari menggunakan bahasa asing. 1. bagaimana penampilan kereta api. (3). sehingga dapat memberikan makna tunggal.3.

Buatlah Peta Pikiran Peta pikiran sering disebut peta konsep (peta kognitif). termasuk pilihan huruf. materinya hendaknya mulai dari cahaya. dapat membantu dalam mengontrol kedalaman materi yang ingin ditulis di dalam buku ajar. Penampilan yang menarik (performance) Perwajahan buku ajar. Biasanya mahasiswa akan mengkaji secara lebih mendalam terhadap hal-hal yang sudah mereka kenal namun hanya baru sebatas informasi. Tujuan pembuatan peta pikiran adalah mempermudah menjaring cakupan bahankajian dalam buku ajar yang akan ditulis. dll. Demikian juga. dan warna yang digunakan harus menarik bagi mahasiswa. Tokoh-tokoh yang sedang menjadi idola. buku ajar yang jelek dalam perwajahan akan dijauhi mahasiswa karena membosankan. benda-benda yang mengeluarkan cahaya. Dengan peta pikiran. Dalam hubungan ini dibutuhkan kecermatan penulis buku ajar. misalnya cahaya matahari. bahan kajian dalam buku ajar dapat dimulai dari tanah yang pernah dilihat mahasiswa. Peta pikiran sangat membantu penulis untuk membuat kerangka buku ajar. Pilihlah ilustrasi yang sudah dan mudah dikenal oleh mahasiswa di lingkungannya. konsep yang akan disajikan akan lebih mudah dikenali dan dipahami mahasiswa. Sebaliknya. tabel.4. Ilustrasi yang humoris pada umumnya lebih menarik bagi mahasiswa. seperti tokoh film kartun dapat diselipkan sebagai gambar ilustrasi. Sajikan contoh-contoh yang mudah dipahami sesuai dengan tingkat pemahaman dan logika mahasiswa. Perwajahan yang baik dan menarik akan memberikan motivasi mahasiswa untuk membaca dan mempelajarinya terus. dosen menulis tentang Cahaya (konsep fisika). Jika kita dapat menulis buku ajar dimulai dari hal-hal yang telah dikenal mahasiswa.Makna kontekstual adalah aspek yang ada dalam lingkungan siswa. Kriteria Buku Ajar . selama tidak mengganggu makna substansialnya. 1. Tulislah topik utama di tengah kemudian buatlah topik-topik terkait untuk melingkari topik bahasan utama. cahaya lampu. jika dosen akan menulis Ilmu tanah . Dengan menggunakan peta pikiran dapat membantu cakupan bahan kajian yang akan ditulis. Umpamanya. yang mudah dipahami mahasiswa. (5). (4). ilustrasi.

sehingga sulit bagi mahasiswa untuk mengembangkannya. dosen dapat mengajukan pertanyaan. yaitu masalah klaritas sangat penting. dan penafsiran. Para penulis buku ajar selalu menggunakan referensi ilmiah. Kemungkinan catatan datang dari dosen. "Apakah buku ajar pada bab-bab tertentu cukup memberikan peluang bagi mahasiswa tidak membuat catatan yang banyak?" Buku ajar harus Detail provided. dan kalimat panjang. Penulis buku ajar perlu memperhatikan bentuk yang efektif dalam penggunaan bahasa. klasik dan tradisional. seyogyanya dihindarkan pemberian makna atau simpulan yang terbatas atau bahkan absolut. jangan dihabiskan pokok pikiran hanya oleh penulis atau dosen. Istilah seperti ini bagi seorang profesor mungkin dapat diklarifikasi secara abstrak tetapi bagi mahasiswa hal itu jangan diberlakukan. Juga diberikan kemungkinan bagi mahasiswa untuk membuat catatan dari buku ajar itu sendiri sebagai hasil dari kreativitas berpikirnya. jika ia bersifat umum. dan penting diketahui semua mahasiswa. buku ajar tidak berkelanjutan untuk proses berpikir berkepanjangan. Meminimumkan penggunaan kata-kata asing. bahkan jika mungkin dengan bahasa datar. tidak abstrak atau di luar batas kewenangan bidang ilmunya.Kriteria Buku Ajar yang perlu diperhatikan adalah academic integrity. Penulisannya juga tidak lepas dari fakta dan data yang benar. Untuk menguji apakah demikian adanya. Selain itu. penulis dapat menyajikan uraiannya dengan gaya yang menarik. mencari pemecahan. . Penulisannya dilakukan oleh pakar tertentu yang berkompeten dengan berpedoman pada kurikulum. benar. tetapi setiap pokok bahasan harus dikembangkan sesuai dengan kompetensi yang dibelajarkan. seperti demokrasi dan nasionalisme. Hal ini membuktikan bahwa buku ajar juga bersifat ilmiah. ragam dan langgam. sehingga mahasiswa dapat membaca dengan baik dan mudah. tetapi tidak memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berpikir lanjut. Jangan menggunakan penulisan yang tidak diketahui maknanya. yakni buku ajar ditulis dengan jelas. sebaliknya yang jelas alur pikirnya. Buku ajar harus Interesting. tidak boleh hanya mendalami pokok bahasan saja. Buku ajar harus A good prose style. Buku ajar seyogyanya thoroughness of coverage. karena teruji dan mengandung makna ilmiah-akademis. kata-kata singkat yang tidak tepat. Istilah-istilah yang mengandung abstraksi ganda harus diminimumkan penggunaannya. Mahasiswa harus diberi kesempatan untuk membuat catatan sesuai dengan proses berpikirnya.

Setiap ilustrasi perlu juga diberi data sumber. A variety of exercises. dan surat kabar. . Seorang penulis sangat menyenangi novel. saran untuk membaca lebih lanjut. sebab sangat penting sebagai suplemen bagi siswa. dan sebagainya. saran untuk penelitian. Guru yang baik sangat memerlukannya. ia seolah-olah berperan sebagai dosen yang ahli dalam bidang mata kuliah. dimuat pada halaman yang relevan. ia akan memberikan bahan yang bermanfaat bagi guru. dan cetakan yang jelas. menyusun proyek. guru dapat menjelaskan bagaimana topik tersebut dikembangkan. dari mana diambil. Buku ajar harus Well-organised. sebaiknya dalam menuliskan buku ajar. Tata cara teknis penulisan buku ilmiah harus diikuti. warna yang terang. Namun ada juga yang menganggap ketiadaan buku teks lebih memberikan kesempatan guru untuk lebih banyak berbicara. yakni seorang penulis buku ajar harus memahami teknik penulisan. Jika penulis buku ajar bukan dosen. Dewasa ini ilustrasi banyak dibantu oleh bahan dari tayangan televisi. Buku teks harus sering direvisi. permasalahan untuk diskusi. daftar glosari. Desain format kulit yang baik. Misalnya daftar isi yang konsisten. gunakan kertas putih. tetapi tidak mungkin memberikan minatnya tersebut dalam buku teks yang ia tulis. dan peta. Dalam akhir buku teks sebaiknya dicantumkan berbagai bentuk butir pertanyaan. sehingga buku ajar mengikuti langkahlangkah runtut berdasarkan silabus. menyajikan berbagai aktivitas. Demikian juga ilustrasi gambar. sebab buku teks yang sudah lama sering tidak banyak membantu. masalah ini sangat diperhatikan. Lazimnya hanya ada satu buku teks yang disediakan. pengantar sebagai rumusan tujuan umum yang jelas. majalah ilmiah. penambahan ilustrasi akan menambah beban dana penerbitannya. atau ia juga penulis novel. pertanyaan uraian. Di pihak lain guru menganggap perlunya buku teks. Berbagai pandangan terhadap keberadaan buku teks masih menjadi polemik. menunjukkan perpustakaan. sehingga orientasi untuk itu sangat perlu. Sebab. Buku Ajar harus Pleasant format. Jangan memberikan banyak lampiran yang tidak banyak menjelaskan teks.Minat pribadi penulis belum tentu relevan dan menarik bagi mahasiswa. grafis. Bahkan jarang buku teks dimanfaatkan dengan baik. karena telah berkembangnya ilmu pengetahuan atau teknik pembelajaran yang berganti. termasuk pedoman pemakaiannya. atau juga daftar ejaan yang khusus. dan juga sesuai dengan kriteria baku penulisan buku ajar. aktivitas kelas. Helpful illustration. jika buku teks ditulis atas dasar penelitian yang cermat dan lengkap. ilustrasi yang menarik dan bermanfaat untuk menumbuhkan proses berpikir mahasiswa sangat diperlukan. dalam penerbitan modern.

(c) Bab III Metode Penelitian (d) Bab IV Hasil Penelitian dan Diskusi Hasil Penelitian. si penulis terlebih dahulu harus melakukan penelitian. Format Buku Ajar Unsur-unsur buku ajar yang harus ada: (1) Prakata. (e) Bab V Kesimpulan dan Saran Bagian Penunjang yang umumnya terdiri dari sajian . dll. daftar gambar dan daftar lampiran. lembaran persetujuan. Untuk dapat membuat laporan penelitian. (b) Bab II Kajian Teori atau pembahasan kepustakaan. antara lain sebagai berikut: Bahan dasar Buku Ajar dapat berasal dari laporan hasil penelitian. (2) Daftar Isi. Bagian Isi yang umumnya terdiri atas beberapa bab sebagai berikut: (a) Bab I Pendahuluan atau permasalahan. Ciri-ciri yang nampak Buku Ajar yang berasal dari laporan hasil penelitian umumnya terdiri atas tiga bagian utama yaitu: Bagian pendahuluan yang terdiri dari : halaman judul.1. tujuan. kegunaan. (4) Daftar Pustaka.5. serta abstrak atau ringkasan. (6) Indeks Bahan Dasar Buku Ajar Row materials apa saja yang dapat dijadikan sebagai bahan dasar buku ajar? Beberapa jenis yang dapat dijadikan bahan dasar dalam menyusun buku ajar. (5) Glosarium. kata pengantar. daftar tabel. rumusan masalah. daftar isi. yang berisi latar belakang masalah. pembatasan. (3) Batang Tubuh yang terbagi dalam bab atau bagian beserta Tujuan Instruksionalnya.

daftar pustaka dan lampiran-lampiran Buku Ajar dapat juga berasal dari kumpulan reader. Buku ajar harus disusun oleh seorang dosen dengan sebagai salah satu upaya peningkatan mutu hasil pembelajaran dari mahasiswanya. Menggunakan kriteria kebenaran ilmiah. 5. Mengunakan metode ilmiah. Asli. maka buku ajar haruslah berada pada bidang kelimuan yang sesuai dengan kemampuan dosen tersebut. Sebagai karya tulis ilmiah. buku ajar disusun karena memang memang perlu. maka buku ajar itu harus memenuhi kriteria APIK. Syarat utama menyusun buku ajar sebagai karya ilmiah adalah kejujuran. bukan merupakan plagiat. 2. 2. mempunyai manfaat. buku ajar harus merupakan karya asli penyusunnya. Memakai tatacara penulisan ilmiah. Bila penulisnya seorang dosen. buku ajar harus disusun sesuai dengan kemampuan penyusunnya. Permasalahan yang dikaji berada dalam khasanah keilmuan. Maka penyusunannya harus benar. jiplakan. Jiaka buku ajar itu berasal dari laporan penelitian. atau disusun dengan niat dan prosedur yang tidak jujur. yang artinya adalah 1. _ K onsisten. Hal yang ditulis dalam buku ajar harus sesuai (konsisten) dengan kompetensi si penulis. faktanya maupun analisis yang digunakannya . dan sesuai dengan tujuan si penulis untuk pengembangan rofesinya sebagai dosen. Perlu. buku ajar harus berbentuk. 4. dan disusun sesuai dengan kaidahkaidah kebenaran ilmiah. berisi. . Bukan hal yang mengada-ada. baik penyebutan teorinya. Sebagai karya ilmiah. buku ajar yang berasal dari reader seyogianya mengikuti kriteria berikut ini: 1. _ I lmiah. 3.

Bahan ajar merupakan komponen sangat penting yang harus dipersiapkan dosen sebelum melakukan proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Pembelajaran yang efektif dan efisien diharapkan dapat menjadi wahana untuk mencapai tujuan pembelajaran yang merupakan penjabaran dari kompetensi. Bahan ajar merupakan informasi. selain komponen-komponen lain yang dapat menentukan keberhasilan dalam pembelajaran. Kelengkapan bahan ajar akan membantu dosen dalam kegiatan mengajar. Bahan ajar yang lengkap. Bahan yang dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Bahan Ajar Sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Selama ini dosen hanya menggunakan buku-buku teks yang banyak dijual oleh para penerbit yang materinya belum tentu cocok dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan mahasiswa. sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar dengan baik. Bahan ajar secara garis besar mengandung pengetahuan. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu dosen dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tempat pembelajaran. sehingga mahasiswa kurang dapat memahami bahan ajar tersebut. Bahan ajar dapat dipandang sebagai suatu pendekatan yang digunakan oleh seorang dosen dalam melaksanakan proses pembelajaran melalui tahapan-tahapan tertentu sehingga mahasiswa dapat mengikuti proses belajar mengajar. .2. sehingga dosen sebagai pelaksana pendidikan dituntut untuk membuat bahan ajar yang berkualitas. yang disusun secara sistematis dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien. misalnya di dalam kelas. keterampilan dan sikap yang harus dipelajari mahasiswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah di tentukan . dosen pengampu harus menyiapkan bahan ajar yang diperlukan dalam proses pembelajaran. artinya dapat memberikan pengetahuan keterampilan dan sikap yang harus dipelajari mahasiswa untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Bahan ajar juga dapat dimaknai sebagai seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak tertulis. Bahan ajar ikut menentukan pencapaian tujuan pembelajaran. dan membantu mahasiswa dalam proses belajar. alat dan teks yang diperlukan dosen dalam perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Bahan ajar yang berkualitas adalah bahan ajar yang materinya dapat menjawab permasalahan mahasiswa untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Bahan ajar merupakan hal penting dalam menentukan keberhasilan pada suatu sistem pendidikan.

sebelum menetapkan bahan ajar terlebih dahulu harus memahami criteria yang ada dalam pemilihan bahan ajar. Dalam silabus MK dirumuskan secara rinci materi belajar yang ditentukan untuk dipelajari mahasiswa. Bahan ajar banyak jenisnya. Kriteria Bahan Ajar Seorang dosen. teks atau materi pelajaran sebagai implementasi pembelajaran. yaitu berisikan informasi (keterangan) yang dipakai sebagai panduan dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar. dimana mahasiswa harus mampu melakukan sesuatu menurut perilaku tertentu. dalam arti sempit. Bahan ajar. misalnya: bahan ajar cetak. keterampilan. lembar kerja mahasiswa. berupa topik bahan inti. dapat dikatakan bahwa bahan ajar merupakan suatu unsur yang sangat penting yang harus mendapat perhatian dosen dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. indikator. Contohnya adalah Buku ajar. Jadi dapat dikatakan bahwa bahan ajar merupakan bagian dari buku teks atau buku paket. para mahasiswa dapat mempelajari hal-hal yang diperlukan dalam usaha mencapai tujuan belajar. dalam hal ini adalah hasil-hasil belajar yang diharapkan. Bahan ajar cetak adalah sejumlah bahan yang disiapkan dalam kertas. noncetak. Bahan ajar itu . Bahan ajar adalah materi pembelajaran yang akan diberikan kepada mahasiswa yang memuat kompetensi dasar.1. misalnya berupa pengetahuan. Dengan bahan ajar itu. yang dapat berfungsi untuk keperluan pembelajaran dan penyampaian informasi. dan sikap. Oleh karena itu penentuan bahan ajar haruslah berdasarkan tujuan belajar yang akan dibelajarkan. Buku teks adalah buku yang dirancang buat penggunaan di kelas. Bahan-bahan kajian yang lebih terinci terdapat dalam buku sumber. dan bahan ajar display. Atas dasar pengertian tersebut. Bahan-bahan ajar yang bertalian dengan tujuan tersebut lazimnya ditetapkan dalam suatu silabus Mata Kuliah (MK). modul. adalah bahan ajar berbentuk teks bacaan yang berisi materi pembelajaran yang disusun secara sistematis dan kontekstual untuk mencapai tujuan yang telah ada dalam GBPP atau SAP. buku teks. sehingga tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai. dan lainnya.Bahan ajar adalah bahan yang digunakan untuk belajar dan mencapai tujuan belajar. lecture note. Bahan ajar kadangkala dianggap bersinonim dengan buku teks. handout. serta uraian deskriptif. 2. yang disusun dan disiapkan oleh para ahli dalam bidang itu dan kadangkala dilengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang sesuai dan serasi. sebagai buku pegangan yang mengandung maksud dan pengertian yang sama.

Bahan ajar yang baik haruslah relevan dengan kurikulum. Dalam pengembangan bahan ajar. d) bahan itu harus menarik dan merangsang aktivitas mahasiswa. f) nahan yang disampaikan kepada mahasiswa harus menyeluruh. (3) yang paling mudah mengajarkannya. dan berjenjang. materi pembelajaran memiliki keterkaitan dengan standar kompetensi dan komptensi dasar. yaitu (1) bagian-bagian yang paling sering digunakan. lengkap dan utuh. 1) Relevan.2. b) bahan ajar harus seuai dengan taraf perkembangan anak. e) bahan itu harus disusun secara sistematis. . Ketiga fungsi yang dimaksud adalah : 1) Bahan ajar merupakan pedoman bagi dosen yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran. Fungsi Bahan Ajar Fungsi bahan ajar adalah sebagai pembangkit dan penguat motivasi dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh dosen dengan materi pembelajaran yang kontekstual agar mahasiswa dapat melaksanakan tugas belajar secara optimal. Terdapat tiga kriteria yang perlu diperhatikan dan dikembangkan oleh mahasiswa dalam penyusunan bahan ajar adalah sebagai berikut. (2) yang paling berguna. c) bahan yang baik ialah bahan yang berguna bagi mahasiswa baik sebagai perkembangan pengetahuannya dan keperluan bagi tugas kelak di lapangan. 2. Ada tiga fungsi bahan ajar yang lazimnya berkaitan dengan pembelajaran. Materi tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang. adanya keajegan antara bahan ajar dengan kompetensi dasar yang harus di kuasai mahasiswa. Dalam penyusunan bahan ajar juga perlu dimengerti oleh mahasiswa dalam mempelajari sehingga dapat tercapai secara optimal. Beberapa kriteria penerapan bahan ajar. materi yang diajarkan cukup memadai dalam membantu mahasiswa menguasai komptensi dasar yang di ajarkan. 2) Konsisten. a) bahan ajar harus relevan dengan tujuan pembelajaran.berkaitan dengan kurikulum. maka bahan ajar harus memiliki beberapa kriteria sebagai berikut. sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan/dilatihkan kepada mahasiswanya. dan (4) berupa gabungan ketiganya. dan 3) Mencukupi. bertahap.

Manfaat dari bahan ajar itu adalah sebagai berikut. 5) membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara dosen dan mahasiswa. bahan ajar memiliki fungsi lain yakni: 1) membantu dosen dalam kegiatan belajar mengajar. setidak-tidaknya harus memiliki unsur-unsur yaitu tujuan. uraian materi. sekaligus merupakan substansi yang seharusnya dipelajari/dikuasainya. sistematika sajian. 4) untuk menciptakan lingkungan / suasana balajar yang kondusif. dan 6) dapat dikumpulkan menjadi buku dan dapat diterbitkan (Depdiknas. 1) memperoleh bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar mahasiswa. 2. Di samping itu. Unsur-unsur Bahan Ajar Unsur-unsur bahan ajar ini sebenarnya diambil dari pedoman sistematika penulisan buku ajar bahasa dan sastra Indonesia yang dikeluarkan oleh pusbuk. 3) sebagai perlengkapan pembelajaran untuk mencapai tujuan pelajaran. petunjuk belajar dan evaluasi. 2) membantu mahasiswa dalam proses belajar. 2) tidak bergantung pada buku teks yang terkadang sulit didapat. 4) menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman dosen dalam menyusun bahan ajar.4.2) Bahan ajar merupakan pedoman bagi mahasiswa yang akan mengarahkan aktifitasnya dalam proses pembelajaran. sasaran.3. karena mahasiswa akan merasa lebih percaya kepada dosennya maupun kepada dirinya. 3) Bahan ajar merupakan alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran. alat atau instrumen yang baik dan memberikan pengaruh besar terhadap keberhasilan tujuan pembelajaran. 2. 2004). Manfaat Bahan Ajar Bahan ajar merupakan sarana. Susunan bahan ajar lazimnya mengandung komponen-komponen sebagai berikut: . 3) memperkaya wawasan karena di kembangkan dengan menggunakan berbagai referensi.

5. Oleh karena itu. Berdasarkan paparan di ats. dan 4) pemanfaatan bahasa secara efektif dan efisien. dosen. dan sasarannya. 4) disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel. gambar. 2) kejelasan informasi. daya tarik. foto. bahan ajar itu harus bisa dibaca dan dipahami mahasiswa dan tersusun secara bertahap dan berjenjang. 2. 6) memberi kesempatan pada mahasiswa untuk berlatih. 3. Artinya. 3) menjelaskan tujuan instruksional. 8) memberikan rangkuman. 3) pemberian motivasi. Komponen kebahasaan mencakup: 1) keterbacaan. karena mahasiswa mengkonsumsi bahan ajar yang berkualitas. Komponen kegrafikan mencakup: 1) penggunaan font. 3) kesesuaian dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sehingga ketercapaian kompetensi dasar yang telah ditetapkan dapat dikuasai dengan maksimal. . Komponen penyajian mencakup: 1) kejelasan tujuan (indicator) yang ingin dicapai. Kualitas Bahan Ajar Bahan ajar yang diberikan kepada mahasiswa haruslah bahan ajar yang berkualitas. 3) ilustrasi. 2) lay out atau tata letak. 2) ditulis dan dirancang untuk mahasiswa. 2.1. sebuah bahan ajar yang dibuat haruslah metodologis dan sistematis. dan 4) desain tampilan. 2) urutan sajian. Bahan ajar yang berkualitas dapat menghasilkan mahasiswa yang berkualitas. 5) struktur berdasarkan kebutuhan mahasiswa. dan 4) interaksi (pemberian stimulus dan respons). dan ukuran. tujuan bahan ajar harus dirumuskan secara jelas dan terukur mencakup mahasiswa . Kriteria bahan ajar yang berkualitas adalah : 1) menimbulkan minat baca. jenis. 7) mengakomodasi kesulitan mahasiswa.

6. leaflet. kepadatan berdasarkan kebutuhan mahasiswa . lembar kerja siswa. lembar kerja mahasiswa. CD audio. piringan hitam. Bentuk Bahan Ajar Bahan ajar dapat dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan bentuknya: 1) bahan cetak seperti : hand out. PH. gambar. internet. VCD. MP. model / maket. Bahan ajar lazimnya mencakup: 1) judul. ICD. mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari mahasiswa. bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi empat kategori. Bahan ajar yang dihasilkan harus benar-benar berguna bagi mahasiswa sehingga kemampuan berbahasa khususnya menulis karangan deskripsi meningkat. tempat. 2. modul. brosur. radio. modul. SK. Bahan ajar pandang . yaitu bahan cetak (printed) seperti antara lain handout. 4) audio visual seperti : video / filem. Jenis Bahan Ajar Berdasarkan teknologi yang digunakannya. 3) visual seperti : foto. Dengan berpedoman kepada butir-butir di atas.9) 10) 11) 12) gaya penulisan komutatif dan semi formal . model/maket. 2) petunjuk belajar (petunjuk mahasiswa / dosen). 4) informasi pendukung. dikemas untuk proses instruksional. 3) tujuan yang akan dicapai. wallchart. 7) penilaian. brosur. indikator. dan compact disk audio. 6) petunjuk kerja. 2. chart. diharapkan kualitas penyusunan bahan ajar menulis karangan deskripsi bisa dipertanggungjawabkan. computer based. foto/gambar. Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset.7. 5) multi media seperti : CD interaktif. buku. 13) menjelaskan cara mempelajari bahan ajar. buku. leaflet. 5) latihan-latihan. kaset. 2) audio seperti : radio.

Menurut kamus Oxford hal 389. antara lain hand out. modul. sehingga memudahkan bagi seorang guru untuk menunjukkan kepada peserta didik bagian mana yang sedang dipelajari 2. Biaya untuk pengadaannya relatif sedikit 3.: 1.dengar (audio visual) seperti video compact disk. buku. Bahan tertulis biasanya menampilkan daftar isi. seperti menandai. Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction). Buku . Bahan tertulis cepat digunakan dan dapat dipindah-pindah secara mudah 4. Handout adalah pernyataan yang telah disiapkan oleh pembicara. a. Bahan ajar yang baik akan dapat memotivasi pembaca untuk melakukan aktivitas. Berbagai jenis bahan ajar cetak telah populer. Bahan tertulis relatif ringan dan dapat dibaca di mana saja 6. dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials). Bahan tertulis dapat dinikmati sebagai sebuah dokumen yang bernilai besar 8. dan leaflet.l. handout is prepared statement given. Handout biasanya diambilkan dari beberapa literatur yang memiliki relevansi dengan materi yang diajarkan/ KD dan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik. Jika bahan ajar cetak tersusun secara baik maka bahan ajar akan mendatangkan beberapa keuntungan a. b. mencatat. poster. 1. brosur. compact disk (CD) multimedia pembelajarn interaktif. membuat sketsa 7. Pembaca dapat mengatur tempo secara mandiri . film. antara lain dengan cara down-load dari internet. Susunannya menawarkan kemudahan secara luas dan kreativitas bagi individu 5. Bahan Ajar Cetak (Printed) Bahan cetak dapat ditampilkan dalam berbagai bentuk. atau menyadur dari sebuah buku. Saat ini handout dapat diperoleh dengan berbagai cara. Handout Handout adalah bahan tertulis yang disiapkan oleh seorang guru untuk memperkaya pengetahuan peserta didik.

otobiografi. hasil pengamatan.Buku adalah bahan tertulis yang menyajikan ilmu pengetahuan buah pikiran dari pengarangnya. dapat berupa Lembar Kerja (LK) Evaluasi Balikan terhadap hasil evaluasi Sebuah modul akan bermakna kalau peserta didik dapat dengan mudah menggunakannya. Lembar . Buku pelajaran berisi tentang ilmu pengetahuan yang dapat digunakan oleh peserta didik untuk belajar. isi buku juga menggambarkan sesuatu yang sesuai dengan ide penulisannya. Buku sebagai bahan ajar merupakan buku yang berisi suatu ilmu pengetahuan hasil analisis terhadap kurikulum dalam bentuk tertulis. atau hasil imajinasi seseorang yang disebut sebagai fiksi. buku diartikan sebagai: Book is number of sheet of paper. Modul Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru. fastened together in a cover. Pembelajaran dengan modul memungkinkan seorang peserta didik yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu atau lebih KD dibandingkan dengan peserta didik lainnya. menarik. disajikan dengan menggunakan bahasa yang baik. either printed or blank. dilengkapi dengan ilustrasi. Oleh pengarangnya isi buku didapat dari berbagai cara misalnya: hasil penelitian. Lembar kegiatan siswa Lembar kegiatan siswa (student worksheet) adalah lembaranlembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. dan seterusnya. Buku yang baik adalah buku yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang baik dan mudah dimengerti. disajikan secara menarik dilengkapi dengan gambar dan keterangan-keterangannya. c. sehingga modul berisi paling tidak tentang: Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) Kompetensi yang akan dicapai Content atau isi materi Informasi pendukung Latihan-latihan Petunjuk kerja. d. Buku adalah sejumlah lembaran kertas baik cetakan maupun kosong yang dijilid dan diberi kulit. Menurut kamus oxford hal 94. buku fiksi akan berisi tentang fikiran-fikiran fiksi si penulis. aktualisasi pengalaman. Dengan demikian maka modul harus menggambarkan KD yang akan dicapai oleh peserta didik.

kemudian membuat resume untuk dipresentasikan. Suatu tugas yang diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas KD yang akan dicapainya. Tugas teoritis misalnya tugas membaca sebuah artikel tertentu. selama sajian brosur diturunkan dari KD yang harus dikuasai oleh siswa. maka brosur didesain hanya memuat satu KD saja. Tugas-tugas sebuah lembar kegiatan tidak akan dapat dikerjakan oleh peserta didik secara baik apabila tidak dilengkapi dengan buku lain atau referensi lain yang terkait dengan materi tugasnya. e. Leaflet A separate sheet of printed matter. bagi siswa akan belajar secara mandiri dan belajar memahami dan menjalankan suatu tugas tertulis. Sedangkan tugas praktis dapat berupa kerja laboratorium atau kerja lapangan. Agar terlihat menarik biasanya leaflet didesain secara cermat dilengkapi dengan ilustrasi dan menggunakan bahasa yang sederhana. 1996). Tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik dapat berupa teoritis dan atau tugas-tugas praktis. memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran. often folded but not stitched (Webster s New World. Ilustrasi dalam sebuah brosur akan menambah menarik minat peserta didik untuk menggunakannya. . Leaflet sebagai bahan ajar juga harus memuat materi yang dapat menggiring peserta didik untuk menguasai satu atau lebih KD. Mungkin saja brosur dapat menjadi bahan ajar yang menarik. Agar lembaran brosur tidak terlalu banyak. Lembar kegiatan dapat digunakan untuk mata pembelajaran apa saja. misalnya survey tentang harga cabe dalam kurun waktu tertentu di suatu tempat. Balai Pustaka. karena bentuknya yang menarik dan praktis. Dalam menyiapkannya guru harus cermat dan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Edisi Kedua. singkat serta mudah dipahami. 1996) Leaflet adalah bahan cetak tertulis berupa lembaran yang dilipat tapi tidak dimatikan/dijahit. langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. maka brosur dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar.kegiatan biasanya berupa petunjuk. Dengan demikian. Brosur Brosur adalah bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem atau cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid atau selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat tetapi lengkap tentang perusahaan atau organisasi (Kamus besar Bahasa Indonesia. f. karena sebuah lembar kerja harus memenuhi paling tidak kriteria yang berkaitan dengan tercapai/ tidaknya sebuah KD dikuasai oleh peserta didik. Keuntungan adanya lembar kegiatan adalah bagi guru.

Gambar bermakna dan dapat dimengerti. Menurut Weidenmann dalam buku Lehren mit Bildmedien menggambarkan bahwa melihat sebuah foto/gambar lebih tinggi maknanya dari pada membaca atau mendengar. . maka wallchart didesain dengan menggunakan tata warna dan pengaturan proporsi yang baik. si pembaca gambar benar-benar mengerti. Foto/Gambar Foto/gambar memiliki makna yang lebih baik dibandingkan dengan tulisan. Agar wallchart terlihat lebih menarik bagi siswa maupun guru. bahannya diambil dari sumber yang benar. Sebagai contoh wallchart tentang siklus makhluk hidup binatang antara ular. Karena didesain sebagai bahan ajar. biasanya berupa bagan siklus/proses atau grafik yang bermakna menunjukkan posisi tertentu. tikus dan lingkungannya. dari mendengar yang diingat 20%. maka wallchart harus memenuhi kriteria sebagai bahan ajar antara lain bahwa memiliki kejelasan tentang KD dan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik. Lengkap. Melalui membaca yang dapat diingat hanya 10%. Bahan tertulis dapat berupa petunjuk cara menggunakannya dan atau bahan tes. rasional untuk digunakan dalam proses pembelajaran. dan dari melihat yang diingat 30%. Wallchart Wallchart adalah bahan cetak. Sehingga gambar tidak hanya sekedar gambar yang tidak mengandung arti atau tidak ada yang dapat dipelajari. h. Foto/gambar yang didesain secara baik dapat memberikan pemahaman yang lebih baik. dan bagaimana cara menggunakannya. tidak salah pengertian.g. diajarkan untuk berapa lama. namun dalam hal ini wallchart didesain sebagai bahan ajar. Sehingga jangan sampai gambar miskin informasi yang berakibat penggunanya tidak belajar apa-apa. Wallchart biasanya masuk dalam kategori alat bantu melaksanakan pembelajaran. Foto/gambar sebagai bahan ajar tentu saja diperlukan satu rancangan yang baik agar setelah selesai melihat sebuah atau serangkaian foto/gambar siswa dapat melakukan sesuatu yang pada akhirnya menguasai satu atau lebih KD. Bahan ajar ini dalam menggunakannya harus dibantu dengan bahan tertulis. Sebuah gambar yang bermakna paling tidak memiliki kriteria sebagai berikut: Gambar harus mengandung sesuatu yang dapat dilihat dan penuh dengan informasi/data. Sehingga.

dai. Kemampuannya itu akan menempatkan dirinya sebagai figur atau teladan. Misalnya. 4. penuh percaya diri dan tampak lebih berwibawa di hadapan para mahasiswanya. pemerintah akan membelinya dengan harga Rp 100 juta Rp 175 juta per judul. Semakin sering . dihormati. Untuk buku ajar yang dinyatakan lolos. ia dapat berbuat banyak hal dengan tulisannya. Seorang penulis buku ajar sebenarnya juga seorang misionaris. Badan Standar Nasional Pendidikan. melakukan sosialisasi penulisan buku ajar. Seorang dosen yang menguasai bahan kajian dengan baik. mubaligh. 5. adakah seorang dosen penulis buku ajar yang tegrolong miskin? 6. Ketika menulis buku ajar. Menyebar-luaskan ilmunya dengan cara yang baik. maka royalti yang dapat diterima cukup besar. seorang dosen akan dikenal dan terkenal di masyarakat akademik. yaitu: 1. Penulis adalah raja. pemerintah melalui BSNP. Transaksi dengan sistem royalti tidak kalah baiknya. yaitu pahala amal jariyah. Oleh karena itu. Menjadi teladan di lingkungan akademiknya. dan pembelajar. Ketika telah menunjukkan kemampuannya mengimplementasikan konsep pemikirannya menjadi sebuah buku ajar. Secara otomatis. Jika seorang dosen menulis dengan niat ikhlas. ia pasti akan lebih disegani. sebenarnya seorang dosen telah mempelajari bahan-kajian yang akan diajarkan. bahan kajian tersebut telah dikuasai dengan lebih baik. Memperoleh keuntungan finansial yang lebih dari cukup. maka ia tidak hanya mendapatkan keuntungan materi. Dosen yang menjadi penulis buku ajar paling tidak mempunyai 10 keuntungan. Metode yang sesuai untuk penyebar-luasan ilmu adalah dengan menuliskannya. Kebebasan berekspresi dan mengekspresikan ide-pikirannya akan membuahkan ide-ide lain yang lebih cemerlang. Menguasai bahan kajian secara lebih baik. Memperbesar kewibawaan dan kesahajaannya di depan mahasiswa. pada awal Januari 2008 lalu. Ia menjadi pribadi yang dapat mengeluarkan isi pikirannya menjadi wacana yang bermanfaat bagi orang lain. tetapi akan mendapatkan lebih dari itu. Mengkomunikasikan ide-idenya dengan cara yang leluasa. 2. Jika sebuah buku ajar dicetak 10 ribu per judul. tidak hanya jarkoni (iso ujar ora iso nglakoni). perusahaan penerbitan memberikan royalti berkisar 5% 10%. 3.KEUNTUNGAN DOSEN MENJADI PENULIS BUKU AJAR Dosen yang mampu menulis buku ajar adalah dosen yang profesional.

Dosen dapat menemukan metode pembelajaran yang paling tepat. baik teoritis maupun empiris. Untuk kenaikan pangkat dan jabatan Guru Besar. dan (3) penguasaan tentang jenis-jenis tulisan. cerita pendek. apakah ide itu ditolak. penulis akan melakukan pembandingan ilmiah. Dengan menulis buku ajar. yang akan berfungsi sebagai media tulisan. dikenal dan terkenal. dan memunculkan ideide baru. mendapatkan sertifikat sebagai pembicara. atau justru menemukan ide baru. mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman. 7. ejaan. Belajar teori menulis ilmiah itu mudah. Dalam aktivitas menulis buku. dan sebagainya. setiap penulis tidak perlu menunggu menjadi seorang penulis yang terampil. 8. Berkesempatan luas untuk menjadi pembicara. paragraf. makalah. 10. seorang dosen akan mengendapkan atau sedimentasi ide-idenya. Penulislah yang tahu apa bahan kajiannya dan bagaimana metode pembelajarannya yang paling tepat. yaitu: (1) penguasaan bahasa tulis. seperti esai. karena ia terus belajar dan mempelajari bahan-bahan kajian sesuai dengan perkembangan ilmu.penulis menuangkan ide-idenya. struktur kalimat. Menulis bukan pekerjaan yang sulit melainkan juga tidak mudah. seorang dosen akan menguasai bahanbahan kajian. artikel. dikuatkan. (2) penguasaan isi karangan sesuai dengan topik yang akan ditulis. Dosen dapat mengusulkan kenaikkan pangkat dan golongan kepegawaiannya secara cepat. Untuk memulai menulis. Akhirnya. Penulis akan berupaya mensintesis dan menyelaraskan ide-ide yang ditemukannya. menolak. . dapat diambil keputusan. pragmatik. 9. narasumber. sekurang-kurangnya ada tiga komponen penting yang saling bertalian. dan sebagainya. Seorang dosen dapat menguatkan. yaitu bagaimana merangkai isi tulisan dengan menggunakan bahasa tulis sehingga membentuk sebuah komposisi yang diinginkan. Dengan demikian diharapkan ia juga mampu menemukan metode pembelajaran yang paling sesuai. seorang dosen dituntut untuk mampu menulis Buku Ajar. tetapi untuk mempraktikkannya diperlukan kesabaran dan ketekunan. meliputi kosakata. dan lainlain. Jika ditemukan keganjilan. Ketika menulis buku ajar. Dengan cara ini. mendapatkan keuntungan uang saku. ia akan semakin pandai dan matang dalam menulis. dosen dapat mempromosikan buku ajarnya. atau tamu pada forum kajian ilmiah.

dan mengkaji referensi. . (2) tahap inkubasi. Setiap saat dapat mulai menulis buku ajar. diskusi. Dalam kegiatan ini seorang penulis harus terampil memanfaatkan grafologi. (2) menulis sebagai suatu proses dan menulis sebagai suatu produk. (3) tahap iluminasi. Maksud dan tujuan seperti itu hanya dapat dicapai dengan baik oleh dosen pembelajar yang dapat menyusun dan merangkai jalan pikiran dan menuangkannya dalam bentuk tulisan yang jelas. organisasi. sebagai hasil dari pengamatan. penelitian. Kiat-kiat teknis yang lazim ditawarkan dalam mengembangkan keterampilan menulis ilmiah adalah: (1) memahami perbedaan antara bahasa lisan dan bahasa tulis. kegiatan menulis buku ajar melibatkan empat tahap. dan komunikatif. kapanpun. meyakinkan. yaitu: (1) tahap persiapan (pra penulisan). pemakaian dan pemilihan kata. Menulis buku ajar merupakan kegiatan produktif dan ekspresif. Menjadi penulis buku ajar berarti menjadi pengubah sejarah: dari tidak tahu menjadi tahu. Menjadi penulis buku ajar hanya memerlukan satu modal: KETEKUNAN. seringkali tulisannya terasa kering. Keterampilan menulis digunakan untuk mencatat. dan (4) tahap verifikasi /evaluasi. dan dalam situasi yang bagaimanapun seorang dosen dapat mulai menulis. dan kosakata. dan (5) penerapan keterampilan menulis dalam proses pembelajaran. gaya bahasa yang digunakan monoton. dan membosankan.Seorang dosen yang rajin latihan menulis ilmiah niscaya akan menjadi seorang yang cakap dan terampil dalam bidang tulis-menulis. Fokus tulisannya tidak jelas. (4) perbedaan antara penulis terampil dan penulis yang tidak terampil. menginformasikan. Menulis buku ajar merupakan proses kreatif yang melibatkan cara berpikir divergen (menyebar). artinya. Banyak dosen mempunyai beragam ide-ide bagus di dalam pikirannya. tetapi wujud tulisan yang dihasilkan sangat bergantung pada kepiawaian penulis dalam mengungkapkan gagasan. Sebagai proses kreatif yang berlangsung secara kognitif. Akan tetapi kalau ide-ide tersebut ditulis. dan struktur kalimat. Ketekunan dapat dimiliki oleh siapapun. serta variasi kata dan kalimatnya sangat kering. kurang menggigit. dan mempengaruhi pembaca. Meskiputn secara teknis ada kriteriakriteria yang harus diikuti. merekam. dari hina menjadi mulia. Ketakutan akan kegagalan menulis yang baik harus ditinggalkan. pilihan kata-kata kurang tepat dan tidak tepat sasaran. termasuk para dosen pengampu mata kuliah. struktur bahasa. Penulis memiliki banyak gagasan yang dapat dituangkan dalam bentuk tulisan. Keempat proses ini tidak selalu disadari oleh para penulis buku ajar. (3) struktur generik wacana tulis. dari miskin menjadi kaya. Kejelasan ini bergantung pada pikiran. melaporkan. dimanapun. lancar.

Jika motivasi kuat untuk menjadi penulis sudah dimiliki. 4. buku diklasifikasikan menjadi dua jenis. Materi ini harus disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Untuk menjadi penulis buku ajar. 3. dan eksklusivisme. Peta konsep adalah sistematika pendistribusian bahan kajian yang mengacu pada SKKD . atau buku panduan belajar. Jika itu sudah dimiliki. Membaca dan menelaah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD). 5. Buku siap diperbanyak. Merefleksikan koherensi bahan kajian dalam satu pokok bahasan untuk ditemukan kekurangan. Mengumpulkan bahan kajian (materi) yang relevan dengan SKKD untuk dijabarkan sesuai dengan peta konsep. Berdasarkan tujuannya. buku paket. 2. 8. Memahami kriteria ajar yang telah ditetapkan. Minta pertimbangan pihak lain untuk memberi kritikan atau koreksi. kegunaan. seorang penulis buku tinggal memilih jenis buku yang akan ditulisnya. Buku ajar adalah buku yang digunakan dalam proses pembelajaran. 9. seorang dosen dapat segera mulai menulis. Membaca buku ajar yang telah dinyatakan dipublikasi agar memperoleh inspirasi dan dapat membuat modifikasi. dapat diawali dengan tahapan-tahapan berikut: 1. Buku ajar kadangkala disebut buku teks. Menyusun peta konsep. 7. kemenarikan. buku materi. SKKD adalah standar isi buku yang mengacu kepada kurikulum yang sedang digunakan. . 6. aktualitas. Akan lebih baik jika diawali dari tingkat kebahasaan yang dikuasai. Mengembangkan bahan kajian sesuai dengan peta konsep. yaitu buku ajar dan buku pengayaan.

Oleh karena itu. Untuk menghindari keadaan yang demikian. Jika naskah buku belum dapat diterbitkan. 3. Jika penerbit mulai tertarik. Dengan mengikuti kegiatan tersebut dapat diperoleh informasi tentang buku yang best-seller dengan segala kelebihannya. yaitu: beli putus atau royalti. 5. 1. khususnya editor. 6. Beli putus artinya naskah dibeli tunai dan hak cipta telah berpindah tangan. sebaiknya semua saransaran harus diikuti semaksimal mungkin. diskusi. dan lain-lain. Sampaikan bahwa Anda mempunyai naskah buku yang menarik dan belum ada pesaingnya. internet. dan penerbit. Hal ini diperlukan untuk menjalin komunikasi dan mempermudah langkah menuju dunia penerbitan. disarankan untuk selalu mengikuti even atau kegiatan lomba/sayembara menulis. resensator. Jika naskah perlu perbaikan atau revisi. Anda harus menindak-lanjuti dengan komunikasi yang lebih intensif. seorang dosen juga perlu menambah wawasan tentang dunia publishing. Royalti untuk penulis berbeda-beda. bedah buku. 2. yaitu keuntungan atau profit. atau diproduksi sendiri. Alamat penerbit juga dapat dilacak dari beragam media masa publik. Setiap penerbit mempunyai karakteristik atau spesifikasi sendiri. kritikus. Anda akan diberi dua. Keinginan untuk berbagi ilmu dengan sesama kolega dosen dan dengan para mahasiswa niscaya kandas di tengah jalan kalau buku ajar tidak diterbitkan. Namun. Agar produktivitas menulis semakin baik. Jika penerbit belum tertarik. royalti penulis Indonesia berkisar 5% 10% dari harga buku. mintalah nomor telepon dan alamat penerbit agar suatu saat dapat berkomunikasi lagi.5. Biasanya berkaitan dengan tujuan sebuah penerbitan. perlu dilakukan beberapa hal berikut ini. Editor adalah orang yang akan mengemas buku Anda sesuai karakteristik penerbit atau perusahaan. Kedua sistem ini mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. . Dosen penulis buku ajar harus rajin bersosialisasi dengan kalangan penulis. LIKA-LIKU PENERBITAN (PUBLISHING) BUKU AJAR Sudah siapkah naskah buku ajar diterbitkan? Seorang penulis buku niscaya merugi kalau naskahnya tidak dipublikasikan. 4. Anda dapat menjualnya melalui iklan. Setelah naskah dianggap baik. Sistem royalti yaitu sistem bagi hasil sesuai dengan jumlah buku yang terjual.

Jika Anda telah terkenal dan dikenal. Jangan kikir berbagi informasi ilmiah. peliharalah nama baik Anda dengan selalu konsisten terhadap ilmu yang telah Anda tulis.7. banyak memberi senantiasa akan banyak menerima. Jika suatu saat Anda diundang untuk mengikuti forum ilmiah. Buku dikatakan best seller pasti mempunyai kelebihan yang tidak ditemukan dalam buku lain. 8. . 9. Jika ada pihak lain mengajak untuk berkolaborasi atau bekerja sama menulis buku ajar. manfaatkanlah even itu untuk mempromosikan kemampuan Anda menulis buku ajar. Dosen seyogyanya juga sering membaca buku best seller. kesempatan itu jangan disia-siakan. Bersikaplah ringan kaki untuk pergi menyampaikan kebenaran. 10.

1967. Soedomo Hadi. Azis Hoesein. Permendiknas No. Writing With a Purpose. Partoyo. Jujun S. Oemar Hamalik. Sosialisasi Penilaian Standar Buku Teks Pelajaran 2008 (Periode 1). . Ilmu dalam Prespektif. New York: Macmillan Publishing Company. 1. Menjadi Guru Profesional. (1996). Suriasumantri. dkk. 22/2006 tentang Standar Isi._ Tompkins. Upaya Meningkatkan Minat dan Kompetensi Menulis Karangan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Pendekatan CTL (PTK. Pusbuk Depdiknas. David. Makalah disajikan pada Temu Konsultasi dalam rangka Koordinasi dan Pembinaan Kepegawaian Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Remaja Rosdakarya. Nunan. Permendiknas No. Moh. 1991. Jakarta : Depdikbud. Bandung: PT. Suhardjono. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. 24/2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan. 2008.DAFTAR PUSTAKA McCrimmon. Pendidikan (Suatu Pengantar). Dikdasmen. Teaching Writing Balancing Process and Product. Gail E. 2007. Jakarta: Bumi Aksara. (ed) (1981). 2005. Depdiknas. Boston: Houghton Mifflin Company. 23 November 2005. New York: Prentice Hall. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Widyaiswara. 2005. Language Teaching Methodology. Biro Kepegawaian. Tesis). Suhardjono. 2003. Jakarta: Gramedia. h. Karya Tulis Ilmiah sebagai Kegiatan Pengembangan Profesi Guru. 1990. Solo : Pusbuk-Ikapi Jawa Tengah. Kurikulum dan Pembelajaran. Surakarta : UNS. James M. Uzer Usman. Jakarta. Surakarta: LPP dan UNS Press. Permendiknas No.

modul tidak dapat dinilai untuk bidang B Tidak dapat dimasukan ke dalam bidang B tetapi Bid. diktat.BEBERAPA CONTOH BENTUK BUKTI YANG DILAMPIRKAN DOSEN DALAM RANGKA PENILAIAN KARYA ILMIAH (BIDANG PENELITIAN) N0 1 BUKTI YANG DILAMPIRKAN a. C. Disertasi dan/atau tesis merupakan bagian atau syarat untuk lulus S3 dan/atau S2 Disertasi (asli) yg dipublis dikategorikan = disertasi Untuk bisa dinilai materi disertasi harus ditulis ulang dan dipublis di jurnal atau buku Sering 2 sering 3 jarang 4 Disertasi yang dipublikasikan sering 5 Buku laporan hasil penelitian yg tdk dipublis tanpa bukti pendokumenta-sian dan rekomd pakar/guru besar Sangat sering Harus dibubuhi bukti pendokumen-tasian dari perpustakaan PT atau Dept dan rekom pakar/GB Ket : sangat sering = diketemukan setiap kalli penilaian dgn kasus lebih dari satu sering = diketemukan hampir setiap periode penilaian jarang = diketemukan pada 1 -2 periode penilaian . Tesis (asli) FREK KETERANGAN Buku ajar. dan. Modul Buku petunjuk praktis dalam penerapan teknologi tertentu a. Diktat c. Disertasi (asli) b. Buku ajar b.

Makalah atau laporan penelitian tan-pa identitas waktu dan tujuan penu-lisan/pembuatan sering Setiap karya ilmiah harus jelas tujuan pembuatannya (ditulis dlm rangka apa. 8 a. Ringkasan laporan penelitian sering Abstrak saja atau ringkasan saja tdk termasuk kategori karya ilmiah yg berdiri sendiri krn merpkn bagian dari makalah atau lap penelitian 9 Fotokopi artikel pada jurnal ilmiah sering tanpa cover dan daftar isi Bukti karya ilmiah yg dimuat dlm jurnal dpt brp aslinya atau fotokopi yg dilengkapi cover dan dafar isi 10.N0 BUKTI YANG DILAMPIRKAN FREK 6 Terjemahan buku atau artikel ilmiah sering untuk bahan kuliah yg tidak dipublis KETERANGAN Untuk bisa dinilai sebagai karya ilmiah harus diterbitkan dan diedarkan secara nasional 7 GBPP matakuliah jarang GBPP merupakan kelengkapan yg harus dibuat dalam penyelenggaraan suatu mata kuliah. untuk memenuhi apa) dan waktu (tahun) pembuatannya Ket : sangat sering = diketemukan setiap kalli penilaian dgn kasus lebih dari satu sering = diketemukan hampir setiap periode penilaian jarang = diketemukan pada 1 -2 periode penilaian . Abstrak makalah b.

Adjective phrase. prosedur. Berkomunikasi lisan dan tertulis menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan/atau monolog terutama berkenaan dengan wacana berbentuk naratif..ALUR ANALISIS PENYUSUNAN BAHAN AJAR Standar Kompetensi 1. .1. Kompetensi Dasar Indikator 1.Lainnya BAHAN AJAR LKS Modul Kaset dll. report. Mengidentifikasi adjective phrase. spoof/recount. Teks berbentuk report. dan news item. Kegiatan Pembelajaran Materi Pembelajaran Mendiskusikan teks report yang didengar. Mengidentifik asi kelompok kata sifat . Mendengarkan Memahami wacana transaksional dan interpersonal ringan dan/atau monolog lisan terutama berkenaan dengan wacana berbentuk report.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful