Kasus Manajemen Strategi HM.Sampoerna. BAB I PENDAHULUAN A. PROFIL PERUSAHAAN PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.

(”Sampoerna”) didirikan di Indonesia pada tanggal 19 Oktober 1963 berdasarkan Akta Notaris Anwar Mahajudin, S.H., No. 69. Akta Pendirian Sampoerna disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. J.A.5/59/15 tanggal 30 April 1964 serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 94 tanggal 24 Nopember 1964, Tambahan No. 357. Anggaran dasar Sampoerna telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H. No. 107 tanggal 15 Desember 2009 dalam rangka menyesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perubahan Anggaran Dasar ini sudah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0006503.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 26 Januari 2010. Ruang lingkup kegiatan Sampoerna meliputi industri dan perdagangan rokok serta investasi saham pada perusahaan-perusahaan lain. Kegiatan produksi rokok secara komersial telah dimulai pada tahun 1913 di Surabaya sebagai industri rumah tangga. Pada tahun 1930, industri rumah tangga ini diresmikan dengan dibentuknya NVBM Handel Maatschapij Sampoerna. Sampoerna berkedudukan di Surabaya, dengan kantor pusat berlokasi di Jl. Rungkut Industri Raya No. 18, Surabaya, serta memiliki pabrik yang berlokasi di Surabaya, Pandaan, Malang dan Karawang. Sampoerna juga memiliki kantor perwakilan korporasi di Jakarta. Saham Sampoerna tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode perdagangan sahamnya HMSP. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (“Sampoerna”) merupakan salah satu produsen rokok terkemuka di Indonesia. PT HM Sampoerna Tbk. memproduksi sejumlah merek rokok kretek yang dikenal luas, seperti Sampoerna Kretek (sebelumnya disebut Sampoerna A Hijau), A Mild, serta “Raja Kretek” yang legendaris Dji Sam Soe. PT HM Sampoerna Tbk. adalah afiliasi dari PT Philip Morris Indonesia dan bagian dari Philip Morris International, produsen rokok terkemuka di dunia. Misi PT HM Sampoerna Tbk. adalah menawarkan pengalaman merokok terbaik kepada perokok dewasa di Indonesia. Hal ini PT HM Sampoerna Tbk. lakukan dengan senantiasa mencari tahu keinginan konsumen, dan memberikan produk yang dapat memenuhi harapan mereka. PT HM Sampoerna Tbk. bangga atas reputasi yang PT HM Sampoerna Tbk. raih dalam hal kualitas, inovasi dan keunggulan. Pada tahun 2009, Sampoerna memiliki pangsa pasar sebesar 29,1% di pasar rokok Indonesia, berdasarkan hasil AC Nielsen Retail Audit-Indonesia Expanded. Pada akhir 2009, jumlah karyawan Sampoerna dan anak perusahaan mencapai sekitar 28.300 orang. Sampoerna mengoperasikan enam pabrik rokok di Indonesia dan Sampoerna menjual dan mendistribusikan rokok melalui 59 kantor penjualan di seluruh Indonesia B. SEJARAH SAMPOERNA Sejarah dan keberhasilan PT HM Sampoerna Tbk. (”Sampoerna”) tidak terpisahkan dari sejarah keluarga Sampoerna sebagai pendirinya. Pada tahun 1913, Liem Seeng Tee, seorang imigran asal Cina, mulai membuat dan menjual rokok kretek linting tangan di rumahnya di Surabaya, Indonesia. Perusahaan kecilnya tersebut merupakan salah satu perusahaan pertama yang memproduksi dan memasarkan rokok kretek maupun rokok putih. Popularitas rokok kretek tumbuh dengan pesat. Pada awal 1930-an, Liem Seeng Tee mengganti nama keluarga sekaligus nama perusahaannya menjadi Sampoerna, yang berarti ”kesempurnaan”. Setelah usahanya berkembang cukup mapan, Liem Seeng Tee memindahkan tempat tinggal keluarga dan pabriknya ke sebuah kompleks bangunan yang terbengkalai di Surabaya yang kemudian direnovasi olehnya. Bangunan tersebut kemudian juga dijadikan tempat tinggal keluarganya, dan hingga kini, bangunan yang dikenal sebagai Taman Sampoerna tersebut masih memproduksi kretek linting tangan. Bangunan tersebut kini juga meliputi sebuah museum yang mencatat sejarah keluarga Sampoerna dan usahanya, serta merupakan salah satu tujuan wisata utama di Surabaya. Generasi ketiga keluarga Sampoerna, Putera Sampoerna, mengambil alih kemudi perusahaan pada tahun 1978. Di bawah kendalinya, Sampoerna berkembang pesat dan menjadi perseroan publik pada tahun 1990 dengan struktur usaha modern, dan memulai masa investasi dan ekspansi. Selanjutnya Sampoerna berhasil memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia. Keberhasilan Sampoerna menarik perhatian Philip Morris International Inc. (“PMI”), salah satu perusahaan rokok terkemuka di dunia. Akhirnya pada bulan Mei 2005, PT Philip Morris Indonesia, afiliasi dari PMI, mengakuisisi kepemilikan mayoritas atas Sampoerna. Jajaran Direksi dan manajemen baru yang terdiri dari gabungan profesional Sampoerna dan PMI meneruskan kepemimpinan Perseroan dengan menciptakan sinergi operasional dengan PMI, sekaligus tetap menjaga tradisi dan warisan budaya Indonesia yang telah dimilikinya sejak hampir seabad lalu.

C. Produksi Rokok Dari Lahan Pertanian Hingga Pabrik Setelah dipanen dan dikeringkan, tembakau dan cengkeh dibawa ke lokasi pabrik. Tembakau biasanya disimpan hingga selama 3 tahun dalam lingkungan terkontrol untuk membantu meningkatkan cita rasanya. Cengkeh juga melewati proses penyimpanan serupa hingga selama satu tahun sebelum diproses menjadi “cengkeh rajang” (cut clove). Tembakau yang telah disimpan akan diproses terlebih dahulu sebelum dicampur dengan cengkeh rajangan yang telah kering, kemudian dijadikan racikan rokok yang akan dilinting menjadi rokok. Racikan yang telah selesai, yang biasa disebut “cut filler,” disimpan dalam lumbung berukuran besar sebelum memasuki proses produksi rokok. Rokok kretek dapat berupa sigaret kretek tangan (SKT) atau sigaret kretek mesin (SKM). Salah satu keunikan industri kretek Indonesia ialah masih digunakannya metode pelintingan secara manual dengan tangan, dimana para pekerja melinting produk rokok kretek dengan sangat cepat, bahkan hingga dapat mencapai 350 batang per jam. Fasilitas Linting-tangan dan Buatan mesin Produksi sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin terdiri dari tiga tahapan: • Pemrosesan daun tembakau; • Produksi rokok; • Dan pengemasan serta persiapan distribusi. Dalam tiap tahapan produksi, pengendalian mutu yang sangat cermat memegang peranan penting untuk memastikan bahwa setiap batang rokok dibuat dengan standar tertinggi. Setelah siap, rokok kemudian dikemas dan dikirimkan untuk proses distri D. Anggota keluarga Sampoerna pemimpin perusahaan 1. Liem Seeng Tee (1893–1956) Liem Seeng Tee adalah pendiri PT. HM Sampoerna, sebuah perusahaan rokok besar di Indonesia. Dia adalah generasi pertama dari keluarga Sampoerna; ayah dari Aga Sampoerna dan kakek dari Putera Sampoerna. Liem Seeng Tee dan istrinya Siem Tjiang Nio mendirikan Sampoerna pada tahun 1913 di Surabaya. 2. Aga Sampoerna Setelah masa tersebut, putra Liem, Aga Sampoerna mengambil alih kepemimpinan dan membangkitkan kembali perusahaan tersebut dengan manajemen yang lebih modern. Nama perusahaan juga berubah seperti namanya yang sekarang ini. Selain itu, melihat kepopuleran rokok cengkeh di Indonesia, dia memutuskan untuk hanya memproduksi rokok kretek saja. 3. Putera Sampoerna Generasi berikutnya,adalah generasi yang membawa PT. Sampoerna melangkah lebih jauh dengan terobosan-terobosan yang dilakukannya, seperti perkenalan rokok bernikotin rendah, A Mild dan perluasan bisnis melalui kepemilikan di perusahaan supermarket Alfa, dan untuk suatu saat, dalam bidang perbankan. 4. Michael Sampoerna Pada tahun 2000, Michael, masuk ke jajaran direksi dan menjabat sebagai CEO. Pada Maret 2005, perusahaan ini kemudian diakuisisi oleh Philip Morris. Philip Morris adalah produsen rokok asal Amerika Serikat dengan keahlian pada produk rokok putih seperti Marlboro, Virginia Slims, dan Benson & Hedges. Bagi perusahaan itu, investasi di Sampoerna adalah kesempatan besar untuk masuk dalam jajaran lima besar dunia dengan memulai mempelajari industri rokok kretek. Setelah akusisi 40 persen saham selesai, Philip Morris akan melakukan tender untuk pembelian sisa saham lain di HM Sampoerna. BAB II PEMBAHASAN A. Visi dan Misi Sampoerna Visi PT HM Sampoerna Tbk. (”Sampoerna”) terkandung dalam “Falsafah Tiga Tangan”. Falsafah tersebut mengambil gambaran mengenai lingkungan usaha dan peranan Sampoerna di dalamnya. Masing-masing dari ketiga ”Tangan”, yang mewakili perokok dewasa, karyawan dan mitra bisnis, serta masyarakat luas, merupakan pihak yang harus dirangkul oleh Sampoerna untuk meraih visi menjadi perusahaan paling terkemuka di Indonesia. Sampoerna meraih ketiga kelompok ini dengan cara sebagai berikut: 1. Memproduksi rokok berkualitas tinggi dengan harga yang wajar bagi perokok dewasa Sampoerna berkomitmen penuh untuk memproduksi sigaret berkualitas tinggi dengan harga yang wajar bagi konsumen dewasa. Ini dicapai melalui penawaran produk yang relevan dan inovatif untuk memenuhi selera konsumen yang dinamis. 2. Memberikan kompensasi dan lingkungan kerja yang baik kepada karyawan dan membina hubungan

dijual. Memberikan sumbangsih kepada masyarakat luas Kesuksesan Sampoerna tidak terlepas dari dukungan masyarakat di seluruh Indonesia. serta mengurangi produksi limbah. serta pada masyarakat petani yang memasok tembakau pada PT HM Sampoerna Tbk.  PT HM Sampoerna Tbk bekerja sama dengan pemasok. kegiatan suka rela dan dukungan terhadap berbagai lembaga nirlaba. dan PT HM Sampoerna Tbk mempertahankan kerjasama yang erat dengan mereka untuk memastikan vitalitas dan ketahanan mereka. Penanggulangan Bencana Untuk menanggulangi bencana alam PT Sampoerna membentuk Tim Sampoerna Rescue (SAR). B. Bagi PT HM Sampoerna Tbk. Di mana perusahaan ini melakukan proses manufaktur. berinvestasi pada kesejahteraan masyarakat tak kalah pentingnya dengan investasi pada masa depan bisnis. dan pemerintah untuk mengatasi masalah pekerja anak dan pelanggaran lainnya di pasar tenaga kerja yang terkait dengan rantai pasokan PT HM Sampoerna Tbk. Jawa Timur. Selain itu PT Sampoerna juga memberikan bantuan air bersih untuk masyarakat yang terkena bencana. menganggap sangat serius kinerja sosial perusahaan ini:  PT HM Sampoerna Tbk mengomunikasikan dampak negatif merokok terhadap kesehatan. Program Tanggung Jawab Sosial PT HM Sampoerna Tbk • Cara PT HM Sampoerna Tbk Beroperasi PT HM Sampoerna Tbk adalah salah satu perusahaan rokok terkemuka di Indonesia dengan fasilitas pabrikan dan kantor penjualan di berbagai daerah di Indonesia.  PT HM Sampoerna Tbk. Kompensasi. mengurangi emisi gas rumah kaca. dan pihak pengecer untuk memerangi perdagangan ilegal rokok palsu dan selundupan.baik dengan mitra usaha Karyawan adalah aset terpenting Sampoerna.  PT HM Sampoerna Tbk bekerja sama dengan pembuat kebijakan. mitra usaha PT HM Sampoerna Tbk juga berperan penting dalam keberhasilan PT HM Sampoerna Tbk.. Karena itulah PT HM Sampoerna Tbk. pendidikan. pelestarian lingkungan. Dalam memberikan sumbangsih. 3. baik secara lokal ataupun global. PT HM Sampoerna Tbk mendukung berbagai program tanggung jawab sosial untuk meningkatkan kondisi hidup di lingkungan tinggal dan kerja para karyawan PT HM Sampoerna Tbk. Tim tersebut telah diikutsertakan untuk melakukan penanganan bencana alam di berbagai daerah di Indonesia.  PT HM Sampoerna Tbk mendukung pelaksanaan dan pemberlakuan tegas ketentuan yang mengatur usia minimum pembelian produk tembakau. ketenagakerjaan. lingkungan kerja dan peluang yang baik untuk pengembangan adalah kunci utama membangun motivasi dan produktivitas karyawan. pelestarian lingkungan dan penanganan bencana alam. perusahaan ini selalu menerapkan standar tertinggi untuk memastikan kualitas prima yang diharapkan para perokok merek perusahaan ini. (”Sampoerna”). Di sisi lain. pendidikan. Pendidikan Sampoerna berfokus dalam memberikan akses lebih besar terhadap materi pendidikan melalui Pusat Pembelajaran Masyarakat dan Mobil Pustaka di daerah sekitar pabrik di Jawa Timur dan Jawa Barat. tetapi juga mencakup cara perusahaan ini berbisnis dan berinteraksi dengan dunia di luar kantor PT HM Sampoerna Tbk. Sejumlah bidang utama pemberian dukungan PT HM Sampoerna Tbk adalah pengentasan kemiskinan. PT HM Sampoerna Tbk memfokuskan pada kegiatan pengentasan kemiskinan. dipandu oleh prinsip dasar yang sama. PT HM Sampoerna Tbk juga bekerjasama erat bersama pengecer dan mitra lain untuk menerapkan program pencegahan merokok di kalangan anak dan remaja. 2.  PT HM Sampoerna Tbk bekerja sama dengan petani dan pemasok untuk mengembangkan pertanian tembakau berkelanjutan.  PT HM Sampoerna Tbk telah menerapkan kebijakan dan program untuk secara konsisten mengurangi dampak lingkungan. PT HM Sampoerna Tbk. lembaga masyarakat.Di setiap negara tempat produk PT HM Sampoerna Tbk. Operasional perusahaan ini sehari-hari tidak hanya meliputi produksi rokok. . Sampoerna juga mengoperasikan perpustakaan karyawan di pabrik Surabaya. Salah satu tujuan utama perusahaan ini adalah menjadi perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial.  PT HM Sampoerna Tbk mendukung kerangka regulasi rokok yang menyeluruh dan memperhatikan tujuan kesehatan masyarakat. • Empat pilar Program Tanggung Jawab Sosial PT HM Sampoerna Tbk 1. pendapatan negara dan prediktabilitas industri. dengan mengurangi penggunaan sumber daya alam. lembaga penegak hukum. penanggulangan bencana dan kegiatan sosial karyawan. berkontribusi untuk meningkatkan kehidupan masyarakat lokal melalui kegiatan sosial yang berkelanjutan.

Sampoerna mendukung Program Pelestarian Mangrove di Surabaya dan penanaman kembali hutan di Pasuruan dan Lombok untuk mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan. IBL. Dengan adanya budaya perusahaan yang baik maka perusahaan akan mampu bertahan dan berkembang lebih baik lagi.4 %.  Budaya Perusahaan Budaya perusahaan dalam tubuh sampoerna sudah menjadi spirit d‟corps sampoerna. Sampoerna memiliki capital yang cukup besar dan jaminan tersedianya modal dibawah naungan perusahaan rokok raksasa dunia.  Nilai capital yang besar Setelah Philip Morris menjadi pemilik dominan saham perusahaan. Jak Jazz dan Soundrenaline. Strength  Kualitas Bahan Baku Kualitas bahan baku rokok sampoerna sudah terpercaya. Kredibilitas Sampoerna tidak dibangun dalam semalam. Sampoerna juga membangun usaha mikro dan kecil.  Modal yang cukup besar untuk mengadakan event berkala seperti A mild live wanted. tetapi melalui jalan yang panjang dan berbagai prestasi yang telah ditorehkan. Java Jazz. Dalam kegiatan sehari-hari budaya perusahaan tersebut menjiwai seluruh aktifitas karyawan sehingga kinerja karyawan menjadi lebih efektif dan efisien.  Menguasai pangsa pasar Produk-produk rokok sampoerna secara keseluruhan menguasai pangsa pasar rokok Indonesia dengan pangsa pasar 24. memudahkan perusahaan untuk menjalankan strategi pemasaran dan kegiatan operasional perusahaan. posisi runner-up Gudang Garam 23. 1 di luar negeri untuk saat ini. Pengalokasian yang dipakai sampoerna banyak dipakai untuk membuat suatu event.  Kalahnya pangsa pasar SKM filtered dari para pesaing Walaupun Dji Sam Soe Filtered memilki kualitas tembakau dan cengkeh yang tidak kalah dari para pesaing. ANALISIS SWOT PT HM SAMPOERNA TBK 1. . Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pada tahun 2006. Liga voli Proliga. PPKSampoerna menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan untuk mendorong pengembangan usaha kecil di masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik Sampoerna dan di sejumlah daerah lain di Jawa Timur dan Lombok. Kredibilitas perusahaan inilah yang menjadi dasar terbentuknya trust „kepercayaan‟ dari para stakeholder yang terbukti menjadi poin krusial dalam pengembangan suatu bisnis.  Kredibilitas Perusahaan Perusahaan yang telah berdiri hampir mencapai seratus tahun pastinya memiliki kredibilitas perusahaan yang baik. Pasuruan. Djarum. 2.2 %.  Kurang diminatinya produk rokok SKM mild di Internasional Para perokok luar negeri sudah terbiasa dengan rokok putih dan sudah candu dengan rasa yang diberikan oleh rokok putih. tetapi perbedaan harga membuat Dji Sam Soe filter tidak bias menggeser kedudukan Gudang Garam Internasional dari peringkat pertama dan minimnya distribusi dan promosi membuat sangat memperkokoh posisi Gudang Garam Internasional sebagai Champion. Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pendidikan. Sampoerna mendirikan sekolah bisnis yaitu Sampoerna School of Business dan Akademi Putera Sampoerna Foundation atau lebih dikenal sebagai Sampoerna Foundation adalah sebuah yayasan nirlaba yang didirikan oleh Putera Samporna beserta para pemegang saham PT HM Sampoerna lainnya didirikan pada tahun 2001 bertujuan untuk peningkatan pendidikan nasional di Indonesia 3.Memberikan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa di berbagai sekolah dan perguruan tinggi. kualitas bahan baku menjadi andalan sampoerna untuk bersaing dengan empat perusahaan rokok besar Indonesia lainnya (Gudang garam. Jawa Timur. Bentoel Prima dan Wismilak). Weakness  Harga yang cukup mahal Harga yang cukup mahal Harga yang cukup mahal menjadi kelemahan sampoerna yang sangat terlihat dimata competitor. kehadiran rokok kretek mild tidak bias menggeser kedudukan rokok putih sebagai rokok no. Harga cukup mahal ini bersala dari biaya promosi yang besar dan bahan baku yang mahal. Selain itu untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. 4. Dengan tersedianya dana yang besar. COPA Dji Sam Soe.6 dan pada peringkat ketiga Djarum 20. baik negeri maupun swasta. Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna (PPKSampoerna) mulai beroperasi di dekat pabrik yang berada di Sukorejo. Keberlangsungan Lingkungan Melalui kerja sama dengan beberapa organisasi lingkungan.

Dengan adanya event berkala tersebut sampoerna harus menyediakan dana yang cukup besar  Lambatnya pertumbuhan rokok Avolution Rokok Avolution yang seharus menjadi harapan agar dapat bersaing dengan rokok putih.  Banyaknya spot yang terdapat pada event untuk mempromosikan produk baru Banyaknya event yang diadakan sampoerna menjadi kesempatan bagi sampoerna untuk mempromosikan produk baru tanpa dipungut biaya advertising. memungkinkan Sampoerna untuk mengembangkan produk baru apabila ada pasar yang cocok. Soundrenaline dan Amild live wanted) dengan jangka waktu setahun sekali event tersebut dilaksanakan. Meningkatnya jumlah anak muda yang merokok dan banyak strategi yang diluncurkan produsen LTLN untuk menarik para anak muda dengan event music menyebabkan banyaknya anak muda yang menggemari rokok LTLN. IBL. memberikan angin perubahan untuk industry rokok dimasa mendatang karena anak muda yang merokok LTLN saat ini tidak bias pindah ke merk lain dikarenakan dia sudah candu dari rasa yang diberikan rokok tersebut. akan meningkatkan brand awareness yang dimiliki produk tersbut sehingga memudahkan produk itu dikenal dan diingat customer. Besarnya kemungkinan pindah sangat tinggi karena tingginya kesadaran akan kesehatan dan rasa dari rokok sampoerna memiliki kemiripan dengan rokok SKM GG Internasional dan Djarum Super. Dengan banyaknya event. kecanduan tersebut membuat seseorang tidak bias pindah ke produk lain. Proliga. Gudang Garam ada Surya Signature. dari kubu Bentoel Prima ada Starmild yang berada di posisi ketiga pangsa pasar rokok mild.  Tingginya pajak rokok Tingginya pajak rokok membuat rendahnya daya beli masyarakat terhadap rokok sehingga terjadi penurunan permintaan rokok. Opportunity  Masuknya Philip Morris sebagai mitra bisnis Masuknya Philip Morris yang notabenenya termasuk perusahaan rokok besar dunia. dari pihak Djarum lahir LA Light. Tingginya kesadaran kesehatan masyarakat dan gaya hidup yang menganggap rokok LTLN lebih keren memungkinkan perubahan trend pada industry rokok. banyak dari produsen rokok mulai merambah pangsa pasar rokok mild. Untuk saat ini produsen rokok besar sudah memproduksi rokok mild. Rokok Avolution yang seharusnya harapan dilihat dari launchingnya yang sangat luar biasa utnuk industry rokok Indonesia.  Bertambahnya competitor rokok jenis mild Pangsa pasar rokok mild yang menjanjikan di masa depan memungkinkan munculnya pendatang baru dalam persaingan industry rokok mild. tetapi yang terjadi pertumbuhan rokok tersebut sangat lambat.terlebih lagi event yang dibuat adalah event berkala (Java Jazz. COPA. akhirnya malah memberikan kerugian dan memberikan dampak yang negative. 3. 4. memudahkan sampoerna untuk mengekspansi bisnisnya ke International melalui bantuan perusahaan Philip Morris  Trend pasar positif untuk rokok Low Tar Low Nicotine (LTLN) di Indonesia Perlu diketahui lagi bahwa rokok akan menyebabkan kecanduan dan kecanduan tersebut tidak hanya karena rokoknya tetapi juga karena rasa yang diberikan oleh rokok tersebut. permintaan turun dan profit menurun. Threats  Regulasi dan perda mengenai anti-rokok Perda ini memungkinkan penurunan jumlah perokok dan permintaan atas rokok yang terjadi disuatu daerah yang memiliki perda anti-rokok. Dilihat dari pengertian diatas.  Berkurangnya event yang disponsori perusahaan rokok Berkurangnya event yang disponsori rokok merupakan impact dari mindset masyarakat yang . dapat disimpulkan bahwa perokok telah menjadi menyumbang laba tetap untuk perusahan rokok. yang cukup mengancam Sampoerna saat ini. akhirnya ada yang tersingkir dari persaingan tersebut. tetapi yang terjadi produk ini tidak memberikan laba yang sesuai harapan seiring berjalannya waktu.  Beralihnya customer rokok competitor ke rokok LTLN Sampoerna.  Kemungkinan produk baru Besarnya modal yang dimiliki sampoerna dan kerjasamanya dengan Philip Morris.  Kompetitor dari rokok jenis Mild Dilihat dari trend positif rokok mild. sudah terhitung ada tujuh event besar yang harus didanai setiap tahunnya. Tingginya kesadaran akan kesehatan masyarakat memungkinkan pindahnya customer rokok GG dan Djarum ke rokok LTLN Sampoerna atau A mild. bahkan produsen rokok kecil seperti Nojorono Tobacco Indonesia ikut meramaikan industry rokok Indonesia dengan mengusung produk Class Mild yang menduduki peringkat runner-up. Bertambahnya competitor menambah ketatnya persaingan rokok di Indonesia. Jak jazz.

O3) Pada event yang berskala besar adakan promosi besar-besaran untuk meningkatkan awareness customer. Banyaknya spot yang terdapat pada event untuk mempromosikan produk baru 4. Berkurangnya event yang disponsori oleh industry rokok Strategi yang dapat digunakan SO Strategy (S1.03) Promosi besar-besaran untuk menigkatkan brand awareness dan ekspansi bisnis.T3) Kendalikan pangsa pasar dengan menurunkan harga mild. (W1.O1) Berusaha untuk mencari investor. . Budaya Perusahaan 5. SO Strategy (S5.T1) Ikut dalam kampanye anti-rokok untuk meningkatkan awareness (S2. (W4. Regulasi dan perda mengenai anti-rokok 2. sebutkan diatas.05) melakukan strategi merebut customer (S2. Kompetitor dari rokok jenis Mild 3. Dengan berkurangnya event yang disponsori perusahaan rokok membuat perusahaan rokok sulit untuk mempromosikan produknya dan seiring berjalannya waktu tingkat awareness akan berkurang. 5. Trend pasar positif untuk rokok Low Tar Low Nicotine (LTLN) diIndonesia 3.dibawah naungan Philip morris memudahkan sampoerna untuk mencari modal. Kredibilitas perusahaan 4.O2) Lebih memfokuskan strategi untuk mempertahankan mild sebagai tren saat ini (W2. Tingginya pajak rokok 5. Bertambahnya competitor rokok jenis mild 4. Kemungkinan lahirnya produk baru 5. (S3. Modalyang cukup besar untuk mengadakan event berkala. dapat di perinci menjadi beberapa inti yakni sebagai berikut:  Strength 1. (S1.T4) adakan riset untuk mencari bahan baku yang lebih murah. Menguasai pangsa pasar 3.O1) Atur strategi untuk mempromosikan Avolution di luar negeri melalui bantuan perusahaan Philip Morris (W3. tingkatkan penawaran dalam negeri. Kurang diminatinya produk rokok kretek mild di Internasional 3. (S3.O4) Inovasi terbaru produk untuk target mancanegara (S4.O5) Tekankan Finest Quality kepada customer dan buat persepsei finest Quality tersebut melalui media promosi. Nilai capital yang besar  Weakness 1. Masuknya Philip Morris sebagai mitra bisnis 2.O4) Buat Inovasi terbaru untuk membuat rokok putih. (S5.T1) Membuat Strategi CSR untuk menghadapi perda rokok.T2) Pertahankan customer dan bangun persepsi di customer bahwa sampoerna The Finest Quality OW Strategy (W2.O2)Tetap mempertahankan pangsa pasar mild yang sedang trend saat ini OW Strategy (W5.T4) Kurangi penawaran mild untuk luar negeri karena bea cukai yg mahal.mendukung anti-rokok dan ingin mengurangi promosi rokok yang terdapat pada event khususnya event anak muda.T2) Melakukan penetrasi pasar untuk produk SKM filter (W1. (W3. Lambatnya pertumbuhan rokok Avolution  Opportunity 1. Kualitas Bahan Baku 2. Beralihnya customer competitor ke rokok (LTLN) Sampoerna  Threath 1. Kalahnya pangsa pasar SKM filtered dari para pesaing 4. Harga yang cukup mahal 2. HASIL ANALISIS Dari analisis SWOT yang PT HM Sampoerna Tbk.T5) Berusaha untuk mendapatkan sponsor melalui syarat tertentu (S5.

Yang ada hanya berbagai survey dan riset yang melibatkan konsumen. Blue Ocean Strategy yang digunakan PT. Memberi “Customer Value” Pada Produknya Pada perusahaan sampoerna. termasuk di pasar internasional. 3. Edisi terbatas (limited edition) dimaksudkan untuk menarik konsumen muda dan juga limit ededition A-mild diperuntukkan untuk meningkatkan penjualan A-mild kemasan 12 batang yang cukup rendah dibandingkan A mild kemasan 16 batang. Tahun 1996. memahami customer kita juga harus memahami pesaing. atau 4. Hal ini disebabkan karena produk A-Mild merupakan produk yang unik. Sampoerna juga melakukan perubahan pada kemasan A-Mild dengan mengurangi isi 20 batang menjadi 16 batang.97% total rokok nasional. untuk dapat mempertahankan loyalitas customer harus ada observasi pada pasar. Dan seiring dengan berjalannya waktu. Blue Ocean Strategy. Diversifikasi Produk Diversifikasi adalah strategi penempatan dana investasi kita ke instrumen yang berbeda-beda. Sampoerna 1. Dengan adanya A mild limited edition. yaitu sigaret keretek tangan (SKT). 2. sigaret keretek mesin (SKM) reguler. customers dan pesaing. yang tidak tergolong dalam kategori manapun. (W4. tapi beberapa kali di beberapa kota. A-Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9. A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1. joke tersebut sangat memberikan nilai tambah kepada para customer muda. Melalui AMild PT Sampoerna Tbk mengambil langkah berani untuk membuat sebuah kategori baru. Market Driven Strategy secara garis besar adalah strategi yang diaplikasikan dengan cara memahami pasar. sebagai businessman kita juga harus dapat memberikan nilai tambah (value) kepada customer.(T4. termasuk di antaranya uji buta yang tidak hanya dilakukan sekali. Sampoerna memberikan nilai tambah dengan memberikan tampilan yang berbeda dari bungkus rokok biasa dan tercantum joke pada bungkus rokok limited edition tersebut seperti „Kalo cinta itu buta. membuat sebuah inovasi produk baru yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar. dan sigaret putih mesin (SPM). dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Market Driven Strategy PT Sampoerna untuk mengawali menjadikan Market Sebagai Orientasi Untuk Membuat Strategy harus diyakini bahwa customer merupakan raja sudah sepatutnya raja harus dipenuhi kebutuhannya dan keinginannya.Alasan . Cara ini terbukti efektif karena penjualan A-Mild naik tiga kali lipat. Setelah kita memahami pasar. yakni SKM mild. value apa yang diberikan pesaing kepada customer. Perlu adanya upaya yang menjaga hubungan dengan para customer untuk mempertahankan loyalitasnya. Dengan motto ini Sampoerna seolah-olah menantang konsumen untuk berpikir ulang mengenai jenis rokok yang mereka konsumsi. Hal ini dikarenakan pada saat itu tidak ada benchmark produk yang dapat dijadikan acuan. dari tiga kategori besar rokok yang ada saat itu. Strategi Yang digunakan Oleh PT. Untuk inovasi produk A Mild dibutuhkan waktu 2 tahun untuk mempersiapkannya. penjualan A-Mild pun terus naik.8 miliar batang. rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16. Tidak hanya pada komposisi. terutama industri rokok saat itu. Customer value diimplementasikan dengan cara limited edition pada beberapa produk sampoerna. Tahun 1994 A-Mild mengganti motto kampanye Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go. yaitu A-mild. PT Sampoerna sudah berbasis Berorientasikan Market Driven Strategy sejak kemunculan produk A mild. Di tahun 2005.0 mg.59% total penjualan rokok nasional. Produk A mild merupakan salah satu implementasi dari market driven strategy dikarenakan produk A mild memiliki keunikan tersendiri dengan kandungan nikotin dan tar yang rendah.value yang diberikan harus lebih dari pengorbanan yang telah dilakukan.T5) Manfaatkan event berkala sampoerna untuk promosi produk. Memahami pasar dapat diartikan bahwa produk yang kita berikan harus sesuai apa yang diinginkan pasar tersebut melalui. W5) Buat citra Avolution lebih exclusive lalu ekspor keluar negeri. mengetahui apa yang diinginkan pasar. Produk A mild memilki keunikan tersendiri dilihat dari tema komunikasi pertamanya „Taste of the Future‟ yang ingin mencirikan produk A mild memiliki perbedaan yang bukan rasa tetapi juga sebuah gaya hidup masa depan. Peluncuran ini cukup mengagetkan banyak pihak. kita harus memahami kondisi pesaing. HM Sampoerna dalam bisnisnya dapat dilihat dengan diluncurkannya produk A Mild. Memahami customer dapat diartikan selain membuat produk yang diinginkan pasar. buat apa ada bikini‟. Hingga kini A-Mild telah menjadi salah satu produk unggulan dari Sampoerna dengan penguasaan pasar sekitar 50%. Sejak awal A-Mild memang sudah dirancang untuk menjadi produk yang tidak ada duanya di pasar domestik saat itu. teknologi apa yang pesaing pakai dll. Sampoerna memproduksi limited edition pada produk Amild kemasan 12 batang. 4.

melakukan diversifikasi. sistem. Sampoerna Hijau e. • memperluas pasar. Jakarta Timur Selain itu PT. yang menawarkan 2 pengalaman rokok berbeda kepada perokok dewasa. menyerap tenaga kerja.4 kesalahan untuk setiap juta aktivitas. Dan yang tak boleh dilupakan tentu saja adalah inovasi “raksasa” berupa perubahan model bisnis Sampoerna dari “manufacturing-driven company” menjadi “market-driven company. PT Sampoerna Printpack . Perusahaan melakukan diversifikasi produk ditujukan: • untuk membuat produk tahan lebih lama. Yang penting dan dampaknya justru sangat luas adalah inovasi dalam teknologi. Six Sigma merujuk kepada target kinerja operasi yang diukur secara statistik dengan hanya 3.rokok a. PT. membangun corporate brand “HM Sampoerna. melakukan diversifikasi produk untuk menaikan penetrasi pasar atau membedakan produk satu dengan lainnya. A Mild c. yang secara unik dikendalikan oleh pemahaman yang kuat terhadap kebutuhan pelanggan.HM Sampoerna menghadirkan beberapa macam inovasi. kebutuhan dan harapan konsumen. Kraton Dalem g. HM SAMPOERNA Tbk. Jadi intinya PT. antara lain : I. Six Sigma juga merupakan usaha perubahan budaya supaya posisi perusahaan ada pada kepuasan pelanggan. lokasi di Jakarta. PT Sampoerna . Operating Strategies Perusahaan-perusahaan yang paling dikagumi dunia dalam perencanaan dan pengendalian operasinya banyak menerapkan Six Sigma. 3. Sehingga Dalam single business terdapat tiga level strategi. Dji Sam Soe b. strategi. Diversifikasi produk adalah upaya yang dilakukan perusahaan untuk memasarkan beberapa produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. yaitu rokok dengan rasa mild & mint. salah satunya adalah PT HM Sampoerna Tbk. dan bahkan model bisnis.0 mg. A-Mild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine/LTLN) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.  Meluncurkan rokok A Mild. pendapatan dan lain sebagainya.” dan pembenahan proses di fasilitas produksi Sukorejo. . HM Sampoerna merupakan salah satu perusahaan yang termasuk dalam kategori single business. mempertahankan dan memaksimalkan sukses bisnis. member nilai tambah. yaitu: 1. antara lain :  Meluncurkan rokok A Flava Click Mint yaitu produk rokok mild pertama di Indonesia dengan inovasi click mint. profitabilitas dan daya saing yang lebih besar. memperbaiki dan menanamkan kembali proses bisnis. Functional – area Strategies Inovasi yang dilakukan Sampoerna tak hanya terbatas inovasi dalam produk. 2. mempermudah transportasi. fakta dan analisis statistik serta perhatian cermat untuk mengelola. U Mild d. Panamas h.Six Sigma merupakan tujuan yang hampir sempurna dalam memenuhi persyaratan pelanggan. • mengarah kepada produk siap konsumsi / digunakan. Alamat Jl. Six Sigma merupakan sistem yang komprehensif dan fleksibel untuk mencapai. Avolution f. Beberapa produk PT. Sampoerna Pas j. HM SAMPOERNA Tbk. Raya Bekasi km 24 Cakung . pemakaian disiplin terhadap data. Komet i. A Flava II. proses.mengapa PT. • memenuhi selera. Business Strategy Untuk memperkuat posisi pasarnya.  Inovasi Aga Sampoerna membangun manajemen yang mendorong pendelegasian karyawan di tahun 1960-an  Inovasi Liem seeng Tee dalam membangun keagenan dalam pendistribusian Dji Sam Soe ditahun 1920-an  Inovasi Putera Sampoerna mengembangkan sistem distribusi langsung.percetakan kemasan Perusahaan Percetakan dan Kemasan yang tergabung dalam Kelompok Perusahaan Sampoerna (KPS).” pada awal tahun 1990-an yang pengaruhnya sangat luas ke seluruh aspek operasional perusahaan. HM SAMPOERNA Tbk.

merupakan suatu langkah yang dijalankan oleh PT.0 mg. sampoerna agar perusahaan mencapai income stabil karena akan kestabilan Product Life Cycle. sampai diturunkan kepada anak-anaknya yaitu Aga Sampoerna. terutama industri rokok saat itu. PT sampoerna didirikan oleh Liem Seeng Tee dan istrinya Siem Tjiang Nio. Selain itu perusahaan ini melakukan differensiasi produk terhadap produk lain dengan diluncurkannya produk A-Mild. Selain itu sampoerna juga melakukan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dengan mendirikan Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna (PPKSampoerna) dan dalam bidang lingkungan sampoerna memberi dukungan terhadap Program Pelestarian Mangrove di Surabaya dan penanaman kembali hutan di Pasuruan dan Lombok untuk mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan PT Sampoerna menjadikan Market Sebagai Orientasi Untuk Membuat Strategy harus diyakini bahwa customer merupakan raja sudah sepatutnya raja harus dipenuhi kebutuhannya dan keinginannya. seorang imigran asal daratan Cina bernama Liem Tio mendarat di kota Surabaya. Kesimpulan Perusahaan sampoerna merupakan perusahaan rokok besar di Indonesia. dan Benson & Hedges. Putera Sampoerna dan putera sampoerna. sejumlah 40 % dari saham sampoerna dibeli oleh Philip Morris .liputan6. Virginia Slims. Memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi pada sekitar. AMild merupakan rokok rendah nikotin (Low Tar Low Nicotine) pertama di Indonesia dengan komposisi tar/nikotin 14 mg/1.Philip Morris adalah produsen rokok asal Amerika Serikat dengan keahlian pada produk rokok putih seperti Marlboro. 2005] Generasi ke-1: Pendiri Sampoerna Pada tahun 1898. karena dengan SWOT kita bisa menciptakan strategi untuk kemajuan perusahaan yakni dengan meningkatkan strength dan opportunity dan kemudian memperkecil weakness dan Threath DAFTAR PUSTAKA www. Hal ini tunjukkan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan ini seperti penanggulangan bencana dengan membentuk Tim Sampoerna Rescue (SAR). Banyak hal yang bisa kita pelajari dari masing-masing generasi. haruslah selalu bercermin tantang kondisi perusahaan saat ini melalui analisis SWOT.com www. kemudian dalam bidang pendidikan perusahaan ini mendirikan sekolah bisnis yaitu Sampoerna School of Business dan Akademi Putera Sampoerna Foundation yang bertujuan untuk peningkatan pendidikan nasional di Indonesia. PT HM Sampoerna Tbk. dan terutama dari sang pemimpin visioner: Putera Sampoerna.com http://titimatra. Jawa . Perusahaan sampoerna Tbk.blogspot.BAB III PENUTUP A. dan juga berbagai jenis merk dikeluarkan oleh Perusahaan ini. [Semua data diambil dari buku 4G Marketing terbitan MarkPlus & Co. Tahun 2005 perusahaan ini diakuisisi oleh Philip Morris.wikipedia.html Sampoerna: Perjalanan Menuju Perusahaan Kelas Dunia Penulis : Fanda Kutubuku Siapa yang tidak mengenal Sampoerna? Pabrik rokok nomor dua terbesar di Indonesia (saat ini) yang terkenal dengan brand ‘A’ Mild dan slogannya ‘Bukan Basa-Basi’ atau ‘Tanya Kenapa’? Tapi mungkin tidak banyak dari anda yang mengenal liku-liku perjalanan 3 generasi keluarga Sampoerna merintis perusahaan rokoknya dari sebuah kios tembakau kecil hingga menjadi perusahaan internasional dalam kurun waktu 90 tahun.com/2009/06/sampoerna-perjalanan-menuju-perusahaan.sampoerna. Peluncuran ini cukup mengagetkan banyak pihak.com www. dengan melakukan diversifikasi dengan berbagai merk dan produk.

ketiga pihak itu harus sama-sama berbagi keuntungan. Itulah sebabnya karyawan Sampoerna selalu merasakan hubungan kekerabatan yang kental dengan keluarga Seeng Tee. Tapi. Invasi Jepang itu sekaligus menutup lembaran pertama perjalanan bisnis Sampoerna. Dan tidak hanya di dunia bisnis saja. Kedua putranya ia sekolahkan di luar negeri agar memperoleh pendidikan yang baik. meski akhirnya warga berhasil menemukan beberapa benda berharga yang lalu diselamatkan Tjiang Nio. dan hubungan baik yang ia bina . dan harta keluarganya pun dirampok habis-habisan. Tidak hanya itu saja. Sepulang dari kios Seeng Tee untuk membeli tembakau. dan mulai bekerja pada sebuah perusahaan rokok kecil di Lamongan sebagai pengolah dan pelinting tembakau. merupakan tempat seluruh hidup Seeng Tee berpusat. Sementara itu ia memperhatikan bahwa konsumennya biasanya punya kegemaran dan loyal pada suatu rasa tertentu. amat berperan dalam memberikan support pada Seeng Tee dalam menjalankan bisnisnya. pedagang dan konsumen. Ia lalu mempelajari campuran yang paling disukai orang.Timur bersama anak lelakinya yang berumur 5 tahun. ia kembangkan dengan menyewa kios kecil untuk berjualan makanan dan tembakau. Liem Tio terkena wabah kolera sehingga terpaksa meninggalkan Liem Seeng Tee di bawah asuhan sebuah keluarga Cina di Bojonergoro. Seeng Tee juga menciptakan logo Tiga Tangan yang masing-masing mewakili produsen. Filosofi Tjiang Nio yang terkenal adalah: ‘memberi sedikit apa yang selama ini telah diberikan banyak oleh masyarakat kepadanya’. ia mengayuh sepedanya untuk menawarkan tembakaunya pada pedagang eceran. Maka dengan bermodalkan harta yang dibawa Tjiang Nio. Namun malang. Karena ahli dalam meracik tembakau. meski saat itu produknya adalah rokok murah. ketika Jepang datang menginvasi negara kita menggantikan penjajahan Belanda. Seeng Tee biasa menjajakan makanan di jalan dan di atas kereta api. Apa yang ia jalani selama 18 bulan itu membentuk karakter bisnis yang keras dan disiplin. yakni bisnis dan keluarga. Taman Sampoerna pun turut dibakar. karena setelah Jepang pergi dari bumi Indonesia pada 1945. cara Seeng Tee dan Tjiang Nio mendidik anak-anaknya patut kita teladani. akhirnya dikenal dengan Hanjaya Mandala Sampoerna atau HM Sampoerna. Saat sekolah. Sedang industri rokok nasional saat itu dikuasai oleh Jepang. Tjiang Nio. mendirikan sebuah perusahaan yang. Seeng Tee memutuskan untuk membuka kios kaki lima yang menjual tembakau hasil olahannya. Inilah cikal bakal Sampoerna! Setelah usahanya meningkat. Tahun 1912 Seeng Tee menikah. Dari keluarga inilah jiwa dagang Liem Seeng Tee terbentuk. setelah beberapa kali ganti nama. Maka pada tahun 1913 Seeng Tee. Seeng Tee menemukan bahwa Taman Sampoerna sudah hancur lebur. Rumah peninggalan jaman Belanda yang mereka beli pada thn 1932 dan diberi nama Taman Sampoerna. bahwa untuk mencapai sukses. Sampoerna telah mencetak angka produksi 3 juta batang seminggu. Liem Seeng Tee. dengan modal yang telah dikumpulkannya. sehingga melahirkan merk yang bertahan sampai sekarang: Dji Sam Soe-Fatsal 5. Ternyata inovasi ini sukses dan amat disukai konsumennya. Istri Seeng Tee. Seeng Tee ditahan Jepang. Artinya. dan meracik versinya sendiri. ia tetap punya ide besar untuk membuat rokok premium. mereka biasanya mampir ke toko rempah-rempah untuk mencampur rempah itu dengan tembakaunya.

Namun sayang. Marginnya untuk menambah kuantitas stok tembakau dan volume produksi rokok. Kerja keras. sedang produksi Dji Sam Soe justru ditekan. Belum lagi persaingan dengan perusahaan asing maupun isu klasik seputar persaingan pengusaha keturunan vs lokal. Kondisi sepeninggal Seeng Tee cukup carut marut.dengan para penyalur tembakau dan cengkeh. kesalahan strategi melanda Sampoerna pada 1959 yang mengakibatkan pabrik ini harus tutup untuk yang ke-2 kalinya setelah jaman Jepang dulu. tapi bagaimana kalau brand mereka sudah hilang dari benak konsumen? Solusi yang diusung Aga Sampoerna adalah Solusi Tiga Tangan. Maka Aga memutuskan bahwa prioritas utama penyelamatan perusahaan adalah menyelamatkan brand equity. buah pikiran Liem Seeng Tee. Seeng Tee pun berhasil membangun kembali Sampoerna. Namun. Karena brand mereka sudah kuat. Hal itu diwujudkan dengan selalu memberanikan anaknya untuk mendiskusikan atau mendebat isu tertentu pada saat makan malam bersama. Modal atau krisis bahan baku bisa dicarikan solusi. irit namun tidak pelit. ternyata itu tak berlangsung lama. dan akhirnya pailit. maka Sampoerna pun kalah bersaing. produsen rokok putih asing meluncurkan produknya pula. Maka didatangkanlah mesin-mesin rokok putih dengan investasi besar-besaran. 3 juta batang per minggu. Pada saat bersamaan. Namun. Dengan terbangunnya kembali manajemen Sampoerna (konsolidasi). datanglah BAT dan Philip Morris. dengan taktik darurat pembelian tembakau dan penjualan rokok dengan cash flow harian. Hubungan perusahaan dengan penyalur dan agen kian terkikis karena meninggalnya sang pendiri. dan mereka memilih buka usaha sendiri atau bergabung dengan perusahaan lain. Apa yang harus dilakukan oleh Aga untuk membangkitkan Sampoerna kembali? Untunglah Liem Seeng Tee telah mewariskan brand Dji Sam Soe yang ‘brand equity’nya sangat kuat. namun kali ini karena pailit. menata kembali hubungan dengan pedagang. Mereka membiarkan anak-anak melakukan sesuatu. dan belajar dari perbuatannya ketimbang diam dan tak berbuat apapun. . Penyebabnya adalah keputusan Sampoerna untuk fokus ke pasar rokok putih yang saat itu dinilai lebih ‘prestise’ oleh rakyat Indonesia ketimbang rokok kretek. tumbuh kembali kepercayaan para agen dan penyalur untuk memulai lagi berbisnis dengan Sampoerna. Awalnya. sang putra ke 2 yang memiliki karakter gemar berdiskusi dan memiliki hubungan personal yang baik dengan orang dari berbagai kalangan. Generasi ke-2: Penyelamat Sampoerna dari Keterpurukan Maka. Tangan pertama. dan mewariskan Sampoerna dan brand legendaris: Dji Sam Soe. Dji Sam Soe telah kembali mencapai rekornya sebelum jaman Jepang. biarpun salah. suami istri ini juga mewariskan karakter yang kuat. Bahkan selang beberapa tahun kemudian. Itu mengakibatkan harga dan stok barang tidak stabil. generasi ke 2 bisnis Sampoerna akhirnya jatuh ke Aga Sampoerna. keadaan mengatakan lain. Pada 1956 Seeng Tee meninggal dunia menyusul Tjiang Nio yang telah mendahuluinya pada th 1955. Tetapi bagi anak-anaknya.

dan menjalankan perusahaan distribusi baru (PT Panamas). Di akhir kepemimpinannya. Maka. Sampoerna berhasil menghasilkan 1.3 juta batang per HARI ! Gabungan antara kekonsistenan rasa yang telah diciptakan Seeng Tee. Aga yang dikenal dekat dengan bawahan membuat loyalitas terbangun dengan solid. meski mendapat banyak ancaman dari pedagang.Tangan kedua. Tangan ketiga: perbaikan internal perusahaan. dan membuat perusahaan tak memiliki kontrol penuh dan menyebabkan perusahaan tak mampu berkembang. Putera Sampoerna berhasil meningkatkan penghasilan Sampoerna menjadi 38 kali lipat hanya dalam waktu 10 tahun! Caranya? Penulis membaginya dalam 3 milestone. Tentu saja langkah ini . yaitu dengan 4 langkah ini: Membenahi sistem pembelian tembakau – Dulunya Sampoerna selalu tergantung pada para pedagang tembakau. pesaing besarnya. Gudang Garam dan Djarum mulai merambah sektor SKM (Sigaret Kretek Mesin) di mana Sampoerna tidak bermain. yang makin sulit dikendalikan. untuk menjangkau segmen pasar lebih besar untuk SKT yakni low-end (high-end sudah diwakili Dji Sam Soe). Menuju distribusi langsung – Yakni dengan membangun sendiri saluran distribusinya yang meliputi pengelolaan perusahaan transportasi secara komersial milik sendiri (PT Sampoerna Transport Nusantara). Dji Sam Soe mampu menjadi raja SKT. Generasi ke-3: Pentransformasi Sampoerna Dengan membenahi proses bisnis menjadi lebih rapi. dengan mendirikan MPS (Mitra Produksi Sigaret) sebagai outsourcing. Untuk menegaskan eksistensi generasi kedua ini. Sampoerna meluncurkan rokok kretek keduanya. Maka setelah 12 tahun yang penuh pengorbanan. Aga juga meluncurkan logo ‘A’ yang merupakan inisialnya. dan bahan cengkeh dan tembakau pilihan. Putera akhirnya memotong rantai ini dengan membeli tembakau langsung dari petani dan mengembangkan sistem pematangan tembakau sendiri di enam lokasi di Jawa Timur. serta membangun sistem manajemen informasi. membangun strategi pemasaran. selain itu agen periklanan dan media mulai membombardir pasar dengan eksploitasi merek. Di masa kepemimpinannya Sampoerna memasuki milestone terpenting dalam sejarahnya. Dan di saat inilah generasi ketiga Putera Sampoerna yang visioner ditunjuk untuk menggantikan ayahnya. Inilah awal kelahiran era market driven. Lalu Putera juga meniadakan rantai agen/pedagang (dengan membeli usaha mereka secara individual pada 1986). Sampoerna Hijau pada 1968. yang menjadi salah satu bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) atau kontribusi perusahaan untuk masyarakat. Milestone pertama adalah membangun Sampoerna menjadi first class cigarete manufacture (awal 80 awal 90-an). menggunakan pendekatan marketing dan branding. yakni saat Sampoerna bertransformasi dari perusahaan tradisional menuju perusahaan modern. Aga memutuskan untuk fokus ke SKT (Sigaret Kretek Tangan) karena terbukti merupakan keunggulan kompetitif di Indonesia dan lebih murah investasi serta produksinya.

Membangun ekuitas merek adalah salah satu misi utama. . Sejak akhir 1990an Putera Sampoerna juga mulai membangun infrastruktur teknologi informasi dalam rangka menjadi perusahaan kelas dunia.sangat besar resikonya. yang ia terjemahkan dengan menciptakan empat area fungsional: Marketing group. Bahkan Sampoerna memiliki perusahaan advertising sendiri (Sampoerna Advertising Nusantara). namun Putera berani mencoba. sehingga Sampoerna mengalami kemajuan lebih besar lagi. di saat yang sama ternyata ia juga sudah mempersiapkan transformasi untuk membawa Sampoerna dari manufacturing driven ke market driven! Menurut Putera. dari ‘Manufacturing Driven’ ke ‘Market Driven’ Artinya dari perusahaan berbasis manufaktur menuju ke perusahaan berbasis pasar. Fasilitas itu mengintregasikan seluruh proses produksi rokok. Milestone kedua. Masuk ke pasar SKM – Putera memprediksi bahwa masa depan industri rokok adalah SKM. Yang nampak jelas bagi kita mungkin fungsi marketing. karena meski pasar domestik masih prospektif. setelah melakukan komunikasi. maka sejak thn 1987 ia memutuskan bahwa Sampoerna akan fokus di pasar ini karena pertumbuhannya menjanjikan. dan bahkan Brazil berhasil dipenetrasi. Ini merupakan warisan terakhir Putera Sampoerna. 47 km selatan Surabaya. dan Distribution group. dimulai dari ‘A’ Mild. semuanya menggunakan mesin-mesin berteknologi canggih. Milestone ketiga. Keputusan paling berani dan paling beresiko. market driven company adalah perusahaan yang berfokus dan mendasarkan seluruh aktivitasnya pada upaya untuk memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. yaitu lewat kampanye iklannya yang unik. dari pengolahan tembakau sampai ke percetakan dan pengemasan. namun kelak terbukti berhasil. Filipina. Bahkan Sampoerna adalah salah satu perintis dalam penggunaan teknologi informasi untuk proses bisnis dan pengambilan keputusan. sambil melanjutkan pemasaran SKT dengan gencar. Singapura. Vietnam. dia sudah meletakkan landasan untuk menjangkau pasar global yang lebih prospektif lagi. Apa yang menjadi landasan sukses perjalanan transformasi itu? Inilah yang bisa menjadi pelajaran berharga bagi bisnis dan karir kita: Kredibilitas institusional – Kredibel menurut Putera: You should deliver what you promise. yakni dengan melakukan ekspansi bisnis ke luar negeri. Operational group. Hasilnya: dari Myanmar. Kalau sejak 19801990 Putera Sampoerna setahap demi setahap mengubah Sampoerna menjadi produsen rokok kelas dunia dengan manufaktur modern. Taiwan. menjadikan Sampoerna perusahaan multinasional. harus dilanjutkan dengan tindakan. Brunei. Research & Development group. Malaysia. Disinilah label visioner pada Putera bisa kita sematkan. Membangun fasilitas Sukorejo – Untuk memproduksi SKM diperlukan sebuah fasilitas tersendiri yang ia bangun di Sukorejo. Maka sangat penting untuk mengelola merek agar mendapatkan harga premium.

kita cenderung untuk berhenti di situ (status quo). mereka menjual 27 juta saham. padahal seharusnya kita siap untuk berubah.. meski perubahan itu mungkin membawa kita sedikit menurun. Orang Cina memiliki keyakinan bahwa sebuah susunan huruf mempuyai makna special dalam hal ini angka sembilan (9) adalah simbol kesempurnaan tertinggi. Kedua didalamnya terdapat sembilan (9) huruf. what you can do with it and if you can’t do something with the environment. Motto Putera Sampoerna: ‘Understand the environment. pertama terminologi Sampoerna adalah ejaan lama dari “Sampurna” (perfect). melihat jauh ke depan – Mungkin tidak semua orang memiliki visi jauh ke depan. cobalah melihat di luar kotak dan jauh ke depan! Akhirnya. Perubahan apa yang mulai nampak? Apa yang mungkin bisa kita lakukan? Perbaikan apa yang diinginkan orang? Jangan hanya terpaku pada apa yang sekarang sedang terjadi. Sampai sekarangpun angka sembilan menjadi angka sakral bagi karyawan dan jajaran manajemen Sampoerna. 2! Sebuah pencapaian yang mustahil tanpa kerja keras. Sampoerna mendaftarkan diri pada pasar saham di Jakarta Stock Exchange.. Pemilihan nama perusahaan “SAMPOERNA”. yang jika . namun setelah itu kita akan mengalami peningkatan lagi (sesuai dengan ide ‘Change’ dari Renald Khasali). visi dan kemauan untuk terus berubah dan maju INNOVATION STORY_________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ______________ MID/MIS DIVISION – UNITED TRACTORS 2006 1 Strategy HM Sampoerna dalam 92 tahun dan 4 generasi untuk menciptakan merek yang bertahan sepanjang masa. Makna tersebut adalah. namun bagaimanapun juga perusahaan rokok yang paling lambat berdiri di bumi Indonesia ini sekarang telah menjadi terbesar no.memang Sampoerna bukan lagi perusahaan keluarga Sampoerna saat ini. Bahkan ketika pada tahun 1990. setelah dibeli oleh Philip Morris. namun paling tidak kita harus mulai peka terhadap keadaan di sekitar kita.Berani untuk berubah – Ketika kita sudah mencapai suatu keberhasilan. change it!’ Keluar dari kotak. bukan tanpa alasan karena didalamnya terdapat makna filosifis (dan juga mistis).

pabrik Sampoerna ditinggalkan dalam keadaan porak- . Putra Sampurna dan sekarang Michael Joseph Sampoerna. Kesuksesan perusahaan untuk sustainable selama 90 tahun adalah sesuatu yang sangat fenomenal. Di era kepemimpinan Liem Seeng Tee. Faktor pertama Adaptability adalah kemampuan organisasi dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan.kedua angka tersebut dijumlahkan menghasilkan angka sembilan ( 2+7=9) Terlepas dari itu semua Sampoerna telah membuktikan menjadi salah satu dari sedikit perusahaan yang mampu bertahan dalam kurun waktu yang cukup lama. pabrik Sampoerna di Surabaya diduduki oleh tentara Jepang dan digunakan untuk memproduksi rokok bagi tentara Jepang di Jawa dan Indonesia Timur. change it” ujarnya. Selama empat era kepemimpinan – Liem Seeng Tee ( sang pendiri ). Kesuksesan selama 90 tahun telah menjadikan HM Sampoerna sebagai “The Living Company” sejajar dengan Coca Cola (118 tahun) atau GE (127 tahun) Faktor penentu kesuksesan Sampoerna ditentukan ole tiga core winning characteristic. Sampoerna pernah mencapai titik kinerja terendah saat tentara Jepang menduduki negeri ini pada awal tahun 1940-an. “Understand the environment. perusahaan ini menghadapi beraneka-ragam gelombang perubahan lingkungan bisnis. namun secara cakap ia mampu mengatasinya dengan baik. Kemampuan Sampoerna beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnisnya sudah dibuktikan perusahaan ini dari generasi ke generasi. Liem Swie Ling ( atau lebih dikenal dengan nama Aga Sampoerna ). what you can do with it and if you can’t do something with it . seusai perang. Semasa perang. Menarik sekali komentar Putera Sampoerna mengenai bagaimana seharusnya perusahaan merespon perubahan lingkungan bisnis.

Pabrik boleh hancur porak-poranda.poranda. kekayaan keluarga habis dirampas tentara Jepang. namun Dji Sam Soe tetap merupakan asset keluarga yang . Akibat perang praktis habislah kekayaan keluarga Sampoerna kecuali sang legenda yaitu Dji Sam Soe.

.

Pada tahun 1990 angka penjualan (net sales) Sampoerna mencapai Rp. Transformasi termassif dan tercepat dalam sejarah perusahaan. merupakan faktor utama yang memungkinkan Aga Sampoerna melakukan perubahan haluan dan membangun kembali Sampoerna dari puing-puing keruntuhan. Begitu juga ketika kendali perusahaan dipegang oleh Putera Sampoerna di era tahun 1980-an dan 1900-an. Menelusuri langkah-langkah strategis yang dijalankan Putera selama mentransformasi Sampoerna.8 miliar dan sepuluh tahun kemudian angka melonjak tajam menjadi Rp. dibagi . 10. 265. Sebuah pencapaian yang sangat fenomenal untuk sebuah perusahaan yang sudah berusia lebih dari 80 tahun pada waktu itu dan menariknya kinerja fantastis ini adalah “organic growth”.INNOVATION STORY_________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ______________ MID/MIS DIVISION – UNITED TRACTORS 2006 2 tak ternilai harganya. Dji Sam Soe yang sangat populer baik dikalangan konsumen maupun pedagang rokok. Perubahan lanskap bisnis yang berjalan sangat cepat pada kurun waktu ini diantisipasi dengan baik oleh Putera Sampoerna melalui upaya-upaya transformasi yang tak mengenal lelah. dimana size perusahaan naik hampir 38 kali lipat hanya dalam waktu 10 tahun. Langkah transformasi inilah yang memungkinkan Sampoerna memasuki “Hypergrowth era” selama kurun waktu 1990-2000 .029 miliar. yaitu hasil aktifitas operasi bukan dari merger atau akuisisi.

dan distribusi dalam sebuah sistem yang solid.menjadi tiga milestone penting. Secara umum “Market-driven company” adalah perusahaan yang fokus dan mendasarkan seluruh aktifitasnya pada upaya untuk memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. operasi. Langkah ini menjadi penentu Putera Sampoerna mencapai kinerja spektakuler dengan merintis beberapa langkah terobosan : membangun ekuitas merek “Sampoerna” sebagai corporate brand. Milestone kedua adalah upayanya memetamorfosa Sampoerna dari “manufacturing-driven company” menjadi “market-driven company”. Langkah yang dirintis sejak awal dan . Dengan berbagai langkah ini. Sampoerna Hijau memiliki emotional bonding dengan target konsumennya. mengkoordinir dan mensinergikan fungsi riset dan pengembangan (R&D). mengembangkan portofolio merek Sampoerna dengan branding strategy yang sistematis. membangun fasilitas manufaktur berkelas dunia di Rungkut dan Sukorejo. A Mild. membangun kapabilitas dan kompetensi di bidang pembuatan rokok. Milestone ketiga adalah upaya Putera untuk mewujudkan visinya menjadikan Sampoerna sebagai perusahaan multinasional melalui ekspansi bisnis ke pasar luar negeri yang prospektif. merek-merek seperti Dji Sam Soe. Langkahlangkah strategis yang dilakukan antara lain membenahi sistem pembelian tembakau ke petani. marketing. membangun distribusi langsung. Milestone pertama adalah upayanya membangun Sampoerna menjadi worldclass cigarette manufacturer.

Taiwan dll. Myanmar. Berkaitan dengan budaya perusahaan sebagai sumber kesuksesan . persaingan dan konsumen). Vietnam.pertengahan tahun 1990-an kini telah menampakan hasil dengan mulai hadirnya merek-merek Sampoerna di berbagai negara seperti Malaysia. Faktor kedua Culture ini merupakan hal yang terpenting yaitu adanya budaya perusahaan yang kokoh dalam bentuk nilai-nilai luhur dan perilaku yang dipercayai oleh semua orang di dalam organisasi. regulasi ekonomi. Brasil. Langkah Sampoerna dalam melakukan perubahan dan transformasi yang dirintis Putera dalam tiga milestone diatas merupakan bukti kemampuan Sampoerna dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnisnya (perubahan teknologi.

.

Nilai-nilai dasar yang dipegang teguh dan diyakini oleh semua orang di dalam organsisasi Sampoerna itu terbukti menjadi tulang punggung keunggulan bersaing perusahaan.INNOVATION STORY_________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ______________ MID/MIS DIVISION – UNITED TRACTORS 2006 3 jangka panjang Sampoerna. “Di Sampoerna. tertulis maupun tidak tertulis. bahkan sejak dasar-dasar budaya tersebut diletakkan dan dibangun Liem Seeng Tee. namun sesungguhnya budaya korporat Sampoerna telah diyakini dan dijalankan sejak lama. sang pendiri. upaya mencapai KESEMPURNAAN sudah menjadi gaya hidup kami. suatu usaha keras. . Nilai-nilai dasar “Menuju Kesempurnaan” dan falsafah “Kami Memang Beda” merupakan satu nilai yang secara sadar ataupun tidak sadar. Walaupun secara formal penyusunan buku Kredo Sampoerna baru dirumuskan pada awal tahun 1992 dan perintisan The Sampoerna Way baru dilakukan pada tahun 2002. yang secara integral terjalin di dalam semua aspek Kelompok Perusahaan Sampoerna. ditemukan sebuah fenomena yang menarik. merupakan “basic philosophy” yang dijalankan dalam setiap kebijakan dan langkah perusahaan. dan ini merupakan nilai dasar yang menjadi penentu utama mengapa Sampoerna mampu secara konsisten mencapai kesuksesan selama berpuluh tahun.” demikian bunyi salah satu kutipan yang ada dalam Kredo Sampoerna.

Faktor ketiga Innovation. tapi juga ditanamkan dari „dalam‟ perusahaan. Karena Itu Gue Tambah Bingung”. bukan Kebijakannya”. “Kalau Cinta Itu Buta. Pola pikir yang beda dan mempunyai alasan yang kuat inilah yang membuat Sampoerna sepertinya tidak pernah kehabisan ide kreatif dan inovatif yang . salah satu pendorong utama Kelompok Perusahaan Sampoerna adalah Falsafahnya. Buat Apa Ada Bikini”. Ada Yang Ganti Pertanyaannya”. “Gue Berpikir. Didalam kredo tersebut misalnya dirumuskan sebuah falsafah dasar bisnis yang mengatakan bahwa “Tidak seperti kebanyakan kelompok Perusahaan lain. Inovasi ke „dalam‟ dimulai dari pembentukan prinsip dasar yang dipegang oleh perusahaan dan menjadi jiwa dalam kesehariannya. Inovasi dari dalam ini akan terus berjalan membentuk inovasi ke „luar‟ untuk mempertahankan market yang telah dikuasai dengan meluncurkan produk – produk yang mencerminkan prinsip perusahaan tersebut dan mampu merebut hati para konsumen. adalah beberapa iklan A Mild yang berbeda dan renyah. “Setiap Gue Dapat Jawabannya. Innovation bukan lagi sekedar ke arah „luar‟ dengan menginovasi produk – produk yang dipasarkan.Keseriusan Sampoerna membangun budaya perusahaan yang kokoh tercermin dalam beberapa butir falsafah bisnis yang tercantum di dalam Kredo Sampoerna. Dari sini jelas terlihat bahwa Sampoerna adalah value-driven organization yang menempatkan nilai-nilai luhur organisasi pada posisi yang sangat penting. Prinsip “Kami Memang Beda” ini diterapkan dengan menantang setiap karyawan untuk selalu berpikir “out of the box” selalu mempunyai pola pikir yang berbeda dengan didukung alasan yang kuat.

Dengan inovasi yang terus-menerus. “If we can not compete with someone who already established. Inovasi ada dalam urat nadi dan nafas HM Sampoerna. inovasi sudah menjadi senjata Sampoerna dalam menghadapi persaingan industri rokok yang demikian ketat. Satu contoh kasus inovasi Sampoerna yang kini telah menjadi cerita legenda dalam industri pemasaran di tanah air adalah peluncuran A Mild produk rokok .sukses dieksekusi dilapangan. Dari waktu ke waktu. Sampoerna berhasil menjadi “thought Leader” industri rokok. Prinsip inilah yang membidani kelahiran merek „A Mild’ yang menjadi pertaruhan Sampoerna saat itu untuk merebut pasar masa depan. we have to be unique and different” kata Putera Sampoerna.

.

Sebuah langkah terobosan yang pada masa itu sama sekali tak terpikirkan oleh pesaing.INNOVATION STORY_________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ______________ MID/MIS DIVISION – UNITED TRACTORS 2006 low tar low nicotine (LTLN) pertama di Indonesia. misalnya membuat even musik internasional seperti konser Al Jerrau dan George Benson. Pada saat kampanye “How Low Can You Go?”. gaya hidup. . orientasinya kemudian berubah 180 derajat. mendorong Sampoerna untuk menciptakan kategori baru rokok LTLN pada tahun 1989. begitu kampanye “Bukan Basa Basi” meluncur. Seperti kita tahu kampanye ini menuai sukses luar biasa ketika diluncurkan pada awal tahun 1990an. Adanya persaingan yang kian ketat di pasar kretek bernikotin tinggi dan adanya tren global ke arah konsumsi rokok rendah tar dan nikotin. sekali lagi Sampoerna menentukan peta permainan (industry rule of the game) dan arah industri rokok di tanah air. Sampoerna selalu membuat terobosan yang tidak terpikirkan oleh perusahaan lain. Tidak cukup sampai di situ langkah invoasi Sampoerna juga terbaca dari evolusi kampanye branding A Mild dari “How Low Can You Go?” menjadi “Bukan Basa Basi”. A Mild kemudian tak lagi menonjolkan functional attribute tapi menonjolkan emotional attribute berupa brand imagery. Namun. Dengan langkah inovatif ini. dan ekspresi diri. Inovasi dibidang pemasaran. A Mild lebih menonjolkan functional attribute dengan menawarkan rokok dengan kadar tar dan nikotin yang paling rendah waktu itu.

place. dan bahkan model bisnis. and make changes necessary to grab the opportunity”. Yang penting dan dampaknya justru sangat luas adalah inovasi dalam teknologi. sistem. kemudian mengambil manfaat dari pergeseran itu. inovasi Aga Sampoerna membangun manajemen yang mendorong pendelegasian karyawan di tahun 1960an. Dalam setiap inovasi yang dilakukan. sampoerna selalu saja mampu membaca pergeseran industri dan pasar. inovasi Putera Sampoerna mengembangkan sistem distribusi langsung.” pada awal tahun 1990-an yang pengaruhnya sangat luas ke seluruh aspek operasional perusahaan. product dan prize Itu masalah awareness yang tidak bisa ditentukan kapan bisa muncul. proses.Perusahaan lain terheran-heran dan akhirnya mereka mencontoh apa yang Sampoerna lakukan. Pengaruh even-even yang digelar terhadap penjualan produk tentunya tidak langsung terlihat karena terdapat marketing mix yakni promotion. membangun corporate brand “HM Sampoerna. Deretan inovasi ini panjang sekali. Inovasi yang dilakukan Sampoerna tentu saja tak hanya terbatas inovasi dalam produk. Source : 4-G Marketing : A 90-Year journey of Creatin . Demikian makna inovasi menurut pemimpin dari generasi ketiga keluarga Sampoerna. Dan yang tak boleh dilupakan tentu saja adalah inovasi “raksasa” berupa perubahan model bisnis Sampoerna dari “manufacturing-driven company” menjadi “market-driven company. strategi.” dan pembenahan proses di fasilitas produksi Sukorejo. Karenanya tak heran kalau Putera sampoerna mengatakan “Innovation means recognizing the environment and opportunity. mulai dari inovasi Liem seeng Tee dalam membangun keagenan dalam pendistribusian Dji Sam Soe ditahun 1920-an.