P. 1
20090903232115 Kelas_12 Geografi Nurmala Dewi

20090903232115 Kelas_12 Geografi Nurmala Dewi

|Views: 2,549|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Buku BSE Geografi untuk pelajar kelas 3 SMA/ MA; Nurmala Dewi
Buku BSE Geografi untuk pelajar kelas 3 SMA/ MA; Nurmala Dewi

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Apr 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/02/2015

pdf

text

original

Gambar 1.17 Contoh penentuan lokasi pertanian di Palembang
(Sumber: www.palembang.go.id)

23

Untuk menentukan lokasi suatu wilayah apakah cocok untuk
pertanian atau industri, maka diperlukan peta. Peta yang dibutuhkan
untuk menentukan suatu lokasi industri atau pertanian bergantung
pada beberapa variabel sesuai dengan syarat penentuan lokasi
industri atau pertanian. Untuk menentukan suatu lokasi industri, maka
diperlukan syarat-syarat penentuan lokasi industri sebagai berikut.

1.Bahan Mentah

Bahan mentah sangat menentukan lokasi industri karena
bahan mentah merupakan bahan dasar untuk menghasilkan suatu
barang atau produk. Apabila bahan mentah tersedia di banyak

Gambar 1.18 Contoh penentuan lokasi industri di Pulo Gadung.
(Sumber: www.asiamaya.com)

24

tempat, maka lokasi industri dapat didirikan di mana saja, tetapi
apabila bahan mentah tersedia terbatas, maka alternatif penentuan
lokasi menjadi terbatas pula.

2.Tenaga Kerja

Tenaga kerja adalah orang yang menjalankan aktivitas
kegiatan industri. Ada industri yang membutuhkan banyak tenaga
kerja dan ada pula industri yang sedikit membutuhkan tenaga kerja.
Tenaga kerja memiliki dua macam, yaitu kuantitatif dan kualitatif.
a.Kuantitatif, artinya banyaknya tenaga yang direkrut.
b.Kualitatif, artinya tenaga kerja berdasarkan keterampilannya.
Industri yang membutuhkan tenaga kerja yang banyak harus
ditempatkan di daerah yang mempunyai jumlah penduduk yang
banyak agar biaya untuk upah tenaga kerja tidak terlalu mahal.

3.Sumber Energi

Sumber energi dibutuhkan untuk proses produksi. Energi
digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin produksi, seperti
kayu bakar, batu bara, listrik, minyak bumi, gas alam, dan tenaga
atom/ nuklir. Suatu industri yang banyak membutuhkan energi,
umumnya mendekati tempat-tempat yang menjadi sumber energi
tersebut.

4.Transportasi

Sarana transportasi sangat penting untuk aliran pemasokan
bahan dan distribusi barang. Sistem transportasi yang bagus akan
memudahkan keluar-masuk barang sehingga tidak akan
menghambat aktivitas industri, baik karena kekurangan pasokan
barang atau karena arus distribusi barang tidak lancar.

5.Daerah Pemasaran

Daerah pemasaran berfungsi untuk memasarkan barang
kepada konsumen. Jika produk yang dihasilkan cepat rusak, maka
sebaiknya ditempatkan di daerah pemasaran. Tetapi jika produk
yang dihasilkan tahan lama, maka penentuan lokasi industri bisa
ditentukan di mana saja.
Selain faktor sifat barang, daerah pemasaran ditentukan juga
berdasarkan jumlah penduduk. Suatu wilayah yang mempunyai
jumlah penduduk banyak sangat baik untuk dijadikan daerah
pemasaran.

25

6.Harga Lahan

Harga lahan berpengaruh pada penentuan lokasi industri. Harga
lahan yang murah tentu saja sangat menarik bagi pengusaha
untuk dijadikan lokasi industri.

7.Topografi

Topografi berpengaruh terhadap penentuan lokasi industri.
Industri akan didirikan pada suatu tempat yang memiliki topografi
yang datar. Hal ini dikarenakan biaya transportasi lebih murah jika
dibandingkan dengan tempat yang memiliki topografi yang
berkelok-kelok.

Sedangkan untuk menentukan lokasi pertanian, dipengaruhi
oleh beberapa faktor berikut.

1.Suhu

Suhu mempunyai peranan penting dalam bidang pertanian
karena berpengaruh pada tingkat pertumbuhan, pemulangan
pembuangan, dan panen tanaman. Suhu yang terlalu tinggi atau
rendah menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal dan
akhirnya produksi pertanian menurun.

2.Curah Hujan

Curah hujan merupakan unsur iklim yang penting dalam
pertanian karena menentukan banyaknya air oleh permukaan
bumi. Curah hujan menentukan kemungkinan pola usaha pertanian
yang cocok untuk setiap daerah.

3.Tekstur Tanah

Tekstur tanah menunjukkan pembagian partikel-partikel tanah.
Partikel yang paling kecil adalah butir liat, kemudian butir debu, pasir,
dan kerikil. Selain itu, ada juga tanah yang terdiri dari batu-batu.
Tekstur tanah dikatakan baik apabila komposisi antara pasir,
debu, dan struktur liatnya seimbang. Semakin halus butir-butir tanah,
maka semakin kuat tanah tersebut mengikat air dan unsur hara.
Tanah yang memiliki kandungan liatnya tinggi akan sulit untuk diolah.
Tetapi apabila tanah itu basah, maka akan menjadi lengket.

4.Drainase

Tanah yang memiliki drainase yang bagus adalah tanah yang
memiliki kemampuan menyimpan air dengan baik. Setiap tanaman
memerlukan air yang baik. Ada tanaman yang membutuhkan
sedikit air dan ada tanaman yang membutuhkan banyak air.

26

5.Kemiringan Lereng

Kemiringan lereng menentukan teknik bercocok tanam dan
pengolahan lahan. Jika kemiringan lerengnya miring, maka teknik
cocok tanam pada daerah tersebut adalah dengan membuat teras-
teras. Tujuannya adalah menjaga agar unsur hara tidak hilang.

6.Jenis Tanah

Jenis tanah sangat berpengaruh terhadap lokasi pertanian
karena tidak semua jenis tanah dapat diolah untuk pertanian. Selain
itu, jenis tanah juga menentukan jenis tanaman yang akan
dibudidayakan.

Langkah-langkah menentukan lokasi industri dan pertanian
pada peta, yaitu sebagai berikut.
a.Tentukan wilayah atau daerah yang ingin kamu ketahui.
b.Tentukan informasi yag ingin kamu cari tahu, apakah
mengenai lokasi industri atau pertanian.
c.Setelah menentukan informasi, kemudian cari syarat-
syarat berdirinya lokasi industri atau pertanian.
d.Cari peta tematik yang sesuai dengan syarat-syarat
penentuan lokasi industri atau pertanian. Misalnya syarat
dari pertanian adalah curah hujan, suhu, tekstur tanah,
drainase, kemiringan lereng, dan jenis tanah. Maka peta
yang harus kita cari adalah peta curah hujan, peta suhu,
peta tekstur tanah, peta drainase, peta kemiringan lereng,
dan peta jenis tanah.
e.Peta-peta tematik tersebut di-over lay (tumpang susun)
atau dikombinasikan sehingga akan diperoleh satu peta
baru yaitu peta yang mempunyai banyak simbol seperti
curah hujan, suhu, tekstur tanah, drainase, kemiringan
lereng, dan jenis tanah.
f.Kemudian peta tersebut dianalisis untuk menentukan
lokasi yang cocok untuk pertanian.

27

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->