Kalender Saka adalah sebuah kalender yang berasal dari India.

Kalender ini merupakan sebuah penanggalan syamsiah-kamariah (candra-surya) atau kalender luni-solar. Era Saka dimulai pada tahun 78 Masehi. Kalender Saka dimulai tahun 78 Masehi ketika kota Ujjayini (Malwa di India sekarang) direbut oleh kaum Saka (Scythia) di bawah pimpinan Maharaja Kaniska dari tangan kaum Satavahana. Tahun baru terjadi pada saat Minasamkranti (matahari pada rasi Pisces) awal musim semi. Nama-nama bulan adalah Caitra, Waisaka, Jyestha, Asadha, Srawana, Bhadrawada, Aswina (Asuji), Kartika, Margasira, Posya, Magha, Phalguna. Agar sesuai kembali dengan matahari, bulan Asadha dan Srawana diulang secara bergiliran setiap tiga tahun dengan nama Dwitiya Asadha dan Dwitiya Srawana. Awal setiap bulan adalah saat konjungsi, sehingga tanggal kalender Saka umumnya lebih dahulu sehari dari tanggal kalender Hijriyah yang diawali munculnya hilal. Setiap bulan dibagi menjadi dua bagian yaitu suklapaksa (paro terang, dari bulan mati sampai purnama) dan kresnapaksa (paro gelap, dari selepas purnama sampai menjelang bulan mati). Masing-masing bagian berjumlah 15 atau 14 hari (tithi). Jadi kalender Saka tidak mempunyai tanggal 16. Misalnya, tithi pancami suklapaksa adalah tanggal lima, sedangkan tithi pancami kresnapaksa adalah tanggal dua puluh. Konsep sunya (kosong) dalam ajaran Hindu mendasari kalender Saka untuk menghitung tahun dari Nol. Tanggal 1 Caitra tahun Nol bertepatan dengan tanggal 14 Maret 78. Tahun baru 1 Caitra 1932 jatuh pada tanggal 16 Maret 2010. Di Indonesia kita mengenal tahun baru Saka sebagai Hari Raya Nyepi. Di daratan Asia Tenggara, dari Myanmar sampai Vietnam, berlaku kalender Buddha yang menghitung tahun dari 544 SM, tahun Siddharta Gautama dilahirkan. Sistem kalendernya sama dengan kalender Saka. Tahun baru 2554 jatuh pada tanggal 16 Maret 2010. Tetapi tanggal yang dimuliakan umat Buddha bukanlah tahun baru, melainkan malam purnama bulan Waisaka, saat kelahiran dan pencerahan Sang Buddha. Itulah Hari Raya Waisak yang tahun ini jatuh pada tanggal 28 Mei 2010. Sebuah tahun Saka dibagi menjadi dua belas bulan. Berikut nama bulan-bulan tersebut:
1.

Srawanamasa, lebih kurang bertepatan dengan bulan Juli-

Agustus atau bulan Jawa/Bali Kasa (

lebih kurang bertepatan dengan bulan April-Mei atau Jyesthamasa. musim panas [sunting]Tahun Luni-Solar . 4. 8. lebih kurang bertepatan dengan bulan AgustusAsujimasa. Berikut nama-nama musim 1. 10. lebih kurang bertepatan dengan bulan Juni-Juli atau September atau bulan Jawa/Bali Karo Oktober atau bulan Jawa/Bali Katiga November atau bulan Jawa/Bali Kapat Desember atau bulan Jawa/Bali Kalima Januari atau bulan Jawa/Bali Kanem Februari atau bulan Jawa/Bali Kapitu Maret atau bulan Jawa/Bali Kawolu bulan Jawa/Bali Kasanga bulan Jawa/Bali Kasepuluh/Kadasa bulan Jawa Dhesta atau Bali Desta bulan Jawa Sadha atau Bali Desta Nama musim Di India satu tahun dibagi menjadi enam musim. 4. musim rontok. Sarat. 6. 3. musim sejuk kabut Basanta. 11. lebih kurang bertepatan dengan bulan Maret-April atau Wesakhamasa.2. lebih kurang bertepatan dengan bulan Mei-Juni atau Asadhamasa. 3. lebih kurang bertepatan dengan bulan DesemberMaghamasa. lebih kurang bertepatan dengan bulan OktoberMargasiramasa. 7. musim hujan bertepatan dengan Srawana dan Bhadrawada. Warsa. Bhadrawadamasa. lebih kurang bertepatan dengan bulan SeptemberKartikamasa. lebih kurang bertepatan dengan bulan JanuariPhalgunamasa. musim dingin Sisira. 12. 9. dan seterusnya. 5. 6. Hemanta. musim semi Grisma. atau dengan kata lain setiap musim berlangsung dua bulan. lebih kurang bertepatan dengan bulan NovemberPosyamasa. 5. lebih kurang bertepatan dengan bulan FebruariCetramasa. 2.

Di Bali kalender Saka yang telah ditambahi dengan unsur-unsur lokal dipakai sampai sekarang. Tetapi sumber lain menyebutkan bahwa mereka dikalahkan oleh Wikramaditya (Vikramâditya). [sunting]Kalender Saka di Indonesia Sebelum masuknya agama Islam. terutama suku Jawa dan Bali. mengalahkan kaum Saka. menggunakan kalender Saka. Setelah agama Islam masuk. maka tahun baru harus disesuaikan setiap tahunnya untuk mengiringi daur perputaran matahari. Mengenai kaum Saka ada yang menyebut bahwa mereka termasuk sukabangsa Turki atau Tatar. Namun kalender Saka yang dipergunakan dimodifikasi oleh beberapa sukubangsa. Di Jawa dan Bali kalender Saka ditambahi dengan cara penanggalan lokal. Namun ada pula yang menyebut bahwa mereka termasuk kaum Arya dari suku Scythia. Sumber lain lagi menyebut bahwa mereka sebenarnya orang Yunani (dalam bahasa Sansekerta disebut Yavana yang berkuasa di Baktria (sekarang Afganistan). [sunting]Sejarah Kalender Saka Kalender Saka berawal pada tahun 78 Masehi dan juga disebut sebagai penanggalan Saliwahana (Sâlivâhana). para sukubangsa di Nusantara bagian barat yang terkena pengaruh agama Hindu. seperti di Tengger yang banyak penganut agama Hindu. oleh Sultan Agung diperkenalkan kalender Jawa Islam yang merupakan perpaduan antara kalender Islam dan kalender Saka. begitu pula di beberapa daerah di Jawa. di Mataram. .Berhubung bulan-bulan dalam kalender Saka hanya terdiri dari 30 hari. beliau berasal dari India bagian utara. Kala itu Saliwahana yang adalah seorang raja ternama dari India bagian selatan. Wikramaditya adalah seorang musuh atau saingan Saliwahana.

Lakon dalam pergelaran wayang kulit sering diambil dari wiracarita Ramayana dan Mahabarata. di antarannya: lakon lahiran. misalnya Serat Arjunasasrabahu. dan ceritera carangan (ceritera karangan dalang) lainnya.  .  Lakon Raben biasanya mengisahkan tentang seorang kesatria yang menyunting seorang puteri untuk dijadikan istrinya. Brubuh Ngalengka. yakni Lakon Baku dan Lakon Carangan. Lakon itu dapat merujuk pada suatu judul ceritera yang dipentaskan. lahirnya wisanggeni. Contoh karya lakon tertulis yang terkenal misalnya adalah Romeo and Juliet dari William Shakespeare. dan lain sebagainya. sebagai contoh lahirnya Dasamuka. sedangkan Lakon Carangan lebih merujuk kepada lakon-lakon yang diciptakan oleh para dalang senior untuk memenuhi kebutuhan penanggap wayang ataupun penguasa (pemerintah) di masanya. Lakon sendiri dibedakan menjadi beberapa macam. Kresna Duta. Lakon dalam pewayangan Pengertian lakon dalam pergelaran wayang dapat diartikan sebuah ceritera yang akan disajikan dalam pergelaran tersebut. lakon wahyu. Macam-macam Lakon dalam pewayangan Lakon menurut jenisnya terdiri dari beberapa macam. Lakon Baku bersumber dari buku-buku pedalangan tententu. lakon banjaran.Lakon (Bahasa Inggris: play) adalah suatu jenis cerita. Lakon tertulis merupakan suatu jenis karya sastra yang terdiri dari dialog antar para pelakon dan latar belakang kejadian. Lakon Raben yang paling terkenal adalah Rabine Premadi. Sedangkan lakon dalam perngertian anak-anak muda dapat diartikan sebagai tokoh (peran utama). dan sebagainya. Pandu Swargo. misalnya dalam suatu judul film yang diputar di televisi. yang terutama lebih ditujukan untuk dipentaskan dari pada dibaca. misalnya Gatotkaca Lahir. lakon raben. Lakon Lahiran biasanya mengisahkan tentang lahirnya seorang tokoh dalam pewayangan. lakon gugur. lahirnya Gatotkaca. Lakon tidak tertulis biasanya diambil dari cerita yang sudah umum diketahui dan hanya menjabarkan secara umum jalan cerita dan karakter-karakter dalam cerita tersebut. Dewa Ruci. lakon gugat dan lakon brubuh. dan juga sumber serat-serat Jawa yang ada. bisa dalam bentuk tertulis ataupun tak tertulis.

sampai kematian Sangkuni dalam perang Baratayudha. Lakon wahyu ini sangat banyak dan tergolong paling disukai masyarakat penggemar wayang. Duryodana Gugur. misalnya Salya Gugur. Misalnya. Walaupun tidak menggunakan kata "gugat" namun lakon Petruk Jadi Ratumerepresentasikan gugatan orang kecil pada majikannya. serta diyakini akan membawa berkah kebaikan pada penanggap pasca mengadakan pergelaran wayang. bagaimana ia menyulut pembakaran para Pandawa. dan sebagainya.  Lakon Banjaran merupakan kreativitas baru terutama dari Dalang Ki Timbul Hadiprayitno. Banjaran Bhisma. banyak humor. Banjaran Salya. dan ramai dalam sajian. Pandu Gugat.Lakon Gugur biasanya menceriterakan wafatnya seorang tokoh wayang. bagaimana ia mendapat jabatan patih di Astina. Banjaran serupa visualisasi riwayat hidup seorang tokoh. lengkap dari lahir sampai mati. Maka ada lakon Brubuh Alengka dan Brubuh Astina  [sunting] . Bisma Gugur. Lakon Banjaran lainnya adalah Banjaran Durna.  Lakon Gugat merupakan semacam representasi visualiasi protes pada keadaan yang tidak beres atau ketidak-adilan. Karena sifatnya yang ringan.  Lakon Wahyu menceriterakan mengenai keberuntungan seorang kesatria yang mendapatkan anugerah dari dewata karena kesucian hatinya dalam memaknai setiap cita-citanya. Gatotkaca Gugat.Pandawa Gugat. berpetuah. Lakon wahyu yang paling terkenal yakni Wahyu Makutharama. Maka lakon Banjaran Sangkuni menceritakan lahirnya Sangkuni dan nama aslinya. Banjaran Pandu dan sebagainya.  Lakon Brubuh menceritakan hancurnya suatu kerajaan.

kejadian-kejadian. sejarah ilmiah (tarikh ilmy). Dengan kata lain. (4) Patrick Gardiner menyatakan sejarah sebagai ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia. Pada masa yang sama. sejarah saling tradisional dengan (tarikh naqli) berkaitan. G. adalah dialog yang tak pernah selesai antara masa sekarang dan lampau. Sejarah merupakan satu sistem yang meneliti suatu kejadian sejak awal dan tersusun dalam bentuk kronologi. menurut beliau juga Sejarah adalah peristiwa-peristiwa masa lalu yang mempunyai catatan. Collingwood. yaitu pengetahuan tentang hukum-hukum yang tampak menguasai kehidupan masa lampau yang diperoleh melaluipendekatan dan analisis atas peristiwa-peristiwa masa lampau. (3) Menurut R. Sidi Gazalba mencoba menggambarkan sejarah sebagai masa lalu manusia dan seputarnya yang disusun secara ilmiah dan lengkap meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan yang memberi pengertian dan kefahaman tentang apa yang berlaku. Sejarah ialah satu kajian untuk menceritakan suatu perputaran jatuh bangunnya seseorang tokoh. adalah pengetahuan masa yaitu: tentang kini. bukan tentang mewujudnya saja. Sejarah ialah sebuah bentuk penyelidikan tentang hal-hal yang telah dilakukan oleh manusia pada masa lampau. (5) Drs. (7) Menurut Muthahhari. c. (6) SEJARAH. (9) Sejarah adalah ilmu pengetahuan dengan umumnya yang berhubungan dengan cerita . (8) Shefer juga berpendapat bahwa Sejarah adalah peristiwa yang telah lalu dan benar-benar berterjadi. ada tiga cara mendefinisikan sejarah dan ada tiga disiplin kesejarahan yang a. yaitu pengetahuan tentang perubahan-perubahan bertahap yang membawa masyarakat dari satu tahap ke tahap lain. menurut E. peristiwa-peristiwa dan keadaan-keadaan kemanusiaan di masa lampau dalam kaitannya keadaan-keadaan b.H. Carr dalam buku teksnya What is History. filsafat sejarah (tarikh falsafi).Definisi sejarah menurut para ahli (1) Menurut "Bapak Sejarah" Herodotus. rekod-rekod atau bukti-bukti yang konkrit. ia membahas hukum-hukum yang menguasai perubahan-perubahan ini. ia adalah ilmu tentang menjadi masyarakat. (2) Mengikut definisi yang diberikan oleh Aristotle. suatu proses interaksi yang berkesinambungan antara sejarawan dan fakta-fakta yang dimilikinya. masyarakat dan peradaban.

. (J. . 1955).. More often. the term is restricted to things that happened to people (Nugent. 1958) (14) History can mean any events or episodes that happened in the past. no matter to whom they happened and no matter whether the episodes were in any way related. experience (Muhammad (Robert V.Banks) (12) History . 1967)..bertarikh sebagai hasil penfsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat manusia pada waktu yang telah (10) lampau History is atau the tanda-tanda memory of yang human lain. History can help student to understand human behaviour in the past. present and future (new goals for historical studies). Yamin) Daniels) (11) All past event is history (history as actuality). (13) History is what one age finds worthy of note in another (Burckhardt. is a mountain top of human knowledge from whence the doings of our generation may be scanned and fitted into proper dimensions (Gustafson.