Keterampilan Berbahasa

KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA A. Pendahuluan Keterampilan berbahasa Indonesia diberikan kepada guru, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa guru Sekolah Dasar. Keterampilan berbahasa Indonesia mencakup: Keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis, dan keterampilan membaca. Penyajian materi ini dilatarbelakangi oleh suatu kenyataan bahwa keterampilan berbahasa sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Mari perhatikan kehidupan masyarakat. Anggota-anggota masyarakat saling berhubungan dengan cara berkomunikasi. Komunikasi dapat berupa komunikasi satu arah, dua arah, dan multi arah. Komunikasi satu arah terjadi ketika seseorang mengirim pesan kepada orang lain, sedangkan penerima pesan tidak menanggapi isi pesan tersebut. Misalnya, khotbah jumat dan berita di TV atau radio. Komunikasi dua arah terjadi ketika pemberi pesan dan penerima pesan saling menanggapi isi pesan. Komunikasi multi arah terjadi ketika pemberi pesan dan penerima pesan yang jumlahnya lebih dari dua orang saling menanggapi isi pesan (Abd. Gofur, 1: 2009) Dalam kegiatan komunikasi, pengirim pesan aktif mengirim pesan yang diformulasikan dalam lambang-lambang berupa bunyi atau tulisan. Proses ini disebut dengan encoding. Selanjutnya si penerima pesan aktif menerjemahkan lambang-lambang tersebut menjadi bermakna sehingga pesan tersebut dapat diterima secara utuh. Proses ini disdebut dengan decoding. B. Aspek-aspek Keterampilan berbahasa Sehubungan dengan penggunaan bahasa, terdapat empat keterampilan dasar berbahasa yaitu, menyimak, berbicara, menulis, dan membaca. Keempat keterampilan tersebut saling terkait antara yang satu dengan yang lain. B.1. Hubungan Menyimak dengan Berbicara Menyimak dan berbicara merupakan kegiatan komunikasi dua arah yang langsung. Menyimak bersifat reseptif, sedangkan berbicara bersifat produktif. Misalnya, komunikasi yang terjadi antar teman, antara pembeli dan penjual atau dalam suatu diskusi di kelas. Dalam hal ini A berbicara dan B mendengarkan. Setelah itu giliran B yang berbicara dan A mendengarkan. Namun ada pula dalam suatu konteks bahwa komunikasi itu terjadi dalam situasi noninteraktif, yaitu satu pihak saja yang berbicara dan pihak lain hanya mendengarkan. Misalnya Khotbah di masjid, dimana pemceramah menyampaikan ceramahnya, sedangkan yang lainnya hanya mendengarkan. Terkait dengan kegiatan pembelajaran, guru dituntut untuk mampu memodifikasi aktivitas pembelajaran agar siswa mampu untuk melaksanakan kegiatan komunikasi baik satu arah, dua arah, maupun multi arah. Aktivitas yang dapat dilakukan adalah dengan metode diskusi kelompok, Tanya jawab, dan sebagainya.

2. membaca. dan memilih untuk mencari yang terbaik.2. Menyimak konsentratif: menyimak yang merupakan sejenis telaah atau menyimak untuk mengikuti petunjuk-petunjuk. Proses tersebut berupa penyandian kembali dan penafsiran sandi. Kegiatan menyimak diawali dengan mendengarkan. dan wacana. 6. menginterpretasi atau menafsirkan. 5. pembaca menghubungkannya dengan kemungkinan maksud penulis berdasarkan pengalamannya (Ulit. puisi. mendapat inspirasi. B. Menulis adalah kegiatan berbahasa yang bersifat produktif. Menyimak ekstrinsik: menyimak yang berhubungan dengan hal-hal yang tidak umum dan lebih bebas. memahami. menikmati keindahan cerita. Untuk memahami isi bahan simakan diperlukan suatu proses berikut. kalimat. Menyimak berkaitan dengan penggunaan bahasa ragm lisan. 7. Hubungan Menyimak dan Membaca Menyimak dan membaca sama-sama merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif. dan pada akhirnya memahami apa yang disimak. Menyimak memiliki jenis-jenis sebagai berikut: 1. maupun berupa tulisan (membaca) yang selanjutnya diikuti diikuti dengan proses decoding guna memperoleh pesan yang berupa konsep. Menyimak sosial: menyimak yang dilakukan dalam situasi-situasi sosial. frasa. manganalisa fakta. Sejalan dengan hal tersebut. dan meningkatkan kemampuan berbicara. berbicara. Menyimak kritis: menyimak yang dilakukan dengan sungguhsungguh untuk memberikan penilaian secara objektif. . Membaca adalah suatu proses kegiatan yang ditempuh oleh pembaca yang mengarah pada tujuan melalui tahap-tahap tertentu (Burns. mengevaluasi fakta. 4. Sebaliknya seorang pembaca mencoba memahami gagsan. perasaan atau informasi yang disajikan dalam bentuk tulisan tersebut.B. 1985).3. dll. Menyimak estetik: menyimak yang apresiatif. mengidentifikasi. Kegiatan dimulai dari mengenali huruf. Dalam hal ini menyimak memiliki tujuan yang berbeda-beda yaitu untuk. Seorang penulis menyampaikan gagasan. Hubungan Membaca dan Menulis Membaca dan menulis merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis. menilai. menghibur diri. dan yang terakhir menanggapi apa yang disimak. mendapatkan fakta. Menyimak selektif: menyimak yang dilakukan secara sungguhsungguh. Penyimak maupun pembaca malakukan aktivitas pengidentifikasian terhadap unsure-unsur bahasa yang berupa suara (menyimak). ide. mendengarkan. 3. sedangkan membaca adalah kegiatan yang bersifat reseptif. Lebih dari itu. sedangkan membaca merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis. ungkapan. Secara berturut-turut pemerolehan keterampilan berbahasa itu pada umumnya dimulai dari menyimak. perasaan. atau informasi. kata. Keterampilan menyimak merupakan kegiatan yang paling awal dilakukan oleh manusia bila dilihat dari proses pemerolehan bahasa. atau informasi dalam bentuk tulisan. serta menghubungkannya dengan bunyi dan maknanya (Anderson. dan menulis. 1986). Menyimak kreatif: menyimak yang bertujuan untuk mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas pembelajar. 1995).

misalnya membaca buku. Oleh karena itu. dan kata-kata tersusun menjadi kalimat menurut peraturan tertentu. 1. (1) pramenulis. membuat kerangka dan mengumpulkan bahan-bahan. dan jelas sehingga buah pikiran tersebut dapat dikomunikasikan kepada pembaca. puisi. (3) kosakata. Pengetahuan kebahasaan digunakan untuk pemilihan kata. Sedangkan teknik penulisan diterapkan dalam penyusunan paragraf . lengkap. dan lain-lain. Aktivitas menulis mengikuti alur proses yang terdiri atas beberapa tahap. dan (5) mempublikasikan. surat kabar. (2) pengumpulan bahan. bahan bacaan. Kegiatan membaca dapat bersuara nyaring dan dapat pula tidak bersuara (dalam hati). menentukan tujuan. observasi. Pramenulis Pramenulis merupakan tahap persiapan. Ide-ide dituangkan dalam bentuk satu karangan yang utuh. Mckey mengemukakan tujuh tahap yaitu (1) pemilihan dan pembatasan masalah. Ide tulisan dapat bersumber dari pengalaman. dan membujuk dapat disusun dalam bentuk argumentasi dan persuasi. Lebih lanjut Bryne menyatakan bahwa mengarang pada hakikatnya bukan sekedar menulis symbol-simbol grafis sehingga berbentuk kata. Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambing-lambang grafis yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambing-lambang grafis tersebut (Bryne. proses penulisan terdiri atas lima tahap yaitu.Kridalaksana (1993) menyatakan bahwa membaca adalah keterampilan mengenal dan memahami tulisan dalam bentuk urutan lambing-lambang grafis dan perubahannya menjadi bicara bermakna dalam bentuk pemahaman diam-diam atau pengujaran keras-keras. Pada tahap ini seorang penulis melakukan berbagai kegiatan. Secara padat. atau drama untuk mengkomunikasikan gagasannya. (4) mengedit. Secara singkat dapat dikatakan bahwa dalam kegiatan karang-mengarang. Penentuan tujuan menulis erat kaitannya dengan pemilihan bentuk karangan. dan pembentukan kalimat. (3) penyusunan bahan. menentukan judul karangan. Oleh karena itu. dan (4) kelancaran. dan (7) penulisan naskah akhir. meyakinkan. Karangan yang bertujuan menjelaskan sesuatu dapat ditulis dalam bentuk karangan eksposisi. Menulis Tahap menulis dimulai dari menjabarkan ide-ide ke dalam bentuk tulisan. di samping harus menguasai topik dan permasalahannya yang akan ditulis. Di samping seorang penulis dapat memilih bentuk prosa. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas. akan tetapi mengarang adalah menuangkan buah pikiran ke dalam bahasa tulis melalui kalimat-kalimat yang dirangkai secara utuh. Pada tahap ini diperlukan berbagai pengetahuan kebahasaan dan teknik penulisan. misalnya menemukan ide/gagasan. (2) menulis. memilih bentuk atau jenis tulisan. dan imajinasi. 1983). 2. (5) penulisan naskah awal. karangan yang bertujuan membuktikan. penulis dituntut menguasai komponen (1) grafologi. Karangan yang bertujuan melukiskan sesuatu dapat ditulis dalam bentuk karangan deskripsi. (3) merevisi. majalah. pengarang menggunakan bahasa tulis untuk menyatakan isi hati dan buah pikirannya secara menarik kepada pembaca. penentuan gaya bahasa. pada tahap pramenulis diperlukan stimulus untuk merangsang munculnya respon yang berupa idea tau gagasan. (2) struktur. (6) revisi. (4) pembuatan kerangka karangan.

semangat. misalnya struktur karangan dan kebahasaan. kosakata atau ungkapan. waktu yang disediakan. dan pengaturan spasi. tingkat kemampuan. 6 : 2009) Aspek-aspek yang dinilai pada kegiatan berbicara terdiri atas aspek kebahasaan dan nonkebehasaan. Pengertian pertama. Memilih topik. kelancaran. Sementara itu aspek kebahasaan meliputi pemilihan kata. peragaan. nada dan irama. . Berbicara pada hakikatnya merupakan suatu proses berkomunikasi yang dalam proses itu terjadi pemindahan pesan dari satu pihak (komunikator) ke pihak lain (komunikan).4. dan sikap. Penyampaian noncetakan dapat dilakukan dengan pementasan. memahami pendengar. Hal itu dimaksudkan agar tulisan itu menarik dan lebih mudah dipahami. Merevisi Pada tahap merivisi dilakukan koreksi terhadap keseluruhan paragraf dalam tulisan. ejaan dan tanda baca. Koreksi harus dilakukan terhadap berbagai aspek. 2. minat pendengar. Proses pengeditan dapat diperluas dan disempurnakan dengan penyediaan gambar atau ilustrasi. Aspek nonkebahsaan terdiri atas. sedangkan pengertian yang kedua disampaikan dalam bentuk noncetakan. B. ucapan atau lafal. Langkah-langkah yang harus dikuasai oleh seorang pembicara yang baik adalah: 1. dan variasi kalimat atau struktur kalimat. Aspek kebahasaan terdiri atas. pendahuluan. berarti menyampaikan karangan kepada public dalam bentuk cetakan. kemampuan berbicara. Mengedit Apabila karangan sudah dianggap sempurna. persendian. Berbicara merupakan kegiatan ragam lisan. latar belakang pendengar. Hubungan Menulis dengan Berbicara Berbicara dan menulis merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat produktif. Menyusun kerangka pembicaraan. penulis tinggal melaksanakan tahap pengeditan. misalnya ukuran kertas. Dalam pengeditan ini diperlukan format baku yang akan menjadi acuan. penguasaan materi. Mempublikasikan Mempublikasikan mempunyai dua pengertian. keberanian. 4. struktur bahasa. isi dan penutup. ketertiban. minat pembicara. Pesan yang akan disampaikan kepada komunikan lebih dahulu diubah ke dalam symbol-simbol yang dipahami oleh kedua belah pihak (Abd. 3. keramahan. bentuk tulisan. sedangkan berbicara merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat langsung. dan sebagainya. penceritaan. 5. Menulis pada umumnya merupakan kegiatan berbahasa tak langsung. Struktur karangan meliputi penataan ide pokok dan ide penjelas serta sistematika penalarannya. kemampuan mendengar. situasi. tekanan kata. Memahami dan menguji topik. 3. Gofur.sampai dengan penyusunan karangan secara utuh. sarana. sedangkan menulis merupakan kegiatan berbahasa ragam tulis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful