Tugas Pkn Bab 4 & 5!

Sistem Pemerintahan Negara Indonesia

Sistem pemerintahan negara Republik Indonesia mengalami beberapa kali perubahan seiring dengan berubahnya konstitusi yang digunakan di Indonesia. Adapaun sistem pemerinatahan yang pernah berlangsung anatara lain adalah:

a. Sistem Pemerintahan di bawah UUD 1945, 18 Agustus 1945
Dalam dinamika atau perkembangan pasang surut ketatanegaraan atau sistem pemerintahan RI dapat kita lihat dari naskah resmi UUD yang pernah berlaku di Indonesia mulai dari 18 Agustus 1945 sampai sekarang. Sistem pemerintahan Negara Republik Indonesia menurut UUD 1945, tidak menganut suatu sistem pemerintahan dari negara manapun, melainkan merupakan ciri khas kepribadian bangsa Indonesia sendiri. Kalau diperhatikan sistimatika dari sejak pembentukan UUD 1945 (BPUPKI) yang dijadikan dasar pembentukan sistem pemerintahan Negara Republik Indonesia dapat kita ketahui dari Batang tubuh dan Penjelasan Resmi dari UUD 1945 bahwa negara Republik Indonesia menganut Sistem pemerintahan Presidensial

b. Sistem Pemerintahan Konstitusi RIS 1949
Dalam periode ini yang dijadikan sebagai pegangan adalah Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949 (KRIS 1949). UUD ini terdiri dari Mukadimah, 197 pasal dan 1 lampiran. Dalam pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa Republik Indonesia yang Serikat yang merdeka dan berdaulat ialah suatu negara hukum yang demokrasi dan berbentuk federal. Kekuasaan kedaulatan di dalam Negara Republik Indonesia Serikat dilakukan oleh Pemerintah bersama-sama dengan Dewan perwakilan Rakyat dan Senat sesuai dengan pasal 1 ayat 2 Konstitusi RIS 1949, Badan pemegang kedaulatan ini juga merupakan badan pembentuk undang-undang yang menyangkut hal-hal yang khusus mengenai satu, beberapa atau semua negara bagian atau bagiannya. Mengatur pula hubungan khusus antara negara RIS dengan daerah-daerah yang tersebut dalam pasal 2 dan pasal 127 a. Pembuatan undang-undang tanpa Senat tetapi hanya dilakukan oleh pemerintah dan DPR merupakan produk undang-undang yang tidak mengatur masalah hubungan negara RIS dengan negara bagian

Tanggung jawab kebijaksanaan pemerintah berada ditangan menteri. hal ini dikemukakan dalam Undang-Undang No. hal tersebut ditegaskan dalam pasal 1 ayat 1 UUDS 1950 yang berbunyi “ Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat ialah suatu negara hukum yang demokratis dan berbentuk kesatuan “. maupun masing-masing untuk bagiannya sendiri-sendiri . c. maka menteri/menteri-menteri itu harus mengundurkan diri. Menteri-menteri bertanggung jawab atas seluruh kebijaksanaan pemerintah. Sistem Pemerintahan di Bawah UUDS 1950 Negara Kesatuan menjadi pilihan pada masa berlakunya UUD Sementara 1950. 7 tahun 1950. Pada sistem ini. Sedangkan UUDS 1950 menganut sistem pemerintahan parlementer dapat kita temukan dalam pasal 83 ayat 1 dan 2 yang menyebutkan : 1. atau DPR dapat membubarkan menteri-menteri (kabinet) tersebut dengan alasan mosi tidak percaya”. Menurut ketentuan pasal-pasal yang tercantum dalam Konstitusi RIS 1949. kabinet bertanggung jawab kepada parlemen (DPR). baik bersama-sama untuk keseluruhannya. jadi kedudukan kabinet sangat tergantung pada parlemen (DPR). Presiden dan Wakil Presiden tidak dapat diganggu gugat 2. maka kabinet secara perseorangan atau secara bersama-sama harus mengundurkan diri atau membubarkan diri.Sistem pemerintahannya adalah Parlementer berdasarkan pasal 118 ayat 2 menyebutkan sebagai berikut “ Presiden tidak dapat diganggu gugat. Bentuk negara kesatuan merupakan kehendak rakyat Indonesia. sistem pemerintahan yang dianutnya sistem pemerinhtahan parlementer. dan apabila pertanggung jawabannya itu tidak diterima oleh parlemen atau DPR. tetapi apabila kebijakan menteri/para menteri ternyata tidak dapat dibenarkan oleh DPR. sedangkan pada Mukadimah UUDS 1950 menyebutkan “ Maka demi ini kami menyusun kemerdekaan kami itu dalam suatu piagam negara yang berbentuk Republik kesatuan “ Pada pasal 45 UUDS 1950 disebutkan “ Presiden ialah Kepala Negara “.

Berdasarkan UUDS 1950 pembentukan badan Konstituante haruslah melalui pemilihan umum. jelaslah bahwa yang bertanggung jawab atas seluruh kebijaksanaan pemerintahan adalah menterimenteri kepada parlemen atau DPR. Pembubaran DPR oleh Presiden diikuti dengan perintah segera melaksanakan pemilihan umum untuk memilih DPR dalam waktu 30 hari setelah pembubaran DPR.Berdasarkan pasal 83 ayat 1 dan 2 UUDS 1950. Masa Orde Baru Dinamika politik pada periode Orde Baru. dapat dilihat berdasarkan aktivitas politik kenegaraan sebagai berikut : • Lahirnya Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yaitu 1. 3. Ternyata Konstituante selalu gagal dalam merumuskan dan menetapkan UUD yang difinitif sehingga otomatis sistem pemerintahan yang berlaku adalah sistem pemerintahan yang pertama berlaku di Indonesia. Sistem Pemerintahan di Bawah UUD 1945. d. Sistem Pemerintahan di Bawah UUD 1945. bersihkan Kabinet Dwi Kora dari PKI. baru dapat terlaksana pada tanggal 15 Desember 1955. hal dapat terselenggara semenjak pelaksanaan pemilu yang pertama pada tahun 1971. 5 Juli 1959 Berdasarkan pasal 134 UUDS 1950 menegaskan Konstituante (Sidang pembuat UUD) bersama-sama Pemerintah selekas-lekasnya menetapkan UUD Republik Indonesia yang akan menggantikan UUDS 1950. Pada sidang Konstituante inilah untuk pertama kalinya Presiden Soekarno memperkenalkan istilah Demokrasi Terpimpin. bubarkan PKI. Pada pemilihan umum yang . e. turunkan harga barang/perbaiki ekonomi • Pemerintah Orba lebih menekankan pada pembangunan Sistem Pemerintahan menurut UUD 1945 pada masa orde baru sudah memenuhi tuntutan yang ada pada ketentuan UUD 1945. Pemilihan umum untuk anggota Konstituante. dan Konstituante untuk pertama kali bersidang pada tanggal 10 Nopember 1956 dalam sidang ini dibuka oleh Presiden Soekarno di Bandung. Mengingat UUD 1950 masih bersifat sementara. 2. Sedangkan pasal 83 ayat 1 dan 2 UUDS 1950 dipertegas lagi oleh pasal 84 UUDS 1950 yang berbunyi “ Presiden berhak membubarkan DPR “. maka harus segera ada UUD yang tetap.

tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). DPD. BPK. Berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen lembaga negara yang ada : MPR. serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi. Presiden dan Wakil Presiden. Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. lembaga negara ini semua sudah terpenuhi sesuai dengan peraturan perundangan yang ada menurut UUD 1945. kekuasaan yang sangat besar pada Presiden. Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru. DPA. HAM. Masa Reformasi Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945. DPR. adanya pasal-pasal yang terlalu “luwes” (sehingga dapat menimbulkan multitafsir). kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat). KY.pertama dan pada pemilihan umum-pemilihan umum seterusnya berdasarkan UUD 1945 lembaga negara menurut UUD 1945 sudah difinitif (sudah sesuai dengan pasal-pasal UUD 1945) Lembaga Negara yang harus ada berdasarkan UUD 1945 : MPR. Lembaga negara semacam ini memiliki tugas dan wewenang berdasarkan UUD 1945. serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. eksistensi negara demokrasi dan negara hukum. . kedaulatan rakyat. MA. Presiden dan Wakil Presiden. Sistem Pemerintahan di Bawah UUD 1945. MK. DPR. pembagian kekuasaan. dan semenjak UUD 1945 diamandemen dan dalam pelaksanaan pemilihan umum tahun 2003 lembaga negara seperti tersebut di atas mengalami perubahan. serta mempertegas sistem pemerintahan presidensial. f. MA dan BPK.

sehingga presiden juga bertanggung jawab secara langsung kepada rakyat. Sistem pemerintahan indonesia setelah reformasi telah mengalami purifikasi sangat menonjol. Presiden dipilih langsung merupakan mandataris MPR dan tidak lagi dipilih MPR. Konsekuensinya. Kesepakatan dasar dalam perubahan UUD 1945 yang dibuat MPR pada Sidang Umum MPR 1999 adalah sepakat untuk mempertegas system presidensial (dalam pengertian sekaligus menyempurnakan agar betul-betul memenuhi prinsip-prinsip dasar system presidendisal). adalah rekonstruksi konsep kedaulatan dan kelembagaan MPR yang mengakibatkan MPR tidak menjadi lembaga tertinggi negara sebagai pelaksana keadulatan rakyat. Sistem presidensial di Indonesia dapat dilihat dari aspek : -Pemisahan Kekuasaan -Kekuasaan Presiden -Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden -Pemberhentian Presiden dan WAPRES -Pertanggungjawaban Presiden -Kedudukan Menteri-Menteri Negara -Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden Setelah amandemen UUD 1945 sistem pemerintahan indonesia menjadi sistem presidensial murni.Ketentuan-Ketentuan Dalam UUD 1945 Yang Menegaskan Sistem Pemerintahan Indonesia Adalah Sistem Presidensial Perubahan yang mendasar dan menegaskan sistem presidensial dalam UUD 1945 pascaperubahan. presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR. presiden tidak lagi merupakan mandataris MPR dan tidak lagi dipilih MPR. Saat ini sistem pemerintahan indonesia cenderung . Pertanggungjawaban tersebut adalah melalui mekanisme pemilihan umum pada periode berikutnya. sistem pemerintahan Indonesia memenuhi prinsip-prinsip dasar sistem presidensial. Presiden dipilih langsung oleh rakyat. Karena sudah tidak dipilih lagi oleh MPR dan kedudukannya sederajat. sehingga pasca amandemen UUD 1945.Pelaksanaan kesepakatan tersebut diwujudkan dalam perubahan ketentuan-ketentuan yang terkait dengan kekuasaan presiden dan parlemen dalam UUD 1945.

Masa jabatan presiden dan wakil presiden dalam UUD 1945 pascaperubahan ditentukan selama lima tahun.” jabatan presiden bersifat tetap (position is fixed). Pasal 7 “ Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun. Dalam sistem pemerintahan indonesia demikian juga dimana dalam UUD Tahun 1945 Pasal 17 ayat (2) “ Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. sedangkan DPR memgang kekuasaan membentuk undang-undang (Pasal 20 ayat 1). Hal ini merupakan penyempurnaan dari pengaturan Pasal 7 UUD 1945 sebelum perubahan yang tidak menentukan batasan masa jabatan. untuk satu kali masa jabatan. Dengan demikian. presiden juga berkedudukan sederajat dengan DPR. Pertama. dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama. Perimbangan kedudukan tersebut diwujudkan dalam ketentuan bahwa presiden memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD 1945 (Pasal 4 ayat 1). Ada 2 (dua) Pasal dalam UUD 1945 yang mejadi dasar (basic) sehingga indonesia dapat dikatakan telah menganut sistem presidensial.kepada sistem pemerintahan yang bersifat presidensial.” Selain itu. Ini dapat dilihat dari beberapa ketentuan didalam UUD 1945 yang telah mengalami purifikasi.” Selanjutnya dalam Sistem Presidensial Presiden yang menentukan sendiri Kabinet yang dipimpinnya. Kedua. . akibat diubahya sistem kedaulatan MPR mejadi sistem Kedaulatan Rakyat. dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama. kita dapat melihat indonesia menganut sistem presidensial pada Pasal 4 ayat (1) “Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar 1945. hanya untuk satu kali masa jabatan. dimana sesuai Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 (Pasca amandemen)[14] menyebabkan sistem demokratisasi dinegara ini lebih baik. kedudukan presiden tidak bergantung pada parlemen seperti dalam sistem parlementer.

.Selain itu. Pascaperubahan UUD 1945. dipegang presiden secara mutlak tanpa perimbangan atau control dari lembaga lain. kekuasaan-kekuasaan presiden tersebut dibatasi. abolisi. sementara sistem presidensial menekankan peran presiden (eksekutif) sebagai subjek pemerintahan. Presiden memiliki hak penuh untuk memilih menteri-menteri negara yang akan membantu menjalankan tugas kekuasaan pemerintahan. Sistem parlementer adalah sistem yang menekankan parlemen sebagai subjek pemerintahan. pengangkatan dan penerimaan duta dan konsul. perjanjian internasional. UUD 1945 menentukan kekuasaan-kekuasaan presiden baik terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan negara maupun terkait dengan cabang kekuasaan yang lain. pemberian grasi. dan rehabilitasi. serta pemberian tanda kehormatan. perang dan perdamaian. Pemberlakuan sistem pemerintahan terhadap suatu negara tergantung pada kebutuhan. amnesi. Pasal 17 UUD 1945 menyatakan bahwa presiden dibantu menteri-menteri negara yang dipilih dan diberhentikan presiden. Presiden memliki hak untuk mengajukan undang-undang kepada DPR. keadaan bahaya. faktor sejarah dan kondisi sosio-politik suatu negara. RUU tersebut sah menjadi UU dan wajib diundangkan. Kekuasaaan-kekuasaan tersebutlah yang secara teoritis sering diasosiasikan sebagai kekuasaan kepala negara. Di samping sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD. Pasal 20 ayat (5) UUD 1945 menyatakan bahwa hal rancangan undangundang yang telah disetujui bersama tersebut tidak disahkan presiden dalam waktu tiga puluh hari semenjak RUU tersebut disetujui. presiden juga memiliki hak yang terkait dengan cabang kekuasaan legislatif. UUD 1945 juga menentukan kekuasaan presiden terkait dengan kekuatan militer. Ketentuan tersebut mengisyaratkan bahwa menteri-menteri negara yang membidangi urusan tertentu tersebut di bawah presiden dan bertanggung jawab kepada presiden.Sistem pemerintahan presidensial adalah sebagai berikut. Kekuasaan-kekuasaan tersebut sebelum UUD 1945 diubah.

Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer.Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif. tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis.Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen. Dapat dilihat bahwa sistem pemerintahan presidensial berdasarkan UUD 1945 yang telah digambarkan tersebut telah memenuhi ciri-ciri umum sistem presidensial. 2. 6. 5. 3. 4.Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat. Presiden tidak dipilih oleh parlemen. .1.Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan.Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful