BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Gudang merupakan sarana pendukung kegiatan produksi industri farmasi yang berfungsi untuk menyimpan bahan baku, bahan kemas, dan obat jadi yang belum didistribusikan. Selain untuk penyimpanan, gudang juga berfungsi untuk melindungi bahan (baku dan pengemas) dan obat jadi dari pengaruh luar dan binatang pengerat, serangga, serta melindungi obat dari kerusakan. Agar dapat menjalankan fungsi tersebut, maka harus dilakukan pengelolaan pergudangan secara benar atau yang sering disebut dengan manajemen pergudangan (Priyambodo, 2007). Pergudangan adalah segala upaya pengelolaan gudang yang meliputi penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan, pendistribusian, pengendalian dan pemusnahan, serta pelaporan material dan peralatan agar kualitas dan kuantitas terjamin (Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2009). 2.2 Manfaat Pergudangan Manfaat pergudangan adalah untuk: 1. Terjaganya kualitas dan kuantitas perbekalan kesehatan. 2. Tertatanya perbekalan kesehatan. 3. Peningkatan pelayanan pendistribusian. 4. Tersedianya data dan informasi yang lebih akurat, aktual, dan dapat dipertanggungjawabkan. 5. Kemudahan akses dalam pengendalian dan pengawasan.

Universitas Sumatera Utara

3.3. 2.3. Tertib administrasi (Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 2.3 Syarat-syarat Gudang Agar dapat menjalankan fungsinya dengan benar. Universitas Sumatera Utara . diantaranya: 2. Kebersihan dan hygiene.4 Tersedia tempat khusus untuk produk atau bahan dalam status ‘karantina’ dan ‘ditolak’.6.3.2 Gudang harus cukup luas. dan distribusi barang atau produk. penyimpanan. bersih dan teratur. 2009).3. 2. 2. maka gudang harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan dalam cara pembuatan obat yang baik (CPOB).6 Pengeluaran bahan harus menggunakan prinsip FIFO (First In First Out) atau FEFO (First Expired First Out) (Priyambodo. 2. 2. bersuhu sesuai dengan persyaratan.1 Harus ada prosedur tetap (Protap) yang mengatur tata cara kerja bagian gudang termasuk di dalamnya mencakup tentang tata cara penerimaan barang.3. terang dan dapat menyimpan bahan dalam keadaan kering. Kelembaban (kelembaban relatif tidak lebih dari 60%). 2.4 Bangunan Area penyimpanan harus dirancang untuk memastikan kondisi penyimpanan yang baik sebagai berikut: a. b. 2007).3 Harus terdapat tempat khusus untuk menyimpan bahan yang mudah terbakar atau mudah meledak (misalnya alkohol atau pelarut-pelarut organik).5 Tersedia tempat khusus untuk melakukan sampling (sampling room) dengan kualitas ruangan seperti ruang produksi (grey area).

d. b. Pallet harus disimpan dalam kondisi yang bersih dan terawat (United Arab Emirates Ministry of Health Drug Control Department. kecuali jika diperlukan. Pengaturan sirkulasi udara.1 Denah Bangunan Gudang harus mempunyai tata letak ruang yang baik untuk memudahkan penerimaan. pencarian. Arah huruf L. f. Arah huruf U. 3.4. c. 2. e. tata letak ruang gudang perlu memiliki lorong yang ditata berdasarkan sistem: a. Bahan dan material yang disimpan tidak boleh bersentuhan langsung dengan lantai. termasuk pengaturan kelembaban udara dan pengaturan pencahayaan. Universitas Sumatera Utara . Salah satu faktor penting dalam merancang gudang adalah adanya sirkulasi udara yang cukup di dalam ruangan. 2. Suhu harus berada dalam batasan yang diterima (8-250C). Perhatikan posisi dinding dan pintu untuk mempermudah gerakan. pendistribusian dan pengawasan material dan peralatan (Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Arah garis lurus. Untuk kemudahan bergerak. 2009). gudang jangan disekat-sekat. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam merancang tata letak gudang adalah sebagai berikut: 1. Berdasarkan arah arus penerimaan dan pengeluaran material dan peralatan. penyimpanan. penyusunan. 2006). pemeliharaan. Jarak antar bahan mempermudah pembersihan dan inspeksi.c.

Obat. 2009). Bahan kimia harus disimpan dalam bangunan khusus yang terpisah dari gudang induk. kelembaban dan efisiensi penanganan (Badan Nasional Penanggulangan Bencana.4. Produk ditangani dan disimpan dengan cara yang sesuai untuk mencegah pencemaran.4. 2. produk jadi. serangan hama. Bahan atau produk yang membutuhkan kondisi penyimpanan khusus (seperti suhu dan kelembaban) harus dikendalikan. produk yang dikembalikan atau produk yang ditarik dari peredaran. seperti: a.2 Pembagian Area Gudang Gudang di industri farmasi terbagi dalam beberapa area antara lain: 1. dipantau dan dicatat. b. Area penyimpanan Area penyimpanan harus memiliki kapasitas yang memadai untuk menyimpan dengan rapi dan teratur. bahan pengemas. Area penyimpanan diberikan pencahayaan yang memadai sehingga semua kegiatan dapat dilakukan secara akurat dan aman. perlindungan terhadap banjir. campur baur dan pencemaran silang. produk yang ditolak. Penggunaan rak dan pallet yang tepat dapat meningkatkan sirkulasi udara. Bahan-bahan yang disimpan dalam gudang antara lain bahan awal. produk antara. Universitas Sumatera Utara . produk dalam status karantina. produk ruahan. vaksin dan serum memerlukan tempat khusus seperti lemari pendingin khusus (cold chain) dan harus dilindungi dari kemungkinan putusnya aliran listrik. produk yang telah diluluskan.

Peralatan besar/alat berat memerlukan tempat khusus yang cukup untuk penyimpanan dan pemeliharaannya. Suhu penyimpanan pada area ini sesuai dengan suhu kamar (≤30oC). Area karantina Area karantina harus dibuat terpisah dengan penandaan yang jelas berupa label kuning untuk produk karantina dan label hijau untuk produk yang diluluskan dan hanya boleh diakses oleh personil yang berwenang. Area penerimaan dan pengiriman Area penerimaan dan pengiriman barang harus dapat memberikan perlindungan terhadap bahan dan produk dari pengaruh cuaca. 3. Area bahan dan produk yang ditarik Produk yang ditarik kembali dari peredaran karena rusak atau kadaluarsa harus disimpan dalam area terpisah dan terkunci serta Universitas Sumatera Utara . 4.c. Area pengambilan sampel Area pengambilan sampel dibuat terpisah dengan lingkungan yang dikendalikan dan dipantau untuk mencegah pencemaran atau pencemaran silang dan tersedia prosedur pembersihan yang memadai untuk ruang pengambilan sampel. Area penerimaan harus didesain dan dilengkapi dengan peralatan untuk pembersihan wadah barang. Area bahan dan produk yang ditolak Bahan dan produk yang ditolak disimpan dalam area terpisah dan terkunci serta mempunyai penandaan yang jelas berupa label merah dan hanya boleh diakses oleh personil yang berwenang. 2. 6. 5.

4 Pembagian Gudang Gudang di industri farmasi diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Universitas Sumatera Utara .3 Spesifikasi Gudang Gudang di industri farmasi mempunyai spesifikasi antara lain: 1. Pencahayaan: 200 Lux (satuan kekuatan cahaya) (BPOM. dan bahan yang mudah terbakar atau meledak disimpan di daerah yang terjamin keamanannya. Area penyimpanan produk berpotensi tinggi Bahan yang berpotensi tinggi. mudah diperbaiki. Bahan label disimpan di tempat terkunci (BPOM. Terbuat dari beton dilapisi ubin keramik berwarna putih dengan kriteria harus tahan terhadap bahan kimia dan goresan.4. dan licin bila basah.mempunyai penandaan yang jelas dan hanya boleh diakses oleh personil yang berwenang. 2009). narkotika. keras. memerlukan penutupan celah. Gudang ber-AC (≤25oC). b. psikotropika. Terbuat dari beton padat dengan hardener. Lantai: a. Gudang suhu kamar (≤30oC). 2. Berdasarkan Suhu Penyimpanan. 7. 2. 2. Area bahan pengemas Bahan pengemas cetak merupakan bahan yang kritis karena menyatakan kebenaran produk. bersifat menahan debu dan tidak tahan terhadap tumpahan larutan bahan kimia. 2006).4. yaitu: a. b. 8.

Berdasarkan Jenis. Dalam menentukan kapasitas gudang. Variasi lead time. 4. Gudang bahan beracun. Fluktuasi pemakaian (Lachman. b. Gudang bahan baku: gudang bahan padat dan bahan cair. Gudang bahan yang ditolak. Gudang bahan mudah meledak/mudah terbakar (Gudang api).c. c. d. 2. 2009). 2. maka keadaan yang harus dipertimbangkan adalah keadaan maksimum. Gudang beku (<0oC). terjadi keterlambatan pemakaian bahan. Gudang bahan pengemas. 3. Gudang mencapai keadaan maksimum pada saat bahan pengemas belum dipakai. Gudang karantina obat jadi. 2008). sedangkan pesanan datang lebih cepat (Lachman. Gudang dingin (2-8oC). d. Untuk menghitung besarnya kapasitas gudang yang harus dipenuhi. maka diperlukan data tentang: 1. 2008). yaitu: a. Jumlah pesanan (order quantity) dalam suatu periode tertentu yang dilakukan. Banyaknya bahan pengemas yang dibutuhkan. g. e. Gudang obat jadi (BPOM. 2.4. f. Universitas Sumatera Utara .5 Kapasitas Gudang Salah satu yang sangat mempengaruhi berfungsi atau tidaknya suatu gudang adalah kapasitas gudang itu sendiri.

Sarana penunjang yang harus ada di gudang. Pengatur kelembaban. o. Fire extinguisher (tabung pemadam kebakaran). Komputer. Pest control. Semua peralatan harus dikalibrasi dan divalidasi secara berkala termasuk alat pengatur suhu. c. Generator.5 Peralatan Peralatan yang terdapat di area penyimpanan hanya boleh digunakan untuk tujuan tertentu dan untuk kegiatan yang diperbolehkan dengan izin yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (United Arab Emirates Ministry of Health Drug Control Department. f. i.2. m. d. Universitas Sumatera Utara . 2006). 2010 dan BPOM. kipas angin). 2006). Pallet. l. Troli. h. g. Kulkas/lemari pendingin. b. kelembaban dan timbangan (United Arab Emirates Ministry of Health Drug Control Department. Timbangan. Rak. Alarm kebakaran (Anonim. 2006). e. Lemari. ventilator. n. k. antara lain: a. j. Pengatur udara (AC. Forklift. Termometer.

2. Kepala gudang. Mengamankan pergudangan beserta isi dan lingkungannya dari segala sesuatu yang mengancam keberadaan gudang beserta isinya. Universitas Sumatera Utara . c. b. Manajemen gudang dilakukan oleh pengelola gudang yang ditunjuk berdasarkan peraturan yang berlaku dan sekurang-kurangnya terdiri dari: 1.6 Personil Semua personil di area penyimpanan harus diberikan pelatihan awal dan berkesinambungan yang berkaitan dengan cara distribusi dan penyimpanan yang baik. Semua anggota staf harus dilatih dan mempunyai tingkat kebersihan dan sanitasi yang tinggi. peraturan yang berkaitan. Mengelola penerimaan. 2006). Mendukung percepatan pendistribusian material. Petunjuk yang jelas tentang kebersihan pribadi harus didistribusikan dan diamati. Personil yang bekerja di area penyimpanan harus mengenakan pakaian pelindung atau pakaian kerja sesuai dengan aktivitas yang mereka lakukan (United Arab Emirates Ministry of Health Drug Control Department. dan peraturan keselamatan. mempunyai tugas pokok antara lain: a. Catatan pelatihan harus disimpan untuk diperiksa bila diperlukan (United Arab Emirates Ministry of Health Drug Control Department. penyimpanan dan pendistribusian material dan peralatan. d. pengendalian dan pelaporan pergudangan. Melakukan perencanaan. 2006).

Merencanakan. b. d. Universitas Sumatera Utara . Merencanakan. disimpan dan didistribusikan setiap periode tertentu atau secara berkala. Melakukan penyimpanan dan pemeliharaan material dan peralatan di gudang sesuai dengan karakteristik material dan peralatan pada tempat yang sesuai. mempunyai tugas pokok antara lain: a. Mengkoordinasikan proses penerimaan material dan peralatan. Mengelola penerimaan material dan peralatan di gudang sesuai dengan peraturan yang berlaku. mengendalikan dan melaporkan kegiatan manajemen pergudangan. b. pengendalian. Melakukan penerimaan dan pengecekan kondisi material dan peralatan pada saat penerimaan sesuai dengan peraturan yang berlaku. 3. Merencanakan. mempunyai tugas pokok antara lain: a. Petugas perencanaan. Petugas penyimpanan dan pemeliharaan. 4. Mendukung percepatan dan akurasi penerimaan material dan peralatan. mempunyai tugas pokok antara lain: a. dan pelaporan dalam rangka percepatan pendistribusian material dan peralatan. b. mengendalikan dan melaporkan pengelolaan material dan peralatan. c. Petugas penerimaan. d. Mengelola penyimpanan dan pemeliharaan material dan peralatan.2. c. pengendalian dan pelaporan. Mendukung perencanaan. mengendalikan dan melaporkan setiap material dan peralatan yang masuk.

Mendukung pengamanan semua proses aktivitas pergudangan mulai dari penerimaan. Melakukan pencegahan dan penanganan keamanan gudang beserta isi dan petugas pengelola gudang dan pelaporan kondisi keamanan gudang setiap saat atau setiap periode tertentu.c. Mengamankan material dan peralatan dari ancaman kerusakan dengan cara menyimpan sesuai dengan ketentuan dan tempat yang disediakan. Melakukan pendistribusian material dan peralatan sesuai dengan permintaan dan peraturan yang berlaku. Mengelola pendistribusian material dan peralatan. Mendukung percepatan penyimpanan dan pemeliharaan material dan peralatan agar tetap terjaga kualitas dan kuantitasnya. pemeliharaan sampai dengan pendistribusian material dan peralatan (Badan Nasional Penanggulangan Bencana. d. Mengelola keamanan dan pengamanan gudang beserta isi dan petugas pengelola gudang. sistem. dan petugas pengelola pergudangan. mempunyai tugas pokok antara lain: a. c. c. Mendukung percepatan pendistribusian material dan peralatan. Petugas pendistribusian. b. Mengamankan seluruh isi. Mengkoordinasikan proses pendistribusian material dan peralatan dari gudang ke penanggung jawab sesuai dengan peraturan yang berlaku. penyimpanan. 2009). 6. 5. Petugas keamanan. Universitas Sumatera Utara . b. d. d. mempunyai tugas pokok antara lain: a.

2007) 2.8 Manajemen Pergudangan Manajemen Pergudangan memiliki cakupan antara lain: 1. 4. Adapun sasaran pengelolaan gudang (manajemen pergudangan) adalah: 1.O. Mengatur pelayanan akan permintaan barang (Priyambodo.7 Alur Penerimaan Barang di Gudang Surat Jalan P.2. b. Pemakaian ruang seefektif mungkin. Fasilitas a. 2. Mengatur orang atau petugas (SDM). Mengatur penataan atau penyimpanan barang. 2007)./P. Universitas Sumatera Utara . Mengatur penerimaan barang.R CoA Bukti Penerimaan Barang Finance Supplier REKANAN GUDANG Karantina OK? Ya Gudang Penyimpanan PRODUKSI Tidak/Ditolak Dikembalikan ke Rekanan PPIC QC (Priyambodo. Penyediaan serta pengaturan yang baik terhadap fasilitas /perlengkapan/peralatan yang dibutuhkan dalam gudang. 3.

Fleksibilitas terhadap perubahan. c. Bahan-bahan. b. Mengurangi risiko kecelakaan. Memungkinkan pemeliharaan yang baik dan mudah untuk semua fasilitas gudang. bahan pengencer.1 Manajemen Inventaris Inventaris merupakan bagian penting dari modal kerja suatu perusahaan. Barang a.8. Pengaturan aliran keluar masuknya barang (Priyambodo. Kegiatan yang paling banyak berhubungan dengan manajemen bahan ialah rencana produksi dan pengawasan inventaris (Lachman. b. d. 2007). 2008). c. d. Termasuk dalam kategori ini dan paling baik bila diperlihatkan secara terpisah ialah kerusakan barang ataupun yang mempengaruhi Universitas Sumatera Utara .c. Merupakan bahan kimia seperti bahan berkhasiat. 3. Menghindari kualitasnya. dan bahan tambahan yang diperlukan untuk pengolahan bahan setengah jadi atau komponen-komponen dari produk jadi. 2. Mengatur letak agar hemat tempat atau ruang. Inventaris diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Memungkinkan pengawasan yang baik. dan dilaporkan kepada petugas pencatat persediaan barang dalam laporan tahunan. Menghindari terjadinya kehilangan barang. Tenaga Kerja a. 2. Penggunaan tenaga kerja seefektif mungkin.

Meliputi bahan-bahan dan komponen-komponen pada waktu sedang dalam proses pembuatan.2 Manajemen Bahan Pengemas Pengadaan.2. atau barang-barang promosi lain yang diinventarisasikan sambil menunggu pesanan langganan atau dibuat untuk langganan-langganan khusus (Lachman. Universitas Sumatera Utara . 2006). Barang-barang jadi. Perhatian khusus hendaklah diberikan kepada bahan cetak. Komponen-komponen. Tiap penerimaan atau tiap bets bahan pengemas primer hendaklah diberi nomor atau penandaan yang menunjukkan identitasnya (BPOM. Label dan bahan cetak hendaklah disimpan dan diangkut dalam wadah tertutup untuk menghindarkan campur baur. 2006). penanganan dan pengawasan bahan pengemas primer dan bahan pengemas cetak.8. 2. Bahan cetak tersebut hendaklah disimpan dengan kondisi keamanan yang memadai dan orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk. 2008). Bahan pengemas hendaklah diserahkan kepada orang yang berhak sesuai prosedur tertulis yang disetujui (BPOM. sampel. Pekerjaan dalam proses. serta bahan cetak lain hendaklah diberi perhatian yang sama seperti terhadap bahan awal (BPOM. Adalah barang-barang yang dapat dijual. 4. 3. Merupakan bagian-bagian atau sub bagian yang diperlukan untuk pembuatan terakhir dari produk jadi (tablet-tablet yang sudah jadi dan menunggu untuk dikemas). 2006).

Nomor kode dan nama bahan atau produk. 4. 2006). Nomor bets/lot. 7. Sistem persediaan dapat dibuat secara manual atau elektronik yang mencakup antara lain: 1. hanya satu jenis bahan pengemas cetak atau bahan cetak tertentu saja yang diperbolehkan diletakkan di tempat kodifikasi pada saat yang sama. Buku Induk. Bahan yang akan dimusnahkan hendaklah ditempatkan di area terpisah. Untuk menghindari campur baur. Status bahan (karantina. diberi label ‘ditolak’ dan dikeluarkan dari sistem persediaan. Hendaklah ada sekat pemisah yang memadai antar tempat kodifikasi tersebut (BPOM. 2009). Universitas Sumatera Utara . 2. Tanggal kadaluarsa.Bahan pengemas primer. 2. 2. diluluskan atau ditolak) (BPOM.9 Administrasi Gudang Administrasi gudang diperlukan untuk mempermudah pengawasan dan pengendalian perbekalan farmasi yang meliputi: 1. 5. Tindakan ini untuk menghindari kesalahan dalam pengambilan bahan pengemas (BPOM. Nama pemasok. 2006). 3. Kartu Stok. 2009). Jumlah penerimaan atau penyerahan dan sisa persediaan. 6. bahan pengemas cetak atau bahan cetak lain yang tidak digunakan lagi hendaklah dimusnahkan dan pemusnahannya dicatat (BPOM. Tanggal penerimaan dan pengeluaran atau penyerahan.

Pendataan jumlah dan mutu material dan peralatan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam proses penyerahan dan penerimaan ini dilakukan: a. 4. 2. Pencatatan administratif sebagai dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan oleh petugas yang bersangkutan.3. 2009). b. 2. Penyimpanan Penyimpanan merupakan proses kegiatan penyimpanan material dan peralatan di gudang dengan cara menempatkan material dan peralatan yang diterima: a. Surat Bukti Barang Keluar (SBBK) (Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Buku Harian Penerimaan Barang. c. Surat Bukti Barang Masuk (SBBM). 5.10 Mekanisme Pergudangan Mekanisme pergudangan meliputi proses sebagai berikut: 1. Penerimaan Penerimaan merupakan proses penyerahan dan penerimaan material dan peralatan di gudang. Universitas Sumatera Utara . b. Aman dari pencurian. 6. d. Aman dari pencemaran secara kimia dan biologi yang dapat merusak kualitas dan kuantitas. Buku Harian Pengeluaran Barang. Penempatan sesuai dengan denah. Aman dari gangguan fisik.

3.e. dan akurat serta dapat diterapkan. Pendistribusian Pendistribusian merupakan proses kegiatan pengeluaran dan penyaluran material dan peralatan dari gudang untuk diserahkan kepada yang berhak. b. 5. Hal ini dilakukan berdasarkan permintaan sesuai kebutuhan. efisien dan dapat diterapkan. 4. sesuai dengan ketentuan. f. Pengendalian Pengendalian merupakan proses kegiatan pengawasan atas pergerakan masuk keluarnya material dan peralatan dari dan ke gudang agar persediaan dan penempatan dapat diketahui secara cepat. Pemeliharaan Pemeliharaan merupakan kegiatan perawatan material dan peralatan agar kondisi tetap terjamin dan siap pakai untuk digunakan secara efektif. Penghapusan a. melalui prinsip material dan peralatan disusun di atas pallet secara rapi dan teratur. Penataan sesuai dengan standar pergudangan. Tujuan penghapusan adalah sebagai berikut: Universitas Sumatera Utara . Penghapusan merupakan rangkaian kegiatan pemusnahan material dan peralatan dalam rangka pembebasan milik/kekayaan negara dari tanggung jawab berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 6. disertai dengan bukti serah terima. tepat. Aman dari kebakaran. melalui suatu proses serah terima yang dapat dipertanggungjawabkan.

2) Menghindari pembiayaan (biaya penyimpanan. penjagaan. 6) Melaporkan hasil pencelaan dan penghapusan kepada pejabat yang berwenang. 3) Menjaga keselamatan agar terhindar dari pencemaran lingkungan. c. 7) Melaksanakan penghapusan dan pemusnahan setelah ada keputusan dari pejabat yang berwenang (Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Universitas Sumatera Utara . 4) Membentuk panitia pencelaan dan penghapusan material dan peralatan melalui Surat Keputusan dari pejabat yang berwenang. 2) Pisahkan material dan peralatan yang kadaluarsa/rusak pada tempat tertentu sampai pelaksanaan pemusnahan.1) Penghapusan merupakan bentuk pertanggungjawaban administrasi petugas terhadap material dan peralatan yang dikelola. yang sudah ditetapkan untuk dihapuskan/dimusnahkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2009). 3) Melaporkan kepada atasan mengenai material dan peralatan yang akan dihapuskan. 5) Membuat berita acara hasil pencelaan dan penghapusan material dan peralatan yang akan dihapuskan. pemeliharaan. Kegiatan penghapusan adalah sebagai berikut: 1) Membuat daftar material dan peralatan yang akan dihapuskan beserta alasan-alasannya. dan lain-lain) atau barang yang sudah tidak layak untuk dipelihara.

atau masih dalam pengecekan dan secara rutin dilakukan perhitungan stok. nama dan alamat pemasok. kemudian proses pengecekan barang. Pengecekan pada saat penerimaan produk. Pemusnahan produk diatur dalam prosedur tertulis. jumlah yang diantar. dan juga penggunaan kartu stok untuk mengawasi pergerakan barang. Sistem pergudangan harus dibuat sistematis.2. rusak. 4. Pengeluaran produk mengikuti mekanisme FEFO (First Expired First Out) artinya produk yang memiliki masa kadaluarsa yang lebih dekat harus diprioritaskan untuk dikeluarkan terlebih dahulu. nomor batch dan tanggal kadaluarsa. Universitas Sumatera Utara . 2010). Setiap pabrikan produk dan dari pemerintah mengeluarkan aturan mengenai tata cara pemusnahan untuk menghindari penyalahgunaan ataupun dampak yang diakibatkan dari pemusnahan produk (Anonim. Pengeluaran produk. Penggunaan label diperlukan untuk mengetahui kondisi produk baik.11 Pengelolaan Stok Aktivitas pengelolaan stok meliputi: 1. 2. label produk. 3. Pemusnahan produk. Pengawasan stok. Saat penerimaan barang dilakukan pengecekan antara lain kemasannya tidak rusak. misalnya ruang untuk pergerakan barang atau petugas gudang agar mudah bergerak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful