P. 1
INKOMPETENSI SERVIKS refarat

INKOMPETENSI SERVIKS refarat

|Views: 3,029|Likes:
Published by Mia Natasya

More info:

Published by: Mia Natasya on Apr 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2014

pdf

text

original

INKOMPETENSI SERVIKS Pendahuluan Inkompetensi serviks merupakan penyebab abortus habitualis trimester kedua kehamilan.

Inkompetensi serviks adalah ketidakmampuan serviks untuk mempertahankan suatu kehamilan oleh karena defek fungsi maupun struktur pada serviks. Meskipun beberapa kasus inkompetensi serviks melibatkan faktor mekanik seperti hipoplasia serviks kongenital, riwayat operasi serviks, dan trauma serviks yang luas, kebanyakan wanita dengan diagnosis klinis serviks inkompeten memiliki anatomi serviks yang normal. Pematangan serviks yang dini mungkin merupakan jalur akhir dari berbagai proses patofisiologi seperti infeksi, kolonisasi, inflamasi dan predisposisi genetik atau hormonal.1 Serviks merupakan barier mekanik yang memisahkan kehamilan dari flora bakteri vagina. Banyak pasien dengan dilatasi serviks pada midtrimester yang asimptomatis memiliki bukti adanya infeksi intrauterin subklinis. Tidak jelas apakah ini merupakan invasi mikroba akibat dilatasi serviks yang prematur. Ketika terjadi pematangan serviks yang prematur, barier mekanik terganggu dan selanjutnya dapat menyebabkan proses patologis (misalnya kolonisasi pada saluran kemih bagian atas) yang berakhir pada kelahiran prematur spontan. Pada inkompetensi serviks yang berhubungan dengan kelainan mekanik, penanganan suportif misalnya cerclage suture dapat mencegah infeksi dan dapat memperpanjang masa kehamilan. Sebaliknya, jika perubahan pada serviks adalah akibat proses non mekanik, maka cerclage menjadi kurang efektif dan bahkan berbahaya dalam beberapa kasus karena kemungkinan adanya komplikasi inflamasi dan infeksi.1 Definisi Inkompetensi serviks didefinisikan sebagai kehilangan kehamilan trimester kedua yang berulang disebabkan oleh faktor intrinsik atau diperoleh kelemahan pada integritas jaringan serviks dimana leher rahim mengalami penipisan dan dilatasi sebelum waktunya tanpa rasa sakit, dengan prolaps dan ballooning membrane ke dalam vagina, diikuti oleh pengeluaran janin belum matang. Inkompetensi serviks

1

Faktor kongenital Akibat perkembangan abnormal jaringan fibromuskular serviks menyebabkan kelemahan serviks tersebut. ketuban pecah dini. Faktor akuisita Akibat trauma sebelumnya pada serviks uteri yang mencapai ostium uteri internum.10. Kelainan ini lebih sering ditemukan. Pada primigravida yang tidak pernah mengalami trauma pada serviks jarang menderita kelainan ini. Diduga 3 faktor yang memegang peranan penting dalam terjadinya inkompetensi serviks. amputasi serviks. c. Secara kasar. tindakan cunam yang traumatik.1 2 .3.terjadi sehingga menyebabkan persalinan prematur. dilatasi dan kuretase berlebihan. seksio sesaria di daerah serviks yang terlalu rendah. 1. yaitu : a.5% pada populasi pasien obstetri secara umum dan 8% pada wanita dengan abortus trimester kedua sebelumnya. Faktor fisiologik Hal ini ditandai dengan pembukaan serviks normal akibat kontraksi uterus yang abnormal.10 Insiden Insiden inkompetensi serviks masih belum diketahui secara pasti karena diagnosisnya ditegakkan secara klinis dan belum ada kriteria objektif yang disetujui secara umum untuk mendiagnosis keadaan tersebut. dan kelahiran prematur. konisasi ataupun kauterisasi.13 Dikemukakan bahwa ibu-ibu hamil yang menggunakan dietilstilbestrol akan berakibat janin perempuan yang dikandungnya mempunyai resiko tinggi untuk menderita inkompetensi serviks. misalnya pada persalinan normal. Kelainan ini jarang ditemukan. 3. kesulitan ekstraksi bahu. suatu studi epidemiologi menunjukkan insiden terjadinya serviks inkompeten adalah sekitar 0.9 Etiologi Etiologi sebenarnya belum diketahui dengan pasti. b.4.

0 : Anatomi Serviks 3 . meskipun sedikit.300 wanita dengan sejarah non-klasik dari inkompetensi serviks dipelajari dalam uji coba secara acak sebagai hasil primer persalinan sebelum 33 minggu. Cerclage ditemukan bermanfaat. dan muara serviks ke dalam vagina disebut ostium serviks.4. satu kelahiran sebelum 33 minggu adalah dicegah.5 cm.5 Gambar 1. posterior. bahwa 13 persen wanita dalam kelompok cerclage disampaikan sebelum 33 minggu dibandingkan 17 persen pada kelompok noncerclage. dan lateral sesuai dengan kedudukannya masing-masing terhadap serviks. yang menghubungkan kavum uteri dengan vagina. Jadi untuk setiap 25 prosedur cerclage. dan terbagi menjadi forniks anterior. Bagian eksterior dari ostium serviks disebut ektoserviks sedangkan bagian proximal dari ostium serviks disebut endoserviks.10 Anatomi Serviks Serviks adalah bagian bawah dari uterus dan merupakan suatu struktur fibromuskuler berbentuk silindris dengan panjang 3-4 cm dan diameter 2. Ruang vagina yang mengelilingi serviks disebut forniks. Serviks disokong oleh ligamentum kardinalis serta ligamentum uterosakral. Sebagian bawah dari serviks yang menonjol ke dalam vagina disebut portio vaginalis.Hampir 1.

posterior ke nodus sakral. Beda halnya dengan ektoserviks dimana wanita dapat mentoleransi beberapa tindakan seperti biopsi. elektrokoagulasi dan cryotherapy.Gambar 2. Vaskularisasi serviks: serviks divaskularisasi oleh arteri uterina yang merupakan cabang arteri iliaka interna. harus berhati-hati dengan endoserviks saat melakukan kuretase sebab ada kemungkinan untuk mencetuskan reaksi vasovagal. dan limfatik: 2. Persarafan serviks: terdapat perbedaan persarafan pada ektoserviks dengan endoserviks. 1. Pada ektoserviks. Stroma serviks terbentuk atas jaringan fibromuskuler padat yang diselingi oleh struktur vaskuler. dan posterolateral ke nodus iliaka internal. jumlah ujung saraf sensoris kurang dibandingkan dengan endoserviks yang memiliki banyak ujung saraf sensoris serta ujung saraf simpatik dan parasimpatik.5. Drainase vena akan menuju ke pleksus hipogastrikus.5 4. Oleh karena itu.5 3. saraf.0 : Tampak longitudinal dari serviks.15 4 . Drainase limfatik serviks: sistem limfatik serviks mengalami 3 jalur drainase yaitu dari bagian lateral ke nodus iliaka eksterna.

0 : Menunjukkan perbedaan dilatasi serviks pada inkompetensi serviks dan pada persalinan normal. tetapi ketika tiba masanya persalinan. kolagennya mengalami degradasi dan serviks menjadi lunak dan memulai proses untuk dilatasi. Pada persalinan normal dilatasi disertai His atau kontraksi uterus. Pada waktu gestasi ini.2 5 . Ini mengakibatkan ketidaksempurnaan dalam proses ini dan. ia terdiri dari struktur yang kuat yang terdiri dari kolagen. adalah kompleks dan tidak difahami.14 Patofisiologi Terjadinya Pelunakan Serviks Prematur Perubahan patofisiologi jaringan serviks yang dipanggil pelunakan serviks. dengan vagina dan dunia luar. atau waktu pelunakan yang tidak sesuai waktunya dan menjadikan serviks tidak kompeten lagi sehingga terjadinya kelahiran prematur atau kesulitan dalam persalinan (distosia). Apa yang diketahui adalah serviks adalah struktur anatomi dinamik yang berfungsi selama kehamilan sebagai pertahanan bagi janin dan sekitarnya .Gambar 3.

Ini berhubungan dengan sifat serviks. kekuatan serviks mungkin tidak cukup untuk mempertahankan kehamilan. yang berisi lender yang bersifat antibakteri. misalnya dengan paparan dietilstilbestrol intra-uterin atau dengan operasi atau trauma pada serviks. Terdapat keraguan bahwa pemeriksaan ultrasonografi. bermanfaat sebagai alat bantu untuk mendiagnosis pemendekan serviks atau pencorongan ostium interna dan mendeteksi secara dini serviks yang inkompeten. Secara umum. definisi ini sedang ditantang. dengan kerugian masing-masing terjadi pada usia kehamilan lebih awal dari yang sebelumnya dan kurang kontraksi yang menyakitkan atau peristiwa berkaitan lainnya. 6 . terutama transvaginal.2 DIAGNOSIS Diagnosis serviks inkompeten umumnya ditegakkan berdasarkan riwayat satu atau lebih kegagalan kehamilan pada trimester kedua atau riwayat keguguran berulang pada trimester kedua. dimana peluang untuk terjadinya persalinan premature berbanding terbalik dengan panjang kanalis servikalis. dalam penemuan ultrasonografi terakhir. panjang serviks sebesar 25mm atau kurang antara 16 dan 18 minggu gestasi dibuktikan secara prediktif untuk kelahiran prematur pada wanita dengan riwayat penghentian kehamilan pada midtrimester. Jika sifat mekanik atau antibakteri leher rahim secara antomi atau fungsional terganggu.Infeksi dan inflamasi sangat berhubungan dengan kelahiran prematur dan pelunakan serviks. Namun.

Pada sonogram ini awalnya muncul sebagai “beaking” atau bentuk mencuih dibentuk dinding samping saluran leher rahim yang berkembang dari „Y‟ menjadi ruang berbentuk „U‟. Ultrasonografi transvaginal telah menjadi standar emas atau “gold standard” untuk evaluasi serviks. Leher rahim pada kehamilan mengikuti pola penipisan dimulai ostium servikal internal dan berlangsung dalam cara menyalurkan menuju ostium serviks eksternal. Panjang leher rahim biasanya tetap stabil hingga awal trimester ketiga dan memendek secara progresif setelah itu. Obstetrik& Ginekologi Hospital Taiping. 7 . Malaysia) Ultrasonografi transvaginal adalah metode yang aman untuk secara objektif menilai panjang serviks dan lebih unggul berbanding pemeriksaan vagina digital atau USG perut dalam hal ini.Gambar 4 : Ultrasonografi menunjukkan Ostium Serviks Interna dan Ostium Serviks Eksterna yang terbuka. (Referensi :Bag.

V. 2. V. diikuti dengan 50mg setiap 6 jam selama 48jam telah dihubungkan dengan 8 . Panjang serviks < 25 mm 3. menghindari hubungan seksual. U (korelasi antara panjang serviks dengan perubahan pada ostium uteri internum)12. Temuan ultrasonografi : 1. dan penghentian penggunaan narkotin atau rokok telah direkomendasikan. Protusi membran amnion 4. Pilihan terapi non-bedah dapat mengurangi risiko kelahiran prematur pada wanita dengan inkompetensi serviks. Penggunaan indomethasin (100mg sekali. Penyempitan atau funneling serviks yang membentuk huruf T. Adanya bagian fetus dalam serviks atau vagina. U (hubungannya dengan panjang serviks dengan perubahan pada ostium uteri internum). Y. Pengurangan aktivitas atau istirahat total di tempat tidur. Y. 12 Gambar 6 : Hasil USG yang menunjukkan gambaran funnelling pada serviks uteri9 Penatalaksanaan Terapi untuk inkompetensi serviks adalah dengan cara bedah dan nonbedah.Gambar 5 : Funneling dari serviks yang membentuk huruf T.

Jika sudah ada riwayat pemasangan cerclage darurat. Penatalaksanaan inkompetensi serviks adalah dengan cara bedah yaitu penguatan serviks yang lemah dengan jahitan yang di sebut „cerclage‟. kontraksi uterus. beberapa wanita mungkin perlu dipasangkan cerclage darurat pada kehamilan lanjut jika terjadi perubahan seperti pembukaan atau pemendekan serviks. Waktu terbaik untuk prosedur cerclage serviks adalah pada bulan ketiga (12-14 minggu) kehamilan .penurunan persalinan sebelum 35 minggu dan penurunan kelahiran prematur sebesar 86% pada wanita dengan pemendekan serviks menjelang usia kehamilan 24 minggu. atau ruptur membran biasanya merupakan kontraindikasi untuk pembedahan. pada kehamilan selanjutnya juga wanita ini akan memerlukan pemasangan cerclage pada serviksnya. Gambar 7 : Tipe dari Cerclage2 Gambar 8 : Tipe jahitan Cerclage2 9 . Terdapat beberapa tehnik „cerclage‟ yang pernah dilakukan seperti McDonalds dan modifikasi Shirodkar. Namun. Perdarahan.

Setelah jahitan dimasukkan. mukosa ditempatkan diatas simpul jahitan.Pemasangan cerclage adalah andalan untuk pencegahan kelahiran prematur pada wanita dengan insufisiensi atau inkompetensi serviks. Gambar 9: Cerlage tipe jahitan McDonald (dengan jahitan seperti dompet. Pendekatan transvaginal yang paling popular adalah tehnik McDonald. Serviks ini digenggam lembut dengan penjepit atau forsep Allis cincin untuk traksi. memerlukan diseksi dan letaknya berdekatan os serviks interna)11 Manakala prosedur Shirodkar melibatkan penempatan jahitan yang sehampir mungkin pada os interna setelah diseksi pada rectum dan kandung kemih dari leher rahim. 4 atau 5 gigitan berurutan yang diambil secara “tas-string”. dan Sims retractor digunakan untuk retraksi anterior vagina. yang menggunakan anestesi local atau regional untuk menempatkan jahitan monofilament (polypropylene) atau tape serat polyester di persimpagan cervicovaginal. 10 . Dimulai pada posisi jam 12. Pendekatan dan penempatan dari jahitan cerclage ada berbagai macam dan tidak ada tehnik tunggal yang terbukti lebih unggul dari yang lainnya. Prosedur McDonald lebih menjadi favorit berbanding Shirodkar kerana penempatan jahitan yang lebih mudah. tidak ada diseksi dan terletak pada os serviks eksterna)dan Shirodkar (dengan jahitan tunggal. Sebuah speculum tertimbang dimasukkan ke dalam vagina. Jahitan terikat anterior dan dipangkas.

tidak adanya kontraksi rahim yang teratur. membrane atau selaput ketuban sering berada pada atau diluar os serviks eksternal. misalnya perdarahan. misalnya nyeri panggul. Prosedur invasif ini mempunyai risiko tinggi terjadinya komplikasi. Umumnya dijadikan pilihan bagi pasien yang gagal bagi penempatan transvaginal. dilatasi serviks dari 2cm atau lebih. jahitan ditempatkan di wilayah cervicoisthmic setelah pembedahan kandung kemih jauh dari segmen bawah uterus. Menggunakan sebuah kateter Foley 11 . Pada tahap ini. Ada berbagai metode untuk mendorong membrane atau selaput ketuban ini kembali ke rongga intrauterine. Gambar 10 : Alur untuk penatalaksanaan inkompetensi serviks dengan cerclage elektif dan cerlage darurat berdadarkan riwayat kelahiran premature dan panjang serviks. atau memiliki jaringan parut besar dari operasi sebelumnya atau trauma. mempunyai penyakit bawaan dengan serviks hipoplasia.Dalam pendekatan transabdominal melalui laparotomi atau laparoskopi.6 Cerclage Darurat dilakukan pada wanita yang datang dengan gejala inkompetensi serviks. keputihan dengan cairan bening.

korioamnionitis. dan interleukin harus dipertimbangkan untuk menyingkirkan infeksi intra-amnion subklinis. Perpindahan jahitan terjadi pada 3% sampai 13% dari prosedur pemasangan elektif. 3. angka keberhasilan untuk mencapai kehamilan aterm tinggi. Pecahnya membrane telah dilaporkan 1-18% dari pemasangan elektif. Atau balon dapat disisipkan dibawah pengaruh anestesi epidural dengan pasien dalam posisi Tredelenburg.10. Insiden bervariasi dengan prosedur tindakan dan waktu. kultur Gram. masing-masing. 30-35% dan 9-37% dari prosedur.15 12 . Korioamnionitis dikembangkan dalam 1-60%.51% dari penempatan darurat.15 Prognosis Dengan penatalaksanaan yang tepat. dan perpindahan dari jahitan. Komplikasi Komplikasi dari tindakan cerclage ini adalah pecahnya ketuban. Amniosentesis untuk analisa gula darah.65% dari pemasangan cerclage urgensi dan 0.dapat ditempatkan dalam kandung kemih atau os serviks untuk mendorong membrane ke atas. Amniosentesis transabdominal juga berfungsi untuk mengurangi membrane via amnioreduksi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->