Pengkajian Keperawatan (3

)
Pengkajian adalah pemikiran dasar dari proses keperawatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang klien, agar dapat mengidentifikasi, mengenali masalah-masalah, kebutuhan kesehatan dan keperawatan klien, baik fisik, mental, sosial dan lingkungan (Effendy, 1995). Pengkajian yang sistematis dalam keperawatan dibagi dalam empat tahap kegiatan, yang meliputi ; pengumpulan data, analisis data, sistematika data dan penentuan masalah. Adapula yang menambahkannya dengan kegiatan dokumentasi data (meskipun setiap langkah dari proses keperawatan harus selalu didokumentasikan juga). Pengumpulan dan pengorganisasian data harus menggambarkan dua hal, yaitu : status kesehatan klien dan kekuatan – masalah kesehatan yang dialami oleh klien. Pengkajian keperawatan data dasar yang komprehensif adalah kumpulan data yang berisikan status kesehatan klien, kemampuan klien untuk mengelola kesehatan dan keperawatannya terhadap dirinya sendiri dan hasil konsultasi dari medis atau profesi kesehatan lainnya. Data fokus keperawatan adalah data tentang perubahan-perubahan atau respon klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya, serta hal-hal yang mencakup tindakan yang dilaksanakan kepada klien.

A. PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data adalah pengumpulan informasi tentang klien yang dilakukan secara sistematis untuk menentuan masalah-masalah, serta kebutuhan-kebutuhan keperawatan dan kesehatan klien. Pengumpulan informasi merupakan tahap awal dalam proses keperawatan. Dari informasi yang terumpul, didapatkan data dasar tentang masalah-masalah yang dihadapi klien. Selanjutnya data dasar tersebut digunaan untuk menentuan diagnosis keperawatan, merencanakan asuhan keperawatan, serta tindaan keperawatan untuk mengatasi masalah-masalah klien. Pengumpulan data dimulai sejak klien masuk ke rumah sakit (initial assessment), selama klien dirawat secara terus-menerus (ongoing assessment), serta pengkajian ulang untuk menambah / melengkapi data (re-assessment).

TUJUAN PENGUMPULAN DATA 1. Memperoleh informasi tentang keadaan kesehatan klien

INFORMASI YANG DIPERLUKAN 1. 2. Misalnya klien tidak mau makan — kaji secara mendalam kenapa klien tidak mau makan (tidak cocok makanannya. klien tidak mau makan. Diperlukan penyelidikan lanjutan untuk menetapkan kondisi klien. diliha. maka perawat harus berfikir secara akurat dan nyata untuk membuktikan benar-tidaknya apa yang telah didengar. Relevan Pencatatan data yang komprehensif biasanya memerlukan banyak sekali data yang harus dikumpulkan. Untuk menentukan masalah keperawatan dan kesehatan klien Untuk menilai keadaan kesehatan klien Untuk membuat keputusan yang tepat dalam menentukan langah-langkah beriutnya. kondisi fisiknya menolak untuk makan/patologis. atau sebab-sebab yang lain) 2. Perawat tidak boleh langsung menuliskan : `klien tidak mau makan karena depresi berat`. Keadaan sekarang yang berkaitan dengan rencana asuhan keperawatan yang akan dilakuan terhadap klien . Lengkap Seluruh data diperlukan untuk mengidentifikasi masalah keperawatan klien. Misalnya. 3. Segala sesuatu tentang klien sebagai makhluk bio-psiko-sosial & spiritual Kemampuan dalam mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari Masalah kesehatan dan keperawatan yang mengganggu kemampuan klien 4. 3. Data yang terkumpul harus lengkap guna membantu mengatasi masalah klien yang adekuat.2. 3. 4. Dokumentasikan apa adanya sesuai yang ditemukan pada saat pengkajian. KARAKTERISTIK DATA 1. Perawat tidak boleh langsung membuat kesimpulan tentang suatu kondisi klien. sehingga menyita waktu perawat untuk mengidentifikasi. diamati dan diukur melalui pemeriksaan ada tidaknya validasi terhadap semua data yang sekiranya meragukan. Akurat dan nyata Untuk menghindari kesalahan.

SUMBER DATA 1. 5. Data Objektif . Sumber data lainnya Catatan klien (perawatan atau rekam medis klien) yang merupakan riwayat penyakit dan perawatan klien di masa lalu. 2. saudara. 7. 2. Klien sendiri sebagai sumber data utama (primer) Orang terdekat Catatan klien Riwayat penyakit (pemeriksaan fisik dan catatan perkembangan) Konsultasi Hasil pemeriksaan diagnostik Catatan medis dan anggota tim kesehatan lainnya Perawat lain Kepustakaan JENIS DATA 1. seperti orang tua. yang dapat memberikan informasi yang lengap tentang masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapinya. 8. atau pihak lain yang mengerti dan dekat dengan klien 3. Sumber data Primer Sumber data primer adalah data-data yang dikumpulkan dari klien. Secara umum. sumber data yang dapat digunakan dalam pengumpulan data adalah : 1. 6. 9. 3. 4. Sumber data Sekunder Sumber data sekunder adalah data-data yang diumpulkan dari orang terdekat klien (keluarga).

. keluhan utama. ketakutan. Cara yang biasa digunakan untuk mengumpulkan data tentang klien antara lain : wawancara (interview). Data Subjektif Merupakan data yang diperoleh dari keluhan-keluhan yang disampaikan oleh klien. mual. psikologis. sosial. Komunikasi keperawatan biasanya digunaan untuk memperoleh riwayat keperawatan. ketidaktahuan. intelegensi. Istilah komunikasi terapeutik adalah suatu teknik yang berusaha untuk mengajak klien dan keluarga untuk bertuar pikiran dan perasaan. biasa juga disebut dengan anamnesa. dll. misalnya rasa nyeri. dll. pengamatan (observasi). riwayat kesehatan. seperti : warna kulit. 2. tanda-tanda vital. hasil-hasil pemeriksaan dan keadaan khusus lainnya. Selain itu wawancara juga bertujuan untuk membantu klien memperoleh informasi dan berpartisipasi dalam identifikasi masalah dan tujuan keperawatan. Komunikasi keperawatan adalah suatu proses yang kompleks dan memerlukan kemampuan skill komunikasi dan interaksi. Teknik tersebut mencakup ketrampilan secara verbal maupun non verbal. hearing. pusing. serta membantu perawat untuk menentukan investigasi lebih lanjut selama tahap pengajian. smell. WAWANCARA Wawancara adalah menanyakan atau membuat tanya-jawab yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi oleh klien. empati dan rasa kepedulian yang tinggi. serta untuk menjalin hubungan antara perawat dengan klien. kecemasan. Tujuan dari wawancara adalah untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan masalah keperawatan klien. pemeriksaan fisik (pshysical assessment) dan studi dokumentasi. sebaiknya dilakukan penggolongan atau klasifikasi data berdasarkan indentitas klien. spiritual. tingkat kesadaran. Wawancara berlangsung untu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi klien dan merupakan suatu komunikasi yang direncanakan. keadaan fisik. Data-data tersebut diperoleh melalui `senses` : Sight. touch dan taste. Semua interaksi perawat dengan klien adalah berdasarkan komunikasi. CARA PENGUMPULAN DATA Agar data dapat terkumpul dengan baik dan terarah.Merupakan data yang diperoleh melalui suatu pengukuran dan pemeriksaan dengan menggunakan standart yang diakui (berlaku).

Perawat perlu memberikan informasi kepada klien mengenai data yang terkumpul dan akan disimpan dimana. . Jika diperlukan. f. menggali jawaban dan memvalidasi respon klien. Mendengarkan secara aktif merupakan suatu hal yang penting dalam pengumpulan data. Persiapan. tujuan wawancara. Isi / tahap kerja Selama tahap kerja dalam wawancara.Teknik verbal meliputi pertanyaan terbuka atau tertutup. untuk memberikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya g. Teknik non verbal meliputi : mendengarkan secara aktif. Fokus wawancara adalah klien Mendengarkan dengan penuh perhatian. karena akan mengganggu dalam membina hubungan saling percaya dengan klien. Untuk itu klien harus mengetahui kapan wawancara dan tujuan dari wawancara pada awal perkenalan. perawat tidak boleh memaksa atau memberi kesempatan kepada klien kapan mereka sanggup. Hal-hal yang perlu diperhatikan : a. Jika klien belum bersedia untuk berkomunikasi. 2. c. Pembukaan atau perkenalan Langkah pertama perawat dalam mengawali wawancara adalah dengan memperkenalkan diri : nama. diam. Terminasi Perawat mempersiapkan untu penutupan wawancara. Jelaskan bila perlu. bila diperlukan dan memungkinan. b. Sebelum melaukan komunikasi dengan klien. sentuhan dan konta mata. Tahapan wawancara / komunikasi : 1. perawat harus melakukan persiapan dengan membaca status klien. Pengaturan posisi duduk dan teknik yang akan digunakan dalam wawancara harus disusun sedemikian rupa guna memperlancar wawancara. 4. 3. Sentuhan teraputik. tetapi juga merupakan sesuatu hal yang sulit dipelajari. sehingga diharapkan pada akhir wawancara perawat dan klien mampu menilai keberhasilan dan dapat mengambil kesimpulan bersama. Menanyakan keluhan yang paling dirasakan oleh klien Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh klien Gunakan pertanyaan terbuka dan tertutup tepat pada waktunya Bila perlu diam. perawat perlu membuat perjanjian lagi untuk pertemuan berikutnya. Perawat diharapkan tidak mempunyai prasangka buruk kepada klien. perawat memfokuskan arah pembicaraan pada masalah khusus yang ingin diketahui. status. bagaimana menyimpannya dan siapa saja yang boleh mengetahuinya. e. d. waktu yang diperlukan dan faktor-faktor yang menjadi pokok pembicaraan.

7. Menghindari adanya interupsi 11. cara duduk) 10. Auto anamnese : wawancara dengan klien langsung Allo anamnese : wawancara dengan keluarga / orang terdekat. sopan dan penuh perhatian Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti Tidak bersifat menggurui Memperhatikan pesan yang disampaikan Mengurangi hambatan-hambatan Posisi duduk yang sesuai (berhadapan. Memberikan kesempatan istirahat kepada klien Macam wawancara : 1. nyeri. Klien dalam keadaan cemas. 5. Hambatan wawancara : 1. 6. 8. atau kondisinya menurun . Internal : a. 2. Menerima keberadaan klien sebagaimana adanya 2. Mendengarkan penuh dengan perasaan 12. Pandangan atau pendapat yang berbeda b. jarak tepat/sesuai.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan wawancara dengan klien adalah : 1. 9. Dalam melakukan wawancara harus dapat menjamin rasa aman dan nyaman bagi klien Perawat harus bersikap tenang. 4. Penampilan klien berbeda c. Memberikan kesempatan kepada klien untuk menyampaikan keluhan-keluhannya / pendapatnya secara bebas 3.

Ex : Apakah Anda makan tiga kali sehari ? 2. Menyelidiki : mengajukan pertanyaan yang terus-menerus 4.d. pembicaraan di luar Kurangnya privacy Ruangan tidak memadai untuk dilakukannya wawancara Interupsi atau pertanyaan dari staf perawat yang lain. i. karena terkadang hal ini dapat meningkatkan kecemasan klien atau mengaburkan data (data yang diperoleh menjadi tidak murni). Anda setuju bukan? 3. g. Observasi dilakukan dengan menggunakan penglihatan dan alat indra lainnya. Menyebutkan secara tidak langsung bahwa klien benar atau salah. Tidak selalu pemeriksaan yang akan kita lakukan dijelaskan secara terinci kepada klien (meskipun komunikasi terapeutik tetap harus dilakukan). d. b. f. Pertanyaan terrarah : secara khas menyebutkan respon yang diinginkan. Ex : Anda tidak bermaksud seperti itu kan? PENGAMATAN / OBSERVASI Observasi adalah mengamati perilaku dan keadaan klien untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan keperawatan klien. c. Suara lingkungan gaduh : TV. Ex : ……………. saya akan menghitung nafas bapak dalam satu menit` —. Misalnya : `Pak. melalui rabaan. radio. e. Pertanyaan tertutup : tidak ada kebebasan dalam mengemukakan pendapat / keluhan / respon. h. 2. a.kemungkinan . Klien mengatakan bahwa ia tidak ingin mendengar tentang sesuatu hal Klien tidak senang dengan perawat. Teknik pengumpulan data yang kurang efektif : 1. sentuhan dan pendengaran. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan observasi adalah : 1. Tujuan dari observasi adalah mengumpulkan data tentang masalah yang dihadapi klien melalui kepekaan alat panca indra. Menyetujui / tidak menyetujui. atau sebaliknya Perawat berpikir tentang sesuatu hal yang lain / tidak fokus ke pasien Perawat sedang merencanakan pertanyaan selanjutnya Perawat merasa terburu-buru Perawat terlalu gelisah atau terburu-buru dalam bertanya External .

karena kemungkinan klien akan berusaha untuk mengatur nafasnya. mental. terdapat struma di leher. Menyangkut aspek fisik. diantaranya adalah 1. Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung. Hasilnya seperti : Mata kuning (icteric). dan bising usus. Pendekatan pengkajian fisik dapat menggunakan : 1. batas hepar-paru (mengetahui pengembangan paru). Auskultasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui pendengaran. Hasilnya dicatat dalam catatan keperawatan. oedema. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan berbagai cara. Inspeksi Adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan. dll. Perkusi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan mengetuk bagian tubuh menggunakan tangan atau alat bantu seperti reflek hammer untuk mengetahui reflek seseorang (dibicarakan khusus). sehingga dapat dibaca dan dimengerti oleh perawat yang lain. Palpasi Adlaah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui perabaan terhadap bagian-bagian tubuh yang mengalami kelainan. Juga dilakukan pemeriksaan lain yang berkaitan dengan kesehatan fisik klien. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik adalah melakukan pemeriksaan fisik klien untuk menentukan masalah kesehatan klien. 2. Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. Misalnya : kembung. sosial dan spiritual klien 3.besar data yang diperoleh menjadi tidak valid.d kaki) ROS (Review of System) . suara nafas. Misalnya adanya tumor. 4. 3. Head-to-toe (dari kepala s. dll 2. kulit kebiruan (sianosis). dll. krepitasi (patah/retak tulang). 2. batas-batas jantung.

pengalaman. keperawatan. . yang dapat dilakukan dengan cara : 1. Berdasarkan sistem tubuh Berdasarkan kebutuhan dasar (Maslow) Berdasarkan teori keperawatan Berdasarkan pola kesehatan fungsional. 1982) Setelah data terkumpul. teori dan prinsip yang relevan untuk membuat kesimpulan dalam menentukan masalah kesehatan dan keperawatan klien. diperlukan kemampuan mengkaitkan data dan menghubungkan data tersebut dengan konsep. 7. dan pengertian keperawatan. sehat-sakit. Dasar analisis : 1. 4. Dalam melakukan analisis data. 3. 2. dll) Tindakan dan prosedur keperawatan Teori-teori keperawatan. B.3. 4. Pola fungsi kesehatan (Gordon. 6. 5. Anatomi – fisiologi Patofisiologi penyakit Mikrobiologi – parasitologi Farmakologi Ilmu perilaku konsep-konsep (manusia. dilakukan pengelompokkan data. ANALISIS DATA Analisis data merupakan kemampuan kognitif dalam pengembangan daya berfikir dan penalaran yang dipengaruhi oleh latar belakang ilmu dan pengetahuan. 3. 2. 8.

dibandingkan dengan data senjang 5. Sebagai proses pengambilan keputusan dalam menentukan alternatif pemecahan masalah yang dituangkan dalam rencana asuhan keperawatan.Fungsi analisis : 1. Dapat menginterpretasi data keperawatan dan kesehatan. 4. Menyusun kategorisasi data secara sistematis dan logis Identifikasi kesenjangan data Menentukan pola alternatif pemecahan masalah 4. maka disusun daftar masalah yang ditemukan. Identifikasi kemampuan dan keadaan yang menunjang asuhan keperawatan klien Membuat hubungan sebab akibat antara data dengan masalah yang timbul. Pedoman analisis data : 1. nrma dan standart. sehingga data yang diperoleh memiliki makna dan arti dalam menentukan masalah dan kebutuhan klien 2. 3. teliti kembali data yang telah terkumpul Mengelompokkan data berdasarkan kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual Membandingkan dengan standart Membuat kesimpulan tantang kesenjangan (masalah keperawatan) yang ditemukan C. kemudian diprioritaskan. sebelum melakukan tindakan keperawatan. 6. . Validasi data. kerangka kerja. 2. PRIORITAS MASALAH Apabila masalah talah diidentifikasi. Cara analisis data : 1. Menerapkan teori. Hal ini dilakukan karena tidak mungkin semua masalah diatasi bersama-sama sekaligus. 2. Jadi diputuskan masalah mana yang yang dapat diatasi terlebih dahulu. 3. model.

maka perlu dipertimbangkan pedoman dalam pembuatan pencatatan pengkajian. DOKUMENTASI PENGKAJIAN Fokus dokumentasi pengkajian pada data klinik adalah perawat dapat mengimplementasikan dan mengorganisasi data. Dilakukan secara sistematis dan terus-menerus Dicatat dalam catatan keperawatan secara sistematis dan terus-menerus Dikelompokkan menurut kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual Dianalisis dengan dukungan pengetahuan yang relevan. 6. 6. 5.Dalam memprioritaskan kebutuhan klien. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PENGKAJIAN 1. Untuk mencapai catatan pengkajian secara aktual. Menggunakan berbagai sumber yang ada relevansinya dengan masalah klien dan menggunakan cara-cara pengumpulan data yang sesuai dengan kebutuhan klien 3. Gunakan format yang terorganisasi Gunakan format yang telah ada 3. Data yang dikumpulkan harus menyeluruh meliputi aspek bio-psiko-sosial dan spiritual 2. hirarki Maslow menjadi rujukan perawat dalam menentukan pemenuhan kebutuhan klien. Kebutuhan fisiologi menjadi kebutuhan utama manusia. 4. 2. lembar alur (flow sheet) dan catatan perkembangan. harga diri dan aktualisasi diri. Catat informasi tanpa bias dan nilai-nilai opini pribadi Masukkan pernyataan yang mendukung klien Jabarkan observasi dan hasil yang jelas Ikuti kebijakan dan prosedur yang telah ada untuk pencatatan pengkajian . yang semuanya termasuk tipe pengkajian informasi. pemeriksaan dari kepala sampai dengan seluruh tubuh dapat memperluas informasi 4. 5. pengetahuan. Format yang mencakup pengkajian perkembangan. kemudian diikuti oleh kebutuhan-kebutuhan psikososial seperti : aman-nyaman. cinta-memiliki. diantaranya : 1. 7. Bentuk dokumentasi dapat berupa data dasar.

d. b. 9. c. e. dapat dibaca dan dimengerti oleh orang lain 12. Lampiran. Bagaimana cara mendapatkan data yang baik ? Jaga kerahasiaan Sebutkan nama Jelaskan tujuan wawancara Jaga kontak mata Usahakan tidak tergesa-gesa Bagaimana cara mengobservasi ? Pergunakan panca indera Tunjukkan penampilan yang baik Tunjukkan sikap yang baik Jaga pola interaksi yang baik Bagaimana cara bertanya yang baik ? Tanyakan pertama kali mengenai masalah yang paling dirasakan klien Pergunakan istilah yang dimengerti oleh klien Pergunakan lebih banyak pertanyaan terbuka Pergunakan refleksi (mengulang kembali apa yang dikatakan oleh klien) Jangan memulai pertanyaan pribadi Tanyakan sesuatu yang penting dan tidak menyinggung Pergunakan format pengkajian yang teorganisir dan disepakati oleh instansi Bagaimana cara menjadi pendengar yang baik? . Menuliskan identitas waktu 15. Data dikelompokkan dalam bio-psiko-sosio-spiritual. 3.8. d. c. e. Data dianalisis dengan dukungan pengetahuan yang relecan dan sesuai 14. 4. a. 2. d. b. Dilakukan secara sistematis dan terus-menerus 11. a. sesuaikan formatnya 13. b. a. c. Menulis nama dan tanda tangan pelaksana pengkajian. Tulis data secara ringkas Setiap data yang dikumpulkan adalah data baru dan mendapatkan validasi 10. Data harus dicatat. g. 1. f.

berkemih b. latihan dan rekreasi b. pembau b. Kemampuan bahasa. Pola tidur – istirahat dalam 24 jam b. Jadilah pendengar yang aktif Beri kesempatan kepada klien untuk menyelesaikan pembicaraannya Bersabarlah jika klien `blocking` Berikan perhatian yang penuh Klarifikasi. Defekasi. pilihan makanan Pola eliminasi a.a. b. MODEL KEPERAWATAN DALAM PENGKAJIAN / PENGUMPULAN DATA GORDON (1982) : Pola Kesehatan Fungsional 1. perasa. d. d. Pola kognitif – perseptual – keadekuatan alat sensori a. Penglihatan. Kemampuan untuk mengusahakan aktivitas sehari-hari (merawat diri. c. belajar. a. b. Kualitas dan kuantitas tidur 6. e. Pola penatalaksanaan kesehatan / persepsi sehat Pola sehat – sejahtera yang dirasakan Pengetahuan tentang gaya hidup dan berhubungan dengan sehat Pengetahuan tentang praktik kesehatan preventif Ketaatan pada ketentuan media dan keperawatan Pola nutrisi – metabolik Pola makan biasa dan masukan cairan Tipe makanan dan cairan Peningkatan / penurunan berat badan Nafsu makan. Pola aktivitas – latihan a. d. c. Pola tidur dan istirahat a. c. 2. Penggunaan alat bantu c. bekerja. b. 3. ulang apa yang telah dikatakan dan simpulkan. dll) 5. ingatan dan pembuatan keputusan . a. Pola aktivitas. Penggunaan obat-obatan 4.

7. Konflik MODEL ROY`s (1984) : Model adaptasi : 1. Tahap dan pola reproduksi 10. b. Spiritual c. g. Persepsi klien tentang peran dan tanggung jawab 9. Kemampuan mengendalian stress b. 2. Kebutuhan fisiologik Aktivitas dan istirahat Nutrisi Eliminasi Cairan dan elektrolit Oksigen Proteksi Pengaturan suhu Pengaturan sistem endokrin Konsep diri Fungsi peran . ideal diri. 8. Pola persepsi-konsep diri Sikap klien mengenai dirinya Persepsi klien tentang kemampuannya Pola emosional Citra diri. d. a. identitas diri. tujuan dan keyakinan b. c. b. 3. a. c. Pola koping dan toleransi stress a. e. harga diri dan peran diri Pola peran dan tanggung jawab a. d. Nilai. f. Sumber pendukung 11. Pola nilai dan keyakinan a. Pola seksual – reproduksi a. h. Persepsi klien tantang pola hubungan b. Kepuasan dan ketidakpuasan yang dirasakan klien terhadap seksualitasnya b.

4.4. 2. 8. Keamanan . Aktivitas / istirahat Sirkulasi Integritas ego Eliminasi Makanan dan cairan Hygiene Neurosensori Nyeri / ketidaknyamanan Pernafasan 10. Interdependent MODEL OREM (1985) : Self-care / kemandirian klien dalam merawat dirinya sendiri : 1. 2. 9. 5. 7. 4. 3. 5. 3. 8. 6. Pemenuhan kebutuhan oksigen Pemenuhan kebutuhan cairan Pemenuhan kebutuhan nutrisi Pemenuhan kebutuhan eliminasi Keseimbangan aktivitas dan istirahat Sosial Pencegahan Promosi DOENGOES (1993) : 1. 6. 7.

Penyuluhan / pembelajaran FITZ PATRICK (1991) : Pola respon manusia : 1. Interaksi sosial 13. berada dalam beberapa asosiasi dengan benda. Memilih : memilih di antara alternatif-alternatif Berkomunikasi : verbal – non verbal Bertukaran : memberikan. Merasakan : pengalaman. Mengetahui : mengenal – memahami Bergerak : mengubah posisi. Seksualitas 12. kesadaran. 6. sadar tentang indera / rangsangan eksternal 8. 2. orang atau tempat . 3. desakan untuk bertindak / melakukan sesuatu Mempersepsikan : memahami dengan pikiran. melepaskan. 7. Berhubungan : menjalin hubungan. membangun hubungan.11. pemahaman atau pengertian secara sadar / emosional 5. sensasi. dan kehilangan sesuatu 4.