Kajian Linguistik Lanjut

Oleh: Susandi

1. Pendahuluan Dalam berbagai kamus umum, linguistik didefinisikan sebagai „ilmu bahasa‟ atau „studi ilmiah mengenai bahasa‟ (Matthews 1997). Dalam The New Oxford Dictionary of English (2003), linguistik didefinisikan sebagai berikut: “The scientific study of language and its structure, including the study of grammar, syntax, and phonetics. Specific branches of linguistics include sociolinguistics, dialectology, psycholinguistics, computational linguistics, comparative linguistics, and structural linguistics.” Ilmu bahasa yang dipelajari saat ini bermula dari penelitian tentang bahasa sejak zaman Yunani (abad 6 SM). Secara garis besar studi tentang bahasa dapat dibedakan antara (1) tata bahasa tradisional dan (2) linguistik modern. Selanjutnya Linguistik dapat dibagi menjadi beberapa cabang yaitu, fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. 2. Tahapan Studi Linguistik a. Tahap pertama yaitu tahap spekulasi maksudnya pernyataan tentang bahasa tidak didasarkan pada data empiris, melainkan pada dongeng/cerita dan klasifikasi. b. Tahap kedua, tahap observasi dan klasifikasi. Pada tahapan ini diadakan pengamatan dan penggolongan terhadap bahasa-bahasa yang diselidiki, tetapi belum sampai pada merumuskan teori. c. Tahap ketiga, tahap perumusan teori atau membuat teori-teori, sehingga dapat dikatakan bersifat ilmiah. 3. Sejarah dan Aliran Linguistik 3.1 Linguistik Tradisional Sejarah Linguistik dimulai dari linguistik tradisional, Tata bahasa tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantik; sedangkan tata bahasa struktural berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu. Misalnya dalam merumuskan kata kerja, tata bahasa tradisional mengatakan kata kerja adalah kata yang menyatakan tindakan atau kejadian; sedangkan tata bahasa struktural menyatakan kata kerja adalah kata yang dapat berdistribusi dengan frase “dengan . . . .”.

makna-makna kata itu diperoleh dari hasil-hasil tradisi dan kebiasaan-kebiasaan yang mempunyai kemungkinan bisa berubah. secara fisis. karena dipakai sebagai bahasa gereja. Aristoteles (384-322 S.4S. Kalau bahasa itu tidak teratur mengapa bentuk jamak bahasa Inggris child menjadi children.M). berpendapat bahwa setiap kata mempunyai hubungan dengan benda yang ditunjuknya. Studi bahasa pada zaman pertengahan di Eropa mendapat perhatian penuh terutama oleh para filsuf skolastik. linguistik zaman Renaisans. Karena adanya keteraturan itulah orang dapat menyusun tata bahasa. Sebaliknya kelompok lain yaitu kaum konvensional.Dalam perkembangannya di dalam aliran linguistik tradisional dikenal linguistik zaman Yunani. Jika tidak teratur tentu yang dapat disusun hanya idiom-idiom saja dari bahasa itu.M). mengapa bentuk past tense bahasa Inggris dari write menjadi wrote dan bukannya writed ? Kelompok-kelompok yang termasuk dalam aliriran ini adalah Kaum Sophis (abad ke-5 S. Selanjutnya yang menjadi pertentangan adalah antara analogi dan anomali. kaum naturalis adalah kelompok yang menganut faham itu. Studi bahasa pada zaman Romawi dapat dianggap kelanjutan dari zaman Yunani. bahasa Ibrani. kelompok anomali berpendapat bahwa bahasa itu tidak teratur. Plato (429-347 S. Tokoh pada zaman romawi yang terkenal antara lain. bahasa diplomasi. Masalah pokok kebahasaan yang menjadi pertentangan pada linguis pada waktu itu adalah pertentangan antara bahasa bersifat alami (fisis) dan bersifat konvensi (nomos). Kemudian dikenal lingistik zaman Romawi. Kaum Stoik (Abad ke. sejalan dengan jatuhnya Yunani dan munculnya kerajaan Romawi. yaitu : 1) Selain menguasai bahasa Latin. dan bahasa ilmu pengetahuan. Lalu.M) dengan karyanya De Lingua Latina dan Priscia dengan karyanya Institutiones Grammaticae.M). Dalam sejarah studi bahasa ada dua hal pada zaman renaisans ini yang menonjol yang perlu dicatat. Atau dengan kata lain. dan Arab. Kaum Alexandrian. sumber dalam prinsip-prinsip abadi dan tidak dapat diganti di luar manusia itu sendiri. Bersifat alami atau fisis maksudnya bahasa itu mempunyai hubungan asalusul.M). Ibrani. bahasa-bahasa Eropa lainnya juga mendapat perhatian dalam bentuk pembahasan. Varro (116 – 27 S. Latin. Dan yang terakhir yang termasuk ke dalam linguistik tradisional adalah masa menjelang lahirnya linguistik modern. yaitu dinyatakan adanya hubungan kekerabatan antara bahasa Sanskerta dengan bahasa- . berpendapat bahwa bahasa itu bersifat teratur. berpendapat bahwa bahasa bersifat konvensi. dan bahasa Latin menjadi Lingua Franta. setiap kata mempunyai makna secara alami. bukannya childs. Dalam masa ini ada satu tonggak yang sangat penting dalam sejarah studi bahasa.M sampai lebih kurang abad ke 2 M. Berikutnya. Kaum analogi antara lain Plato dan Aristoteles. yaitu dari lebih kurang abad ke-5 S. penyusunan tata bahasa dan malah juga perbandingan. 2) Selain bahasa Yunani. Sejarah studi bahasa pada zaman Yunani ini sangat panjang. artinya. linguistik zaman Pertengahan. Sebaliknya. sarjana-sarjana pada waktu itu juga menguasai bahasa Yunani. dan bahasa Arab.

e) Penemuan-penemuan atau kaidah-kaidah terdahulu cenderung untuk selalu dipertahankan. 2) Perbedaan La Langue dan La Parole La Langue adalah keseluruhan sistem tanda yang berfungsi sebagai alat komunikasi verbal antara para anggota suatu masyarakat bahasa. Latin dan bahasa-bahasa Jerman lainnya. maka secara singkat dapat dikatakan. b) Bahasa yang disusun tata bahasanya dideskripsikan dengan mengambil patokan-patokan dari bahasa lain.2. sifatnya konkret karena parole itu tidak lain daripada realitas fisis yang berbeda dari orang yang satu dengan orang yang lain. 3) Perbedaan signifiant dan signifie Signifiant adalah citra bunyi atau kesan psikologis bunyi yang timbul dalam pikiran kita. Sedangkan telaah bahasa secara diakronik adalah telaah bahasa sepanjang masa. terutama bahasa Latin. Dalam pembicaraan mengenai linguistik tradisional di atas. d) Persoalan kebahasaan seringkali dideskripsikan dengan melibatkan logika. Pertama. Sedangkan yang dimaksud dengan La Parole adalah pemakaian atau realisasi langue oleh masing-masing anggota masyarakat bahasa. bahwa : a) Pada tata bahasa tradisional ini tidak dikenal adanya perbedaan antara bahasa ujaran dengan bahasa tulisan.bahasa Yunani. c) Kaidah-kaidah bahasa dibuat secara prekriptif. 3. atau sepanjang zaman bahasa itu digunakan oleh para penuturnya. yakni benar atau salah. Pandangan yang dimuat dalam buku tersebut mengenai konsep : 1) Telaah sinkronik dan diakronik Telaah bahasa secara sinkronik adalah mempelajari suatu bahasa pada suatu kurun waktu tertentu saja. Linguistik Strukturalis Linguistik strukturalis berusaha mendiskripsikan suatu bahasa berdasarkan ciri atau sifat khas yang dimiliki bahasa itu. sedangkan signifie adalah pengertian atau kesan makna yang ada dalam pikiran kita. Ferdinand de Saussure (1857 – 1913) dianggap sebagai bapak linguistik modern berdasarkan pandangan-pandangan yang dimuat dalam bukunya Course de Linguistique Generale yang disusun dan diterbitkan oleh Charles Bally dan albert Sechehay tahun 1915. Berikut ini merupakan tokoh dan aliran linguistik strukturalis. . sifatnya abstrak. Ferdinand de Saussure.

Sedangkan hubungan paradigmatik adalah hubungan unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan. Kelima. Aliran praha terbentuk pada tahun 1926 atas prakarsa salah seorang tokohnya. sehingga aliran ini juga bersifat strukturalis. wadah tempat melaporkan hasil kerja mereka. Hjemslev juga menganggap bahasa sebagai suatu sistem hubungan. dan mengakui adanya hubungan sintagmatik dan hubungan paradigmatik. yaitu banyak sekali bahasa Indian di Amerika yang belum diperlukan. 2) Sikap Bloomfield yang menolak mentalistik sejalan dengan iklim filsafat yang berkembang pada masa itu di Amerika.K Halliday. Firth (1890 – 1960) guru besar pada Universitas London sangat terkenal karena teorinya mengenai fonologi prosodi. Aliran Glosematik lahir di Denmark. Keenam. Ciri aliran strukturalis Amerika ini adalah cara kerja mereka yang sangat menekankan pentingnya data yang objektif untuk memberikan suatu bahasa. Ketujuh adalah Aliran Tagmemik. aliran sistemik. Leonard Bloomfield dan strukturalis Amerika. karena adanya The Linguistics Society of America. aliran yang dikembangkannya dikenal dengan nama aliran Prosodi. yaitu Vilem Mathesius (1882 – 1945). seorang tokoh dari Summer Institute of Linguistics. tetapi juga antropologis. Sebagai penerus Firth dan berdasarkan karangannya Categories of the Theory of Grammar. nama John R. Menurut aliran ini satuan dasar dan . yang menerbitkan majalah Language. maka teori yang dikembangkan oleh Halliday dikenal dengan nama Neo-Firthian Linguistics atau Scals and Category Linguistics. Beberapa faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran strukturalisme : 1) Pada masa itu para linguis di Amerika menghadapi masalah yang sama. yang mewarisi pandangan-pandangan Bloomfeld. 3) Diantara linguis-linguis itu ada hubungan yang baik. yang meneruskan ajaran Ferdinand de Saussure. yaitu Systemic Linguistics (SL). Price. Karena itulah. Aliran ini dipelopori oleh Kenneth L. Dalam bidang fonologi aliran Praha inilah yang pertama-tama membedakan dengan tegas akan fonetik dan fonologi. Keempat. yang tersusun secara berurutan.4) Hubungan sintagmatik dan paradigmatif Hubungan sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan. Ketiga. yaitu salah seorang murid Firth yang mengembangkan teori Firth mengenai bahasa. yaitu filsafat behaviorisme. aliran firthian.A. Fonetik mempelajari bunyi-bunyi itu sendiri. sedangkan fonologi mempelajari fungsi bunyi tersebut dalam suatu sistem. tokohnya antara lain : Louis Hjemslev (1899 – 1965). khususnya yang berkenaan dengan segi kemasyarakatan bahasa. nama aliran linguistik sistemik tidak dapat dilepaskan dari nama M. Kedua. bersifat linear. Namun kemudian ada nama baru.

yang kemudian disebut classical theory. bukan merupakan kegiatan yang statis. menurut Chomsky adalah merupakan teori dari bahasa itu sendiri. dan Kiparsky.sintaksis adalah tagmem. sebagai reaksi terhadap Chomsky. Semantik Generatif Menjelang dasawarsa tujuh puluhan beberapa murid dan pengikut Chomsky. Tata Bahasa Kasus Tata bahasa kasus atau teori kasus pertama kali diperkenalkan oleh Charles J. dan semuanya ini harus sejajar dengan teori linguistik tertentu.3. dan R. sehingga satuan atau istilah yang digunakan tidak berdasarkan pada gejala bahasa tertentu saja. Menurut semantik generatif. Pada tahun 1968 sarjana ini mencetuskan teori extended standard theory.3. sebagai kalimat yang wajar dan tidak dibuat-buat. Dalam perkembangan selanjutnya. Linguistik Tranformasional dan Aliran-aliran Sesudahnya Dunia ilmu termasuk linguistik.1.3.3. 3. teori transformasi dengan pokok pikiran kemampuan dan kinerja yang dicetuskannya melalui Aspects of the Theory of Syntax (1965) disebut standard theory. Karena pendekatan teori ini secara sintaktis tanpa menyinggung makna (semantik). Lakoff. teori ini disebut juga sintaksis generatif (generative syntax). memisahkan diri dari kelompok Chomsky dan membentuk aliran sendiri. 3. melainkan merupakan kegiatan yang dinamis. E. 3. Setiap tata bahasa dari suatu bahasa. dan tahun 1993 Minimalist program. dan tata bahasa itu harus memenuhi dua syarat. berkembang terus menerus sesuai dengan filsafat ilmu itu sendiri yang selalu mencari kebenaran yang hakiki. terbitan Holt Rinehart and Winston. Mc Cawly. Sarjana inilah yang mencetuskan teori transformasi melalui bukunya Syntactic Structures (1957). Fillmore dalam karangannya berjudul “The Case for Case” tahun 1968 yang dimuat dalam buku Bach. Selanjutnya pada tahun 1970. antara lain Pascal. 2) Tata bahasa tersebut harus berbentuk sedemikian rupa. sudah seharusnya semantik dan sintaksis diselidiki bersama sekaligus karena keduanya adalah satu. Kelompok Lakoff ini. 3. . Tagmem adalah korelasi antara fungsi gramatikal atau slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling diperlukan untuk mengisi slot tersebut. Tata Bahasa Transformasi Ahli linguistik yang cukup produktif dalam membuat buku adalah Noam Chomsky. kemudian terkenal dengan sebutan kaum Semantik generatif.2. tahun 1980 government and binding theory. Chomsky menulis buku generative semantics. Harms Universal in Linguistic Theory.3. yaitu: 1) Kalimat yang dihasilkan oleh tata bahasa itu harus dapat diterima oleh pemakai bahasa tersebut.

lebih tepat disebut perkenalan dengan konsep-konsep linguistik modern. 3. Interaksi yang dapat terjadi dapat menggunakan : A bunyi → verbal A tulis → lambang terhadap bunyi Beberapa dasar tentang berbahasa : Bebicara → bunyi Mendengarkan → menyimak . Kajian Fonologi Bahasa adalah sistem tanda bunyi yang disusun berdasarkan kesepakatan bersama yang digunakan sebagai alat komunikasi dalam rangka menjalankan interaksi sosial. Pada awalnya penelitian bahasa di Indonesia dilakukan oleh para ahli Belanda dan Eropa lainnya. Tentang Linguistik Di Indonesia Hingga saat ini bagaimana studi linguistik di Indonesia belum ada catatan yang lengkap. Rusia. 4. kala. Pada tanggal 15 November 1975. Pendidikan formal linguistik di fakultas sastra (yang jumlahnya juga belum seberapa) dan di lembaga-lembaga pendidikan guru sampai akhir tahun lima puluhan masih terpaku pada konsep-konsep tata bahasa tradisional yang sangat bersifat normatif. Dardjowidjojo. dan (2) proposisi. Anggotanya adalah para linguis yang kebanyakan bertugas sebagai pengajar di perguruan tinggi negeri atau swasta dan di lembaga-lembaga penelitian kebahasaan. London. yang telah menghasilkan tulisan mengenai pelbagai segi dan aspek bahasa Indonesia. Kaswanti Purwo. banyak pula dilakukan orang di luar Indonesia. Penyelidikan terhadap bahasa-bahasa daerah Indonesia dan bahasa nasional Indonesia. Jerman. Yang dimaksud dengan kasus dalam teori ini adalah hubungan antara verba dengan nomina. Pelbagai segi dan aspek bahasa telah dan masih menjadi kajian yang dilakukan oleh banyak pakar dengan menggunakan pelbagai teori dan pendekatan sebagai dasar analisis.4. 3. Amerika. aspek. yang bisa berupa unsur negasi. dan Australia banyak dilakukan kajian tentang bahasa-bahasa Indonesia. yang terdiri dari sebuah verba disertai dengan sejumlah kasus.3. dan bahasa negara maka bahasa Indonesia tampaknya menduduki tempat sentral dalam kajian linguistik dewasa ini. dengan tujuan untuk kepentingan pemerintahan kolonial. Misalnya negeri Belanda. Dalam kajian bahasa nasional Indonesia. bahasa persatuan. dan adverbia.4. Tata Bahasa Relasional Tata bahasa relasional muncul pada tahun 1970-an sebagai tantangan langsung terhadap beberapa asumsi yang paling mendasar dari teori sintaksis yang dicanangkan oleh aliran tata bahasa transformasi. Perubahan baru terjadi. atas prakarsa sejumlah linguis senior berdirilah organisasi kelinguistikan yang diberi nama Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI). di Indonesia tercatat nama-nama seperti Kridalaksana. baik di dalam negeri maupun di luar negeri. dan Soedarjanto. meskipun studi linguistik di Indonesia sudah berlangsung lama dan cukup semarak.Dalam karangannya yang terbit tahun 1968 itu Fillmore membagi kalimat atas (1) modalitas. Sesuai dengan fungsinya sebagai bahasa nasional.

u · Vokal lonjong → i. Bunyi Vokal : bunyi yang tidak mengalami hambatan di daerah artikulator. Fonem adalah satuan bunyi terkecil yang masih abstrak atau yang tidak diartikulasikan. fon. fonetik dan fonemik. Terdiri dari : a.3.2 Klasifikasi vokal : Berdasarkan bentuk bibir · Vokal bulat → a. Fon adalah realisasi dari fonem (parole). p.1 Defenisi Fonologi Fonologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari tata bunyi/kaidah bunyi dan cara menghasilkannya. oi. (b. /c/. o. m) . misalnya /i/ dan /I/ dalam /menangIs/. 4. dan rongga pengubah getaran (pita suara). Diftong → au.1. i. a · Tengah → e · Belakang → o 4. e. alat ucap (yang menimbulkan getaran). Mengapa bunyi dipelajari? Karena wujud bahasa yang paling primer adalah bunyi. Bunyi adalah Getaran udara yang masuk ke telinga sehingga menimbulkan suara. Disebut juga huruf hidup karena dapat berdiri sendiri dan dapat menghidupkan konsonan. dan alofon.Menulis → lambang Membaca → memahami lambing 4. o. u. ai. e Berdasarkan tinggi rendah lidah · Tinggi → i · Tengah → e · Bawah → a Berdasarkan maju mundurnya lidah · Depan → i.3 Bunyi Konsonan Bunyi Konsonan adalah bunyi yang mengalami hambatan dalam pengucapan. misalnya /t/. /d/. Fonologi dibedakan menjadi. Alofon adalah perbedaan bunyi yang tidak menimbulkan perbedaan makna. Bunyi bahasa adalah bunyi yang dibentuk oleh tiga faktor. 4. Fonem merupakan aspek bahasa pada aspek langue (istilah de Sausure). Pembentukan konsonan a) Bilabial : pembentukan konsonan oleh 2 bibir. yaitu pernafasan (sebagai sumber tenaga). atau bunyi yang diartikulasikan (diucapkan) misalnya {lari}. Didalam fonologi terdapat istilah fonem.

syukur str: struktur. prakarya. syah. pr: produksi. krisis sy: syarat. Kluster= dua konsonan yang dibaca satu bunyi. khas. Konsonan= bunyi yang terhambat oleh alat ucap 2.b) Apikodental : pembentukan konsonan oleh ujung lidah dan gigi (t. j) e) Velar : belakang lidah – langit-langit lembut (k. udara keluar melalui geseran. Vokal = bunyi yang tidak terhambat oleh alat ucap 3. 4. /au/ dalam /kau/ 4. tragis. alat ucap dan pita suara. misalnya: /ai/ dalam sungai.4 Macam-macam bunyi bahasa a. Diftong= dua vokal yang dibaca satu bunyi. trauma. kreatif. b.g) f) Hamzah (glottal stop) : posisi pita suara tertutup sama sekali. d. khitmad. Bunyi Segmental Bunyi segmental ialah bunyi yang dihasilkan oleh pernafasan. tragedi. v) d) Palatal : lidah – langit-langit keras (c. strata. kritis. strategi spr: sprai tr : tradisi. h) c) Labiodental : pembentukan konsonan oleh gigi dan bibir (f. g) Laringal : pita suara terbuka lebar. proses kr: kredit. Bunyi Supra Segmental . transportasi. Bunyi Segmental ada empat macam 1. Contoh Kluster/Konsonan Rangkap ng: yang ny: nyonya kh: khusus.

3 Jeda atau Persendian Berkenaan dengan hentian bunyi dalam arus ujar. 2 .Dalam suatu runtutan bunyi yang sambung-bersambung terus-menerus diselangseling dengan jeda singkat atau agak singkat. tinggi rendah bunyi. Jeda antar kata. panjang pendek bunyi. diberi tanda ( / ) Jeda antar frase. ada bunyi yang dapat disegmentasikan yang disebut bunyi segmental. disertai dengan keras lembut bunyi. Tekanan atau Stres Menyangkut masalah keras lunaknya bunyi. 1 . diberi tanda ( # ) Perhatikan contoh aplikasi bunyi berikut ini! Doa Karya Chairil Anwar Tuhanku// Dalam/ termangu// Aku// masih/ menyebut/ namaMu/// Biar/ susah sungguh// Mengingat Kau// penuh seluruh/// CayaMu// panas suci // Tinggal// kerdip lilin// di kelam sunyi/// Tuhanku// aku/ hilang bentuk// remuk/// Aku/ mengembara// di negeri asing// Tuhanku// di pintuMu// aku// mengetuk// aku// tidak bisa// berpaling# . Nada atau Pitch Berkenaan dengan tinggi rendahnya bunyi. diberi tanda ( // ) Jeda antar kalimat.

Misalnya dalam bahasa Inggris. Morfem dikenalkan oleh kaum strukturalis pada awal abad ke-20. Apa yang di dalam suatu bahasa ditandai dengan afiks infleksional. Tetapi morfem lain memiliki pengecualian. Morfologi mempelajari struktur internal kata-kata. jelas bahwa dalam kebanyakan bahasa. kalimat Maxim defends Victor (Maxim mengalahkan Victor) memiliki makna yang berbeda dengan kalimat Victor defends Maxim (Victor mengalahkan Maxim). I was examined by the doctor. makna gramatikal hanya tampak jika morfem tersebut digabungkan dengan morfem lain (seperti pada afiks yang dapat mengubah makna gramatikal). Jika pada umumnya kata-kata dianggap sebagai unit terkecil dalam sintaksis. Urutan kata sangat penting. Terkadang. pengucapan kata tersebut. Sebab morfem bukan merupakan satuan dalam sintaksis dan tidak semua morfem punya makna secara filosofis. Bila satuan bentuk tersebut dapat hadir secara berulang dan punya makna sama. Bagian dari kompetensi linguistik seseorang termasuk pengetahuan mengenai morfologi bahasa. Aturan yang dipahami penutur mencerminkan pola-pola tertentu (atau keteraturan) mengenai bagaimana kata dibentuk dari satuan yang lebih kecil dan bagaimana satuan-satuan tersebut digunakan dalam wicara. Penutur bahasa Inggris mengetahui hubungan ini dari pengetahuan mereka mengenai aturan pembentukan kata dalam bahasa Inggris. dan bagaimana unsur-unsur tersebut digabungkan (Fromkin & Rodman. seperti pada kata hit – hit (present – past). bahasa Indonesia menggunakan afiksasi untuk mengungkapkan hal yang sama.2 Morf dan Alomorf . suatu kata dapat dihubungkan dengan kata lain melalui aturan. Misalnya. 5. 1998:96). semua morfem memiliki struktur gramatikal yang dilekatkan padanya. Demikian halnya jika bahasa Inggris memiliki penanda have dan be. Saya diperiksa dokter.5. dogs. misalnya pada kalimat He loves books dan He is a lover of books. misalnya: Dokter memeriksa saya. yang meliputi kata. 5. Tata bahasa tradisional tidak mengenal konsep maupun morfem. seperti penanda jamak ”s” dalam bahasa Inggris. Kajian Morfologi Jika fonologi mengidentifikasi satuan dasar bahasa sebagai bunyi. morfologi mengidentifikasi satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Dalam hubungannya dengan sintaksis. dan dog-catcher memiliki hubungan yang erat. atau sheep – sheep (tunggal – jamak). Selain itu. maka bentuk tersebut merupakan morfem. maknanya. Morfem infleksional adalah morfem yang tidak memiliki makna di luar makna gramatikal. The doctor examinesme.1 Identifikasi Morfem Untuk menentukan bahwa sebuah satuan bentuk merupakan morfem atau bukan kita harus membandingkan bentuk tersebut di dalam bentuk lain. penutur bahasa Inggris mengetahui kata dog. Dalam studi morfologi satuan bentuk yang merupakan morfem diapit dengan kurung kurawal ({ }) kata kedua menjadi {ke} + {dua}. beberapa relasi gramatikal dapat diekspresikan baik secara infleksional (morfologis) atau secara sintaksis (sebagai bagian dari struktur kalimat). dan berusaha merumuskan aturan yang menjadi acuan pengetahuan penutur bahasa tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa morfologi adalah cabang linguistik yang mempelajari pola pembentukan kata dalam bahasa. dalam bahasa lain ditandai dengan urutan kata dan dalam bahasa yang lain lagi dengan kata fungsi.

Melihat . keutuhannya. gaul. menyMenggoda . Catatan yang perlu diperhatikan dalam morfem terbagi. . Sedangkan Alomorf nama untuk bentuk bila sudah diketahui status morfemnya (bentuk-bentuk realisasi yang berlainan dari morfem yang sama) . daripada. meMembawa . maknanya dan sebagainya. Ketiga bentuk seperti : tua (tua renta). tidak dapat muncul dalam petuturan tanpa terlebih dahulu mengalami proses morfologi. Pertama.3. durasi. Keempat.1 Morfem bebas dan Morfem terikat Morfem Bebas adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam pertuturan.3 Klasifikasi Morfem Klasifikasi morfem didasarkan pada kebebasannya. Kedua. Morfem suprasegmental adalah morfem yang dibentuk oleh unsur suprasegmental seperti tekanan. nada. Pertama bentuk-bentuk seperti : juang. henti. 5. baur termasuk morfem terikat. 5. Sebab meskipun bukan afiks.3 Morfem Segmental dan Suprasegmental Morfem segmental adalah morfem yang dibentuk oleh fonem segmental. kerontang (kering kerontang). Morfem terbagi adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua bagian terpisah. sehingga baru muncul dalam petuturan sesudah mengalami proses morfologi. tulis. Sedangkan yang dimaksud dengan morfem terikat adalah morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam pertuturan. merupakan kesatuan utuh. biasanya satu silabel. dan . Tetapi secara sintaksis merupakan bentuk terikat.Morf adalah nama untuk semua bentuk yang belum diketahui statusnya. Berkenaan dengan morfem terikat ada beberapa hal yang perlu dikemukakan. kemunculannya dalam pertuturan selalu melekat tetapi tidak dipisahkan . Untuk menentukan konfiks atau bukan. Bentuk lazim tersebut disebut prakategorial. bentuk seperti ke.3. 5. dan kalau secara morfologis termasuk morfem bebas.2 Morfem Utuh dan Morfem Terbagi Morfem utuh adalah morfem dasar. dan tendang juga termasuk prakategorial karena bentuk tersebut merupakan pangkal kata. Kelima disebut klitika. memMenyanyi .3. harus diperhatikan makna gramatikal yang disandang. Klitka adalah bentuk singkat. meng5. termasuk morfem terikat. secara fonologis tidak mendapat tekanan. hanya dapat muncul dalam pasangan tertentu juga. ada afiks yang disebut sufiks yakni yang disisipkan di tengah morfem dasar. bentuk seperti baca. semua afiks disebut konfiks termasuk morfem terbagi. Kedua.

dan numeralia. penderita.5. 6. maka fungsi S dan P harus berurutan dan tidak disisipi kata di antara keduanya. Morfologi membicarakan tentang struktur internal kata. . dan peran sintaksis. Kajian Sintaksis Morfosintaksis yaitu gabungan dari morfologi dan sintaksis. fungsi-fungsi S. adjektiva.1 Struktur Sintaksis Struktur sintaksis ada tiga yaitu fungsi sintaksis. SPOK sasaran pelaku Agar menjadi kalimat berterima. verba. predikat. Contohnya: Kalimat aktif: Nenek melirik kakek tadi pagi. 5. O. Bentuk Dasar.3.5 Morfem bermakna Leksikal dan Morfem tidak bermakna Leksikal Morfem bermakna leksikal adalah morfem yang secara inheren memiliki makna pada dirinya sendiri tanpa perlu berproses dengan morfem lain. kategori sintaksis. Pangkal (stem). 5. Pangkal digunakan untuk menyebut bentuk dasar dari proses infleksi. Sedangkan morfem yang tidak bermakna leksikal adalah tidak mempunyai makna apa-apa pada dirinya sendiri. Sintaksis membicarakan tentang hubungan kata dengan kata lain. Dalam fungsi sintaksis ada hal-hal penting yaitu subjek.4 Morfem beralomorf zero Morfem beralomorf zero adalah morfem yang salah satu alomorfnya tidak berwujud bunyi segmental maupun berupa prosodi melainkan kekosongan. Dalam kategori sintaksis ada istilah nomina. dan objek. 6. Struktur sintaksis minimal mempunyai fungsi subjek dan predikat seperti pada verba intransitif yang tidak membutuhkan objek.3. Akar digunakan untuk menyebut bentuk yang tidak dapat dianalisis lebih jauh. dan Akar(root) Morfem dasar bisa diberi afiks tertentu dalam proses afiksasi bisa diulang dalam suatu reduplikasi. P. Dalam peran sintaksis ada istilah pelaku. Menurut Verhaar (1978). dan penerima.3. bisa digabung dengan morfem lain dalam suatu proses komposisi.6 Morfem Dasar. SPOK pelaku sasaran Kalimat pasif: Kakek dilirik nenek tadi pagi. dan K merupakan kotak kosong yang diisi kategori dan peranan tertentu.

Eksistensi struktur sintaksis terkecil ditopang oleh urutan kata.Contohnya: Kakek makan. Fungsi subjek diisi kategori nomina. Verba transitif selalu membutuhkan objek. Contohnya: Nenek melirik tadi pagi kakek. Contohnya: Dia guru.(benar) SOSPO Kata “adalah” pada kalimat tersebut merupakan verba kopula. Menurut Djoko Kentjono(1982). dan fungsi keterangan diisi kategori adverbia. Pelaku berarti objek yang melakukan pekerjaan. . Contohnya: Nenek membersihkan kamarnya. Perbedaan urutan kata dapat menimbulkan perbedaan makna. Kata yang bermakna pelaku dan penerima tetap tidak berubah walaupun kata kerja yang aktif diganti menjadi pasif. – Kakek melirik nenek. Makna pelaku dan sasaran merupakan makna gramatikal.(salah) Dia adalah guru. hadir tidaknya fungsi sintaksis tergantung konteksnya. seperti to be pada bahasa Inggris. bentuk kata. Dalam kalimat aktif transitif mempunyai kendala gramatikal yaitu fungsi predikat dan objek tidak dapat diselipi kata keterangan. fungsi predikat diisi kategori verba. dan intonasi. Nenek melirik kakek. Peran dalam struktur sintaksis tergantung pada makna gramatikalnya. Penerima berarti objek yang dikenai pekerjaan. Contohnya: Kalimat seruan: Hebat! Kalimat jawaban: Sudah! Kalimat perintah: Baca! Fungsi-fungsi sintaksis harus diisi kategori-kategori yang sesuai.(salah) Berenang menyehatkan tubuh. fungsi objek diisi kategori nomina. SPO Kata “berenang” menjadi berkategori nomina karena yang dimaksud adalah pekerjaan berenangnya. Contohnya: tiga jam – jam tiga.

saya tentu akan datang. baik morfem dasar maupun morfem afiks. Banyak pakar menyatakan bahwa kita baru dapat menentukan makna sebuah kata apabila kata itu sudah berada dalam konteks kalimatnya. Jika tanda linguistik tersebut disamakan identitasnya dengan kata atau leksem. Intonasi juga dapat berupa nada naik atau tekanan. morfologi dan sintaksis adalah tidak sama. Kalimat tersebut sudah berbeda makna karena tafsiran gramatikal yang berbeda yang disebut ambigu atau taksa. berarti makna adalah pengertian atau konsep yang dimiliki oleh setiap kata atau leksem. makna kata atau leksem itu seringkali terlepas dari pengertian atau konsep dasarnya dan juga acuannya. sehingga semantik diabaikan. Intonasi ada tiga macam yaitu intonasi deklaratif untuk kalimat bermodus deklaratif atau berita dengan tanda titik. Kajian Semantik Status tataran semantik dengan tataran fonologi. ada dua macam konektor. pada tahun 1965. Makna yang menjadi objek semantik sangat tidak jelas. Konektor subordinatif menghubungkan dua konstituen yang tidak sederajat. morfologi dan sintaksis.1 Hakikat Makna Menurut de Saussure. atau. Konektor koordinatif menghubungkan dua konstituen sederajat. Contohnya: Nenek dan kakek pergi ke sawah. intonasi interogatif dengan tanda tanya. dan komponen signifie (yang diartikan) yang berwujud pengertian atau konsep (yang dimiliki signifian). Bahasa bersifat arbiter. Kucing makan tikus / mati. setiap tanda linguistik atau tanda bahasa terdiri dari 2 komponen. Menurut teori yang dikembangkan Ferdinand de Saussure. yaitu berada di tataran fonologi. Contohnya: Kucing / makan tikus mati. Jika disamakan dengan morfem. Chomsky menyatakan bahwa semantik merupakan salah satu komponen dari tata bahasa dan makna kalimat sangat ditentukan oleh semantik ini. Semantik dengan objeknya yakni makna. dilihat dari sifatnya. Konjungsinya seperti dan. maka makna adalah pengertian atau konsep yang dimiliki oleh setiap morfem. 7. Perbedaan intonasi juga menimbulkan perbedaan makna.Intonasi merupakan penekanan.2 Jenis Makna . tak dapat diamati secara empiris. Konektor bertugas menghubungkan konstituen satu dengan yang lain. berada di seluruh tataran. meskipun. makna adalah pengertian atau konsep yang dimiliki atau terdapat pada sebuah tanda linguistik. dan tetapi. Di dalam penggunaannya dalam pertuturan yang nyata. yaitu komponen signifian (yang mengartikan) yang berwujud runtunan bunyi. 7. Contohnya: Kalau diundang. Konjungsinya seperti kalau. dan intonasi interjektif dengan tanda seru. Tetapi. sehingga hubungan antara kata dan maknanya juga bersifat arbiter. Pakar itu juga mengatakan bahwa makna kalimat baru dapat ditentukan apabila kalimat itu berada di dalam konteks wacananya atau konteks situasinya. 7. dan karena.

Makna Konseptual dan Makna Asosiatif Leech (1976) membagi makna menjadi menjadi makna konseptual dan makna asosiatif. saya dan kamu. Ada sejumlah kata yang disebut kata diektik. Istilah mempunyai makna yang pasti. Dapat juga dikatakan bahwa makna leksikal adalah makna yang sebenarnya. dia. dalam penggunaannya makna kata itu baru menjadi jelas jika kata itu sudah berada di dalam konteks kalimatnya atau konteks situasinya. Makna Denotatif dan Makna Konotatif Makna denotatif adalah makna asli. Makna kolokatif berkenaan dengan ciri-ciri makna tertentu yang dimiliki sebuah kata dengan kata-kata yang bersinonim. b. karena kata-kata tersebut berasosiasi dengan nilai rasa terhadap kata itu.a. Makna konteks dapat juga berkenaan dengan situasinya. . Makna Leksikal. yang acuannya tidak menetap pada satu wujud. makna asal atau makna sebenarnya yang dimiliki oleh sebuah leksem. c. sedangkan kata tidak bebas konteks. meskipun tanpa konteks kalimat. Makna konseptual sebenarnya sama dengan makna leksikal. Makna asosiasi sama dengan perlambangan yang digunakan oleh suatu masyarakat bahasa untuk menyatakan konsep lain. Makna Kata dan Makna Istilah Pada awalnya. deotatif dan makna referensial. Oleh karena itu. istilah sering dikatakan bebas konteks. d. Namun. Makna kontekstual adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada di dalam satu konteks. yakni tempat. Misalnya : kata-kata pronominal seperti. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem atau kata bahasa. Makna Referensial dan Non-referensial Sebuah kata atau leksem dikatakan bermakna referensial jika ada referensnya atau acuannya. Makna konotatif termasuk dalam makna asosiatif. Makna gramatikal adalah makna yang ada jika terjadi proses gramatikal seperti afiksasi. keadaaan atau ciri-ciri yang ada pada leksem tersebut. jelas. Makna denotatif sebenarnya sama dengan makna leksikal. denotatif atau makna konseptual. waktu dan lingkungan penggunaan bahasa itu. tidak meragukan. e. Konotasi sebuah kata bisa berbeda antara seseorang dengan orang lain. Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. komposisi atau kalimatisasi. sesuai dengan hasil observasi indera kita atau makna apa adanya. Makna afektif berkenaan dengan perasaan pembicara terhadap lawan bicara atau terhadap objek yang dibicarakan. makna yang dimiliki oleh sebuah kata adalah makna leksikal. yang mempunyai kemiripan sifat. reduplikasi. Makna konotatif adalah makna lain yang ditambahkan pada makna denotatif yang berhubungan dengan nilai rasa dari orang yang menggunakan kata tersebut. Makna stilistika berkenaan dengan perbedaan penggunaan kata sehubungan dengan perbedaan sosial atau bidang kegiatan. Gramatikal dan Kontekstual Makna leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada pada leksem meski tanpa konteks apapun.

Polisemi Yaitu kata yang mempunyai makna lebih dari satu. Homonim .f. Faktor tempat atau wilayah 3. Faktor bidang kegiatan 6. pertentangan. Sinonim Yaitu hubungan semantik yang menyatakan adanya kesamaan makna antara satu satuan ujaran dengan satuan ujaran lainnya. makna-makna pada sebuah kata atau satuan ujaran yang polisemi ini masih berkaitan satu dengan yang lain. Dua buah ujaran yang bersinonim maknanya tidak akan sama persis. c. yang lain adalah maknamakna yang dikembangkan berdasarkan salah satu komponen makna yang dimiliki kata atau satuan ujaran itu. Ketidaksamaan itu terjadi karena faktor : 1. Idiom penuh adalah idiom yang semua unsurnya telah melebur menjadi satu kesatuan. d. Dalam kasus polisemi. Faktor waktu 2. Idiom terbagi atas idiom penuh dan idiom sebagian. baik secara leksikal maupun secara gramatikal. Faktor nuansa makna b. 7. Sedangkan idiom sebagian adalah idiom yang salah satu unsurnya masih memiliki makna leksikal sendiri. biasanya makna pertama adalah makna sebenarnya. Peribahasa memilliki makna yang masih dapat ditelusuri dari makna unsurnya karena adanya “asosiasi” antara makna asli dengan maknanya sebagai peribahasa. Makna Idiom dan Peribahasa Idiom adalah satuan ujaran yang maknanya tidak dapat diramalkan dari makna unsur-unsurnya. Faktor sosial 5. a. atau kontras antara yang satu dengan yang lain. Antonim Yaitu hubungan semantik antara dua buah satuan ujaran yang maknanya menyatakan kebalikan. Oleh karena itu.3 Relasi Makna Relasi makna adalah hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan yang lain. Faktor keformalan 4.

Ini tidak berlaku untuk semua kosakata. 7. Perbedaan homonim dengan ambiguiti adalah bahwa homonim yaitu dua buah bentuk atau lebih yang kebetulan bentuknya sama. Hiponimi Yaitu hubungan semantik antara sebuah bentuk ujaran yang maknanya tercakup dalam makna bentuk ujaran yang lain. tetapi dalam waktu yang relative lama ada kemungkinan makna tersebut akan berubah. sedangkan polisemi yaitu sebuah bentuk ujaran yang memiliki makna lebih dari satu. e. antara lain : 1. dan makna-makna yang dimilikinya yang lebih dari satu itu. Ambiguitas atau Ketaksaan Yaitu gejala dapat terjadinya kegandaan makna akibat tafsiran gramatikal yang berbeda. f. karena ketidakcermatan dalam menyusun konstruksi beranaforis. Perbedaan polisemi dengan ambiguitas adalah bahwa polisemi biasanya hanya pada tataran kata. Perkembangan sosial budaya 3. tanpa memperhatikan ejaannya. sedangkan ambiguiti adalah satu bentuk ujaran yang mempunyai makna lebih dari satu sebagai akibat perbedaan tafsiran gramatikal. Perbedaan antara homonim dengan polisemi adalah bahwa homonim yaitu dua buah bentuk ujaran atau lebih yang “kebetulan” bentuknya sama. karena masing-masing merupakan kata atau bentuk ujaran yang berlainan. dan maknanya berbeda. Dengan demikian jelas bahwa antara keduanya tidak punya hubungan sama sekali. Perkembangan pemakaian kata 4. Homograf adalah bentuk ujaran yang ortografinya dan ejaannya sama. Relasi hiponimi bersifat searah. yaitu homofon dan homograf. tetapi hanya terjadi pada sebuah kata saja. Dalam masa yang relative singkat. Ketaksaan terjadi dalam bahasa tulis akibat perbedaan gramatikal karena ketiadaan unsur lisan. tetapi secara diakronis ada kemungkinan dapat berubah. yang disebabkan oleh beberapa faktor.4 Perubahan Makna Secara sinkronis makna sebuah kata atau leksem tidak akan berubah. Homofon adalah adanya kesamaan bunyi antara dua satuan ujaran. g. makna sebuah kata tidak akan berubah. tetapi ucapan dan maknanya berbeda. Redudansi Yaitu kata yang berlebih-lebihan yang menggunakan unsur segmental dalam suatu bentuk ujaran. Perkembangan dalam bidang ilmu dan teknologi 2. Pada kasus homonim ada dua istilah lain yang biasa dibicarakan.Yaitu dua buah kata atau satuan ujaran yang bentuknya “kebetulan” sama dan maknanya berbeda. Pertukaran tanggapan indera (sinestesia) . sedangkan ambiguitas adalah sebuah bentuk dengan dua tafsiran makna atau lebih.

Pengantar Linguistik Umum. Cabang linguistik bisa terbagi atas fonologi. tetapi kini maknanya menjadi khusus atau sangat khusus. Hasan. Linguistik Umum. dan Semantik. 1994. Komposisi Bahasa Indonesia. morfologi. perkembangan linguistik sangat pesat. Makna. 1994. Perubahan yang menyempit yaitu jika tadinya sebuah kata memiliki makna yang sangat umum. sintaksis. Yogyakarta: Gajah Mada University Press Finoza. dikenal usaha untuk menghaluskan dan mengkasarkan ungkapan. Ada perubahan meluas. Perubahan yang meluas yaitu jika tadinya sebuah kata bermakna A. 2006. Bambang Yudi. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa Bandung Alwi. menyempit dan berubah total. Morfologi: Bentuk. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kajian tentang linguistik lanjut sangat luas dan menarik untuk diperbincangkan di kesempatan berikutnya. maka kemudian menjadi bermakna B. Zaenal dan Junaiyah. 2007. Perubahan makna ada beberapa macam. A. Surabaya: Airlangga University Press De Saussure.G.N. Terjemahan Cours de Linguistique Generale oleh Rahayu S. Jakarta: Balai Pustaka Arifin. 1994. Usaha untuk menghaluskan ini dikenal dengan nama eufemia atau eufemisme. tetapi telah meluas ke bidang atau aspek-aspek di luar bahasa yang berkaitan dengan penggunaan bahasa dan kehidupan manusia.Chaedar. Linguistik Suatu Pengantar. Daftar Pustaka Alwasilah. 1973/1988. 2000. Ferdinand. Abdul. Dalam pembicaraan tentang perubahan makna. Teori linguistik merupakan cabang linguistik yang memusatkan perhatian pada teori umum dan metode-metode umum dalam penelitian bahasa. Aspek lain yang berkaitan dengan bidangbidang kajian bahasa juga berkembang. Penutup Dewasa ini. Lamuddin. Perubahan makna total yaitu makna yang dimiliki sekarang sudah jauh berbeda dengan makna aslinya. Oka dan Suparno. usaha ini sengaja dilakukan untuk mencapai efek pembicaraan menjadi tegas. Kristal-Kristal Ilmu Bahasa. 2003. dkk. Hidayat. Sedangkan usaha untuk mengkasarkan dikenal dengan nama disfemia.5. Jakarta: Rineka Cipta Chaer. Jakarta: Rineka Cipta Cahyono. 1993. Linguistik Umum. Adanya asosiasi Asosiasi dapat berupa hubungan wadah dengan isinya. Jakarta: Diksi Insan Mulia I. Kajian tentang bahasa tidak hanya meliputi satu aspek saja. dan juga berupa hubungan waktu dengan kejadian. Abdul. Jakarta: Dirjendikti Depdikbud . Jakarta: Grasindo Chaer. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. dan Fungsi.

Jakarta: PT. 2005. Komposisi. Pesona Bahasa Langkah Awal Memahami Linguistik. Yogyakarta: CV Karyono Verharr.Keraf. Oxford: Oxford University Press Muslich. Jakarta: Bumi Aksara Oka.N dan Suparno. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Depdikbud Ramlan. J. 2008.M. Gramedia Pustaka Utama Matthews. 1993. I. Flores: Nusa Indah Kushartanti. Linguistik Umum. Fonologi Bahasa Indonesia Tinjauan Deskriptif Sistem Bunyi Bahasa Indonesia. M. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press . Masnur. Asas-asas Linguistik Umum. 1996. 1997.G.W. Sintaksis. Peter. Gorys. 2008. The Concise Oxford Dictionary of Linguistics. 1994. Untung Yuwono dan Multamia RMT Lauder.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful