P. 1
Bakteri Heterotrof

Bakteri Heterotrof

|Views: 696|Likes:
Published by Mafidatul Ilmi

More info:

Published by: Mafidatul Ilmi on Apr 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2013

pdf

text

original

Bakteri Heterotrof Bakteri ini hidup dengan memperoleh makanan berupa zat organik dari lingkungannya karena tidak

dapat menyusun sendiri zat organik yang dibutuhkannya. Zat organik diperoleh dari sisasisa organisme lain. Bakteri yang mendapatkan zat organik dari sampah, kotoran, bangkai dan juga sisa makanan, kita sebut sebagai bakteri saprofit. Bakteri ini menguraikan zat organik dalam makanan menjadi zat anorganik, yaitu CO2, H2O, energi dan mineral. Di dalam lingkungan bekteri pembusuk ini berfungsi sebagai pengurai dan penyedia nutrisi bagi tumbuhan. Jika Anda memperhatikan lingkungan tempat pembuangan sampah, sering terlihat adanya makanan yang membusuk. Itu disebabkan oleh bakteri pembusuk. Sedangkan dalam usus manusia terdapat juga bakteri yang hidup secara saprofit (menguraikan serat-serat pada makanan) dan menguntungkan adalah bakteri Escherichia coli. Apakah yang akan terjadi pada pencernaan kita seandainya bakteri ini tidak ada? Tentu saja kita akan sulit untuk membuang air besar. Perhatikan gambar Eschericia coli berikut ini! Vibrio Treponema Salmonella Pasteurella Neisseria Mycobacterium Bordetella Cytophoga Salmonella pollurum comma Penyakit palidum Sifilis thyposa Tifus pestis Pes/sampar gonorhoe Kencing tuberculose TBC pertusis Batuk rejan colimnaris Parasit pada Berak kapur pada Kanker pohon jeruk kolera

nanah ikan ayam

Xanthomono citri Bakteri Autotrof Bakteri Autotrof adalah bakteri yang dapat menyusun zat makanan sendiri dari zat anorganik yang ada. Dari sumber energi yang digunakannya, bakteri autotrof (auto = sendiri, trophein = makanan) dibedakan menjadi dua golongan, yaitu: bakteri fotoautotrof dan bakteri kemoautotrof. 1) Bakteri fotoautrotof Bakteri fotoautrotof yaitu bakteri yang memanfaatkan cahaya sebagai energi untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik melalui proses fotosintesis. Contoh bakteri ini adalah: bakteri hijau, bakteri ungu. 2) Bakteri kemoautrotof Bakteri kemoautrotof adalah bakteri yang menggunakan energi kimia yang diperolehnya pada saat terjadi perombakan zat kimia dari molekul yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan melepaskan hidrogen. Contoh bakteri ini adalah: Nitrosomonas. Nitrosomonas dapat memecah NH3 menjadi NH2, air dan energi. Azotobacter vinelandi, Clostriddium pasteurianum dan Rhodospirillium rubrum. Nutrient Agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. NA juga digunakan untukpertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganismeheterotrof. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef, pepton, dan agar. Namerupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dariair, sewage, produk pangan, untuk membawa stok kultur, untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri,dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur

substrat. tidak berkapsul. Bakteri ini membutuhkan bahan tambahan makanan seperti darah egg yolk.Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades. struktur dan sifat-sifat yang khas. Golongan saprofit dikenal juga dengan nama atipik (Syahrurachman. basil.5. Mycobacterium tahan terhadap asam dan alkali dibanding dengan kuman lain sehingga apabila bahan spesimen mengandung kuman lain dapat dibunuh dengan mudah sehingga spesimen menjadi lebih murni (Staff pengajar FKUI. Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus. spirilum. Istilah ”pewarna sederhana” dapat diartikan dalam mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja (Gupte.95 dan memiliki dinding sel yang tebal yang terdiri dari lapisan lilin dan asam lemak mikolat.0.2.murni. dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana. Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi. begitu pula dengan bakteri. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. Bakteri ini ada 41 spesies yang telah diakui oleh ICSB (International Committee on Systematic Bacteriology) yang sebagaian besar sudah saprofit dan sebagaian kecil lainnya patogen untuk manusia diantaranya Mycobacterium tuberculosis.Atur pH sampai 7. Mycobacterium leparae dan lain-lainnya yang dapat menyebabkan infeksi kronik. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan.000 ml. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan (Jimmo. dan hal ini merupakan ciri yang khas bagi suatu spesies (Dwidjoseputro. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama15 menit. tidak berspora. Intinya sama dengannutrient agar. 1994). panjang atau pendek. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan Nutrient Broth Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair.4. Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna. serum dan sel yang tebal yang terdiri dari asam lemak mivolet untuk pertumbuhannya. lipid yang ada bisa mencapai 60% dari berat dinding sel disebut bakteri tahan asam (BTA). 1994). peluntur warna .000 ml dan15 g agar/L. pertumbuhan sangat lambat 2 . tetapi spesies Mycobacterium bovis biasanya terdapat pada lembu dan dapat ditemukan pula pada manusia di usus (Syahrurachman. . suhu optimal 37 . pepton 10 g. air desitilat 1. 1994). intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. 1994). sebaliknya terdapat juga preparat yang tahan terhadap asam encer. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). 2008). batang sedikit bengkok. kemudian dicuci dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. 1990).1. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai berikut.Sterilisasi dengan autoklaf Tahan asam Bakteri yang memiliki ciri-ciri berantai karbon (C) yang panjangnya 8 . NaCl 5 g. Mycobacterium tuberculose terdapat pada manusia yang mengidap penyakit TBC dan penularannya terjadi melalui jalan pernafasan. Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan bakteri tahan asam. Mycobacterium tuberculose merupakan bakteri gram positif (+).Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama.3. Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi.8 minggu.38oC. dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan.Beri air distilasi sebanyak 1.

Teknik pewarnaan warna pada bakteri dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu pengecatan sederhana. dan bahan inklusi yng mengandung zat pati dan granula fosfat (Entjang. Alasan inilah yang menyebabkan zat warna digunakan untuk mewarnai mikroorganisme. pengecatan negatif. dinamakan pewarnaan sederhana. yang sudah difiksasi. fenol. 2. kerena selain bakteri itu tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil. sehingga sel dapat terlihat jelas dan mudah diamati. olesan bakteri tidak boleh terlalu tebal atau tipis 2. Pemberian warna pada bakteri atau jasad. Langkah-langkah utama teknik pewarnaan 1. atau lebih dari 1 zat warna Teknik pewarnaan dikelompokkan menjadi beberapa tipe. merupakan pewarna yang paling umum digunakan. (waluyo.jasad renik lain dengan menggunakan larutan tunggal suatu pewarna pada lapisan tipis. Olek karena itu teknik pewarnaan sel bakteri ini merupakan salahsatu cara yang paling utama dalam penelitian-penelitian mikrobiologi (Rizki.1 Pewarnaan Tujuan pewarnaan terhadap mikroorganisme ialah untuk : 1. 2003) Melihat dan mengamati bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit.2 Macam-Macam Pewarnaan Secara garis besar teknik pewarnaan bakteri dapat dikategorikan sebagai berikut : 1. Termasuk dalam pengecatan ini adalah pengecatan endospora. Penggunaan zat warna memungkinkan pengamatan strukur seperti spora. Fiksasi. Prosedur pewarnaan yang menampilkan perbedaan di antara sel-sel microbe atau bagian-bagian sel microbe disebut teknik pewarnaan diferensial. pewarnaan spora.1. dan sebagainya) dapat dibedakan dengan . 2.1 Macam-macam pewarnaan 2. basil. ragi. Untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel bekteri. Pembuatan olesan bakteri. dapat dilakukan secara pemanasan atau dengan aplikasi bahan kimia seperti sabun. Untuk melihat struktur digunakan pewarnaan flagela. maupun fungi. formalin.1. dan pewarnaan “acid-fast”(tahan asam) untuk genus Mycobacterium. Sedangkan pengecatan struktural hanya mewarnai satu bagian dari sel sehingga dapat membedakan bagian-bagian dari sel. berdasarkan respon sel bakteri terhadap zat pewarna dan sistem pewarnaan yang digunakan untuk pemisahan kelompok bakteri digunakan pewarnaan Gram. Mempermudah melihat bentuk jasad. Aplikasi zat warna : tunggal. baik bakteri. Memperjelas ukuran dan bentuk jasad 3. 2. pengecatan diferensial dan pengecatan struktural. flagela. dan pewarnaan nukleus. Pewarnaan sederhana Menggunakan satu macam zat warna (biru metilen/air fukhsin) tujuan hanya untuk melihat bentuk sel. 2008).2010) Mikroba sulit dilihat dengan cahaya karena tidak mengadsorbsi atau membiaskan cahaya. Pewarnaan sederhana. Zat warna mengadsorbsi dan membiaskan cahaya sehingga kontras mikroba dengan sekelilingnya dapat ditingkatkan. 4. Melihat struktur luar dan kalau memungkinkan struktur dalam jasad. Melihat reaksi jasad terhadap pewarna yang diberikan sehingga sifat-sifat fisik dan kimia dapat diketahui.2008). atau olesan. Untuk semua prosedur pewarnaan mikrobiologi dibutuhkan pembuatan apusan lebih dahulu sebelum melaksanakan beberapa teknik pewarnaan yang spesifik (Pelezar. pewarnaan kapsul. flagella dan pengecatan kapsul. spirilum. Pewarnaan Neisser atau Albert digunakan untuk melihat granula metakromatik (volutin bodies) pada Corynebacterium diphtheriae. Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus. 3.

gambar pewarnaan sederhana 2. yaitu dari genus Mycobacterium dan beberapa spesies tertentu dari genus Nocardia.menggunakan pewarna sederhana. Dengan metode pewarnaan Gram. Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). Pewarnaan differensial dibagi pewarnaan gram dan pewarnaan tahan asam Pewarnaan differensial Pewarnaan bakteri yang menggunakan lebih dari satu zat warna seperti pewarnaan gram dan pewarnaan tahan asam. • Pencuci / peluntur zat warna (alcohol / aseton) yaitu solven organic yang digunakan uantuk melunturkan zat warna utama. Pada uji pewarnaan Gram. Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Beberapa contoh zat warna yang banyak digunakan adalah biru metilen (30-60 detik). yakni gram-positif dan gram-negatif. Bakteri gram-positif akan mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol. berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. Dalam pewarnaan gram diperlukan empat reagen yaitu : • Zat warna utama (violet kristal) • Mordan (larutan Iodin) yaitu senyawa yang digunakan untuk mengintensifkan warna utama. yaitu mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja. sementara bakteri gram-negatif tidak. Zat warna yang dipakai hanya terdiri dari satu zat yang dilarutkan dalam bahan pelarut. ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae. . yaitu bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. yang membuat semua bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya. suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya. bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua. Pewarnaan Sederhana merupakan satu cara yang cepat untuk melihat morfologi bakteri secara umum. Oleh karena itu. pengecatan Gram tidak bisa dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp Contoh bakteri yang tergolong bakteri tahan asam. Pemberian cat warna utama (cairan kristal violet) berwarna ungu. seperti pewarnaan sederhana atau Gram. Penjelasan sebagai berikut: Pewarnaan Gram Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar. • Zat warna kedua / cat penutup (safranin) digunakan untuk mewarnai kembali sel-sel yang telah kehilangan cat utama setelah perlakuan denga alcohol. Bakteribakteri dari kedua genus ini diketahui memiliki sejumlah besar zat lipodial (berlemak) di dalam dinding selnya sehingga menyebabkan dinding sel tersebut relatif tidak permeabel terhadap zat-zat warna yang umum sehingga sel bakteri tersebut tidak terwarnai oleh metode pewarnaan biasa. Pengecatan gram dilakukan dalam 4 tahap yaitu 1. ungu kristal (10 detik) dan fukhsin-karbol (5 detik).

• Tidak resisten terhadap gangguan fisik. • Bersifat lebih rentan terhadap penisilin. maka akan menyerap zat warna dan akan tahan diikat tanpa mampu dilunturkan oleh peluntur yang kuat sekalipun seperti asam-alkohol. • Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%). sekitar 15-80 nm. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan. Mengandung asam tekoat.org/wiki/Pewarnaan_Gram Pewarnaan Tahan Asam Pewarnaan ini ditujukan terhadap bakteri yang mengandung lemak dalam konsentrasi tinggi sehingga sukar menyerap zat warna. peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal. peptidoglikan terdapat didalam • lapisan kaku. Karena itu bakteri ini disebut bakteri tahan asam (BTA). berlapis tunggal atau monolayer. tidak mengandung asam tekoat. • Resistensi terhadap alkali (1% KOH) lebih pekat • Peka terhadap streptomisin • Toksin yang dibentuk Endotoksin Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu: • Struktur dinding selnya tebal. • Kurang rentan terhadap senyawa penisilin. . Bakteri gram positif memiliki membran tunggal yang dilapisi peptidohlikan yang tebal (25-50nm) sedangkan bakteri negative lapisan peptidoglikogennya tipis (1-3 nm). 3. namun jika bakteri diberi zat warna khusus misalnya karbolfukhsin melalui proses pemanasan. Beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif yaitu: Ciri-ciri bakteri gram negatif yaitu: • Struktur dinding selnya tipis. sebelah dalam dengan jumlah sedikit ± 10% dari berat kering. berlapis tiga atau multilayer. sedangkan penyingkiran zat lipida dari dinding sel organisme gram negatif dengan pencucian alcohol memungkinkan hilang dari sel.2. • Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet. Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting untuk membantu determinasi suatu bakteri.wikipedia. Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin Perbedaan dasar antara bakteri gram positif dan negatif adalah pada komponen dinding selnya. sekitar 10 – 15 mm. Pengintesifan cat utama dengan penambahan larutan mordan JKJ. • Resistensi terhadap alkali (1% KOH) larut • Tidak peka terhadap streptomisin • Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin Contoh bakteri gram posittif contoh bakteri gram negatif Sumber: “http://id. Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol asam. • Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana. • Lebih resisten terhadap gangguan fisik. 4. Kompleks zat iodin terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasma organisme gram positif. • Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%). • Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal. • Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit.

Teknik pewarnaan ini dapat digunakan untuk mendiagnosa keberadaan bakteri penyebab tuberkulosis yaitu Mycobacterium tuberculosis . Pewarnaan khusus untuk melihat komponen lain dan bakteri : • pewarnaan Neisser (granula volutin). Pewarnaan khusus untuk melihat struktur tertentu : pewarnaan flagel. 5. Endospora sulit diwarnai dengan metode Gram.suite101. pewarnaan spora. dengan pencucian pori-pori kembali mengecil menyebabkan zat warna fuchsin tidak dapat dilepas walaupun dilunturkan dengan asam alkohol. karena jika pembilasan dengan air dapat melarutkan kapsul. Yang berwana biru gelap.jpg Protokol pewarnaan diferensial endospores dan sel vegetatif adalah sebagai berikut: Sumber: Prinsip kerja: Spora kuman mempunyai dinding yang tebal sehingga diperlukan pemanasan agar pori-pori membesar zat warna fuchsin dapat masuk.google. • Diperiksa dibawah mikroskop. diperlukan teknik pewarnaan khusus. sehingga terbentuk presipitat tebal pada dinding sel dan flagel. Pewarnaan flagel Pewarnaan flagel dengan memberi suspense koloid garam asam tanat yang tidak stabil. Skema prosedur pengecatan Spora Schaeffer Fulton Sumber http://images. lalu larutan tembaga sulfat sebagai pembilasan menghasilkan warna biru pucat pada kapsul.(anonymous. • Diwarnai dengan methylen blue selama 1 menit kemudian dicuci dan dikeringkan. Pewarnaan Spora Spora bakteri (endospora) tidak dapat diwarnai dengan pewarnaan biasa. Pewarnaan Klein adalah pewarnaan spora yang paling banyak digunakan. • Dipanaskan selama 6 menit pada api kecil atau pada penangas air 80oc selama 10 menit. Cara Kerja : • Dibuat suspensi kuman.2009) Bakteri Tahan Asam (pink) dan bakteri Tidak Tahan Asam (biru) Sumber: www. Untuk pewarnaan endspores. 4. namun yang paling banyak adalah cara menurut Ziehl-Neelsen. • Dimasukkan kedalam H2SO4 1% selama 2 detik • Dimasukkan kedalam alkohol sehingga tidak ada lagi warna merah mengalir. Ada beberapa cara pewarnaan tahan asam. • Sediaan dicuci dengan air. Garam tembaga juga memberi warna pada latar belakang. Pewarnaan kapsul Pewarnaan ini menggunakan larutan Kristal violet panas. • pewarnaan yodium (granula glikogen). pewarnaan kapsul. • Dibuat sediaan dan dikeringkan.com 3. seperti halnya pada pewarnaan Basil Tahan Asam dimana cat carbol fuschsin harus dipanaskan untuk bisa menembus lapisan lilin asam mycolic dari Mycobacterium .com/400620_com_endosporestainprocpscanite. ditambah dengan carbol fuchsin sama banyak. Pewarnaan negatif . perlu dilakukan pemanasan supaya cat malachite hijau bisa masuk ke dalam spora . sedangkan pada badan bakteri warna fuchsin dilepaskan dan mengambil warna biru dari methylen blue.

Nama dan Struktur Kimia KromoforNama Gugus Struktur Kimia Nitroso NitroGrup AzoGrup EtilenGrup KarbonilGrup Karbon ± NitrogenGrup Karbon Sulfur NO atau (-N-OH) NO 2 atau (N 2 -OOH)-N N--C C--C O--C=NH . Teknik ini berguna untuk menentukan morfologi dan ukuran sel. Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau perlakuan yang keras dengan bahanbahan kimia.Gugus kromofor adalah gugus yang menyebabkan molekul menjadi berwarna. Pewarnaan negatif memerlukan pewarna asam seperti eosin atau negrosin. -C-S-S-C-2. dapat dilihat beberapa nama gugus kromofor dan memberi daya ikatterhadap serat yang diwarnainya.2 Syarat-syarat Zat WarnaZat warna adalah senyawa organik berwarna yang digunakan untuk memberiwarna suatu objek atau suatu kain. zat organik tidak jenuh yang dijumpai dalam pembentukan zat warna adalahsenyawa aromatik antara lain senyawa hidrokarbon aromatik dan turunannya. 2. tapi mewarnai latar belakang. Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta cina. Bakteri tidak diwarnai. yaitu:Golongan kation : Tabel 1.Tujuan Mempelajari penggunaan prosedur pewarnaan negatif untuk mengamati morfologi organisme yang sukar diwarnai oleh pewarna sederhana.tidak akan menembus atau berpenetrasi ke dalam sel karena negative charge pada permukaan bakteri. seperti spirochaeta Cara pewarnaan negatif .Gugus auksokrom terdiri dari dua golongan. Suatu senyawa . maka terjadinya penyusutan dan salah satu bentuk agar kurang sehingga penentuan sel dapat diperoleh dengan lebih tepat.Sediaan hapus → teteskan emersi → lihat dimikroskop Pewarnaan negatif. fenoldan turunannya serta senyawasenyawa hidrokarbon yang mengandung nitrogen. Pada pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan (tembus pandang).Pada tabel 1. oleh karena itu. Ditujukan untuk bakteri yang sulit diwarnai. naman hanya beberapa saja yang sesuai untuk zat warna. Saat ini terdapat banyak sekali senyawa organik berwarna. CH=N--C=S . metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap.1 Zat WarnaMolekul zat warna merupakan gabungan dari zat organik tidak jenuh dengankromofor sebagai pembawa warna dan auksokrom sebagai pengikat warna denganserat.pewarna asam memiliki negatif charge kromogen. sel tidak berwarna mudah dilihat dengan latar belakang berwarna.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->