P. 1
75539508 3 Mineral Dan Batuan

75539508 3 Mineral Dan Batuan

|Views: 1,946|Likes:
Published by rivaz_geovani_jr

More info:

Published by: rivaz_geovani_jr on Apr 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

Pengangkutan dan pengendapan sedimen dari daerah sumber ke daerah pengendapannya tidaklah
dikuasai oleh jenis-jenis mekanisme transport tertentu, misal hanya arus traksi saja, akan tetapi
selalu merupakan suatu sistem dari berbagai mekanisme, bahkan bukan hanya bersifat mekanis,
tetapi juga bersifat kimiawi (Koesoemadinata, 1981). Beberapa sistem transportasi dan
sedimentasi:

1. Sistem arus traksi dan suspensi.
2. Sistem arus turbid dan pekat (density current).
3. Sistem suspensi dan kimiawi.

Cara pengendapannya sendiri menurut Rubey (1935), pertikel mengendap dari suatu aliran
berdasarkan dua hukum, yaitu:
1. Hukum Stokes: Berat efektif suatu pola, hal ini berlaku untuk material halus.
2. Hukum Impact: Reaksi benturan terhadap medium, hal ini berlaku untuk material kasar.

Dalam kenyataannya tiap-tiap hukum berlaku untuk besar butir tertentu. Lebih kasar besar butir
yang dimiliki maka hukum Impact akan berlaku, sedang sebaliknya, makin halus besar butir yang
ada maka hukum Stokes yang akan berlaku. Selain itu juga sifat-sifat transport dan pengendapan
lainnya akan mengalami perubahan-perubahan, seperti: 1). Gerakan partikel/butir; 2). Konsentrasi
sedimen transport: 3). Kecepatan aliran dekat dasar; 4). Koefisien kekasaran; 5). Struktur sedimen
yang dibangun; 6). Kedalaman air; 7). Sifat permukaan air; 8). Turbulensi.

A. Sistem Arus Traksi

Sebenarnya sistem ini terdiri dari 2 faktor, yaitu bed load dan suspended load, dimana diendapkan
dari sistem tersendiri. Cara pengendapan bed load berhubungan erat dengan pembentukan struktur
sedimen dan aliran. Konsep yang ada pada dasarnya dalam berbagai kekuatan arus (stream power)
transport sedimen, pengendapan dan bentuk dasar (forms of bed roughness), berubah-ubah dan
memiliki karateristik tersendiri. Bentuk dasar juga tergantung dari besar butir, 0,6 mm sebagai
batas.

Arus traksi merupakan salah satu mekanika transportasi dan pengendapan. Mekanika transport dan
pengendapan sendiri memuat beberapa bagian, antara lain:
1. Muatan, yaitu jumlah total sedimen yang diangkut oleh suatu aliran (Gilbert, 1914).
2. Kapasitas aliran (stream capacity), yaitu muatan maksimal yang dapat diangkut oleh aliran
(Gilbert, 1914).
3. Kompetensi aliran (stream competence), yaitu kemampuan aliran untuk mentransport
sedimen dalam pengertian dimensi partikel (Twenhofel, 1950).

Traksi atau gaya gesek kritis juga dipengaruhi oleh hidraulica lift, yaitu pengangkatan yang
disebabkan oleh perbedaan tekanan diatas dan dibawah aliran, diukur oleh kecepatan radien dekat
dasar aliran. Berdasarkan cara/gaya mengangkut partikel ini maka transport sedimen secara massal
terdapat sebagai berikut (Koesoemadinata, 1981):
1. Rayapan permukaan (surface creep): menggelundung.
2. Saltasi (rolling, skipping): meloncat dan meluncur.
3. Suspensi.

Dari segi muatan, maka ini dibagi menjadi:
1. Bed load (surface creep dan saltasi)
2. Suspended load (wash load)

BAB 3 MINERAL DAN BATUAN

Pengantar Geologi

96

B. Struktur yang terbentuk dari arus traksi

Arus traksi yang berlangsung mengakibatkan terbentuknya struktur sediment. Struktur sediment
yang terbentuk sendiri terbagi menjadi dua, yaitu:
1. Rezim aliran bawah (lower flow regim), yaitu gaya tarikan lebih berpengaruh. Hal ini
mengakibatkan :
a) Terbentuk onggokan-onggokan dan scour
b) Cara transport diseret dan jatuh bebas ke dalam scour.
c) Struktur sedimen sangat ditentukan sebagai akibat dari jatuhan partikel-pertikel
kedalam lubang-lubang.
d) Sudut kemiringan dari cross laminae adalah searah dengan arah arus.

2. Rezim aliran atas (upper flow regime). Hal ini mengakibatkan:
a) Onggokan-onggokan lebih disebabkan karena penumpukan pada endapan-endapan
yang lebih awal.
b) Cara transport menerus, karena momentum air dan secara massal.
c) Struktur sedimen acretion terbentuk pada punggung onggokan-onggokan.
d) Kadang-kadang mengakibatkan terbentuknya :
1. Horizontal stratification (transition)
2. Low angle cross stratification < 100

. Sudut kemiringan berbanding terbalik dengan

arah arus.
3. Imbricated pebbles
Dalam sistem traksi dan suspensi, maka sedimentasi terjadi dari muatan suspensi dan muatan
dasar, berselang-seling atau sering pula dalam kombinasi. Kombinasi pengendapan traksi dan
suspensi terutama terjadi di bagian bawah dari lower flow regim.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->