HUKUM PERORANGAN Hukum Perorangan dalam arti luas adalah Ketentuan-ketentuan mengenai orang sebagai subyek hukum

dan kekeluargaan. Dalam arti sempit Hukum Perorangan memiliki makna yaitu Ketentuanketentuan orang sebagai subjek hukum saja I. Subjek Hukum Menurut hukum bahwa setiap manusia itu merupakan orang, yang berarti pembawa hak yaitu segala sesuatu yang mempunyai hak dan kewajiban (pendukung hak dan kewajiban) dan disebut subjek hokum . Apabila dikatakan bahwa setiap manusia merupakan orang, maka berarti : 1. bahwa tidak dikenal perbedaan berdasarkan agama, baik manusia itu beragama Islam, Kristen maupun agama lain, mereka semua merupakan orang 2. bahwa antara kelamin yang satu dengan yang lainnya, tidak diadakan pembedaan, jadi baik wanita maupun pria merupakan orang 3. bahwa tidak diadakan pembedaan antara orang kaya dan miskin, semua dinggap sebagai orang 4. bahwa tidak dibedakan apakah manusia itu warga Negara atau orang asing, jadi kalau semua hokum perdata barat ini berlaku bagi orang asing, maka ia dinggap orang. Sebelumnya didalam Buku I BW disebut subjek hukum hanya orang (pribadi kodrati) tidak termasuk badan hukum, namun selanjutnya dalam perkembangan selanjutnya, badan hukum telah dimasukan sebagai subjek hukum yang disebut dengan Pribadi Hukum. Badan Hukum tidak tercantum didalam Buku I BW karena orang mempelajari masalah badan hukum, setelah kodifikasi BW dibuat dengan demikian badan hukum kedalam golongan subjek hukum, dengan demikian Subjek Hukum terdiri dari : 1. Orang (Pribadi Kodrati) 2. Badan Hukum (Pribadi Hukum) II.Subjek Hukum : Setiap penyandang/pendukung hak dan kewajiban, artinya undang-undang memberi wewenang untuk memiliki, memperoleh dan menggunakan hak-hak dan kewajiban-kewajiban didalam lalu lintas hukum. Menurut Algra subjek hokum adalah setiap orang yang mempunyai hak dan kewajiban, jadi mempunyai wewenang hukum (rechtsbevoegheid) A. Manusia (Natuurlijk Persoon).

Manusia menurut pengertian hukum terdiri dari tiga pengertian : 1. Mens, yaitu manusia dalam pengertian biologis yang mempunyai anggota tubuh,kepala, tangan, kaki dan sebagainya. 2. Persoon, yaitu manusia dalam pengertian yuridis,baik sebagi individu/pribadi maupun sebagai makhluk yang melakukan hubungan Hukum dalam masyarakat. 3. Rehts Subject (Subjek Hukum).yaitu manusia dalam hubungan dengan hubungan hukum (rechts relatie), maka manusia sebagai pendukung hak dan kewajiban. Pada azasnya manusia (naturlijk persoon) merupakan subjek hukum (pendukung hak dan kewajiban ) sejak lahirnya sampai meninggal. Dapat dihitung surut, apabila memang untuk kepentingannya, dimulai ketika orang tersebut masih berada di dalam kandungan ibunya.

antara lain : B. 1 tahun 1974 sebagaimana diatur dalam pasal 34. Orang-orang yang tidak normal fisiknya c.beranak. Tujuan ketentuan tersebut oleh pembuat undang-undang adalah melindungi kepentingan masa depan sia anak yang masih didalam kandungan ibunya. yakni : 1. Sebagai subjek hukum yang bukan manusia tentu Badan Hukum mempunyai perbedaaan dengan Subjek hukum manusia terutama dalam lapangan Hukum Kekeluargaan seperti kawin. Adanya kepentingan si anak yang menhendaki bahwa anak itu dianggap telah lahir. dmana pada suatu waktu ada kepentingan anak yang timbul dan kemudian anak itu dilahirkan hidup. 3. 3 tahun 1963 yang kemudian dipertegas dengan UU No. sehingga menempatkan dirinya berbeda dengan makhluk lainnya. terdapat perluasan hukum sebagaimana diatur dalam pasal 2 KUHPer yang menyatakan “bayi yang berada dalam kandungan ibunya dianggap telah dilahirkan hidup. Orang-orang yang ditaruh dibawah pengampuan (curatele). Orang-orang yang terganggu jiwanya b.mempunyai kekuasaan sebagai suami atau orangtua dan sebagainya. jika ada kepentingan si anak (bayi) yang menghendakinya. Pasal 2 KUHPer tersebut berlaku apabila memenuhi syarat-syarat : 1. arti hidup bahwa anak itu bernafas. Dewasa menurut hukum adalah orang-orang yang telah berusia 21 (dua puluh satu) tahun keatas atau yang telah/pernah kawin. Si anak harus hidup pada saat dilahirkan.(Teori Fiksi Hukum). yang berfikir dan berasa. Badan Hukum (Recht Person) Badan Hukum adalah subjek hukum yang bukan manuia yang mempunyai wewenang dan cakap bertindak dalam hukum melalui wakil-wakil atau pengurusnya.” Orang (Pribadi Kodrati) Orang sebagai subjek hukum adalah mulai sejak dilahirkan hidup sampai meninggal dunia. yang berbuat dan menilai. Namun apabila mati sewaktu dilahirkan dianggap tidak pernah ada (pengertian subjek hukum diperluas). Wanita yang telah berseuami (golongan ini tidak berlaku di Indonesia berdasarkan SEMA RI No. mengartikan manusia adalah mahkluk yang berwujud dan rohani. menurut pasal 1330 BW ada beberapa golongan orang yang oleh hukum dianggap tidak cakap dalam arti hukum.35 dan 36) Kedudukan seseorang sebagai subjek hukum dapat dipengaruhi oleh beBerapa factor. Orang-orang tertentu karena pemboros 3. Si anak dibenihkan pada saat adanya kepentingan si anak timbul 2. Walaupun setiap orang adalah subjek hukum namun tidaklah setiap orang dapat melakukan perbuatan hukum/tidak cakap hukum.Perdata mengatakan : “ Anak ada dalam kandungan seorang perempuan dianggap telah dilahirkan (menjadi subjek hukum) bila mana kepentingan sianak menghendakinya misal mengenai pewarisan dan jika sianak mati sewaktu dilahirkan dianggap sebagai tidak pernah ada. berpengetahuan dan berwatak. Menurut Chaidir Ali . Orang-orang belum dewasa (dibawah umur). Bahkan pasal 2 KUH. . antara lain : a. 2.

yaitu:  Badan hukum yang “diadakan” oleh pemerintah/kekuasaan umum. gereja dan organisasi-organisasi agama dan sebagainya. perkapalan. koperasi. Brinz) hanya manusia yang menjadi subyek hukm dan ada kekayaan (vermogen) yang bukan merupakan kekayaan seorang tetapi kekayaan itu terikat (badan hukum) tujuan tertentu 3. pemerintahan kabupaten/kota]. seperti perseroan terbatas. dan lain sebagainya. Karena itu korporansi ini merupakan badan hukum yang beranggota. teori fictie (Von Savigny) Badan hukum semata-mata buatan manusia 2. misalnya pemerintahan daerah [pemerintahan provinsi. .Menurut pasal 1653 BW badan hokum dapat dibagi atas 3 macam. panti jompo. Jika dipandang dari segi wujudnya atau sifatnya. rehabilitasi narkotika dan sebagainya TEORI-TEORI BADAN HUKUM 1. yaitu:  Korporasi (corporatie) adalah gabungan atau kumpulan orang orang yang dalam pergaulan hokum bertindak bersama sama sebagai subjek hokum tersendiri. Misalnya: Perseroan Terbatas. misalnya perkumpulanperkumpulan. tetapi mempunyai hak dan kewajiban sendiri yang terpisah dari hak dan kewajiban para anggotanya. kesusilaan. bank bank yang didirikan oleh Negara dan sebagainya. teori kenyataan yuridis /juridische realiteitsleere (majer) Teori ini menekankan bahwa hendaknya dalam mempersamakan badan hukum dengan manusia terbatas sampai pada bidang hukum saja . asuransi.  Yayasan atau stichting yaitu suatu badan hukum yang didirikan oleh banyak orang namun dikelolah oleh pengurus atau satu oang sebagai subjek hukum didalamnya.dan lain sebagainya.  Badan hokum yang “diakui” oleh pemerintahan/ kekuasaan umum. badan hokum dibedakan menjadi dua. perkumpulan asuransi. teori propriete collective (planiol dan molengraff) Hak dan kewajiban badan hukum adalah hak dan kewajiban para anggota bersama-sama 5. perkapalan.teori organ (otto van gierke) Badan hukum adalah suatu organisme yang riil . yang menjelma sungguh-sungguh dalam pergaulan hukum 4. Badan hokum yang ”didirikan” untuk suatu maksud tertentu yang tidak bertentangan dengan undang undang. teori harta kekayaan bertujuan (A. perkumpulan. Missal: yayasan panti asuhan.

orang-orang yang dilarang undang-undang untuk melakukan perbuatan-perbuatan hukum tertentu . maka. 1 Tahun 1974) 2. misalnya orang yang dinyatakan pailit (pasal 1330 BW Jo. orang yang ditaruh dibawah pengampunan . hanyalah mengikat perkumpulan sekedar perkumpulan itu sungguh sungguh telah mendapat manfaat karenanya atau sekedar perbuatan perbuatan itu terkemudian telah disetujui ecara sah” Kemudian pasal 45 WvK menyatakan: Tanggungjawab para pengurus adalahtak lebih daripada untuk menunaikan tugas yang bdiberikan kepada mereka dengan sebaik baiknya. yang menyatakan bahwa “segala perbuata. apabila meeka melanggar sesuatu ketentuan dalam akta.) Perbuatan badan hukum ditentukan dalam anggaran dasar badan hukum . Hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 1656 BW. atau tentang perubahan yang kemudian diadakannyamengenai syarat syarat pendirian. terkecuali menguntungkan. direksi dsb. Kepailitan ) .1. mata gelap. mereka itupun masing masing dengan diri sendiri bertanggungjawabuntuk seluruhnya. Syarat syarat Badan Hukum Suatu badan hokum bisa dikatakan sebagai badan hokum apabila memiliki beberapa syarat sebagaai berikut: Adanya harta kekayaan yang terpisah Memiliki tujuan tertentu Memiliki kepentingan sendiri Ada organisasi yang teratur 2. atas kerugaian karenanya telah diderita oleh pihak ketiga.  Sementara itu. organ badan hukum tersebut tidak dapat berbuat sewenang-wenwng . gila. yaitu orang-orang dewasa tapi dalam keadaan dungu. merekapun karena segala perikatan dari perseroan. dan pemboros (pasal 1330 BW Jo. yang bersangkutan maupun dalam peraturan lainnya Dengan demikian . tidak menjadi tanggung jawab badan hukum akan tetapi menjadi tanggung jawab pribadi organ . sebab tindakan organ badan hukum yang melampaui batas-batas yang telah ditentukan . dengan sendiri tidak terikat kepada pihak ketiga. orang yang belum dewasa (belum mencapai umur 18 tahun atau belum melakukan pernikahan) (pasal 1330 BW Jo pasal 47 UU No. Perbuatan Badan Hukum Mengacu pada pasal 1656 BW. untuk mana pengurusnya tidak berkuasa melakukannya. Pasal 433 BW) 3. KETIDAKCAKAPAN Orang-orang yang menurut UU dinyatakan “tidak cakap “ untuk melakukan perbuatan hukum adalah : 1. C. TANGGUNG JAWAB PERBUATAN BADAN HUKUM Orang-orang yang bertindak untuk dan atas nama badan hukum di sebut organ (alat pelengkapan seperti pengurus.

Dalam pengertian yuridis. definisi Tempat tinggal adalah dimana seorang berkedudukan serta mempunyai hak dan kewajiban hukum. juga apabila pada suatu waktu ia benar-benar tidak dapat hadir di tempat tersebut. perpindahan atau mutasi . tempat tinggal atau domicilie adalah tempat seseorang harus dianggap selalu hadir didalam hubungannya dalam melaksanakan hak dan kewajiban.terbatas) sebagai orang dewasa kepada orangorang yang belum dewasa Pendewasaan penuh . status hukum Dengan demikian hak dan kewajiban mengikuti tempat tinggal /alamat yang dipilih berdasarkan perjanjian 4.PENDEWASAAN Pendewasaan ((handlichting) yang diatur dalam pasal 419 s.hanya di berikan kepada orang-orang yang telah mencapai umur 18 tahun . yang diberikan dengan keputusan pengadilan negeri E.d 432) .TEMPAT TINGGAL 1. hak dan kewajiban Hak dan kewajiban ini dapat timbul dalam bidang hukum public dan hukum perdata : 1) dalam bidang hukum public misalnya: a) hak mengikuti pemilihan umum b) kewajiban membayar pajak bumi dan bangunan c) kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor 2) dalam bidang hukum perdata misalnya : a) debitur wajib membayar wesel / cek kepada kreditur b) debitur berhak menerima kredit dari kreditur 3. jenis tempat tinggal Menurut terjadinya peristiwa hukum dapat digolongkan menjadi 4 jenis : 1) tempat tinggal yuridis : karena peristiwa hukum kelahiran .orang yang cakap adalah orang yang dewasa dan sehat akal pikirannya serta tidak dilarang oleh suatu UU untuk melakukan perbuatan-perbuatan hukum tertentu D. 2. pendewasaan maksudnya adalah memberikan kedudukan hukum (penuh.

lembaga catatan sipil yang berlaku umum di bawah departemen dalam negeri sedangkan lembaga catatan sipil yang berlaku khusus berada dibawah departemen agama · Lembaga catatan sipil umum di kabupaten / kota madya dan lembaga catatan sipil khusus kantor departemen agama di daerah . ialah pada : a) penyelenggaraan kepentingan yang bersangkutan b) status hukum yang bersangkutan sendiri atau status hukum anggota keluarga yang ditinggalkan menganai perkawianan dan perwarisan 3. CATATAN SIPIL    · Catatan sipil adalah catatan mengenai peristiwa perdata yang dialami oleh seseorang · Kegiatan catatan sipil meliputi pencatatan sipil meliputi pencatatan peristiwa hukum yang berlaku untuk umum untuk semua warga Negara Indonesia dan yang berlaku khusus untuk warga Negara Indonesia yang beragama islam mengenai perkawinan perceraian . tahap-tahap penyelsaian keadaan tak hadir : 1) tahap tindakan-tindakan sementara (pasal 463 KUHpdt) 2) tahap pernyataan barang kali meninggal dunia 3) tahap perwarisan secara definitive G. F. KEADAAN TIDAK HADIR (AFWEZIGHEID) 1. definisi Afwezigheid adalah keadaan tidak adanya seseorang di tempat kediamannya karena berpergian atau meninggalkan tempat kediaman baik dengan izinmaupun tanpa izin 2. pengaruh keadaan tak hadir .2) tempat tinggal nyata : karena peristiwa hukum keberadaan sesungguhnya 3) tempat tinggal pilihan : karena peristiwa hukum membuat perjanjian 4) tempat tinggal ikutan : karena peristiwa hukum keadaan status hukum seseorang yang ditentukan oleh UU.

perkawinan dan perceraian III. kematian. pengakuan dan pengesahan anak dan akta ganti nama  · UU mengenai catatan sipil maka dapat dihimpun 3 macam catatan sipil yaitu : 1. Lembaga ini pertama kali muncul di Perancis. Di Belanda. kematian. manfaatnya ialah: Menentukan status hokum seseorang Merupakan alat bukti yang paling kuat dimuka pengadilan dan dimuka hakim Memberikan kepastian tentang peristiwa itu sendiri Adapu manfaat bagi pemerintah : Meningkatkan tertib administrasi kependudukan Merupakan penunjang data bagi perencanaan pembangunan Pengawasan dan pengendalian terhadap orang asing yang datang keindonesia . lembaga catatan sipil ini baru diperkenalkan pada zaman Raja LodewijkNapoleon dan bersamaan waktunya ketika kodifikasi (1838) dimasukkan dalam BW. dan penggantian nama 2. disebutkan lima jenis dari Catatan sipil yaitu: Akta kelahiran Akta perkawinan Akta perceraian Akta pengakuan dan Pengesahan Anak Akta kematian Akta catatan sipil mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam proses pembangunan nasional karena dapat memberikan manfaat bagi indifidu maupun pemerintah . perceraian . Di Indonesia. pencatatan. pengakuan perkawinan dan kematian. dan perkawinan 3. yaitu pada zaman Revolusi Perancia. Pengetian Catatan sipil ialah suatu lembaga yang bertujuan mengadakan pendaftaran. catatan sipil untuk warga negara non islam tentang :perceraian. Catatan Sipil. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 1983 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Catatan Sipil Kabupaten/Kota Madya. Lembaga pencatatan telah ada pada masa sebelum kemerdekaan yaitu sejak 1848 (asas konkordansi) akan tetapi baru diundangkan pada tahun 1849. catatan sipil untuk warga Negara islam tentang. Bagi individu. · Fungsi kantor catatan sipil adalah : 1) mencatat dan menerbitkan akta kelahiran. serta pembukuan yang selengkap lengkapnya dan sejelas jelasnya serta memberi kepastian hukum yang sebesar besarnya atas peristiwa kelahiran. catatan sipil untuk warga Negara Indonesia tentang :kelahiran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful