KLASIFIKASI TUMBUHAN

DAFTAR ISI

1. Kata pengantar……………………………………………………………. i 2. Daftar Isi………………………………………………………………… ii 3. BAB I Pendahuluan…………..…….……………………………………. 1 Latar belakang…………………………………………………………1 Rumusan masalah……………………………………………………..2 4. BAB II Pembahasan………..…………………………………………….. 3 Pengertian Klasifikasi…………………………………..…………….. 3 Dasar Klasifikasi Tumbuhan………………………...……………….. 4 Tumbuhan lumut / Bryophyta……………..………………………….. 8 Alga / Ganggang ……………………...……………………………...10 Tumbuhan paku / Pteridophyta ………...……………………………..16 Tumbuhan biji / Spermatophyta…...…………………………………..18 Tumbuhan Berkeping Satu (Monokotil)……………………………….22 Tumbuhan Berkeping Dua (Dikotil) ……………..……………………26 Metoda Untuk menjelaskan pada anak didik……….………………….29 5. BAB III Penutup………………....………………………...……………………30

ii BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Alam semesta terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik

(makhluk hidup) jumlahnya sangat banyak dan sangat beraneka ragam. Mulai dari laut, dataran rendah, sampai di pegunungan, terdapat makhluk hidup yang jumlahnya banyak dan sangat beraneka ragam. Karena jumlahnya banyak dan beraneka ragam, maka kita akan mengalami kesulitan dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup. Untuk mempermudah dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup maka kita perlu cara. Cara untuk mempermudah kita dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup disebut Sistem Klasifikasi (penggolongan / pengelompokan). Dalam makalah ini kami akan membahas secara lebih mengkhusus pada klasifikasi Tumbuhan mengingat kurangnya pengetahuan tentang bagaimana pengelompokan – pengelompokan tentang tumbuhan mukin yang kita tahu bahwa semua tumbuhan itu adalah pepohonan yang memiliki daun yang lebat dan batang yang kuat , pada hal banyak hal yang belum kita ketahui tentang dunia tumbuhan (Plantae). Khususnya sebagai calon guru kita juga harus mengetahui apa itu klasifikasi, manfaat klasifikasi, tujuan, karena klasifikasi tidak hanya di gunakan dalam ilmu pengetahuan alam , dalam kehidupan sehari - haripun tanpa disadari kita telah melakukan klasifikasi, misal pada saat mencuci alat – alat dapur, setelah mencuci kita menempatkan piring,sendok,garpu,gelas, cangkir sesuai dengan tempat dan ukurannya masing – masing. Jadi untuk lebih jelasnya kami akan jelaskan dalam bab berikutnya.

1

1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apa itu klasifikasi ? 1.2.2 Apakah tujuan dan manfaat klasifikasi ? 1.2.3 Apa sajakah yang mempengaruhi klasifikasi ? 1.2.4 Bagaimanakah dasar klasifikasi tumbuhan? 1.2.5 Bagaimankah cara mengajarkan klasifikasi tumbuhan pada siswa SD?

1.3 Tujuan penulisan 1.3.1 Untuk mengetahui apa yang dimagsud dengan klasifikasi 1.3.2 Untuk mengetahui tujuan dan manfaat klasifikasi 1.3.3 untuk mengetahui tentang klasifikasi tumbahan

2 BAB II PEMBAHASAN

Pengertian Klasifikasi Kegiatan mengelompokan mengelompokan makhluk hidup disebut klasifikasi, dengan kata lain klasifikasi adalah pengelompokan aneka jenis hewan atau tumbuhan kedalam golongan / takson melalui keseragaman dalam keanekaragaman. Tujuan dan Manfaat Klasifikasi Kalsifikasi bertujuan untuk mempermudah mengenal objek yang beranekaragam dengan cara mencari persamaan dan perbedaan ciri serta sifat pada objek tersebut. Klasifikasi berguna untuk menunjukan hubungan kekerabatan diantara makhluk hidup. Keuntungan mengklasifikasikan makhluk hidup adalah mempermudah dalam mencari keterangan tentang makhluk hidup yang akan kita pelajari. Selain itu klasifikasi juga memudahkan dalam memberi nama ilmiah kepada individu atau populasi individu. Faktor – Faktor yang mempengaruhi Klasifikasi. 1. Subjektivitas, yaitu penafsiran seorang ilmuan dapat sangat berbeda pada objek studi yang sama.

. epifit. sehingga Carolus Linnaeus disebut sebagai Bapak Taksonomi. parasit. Dasar / kriteria klasifikasi yang digunakan. Sehingga Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi (pengelompokan / penggolongan) disebut Taksonomi. Perbedaannya dengan Aristoteles adalah Linnaeus dapat mengklasifikasikan makhluk hidup kemudian memberikan mana ilmiah dengan system tatanama Binominal Nomenklatur. dan rerumputan. semak. sandang dan hias. Tingkat pengetahuan ilmuan yang melakukan klasifikasi 5. dan tanaman lembab (higrofit). Carolus Linnaeus. 3. Perkembangan Iptek. tanaman digolongkan menjadi tanaman kering (xerofit). Perbedaan tujuan klasifikasi Dasar Klasifikasi Tumbuhan Klasifikasi makhluk hidup dilakukan para ahli yaitu : 1. tanaman digolongkan menjadi tanaman pangan.2.  Berdasarkan manfaatnya. 4. pohon. obat – obatan. Misalnya klasifikasi pada tumbuhan berdasarkan hal – hal sebagai berikut :  Berdasarkan bentuk dan ukurannya. Aristoteles. tanaman air (hidrofit). mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu dunia tumbuhan (kingdom Plantae) dan dunia hewan (kingdom Animalia). tanaman digolongkan menjadi tanaman perdu. tanaman digolongkan menjadi tanaman saprofit.dan Carolus Linnaeus adalah orang yang pertama kali meletakkan dasar klasifikasi . mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu Plantae (tumbuhan) dan Animalia (hewan). banyak cara yang mula – mula dilakukan oleh orang – orang untuk melakukan klasifikasi.  Berdasarkan cara hidupnya.  Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya. 2. Sebelum adanya klasifikasi menurut Linnaeus.

Berdasarkan persamaan ciri dan sifat makhluk hidup maka dapat dibentuk kelompok – kelompok. Beberapa marga yang serupa dengan ciri tertentu di kelompokan menjadi satu kelompok yang disebut suku (familia). Beberapa bangsa yang serupa dengan ciri tertentu di kelompokan menjadi satu kelompok yang disebut kelas (classis). Carolus Linnaeus membuat urutan klasifikasi dari tingkat yang terkecil hingga tingkat yang terbesar yaitu sebagai berikut : Unit dasar terkecil dalam klasifikasi adalah jenis – jenis (spesies). dan buah. menjalar. bunga. merambat. Kelompok – kelompok yang terbentuk diatur dalam urutan dan tingkat tertentu. makin dekat kekerabatannya. Beberapa kelas yang serupa dengan ciri tertentu di kelompokan menjadi satu kelompok yang disebut phylum (division).Carolus Linnaeus meletakan dasar / kriteria klasifikasi makhluk hidup yaitu:  Jumlah sel penyusun tubuh: uniseluler / multiseluler  Organ perkembangbiakan  Habitus (kenampakan) tumbuhan waktu hidupnya: tegak.Penggolongan seperti diatas ternyata sangat sulit sehingga sekarang lebih sering orang – orang menggunakan cara klasifikasi makhluk hidup seperti yang telah dibuat oleh Carolus Linnaeus. Jenis – jenis yang serupa dengan ciri tertentu di kelompokan menjadi satu kelompok yang disebut marga (Genus). Makhluk hidup yang mempunyai ciri dan sifat yang sama di kelompokkan ke dalam satu golongan.  Dari morfologi(struktur tubuh luar) dan anatomi (struktur tubuh dalam). Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan di tahun 1960an dan . Beberapa suku yang serupa dengan ciri tertentu di kelompokan menjadi satu kelompok yang disebut bangsa (ordo).  Ada tidaknya biji. Beberapa divisio yang serupa dengan ciri tertentu di kelompokan menjadi satu kelompok yang disebut kerajaan (kingdom). Makin banyak persamaan ciri dan sifat yang ada pada makhluk hidup.

Whittaker mengusulkan klasifikasi lima kingdom . Makanan jamur ini adalah bakteri dan protozoa. struktur tubuhnya dan cara reproduksinya.ditemukannya mikroskop elektron serta teknik biokimia untuk mengungkapkan perbedaan secara selular (di tingkat sel) antara organisme yang satu dengan yang lain . yaitu Monera (bakteri dan cyanophyta). Menurut para ahli . dan ini disetujui oleh sebagian besar biologiwan . ada sekitar 70. Protista (protozoa. Pada tahun 1969. Whittaker mengusulkan bahwa fungi (jamur) diklasifikasikan dalam kingdom tersendiri dan terpisah dari kingdom tumbuhan. jamur ini digolongkan ke kingdom tersendiri yaitu kingdom fungi. dan Animalia.  Tubuh dapat dibedakan antara akar. Plantae . Karena jamur ini dapat berpindah – pindah mencari makan. salah satunya adalah Myxomycetes atau jamur lendir . R. Pada mulanya beberapa ahli menggolongkan dunia tumbuhan (kingdom Plantae) kedalam lima divisio yaitu :     Tumbuhan belah / Schizophyta. Tumbuhan thalus / Thallophyta. Fungi.  Tubuh melekat pada substrat menggunakan rizoid (akar). Adapun ciri – ciri kingdom plantae sebagai berikut :  Tersusun atas sel – sel eukariotik. Selain itu fungi berbeda dengan tumbuhan dalam hal komposisi dinding selnya . para ilmuwan tergerak untuk membuat klasifikasi baru. Tumbuhan paku / Pteridophyta. dengan demikian terdapat 5 kingdom organisme . dan daun . dan zat – zat organik yang dijumpainya. batang. .H. Tumbuhan lumut / Bryophyta.000 jenis jamur. jamur ini menghabiskan hidupnya sebagai organisme mirip amoeba yang disebut plasmodium.  Bersifat autotof (membuat makanan sendiri). Alasan Whittaker memisahkan fungi dari kingdom tumbuhan karena jamur tidak melakukan fotosintesis dan menyerap makanan dan organisme lain. kapang lendir).

Lumut biasanya hidup di tempat lembab yang tidak terkena cahaya secara langsung. batang. 1.ciri kingdom plantae di atas maka klasifikasi kingdom plantae di golongkan menjadi empat divisio yaitu :  Tumbuhan lumut / Bryophyta. dan daun. Bagian yang menyerupai akar disebut rizoid. Tumbuhan biji / Spermatophyta. Bagan klasifikasi Kingdom Plantae. dan daun sejati. Ada juga lumut yang hidup di . batang.  Alga / Ganggang  Tumbuhan paku / Pteridophyta. Bagian ini berguna untuk menganbil air dan mineral. biji terbuka / Gymnospermae. Akar tetapi. biji tertutup / Angiospermae. Lumut mempunyai bagian-bagian tubuh yang menyerupai akar. Rizoid berupa benang-benang halus. Lumut Hati / Hepaticae Bryophyta Lumut sejati / Musci Lumut Tanduk /Anthoceratopsida Ganggang Hijau / Chlorophyta Ganggang Pirang / Chrysophyta Ganggang Ganggang Cokelat / Phaeophyta Ganggang Merah / Rhodophyta Plantae Psilotophyta Pteridophyta Licophyta Sphetophyta Pterophyta Spermatophyta T. T. Tumbuhan lumut mempunyai klorofil sehingga berwarna hijau.  Tumbuhan biji / Spermatophyta. Tumbuhan lumut / Bryophyta. bagian-bagian itu sebenarnya bukan akar. Dengan melihat ciri .

Contoh lumut daun adalah Sphagnum dan Polytrichum. yaitu lumut daun (Musci) dan lumut hati (Hepaticea). Berdasarkan bentuk tubuhnya. Benang-benang itu disebut protonema. Demikianlah siklus tersebut terulang kembali seperti di atas. Lumut berkembang biak dengan spora dan mengalami pergiliran keturunan. sedangkan anteridium menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoid). Perkembangan vegetatif lumut dilakuakan dengan pembentukan spora. a. spora akan tumbuh menjadi benang-benang yang halus dan berkuncup pada beberapa tempat. Lumut dewasa membentuk arkegonium dan anteridium. Bila spora jatuh di tempat lembab akan tumbuh menjadi protonema. Tumbuhan lumut dapat dapat disebut sporofit dan gametofit karena dapat menghasilkan spora dan sel gamet. Selanjutnya protonema tumbuh menjadi lumut yang bersifat gametofit. Letak daun tersusun teratur mengelilingi tangkainya seperti spiral. Apabila sel kelamin jantan membuahi sel telur terbentuklah zigot. Apabila spora jatuh di tempat yang lembab. Sporagonium menghasilkan spora.tempat kering dan juga di air. Klasifikasi lumut daun : Regnum : Plantae Division : Bryophyta Class : Bryopsida . Perkembangan generative lumut dilakukan dengan pembentukan sel-sel kelamin (gamet). Zigot tumbuh menjadi tumbuhan baru yang berupa tangkai dengan kotak spora di ujungnya yang disebut sporagonium. Arkegonium menghasilkan sel kelamin betina (sel telur). Lumut Daun (Musci) Lumut daun selalu tumbuh berkelompok di tempat-tempat yang lembab atau tempat dengan sedikit air. tumbuhan lumut debedakan menjadi dua kelas. Sporagonium ini menyatu dengan tubuh tumbuhan lumut induk. Lumut daun mempunyai batang dan daun.

tetapi sporifitnya berupa kapsul memanjang. atau sepanjang selokan. berbentuk benang atau pita . Ganggang memiliki ukuran yang beraneka ragam ada yang mikroskopis. Lumut Tanduk (Anthoceratopsida) Bentuk tubuhnya seperti lumut hati yaitu berupa talus. Klasifikasi lumut hati : Regnum : Plantae Division : Hepaticohyta Class : Hepaticosida Ordo : Hepaticoccales Family : Hepaticoceae Genus : Hepaticopsida Species : Hepaticiopsida sp c. Sel lumut tanduk hanya mempunyai satu kloroplas. bersel satu. Lumut hati tumbuh di tempat-tempat basah atau di hutan yang terdapat di pegunungan. Hidup di tepi sungai. Selain itu juga memiliki pigmen – pigmen tambahan lain yang dominan. Contohnya Anthocerros sp. Alga / Ganggang Ganggang memiliki pigmen hijau daun yang disebut klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Lumut Hati (Hepaticea) Tubuh lumut hati terdiri atas lembaran yang ujung-ujungnya terbelah. dan Pellia. Reproduksi seperti lumut hati. Riccia. atau bersel .Ordo : Bryoceales Family : Bryopceae Genus : Bryopsida Species : Bryopsida b. 3. danau. Contoh lumut hati adalah Marchantia.

 Ganggang Subritorsal. tetapi juga dapat hidup melekat didasar perairan disebut neustonik. Epizoik ( melekat pada hewan). Jenis – jenis ganggang. batang pohon. membentuk koloni berupa filament atau kolini yang tidak membentuk filament. atau lumpur. Ganggang yang bersifat bentik digolongkan lagi menjadi. ganggang platimonas sp. . Perbedaan dengan tubuh uniseluler yang mikroskosis. pada ganggang yang membentuk koloni berupa filament berukuran cukup besar. yaitu ganggang yang berada dibawah permukaan air. Epilitik ( hidup diatas batu) b. sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Dalam perairan ganggang merupakan penyusun vitoplankton yang biasanya melayang – laying didalam air.banyak berbentuk lembaran. Epipitik ( melekat pada tanaman ) d. yaitu ganggang yang hidup diddalam tanah pada dasar perairan.  Ganggang Edafik. bersimbiosis dengan organism lainnya yaitu hidup bersama paramecium. Epipalik (melekat pada lumpur atau pasir) c. dan yang tidak dapat bergerak sendiri yaitu nonmotil. yaitu ganggan secara periodic muncul kepermukaan karena naik turun air akibat pasang susrut. Berdasarkan habitat yang ditempatinya diperairan . misalnya Chlorella sp. sel yang terletak paling bawah pada filament membentuk alat khusus untuk menempel pada batu. Sebagian ganggang yang uniseluler dapat bergerak atas kekuatan sendiri (motil). hydra atau molusca. a. Macam bentuk tubuh ganggan yaitu berselsatu atau uniseluler . Alat tersebut dinamakan pelekat. hidup bersama cacing pipih convolutta roscofencis.  Ganggang Intertidal. dibedakan atas:  Ganggang Subbaerial yaitu ganggang yang hidup didaerah permukaan.

reproduksi melalui fragmentasi. dan fukosantin a. dan pembentukan zoozpora. terjadi pada ganggang bersel tunggal. o Mempunyai pirenoid yang terdapat didalam kloroplas. o Bagian dalam dinding selnya tersusun dari lapisan selulosa sedangkan bagian luar tersusun dari gumi. Sedangkan ganggang yang membentuk koloni tanpa filament. fragmentasi. dan filament dasar. b-karioten. ganggang dapat dibedakan menjadi bebrapa kelompok yaitu ganggang coklat. Pada dinding sel dan ruang antar sel terdapat asam alginate atau algin. . ganggang merah . Ganggang coklat (paeophiceae) warna ganggang coklat disebabkan oleh pigmen coklat (pikosantin). ganggang keemasan dan ganggang hijau. bercabang.Koloni ganggang yang tidak membentuk filamnen umumnya berbentuk pola atau pipih tanpa pelekat. Reproduksi secara aseksual terjadi melalui pembelahansel. o Ganggang ini melalui kloroplas tunggal. diadinoxcatin.ganggang coklat juga mengandung pigmen lainnya seperti klorofil a. o Merupakan jaringan transportasi air dan zat makanan yang analog dengan jaringan tranzportasi pada tumbuhan darat. Fragmentasia dalah terpecah – pecahnya koloni menjadi beberapa bagian. klorofil c. 1. ada yang berbentuk tegak. Reproduksi akan menghasilkan dua sel anakan yang masing – masing akan menjadi individu baru. ada beberapa yang berbentuk lempengan discoid (cakram) dan ada pula yang seperti benang. taupun koloni yang berupa filament. violak xantin. Cara ganggang bereproduksi dengan dua macam. Berdasarkan dominasi pigmennya. sedangkan reproduksi secara aseksual terjadi melalui isogami dan oogami. yaitu seksual dan aseksual. filament tidak bercabang. Ciri – ciri talus o ukuran talus mulai dari mikroskopis sampai dengan maksoskopis. yang secara dominan menyelubungi warna hijau dari klorofil pada jaringan.

Gula yang dihasilkan ditransportasikan ketangkai yang menyerupai batang. c. Sargassum vulgare 4. khusunya laut yang agak dingin dan sedang. pembentukan pil. Focus serratus 2. 2. warna lain tertutup oleh warna merah fikoiretrin sebagai a. Contoh ganggang coklat. lotion dank rim. sedangkan kandungan folfornya rendah. Tidak berflagella. Reproduksi Terjadi secara aseksual dengan pembentukan zoospore berflagella dan fragmentasi. salep. klorofil b dan karoteboid. Cara hidup Bersifat autotrof fotosintesis.b. tetpai ada juga yang lembayung atau pirang atau kemerah – merahan. Akan tetapi. Ciri talus 1. Bentuknya berupa helaian atau berbentuk seperti pohon. Habitat Ganggang coklat umumnya hidup di air laut. terjadi dihelaian yang mempunyai daum. algin atau asam alginate dari ganggang coklat digunakan dalam pembentukan eskrim. chromatofora berbentuk cakram atau lemabaran dan mengandung klorofil a. 1. selain itu dapat dimanfaatkan untuk kandungan nitrogen dan kaliumnya cukup tinggi. sedangkan reproduksi seksual terjadi secara ogami dan isogami. e. pigmen utama yang mengadakan fluoresensi . pembersih gigi. Peranan ganggang coklat dalam kehidupan Dimanfaatkan sebagai industry makanan atau farmasi. Turbinsaris decurrens 2. d. Makro cystis pyrefera 3. Ganggang merah (Rodophyceae) Ganggang merah berwarna merah sampai ungu.

dinding selnya. gelidium. a. Peran ganggang merah pada kehidupan. karoten dan xactofil. Contoh anggota ganggang merah antara lain: porallina.misalnya eucheuma spinosum . ada juga yang heterotrof. gracilaria. akan membentuk satu karkospofrafit. Habitat Umumnya hidup di laut yang dalam dari pada tempat hidup ganggang coklat. Ciri talus . memiliki pirenoid yang terletak didalam koroplas. Selnya terdiri dari komponen yang berlapis – lapis. Karkosporafit akan menghasil tentranspora. Cara hidup Ganggang merah umumnya bersifat autotrof. b. selain itu juga dipakai untuk mengeraskan atau memadatkan media pertumbuhan bakteri. Manfaatnya antara lain sebagai bahan makanan dan kosmetik. e. Mempunyai pigmen fotosintetik fikobilin. Dan mengandung klorofil a . Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan tetraspora kemudian menjadi gametania jantan dan gametania betina. Ganggang keemasan (Chrysophayceae) Kelompok ini paling beragam dalam komposisi pigmennya. pirenoid berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan atau hasil asimilasi. Reproduksi Bereproduksi secara seksual dengan pembentukan dua ateridium pada ujung – ujung cabang talus. Hidup diperairan tawar. parmalia.3. Arteridium menghasilakn gamet jantang yang berupa spermatium dan betinanya karpogamium terdapat pada ujung cabang lainnya. 3. 4. bateracospermum moniniformi. dan skinaia furkellata. klorofil c. dan tipe flagella selnya.eucheuma. d. yaitu yang tidak memiliki kromatofora dan biasanya parasit pada ganggang lain. c.

dan merupakan anggota penyusun plankton. tempat – tempat yang basah. Bentuk dapat berupa batang. . Habitat Habitatnya di air tawar atau air laut. seperti jala. pernis. Bentuk tubuh ada yang bulat. 2. b) Satu flagella lagi tidak mempunyai tonjolan seperti rambut disebut akronematik. membuat saringan. flagella seperti ini disebut pleuronematik. lembaran. Peranan ganggang keemasan dalam kehidupan Berguna sebagai bahan penggosok. 2. 3. filament. Kloroplasnya beraneka bentuk dan ukurannya. Pada kloroplas pada ganggang jenis tertentu ditemukan pirenoid yang merupakan tempat persediaan makanan. c. penyekat dinamit. dan seperti bintang. sendiri dengan memiliki klorofil untuk berfotosintesis. misalnya bryopsis.1. dan ada yang menyerupai tumbuahn tinggi. b. Ada yang bersatu Ganggang Ciri dan bersel banyak (koloni hijau (chlorophyceae) talus ) dan piringan hitam. bahan pembuat isolasi. artinya dapat mensintesis makanan d. bahan pembuat cat. 1. ada yang seperti mangkok. 3. a) Satu flagella memiliki tonjolan seperti rambut yang disebut mastigonema. dan bentuk – bentuk campuran. mengarah ke posterior. 14 4. bahan alat penyadap suara. e. seperti busa. telapak tangan . Pada ganggang keemasan yang bersel satu ada yang memiliki dua flagella jheterodinamik yaitu sebagai berikut. Cara hidup Ganggang keemasan hidup secara fotoautotrof. a. Reproduksi Reproduksi aseksual dengan membentuk auksospora dan pembelahan diri.

antara lain : spirogyra. tanah – tanah yang basah . 7. chalamidomonas. Namun ada pula yang bersimbiosis dengan organisme lain. Inti ganggang ini memiliki membrane. yang hidup di tempat Cara tempat kering. pantonematik. b. Contoh bebrapa jenis alga hijau. Akar serabut berupa rizoma. Pada pirenoid yang terdapat pada kloroplas gangganh hiaju motil dan pada sel reproduktif yang bergerak terdapat stigma (bintik mata merah). disebut eukarion. – Habitat Habitat ganggang ini diair tawar. . mislanya dengan jamur membentuk lumut kerak. ada pula c. korteks. 6. Reproduksi Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan zoospore. sistem transpor internal. hidup di tempat yang lembap.4. Reproduksi aseksualnya berlangsung secara konjugasi. Pada ganggang hijau yang bergerak terdapat dua flagella yang sama panjang. d. sehingga bentuknya tetap. Terdapat lapisan pelindung sel (jaket steril) di sekeliling organ reproduksi. hidup Ganggang hiaju hidup secara autotrof. Sel-sel akar membentuk epidermis. Tumbuhan paku / Pteridophyta. dan silinder pusat (terdapat xilem dan fleom). yaitu spora yang dapat bergerak atau berpindah tempat. Tumbuhan paku merupakan tumbuhan berkormus dan berpembuluh yang paling sederhana.Hasil konjugasi berupa suatu zigospora .volvox. macamnya adalah stikonematik. 5. air laut. vulva dan stigeoslonium. ujung akar dilindungi kaliptra. dan pantokronematik. 15 3. vakuola ini berfungsi sebagai alat osmoregulasi. Pada sel yang dapat bergerak terdepat vakuola kontraktil didalam sitoplasmanya.

ada juga yang dapat mencapai 5 meter seperti pada paku pohon atau paku tiang. Makrofil daun besar. sel telah terdiferensiasi. Berdasarkan macam spora yang dihasilkan tumbuhan paku dibedakan menjadi tiga yaitu paku homospora (isospora). Paku heterospora menghasilkan dua jenis spora yang berlainan yaitu megaspora (ukuran besar) dan mikrospora (ukuran kecil) (ex Marsilea/semanggi dan Selaginella/paku rane). 16 Tumbuhan paku bereproduksi secara aseksual (vegetatif) dengan stolon yang menghasilkan gemma (tunas). belum memperlihatkan diferensiasi sel. Daun ketika masih muda melingkar dan menggulung. Tropofil merupakan daun yang khusus untuk asimilasi atau fotosintesis. Paku peralihan merupakan peralihan antara homospora dan heterospora menghasilkan spora pembentuk dan ukurannya sama tetapi berbeda jenis kelamin contoh : paku ekor kuda. Reproduksi seksual (generatif) melalui pembentukan sel kelamin jantan/spermatozoid (gametangium jantan/anteridium) dan sel kelamin betina/ovum (gametangium .Batang tumbuhan paku tidak tampak karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang. tidak bertangkai. sangat pendek. paku heterospora dan paku peralihan. Sporofil berfungsi untuk menghasilkan spora. Beradasarkan bentuk dan ukurandan susunannya daun tumbuhan paku dibedakan menjadi mikrofil dan makrofil. Paku homospora menghasilkan satu jenis spora (ex Lycopodium/paku kawat). Spora tumbuhan paku dibentuk dalam kotak spora .Gemma adalah anakan pada tulang daun atau kaki daun yang mengandung spora. Sorus muda sering dilindungi oleh selaput yang disebut indusium. Mikrofil bentuk kecil atau bersisik. Kumpulan sporangium disebut sorus. bertangkai. Berdasarkan fungsinya daun tumbuhan paku dibedakan menjadi tropofil dan sporofil. bertulang daun. tidak bertulang daun. bercabang-cabang.

jantan). mempunyai ranting dikotom. jenis homospora. menghasilkan dua jenis spora (megaspora/gamet betina dan yang dikenal rizoid. Metagenesis tersebut dibedakan antara paku Tumbuhan paku homospora dibedakan menjadi dan empat heterospora. 17 . dapat menghasilkan spora tunggal yang berkembang menjadi gametofit biseksual (memiliki baik organ jantan dan betina).Lycophyta. kelompok yaitu : I.Sphenophyta. daun sejati. Psilotophyta mempunyai dua genera (ex Psilotum sp). Psilotum sp tersebar luas di daerah tropik dan subtropik. Sporangium terdapat pada sporofil (daun penghasil spora). bersifat homospora.Pterophyta Pterophyta (paku sejati) umumnya tumbuh di darat pada daerah tropis dan subtropis.betina/arkegonium). Asplenium nidus (paku sarang burung). Marsilea crenata (semanggi untuk sayuran). Sphenophyta sering disebut paku ekor kuda. batang. mempunyai akar. Seperti pada lumut tumbuhan paku juga mengalami pergiliran keturunan/metagenesis. tidak memiliki akar dan daun.Psilotophyta. pengganti akar berupa rizoma diselubungi rambutrambut II. Contohnya: Adiantum cuncatum (paku suplir untuk hiasan). Lycophyta contohnya Lycopodium sp dan Selaginella sp. batangnya keras karena dinding sel mengandung silika. mikrospora/gamet III. Pletycerium bifurcatum (paku tanduk rusa). Daunnya besar. Lycopodium sp sporanya dalam sporofit daun khusus untuk reproduksi dan dapat bertahan dalam tanah selama 9 tahun. daun muda menggulung. Selaginella sp merupakan tanaman heterospora. IV. Contohnya Equisetum debile (paku ekor kuda).

Daun buah adalah daun biasa yang berubah bentuk dan fungsinya. Akar ini memiliki jaringan pengangkut yang terdiri atas sel-sel trakheid. Untuk mengetahui lebih lanjut. 18 3. Karena bakal bijinya tidak diliputi daun buah. misalnya pada pakis haji. tumbuhan biji terbuka disebut tumbuhan biji telanjang. berbentuk perdu atau pohon. Batang Batang berkayu. A. Di tempat lekukannya terdapat bakal biji.. Daun Daun berbentuk jarum (misalnya pada pinus dan cemara). tetapi bijinya terletak di daun buah sehingga bijinya tampak dari luar. (Gymnospermae) Gymnospermae atau tumbuhan biji terbuka adalah tumbuhan biji yang bijinya tidak tertdapat dalam buah. serta ada yang bercabang. Akar Akar kebanyakan berupa sistem perakaran tunggang. seperti pita bertulang daun sejajar (misalnya pada pakis haji). Batang dan akar berkambium sehingga selalu mengadakan pertumbuhan sekunder. Batang tumbuhan biji terbuka. ada yang lurus. berikut ada beberapa cirri tumbuhan biji terbuka 1. Tumbuhan Tumbuhan Biji biji / Terbuka Spermatophyta. kaliptra (ke luar). yaitu bentuknya memanjang dan tepinya berlekuk-lekuk. misalnya pada Ginkgo dan belinjo. atau berdaun lebar dengan . (Gymnospermae). Pada batang terdapat jaringan pengangkut xylem dan floem. Pada ujung akar terdapat kelompok sel pemula (inisial) yang membentuk plerome (ke dalam) dan 2.4.

Ada beberapa tumbuhan yang strobilus jantan dan betina terdapat pada pohon yang berbeda. yaitu daun buah jantan yang akan menghasilkan sel-sel kelamin jantan dan daun buah betina yang akan menghasilkan sel-sel kelamin betina. sedangkan tumbuhan yang strobilus jantan dan betinanya terdapat dalam satu pohon disebut berumah satu. Bunga Bunga Gymnospermae bukan bunga sebenarnya. 5. Alat kelamin jantan disebut mikrosporofil yang terdapat pada strobilus jantan. Strobilus jantan dan betina tidak selalu dalam satu pohon. Kelas Pteridospermae Pteridospermae merupakan peralihan (Paku dari tumbuhan Biji) paku . Alat kelamin ini menghasilakan mikrospora (serbuk sari). 4. Daun berwarna hijau karena mengandung klorofil yang berguna dalam fotosintesis.tulang daun menyirip (misalnya pada belinjo). misal pada pakis haji. Biji Biji tidak terlindung oleh daun buah. misalnya pinus. 19 Gymnospermae digolongkan menjdai lima kelas sebagai berikut : 1. Daun buah merupakan organ reproduksi tumbuhan biji terbuka. Ada dua macam daun buah. yaitu proses mengubah CO2 dan H2O menjadi zat gula dan O2 dengan bantuan ebergi cahaya. Alat ini menghasilkan megaspora. mahkota berwarna tidak mencolok. Jika mempunyai mahkota bunga. Tumbuhan seperti ini disebut berumah dua. Alat kelamin betina disebut megasporofil yang terdapat pada strobilus betina. Pada beberapa tumbuhan. daun buahnya berkumpul dalam satu kelompok seperti kerucut. Kumpulan tersebut disebut strobilus atau runjung.

akar tunggang. 3. agak berkayu. Selain Gnetum gnemon terdapat tumbuhan Welwitschia mirabilis yang termasuk anggota kelas Gnetinae. Amerika Serikat dan Inggris. Tidak seperti halnya tumbuhan lain yang mempunyai banyak daun. tidak bercabang. Tanaman yang berasal dari afrika ini. Ginkgoinae Anggota kelas ini tinggal satu spesies yaitu Ginkgo biloba (pohon rambut dara cina). batang memanjang. 2. serta berdaun tunggal dengan tulang menyirip. Tumbuhan ini berbungan uniseksual (berkelamin tunggal). pohon ini dapat digunakan sebagai tanaman hias dan biasa ditanam di tengah kota karena tanaman ini tahan terhadap udara tercemar. merupakan tanaman berumah dua yang dapat digunakan untuk tanaman hias. Daun Ginkgo biloba seperti kipas.(Pteridophyta) ke Gymnospermae. serta berdaun majemuk dan terdapat di ujung batang. Cycadinae Cycadinae meliputi kira-kira 100 spesies yang sebagian besar menyerupai pohon palma. Gnetinae Kelas ini dianggap memiliki perkembangan evolusi paling tinggi karena memiliki bunga sederhana. Kebanyakan kelas Cycadinae merupakan tumbuhan tropis dan subtropics. Contoh tumbuhan kelas Gnetinae adalah belinjo (Gnetum gnemon). Tumbuhan jenis ini banyak tumbuh di negara 4. Anggota Cycadinae yang lain adalah Encephalartos lehmannii. Tumbuhan ini banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias atau diambil getahnya. kulit buahnya tebal dan lunak. Tumbuhan kelas ini sudah punah. tumbuhan Welwitschia . misalnya pakis haji (Cycas rumphii). Tumbuhan ini ada yang berumah satu dan ada yang berumah dua. Ketinggian pohon ini dapat mencapai 28-30m. 20 Welwitschia mirabilis tumbuh di gurun pasir Afrika.

Coniferinae Kelas ini meliputi kira-kira 600 spesies dan didominasi pinus yang meliputi lebih dari 80 spesies. Tumbuhan ini berumah satu (biseksual). 1. Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) mempunyai cirri-ciri sebagai berikut. misalnya kayu pinus (Pinus merkusii) berguna untuk pembuatan kertas serta korek api dan getah dammar (Agathis alba) untuk pembuatan cat. Jaringan pengangkutnya terdiri atas floem dan xylem. tetapi terutama di daerah dingin dan dataran tinggi. Selain itu. Pada waktu tumbuh dari pangkalnya. Kebanyakan memiliki daun yang selalu hijau (evergreen). dan angiospermae merupakan tumbuhan berbunga sejati. daun-daun ini terbelah-belah membujur dan mati pada ujungnya. Batangnya terpendam di dalam tanah dan berbentuk cawan.mirabilis mempunyai satu pasang daun yang liat seperti kulit. Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae) Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) adalah tumbuhan biji yang letak bijinya tertutup oleh daun buah. Bagian tumbuhan yang bermanfaat. Letak daun berhadapan dan terbentang di atas tanah yang berbatu-batu. Akar Angiospermae mempunyai system perakaran tunggang dan serabut. B. ini muncul di atas tanah. tanaman Abies balsamea dapat digunakan sebagian bahan balsam. Angiospermae sudah memiliki organ yang berkembang sempurna sehingga dianggap sebagai golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan evolusi tinggi. Bagian 5. Tumbuhan ini tersebar luas. .

adalah sebagai berikut: a. Pada batang terdapat jaringan pengangkut berupa xylem dan floem. dan menyirip. menjari. durian. Pada umumya daun berwarna hijau karena mengandung klorofil. misalnya sawi. Tumbuhan bineal adalah tumbuhan yang berumur dua tahun. b. 3. misalnya padi jagung dan kedelai. sedangkan pembuluh floem berfungsi untuk mengangkut zat makanan hasil fotosintesis dari daun menuju seluruh bagian tumbuhan. Batang dapat dijadikan pembeda pengelompokan tumbuhan Angiospermae berdasarkan umurnya. karet. mahkota dan alat kelamin secara lengkap. dan semak.21 2. dan jati. Kalau tidak ada salah satunya bagian disebut bunga tidak lengkap. Tumbuhan pareneal (menahun) adalah tumbuhan yang hidup menahun. Bunga Pada Angiospermae bunga merupakan alat perkembangbiakan seksual. misalnya kelapa. c. Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki kelopak. biasanya kurang dari setahun. wortel. Berdasarkan ada tidaknya alat kelamin (benang sari dan putik). daun. Batang sebagai pendukung ranting. Bunga berdasar kelengkapan bagian bunga (kelopak. bunga dibedakan menjadi bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. dan seledri. mahkota. Daun Angiospermae kebanyakan mempunyai daun tipis dan lebar. buah. dan kelamin bunga) dibedakan menjadi bunga lengkap dan bunga tidak lengkap. perdu. sejajar. dan bunga. Tumbuhan anual adalah tumbuhan yang berumur pendek. Bunga sempurna adalah bunga yang mempunyai benang sari dan putik . 4. ada yang berbentuk lurus. Batang Batang tumbuhan biji tertutup berbentuk pohon. Pembuluh xylem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari akar menuju daun.

Benang sari dan putik ada yang terdapat dalam satu bunga. yaitu melekatnya serbuk sari diatas kepala putik dan pembuahan yaitu bersatunya sel kelamin jantan dan sel telur. tumbuhan Angiospermae dibedakan menjadi dua. Xylem berupa trakea dan floem disertai sel panjang 3 Bakal biji Tidak terlindung oleh daun buah. Biji ada yang berkeping satu dan ada yang berkeping dua. yaitu tumbuhan yang bijinya mempunyai dua kotiledon dan monocotyledoneae (monokotil). yaitu Dicotyledoneae (dikotil). 2 Ikatan pembuluh Terdapat xylem dan floem. sedangkan bunga tidak sempurna hanya memiliki salah satu 5. antara strobilus jantan dan betina Berupa bunga dengan benang sari dan putik. Biji terlindung oleh daun. yaitu tumbuhan yang bijinya mempunyai satu kotiledon dapat dijelaskan sebagai berikut: 23 1. Xylem berupa trakheida dan floem tidak disertai sel pengiring. Hasil pembuahan adalah zigot yang kemudian berkembang menjadi biji. Tabel No Perbedaan Bagian antara tubuh Gimnospermae dan Angiospermae Angiospermae Gimnospermae 1 Alat reproduksi Berupa strobilus. Terlindung oleh daun buah 4 Pembuahan Tunggal Ganda Berdasarkan keping bijinya (kotiledon). Tumbuhan Berkeping Satu (Monokotil) Monokotil adalah tumbuhan yang hanya mempunyai satu kotiledon.dalam satu bunga. Tumbuhan monokotil pada saat berkecambah bijinya tidak membelah . alat kelamin (benang sari atau putik saja) Biji Biji terbentuk melalui peristiwa penyerbukan. Terdapat xylem dan floem.

Adapun beberapa suku tumbuhan a. Bagian bunga. kotiledonnya (keping biji) tetap utuh atau tudak terbelah. c. Contohnya: rumput teki. melengkung. kecuali pada beberapa jenis ada yang batangnya membesar. jelas. berikut: serabut. Contonya adalah jagung. b. Daun melekat langsung pada batang. misalnya nanas seberang dan palem raja. f. Penyerbukannya biasanya dibantu oleh angin. monokotil yang penting adalah sebagai berikut: (Poaceae) Gramineae Tumbuhan ini biasanya mempunyai akar rimpang. e. Bunga berukuran kecil dan tersusun oleh bulir. misalnya mahkota dan kelopak berjumlah tiga atau kelipatannya. 24 . Jika biji berkecambah. Batang dan akarnya tidak dapat tumbuh membesar karena tidak mempunyai cambium. tebu. d. serta daun tunggal berbentuk pita dan terletak di pangkal batang. batang bulat beruas-ruas dan berongga. Cyperaceae Ciri-ciri tumbuhan anggota famili ini antara lain mempunyai akar rimpang. hanya monokotil Susunan Batangnya Urat-urat mempunyai memiliki akarnya beruas-ruas daun sejajar satu ciri-ciri berupa yang dan keeping sebagai akar tampak biji. padi dan alang-alang. batang segitiga dan tidak berongga. Beberapa bulir mrembentuk bulir majemuk. Kelas monokotil dikelompokkan menjadi beberapa ordo (bangsa) dan setiap bangsa dikelompokkan menjadi beberapa suku. serta daun tunggal berbentuk pita dan susunan tulang daunnya sejajar.karena Kelas a. b.

dan tangkai daun atau pelepah melebar. berakar rimpang. Contohnya: jahe.c. Orchidaceae Tumbuhan ini hidup secara saprofit dsn epifit. Palmae Tumbuhan ini biasanya mempunyai akar serabut. perdu. Tumbuhan ini banyak dimanfaatkan g. aren. Pandanaceae Tumbuhan ini berupa semak. Secara umum tumbuhan ini merupakan tumbuhan basah berupa tanaman merambat. contohnya lidah buaya yang banyak dimanfaatkan untuk bahan kecantikan. daun menyirip berbentuk kipas. Zingiberaceae Tumbuhan ini mempunyai akar rimpang dan telah mengalami penambahan fungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif. Contohnya: bunga tasbih. Contohny: pandan wangi. batang tidak bercabang. dan temulawak. sebagai tanaman hias. Pada jenis tertentu tepi daum berduri dan berlendir. d. Contohnya: anggrek dan vanili. kelapa. Anggota tumbuhan ini bermanfaat sebagai bahan rempah. serta daun bertulang menyirip. f. berakar rimpang serta daun berubah menjadi upih dan memeluk batang. Tumbuhan ini kadang memiliki akar tunjung pada batang atau cabang yang menjulur di atas tanah. serta daun sempit memanjang dan kadang tepi daun berduri. Liliaceae Tumbuhan ini biasanya mempunyai akar rimpang. Contohnya: e. dan salak. obat dan makanan. batang bercabang. kunyit. atau pohon yang tumbuh tegak. Cannaceae Tumbuhan ini banyak yang berupa semak menahun. tebal dan berumbi. 25 . Dan contoh lain yaitu bawang putih dan bawang merah yang dimanfaatkan untuk bumbu masakan. h.

Bunga memiliki bagian-bagian bunga. Papilionaceae (suku kacang-kacangan) Tanaman semak berbatang tegak atau merambat. c. Tumbuhan Berkeping Dua (Dikotil) Dikotil adalah tumbuhan yang mempunyai dua kotiledon. keatas. kacang hijau. misalnya kelopak. e. tunggang. 4. adalah sebagai berikut: a. dan kacang panjang . Tulang daun menyirip atau menjari. mahkota. Ciri-ciri a. Batang bercabang dan memiliki cambium di berpelepah. menjari. Buahnya adalah buah buni atau kotak dan banyak dimanfaatkan sebagai buah segar. Pada saat biji tumbuhan dikotil berkecambah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: a. Batang berupa batang semu. berikut: tunggang bercabang-cabang. Tumbuhan dikotil mempunyai beberapa famili. sedangkan putik biasanya satu buah. lain Berakar Tulang tumbuhan dikotil Dua Biji daun berkeping lembaga Akar daun antara yang lain sebagai terangkat dua. Musaceae Tumbuhan ini berakar serabut dan berdaun sempurna. b. Ikatan pembuluh angkut pada batang letaknya teratur. antara berkas pengangkutnya. b. d. yang berdiri di permukaan tanah adalah tumpukan pelepah daunnya. daun tunggal atau majemuk danjarang c. d.5 atau kelipatannya. Contohnya: pisang 2. Pada akar terdapat bintil yang merupakan simbiosis dengan bakteri. Contoh: kacang tanah.i. benangsari dengan jumlah dua. Bunga berbentuk seperti kupu-kupu. Batang aslinya berada di dalam tanah.

Contoh: kembang merak. Daun majemuk. Contoh: kemangi. . johar) Caesalpiniaceae Batang dan akar berkayu. membelit. benang sari 2 atau 4 dan putuik 1. Contoh: Mimmosa d. Contoh: ketela pohon dan karet. asam. Bunga simetris radial. getah. dan jeruk nipis. daun tunggal. melilit dan bergetah. e. jambu biji. karangan bunga berbentuk bongkol. Seluruh bagian tubuhnya bila terlika akan mengeluarkan i. bunga bilateral simetris. semak dan pohon. pudika (si kejut). Labiatae Meliputi tumbuhan perdu. Convolvulaceae Merupakan tumbuhan herba dan berkayu. Contoh: Rutaceae nangka dan beringin. (jeruk) Daunnya mengeluarkan orama yang sangat khas. kumis kucing. Myrtaceae Daun berbintik-bintik dan menghasilkan kelenjar minyak. Mimmosaceae Tumbuhan berkayu. batangnya menjalar. g. Biji di dalam buah polong. johar. duduk daun menyebar terlindung oleh daun penumpu yang memeluk ranting. Contohnya: jeruk bali. Moraceae Habitus pohon. f.26 b. Contoh: jambu air dan h. Euphorbiaceae(suku getah-getahan) Merupakan tumbuhan herba. dan bergetah. berkayu. daunnya bias dipakai sebagai obat. Leucaena glauca (suku (petai cina). Batangnya menjalar atau c. benang sari panjan. Bunga mencolok. Contah: ketela rambat dan kangkung. bunga memiliki mahkota dan kelopak.

Contahnya o. k. . dan labu. kulit batang dan buah dapat menghasilkan benang. m. srikaya dan tanaman alamanda.27 j. Rubiaceae Dunnya tunggal dengan duduk daun berhadapan pada setiap ruas. Contohnya: mentimun. Contoh: kopi. Conthnya: bunga matahari dan kenikir. Bombaceae Tumbuhan berdaun tunggal. duduk daun tersebar. Cucurbitaceae Tumbuhan yang menjalar dipermukaan tanah dan sering dikenal sebagai timun-timunan. kamboja) Tumbuhan berkayu. Contohnya: kamboja. Asteraceae Tumbuhan yang menpunyai bunga majemuk bentuk cawan (memiliki bunga tengah dan bunga tepi). dan bunga berwarna menarik. l. q. bunga mencolok dan bergetah. Contoh: kapas dan rosela. dan n. Malvaceae (suku kapas-kapasan) Tumbuhan berdaun tunggal. Contahnya p. Apocynaceae Contoh: (suku durian. Annonaceae sirsak. Verbenaceae jati.

5 Cara / metoda yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang Klasifikasi Pada usia anak Sekolah Dasar yaitu pada umur 7 – 11 tahun menurtut Piaget adalah periode operasional konkret dimana mereka dalam belajar harus melihat . Kami juga menggunakan media tabel dan gambar seperti berikut : Tumbuhan dikotil dan monokotil Hutan terdiri dari berbagai tumbuhan Ganggang hijau 29 Ganggang merah BAB PENUTUP III 3. memegang sesuatu yang mereka pelajari agar materi pelajaran terserap dengan optimal.1 Keanekaragaman spesies makhluk sangat bervariasi untuk mempelajari begitu banyak dan begitu beragamnya makhluk hidup bukanlah hal yang mudah .28 2. Setelah pengenalan kami akan menugaskan siswa untuk mencari masing – masing contoh klasifikasi tumbuhan yang telah di jelaska. mengamati.Klasifikasi membantu setiap orang dalam mengenal dan .1.1 Kesimpulan 3. Karena itu kami mengajarkan klasifikasi melalui pengenalan langsung pada alam pengenalannyapun bertahap dari yang lebih sederhana ke materi yang lebih rumit.

Detik – Detik Ujian Nasional Biologi.2 Setiap orang dapat melakukan klasifikasi pada makhluk hidup tetapi untuk melakukan klasifikasi yang benar harus memenuhi dasar – dasar klasifikasi yang sudah ada.2 Bagi calon guru kita harus mengajarkan dasar / kriteria yang benar dalam klasifikasi agar memperoleh hasil yang benar .2007. Klaten: Intan Pariwara. Tim Penyusun. Biologi Kelas 1a SMU Semester 1.2003.2 Saran 3.PR Biologi Kelas I SLTP. Klaten: Intan Pariwara.mempelajari organisme melalui dasar / kriteria dan hubungan kekerabatan antar organisme . 3.1 Bagi para pembaca untuk mengenal makhluk hidup secara benar kita harus melakukan klasifikasi. 30 Daftar Pustaka Tim Penyusun.2. 3. Klaten: Intan .2002. 3.1.2. Tim Penyusun.

co. www.id .Pariwara.google.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful