KLASIFIKASI TUMBUHAN

DAFTAR ISI

1. Kata pengantar……………………………………………………………. i 2. Daftar Isi………………………………………………………………… ii 3. BAB I Pendahuluan…………..…….……………………………………. 1 Latar belakang…………………………………………………………1 Rumusan masalah……………………………………………………..2 4. BAB II Pembahasan………..…………………………………………….. 3 Pengertian Klasifikasi…………………………………..…………….. 3 Dasar Klasifikasi Tumbuhan………………………...……………….. 4 Tumbuhan lumut / Bryophyta……………..………………………….. 8 Alga / Ganggang ……………………...……………………………...10 Tumbuhan paku / Pteridophyta ………...……………………………..16 Tumbuhan biji / Spermatophyta…...…………………………………..18 Tumbuhan Berkeping Satu (Monokotil)……………………………….22 Tumbuhan Berkeping Dua (Dikotil) ……………..……………………26 Metoda Untuk menjelaskan pada anak didik……….………………….29 5. BAB III Penutup………………....………………………...……………………30

ii BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Alam semesta terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik

(makhluk hidup) jumlahnya sangat banyak dan sangat beraneka ragam. Mulai dari laut, dataran rendah, sampai di pegunungan, terdapat makhluk hidup yang jumlahnya banyak dan sangat beraneka ragam. Karena jumlahnya banyak dan beraneka ragam, maka kita akan mengalami kesulitan dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup. Untuk mempermudah dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup maka kita perlu cara. Cara untuk mempermudah kita dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup disebut Sistem Klasifikasi (penggolongan / pengelompokan). Dalam makalah ini kami akan membahas secara lebih mengkhusus pada klasifikasi Tumbuhan mengingat kurangnya pengetahuan tentang bagaimana pengelompokan – pengelompokan tentang tumbuhan mukin yang kita tahu bahwa semua tumbuhan itu adalah pepohonan yang memiliki daun yang lebat dan batang yang kuat , pada hal banyak hal yang belum kita ketahui tentang dunia tumbuhan (Plantae). Khususnya sebagai calon guru kita juga harus mengetahui apa itu klasifikasi, manfaat klasifikasi, tujuan, karena klasifikasi tidak hanya di gunakan dalam ilmu pengetahuan alam , dalam kehidupan sehari - haripun tanpa disadari kita telah melakukan klasifikasi, misal pada saat mencuci alat – alat dapur, setelah mencuci kita menempatkan piring,sendok,garpu,gelas, cangkir sesuai dengan tempat dan ukurannya masing – masing. Jadi untuk lebih jelasnya kami akan jelaskan dalam bab berikutnya.

1

1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apa itu klasifikasi ? 1.2.2 Apakah tujuan dan manfaat klasifikasi ? 1.2.3 Apa sajakah yang mempengaruhi klasifikasi ? 1.2.4 Bagaimanakah dasar klasifikasi tumbuhan? 1.2.5 Bagaimankah cara mengajarkan klasifikasi tumbuhan pada siswa SD?

1.3 Tujuan penulisan 1.3.1 Untuk mengetahui apa yang dimagsud dengan klasifikasi 1.3.2 Untuk mengetahui tujuan dan manfaat klasifikasi 1.3.3 untuk mengetahui tentang klasifikasi tumbahan

2 BAB II PEMBAHASAN

Pengertian Klasifikasi Kegiatan mengelompokan mengelompokan makhluk hidup disebut klasifikasi, dengan kata lain klasifikasi adalah pengelompokan aneka jenis hewan atau tumbuhan kedalam golongan / takson melalui keseragaman dalam keanekaragaman. Tujuan dan Manfaat Klasifikasi Kalsifikasi bertujuan untuk mempermudah mengenal objek yang beranekaragam dengan cara mencari persamaan dan perbedaan ciri serta sifat pada objek tersebut. Klasifikasi berguna untuk menunjukan hubungan kekerabatan diantara makhluk hidup. Keuntungan mengklasifikasikan makhluk hidup adalah mempermudah dalam mencari keterangan tentang makhluk hidup yang akan kita pelajari. Selain itu klasifikasi juga memudahkan dalam memberi nama ilmiah kepada individu atau populasi individu. Faktor – Faktor yang mempengaruhi Klasifikasi. 1. Subjektivitas, yaitu penafsiran seorang ilmuan dapat sangat berbeda pada objek studi yang sama.

tanaman digolongkan menjadi tanaman saprofit. tanaman air (hidrofit). Dasar / kriteria klasifikasi yang digunakan. Perbedaannya dengan Aristoteles adalah Linnaeus dapat mengklasifikasikan makhluk hidup kemudian memberikan mana ilmiah dengan system tatanama Binominal Nomenklatur. mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu dunia tumbuhan (kingdom Plantae) dan dunia hewan (kingdom Animalia). semak. 3.  Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya. dan tanaman lembab (higrofit). Perbedaan tujuan klasifikasi Dasar Klasifikasi Tumbuhan Klasifikasi makhluk hidup dilakukan para ahli yaitu : 1. Misalnya klasifikasi pada tumbuhan berdasarkan hal – hal sebagai berikut :  Berdasarkan bentuk dan ukurannya. Sehingga Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi (pengelompokan / penggolongan) disebut Taksonomi. tanaman digolongkan menjadi tanaman pangan.  Berdasarkan manfaatnya.dan Carolus Linnaeus adalah orang yang pertama kali meletakkan dasar klasifikasi . pohon. parasit. dan rerumputan. Carolus Linnaeus. Aristoteles. obat – obatan. 2. mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu Plantae (tumbuhan) dan Animalia (hewan). Perkembangan Iptek.2. banyak cara yang mula – mula dilakukan oleh orang – orang untuk melakukan klasifikasi. tanaman digolongkan menjadi tanaman kering (xerofit). sandang dan hias. sehingga Carolus Linnaeus disebut sebagai Bapak Taksonomi. .  Berdasarkan cara hidupnya. Sebelum adanya klasifikasi menurut Linnaeus. epifit. Tingkat pengetahuan ilmuan yang melakukan klasifikasi 5. 4. tanaman digolongkan menjadi tanaman perdu.

Beberapa bangsa yang serupa dengan ciri tertentu di kelompokan menjadi satu kelompok yang disebut kelas (classis).  Ada tidaknya biji. Kelompok – kelompok yang terbentuk diatur dalam urutan dan tingkat tertentu. Makhluk hidup yang mempunyai ciri dan sifat yang sama di kelompokkan ke dalam satu golongan. Jenis – jenis yang serupa dengan ciri tertentu di kelompokan menjadi satu kelompok yang disebut marga (Genus). merambat. bunga. Makin banyak persamaan ciri dan sifat yang ada pada makhluk hidup. Beberapa suku yang serupa dengan ciri tertentu di kelompokan menjadi satu kelompok yang disebut bangsa (ordo).Penggolongan seperti diatas ternyata sangat sulit sehingga sekarang lebih sering orang – orang menggunakan cara klasifikasi makhluk hidup seperti yang telah dibuat oleh Carolus Linnaeus. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan di tahun 1960an dan . Berdasarkan persamaan ciri dan sifat makhluk hidup maka dapat dibentuk kelompok – kelompok. Beberapa marga yang serupa dengan ciri tertentu di kelompokan menjadi satu kelompok yang disebut suku (familia).Carolus Linnaeus meletakan dasar / kriteria klasifikasi makhluk hidup yaitu:  Jumlah sel penyusun tubuh: uniseluler / multiseluler  Organ perkembangbiakan  Habitus (kenampakan) tumbuhan waktu hidupnya: tegak. Carolus Linnaeus membuat urutan klasifikasi dari tingkat yang terkecil hingga tingkat yang terbesar yaitu sebagai berikut : Unit dasar terkecil dalam klasifikasi adalah jenis – jenis (spesies). Beberapa divisio yang serupa dengan ciri tertentu di kelompokan menjadi satu kelompok yang disebut kerajaan (kingdom). dan buah. makin dekat kekerabatannya. menjalar. Beberapa kelas yang serupa dengan ciri tertentu di kelompokan menjadi satu kelompok yang disebut phylum (division).  Dari morfologi(struktur tubuh luar) dan anatomi (struktur tubuh dalam).

ditemukannya mikroskop elektron serta teknik biokimia untuk mengungkapkan perbedaan secara selular (di tingkat sel) antara organisme yang satu dengan yang lain . Pada mulanya beberapa ahli menggolongkan dunia tumbuhan (kingdom Plantae) kedalam lima divisio yaitu :     Tumbuhan belah / Schizophyta. . Selain itu fungi berbeda dengan tumbuhan dalam hal komposisi dinding selnya . Plantae . Whittaker mengusulkan klasifikasi lima kingdom . para ilmuwan tergerak untuk membuat klasifikasi baru. Tumbuhan thalus / Thallophyta. dan Animalia. ada sekitar 70. dengan demikian terdapat 5 kingdom organisme . Adapun ciri – ciri kingdom plantae sebagai berikut :  Tersusun atas sel – sel eukariotik. salah satunya adalah Myxomycetes atau jamur lendir . Menurut para ahli . batang. jamur ini digolongkan ke kingdom tersendiri yaitu kingdom fungi. dan zat – zat organik yang dijumpainya. R. struktur tubuhnya dan cara reproduksinya. Fungi. Alasan Whittaker memisahkan fungi dari kingdom tumbuhan karena jamur tidak melakukan fotosintesis dan menyerap makanan dan organisme lain. Makanan jamur ini adalah bakteri dan protozoa. jamur ini menghabiskan hidupnya sebagai organisme mirip amoeba yang disebut plasmodium.  Tubuh dapat dibedakan antara akar. dan ini disetujui oleh sebagian besar biologiwan . yaitu Monera (bakteri dan cyanophyta). Whittaker mengusulkan bahwa fungi (jamur) diklasifikasikan dalam kingdom tersendiri dan terpisah dari kingdom tumbuhan. Protista (protozoa.H. Tumbuhan paku / Pteridophyta.  Bersifat autotof (membuat makanan sendiri). Tumbuhan lumut / Bryophyta. Karena jamur ini dapat berpindah – pindah mencari makan. dan daun . kapang lendir). Pada tahun 1969.000 jenis jamur.  Tubuh melekat pada substrat menggunakan rizoid (akar).

Bagian ini berguna untuk menganbil air dan mineral. Dengan melihat ciri . batang.  Tumbuhan biji / Spermatophyta. Bagan klasifikasi Kingdom Plantae. Ada juga lumut yang hidup di . batang. dan daun. Lumut biasanya hidup di tempat lembab yang tidak terkena cahaya secara langsung. Lumut Hati / Hepaticae Bryophyta Lumut sejati / Musci Lumut Tanduk /Anthoceratopsida Ganggang Hijau / Chlorophyta Ganggang Pirang / Chrysophyta Ganggang Ganggang Cokelat / Phaeophyta Ganggang Merah / Rhodophyta Plantae Psilotophyta Pteridophyta Licophyta Sphetophyta Pterophyta Spermatophyta T.  Alga / Ganggang  Tumbuhan paku / Pteridophyta. T. Rizoid berupa benang-benang halus. 1. Akar tetapi. Tumbuhan lumut / Bryophyta. biji terbuka / Gymnospermae.ciri kingdom plantae di atas maka klasifikasi kingdom plantae di golongkan menjadi empat divisio yaitu :  Tumbuhan lumut / Bryophyta. biji tertutup / Angiospermae. Tumbuhan biji / Spermatophyta. Lumut mempunyai bagian-bagian tubuh yang menyerupai akar. Tumbuhan lumut mempunyai klorofil sehingga berwarna hijau. Bagian yang menyerupai akar disebut rizoid. dan daun sejati. bagian-bagian itu sebenarnya bukan akar.

Benang-benang itu disebut protonema. spora akan tumbuh menjadi benang-benang yang halus dan berkuncup pada beberapa tempat. Apabila sel kelamin jantan membuahi sel telur terbentuklah zigot. sedangkan anteridium menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoid). Arkegonium menghasilkan sel kelamin betina (sel telur). Berdasarkan bentuk tubuhnya. Contoh lumut daun adalah Sphagnum dan Polytrichum. Perkembangan vegetatif lumut dilakuakan dengan pembentukan spora. Sporagonium menghasilkan spora. Tumbuhan lumut dapat dapat disebut sporofit dan gametofit karena dapat menghasilkan spora dan sel gamet. Lumut daun mempunyai batang dan daun. Lumut dewasa membentuk arkegonium dan anteridium.tempat kering dan juga di air. Apabila spora jatuh di tempat yang lembab. Letak daun tersusun teratur mengelilingi tangkainya seperti spiral. Selanjutnya protonema tumbuh menjadi lumut yang bersifat gametofit. Sporagonium ini menyatu dengan tubuh tumbuhan lumut induk. a. yaitu lumut daun (Musci) dan lumut hati (Hepaticea). Perkembangan generative lumut dilakukan dengan pembentukan sel-sel kelamin (gamet). Zigot tumbuh menjadi tumbuhan baru yang berupa tangkai dengan kotak spora di ujungnya yang disebut sporagonium. Lumut Daun (Musci) Lumut daun selalu tumbuh berkelompok di tempat-tempat yang lembab atau tempat dengan sedikit air. Lumut berkembang biak dengan spora dan mengalami pergiliran keturunan. tumbuhan lumut debedakan menjadi dua kelas. Demikianlah siklus tersebut terulang kembali seperti di atas. Klasifikasi lumut daun : Regnum : Plantae Division : Bryophyta Class : Bryopsida . Bila spora jatuh di tempat lembab akan tumbuh menjadi protonema.

Sel lumut tanduk hanya mempunyai satu kloroplas. danau. Hidup di tepi sungai. Lumut hati tumbuh di tempat-tempat basah atau di hutan yang terdapat di pegunungan. Riccia. atau sepanjang selokan. atau bersel . Klasifikasi lumut hati : Regnum : Plantae Division : Hepaticohyta Class : Hepaticosida Ordo : Hepaticoccales Family : Hepaticoceae Genus : Hepaticopsida Species : Hepaticiopsida sp c.Ordo : Bryoceales Family : Bryopceae Genus : Bryopsida Species : Bryopsida b. Ganggang memiliki ukuran yang beraneka ragam ada yang mikroskopis. 3. Contoh lumut hati adalah Marchantia. tetapi sporifitnya berupa kapsul memanjang. dan Pellia. berbentuk benang atau pita . Contohnya Anthocerros sp. Alga / Ganggang Ganggang memiliki pigmen hijau daun yang disebut klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Lumut Hati (Hepaticea) Tubuh lumut hati terdiri atas lembaran yang ujung-ujungnya terbelah. Lumut Tanduk (Anthoceratopsida) Bentuk tubuhnya seperti lumut hati yaitu berupa talus. Reproduksi seperti lumut hati. bersel satu. Selain itu juga memiliki pigmen – pigmen tambahan lain yang dominan.

Dalam perairan ganggang merupakan penyusun vitoplankton yang biasanya melayang – laying didalam air. Sebagian ganggang yang uniseluler dapat bergerak atas kekuatan sendiri (motil). dan yang tidak dapat bergerak sendiri yaitu nonmotil. Epipalik (melekat pada lumpur atau pasir) c.  Ganggang Subritorsal. atau lumpur. Macam bentuk tubuh ganggan yaitu berselsatu atau uniseluler . Berdasarkan habitat yang ditempatinya diperairan .  Ganggang Edafik. yaitu ganggang yang berada dibawah permukaan air. pada ganggang yang membentuk koloni berupa filament berukuran cukup besar. a. tetapi juga dapat hidup melekat didasar perairan disebut neustonik. yaitu ganggang yang hidup diddalam tanah pada dasar perairan. Epilitik ( hidup diatas batu) b. hydra atau molusca. sel yang terletak paling bawah pada filament membentuk alat khusus untuk menempel pada batu. bersimbiosis dengan organism lainnya yaitu hidup bersama paramecium. Epipitik ( melekat pada tanaman ) d. membentuk koloni berupa filament atau kolini yang tidak membentuk filament. Jenis – jenis ganggang. Ganggang yang bersifat bentik digolongkan lagi menjadi. yaitu ganggan secara periodic muncul kepermukaan karena naik turun air akibat pasang susrut. ganggang platimonas sp. dibedakan atas:  Ganggang Subbaerial yaitu ganggang yang hidup didaerah permukaan. misalnya Chlorella sp.banyak berbentuk lembaran. batang pohon. . Epizoik ( melekat pada hewan). Perbedaan dengan tubuh uniseluler yang mikroskosis. hidup bersama cacing pipih convolutta roscofencis.  Ganggang Intertidal. sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Alat tersebut dinamakan pelekat.

o Ganggang ini melalui kloroplas tunggal.ganggang coklat juga mengandung pigmen lainnya seperti klorofil a. terjadi pada ganggang bersel tunggal. reproduksi melalui fragmentasi. o Bagian dalam dinding selnya tersusun dari lapisan selulosa sedangkan bagian luar tersusun dari gumi. taupun koloni yang berupa filament. Reproduksi secara aseksual terjadi melalui pembelahansel. klorofil c. ada yang berbentuk tegak. sedangkan reproduksi secara aseksual terjadi melalui isogami dan oogami. Ciri – ciri talus o ukuran talus mulai dari mikroskopis sampai dengan maksoskopis. dan pembentukan zoozpora. 1. filament tidak bercabang. o Merupakan jaringan transportasi air dan zat makanan yang analog dengan jaringan tranzportasi pada tumbuhan darat. Berdasarkan dominasi pigmennya. o Mempunyai pirenoid yang terdapat didalam kloroplas. . Reproduksi akan menghasilkan dua sel anakan yang masing – masing akan menjadi individu baru. yaitu seksual dan aseksual. Fragmentasia dalah terpecah – pecahnya koloni menjadi beberapa bagian. yang secara dominan menyelubungi warna hijau dari klorofil pada jaringan. bercabang. fragmentasi. violak xantin. ada beberapa yang berbentuk lempengan discoid (cakram) dan ada pula yang seperti benang. ganggang keemasan dan ganggang hijau. dan filament dasar. dan fukosantin a.Koloni ganggang yang tidak membentuk filamnen umumnya berbentuk pola atau pipih tanpa pelekat. ganggang dapat dibedakan menjadi bebrapa kelompok yaitu ganggang coklat. Cara ganggang bereproduksi dengan dua macam. b-karioten. Ganggang coklat (paeophiceae) warna ganggang coklat disebabkan oleh pigmen coklat (pikosantin). diadinoxcatin. Pada dinding sel dan ruang antar sel terdapat asam alginate atau algin. Sedangkan ganggang yang membentuk koloni tanpa filament. ganggang merah .

Gula yang dihasilkan ditransportasikan ketangkai yang menyerupai batang. Akan tetapi. Sargassum vulgare 4. sedangkan reproduksi seksual terjadi secara ogami dan isogami. 2. Tidak berflagella. Makro cystis pyrefera 3. Habitat Ganggang coklat umumnya hidup di air laut. d. Cara hidup Bersifat autotrof fotosintesis. algin atau asam alginate dari ganggang coklat digunakan dalam pembentukan eskrim. lotion dank rim. e. warna lain tertutup oleh warna merah fikoiretrin sebagai a. khusunya laut yang agak dingin dan sedang. chromatofora berbentuk cakram atau lemabaran dan mengandung klorofil a. klorofil b dan karoteboid. 1. Bentuknya berupa helaian atau berbentuk seperti pohon. c. Contoh ganggang coklat. pembentukan pil. Ganggang merah (Rodophyceae) Ganggang merah berwarna merah sampai ungu. Ciri talus 1. sedangkan kandungan folfornya rendah. Turbinsaris decurrens 2. salep. tetpai ada juga yang lembayung atau pirang atau kemerah – merahan. pembersih gigi. Peranan ganggang coklat dalam kehidupan Dimanfaatkan sebagai industry makanan atau farmasi. selain itu dapat dimanfaatkan untuk kandungan nitrogen dan kaliumnya cukup tinggi. Focus serratus 2. Reproduksi Terjadi secara aseksual dengan pembentukan zoospore berflagella dan fragmentasi. terjadi dihelaian yang mempunyai daum.b. pigmen utama yang mengadakan fluoresensi .

3. 3. Reproduksi Bereproduksi secara seksual dengan pembentukan dua ateridium pada ujung – ujung cabang talus. selain itu juga dipakai untuk mengeraskan atau memadatkan media pertumbuhan bakteri. b. Peran ganggang merah pada kehidupan. parmalia. Contoh anggota ganggang merah antara lain: porallina. dan skinaia furkellata. Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan tetraspora kemudian menjadi gametania jantan dan gametania betina. yaitu yang tidak memiliki kromatofora dan biasanya parasit pada ganggang lain. Manfaatnya antara lain sebagai bahan makanan dan kosmetik. Ciri talus . a. dinding selnya. bateracospermum moniniformi. akan membentuk satu karkospofrafit. Cara hidup Ganggang merah umumnya bersifat autotrof. memiliki pirenoid yang terletak didalam koroplas.misalnya eucheuma spinosum .eucheuma. Habitat Umumnya hidup di laut yang dalam dari pada tempat hidup ganggang coklat. Arteridium menghasilakn gamet jantang yang berupa spermatium dan betinanya karpogamium terdapat pada ujung cabang lainnya. Dan mengandung klorofil a . gracilaria. pirenoid berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan atau hasil asimilasi. klorofil c. Selnya terdiri dari komponen yang berlapis – lapis. e. Karkosporafit akan menghasil tentranspora. karoten dan xactofil. Hidup diperairan tawar. 4. d. gelidium. dan tipe flagella selnya. Ganggang keemasan (Chrysophayceae) Kelompok ini paling beragam dalam komposisi pigmennya. c. Mempunyai pigmen fotosintetik fikobilin. ada juga yang heterotrof.

1. bahan alat penyadap suara. b) Satu flagella lagi tidak mempunyai tonjolan seperti rambut disebut akronematik. a. flagella seperti ini disebut pleuronematik. bahan pembuat cat. Reproduksi Reproduksi aseksual dengan membentuk auksospora dan pembelahan diri. . membuat saringan. dan bentuk – bentuk campuran. misalnya bryopsis. telapak tangan . pernis. 2. Bentuk tubuh ada yang bulat. bahan pembuat isolasi. 14 4. seperti jala. filament. Pada ganggang keemasan yang bersel satu ada yang memiliki dua flagella jheterodinamik yaitu sebagai berikut. dan merupakan anggota penyusun plankton. c. artinya dapat mensintesis makanan d. Habitat Habitatnya di air tawar atau air laut. Bentuk dapat berupa batang. Kloroplasnya beraneka bentuk dan ukurannya. 1. 2. dan ada yang menyerupai tumbuahn tinggi. Ada yang bersatu Ganggang Ciri dan bersel banyak (koloni hijau (chlorophyceae) talus ) dan piringan hitam. 3. Cara hidup Ganggang keemasan hidup secara fotoautotrof. penyekat dinamit. ada yang seperti mangkok. a) Satu flagella memiliki tonjolan seperti rambut yang disebut mastigonema. lembaran. 3. Peranan ganggang keemasan dalam kehidupan Berguna sebagai bahan penggosok. b. dan seperti bintang. e. tempat – tempat yang basah. Pada kloroplas pada ganggang jenis tertentu ditemukan pirenoid yang merupakan tempat persediaan makanan. seperti busa. sendiri dengan memiliki klorofil untuk berfotosintesis. mengarah ke posterior.

Namun ada pula yang bersimbiosis dengan organisme lain. 15 3. sehingga bentuknya tetap. vulva dan stigeoslonium. 6. Pada sel yang dapat bergerak terdepat vakuola kontraktil didalam sitoplasmanya. Tumbuhan paku merupakan tumbuhan berkormus dan berpembuluh yang paling sederhana. Sel-sel akar membentuk epidermis. Akar serabut berupa rizoma. korteks.Hasil konjugasi berupa suatu zigospora . mislanya dengan jamur membentuk lumut kerak. – Habitat Habitat ganggang ini diair tawar. antara lain : spirogyra.4. ujung akar dilindungi kaliptra. yaitu spora yang dapat bergerak atau berpindah tempat. disebut eukarion. macamnya adalah stikonematik. Terdapat lapisan pelindung sel (jaket steril) di sekeliling organ reproduksi. ada pula c. Reproduksi aseksualnya berlangsung secara konjugasi. yang hidup di tempat Cara tempat kering. Tumbuhan paku / Pteridophyta. sistem transpor internal. vakuola ini berfungsi sebagai alat osmoregulasi. Pada ganggang hijau yang bergerak terdapat dua flagella yang sama panjang. tanah – tanah yang basah . hidup di tempat yang lembap. Inti ganggang ini memiliki membrane. b. dan pantokronematik. . pantonematik. 7. air laut. hidup Ganggang hiaju hidup secara autotrof. d. Contoh bebrapa jenis alga hijau. chalamidomonas. Reproduksi Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan zoospore. 5. Pada pirenoid yang terdapat pada kloroplas gangganh hiaju motil dan pada sel reproduktif yang bergerak terdapat stigma (bintik mata merah). dan silinder pusat (terdapat xilem dan fleom).volvox.

Batang tumbuhan paku tidak tampak karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang. bercabang-cabang. Reproduksi seksual (generatif) melalui pembentukan sel kelamin jantan/spermatozoid (gametangium jantan/anteridium) dan sel kelamin betina/ovum (gametangium . Berdasarkan macam spora yang dihasilkan tumbuhan paku dibedakan menjadi tiga yaitu paku homospora (isospora). Tropofil merupakan daun yang khusus untuk asimilasi atau fotosintesis. Kumpulan sporangium disebut sorus. tidak bertulang daun. sangat pendek. Paku peralihan merupakan peralihan antara homospora dan heterospora menghasilkan spora pembentuk dan ukurannya sama tetapi berbeda jenis kelamin contoh : paku ekor kuda. 16 Tumbuhan paku bereproduksi secara aseksual (vegetatif) dengan stolon yang menghasilkan gemma (tunas). paku heterospora dan paku peralihan. Berdasarkan fungsinya daun tumbuhan paku dibedakan menjadi tropofil dan sporofil. Sporofil berfungsi untuk menghasilkan spora. bertulang daun. Paku heterospora menghasilkan dua jenis spora yang berlainan yaitu megaspora (ukuran besar) dan mikrospora (ukuran kecil) (ex Marsilea/semanggi dan Selaginella/paku rane). Sorus muda sering dilindungi oleh selaput yang disebut indusium. ada juga yang dapat mencapai 5 meter seperti pada paku pohon atau paku tiang.Gemma adalah anakan pada tulang daun atau kaki daun yang mengandung spora. bertangkai. tidak bertangkai. Spora tumbuhan paku dibentuk dalam kotak spora . Paku homospora menghasilkan satu jenis spora (ex Lycopodium/paku kawat). sel telah terdiferensiasi. Makrofil daun besar. Mikrofil bentuk kecil atau bersisik. Beradasarkan bentuk dan ukurandan susunannya daun tumbuhan paku dibedakan menjadi mikrofil dan makrofil. belum memperlihatkan diferensiasi sel. Daun ketika masih muda melingkar dan menggulung.

Pletycerium bifurcatum (paku tanduk rusa). daun sejati.Lycophyta. kelompok yaitu : I. Marsilea crenata (semanggi untuk sayuran). Daunnya besar. Contohnya: Adiantum cuncatum (paku suplir untuk hiasan).Sphenophyta.betina/arkegonium). pengganti akar berupa rizoma diselubungi rambutrambut II. 17 . jantan). IV. Psilotophyta mempunyai dua genera (ex Psilotum sp). jenis homospora. Asplenium nidus (paku sarang burung).Pterophyta Pterophyta (paku sejati) umumnya tumbuh di darat pada daerah tropis dan subtropis. batangnya keras karena dinding sel mengandung silika. mempunyai akar. tidak memiliki akar dan daun. dapat menghasilkan spora tunggal yang berkembang menjadi gametofit biseksual (memiliki baik organ jantan dan betina). Sporangium terdapat pada sporofil (daun penghasil spora). Selaginella sp merupakan tanaman heterospora. daun muda menggulung. mempunyai ranting dikotom. mikrospora/gamet III. Metagenesis tersebut dibedakan antara paku Tumbuhan paku homospora dibedakan menjadi dan empat heterospora. Contohnya Equisetum debile (paku ekor kuda). Lycophyta contohnya Lycopodium sp dan Selaginella sp.Psilotophyta. menghasilkan dua jenis spora (megaspora/gamet betina dan yang dikenal rizoid. Sphenophyta sering disebut paku ekor kuda. bersifat homospora. Psilotum sp tersebar luas di daerah tropik dan subtropik. Lycopodium sp sporanya dalam sporofit daun khusus untuk reproduksi dan dapat bertahan dalam tanah selama 9 tahun. Seperti pada lumut tumbuhan paku juga mengalami pergiliran keturunan/metagenesis. batang.

misalnya pada pakis haji. (Gymnospermae). Pada ujung akar terdapat kelompok sel pemula (inisial) yang membentuk plerome (ke dalam) dan 2. Di tempat lekukannya terdapat bakal biji. Batang tumbuhan biji terbuka. Pada batang terdapat jaringan pengangkut xylem dan floem. Batang Batang berkayu. atau berdaun lebar dengan .. 18 3. Untuk mengetahui lebih lanjut. serta ada yang bercabang. kaliptra (ke luar). ada yang lurus. seperti pita bertulang daun sejajar (misalnya pada pakis haji). misalnya pada Ginkgo dan belinjo. yaitu bentuknya memanjang dan tepinya berlekuk-lekuk. Batang dan akar berkambium sehingga selalu mengadakan pertumbuhan sekunder. berbentuk perdu atau pohon. (Gymnospermae) Gymnospermae atau tumbuhan biji terbuka adalah tumbuhan biji yang bijinya tidak tertdapat dalam buah. A. Daun buah adalah daun biasa yang berubah bentuk dan fungsinya. tumbuhan biji terbuka disebut tumbuhan biji telanjang. Tumbuhan Tumbuhan Biji biji / Terbuka Spermatophyta. Karena bakal bijinya tidak diliputi daun buah. berikut ada beberapa cirri tumbuhan biji terbuka 1.4. Akar ini memiliki jaringan pengangkut yang terdiri atas sel-sel trakheid. Daun Daun berbentuk jarum (misalnya pada pinus dan cemara). Akar Akar kebanyakan berupa sistem perakaran tunggang. tetapi bijinya terletak di daun buah sehingga bijinya tampak dari luar.

5.tulang daun menyirip (misalnya pada belinjo). Daun buah merupakan organ reproduksi tumbuhan biji terbuka. 19 Gymnospermae digolongkan menjdai lima kelas sebagai berikut : 1. Ada dua macam daun buah. Daun berwarna hijau karena mengandung klorofil yang berguna dalam fotosintesis. Alat kelamin ini menghasilakan mikrospora (serbuk sari). Jika mempunyai mahkota bunga. Tumbuhan seperti ini disebut berumah dua. misalnya pinus. Alat kelamin jantan disebut mikrosporofil yang terdapat pada strobilus jantan. yaitu proses mengubah CO2 dan H2O menjadi zat gula dan O2 dengan bantuan ebergi cahaya. yaitu daun buah jantan yang akan menghasilkan sel-sel kelamin jantan dan daun buah betina yang akan menghasilkan sel-sel kelamin betina. Kumpulan tersebut disebut strobilus atau runjung. Alat kelamin betina disebut megasporofil yang terdapat pada strobilus betina. mahkota berwarna tidak mencolok. Kelas Pteridospermae Pteridospermae merupakan peralihan (Paku dari tumbuhan Biji) paku . misal pada pakis haji. Pada beberapa tumbuhan. Strobilus jantan dan betina tidak selalu dalam satu pohon. Biji Biji tidak terlindung oleh daun buah. Ada beberapa tumbuhan yang strobilus jantan dan betina terdapat pada pohon yang berbeda. Alat ini menghasilkan megaspora. daun buahnya berkumpul dalam satu kelompok seperti kerucut. Bunga Bunga Gymnospermae bukan bunga sebenarnya. 4. sedangkan tumbuhan yang strobilus jantan dan betinanya terdapat dalam satu pohon disebut berumah satu.

batang memanjang. Tumbuhan kelas ini sudah punah. Cycadinae Cycadinae meliputi kira-kira 100 spesies yang sebagian besar menyerupai pohon palma. Selain Gnetum gnemon terdapat tumbuhan Welwitschia mirabilis yang termasuk anggota kelas Gnetinae. Contoh tumbuhan kelas Gnetinae adalah belinjo (Gnetum gnemon). tumbuhan Welwitschia . Tumbuhan ini banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias atau diambil getahnya. Tumbuhan ini berbungan uniseksual (berkelamin tunggal). pohon ini dapat digunakan sebagai tanaman hias dan biasa ditanam di tengah kota karena tanaman ini tahan terhadap udara tercemar. Tanaman yang berasal dari afrika ini. Ginkgoinae Anggota kelas ini tinggal satu spesies yaitu Ginkgo biloba (pohon rambut dara cina). Ketinggian pohon ini dapat mencapai 28-30m. Tumbuhan ini ada yang berumah satu dan ada yang berumah dua. Kebanyakan kelas Cycadinae merupakan tumbuhan tropis dan subtropics. Anggota Cycadinae yang lain adalah Encephalartos lehmannii. 20 Welwitschia mirabilis tumbuh di gurun pasir Afrika. kulit buahnya tebal dan lunak. akar tunggang. 2. serta berdaun majemuk dan terdapat di ujung batang. Gnetinae Kelas ini dianggap memiliki perkembangan evolusi paling tinggi karena memiliki bunga sederhana. serta berdaun tunggal dengan tulang menyirip. Amerika Serikat dan Inggris. 3. Daun Ginkgo biloba seperti kipas.(Pteridophyta) ke Gymnospermae. merupakan tanaman berumah dua yang dapat digunakan untuk tanaman hias. Tumbuhan jenis ini banyak tumbuh di negara 4. Tidak seperti halnya tumbuhan lain yang mempunyai banyak daun. agak berkayu. tidak bercabang. misalnya pakis haji (Cycas rumphii).

Letak daun berhadapan dan terbentang di atas tanah yang berbatu-batu. Selain itu. dan angiospermae merupakan tumbuhan berbunga sejati. Jaringan pengangkutnya terdiri atas floem dan xylem. Kebanyakan memiliki daun yang selalu hijau (evergreen). ini muncul di atas tanah. Tumbuhan ini tersebar luas. Akar Angiospermae mempunyai system perakaran tunggang dan serabut. Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae) Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) adalah tumbuhan biji yang letak bijinya tertutup oleh daun buah. Bagian tumbuhan yang bermanfaat. B. tetapi terutama di daerah dingin dan dataran tinggi. Coniferinae Kelas ini meliputi kira-kira 600 spesies dan didominasi pinus yang meliputi lebih dari 80 spesies. Pada waktu tumbuh dari pangkalnya. Batangnya terpendam di dalam tanah dan berbentuk cawan. tanaman Abies balsamea dapat digunakan sebagian bahan balsam. Angiospermae sudah memiliki organ yang berkembang sempurna sehingga dianggap sebagai golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan evolusi tinggi. 1. misalnya kayu pinus (Pinus merkusii) berguna untuk pembuatan kertas serta korek api dan getah dammar (Agathis alba) untuk pembuatan cat.mirabilis mempunyai satu pasang daun yang liat seperti kulit. Tumbuhan ini berumah satu (biseksual). Bagian 5. Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) mempunyai cirri-ciri sebagai berikut. . daun-daun ini terbelah-belah membujur dan mati pada ujungnya.

daun. misalnya kelapa. Pembuluh xylem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari akar menuju daun. Berdasarkan ada tidaknya alat kelamin (benang sari dan putik). mahkota dan alat kelamin secara lengkap. menjari. dan bunga. mahkota. dan menyirip. Tumbuhan anual adalah tumbuhan yang berumur pendek. misalnya sawi. c. Batang sebagai pendukung ranting. 3. perdu. Batang dapat dijadikan pembeda pengelompokan tumbuhan Angiospermae berdasarkan umurnya. ada yang berbentuk lurus. 4. adalah sebagai berikut: a. Tumbuhan pareneal (menahun) adalah tumbuhan yang hidup menahun. dan seledri. Bunga berdasar kelengkapan bagian bunga (kelopak. sejajar. Daun Angiospermae kebanyakan mempunyai daun tipis dan lebar. dan jati. wortel. Bunga Pada Angiospermae bunga merupakan alat perkembangbiakan seksual. Batang Batang tumbuhan biji tertutup berbentuk pohon. dan kelamin bunga) dibedakan menjadi bunga lengkap dan bunga tidak lengkap. bunga dibedakan menjadi bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. Pada batang terdapat jaringan pengangkut berupa xylem dan floem. Pada umumya daun berwarna hijau karena mengandung klorofil. misalnya padi jagung dan kedelai. karet. buah. Kalau tidak ada salah satunya bagian disebut bunga tidak lengkap. durian. sedangkan pembuluh floem berfungsi untuk mengangkut zat makanan hasil fotosintesis dari daun menuju seluruh bagian tumbuhan. biasanya kurang dari setahun. dan semak. Bunga sempurna adalah bunga yang mempunyai benang sari dan putik .21 2. Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki kelopak. Tumbuhan bineal adalah tumbuhan yang berumur dua tahun. b.

dalam satu bunga. antara strobilus jantan dan betina Berupa bunga dengan benang sari dan putik. Terlindung oleh daun buah 4 Pembuahan Tunggal Ganda Berdasarkan keping bijinya (kotiledon). Tumbuhan Berkeping Satu (Monokotil) Monokotil adalah tumbuhan yang hanya mempunyai satu kotiledon. Biji ada yang berkeping satu dan ada yang berkeping dua. yaitu melekatnya serbuk sari diatas kepala putik dan pembuahan yaitu bersatunya sel kelamin jantan dan sel telur. sedangkan bunga tidak sempurna hanya memiliki salah satu 5. Tabel No Perbedaan Bagian antara tubuh Gimnospermae dan Angiospermae Angiospermae Gimnospermae 1 Alat reproduksi Berupa strobilus. Benang sari dan putik ada yang terdapat dalam satu bunga. yaitu tumbuhan yang bijinya mempunyai dua kotiledon dan monocotyledoneae (monokotil). yaitu Dicotyledoneae (dikotil). Xylem berupa trakheida dan floem tidak disertai sel pengiring. Terdapat xylem dan floem. 2 Ikatan pembuluh Terdapat xylem dan floem. alat kelamin (benang sari atau putik saja) Biji Biji terbentuk melalui peristiwa penyerbukan. Hasil pembuahan adalah zigot yang kemudian berkembang menjadi biji. yaitu tumbuhan yang bijinya mempunyai satu kotiledon dapat dijelaskan sebagai berikut: 23 1. Biji terlindung oleh daun. Tumbuhan monokotil pada saat berkecambah bijinya tidak membelah . tumbuhan Angiospermae dibedakan menjadi dua. Xylem berupa trakea dan floem disertai sel panjang 3 Bakal biji Tidak terlindung oleh daun buah.

padi dan alang-alang. kecuali pada beberapa jenis ada yang batangnya membesar. Bagian bunga. jelas. serta daun tunggal berbentuk pita dan susunan tulang daunnya sejajar. Cyperaceae Ciri-ciri tumbuhan anggota famili ini antara lain mempunyai akar rimpang. d. kotiledonnya (keping biji) tetap utuh atau tudak terbelah. hanya monokotil Susunan Batangnya Urat-urat mempunyai memiliki akarnya beruas-ruas daun sejajar satu ciri-ciri berupa yang dan keeping sebagai akar tampak biji. b. Daun melekat langsung pada batang. monokotil yang penting adalah sebagai berikut: (Poaceae) Gramineae Tumbuhan ini biasanya mempunyai akar rimpang. serta daun tunggal berbentuk pita dan terletak di pangkal batang. b. misalnya nanas seberang dan palem raja. Penyerbukannya biasanya dibantu oleh angin. berikut: serabut. 24 .karena Kelas a. Beberapa bulir mrembentuk bulir majemuk. Batang dan akarnya tidak dapat tumbuh membesar karena tidak mempunyai cambium. Contohnya: rumput teki. e. Bunga berukuran kecil dan tersusun oleh bulir. melengkung. batang bulat beruas-ruas dan berongga. c. f. Kelas monokotil dikelompokkan menjadi beberapa ordo (bangsa) dan setiap bangsa dikelompokkan menjadi beberapa suku. Adapun beberapa suku tumbuhan a. tebu. Contonya adalah jagung. batang segitiga dan tidak berongga. Jika biji berkecambah. misalnya mahkota dan kelopak berjumlah tiga atau kelipatannya.

atau pohon yang tumbuh tegak. serta daun sempit memanjang dan kadang tepi daun berduri. Contohnya: jahe. Contohnya: e. batang tidak bercabang. Contohnya: bunga tasbih. d. berakar rimpang. Zingiberaceae Tumbuhan ini mempunyai akar rimpang dan telah mengalami penambahan fungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif. Tumbuhan ini banyak dimanfaatkan g. h. obat dan makanan. daun menyirip berbentuk kipas. Palmae Tumbuhan ini biasanya mempunyai akar serabut. Pada jenis tertentu tepi daum berduri dan berlendir. Anggota tumbuhan ini bermanfaat sebagai bahan rempah. dan temulawak. Secara umum tumbuhan ini merupakan tumbuhan basah berupa tanaman merambat. f. kelapa. contohnya lidah buaya yang banyak dimanfaatkan untuk bahan kecantikan. 25 . perdu. Pandanaceae Tumbuhan ini berupa semak. kunyit. dan tangkai daun atau pelepah melebar. berakar rimpang serta daun berubah menjadi upih dan memeluk batang. Tumbuhan ini kadang memiliki akar tunjung pada batang atau cabang yang menjulur di atas tanah. aren. Cannaceae Tumbuhan ini banyak yang berupa semak menahun. Dan contoh lain yaitu bawang putih dan bawang merah yang dimanfaatkan untuk bumbu masakan. serta daun bertulang menyirip. sebagai tanaman hias.c. Liliaceae Tumbuhan ini biasanya mempunyai akar rimpang. tebal dan berumbi. dan salak. Contohny: pandan wangi. Orchidaceae Tumbuhan ini hidup secara saprofit dsn epifit. batang bercabang. Contohnya: anggrek dan vanili.

mahkota. Contoh: kacang tanah. Tulang daun menyirip atau menjari. Tumbuhan dikotil mempunyai beberapa famili. Buahnya adalah buah buni atau kotak dan banyak dimanfaatkan sebagai buah segar. e. antara berkas pengangkutnya. Pada akar terdapat bintil yang merupakan simbiosis dengan bakteri. d. Ikatan pembuluh angkut pada batang letaknya teratur. yang berdiri di permukaan tanah adalah tumpukan pelepah daunnya. benangsari dengan jumlah dua. b. kacang hijau. Bunga berbentuk seperti kupu-kupu. lain Berakar Tulang tumbuhan dikotil Dua Biji daun berkeping lembaga Akar daun antara yang lain sebagai terangkat dua. b. Batang bercabang dan memiliki cambium di berpelepah. Pada saat biji tumbuhan dikotil berkecambah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: a. dan kacang panjang . daun tunggal atau majemuk danjarang c. Ciri-ciri a. sedangkan putik biasanya satu buah. berikut: tunggang bercabang-cabang. 4. Tumbuhan Berkeping Dua (Dikotil) Dikotil adalah tumbuhan yang mempunyai dua kotiledon. misalnya kelopak. c.i. Batang aslinya berada di dalam tanah. keatas. Contohnya: pisang 2. tunggang. Musaceae Tumbuhan ini berakar serabut dan berdaun sempurna. Bunga memiliki bagian-bagian bunga.5 atau kelipatannya. Batang berupa batang semu. d. adalah sebagai berikut: a. menjari. Papilionaceae (suku kacang-kacangan) Tanaman semak berbatang tegak atau merambat.

asam. g. Seluruh bagian tubuhnya bila terlika akan mengeluarkan i. pudika (si kejut). karangan bunga berbentuk bongkol. jambu biji. Contoh: kembang merak. Labiatae Meliputi tumbuhan perdu. Myrtaceae Daun berbintik-bintik dan menghasilkan kelenjar minyak. berkayu. Contoh: Rutaceae nangka dan beringin. semak dan pohon. Leucaena glauca (suku (petai cina). kumis kucing. Bunga simetris radial. batangnya menjalar. daunnya bias dipakai sebagai obat. dan jeruk nipis. johar. dan bergetah.26 b. Contohnya: jeruk bali. . Biji di dalam buah polong. (jeruk) Daunnya mengeluarkan orama yang sangat khas. Contoh: Mimmosa d. melilit dan bergetah. f. Contoh: kemangi. membelit. benang sari 2 atau 4 dan putuik 1. Daun majemuk. Euphorbiaceae(suku getah-getahan) Merupakan tumbuhan herba. johar) Caesalpiniaceae Batang dan akar berkayu. daun tunggal. Batangnya menjalar atau c. e. Contoh: jambu air dan h. bunga memiliki mahkota dan kelopak. benang sari panjan. getah. Mimmosaceae Tumbuhan berkayu. Contoh: ketela pohon dan karet. Contah: ketela rambat dan kangkung. Convolvulaceae Merupakan tumbuhan herba dan berkayu. Bunga mencolok. duduk daun menyebar terlindung oleh daun penumpu yang memeluk ranting. Moraceae Habitus pohon. bunga bilateral simetris.

Malvaceae (suku kapas-kapasan) Tumbuhan berdaun tunggal. Contohnya: kamboja. Apocynaceae Contoh: (suku durian. dan bunga berwarna menarik. Contoh: kopi. Contahnya p. bunga mencolok dan bergetah. m. dan labu. Rubiaceae Dunnya tunggal dengan duduk daun berhadapan pada setiap ruas. Contahnya o. duduk daun tersebar. l.27 j. Conthnya: bunga matahari dan kenikir. dan n. Bombaceae Tumbuhan berdaun tunggal. kulit batang dan buah dapat menghasilkan benang. Asteraceae Tumbuhan yang menpunyai bunga majemuk bentuk cawan (memiliki bunga tengah dan bunga tepi). Cucurbitaceae Tumbuhan yang menjalar dipermukaan tanah dan sering dikenal sebagai timun-timunan. . Contohnya: mentimun. srikaya dan tanaman alamanda. q. kamboja) Tumbuhan berkayu. k. Contoh: kapas dan rosela. Annonaceae sirsak. Verbenaceae jati.

28 2.Klasifikasi membantu setiap orang dalam mengenal dan .5 Cara / metoda yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang Klasifikasi Pada usia anak Sekolah Dasar yaitu pada umur 7 – 11 tahun menurtut Piaget adalah periode operasional konkret dimana mereka dalam belajar harus melihat . Setelah pengenalan kami akan menugaskan siswa untuk mencari masing – masing contoh klasifikasi tumbuhan yang telah di jelaska.1. memegang sesuatu yang mereka pelajari agar materi pelajaran terserap dengan optimal. mengamati. Kami juga menggunakan media tabel dan gambar seperti berikut : Tumbuhan dikotil dan monokotil Hutan terdiri dari berbagai tumbuhan Ganggang hijau 29 Ganggang merah BAB PENUTUP III 3. Karena itu kami mengajarkan klasifikasi melalui pengenalan langsung pada alam pengenalannyapun bertahap dari yang lebih sederhana ke materi yang lebih rumit.1 Keanekaragaman spesies makhluk sangat bervariasi untuk mempelajari begitu banyak dan begitu beragamnya makhluk hidup bukanlah hal yang mudah .1 Kesimpulan 3.

PR Biologi Kelas I SLTP. 3. 3. Klaten: Intan .2 Setiap orang dapat melakukan klasifikasi pada makhluk hidup tetapi untuk melakukan klasifikasi yang benar harus memenuhi dasar – dasar klasifikasi yang sudah ada. 30 Daftar Pustaka Tim Penyusun.1. Tim Penyusun.2002.2 Bagi calon guru kita harus mengajarkan dasar / kriteria yang benar dalam klasifikasi agar memperoleh hasil yang benar .2. Tim Penyusun. Klaten: Intan Pariwara.2 Saran 3.mempelajari organisme melalui dasar / kriteria dan hubungan kekerabatan antar organisme .2003.Detik – Detik Ujian Nasional Biologi.1 Bagi para pembaca untuk mengenal makhluk hidup secara benar kita harus melakukan klasifikasi.2007. 3. Biologi Kelas 1a SMU Semester 1. Klaten: Intan Pariwara.2.

id .Pariwara.google.co. www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful