cara pengendalian dan pemberantasan hama walang sangit pada tanaman padi oleh petani di Kecamatan Masaran, Kabupaten

Sragen

3 Votes 1. I. PENDAHULUAN 1. A. Latar Belakang Pembangunan pertanian berkelanjutan adalah pengelolaan sumber daya yang berhasil dalam usaha pertanian untuk membantu kebutuhan manusia yang berubah sekaligus mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumberdaya alam (Reijtjes, 1992). Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan bagian dari pembangunan berkelanjutan. Pengertian tentang PHT adalah perpaduan beberapa teknik pengendalian hama, dan juga dalam penerapannya. PHT timbul karena karena manusia cenderung untuk menghabiskan makhluk-makhluk yang dirasakan sangat merugikan (misal belalang, tikus, walang sangit, tikus dan lain-lain) dengan menggunakan racun-racun yang membahayakan semua kehidupan. Istilah penyuluhan senantiasa merujuk pada upaya untuk mengubah perilaku (yang mencakup: pengetahuan, sikap, ketrampilan) melalui proses pendidikan. Berkaitan dengan fungsi penyuluhan menurut Mardikanto (1993) yaitu sebagai jembatan antara dunia penelitian dan praktek kegiatan yang dilakukan oleh petani, penyuluhan tidak sekedar proses penyampaian informasi tetapi diharapkan dapat terjadi umpan balik dengan masyarakat. Melihat pentingnya kegiatan penyuluhan sebagai proses komunikasi pembangunan dalam sistem pembangunan nasional, baik untuk menjembatani kesenjangan perilaku antara sesama aparat pemerintah dengan masyarakat (petani) sebagai pelaksana utama pembangunan. Sedang sebagai jembatan antara dunia penelitian dan praktek-prakek usahatani peranan kegiatan penyuluhan sangat penting di dalam proses penyebarluasan hasil-hasil penelitian. Pengendalian terhadap hama penyakit sangat penting karena hama, penyakit tanaman dan gulma merupakan faktor pembatas dalam usaha produksi pertanian. Agar usaha produksi pertanian memberikan hasil yang memuaskan maka tanaman harus bebas dari serangan hama dan penyakit. oleh sebab itu apabila hidup tanaman terganggu oleh serangan hama dan penyakit perlu dilakukan tindakan pemberantasan, hal ini untuk menjamin agar tidak terjadi kerusakan yang mengakibatkan kerugian. Pemberantasan hama, penyakit tanaman dan gulma adalah usaha untuk membatasi kerugian karena hilangnya hasil tanaman baik kualitatif maupun kuantatif di lapangan dan setelah hasil dipungut. Salah satu hama yang banyak menyerang tanaman padi adalah walang sangit (Leptocorisa acuta), untuk penyuluhan kali ini dikhususkan untuk hama walang sangit. Karena jika hama

walang sangit tidak dikendalikan secara tepat maka dikhawatirkan akan mengganggu dan mengurangi produksi padi di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Sehingga diperlukan penyuluhan agar petani dapat mengendalikan hama pada padi khususnya walang sangit tersebut. Penyuluhan ini bertempat di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Hal ini disebabkan karena di daerah tersebut terdapat serangan hama walang sangit pada padi yang memerlukan pengendalian secara intensif. Yang jika tidak segera dikendalikan dikhawatirkan akan mengurangi produktivitas tanaman padi di daerah tersebut. Untuk itu penyuluhan dilakukan sebagai salah satu upaya untuk membantu menanggulangi hama walang sangit yang menyerang tanaman padi tersebut. Dengan latar belakang itulah, penyuluhan ini mengambil Judul Kegiatan Penyuluhan dalam Pengendalian dan Pemberantasan Hama Walang Sangit. B. Tujuan Adapun tujuan dari penyuluhan ini adalah sebagai berikut: 1. Petani mengetahui cara pengendalian dan pemberantasan hama walang sangit pada tanaman padi oleh petani di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. 2. Petani mau menerapkan cara pengendalian dan pemberantasan hama walang sangit pada tanaman padi oleh petani di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. 3. Petani dapat mengendalikan dan memberantas dengan tepat hama walang sangit pada tanaman padi oleh petani di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. C. Manfaat Manfaat penyuluhan ini adalah sebagai berikut : 1. Bagi petani, bermanfaat sebagai sumber pengetahuan mengenai cara pengendalian dan pemberantasan hama walang sangit pada tanaman padi di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. 2. Bagi petani, bermanfaat dalam mempengaruhi kemauan mereka untuk menerapkan dengan benar cara pengendalian dan pemberantasan hama walang sangit pada tanaman padi di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen . 3. Bagi petani, bermanfaat dalam pengendalian dan pemberantasan secara tepat hama walang sangit pada tanaman padi oleh petani di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. II. LANDASAN TEORI 1. A. Metode dan Teknik Penyuluhan 1. Metoda Penyuluhan Yang harus menjadi pertimbangan kita, adalah sebanyak mungkin sasaran yang harus dilayani, sesering mungkin menghubungi mereka dan semurah mungkin. Penggunaan metoda-metoda (cara-cara melakukan kegiatan) penyuluhan pertanian harus didasarkan pada persyaratan-persyaratan seperti berikut :

yang dapat dijadikannya sebagai landasan untuk memilih metoda yang tepat. Ia mulai menerapkan teknologi baru yang diajarkan/dikembangkan penyuluh. metode mana yang memerlukan perlakuan-perlakuan yang intensif dan mana pula yang kurang intensif. Proses belajar mengajar seperti pendidikan formal di dalam kelas harus dihindari oleh penyuluh lapangan. Murah pembiayaannya. (Departemen Kehutanan.1. perlu memahami “prinsip-prinsip” metoda penyuluhan.(Departemen Kehutanan. 1996). (Kartasapoetra. Penyuluhan yang dilakukan dengan metode pendekatan perorangan akan menyampaikn petani ke tahap penerapan. 1. Cukup ada jumlah dan mutu 3. Penyuluhan yang dilakukan dengan metode pendekatan kelompok mulai menarik para petani ke tahapan minat. Amanat harus mudah diterima dan dimengerti 5. 1992). serta pendekatan psiko sosial yang dilakukan penyuluhnya. 3. Sehingga petani akan belajar ketrampilan yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan usahataninya secara maksimal. Penyuluhan yang dilakukan dengan metode pendekatan missal menyampaikan para petani yang mengikuti/menyimaknya ke tahap kesadaran (menaruh perhatian dan mengetahui materi penyuluhan) akan tetapi belum memahaminya secara mendalam. bahkan mencobanya pula. Penggolongan metode penyuluhan ini dapat dinyatakan sebagai berikut : 1. 4. Dalam menyelenggarakan penyuluhan lapangan harus bertingkah laku wajar. Metoda penyuluhan seringkali digolongkan menurut target orang yang menghadiri kegiatan penyuluhan yang dilkukan oleh penyuluh lapangan. serta partisipasi aktif dari petani. Satu hal yang harus diperhatikan oleh setiap penyuluh sebelum menerapkan sesuatu metoda penyuluhan adalah. tahapan menilai atau mempertimbangkan. Suatu hal penting yang harus selalu diingat oleh penyuluh lapangan dalam memilih metoda penyuluhan yang sesuai yaitu keterlibatan petani dalam proses belajar mengajarnya. 1994). Sesuai dengan keadaan sasaran 2. tidak berlebihan dan jika mungkin kegiatan belajar mengajar dalam penyelenggaraan penyuluhan penyuluhan harus dilakukan melalui diskusi. praktek demoonstrasi dan demonstrasi ulang yang dilakukan oleh petani. Ragam metoda penyuluhan dapat dibedakan menurut : media yang digunakan. (Suhardiyono. kita dapat mengetahui metode mana yang paling efektif dan kurang efektif. 1996). 2. hubungan penyuluh dan sasaran. Tepat menyesuaikan sasaran dan pada waktunya. Dari metode-metode pendekatan yang dilancarkan sehubungan dengan kegiatan penyuluhan. Metode Perseorangan .

karya wisata. pada waktu yang hampir bersamaan. siaran radio atau TV. Misalnya : publikasi. 1. rumah. siaran radio/TV. Metode Massa Kegiatan penyuluhan menggunakan metode ini mengarahkan sasaran kegiatannya kepada masarakat tani pada umumnya. pertunjukkan wayang. Pendekatan massal Dimana penyuluh itu menyampaikan secara langsung. Berdasarkan beberapa pertimbangan. kantor. Metode Kelompok Kegiatan penyuluhan menggunakan metode kelompok ini mengarahkan sasaran kegiatannya pada petani secara berkelompok atau kelompok tani. b. 1. Misalnya : dalam pembicaraan-pembicaraan dibalai desa. Pendekatan Kelompok Dimana penyuluh pertanian itu berhubungan dengan sasaran itu dalam rangka kelompokkelompok. Misalnya : pertemuan besar. . Pendekatan perorangan Dimana penyuluh pertanian itu harus berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan masing-masing orangnya. pameran dst. 1. diberikan menjadi : a. Didasarkan pada pendekatan psycososial 1. sandiwara dst. sawah.Metode ini ditunjukkan bagi petani secara perseorangan yang memperoleh perhatian khusus dari penyuluh lapangan. telepon. sawah. 1. amanat yang atau tidak langsung kepada orang banyak sekaligus. Misalnya : kunjungan ke rumah. tetapi menyampaikan amanatnya melalui perantara (media). 1. (Suhardiyono. kantor-kantor kursus dst. Misalnya : pertemuan demonstrasi. Dilihat dari segi komunikasi. sandiwara.Metoda tidak langsung (indirect communications) Dimana para penyuluh tidak langsung berhadapan dengan sasaran. dagelan. Metoda langsung (face to face communications) Dimana penyuluh pertanian berhadapan muka ke muka dengan sasarannya. 1992). surat-menyurat. metode-metode penyuluhan dapat dibagi dalam beberapa golongan seperti berikut : 1.

anggota masyarakat biasa) maupun kelompok. baik perorangan (individu-individu kunci. 1. 1996). 1. demonstrasi dll (Wiraatmadja. penyuluh selalu melakukan kontak pribadi secara berkelanjutan dengan individu-individu tersebut. keduanya merupakan teknik kunjungan. Misalnya : metode publikasi barang cetakan. sedang demonstrasi lebih sesuai dengan asal katanya “to demonstrate” yang berarti menunjukkan. Surat menyurat Teknik surat menyurat. TV. sandiwara. poster dll. Didasarkan menurut mekaniknya penerimaan pada sasaran metoda-metoda penyuluhan pertanian. 2. Misalnya : film bersuara. Misalnya : siaran radio. adalah teknik penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh melalui pengiriman barang cetakan (gambar. newsletter. tape recorder. ceramah. majalah dll) kepada sasaran. Metode yang dapat dilihat Dimana amanat penyuluh diterima lewat penglihatan untuk memulai proses adopsinya. wayang. bulletin. Teknik Penyuluhan Istilah “demonstrasi” dalam bahasa sehari-hari seringkali rancu dengan istilah “pameran” karena antara kedua istilah mengandung pengertian yang serupa yaitu : “menunjukkan”. 1973) 2. Akan tetapi. Kunjungan (anjangsana dan anjang karya) Baik teknik anjang karya maupun anjangsana. telepon. gambar. atau “menonjolkan” sesuatu dengan maksud menarik perhatian orang yang melihatnya. 1. Metode yang dapat didengar Dimana amanat penyuluhan diterima lewat pendengaran untuk memulai proses adopsinya. “mempertontonkan”. yaitu penyuluhan yang dilaksanakan oleh seorang penyuluh dengan melakukan kunjungan kepada . Dalam kegiatan penyuluhannya. booklet. 1. membuktikan atau memeragakan sesuatu senyata-nyatanya agar orang lain mempercayainya. (Departemen Kehutanan. pameran lebih berkonotasi pada kata “display” atau menunjukkan dan memamerkan sesuatu yang belum pernah atau jarang dipertunjukkan kepada khalayak umum. leaflet. di dalam pengertian teknik penyuluhan. Berikut ini adalah beragam teknik yang dapat diterapkan dalam kegiatan penyuluhan : 1.1. Metode yang dapat dilihat dan didengar Dimana amanat penyuluhan diterima lewat penglihatan dan pendengaran untuk memulai proses adopsinya. Teknik individu kunci atau kontak tani Teknik penyuluhan individu kunci adalah teknik yang menggunakan individu-individu kunci sebagai sasaran utama penyuluhan. pidato dll.

baik di rumah atau tempat tinggal (anjangsana) atau ditempat mereka biasanya melakukan kegiatan sehari-hari (anjang karya) 1.sasarannya secara perorangan atau kelompok. berlatih ketampilan tertentu. maka kunjungan penyuluh lapangan kepada petani atau pelayanan yang lain akan menjadi cerita rakyat yang menarik. “Demonstrasi cara” b. 1999). Diskusi kelompok membantu proses alih teknologi dari ahlinya kepada kelompok. Tempat waktunya dan tidak membuang-buang waktu petani. dan jika perlu memperbaharui pandangan mereka (Hawkin dan Van Den Ban. Karena itu sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan. Sepanjang terjadinya peningkatan produksi dan produktifitas usahatani dapat direalisir. Sehingga sangat efektif untuk sasaran pada tahapan menilai dan mencoba (Mardikanto. 1992). kecuali jika kunjungan ini dimaksudkan untuk mengatasi hal-hal khusus yang dihadapi petani atau dalam rangka memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dari pihak pertama tentang masalah usahatani yang nyata di lapangan. Demonstrasi dibedakan dalam : a. 2005) Cara yang benar bagi penyuluh lapangan untuk menjumpai petani adalah di lapangan. Diskusi membantu anggotanya memadukan pengetahuan dengan memberikan kesempatan mengajukan pertanyaan. . Maka dari itu cara ini tidak dianjurkan untuk ditempuh oleh penyuluh lapangan. Disamping itu kunjungan individual ini juga hanya mampu untuk menjangkau petani dalam jumlah yang sedikit. atau menimba pengalaman. Ada maksud dan tujuan tertentu 2. “Demonstrasi cara dan hasil” (Mardikanto dan Arip. 3. tetapi kunjungan kepada petani secara individual di lapangan merupakan kegiatan yang sangat mahal jika ditinjau dari segi waktu dan biaya. 1. “Demonstrasi hasil” c. menghubungkan informasi karena dengan yang telah mereka ketahui. tukar pikiran. Cara melakukan kunjungan rumah dan usahatani dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. berwawancara. sikap bahkan (jika dilaksanakan di lapangan atau dengan bantuan peralatan tertentu) juga dapat meningkatkan ketrampilan sasaran. Karyawisata Di dalam kegiatan karyawisata. dan atau menunjukkan cara kerja yang benar yang seharusnya dikerjakan. Rencanakan beberapa kunjungan berurutan untuk menghemat waktu. 1993). teknik demonstrasi ini diterapkan dengan maksud: membuktikan keunggulan sesuatu inovasi yang dikenalkan. Diskusi sangat efektif untuk bertukar informasi dan menggali pengetahuan serta pengalaman yang dimiliki oleh masing-masing peserta. para peserta dirangsang untuk melakukan pengamatan. (Suhardiyono. Demonstrasi Di dalam praktek penyuluhan.

1. memusyawarahkan dan mencapai kesepakatan mengenai hal-hal yang menyangkut masalah-masalah pelaksanaan program pemerintah dan kegiatan petani-nelayan dalam rangka pembangunan pertanian. yang dilakukan dengan santai dan akrab dengan acara pembicaraan diarahkan kepada masalah yang bermanfaat untuk pembangunan pertanian. poster. 1. 1. (Wiriaatmadja. 1. dan ditempelkan pada tempat-tempat yang sering dilalui orang atau yang sering digunakan sebagai tempat orang berkumpul di luar suatu ruangan.4. Pameran Pameran adalah usaha memeperlihatkan atau mempertunjukkan model. 1. Pemberian Penghargaan Pemberian penghargaan adalah kegiatan sebagai tanda ucapan terima kasih atau penghargaan kepada petani-nelayan atas jasa-jasa atau prestasinya khususnya dalam bidang pertanian dalam kurun waktu tertentu. Mimbar Sarasehan Mimbar sarasehan merupakan forum konsultasi antara kelompok andalan (KTNA) dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara periodik dan berkesinambungan untuk membicarakan. 5. Penyebaran Brosur. 1. Suatu pameran melingkupi tiga tahap usaha komunikasi. menggugah hati dan membangkitkan keinginan. Penempelan Poster Penempelan poster adalah teknik penyuluhan yan menggunakan gambar dan sedikit kata-kata yang dicetak pada sehelai kertas atau bahan lain yang berukuran tidak kurang dari 45 cm x 60 cm. ketika petani sudah tidak bekerja. benda hidup dan sebagainya secara sistematis pada suatu tempat tertentu. Waktu yang dianggap paling santai adalah sore hari. serta menggambarkan proses sesuatu kegiatan. Folder. Obrolan Sore Obrolan sore adalah suatu proses percakapan antar petani nelayan ataupun antar wanita tani nelayan. grafik. Leaflet dan Majalah . yaitu menarik perhatian. contoh. metode ini untuk memperkuat metode-metode yang lainnya atau bila metode lainnya tidak mungkin. peta. gambar. Lanjutan aplikasi teknik penyuluhan mempunyai bermacam-macam teknik antara lain : 1. barang. 1973). serta bila mungkin tahap meyakinkan diharapkan dapat juga tercapai. Pemutaran Film Pemuran film adalah teknik penyuluhan dengan menggunakan alat film yang bersifat visual dan massal. Kunjungi juga petani-petani yang jauh dan terpencil.

kursus tani. Sehingga proses ini mesti dilanjutkan dengan siklus atau proses terus menerus. Hal ini berlaku untuk semua konsep. temu wicara. 2005). 1. Perencanaan. Untuk merubah perilaku dan membuat pendekatan baru menjadi “praktek umum” pada lembaga penyuluh. Monitoring dan Evaluasi sama pentingnya. antara lain pada saat pameran. tokoh masyarakat dan organisasi-organisasi yang ada di masyarakat. begitu pula lembaga-lembaga pemerintah terkait lainnya – memerlukan waktu yang tidak sedikit. temu tugas.Penyebaran brosur. (Mardikanto dan Arip.Pelaksanaan Penyuluhan Partisipatif memerlukan perubahan drastis pada metodologi dan perilaku petugas lapangan. Rembug Paripurna Rembug paripurna merupakan pertemuan atau musyawarah kontak tani-nelayan andalan seIndonesia yang dihadiri oleh utusan atau wakil KTNA propinsi guna meninjau kembali dan atau memantapkan kepengurusan KTNA Nasional untuk periode kepengurusan beikutnya serta membahas masalah-masalah umum kegiatan KTNA Nasional. Pertemuan Umum Adalah suatu rapat atau pertemuan yang melibatkan instansi pemerintah terkait. leaflet dan majalah teknik penyuluhan yang menggunakan brosur. folder.konsep “Pemberdayaan Masyarakat” merupakan basis yang berguna untuk mengembangkan “Penyuluhan Pertanian Partisipatif” dan merubah tingkah laku. Pelaksanaan.kegiatan penyuluhan nyata. temu lapang dan lain-lain atau berlangganan (khusus untuk berlangganan). folder. tidak hanya dalam kegiatan. Pertemuan Diskusi Pertemuan diskusi adalah sesuatu pertemuan yang jumlah pesertanya tidak lebih dari 20 orang dan biasanya diadakan untuk bertukar pikiran mengenai suatu kegiatan yang akan diselenggarakan atau guna mengumpulkan saran-saran untuk memecahkan persoalan. 10. dimana Identifikasi. Pengalaman di BIPP Bolaang Mongondow telah membuktikan bahwa konsep. temu karya. leaflet dan majalah yang dibagikan kepada masyarakat pada saat-saat tertentu. Pada pertemuan ini disampaikan beberapa informasi tertentu untuk dibahas bersama dan menjadikan kesepaktan yang dicapai sebagai pedoman pelaksanaannya. Pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan hal tersebut ini mencakup:      Pemberdayaan Masyarakat dalam Praktek (TM 7) Kajian Keadaan Pedesaan secara Partisipatif (TM 4) Pengembangan Kelompok Tani (TM 8) Perencanaan Partisipatif pada Tingkat Lapangan (TM 9) Memfasilitasi Pelatihan Partisipatif (TM 14) . Konsep ke dalam praktek adalah bagian paling penting dalam Penyuluhan.. 11. 1. Perlombaan atau Unjuk Ketangkasan Perlombaan adalah sesuatu kegiatan dengan aturan tertentu untuk menumbuhkan persaingan yang sehat antar petani-nelayan untuk mencapai prestasi yang diinginkan secara maksimal. temu usaha.

Alat Bantu Penyuluhan Alat pembantu mempunyai sifat-sifat yang khasnya sendiri yaitu : 1. 1992). telah mengemukakan ragam alat Bantu penyuluhan yang diperlukan setiap penyuluh sebagai berikut : 1. Alat ini diperlukan. 2. Dapat diulang kembali menurut keperluannya. Dapat mengingatkan kembali akan sesuatu hal yang tidak menarik perhatian lagi. 3. 2. 3. pemberian pelajaran dan penerimaan pelajaran akan berlangsung lancar dan menerapkan dengan baik. rekaman suara (piringan hitam). gambar. Alat pembantu yang berhubungan dengan tempat dimana penyuluhan dilangsungkan : alat duduk (kursi atau tikar). 4. grafik. Misalnya : film. 5. baik dalam menentukan atau memilih materi penyuluhan atau menerangkan inovasi yang disuluhkan. Visual aid atau yang dapat dilihat. Dapat memberikan pedoman untuk kerja sendiri. kalau mungkin alat penerangan (petromak. 1. Audio aid atau yang dapat didengar. Dapat menambah jumlah sasaran yang dijangkau dalam suatu kegiatan. 2007) 3. Tentang hal ini. 1994) Alat Bantu penyuluhan adalah alat-alat atau sarana penyuluhan yang diperlukan oleh seorang penyuluh guna memperlancar proses mengajarnya selama kegiatan penyuluhan itu dilaksanakan. listrik). Audio visual aid atau yang dapat didengar dan dilihat (Kartasapoetra. lembaran kerja. Mardikanto (2003). Dalam sistem pemberian pelajaran peranan penyuluhan dan alat-alat pembantunya adalah sangat penting. (Suhardiyono. untuk mempermudh penyuluh selama melaksanakan kegiatan penyuluhan. Misalnya : radio. 4. Kurikulum Lembar-lembar persiapan penyuluhan Papan tulis dan atau papan penempel Alat tulis Sarana ruangan . Dapat memperbaiki keadaan yang kurang memenuhi persyaratan lampu. 3. 2.(Anonim. televisi. Misalnya : buku pedoman praktis. Alat pembantu yang berhubungan dengan penyajian pelajaran : 1. peta. Dapat dipergunakan untuk menarik perhatian sasaran foto. foto. Banyak penyuluh maupun para petani yang mengikuti penyuluhan akan sangat terbantu dengan adanya alat Bantu tersebut. 5. Misalnya : poster yang mengingatkan kita akan berbahayanya insektisida dengan hanya gambar botol insektisida dengan tengkorak. cetakan.

3. antara lain : 1. Barang cetakan Di dalam praktek. diraba.1992). 1. 3. Pengeras suara Penata cahaya Penata udara Projector 1. Macamnya : 1. Overhead Projector 2. Sample atau contoh Model atau tiruan Specimen atau benda asli. 7. 4. Solid Projector 3. Benda Salah satu alat peraga penyuluhan yang paling mudah diperoleh atau dibuat adalah yang berupa “benda”. 2. 5. Menghindarkan salah pengertian atau salah interpretasi. terutama hal-hal yang mengesankan. Materi yang diterangkan akan lebih lama diingat. Mardikanto (2003) mengartikan alat peraga sebagai : alat atau benda yang dapat diamati. Pamphlet/selebaran Leaflet atau folder Brosur atau booklet Placard dan poster Flipchart atau peta singkap Photo flanelgraph . 6. yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluhan guna membantu proses belajar-mengajar sasaran penyuluhan. 4. 2. 4. 2. agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyluhan yang bersangkutan. 3. didengar. 4. tulisan atau campuran dari keduannya dengan komposisi yang sama atau salah satu lebih dominant. Memperjelas materi yang dibicarakan dan kurang mudah dimengerti 2. Memberikan dorongan yang kuat untuk menerapkan materi yang dianjurkan. atau dirasakan oleh indera manusia. Movie Projector 4.1. setiap penyuluh dapat menggunakan beragam barang cetakan sebagai alat peraga penyuluhannya. 1. 3. Alat Peraga Penyuluhan Alat peraga yang dipergunakan dengan tepat dan baik dapat memberikan keuntungan dalam penyuluhan. baik yang berupa gambar. (Suhardiyono. Di dalam penyuluhan dikenal beragam alat peraga seperti : 1. Slide Projector 5.

selebihnya hanya efektif digunakan dengan pendekatan kelompok. yaitu 1). Pie chart atau segmented curve 5). Gambar diproyeksikan Meskipun alat peraga ini dinamakan gambar terproyeksi. dikenal beragam bagan atau schema. kecuali movie film yang dapat digunakan dalam pendekatan missal. Pictorial chart 2). Tranparancy sheet Slide film Film trip Movie film Video dan TV c. Tentang penggunaan alat peraga kelompok ini. di dalam kegiatan penyuluhan dapat digunakan berbagai “lambang grafika” (yang berupa gambar dengan keterangan tertulis sepenuhnya. Di dalam praktek. Lambang grafika Untuk mempermudah pemahman sasarannya.) untuk alat peraganya. Grafik Di dalam praktek dikenal beragam grafik yaitu : 1). 1. skema atau chart Lambang grafika ini merupakan gambar dan hubungan antar bagian atau sub bab system dari suatu system tertentu yang ingin dijelaskan. Area graph atau solid graph 4). 3. Diagram 2. Tabula chart 3).8. Grafik batang 3). Beberapa lambang grafika yang dimaksud disini adalah: 1. 2. Bagan. kadang-kadang uga banyak berisikan tulisan. 4. Ginealogical chart . seperti halnya dalam penggunaan transparency sheet. Pictoral statistical graph 1. 5. Grafik garis 2). slide-slide dan film strip.

1992). Pin-up chart 2). Menarik sasaran untk berkonsentrasi. 2. Sederhana. maka dalam pembuatan atau penggunaan alat peraga.4). Menggunakan bahasa yang sederhana. mengingat. Pengetahuan seperti ini sangat penting karena : 1. Tidak semua alat peraga selalu tersedia atau mudah disediakan oleh penyuluhnya pada sembarang tempat dan waktu. yaitu : 1). 5. sehingga mudah dikenali oleh sasaran yang dituju. Karena persyaratan yang demikian. mencoba dan menerima serta menerapkan gagasan baru yang diperkenalkan. Hinged-card chart 3). (Suhardiyono. tidak melalui projector) dapat dilkukan dengan beragam cara. Alat peraga yang mahal tidak selalu merupakan jaminan sebagai alat peraga yang efektif untuk tujuan perubahan perilaku tertentu. Penarik perhatian 4. haruslah memperhatikan bentuk serta ukuran dari materi-materi yang ditonjolkan sehngga timbul kesan seimbang dan serasi. Hidden chart (Mardikanto dan Arip. . Progess chart Untuk menyajikan lambang grafika pada suatu tempat (jika ingin ditampilkan secara langsung. sehingga mudah dimengerti oleh sasaran yang dituju. 2. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan alat peraga di dalam pelaksanaan penyuluhan adalah pemilihan alat peraga yang paling efektif dan efisien untuk tujuan perubahan perilaku sasaran. 2005) Alat-alat peraga yang efektif harus dapat memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu antara lain : 1. Organizational chart 6). Mengesankan ketelitian. Flow chart 5). 6. yang dinginkan penyuluhnya. Mengemukakan gagasan baru 3. mudah dimengerti dan dikenal oleh sasaran yang dituju.

penggunaan “pedoman” yang telah ditetapkan 3. Untuk pembuktian berharganya suatu program. Kegunaan bagi pelaksana evaluasi . 2.3. Untuk tujuan perubahan perilaku tertentu. 4. tetapi dengan tingkat efektif dan tingkat kemahalan yang berbeda (Mardikanto. ( Wiriaatmadja. Mardikanto dan Sri Sutami (1985) mengemukakan 3 matra kegunaan evaluasi penyuluhan yang mencakup : 1. 1996). Semua alat peraga penyuluhan pertanian tadi akan memberikan hasil yang maksimal bila dipergunakan dalam kombinasi dan dalam usaha terpadu. Maksud dari evaluasi dari sesuatu usaha adalah : 1. 1. 1. 1. adanya yang satu akan menambah efektifitas yang lainnya. Untuk menentukan arah penyepurnaan pekerja 2. Pengukuran atau membandingkan hasil pengamatan dengan pedoman-pedoman yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. Untuk memperoleh keterangan perihal keadaan masyarakat pedesaan yang perlu untuk perencanaan. Pengambil keputusan atau penilaian. Pengamatan untuk pengumpulan data atau fakta. Evaluasi atau penilaian merupakan tahap akhir dari organisasi kegiatan. Memberikan gambaran kemajuan usaha mencapai tujuan dan menjelaskan lagi apa tujuan itu. Evaluasi Penerapan Metoda dan Teknik Penyuluhan Dari beberapa pengertian yang telah dikemukakan itu. 1993). 5. terdapat beberapa pokok pikiran yang terkandung dalam pengertian “evaluasi” yang merupakan kegiatan terencana dan sistematis yang meliputi : 1. Untuk memberikan kepuasan kepada teman sekerja dan pemimpinpemimpin setempat mengenai apa yang telah dicapai. Evaluasi a. tersedia banyak alternative alat peraga yang dapat digunakan. Untuk mengukur efektifitas dari mereka metoda-metoda penyuluhan yang dipergunakan. 1973). 2. Kegunaan bagi kegiatan penyuluhan itu sendiri 2. Kegunaan bagi aparat penyuluhan 3. Alat-alat itu saling mengisi. Kesempatan-kesempatan untuk perpaduan dan berkombinasi banyak sekali terdapat dalam kegiatan-kegiatan yang ditujukan terutama kepada kelompok dan masyarakat (Wiriaatmadja. (Departemen Kehutanan. 3. 1973 ).

Walang sangit yang muda masih berwarna hijau dan tidakbeterbangan seperti yang dewasa (Pracaya. Petani telah paham untuk mengatur waktu tanam sesuatu komoditas. Gejala pada kerusakan padi oleh hama walang sangit adalah sebagai berikut : 1. Tikus satu-satunya hama yang paling sulit diberantas. Buah padi yang dalam keadaan matang susu dihisap cairannya hingga menjadi hampa (gabug) dalam perkembangannya kurang baik. demikian sungutnya yang dewasa pandai terbang. 1989). di sawah atau di kebun yang banyak dihuni. walang sangit dan penggerek batang yang masingmasing serangannya hanya seluas 700. Alternatif Metode dan Teknik Penyuluhan 2. dan hukum (Pracaya. ekonomi. Pada umumnya pada daun terdapat bercak-bercak bekas isapan oleh nimfa walang sangit. Banyak tanaman padi . 2. berjenis. ( Tjahjono et al. PPTP Pidie (1994 : 23) melaporkan luas serangan tikus pada MT 1994 mencapai 1500 Ha atau terluas bila dibandingkan dengan serangan organisme pengganggu tanaman saperti ulat grayak. (AAK. demikian juga sungutnya (antena) yang dewasa pandai terbang. kacang kuning yang terserang hama. dengan kaki panjang. Padi merupakan bahan makanan yang menghasilkan menghasilkan beras. Walang sangit dapat merusak padi sawah dan padi gogo. 6. 1999). dan buah biasanya hampa. rekayasa sosial. kedelai. Bentuk walang sangit langsing. Bahan makanan ini merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Populasi gulma di sekitar sawah cukup tinggi dan penanaman yang tidak serempak di suatu hamparan sawah. Meskipun demikian sebagai bahan makanan pokok padi dapat digantikan oleh bahan makanan lainnya. 450.jenis rumput . Evaluasi Materi Penyuluhan 1. Walang sangit dapat diketahui keberadaannya dengan adanya bau khas yang tersebar. 2005). 1997).b. 2000). seringkali berterbangan di atas atau di samping orang yang berjalan. namun padi memliki nilai tersendiri bagi orang yang biasa makan nasi dan tidak dapat dengan mudah di gantikan oleh bahan makanan lain (AAK. B. kacang hijau. dan 350 Ha (Sawit. Walang sangit (Leptocotixa acuts) . Bentuk walang sangit langsing. Tanaman inangnya sorghum. Faktor-faktor yang mandukung peningkatan populasi walang sangi adalah terdapatnya hutan di dekat pertanaman padi. 2000). Materi Penyuluhan Materi Penyuluhan Pertanian adalah bahan penyuluhan pertanian yang akan disampaikan oleh para penyuluh pertanian kepada petani beserta keluarganya dan pelaku usaha pertanian lainnya dalam bentuk informasi yang meliputi teknologi. Pada buah padi terdapat bintik-bintik hitam bekas tusukan hama. hama ini menyerang padi . walang sangit yang muda warnanya hijau dan tidak . dengan kaki panjang.

Sasaran Sasaran dalam penyuluhan adalah para petani yang biasanya di bedakan menjadi beberapa hal yaitu golongan umur. Berdasarkan kajian jamur B. dosis. yang mula-mula berwarna putih akan menjadi cokelat atau kehitaman (Pracaya. tingkat pendidikan. Berdasarkan hasil kajian jamur ini efektif mengendalikan hama walang sangit (Leptocorisa oratorius) dan wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) pada tanaman padi serta hama kutu (Aphis sp. Terbukti dengan pemberian materi yang bermacam-macam kepada petani. 2005). Materi Penyuluhan/pesan . sehingga sukar dilihat karena menyerupai warna daun padi. 1 orang Kepala Unit Teknis Daerah (KUTD). jumlah penyuluh. 1. Padi yang telah diisap walang sangit biasanya akan terserang cendawan Helminthosporium. Golongan umur petani Desa Masaran 1.). dan jamur menutupi tubuh inang dengan warna putih. Penyuluhan dan Kelengkapannya 1. pemberian pestisida untuk wereng kepada petani dengan 4 tepat (waktu. Ketrampilan penyuluh selain diperoleh dari pendidikan dan pengalaman juga dari brosur-brosur pertanian. yang dewasa warnanya cokelat. bassiana efektif mengendalikan hama walang sangit.) pada tanaman sayuran (Anonim. bassiana akan mati dengan tubuh mengeras seperti mumi. pengetahuan mengenai pemupukan padi dengan pupuk organic. keemampuan secara teori adalah bahwa penyuluh dapat memberikan informasi penyuluhsan mengenai teknologi padi secara benar dan tertib. 6 oranng terdeiri dari PPL (Petugas Penyuluh Lapang). dan 1 orang PPH (Petugas Pengamat Hama). wereng batang coklat. bassiana. 1. teori pola gilvar (gilir varietas) padi setiap musim tanam. jenis kelamin. III. bassiana sebagai insektisida alami. Kemampuan penyuluh. dan kutu (Aphis sp. dan insektisida). cara bercocok padi dari pengolahan tanah sampai pasca panen. pelatihan-pelatihan yang diikuti penyuluh sendiri. pengetahuan dan ketrampilan penyuluh Pendidikan penyuluh adalah sarjana. Dilaporkan telah diketahui lebih dari 175 jenis serangga hama yang menjadi inang jamur B. sedangkan ketrampilan penyuluh sendiri semakin bertambah karena banyaknya pengalaman yang diperoleh sendiri selama bekerja sebagai penyuluh. Serangga yang terserang jamur B. pengendalian hama tikus sawah. sasaran. penyuluhan pengendalian hama/penyakit dengan pestisida alami. Laboratorium BPTPH Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengembangkan dan memproduksi secara massal jamur patogen serangga B. Ketrampilan yang sudah dibagikan kepada petani antara lain : pemberantasan sundep. Jumlah penyuluh yang ada di KCK Masaran Kabupaten Sragen adalan 8 orang. DASAR PEMILIHAN METODE DAN TEKNIK PENYULUHAN 1. Pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki penyuluh sangat beragam.berterbangan seperti yang dewasa. 2007). Pengetahuan itu meliputi permasalahan poertanian pada umumnya.

Nimfa akan menjadi walang sangit dewasa setelah 17-27 hari. Pengendalian hama walang sangit secara mekanik dapat betupa pemasangan perangkap. Butir padi yang diisap. 1. walang sangit akan berpindah tempat ke rumput atau pohon di sekitar areal penanaman padi serta tempat lain sampai ada padi yang mulai berbunga lagi. Padi yang terkena walang sangit pada perkembangan selanjutnya sering diserang jamur Helminthosporium. penggunaan alat yang sederhana dan mudah dalam penerapannya sehingga biaya yang dikeluarkan relatif murah. 1. Pada siang sampai sore hari biasanya serangga berlindung di bawah daun dan bertelur saat menjelang malam. Setelah 5-8 hari. Sarana penyuluhan digunakan pada saat ada kegiatan penyuluhan dan pertemuan rutin. Walang sangit sangat tertarik pada bau bangkai ketam sawah. tergantung intensitas serangan hama. Telur tersebut di letakkan berkelompok di permukaan atas daubn dekat tulang utama saat tanaman padi mulai berbunga. kursi. Penanganan semacam ini dapat meminimalisir dampak yang kurang baik dan terjaganya keseimbangan alam. meja. Gejala serangan walang sangit tampakdari butir padi yang yang menjadi hampa atau setengah hampa. Disamping itu. brosur-brosur pertanian. yang disukai adalah masak susu yang masih berwarna hijau. BOP ( Biaya Operasional Penyuluhan) Gaji penyuluh Dana Pendampingan dari pemerintah Swadaya para petani Musim/iklim 1. Pada butir yang terserang terdapat lubang bekas tusukan berupa bintik abu-abu kekuningan karena dihisap berkali-kali. Sarana dan Prasarana Penyuluhan Sarana dan prasarana yang ada untuk mendukung kegiatan penyuluhan ini cukup lengkap. telur akan menetas menjadi nimfa. antara lain adalah 6 unit sepeda motor dinas untuk para penyuluh. Stadium imago ini berlangsung sekitar 2-3 bulan. 5. Keadaan Daerah . Adapun padi yang terkena serangan hama walang sangit akan menempakkan gejala yang mudah diamati. bangkai ketam sawah ini dapat digunakan sebagai perangkap yang diletakkan di atas papan perekat dengan jarak antar papan sekitar 5-10 meter. 2. 1 bangunan pertemuan penyuluh dan para petani. Jamur mula-mula berwarna putih yang kemudian berubah menjadi coklat kehitaman. Jika musim kemarau tiba. Imago betina mampu menghasilkan telur berwarna merah kecoklatan sebanyak 200-300 butir. Untuk itu. 3. imago akan mengeluarkan bau yang menyengat. Biaya yang ada Biaya yang di gunakan untuk kegiatan penyuluhan sendiri berasal dari 3 sumber antara lain : 1. Penanganan hama walang sangit secara mekanik ini cukup efektif mengingat lahan pertanian di Kecamatan Masaran sudah mulai tidak subur lagi akibat sistem pertanian intensif dan penggunaan pestisida kimia secara terus menerus. Bila merasa terganggu. Dengan demikian untuk setiiap lahan dapat diberi perangkap. Walang sangit yang mendekati bangkai akan terperangkap dan lengket pada papan berperekat.Walang sangit bertubuh ramping dengan antena memanjang. 4.

kebutuhan listrik ini juga sudah dapat mencukupi kebutuhan para masyarakat. misal program padi organik. Bulan basah : 6 buah Bulan lembab : 2 buah Bulan kering : 4 bulan keadaan lapangan (topografi). 3. dan setempat (yang terkait dengan penyuluhan) antara lain : 1. listrik. Aliran listrik yang ada pada daerah ini sudah masuk desa-desa. Perhubungan jalan. Pada situasi yang terpaksa bisa menggunakan sisitem pola tanam padi-padi-padi. 4. Irigasi teknis. Sedangkan tinggi tempat diatas permukaaan laut antara 90-100 meter dpl. 3. Namun dapat diharapkan bisa berseling antara padi. 1. 2. yang meliputi luas lahan 231. jenis tanaman. Wilayah kerja Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen mempunyai topografi datar sejumlah 90 % dan yang bertopografi agak bergelombang sejumlah 10 % dari luas wilayah semua. sehingga untuk memperbaiki stuktur mapun teksturnya perlu pemberian pupuk mutlak diperlukan. Wilayah kerja Kecamatan Masaran mempunyai luas wilayah 4404 Ha yang terdiri dari lahan sawah dan lahan kering.Iklim di kecamatan Masaran terdiri dari 3 bagian yaitu : 1. Jalan-jalan yang ada di daerah desa-desa juga sudah dibangun. Jenis tanah yang terdapat di Kecamatan Masaran adalah tanah grumosol. Meningkatkan penerapan 10 paket teknologi agar pelaksanaan program intensifikasi dapat berjalan dengan baik . Masyarakat di Kecamatan Masaran seluruhnya juga sudah berlanganan lisrik kepada PLN (Perusahaan Listrik Negara).7 Ha Sistem pertanaman menggunakan sasaran pola tanam pada sistem padi-padi-palawija. Kebijakan Pemerintah pusat. dan telepon Keadaan jalan yang ada di Kecamatan Masaran sudah cukup memadai. Sistem pengairan yang di Kecamatan Masaran terdiri dari : 1. kebijakan pemerintah dalam sektor Tanaman pangan adalah : 1. Padipadi-palawija atau sistem yang lain. 3. 2. 1. Jadi sarana perhubungan jalan yang di gunakan dapat mencukupi setiap kebutuhan perhubungan masyarakat. 2. Meningkatkan penyuluhan tentang usaha tani komoditas organik. Meningkatkan penyuluhan untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan petani. Komunikasi melalui telepon juga banyak dimiliki masyarakat. namun sebaiknya harus selalu terkoordinasi dengan Dinas Pengairan atau Kelompok P3A. daerah. 4. grumosol kelabu. alluvial. Ada beberapa usaha komunikaasi (telepon) atau wartel (Warung Tekomunikasi) di Kecamatan Masaran. dimana pada jenis tanah ini lapisan olah tanah (solum Tanah) yang tipis.6967 Ha Irigasi ½ teknis seluas 91 Ha Irigasi sederhana seluas 97 Ha Pengairan Tadah hujan seluas 519. sistem pengairan dan petanaman. sayuran dan buah organik dan sebagainya. palawija ataupun hortikultura.

Metode Penyuluhan Metode merupakancara penyuluhb mendekatkan dirinya dengan masyrakat sasaran (petani). METODE DAN TEKNIK PENYULUHAN 1. Metode yang digunakan adalah metode lisan dan metode cetak. Dimana komunikasi dilakukan melalui percakapan tatap muka yang memungkinkan penyuluh dapat berkomunikasi secara langsung atau memperoleh respon dari petani dalam waktu yang relatif singkat. Meningkatkan penyuluhan dan gerakan vaksinasi ND pada ternak ayam agar kesehatan ayam terjamin. Kebijakan pemerintah dalam sektor Peternakan 1. 1. Kebijakan Pemerintah dalam Sektor Perikanan 1. Kegiatan penyuluhan dalam Pengendalian dan Pemberantasan Hama Walang Sangit di Kecamatan Masaran. Dan metode penyuluhan menurut keadaan psikososial sasarannya menggunakan metode pendekatan kelompok. 1. 1. 1. Kabupaten Sragen. 2. Meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat. IV. Meningkatkan penyuluhan terhadap petani ikan. A. pentingnya makan ikan guna pemenuhan gizi keluarga (membudayakan masyarakat agar gemar makan ikan). Metode penyuluhan menurut hubungan penyuluh dan sasarannya menggunakan metode komunikasi langsung.4. menggunakan metode penyuluhan dengan pendekatan berdasarkan beberapa aspek antara lain. 3. Metode yang cocok berdasarkan hubungan penyuluh dengan sasarannya adalah metode dengan komunikasi langsung. Berdasarkan keadaan psiko sosialnya metode yang cocok untuk digunakan dalam penyuluhan ini adalah melalui pendekatan kelompok. Pendekatan kelompok sangat efektif dilakukan . Sedangkan untuk media cetak yang berupa leaflet yang dibagi-bagikan kepada petani ini dipilih. Media lisan sangat efektif digunakan untuk menyampaikan secara langsung melalui tatap muka materi kepada petani. Metode penyuluhan menurut media yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah menggunakan media lisan dan media cetak. agar petani lebih mudah memahami materi dan mempermudah penyuluh untuk menyampaikan materinya. Metode penyuluhan menurut hubungan penyuluh dan sasarannya menggunakan metode komunikasi langsung. Metode penyuluhan menurut keadaan psikososial sasarannya menggunakan pendekatan kelompok. Metode penyuluhan menurut media yang digunakan adalah media lisan dan media cetak. sehingga petani dapat memberikan tanggapannya terhadap materi tersebut secara langsung atau bertanya jika ada materi yang belum dipahami. Meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat peternak agar dapat bertambah pengetahuan dan ketrampilan dalam usaha tani ternak. 2. pentingnya pemberian makanan tambahan agar produksinya meningkat.

1. mereka pasti lebih cepat terdorong untuk mencoba dan menerapkannya.. menggunakan teknik penyuluhan sebagai berikut : 1. karena petani baru bisa percaya jika mereka melihat sendiri suatu inovasi yang dikenalkan atau materi yang ingin disampaikan oleh penyuluh tersebut. Kelemahan dari teknik ini adalah terkadang petani menjadi bosan karena materi yang disampaikan kurang baik dan tanpa alat peraga. . sasaran mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk menyampaikan informasi. 3. Teknik Penyuluhan Kegiatan penyuluhan Pengendalian dan Pemberantasan Hama Walang Sangit di Kecamatan Masaran. Dalam penyuluhan pendidikan orang dewasa teknik ini dianggap paling sesuai karena dalam teknik ini setiap orang dinilai memilki derajad yang sama. Sehingga sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan. sehingga sama pula haknya untuk menyampaikan pendapatnya masing-masing.. dan informasi yang disampaikan lebih mendalam. sikap dan terutama ketrampilan jika penyuluhan tersebut dilaksanakan di lapang seperti yang dilakukan dalam penyuluhan kali ini. Hal ini dapat menghemat tenaga dan waktu dan mempermudah petani untuk berinteraksi dengan petani lain sehingga mendorong untuk dilakukannya diskusi atau tanya jawab. dan atau menunjukkan cara kerja yang benar yang seharusnya dikerjakan. Bila petani yang menjadi sasaran penyuluhan sudah percaya. Kabupaten Sragen.Keunggulan dari teknik ini adalah sangat efektif digunakan bila sasaran dalam jumlah yang besar. Di dalam praktek penyuluhan. Untuk kegiatan penyuluhan “Pengendalian dan Pemberantasan Hama Walang Sangit di Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen” ini sangat efektif karena petani dapat bertukar informasi dan menggali pengetahuan serta pengalaman yang dimiliki oleh masing-masing peserta. Kehadiran penyuluh lebih banyak sebagai fasilitator atau nara sumber. Penyuluh sebagai sumber informasi. beda dengan teknik ceramah.. Teknik Demonstrasi Teknik yang cocok digunakan dalam penyuluhan ini salah satunya adalah demonstrasi. baik yang berupa pendapatnya sendiri maupun tanggapannya atas informasi yang disampaikan oleh penyuluh atau oleh anggota/sasaran penyuluhan lainnya. Disamping itu peran penyuluh relatif lebih kecil. dimana teknik ini dipandang sebagai teknik yang paling efektif. Teknik Diskusi Teknik penyuluhan lain yang sesuai dengan penyuluhan ini adalah teknik diskusi.yang melayani kebutuhan sasaran. teknik demonstrasi ini diterapkan dengan maksud : membuktikan keunggulan sesuatu inovasi yang dikenalkan.karena penyuluh dapat berkomunikasi dengan petani sasaran pada waktu yang sama. 2. Dengan pendekatan ini diharapkan materi dapat diterima petani dengan baik. Teknik Ceramah Teknik penyuluhan lain yang dapat mempermudah penyampaian materi adalah teknik ceramah. B. teknik ini banyak memegang peran untuk menyampaikan dan menjelaskan materi secara lengkap dan tepat dengan penjelasan yang lebih mendalam kepada sasaran dengan jumlah yang relatif besar. Pendekatan ini dapat dilakukan misalnya pada pertemuan di lapangan.

Alat tulis Alat tulis yang digunakan adalah spidol besar yang diperlukan untuk menulis atau menggambar di white board sehingga maeri yang akan disampaikan akan lebih mudah dterima oleh sasarannya. 1. Lembar persiapan penyuluhan Di dalam praktek. seperti hama walang sangit. Kabupaten Sragen” ini menggunakan alat Bantu yang berupa : 1. 1. Sarana ruangan . Selain itu dapat pula digunakan untuk mencatat pertanyaan-pertanyaan sehingga petani dan penyuluh tahu pertanyaan yang telah diajukan dan membantu mempermudah mencari solusi pemecahan masalahnya. Selain pokok-pokok bahasan. 1. juga dicantumkan metoda dan alokasi waktu yang diperlukan. yang bertujuan untuk mempublikasikan atau menyebarluaskan informasi serta memperjelas materi yang akan disampaikan dalam penyuluhan. Misalnya jika cara-cara. biaya yang digunakan dalam penyuluhan sudah tidak relevan lagi untuk masa yang akan datang. C. Untuk kegiatan penyuluhan ini digunakan lembar persiapan menyuluh (LPM) yang berisikan urutan kronologis tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan selama penyuluhan dilaksanakan. 1. Alat Bantu Penyuluhan Alat Bantu yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan “Pengendalian dan Pemberantasan Hama Walang sangit di Kecamatan Masaran. Sedangkan kelemahannya adalah penyuluh sulit untuk menyusun kalimat yang sesuai dengan bahasa komunikasi petani dan kontinuitasnya tidak dapat dijamin terutama faktor judul. Teknik Penyebaran Leaflet Teknik lainnya adalah penyebaran leaflet. biaya dan keterpaduan dengan teknik lainnya. LPM ini dipilih untuk memudahkan petani dalam menyampaikan materi penyuluhan sehingga penyuluh akan menyampaikan materinya secara berurutan sesuai dengan LPM yang dibuat. Selain itu teknik ini dapat melengkapi dan memperjelas materi penyuluhan yang diberikan melalui teknik penyuluhan yang lain misalnya ceramah dan diskusi yang mungkin belum dapat diterima sepenuhnya. Papan tulis (White board) Dalam kegiatan penyuluhan ini papan tulis dibutuhkan untuk mempresentasikan hasil pengamatan lapang misalnya mengenai masalah yang dijumpai dalam tanaman padi yang diamati. Keunggulan dari teknik ini adalah materi dapat diberikan secara lebih lengkap dan jelas serta lebih khusus pada materi. Dengan perpaduan dari berbagai tenik dalam kegiatan penyuluhan “Pengendalian dan Pemberantasan Hama Walang Sangit di Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen” ini diharapkan dapat mempermudah penyuluh dalam mendekatkan materi kepada sasarannya. penyuluh masih memerlukan Lembar persiapan penyuluhan yang berisi pokok-pokok kegiatan yang harus dikerjakan selama kegiatan penyuluhan berlangsung.4. materi.

menialai dan mencoba. 3. 1. Leaflet merupakan selembar kertas yang dilipat menjadi dua (4 halaman) dan lebih banyak berisikan tulisan daripada gambarnya. Barang asli yang bawa oleh penyuluh adalah malai padi yang terserang hama walang sangit. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan di lapangan dan di ruangan dengan maksud agar petani lebih mudah memahami materi jika mengamati dan mencari sendiri di lapang gejala serangan walang sangit tersebut. Alat Peraga Penyuluhan Dalam kegiatan penyuluhan Pengendalian dan Pemberantasan Hama Walang sangit di Kecamatan Masaran. yaitu benda atau barang asli yang dapat dibawa untuk dijelaskan kepada sasaran penyuluhannya. Kabupaten Sragen ini menggunakan alat peraga sebagai berikut : 1. Projector Projector yang digunakan adalah overhead projector yaitu projector yang digunakan untuk memproyeksikan tulisan dan gambar yang ditulis pada bahan tembus cahaya (plastic. Untuk itu sarana ruangannya menggunakan pengeras suara/microphone. 1. Salah satu alat peraga penyuluhan yaitu benda terutama dimaksudkan untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilan sasaran dalam tahapan minat. Kabupaten Sragen untuk diskusi dan tanya jawab dilakukan di ruangan. dan di ruangan dimaksudkan agar peserta merasa nyaman dan tercipta suasana yang kondusif. 1. 2. 1. penyuluh menggunakan barang cetakan sebagai alat peraganya. Benda yaitu malai padi yang terserang hama walang sangit. E. Evaluasi 1.. D. Evaluasi Penerapan Metode dan Teknik Penyuluhan . Barang Cetakan yaitu leaflet Di dalam praktek penyuluhan kali ini. Benda yang dipilih untuk kegiatan penyuluhan ini adalah sample atau contoh. Salah satu alat peraga yang digunakan penyuluh adalah leaflet yang dibagibagikan langsung kepada sasaran penyuluhan. Gambar diproyeksikan yaitu transparency sheet Dalam penyuluhan kali ini penyuluh menggunakan transparency sheet yang efektif digunakan dalam pendekatan kelompok. Leaflet ditujukan kepada sasaran untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilannya pada tahapan minat. Alat peraga tersebut berfungsi untuk memperjelas suara sehingga suara penyuluh dapat di dengar oleh seluruh sasaran ataupun suara petani peserta penyuluhan yang bertanya dapat di dengar oleh seluruh peserta penyuluhan. Transparansi biasa digunakan di dalam ruangan.Penyuluhan dalam Pengendalian dan Pemberantasan Hama Walang sangit di Kecamatan Masaran. transparency sheet). Overhead projector ini dipilih karena penyuluh menggunakan tranparansi dalam menyampaikan materinya. terutama untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilan sasaran. menilai dan mencoba. Transparansi yang digunakan merupakan lembaran mika (plastic) bertulisan yang diproyeksikan ke layar dengan menggunakan overhead projector.

Alternatif Metode dan Teknik Penyuluhan 1. PENUTUP 1. Evaluasi proses bertujuan untuk mengevaluasi seberapa jauh proses pengendalian dan pemberantasan hama walang sangit dilakukan oleh petani. evaluasi proses dan evaluasi hasil. “Apakah bapak-bapak nanti setelah penyuluhan mau menerapkan cara-cara pengendalian dan pemberantasan hama walang sangit?” dan “Adakah yang belum dimengerti tentang cara-cara pengendalian dan pemberantasan hama walang sangit ini?” 1. yaitu suatu tindakan pengambilan keputusan untuk menilai sesuatu objek. gejala dan cara mengatasinya?” Evaluasi proses merupakan tahapan evaluasi yang mengevaluasi petani dalam penerapan dan penyerapan pengetahuan atau materi yang disampaikan selama penyuluhan berlangsung. Evaluasi Materi Penyuluhan 2. Kabupaten Sragen ini menggunakan 3 tahap evaluasi yaitu pra evaluasi. Evaluasi ini juga dilakukan dengan media lisan atau teknik diskusi karena teknik tersebut efektif dan efisien digunakan. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari laporan praktikum Metode dan Teknik Penyuluhan Pengendalian dan Pemberantasan Hama Walang Sangit di Kecamatan Masaran. Dari beragam evaluasi yang ada penyuluhan Pengendalian dan Pemberantasan Hama Walang sangit di Kecamatan Masaran. V. Kabupaten Sragen ini ini adalah : 1. peristiwa atau kegiatan tertentu yang sedang diamati. 1) Metode penyuluhan menurut media yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah menggunakan media lisan dan media cetak. untuk menanggapi penjelasan mengenai Pengendalian dan Pemberantasan Hama Walang Sangit ini?” Sedangkan dengan menggunakan Evaluasi hasil diharapkan dapat mengetahui atau mengevaluasi seberapa jauh tujuan-tujuan yang direncanakan telah dapat dicapai. Adapun tujuan dari penyuluhan ini yaitu petani dapat mengetahui cara-cara yang digunakan dalam mengendalikan dan memberantas hama walang sangit. A.Evaluasi dalam kehidupan sehari-hari sering diartikan sebagai padanan istilah dari penilaian. 2. keadaan. Salah satu contoh pertanyaan yang dapat diajukan adalah “Bapak-bapak apakah sudah ada yang mengerti tentang hama walang sangit. Kabupaten Sragen dapat terlaksana dengan baik. Contoh pertanyaan untuk evaluasi proses adalah “Adakah pertanyaan. F. Metode penyuluhan yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah : Metode penyuluhan dan proses komunikasi. petani mau menerapkan cara pengendalian dan pemberantasan hama walang sangit dan petani dapat mengendalikan dan memberantas dengan tepat hama walang sangit oleh petani di Kecamatan Masaran. Pra evaluasi dilakukan dengan maksud agar penyuluh dapat mengetahui sejauh mana pengetahuan petani sebagai sasaran penyuluhan sebelum mengikuti penyuluhan. Pra evaluasi ini dilakukan dengan metode lisan atau Tanya jawab sebelum penyampaian materi. .

000 -Papan tulis (White board) -spidol Petani Petani Petani Waktu Tempat 08. ceramah. Papan tulis (White board) 4.45 -Balai desa menampailan pokok bahasan 08. Menawarkan 09. Alat tulis yaitu spidol besar 5.10 -Balai desa 08.00. Benda yang dipilih untuk kegiatan penyuluhan ini adalah sample atau contoh.Balai desa -leaflet 100. Teknik penyuluhan ang digunakan dalam penyuluhan ini menggunakan teknik penyuluhan teknik demonstrasi.0008. 3. B. 1. Alat Peraga penyuluhan yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah: 2.-Balai desa .-Balai desa 08. Sambutan penyuluh Perkenalan Kontrak belajar 08.45yang akan disuluh 2.microphone 0 .30. Penyuluh 08.microphone Sasaran Petani Petani 1. 3. Saran Lembar persiapan Urutan kegiatan Pembukaan 1. Gambar diproyeksikan yang digunakan adalah transparency sheet 1. Sarana ruangan yang menggunakan microphone 6. penyebaran leaflet dan diskusi. Lembar persiapan penyuluhan dimana penyuluh menggunakan lembar persiapan meyuluh (LPM).microphone 10.. Pembukaan ketua kelompok tani 1.Balai desa .30 08. 3) Metode penyuluhan menurut keadaan psikososial sasarannya menggunakan metode pendekatan kelompok dan pendekatan massal. Projector yang menggunakan overhead projector 1. Alat Bantu penyuluhan yang digunakan adalah 2.20 Perlengkapan Biaya (Rp) -microphone 0 . 1.2) Metode penyuluhan menurut hubungan penyuluh dan sasarannya menggunakan metode komunikasi langsung.00.. Barang Cetakan yaitu leaflet.00 jadwal pegiatan penyuluhan Membagikan leaflet 09.microphone 0 08.20. 4.000 Petani . Evaluasi Penerapan Metode dan Teknik Penyuluhan menggunakan evaluasi proses dan evaluasi hasil 2.

2005.20 09.Balai desa -snack 150. Penerbit Pusat penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan Republik Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Pertanian UNS. Jakarta. Penyuluhan Pembangunan Kehutanan.Balai desa -microphone 0 kegiatan penyuluhan 11. .000 Petani Petani Petani Petani Petani Petani AW..15 Menarik kesimpulan dari 11.Balai desa -Papan tulis 0 jawab) berkaitan dengan (White board) materi yang telah diberikan 10.45penyuluh 2. Penebar Swadaya. Surakarta.20.Pengamatan lapang Penyampaian materi pengendalian dan pemberantasan hama beluk 10. Penyuluhan Pertanian.Balai desa -microphone 10. Departemen Kehutanan.00 09.000 Petani Petani -transparancy OHP Membuka diskusi (Tanya 10. Acara ditutup oleh 12. Jakarta.45. Kartasapoetra. Teknologi Penyuluhan Pertanian.30 -spidol Istirahat (makan snack) 10..00. Yogyakarta.30.45 1. Hama Penyakit Tanaman. 2000. A. Van Den Ban dan H. Kanisius.05 09.30 Penutup 11. ______ . Bumi Aksara. Pracaya.Balai desa -microphone 0 terima kasih dari 11. Ucapan maaf dan . 1994. Hama & Penyakit Tanaman. 1999. Budidaya Tanaman Padi..Balai desa -Microphone 0 11.G.. Jakarta. Yogyakarta.00 ketua kelompok tani Total waktu dan biaya DAFTAR PUSTAKA AAK.000 10.. 4 jam 280.Balai desa -microphone 0 (Tanya jawab) 11.S Hawkin.microphone 0 demplot 09. 1999. Kanisius.05.15.45 Melanjutkan diskusi 10. 1996.30.. Penebar Swadaya.-sawah .

1997. Jurnal Ilmiah Sosial Ekonomi Pertanian. I. Kandar. 1992. Metode dan Teknik Penyuluhan Pertanian. Totok dan Sri Sutarni. Hapsara. Yasaguna. Pengantar penyuluhan pertanian. Budi dan Idham Sakti H. CV. 1982. PT. Press. Totok. . Aceh. Husein. Totok dan Arip. Sawit. Totok. Penebar Swadaya. 2003. Mardikanto. 5. Jakarta. Faperta Unila. Pokok–pokok Penyuluhan Pertanian. Jakarta. 1989. M. Penyuluhan : Petunjuk Bagi Penyuluh Pertanian. Erlangga. Vol 3 No. Surakarta. Suhardiyono. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Lampung.Mardikanto. Redefinisi dan Revitalisasi Penyuluhan Pertanian. 1993. Jakarta. Malang. Mardikanto. Faktor Pembatas Dalam Pengembangan Sistem Usahatani Berbasis Padi di Propinsi D. Surakarta. 1973. UNS Mardikanto. Penerbit Tjahjono. Surakarta. Penerbit Bayumedia Publishing dan UMM Press. UNS Press. 2005. Wiriaatmajda. Pengendalian Hama Penyakit Padi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful