P. 1
Modul Fraud and Forensic Auditing

Modul Fraud and Forensic Auditing

|Views: 830|Likes:
Published by Wild Robert

More info:

Published by: Wild Robert on Apr 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2013

pdf

text

original

FRAUD AND FORENSIC AUDITING

Moh. Mahsun, SE, M.Si, Ak.

Pengertian FRAUD
 Tindakan kriminal (crime) yang dilakukan dengan

sengaja oleh seseorang atau beberapa orang berupa kecurangan / ketidakberesan (irregularities) atau penipuan yang melanggar hukum (illegal act) untuk mendapatkan keuntungan atau mengakibatkan kerugian organisasi /perusahaan.

Fraud Vs Error
 Fraud (Kecurangan)  Error (Kekeliruan)

adalah kesalahan yang disengaja

adalah kesalahan yang tidak disengaja.

Indikasi Fraud              Modal kerja yang tidak cukup Perputaran yang cepat dalam posisi keuangan Biaya perjalanan yang berlebihan Pemindahan dana antar divisi atau afiliasi Perubahan auditor luar Biaya konsultan yang berlebihan Ratio finasial menurun Benturan kepentingan Penurunan kinerja Kesulitan penagihan Laporan terlambat Tidak pernah ada rotasi pegawai Deskripsi pembagian tugas dan tanggung jawab yg tidak jelas. .

.Praktek Fraud  Tidak mencatat pendapatan  Menyembunyikan penagihan piutang  Pencurian material  Pemalsuan dokumen pengeluaran  Penyalahgunaan dana kas kecil  Mark up harga pengadaan  Pembebanan berlebih pada biaya perjalanan  Memakai bukti pengeluaran pribada untuk pertanggunjawaban perjalanan dinas  Membayar tagihan palsu  Dsb.

Penyebab Fraud OPPORTUNITY .

PRESSURE
Tekanan yang mendorong seseorang untuk melakukan fraud, antara lain tekanan ekonomi, alasan emosional (iri /cemburu, balas dendam, kekuasaan, gengsi).

OPPORTUNITY
Adanya kesempatan / peluang, yaitu kondisi atau situasi yang memungkinkan seseorang melakukan atau menutupi tindakan tidak jujur.

RATIONALIZATION
Kemampuan melakukan justifikasi atas tindakan curang seolah-olah benar dan tidak melanggar aturan.

.Modus Timbulnya Fraud  Pemalsuan (falsification) data  Penggelapan kas (embezzlement cash). pencurian persediaan/aset (theft of inventory/asset) dan kesalahan (false) atau misleading catatan dan dokumen.  Kecurangan Komputer (Computer fraud) merupakan tindakan ilegal dengan memanfaatkan teknologi komputer.

dsb . Berfoya foya  Kerakusan  Ketidakpuasan kerja  Tantangan menaklukkan sistem  Biaya hidup mahal  Hubungan yang dekat dengan pelanggan  Kerja lembur yang berlebihan  Cuti yang berlebihan  Perasaan dibayar tidak sebanding dengan tanggung jawabnya.Profile Pegawai yang Melakukan Fraud  Hutang pribadi yg besar  Tekanan keluarga  Kebiasaan berjudi.

catatan dan laporan. .  Sering terjadi dengan obyek petty cash.Cash Fraud  Penggelapan kas dengan cara memanipulasi. dokumen.

Pengeluaran-pengeluaran kas kecil hanya dapat dilakukan setelah perintah pengeluaran kas telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.Sistem Pengendalian Petty Cash     Dana yang ditentukan dalam kas kecil harus ditetapkan melelui keputusan manajemen dan tidak boleh melebihi ketentuan tersebut. Karena transaksi pengisian kas kecil adalah mengeluarkan kas untuk membayar transaksi yang telah dibayar melalui dana kas kecil. (tidak boleh dari penerimaan harian). maka transaksi kas kecil cukup dibukukan satu kali saja pada saat pengisian kembali kas kecil. . Sedangkan keterangan lebih rinci mengenai penggunaan kas kecil dicatat pada buku kas kecil yang dicatat secara terpisah dengan buku besar. Pengisian kembali kas kecil dilakukan secara berkala (misalnya 1 x seminggu). Hal ini perlu dilakukan agar semua penerimaan kas harian selalu sama dengan jumlah yang disetorkan ke bank. untuk mengganti sejumlah kas yang telah digunakan melalui penarikan tunai dari bank. yang telah disediakan sebelumnya.

dst (gali lubang tutup lobang). dana yang diterima dari Customer B digunakan untuk menutupi saldo A/R milik Customer A.Jenis cash fraud yang sering terjadi  Lapping merupakan cash fraud dengan cara memanipulasi catatan dan laporan mengambil penerimaan kas untuk pribadi dan menutupinya dengan penerimaan kas periode berikutnya secara terus menerus.  Misal kasir mencuri uang kas yang diterima dari Customer A untuk membayar piutangnya (Account Receivable). .

Faktor penyebab dan kelemahan sistem yang ada  Internal Control Lemah.  Fungsi Pencatatan (Accounting) menjadi satu dengan Fungsi Penyimpanan (Finance).  Kolusi .

Manual Cash Fraud Prevention  Diadakan pemisahan fungsi pengurusan kas dengan       pencatatan kas dan orang yang menyetujui pengeluaran kas. Dibuat laporan harian kas. yaitu laporan penerimaan dan pengeluaran kas. Diadakan perhitungan mendadak atas dana kas kecil. Menyusun rekonsiliasi bank. kecuali pengeluaran dalam jumlah kecil yang tidak ekonomis jika menggunakan cek. Penerimaan setiap hari harus segera dikirim ke bank. Oleh karena itu perlu. untuk menyakinkan bahwa dana tersebut diperhitungkan secara memuaskan. Setiap pengeluaran uang menggunakan cek. disimpan di dalam lemari besi. peti penyimpanan atau laci kas. Perlindungan fisik kas. yaitu rekonsiliasi antara catatan kas menurut perusahaan dan catatan bank atas kas perusahaan. . menggunakan dana kas kecil. dibentuk dana kas kecil.

maka ybs mendepositkan check dari Bank C ke Bank A sebelum check ke Bank B dikliringkan.Check Fraud  Check Kitting adalah seseorang menutupi pencuriannya dengan menciptakan kas melalui transfer uang antar bank (interbank transfer).  Demikian polanya berjalan terus dengan check dan deposit sebanyak diperlukan untuk menjaga agar check-nya tidak sampai ditola . dananya tidak cukup. Karena di Bank A.  Seseorang menciptakan kas dengan mendepositokan check dari bank A ke Bank B dan menarik uangnya.

supplies. tools.Other Asset Fraud  Kecurangan berupa pencurian (theft) aset perusahaan (inventory. konversi (conversion) aset yang dicuri ke dalam cash dan pengelabuan/penutupan (concealment) tindakan kriminal agar tidak dapat terdeteksi. equipment atau data). .

Pemicu adanya fraud  Terdapat kelemahan dalam pengendalian intern (internal control).  Terdapat hubungan kekeluargaan (family relationship) antara manajemen (Director) dengan karyawan perusahaan.  Perusahaan tidak memiliki komite audit. .

Penilaian risiko-risiko yang telah diidentifikasikan. Mengidentifikasi risiko-risiko. .Consideration of Fraud in a Financial Statement Audit (SAS No. Mengevaluasi bukti dan informasi audit. Mendokumentasikan hal-hal yang berkaitan dengan fraud. Diskusi di antara tim audit yang ditugaskan. Mengkomunikasikan fraud yang mungkin terjadi.  Kecurigaan secara profesional (professional         scepticism). Tanggapan terhadap penilaian risiko.99)  Deskripsi dan karakteristik-karakteristik dari fraud. Mendapatkan informasi dan bukti audit.

.Identity Theft  Theft merupakan tindakan pencurian aset-aset milik perusahaan sedemikian rupa sehingga hak pakai dan hak milik aset tersebut berpindah ke seseorang.  Identifikasi terjadinya theft dapat dilakukan dengan mengupdate daftar inventaris / aset perusahaan dan pemeriksaan rutin/insidental.

Mencegah Employee Theft  Education  Surprise Audits  Hotlines  Assessment of Internal Controls  Background Checks  Open Door Policy  Perception of Fairness  Employee Empowerment  Continuous Improvement  Employee Involvement .

mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi. . serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan.Internal Control  Rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga aset. memberikan informasi yang akurat dan andal.

Klasifikasi pengendalian internal 1 Pengendalian untuk Pencegahan. proses. dan output . Pengendalian untuk Pemeriksaan. dan Pengendalian Korektif 2 Pengendalian umum dan Pengendalian aplikasi 3 Pengendalian Administrasi dan Pengendalian Akuntansi 4 Pengendalian Input.

Otorisasi Transaksi dan Kegiatan yang Memadai  Authorization is the empowerment management gives employees to perform activities and make decisions.  Specific authorization is the granting of authorization by management for certain activities or transactions.  Digital signature or fingerprint is a means of signing a document with a piece of data that cannot be forged. .

Pemisahan Tugas  Pengendalian internal yang baik mensyaratkan bahwa tidak ada pegawai yang diberi tanggung jawab terlalu banyak.  Seorang pegawai seharusnya tidak berada dalam posisi untuk melakukan penipuan dan menyembunyikan penipuan atau kesalaha yang tidak disengaja. .

Pemisahan Tugas Fungsi-Fungsi Penyimpanan Menangani kas. Menerima cek yang masuk dari Pelanggan. Memelihara tempat penyimpanan persediaan. Menerima cek lewat surat Fungsi Otorisasi Menyetujui transaksi dan keputusan Fungsi-Fungsi Pencatatan Mempersiapkan dokumen sumber Memelihara catatan jurnal Mempersiapkan rekonsiliasi Mempersiapkan laporan kinerja .

.  Pemisahan tugas mencegah pegawai memalsukan catatan untuk menutupi transaksi yang tidak diotorisasi secara layak.  Pemisahan tugas mencegah pegawai dari memalsukan catatan.Pemisahan Tugas  Apabila dua dari ketiga fungsi tersebut merupakan tanggung jawab satu orang maka akan muncul masalah.

Desain dan Penggunaan Dokumen serta Catatan yang Memadai  Desain dan penggunaan catatan yang memadai membantu untuk memastikan pencatatan yang akurat dan lengkap atas seluruh data transaksi yang berkaitan.  Dokumen-dokumen yang mengawali sebuah transaksi harus memiliki ruang untuk otorisasi. .

termasuk informasi.Prosedur Pengendalian  Mensupervisi dan memisahkan tugas secara efektif  Memelihara catatan aset. secara akurat  Membatasi akses secara fisik ke aset  Melindungi catatan dan dokumen  Rekonsiliasi dua rangkaian catatan yang dipelihara secara terpisah  Perbandingan jumlah aktual dengan yang dicatat  Pembukuan berpasangan .

Apakah yang dapat digunakan untuk mengamankan aset?  Mesin kas  Lemari besi. file komputer. dan informasi . kotak uang  Kotak pengaman simpanan  Area penyimpanan tahan api  Mengendalikan lingkungan  Pembatasan akses ke ruang komputer.

.Computer Fraud  Cara yang paling sederhana dan umum untuk melaksanakan     fraud adalah mengubah computer input. membuat copy ilegal atau menggunakannya tanpa otorisasi. Computer fraud dapat dilaksanakan dengan mencuri atau menggunakan secara tidak benar systemoutput. termasuk pencurian waktu dan jasa komputer serta penggunaan komputer untuk keperhian di luar job deskripsi pegawai. Computer fraud dapat dilakukan dengan mengubah atau merusak data files perusahaan atau membuat copy. Cara ini meliputi mengubah software. Computer fraud dapat dicapai dengan mengganggu software yang mengolah data perusahaan atau Computer istruction . Computer fraud dapat dilakukan melalui penggunaan sistem (dalam hal ini Processor) oleh yang tidak berhak. menggunakan atau melakukan pencarian terhadap data tanpa otorisasi.

Vendor Fraud  Terjadi karena KOLUSI antara fungsi manajemen (pengadaan) dengan vendor. marketing fee. entertaintment. counterpart fee.  Siasat: mark up harga. rekayasa dokumen lelang. dsb .

gratitutes dan bribery  Kicback: imbal balik atas penetapan sebagai vendor (pemenang tender).Memahami kickback.  Gratitutes :hadiah atau janji sebagai imbalan bagi penyalahgunaan kekuasaan atau kedudukan  Bribery: suap untuk dapat jadi vendor (pemenang tender). .

suapan. Dengan sengaja mencari keuntungan pribadi atau keuntungan pihak lain. Memalsukan pembukuan atau catatan khusus untuk pemeriksaan administrasi.UNSUR TINDAK PIDANA KORUPSI        Setiap Orang Secara Melawan Hukum Melakukan Perbuatan. Menerima pemberian. Dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Menerima pemberian. Penggelapan uang. suapan. hadiah atau janji sebagai imbalan bagi penyalahgunaan kekuasaan atau kedudukan. hadiah atau janji sebagai imbalan bagi kesediaan untuk tidak melakukan suatu kewajiban. dengan melakukan pelanggaran undang-undang dengan cara memaksa pihak lain untuk memberikan atau membayarkan sesuatu . Memperkaya diri atau orang lain atau suatu korporasi.

entertainment. and favors  Kickbacks and secret commissions .Prevention of kickback. gratitutes bribery  Relationships with clients and suppliers  Gifts. entertainment. and favors  Kickbacks and secret commissions  Relationships with clients and suppliers  Gifts.

Salah satu alat bantu dalam audit forensik adalah ilmu tentang akuntansi forensik (forensic accounting).Audit Forensik (Forensic Auditing)  untuk membuktikan adanya praktek kecurangan (fraud) yang     terjadi di suatu unit organisasi. . baik perusahaan. pemerintahan ataupun lembaga non profit. artinya memiliki kekuatan hukum apabila diperlukan untuk sidang di pengadilan. akan berakibat merugikan organisasi secara keuangan dan dapat merusak sistem dan budaya kerja yang baik. sehingga dalam sidang Pengadilan mengandung beberapa kelemahan dan sulit dipakai untuk menyeret para pelaku tindak kecurangan (fraud) maupun korupsi. Apabila kecurangan terjadi pada suatu unit organisasi. Bukti-bukti audit yang diperoleh dalam audit forensik harus dapat memenuhi aspek legal. Kelemahan inilah yang dapat digunakan oleh mereka (baca para koruptor) dengan berbagai upaya. Selama ini data / bukti yang diperoleh auditor sebagian belum memenuhi aspek legal. berusaha agar lolos dari jeratan kasus korupsi alias bebas dari segala macam tuduhan.

Melaksanakan penugasan khusus yang berhubungan dengan kecurangan bila diminta . Berjaga jaga terhadap kemungkinan kecurangan dalam penelaahan aktivitas operasional dan penilaian konstruktif atas kemempuan manajerial 3. membantu menilai sejauh mana pencegahan dan penemuan kecurangan dipertimbangkan dengan wajar 2. Dalam penelaahan sistem. Membantu pihak lain yang diberi tanggung jawab penyelidikan kecurangan aktual 4.Peran Auditor Intern 1.

 Ada tiga aksioma dalampemeriksaan fraud: * Fraud selalu tersembunyi * Pembuktian fraud secara timbal balik * Hanya pengadilan yang menetapkan bahwa fraud memang terjadi. .Aksioma dalam Fraud Audit (Investigasi)  Aksioma adalah asumsi dasar yang begitu gamblangnya sehingga tidak memerlukan pembuktian mengenai kebenarannya.

 Bandingkan antara perampokan bank yang terjadi dan disaksikan oleh pelanggan bank dengan kepala cabang suatu bank besar memfasilitasi “pelanggannya” dengan membuka L/C fiktif atau memberikan kredit bodong yang segera menjadi NPL (non-performing loan). .Fraud Selalu Tersembunyi  Fraud selalu tersembunyi atau mengandung tipuan (yang terlihat dipermukaan bukanlah yang sebenarnya terjadi atau berlangsung).  Skenario kedua terjadi di permukaan seolah-olah transaksi normal antara bankir dengan nasabah “terhormat”. sedangkan yang pertama terlihat kasar dan kasat mata.

 Sebaliknya untuk membuktikan fraud tidak terjadi harus diupayakan untuk membuktikan fraud itu terjadi. .  Pembuktian ada atau telah terjadinya fraud meliputi upaya untuk membuktikan fraud itu tidak terjadi.Pembuktian Fraud Secara Timbal Balik  Harus ada upaya pembuktian timbal balik atau reverse proof.

pemeriksa membuat dugaan membuat dugaan mengenai apakah seseorang bersalah (guilty) atau tidak (innocent).  Dalam upaya menyelidiki adanya fraud.Hanya Pengadilan yang Menetapkan Bahwa Fraud Memang Terjadi  Pemeriksa fraud berupaya membuktikan fraud terjadi.  Hanya pengadilan yang mempunyai wewenang untuk menetapkan bahwa fraud telah terjadi. .

Peran Auditor Esternal Tanggung jawaban auditor ekstern:  Audit umum (general audit) yang dilakukan untuk memberikan opini / pendapat atas laporan keuangan. untuk merencanakan pengujian dan mencari kesalahan / ketidakberesan yang berpengaruh secara material atas laporan keuangan dan melakukan kemahiran secara profesional secara cermat dan seksama. tidak didesain untuk mengungkapkan ketidakberesan.” .  Tanggung jawab auditor ekstern untuk kegagalan mendeteksi kecurangan timbul hanya apabila tidak mentaati standar auditing yang berlaku umum  Berdasarkan statement on auditing standards (SAS) no 16 yang menyatakan: “Auditor independen mempunyai tanggung jawab dengan keterbatasan yang melekat pada proses auditing.

tersembunyi.  Untuk mendapatkan bukti bahwa kecurangan telah terjadi. orang harus juga berupaya membuktikan kecurangan tidak terjadi.  Penetapan final apakah kecurangan terjadi merupakan tanggung jawab pengadilan (hakim). Tidak ada keyakinan absolut yang dapat diberikan bahwa kecurangan benar-benar terjadi atau tidak terjadi.  Untuk mendapatkan bukti bahwa kecurangan tidak terjadi.Esensi Fraud Audit  Kecurangan. bukan pemeriksanya. orang harus juga berupaya membuktikan kecurangan telah terjadi. pada hakekatnya. .

 Informasi merupakan nafas dan darahnya investigasi. maka akhirnya akan mendapatkan jawaban yang benar.Prinsip Fraud Audit  Bukti fisik merupakan bukti nyata.  Informasi yang diperoleh dari hasil wawancara dengan saksi akan sangat dipengaruhi oleh kelemahan manusia. . Bukti tersebut sampai kapanpun akan selalu mengungkapkan hal yang sama.  Jika auditor mengajukan pertanyaan yang cukup kepada sejumlah orang yang cukup.

TAHAP-TAHAP FRAUD AUDIT Phase I Phase II Phase III Phase IV : Problem Recognition & Review Planning : Evidence Collections : Evidence Evaluation : Report Findings .

Problem Recognition .

 Penyimpangan harus dianalisis apakah kegiatan tersebut mengakibatkan dampak adanya kerugian keuangan perusahan .Problem Recognition (5W + 1H) What Who Where When Why + How +  Informasi penyimpangan “(5W+1H)” yang telah dilakukan. berguna dalam hipotesa awal untuk menentukan unsur melawan hukum dan atau penyimpangan yang dilakukan.

DAN ATAU AKAN TERJADI .Hipotesis SUATU KONDISI YANG SECARA MENYELURUH MENGARAHKAN ATAU MENUNJUKKAN ADANYA KEYAKINAN YANG BERALASAN KUAT DAN DIDASARI PROFESIONALISME DAN SIKAP KEHATI-HATIAN AUDITOR BAHWA FRAUD TELAH TERJADI. SEDANG TERJADI.

Review Planning Review Planning Review Planning Review Planning Sasaran Sumber informasi Ruang lingkup dampak Referensi yang digunakan Peran setiap individu Ruang lingkup Tujuan Kedalaman analisis Komunikasi tentang biaya Kesepakatan Struktur Tim Kerahasiaan Kecukupan Data Karakteristik yang Unik. Variabel struktural Kesulitan yang umum .

.Review Planning: SMEAC Model Situation Mission  Gambaran keadaan yang terjadi  Harapan yang ingin dicapai  Bagaimana misi dapat dicapai  Tenaga Execution Adm & Log Communication ahli dan peralatan khusus yang diperlukan  Sistem komunikasi yang dibangun.

Collection  Meyakini bahwa bukti-bukti yang diperoleh selama fase identifikasi masalah dapat diandalkan atau tidak (misleading). . penyembunyian (concealment). dan perubahan (conversion).  Mengidentifikasi ketiga elemen kecurangan: tindakan (act).

(bersifat membuktikan) .Bukti Audit  Evidence  Bukti terdokumentasi  Evidential Matter  Bukti kewajaran tertulis dan nyata.

 Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana pada seseorang kecuali apabila sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang .Syarat Bukti Relevan  Berkaitan dengan kualitas Cukup  Berkaitan dengan jumlah bukti.  Bukti dianggap cukup relevan jika bukti tersebut merupakan salah satu bagian dari rangkaian bukti-bukti (chain of evidence) yang menggambarkan suatu proses kejadian atau jika bukti tersebut secara tidak langsung menunjukkan kenyataan dilakukan atau tidak dilakukannya suatu perbuatan. bukti  Bukti yang cukup adalah yang bisa merepresentasikan populasi.

Analisis 3. Interview . Observasi Fisik 2.Teknik Pengumpulan Bukti 1.

 Menguji dokumen transaksi tidak wajar. orang yg janggal). terlalu banyak.  Mengikuti arus dana keluar dan ke dalam akun perusahaan.  Mengkonfirmasi nilai aset dan hutang melalui sumber di luar yang independen.Prosedur Audit Kecurangan  Mengevaluasi pengendalian intern  Mengidentifikasi transaksi yang tidak wajar (terlalu tinggi. tempat yg janggal. terlalu sering. terlalu rendah. . terlalu jarang. terlalu sedikit. waktu yg janggal.

4. 3. 2.Tipe Bukti 1. Bukti Utama (Primary Evidence) Bukti Tambahan (Secondary Evidence) Bukti langsung (direct evidence) Bukti Tidak Langsung (Circumstantial Evidence) Bukti Gabungan (Comparative Evidence) Bukti Statistik (Statistical Evidence) . 5. 6.

 Perlunya menggunakan Value Judgement auditor dalam menentukan kecukupan bukti .Evaluation  Untuk meyakinkan bahwa simpulan yang diambil telah didukung dengan buktibukti yang cukup.  Suatu tahapan dimana ditentukan apakah kegiatan reviu dianggap cukup atau perlu diperluas.

Teknik Evaluasi  Menilai kesesuaian hipotesa yang disusun terhadap fakta kenyataan yang ada Perlu atau tidaknya pengembangan suatu bukti  .

 Observation.  Inquires of the clients.  Confirmation.Audit’s Working Paper  Physical Examination.  Mechanical Accuracy.  Analytical Procedures .  Documentation.

.Reporting  Laporan hasil fraud audit harus mempertimbangkan penggunaan bukti-bukti audit sebagai alat bukti hukum.

 Objektifitas informasi yang disajikan.  Tingkat keyakinan penyajian.  Penyajian yang ringkas.Prinsip Pelaporan  Pengungkapan atas arti penting.  Kegunaan informasi dan ketetapan waktu pelaporan. sederhana namun jelas dan lengkap .

Perekayasaan Laporan Laba Rugi (Creative with the Income Statement).Praktek Creative Accounting  Pengakuan pendapatan fiktif (recognizing premature     or Ficticious revenue). Timbul masalah atas pelaporan Arus Kas (Problems with Cash-flow Reporting) . Kapitalisasi yang agresif dan Kebijkakan amortisasi yang terlalu lebar (Aggressive Capitalization & Extended Amortization policies). Pelaporan keliru atas Aktiva & Utang (Misreported Assets and Liabilities).

Dampak Creative Accounting Creative Accountin g Fraudulent Financial Reporting .

peristiwa.  Adanya kolusi antara manajemen perusahaan dengan akuntan publik. pemalsuan. atau informasi signifikan. atau perubahan catatan akuntansi atau dokumen pendukungnya yang menjadi sumber data bagi penyajian laporan keuangan. transaksi. . klasifikasi. cara penyajian atau pengungkapan.  Salah penerapan secara sengaja prinsip akuntansi yang berkaitan dengan jumlah.Fraudulent Financial Reporting  Manipulasi.  Representasi yang dalam atau penghilangan dari laporan keuangan.

.faktor yang mengarah ke fraudulent financial reporting.  Mengidentifikasi dan memahami faktor.  Menilai resiko fraudulent financial reporting di dalam perusahaan.Prevention of Creative Accounting  Membentuk lingkungan organisasi yang memberikan kontribusi ternadap integritas proses pelaporan keuangan (financial reporting).  Mendisain dan mengimplementasikan internal control yang memadai untuk financial reporting.

PENUTUP Fraud merupakan problem yang serius. . pembentukan komite audit serta peningkatan integritas moral karyawan dan manajemen perusahaan. maka perusahaan harus mengambil langkah-langkah komprehensif untuk mencegah timbulnya fraudulent financial reporting antara lain melalui peningkatan internal control.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->