P. 1
ANALISIS VOLUMETRI

ANALISIS VOLUMETRI

|Views: 507|Likes:

More info:

Published by: Lintang Herlinaningtyas on Apr 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2013

pdf

text

original

ANALISIS VOLUMETRI

Duwi Cahyadi

Kuliah Analisis Farmasi Semester genap tahun ajaran 2011/2012

Pendahuluan
• Analisis volumetri titrimetri
▫ didasarkan pada pengukuran volume sejumlah larutan pereaksi yang diperlukan untuk bereaksi dengan senyawa yang hendak ditentukan ▫ Larutan pereaksi yang digunakan dalam penentuan volumetri ini disebut dengan larutan baku

Cont…
• Untuk memenuhi persyaratan penentuan secara volumetri, ada empat persyaratan yang harus dipenuhi :
▫ Reaksi antara larutan baku dan zat yang hendak ditentukan harus berjalan secara kuantitatif dan stokiometrik ▫ Reaksi harus berjalan cepat ▫ Konsentrasi senyawa dalam larutan baku harus betulbetul diketahui ▫ Titik akhir penentuan volumetri harus dapat ditentukan dengan indikator visual atau secara elektrometrik

bereaksi dengan t molekul pereaksi T. umumnya menggunakan buret dalam bentuk larutan yang konsentrasinya diketahui . ▫ Pereaksi T disebut titran.Analisis Volumetri • Analisis dengan metode ini didasarkan pada reaksi kimia : aA + tT produk ▫ dimana a molekul analit A. ditambahkan secara kontinu.

▫ Selanjutnya akan dicapai yang disebut dengan titik ekivalen titrasi.Cont… • Larutan pereaksi T Larutan ini disebut larutan standar/baku. dan konsentrasinya ditentukan melalui proses yang disebut dengan standardisasi Larutan baku primer Larutan baku sekunder • Penambahan titran terus dilakukan sampai jumlah T secara kimia sama dengan A. maka dapat digunakan bahan kimia yang disebut dengan indikator . Untuk mengetahui kapan titrasi dapat dihentikan.

Cont… • Indikator ini akan bereaksi terhadap kehadiran titran yang berlebih. misalnya dengan terjadinya perubahan warna. Sangat diharapkan titik akhir berada sedekat mungkin dengan titik ekivalen. tetapi bisa juga tidak • Titik dimana terjadi perubahan warna indikator disebut titik akhir titrasi. Perubahan ini dapat terjadi persis pada titik ekivalen. sehingga pemilihan indikator merupakan suatu aspek yang penting dalam analisis titrimetrik .

Penggolongan Analisis Volumetri ▫ Berdasarkan Reaksi Kimia ▫ Berdasarkan Cara Titrasi ▫ Berdasarkan Jumlah Sampel .

Berdasarkan Reaksi Kimia • • • • Reaksi asam-basa (asidi-alkalimetri/netralisasi) Reaksi pengendapan (presipitasi) Reaksi pembentukan kompleks Reaksi reduksi-oksidasi (redoks) .

A. seperti natrium hidroksida dan asam klorida. .+ H2O dan BOH + H3O+ B+ + 2H2O • Titran pada umumnya adalah larutan standar dari elektrolit kuat. reaksi yang terjadi adalah : HA + OH.Reaksi asam-basa (asidi-alkalimetri/netralisasi) • Sebagian besar asam dan basa dapat ditentukan dengan titrimetrik. Jika HA mewakili asam yang akan ditentukan dan BOH mewakili basa.

AgX(s) • dimana X.berupa ion klorida. Reaksinya adalah : Ag+ + X. bromida.Reaksi pengendapan (presipitasi) • Pengendapan kation perak dengan anion halogen dipergunakan secara luas dalam prosedur titrimetrik. iodida atau tiosianat (SCN-) .

membentuk kompleks stabil dengan sejumlah ion logam dan digunakan secara luas untuk penentuan titrimetrik dari logamlogam ini . seperti asam etilenadiaminatetraasetat (EDTA).Reaksi pembentukan kompleks • Contoh reaksi dimana terjadi suatu kompleks stabil antara ion perak dengan sianida adalah : Ag+ + 2 CNAg(CN)2- • Reaksi ini merupakan dasar dari metode Liebig untuk penetapan sianida. • Pereaksi organik tertentu.

• Contoh reaksi ini adalah besi dengan tingkat oksidasi +2 dapat dititrasi dengan larutan standar kalium permanganat.Reaksi reduksi-oksidasi (redoks) • Reaksi kimia yang melibatkan oksidasi-reduksi digunakan secara luas dalam analisa titrimetrik. • reaksinya dalam suasana asam adalah : 5 Fe2+ + MnO4. KmnO4.+ 8 H+ 5 Fe3+ + Mn2+ + 4 H2O .

Berdasarkan Cara Titrasi • Titrasi langsung • Titrasi titrasi tidak langsung/titrasi kembali/titrasi balik .

001 mL • Titrasi mikro Jumlah sampel : 1– 10 mg Volume titran : 0.1 – 1 mL Ketelitian buret : 0.02 mL • Titrasi semi mikro Jumlah sampel : 10 – 100 mg Volume titran : 1 – 10 mL Ketelitian buret : 0.Berdasarkan Jumlah Sampel • Titrasi makro Jumlah sampel : 100 – 1000 mg Volume titran : 10 – 100 mL Ketelitian buret : 0.001 mL .

yaitu jumlah relatif dari larutan dan pelarut .Sistem Konsentrasi • Sistem konsentrasi akan menjelaskan metode yang digunakan untuk menyatakan konsentrasi dari suatu larutan.

Untuk larutan yang amat cair.Cont… • Sistem molaritas dan normalitas paling sering digunakan karena didasarkan pada volume larutan dan besaran yang diukur dalam titrasi • Formalitas atau konsentrasi analit digunakan dalam keadaan dimana terjadi peruraian atau pembentukan kompleks • Sistem persentase berat digunakan secara umum untuk menyatakan konsentrasi yang diperkirakan dalam reagen laboratorium. digunakan bagian per sejuta atau bagian per milyar .

• Molaritas = jumlah mol per liter larutan n M= v Molalitas ??? .Molaritas • Sistem ini didasarkan pada volume larutan yang secara kuantitas diukur.

normalitas • Merupakan banyaknya ekivalen (ek) zat terlarut (solute) dalam tiap liter larutan g N= BE × V g×n N= BM × V ▫ ▫ ▫ ▫ BE = BM n g = banyaknya zat terlarut dalam gram n = valensi BM = berat molekul V = volume larutan (Liter) .

HOAc + H2O H3O+ + OAc- . Sebagai contoh asam asetat (CH3COOH atau HOAc) akan terurai secara perlahan menjadi ion-ion ketika dilarutkan dalam air.Formalitas atau konsentrasi analitik • Banyak senyawa mengalami peruraian atau pembentukan kompleks ketika dilarutkan dalam suatu larutan.

0987 + 0. maka larutan tersebut tidak menjadi 0.0013 = 0.0987 M dalam molekul HOAc dan 0. • Istilah formalitas (F) atau konsentrasi analitik (C) banyak digunakan untuk mengindikasikan total konsentrasi spesies yang muncul dalam suatu larutan.Cont… • Jika 0.100 M • Formalitas didefinisikan sebagai : F = nf v .dan H3O+.100 mol HOAc dilarutkan dalam 1 liter larutan dan terurai menjadi 1. tetapi 0.100 M dalam molekul HOAc.0013 M dalam ion OAc.3%. Dalam contoh diatas : F = C = [HOAc] + [OAc-] F = C = 0.

100 M? . • Contoh: HCl yang dikonsentrasikan (BM 36. Berapa mililiter asam tersebut yang dibutuhkan untuk membuat 1.00 liter larutan 0.19 g/mL dan 37% dari berat HCl.5 g/mol)) memiliki kerapatan 1.Persentase berat • Sistem ini menunjukkan jumlah gram zat terlarut dalam 100 gram larutan (%b/b)atau 100 mL (%b/v) larutan.

Cont… .

berapa liter air yang dapat difluorisasi dengan 454 g NaF? .Bagian per sejuta (ppm) • Sistem ini merupakan sistem sederhana yang menunjukkan jumlah bagian zat terlarut dalam 1 juta bagian pelarut • Contoh : jika air minum mengandung 1.5 ppm NaF.

Cont… .

didasarkan pada hubungan mol dan massa antar elemen dan komponen seperti yang dinyatakan dalam suatu rumus kimia. disebut stoikiometrik.Perhitungan Stoikiometrik • Suatu larutan yang konsentrasinya telah ditentukan secara tepat dapat digunakan untuk menentukan kemurnian suatu sampel yang tidak diketahui. . • Perhitungan yang digunakan.

Standardisasi larutan • Standardisasi merupakan penentuan konsentrasi larutan secara akurat • Hal yang umum dilakukan adalah melakukan standardisasi larutan melalui titrasi. . dimana larutan tersebut akan bereaksi sengan sejumlah standar primer yang telah ditimbang secara akurat.

atau dalam tingkat kemurnian yang diketahui. ▫ Harus stabil.Cont… • Reaksi antara titran dengan standar primer harus memenuhi beberapa persyaratan analisa titrimetrik. Syarat yang harus dipenuhi antara lain : ▫ Harus tersedia dalam bentuk murni. ▫ Mempunyai berat ekivalen yang cukup tinggi agar dapat meminimalisasi galat pada saat penimbangan. . mudah dikeringkan dan tidak terlalu higroskopis sehingga tidak banyak menyerap air selama penimbangan.

Cont… • Untuk titrasi asam-basa. dipersiapkan larutan asam dan basa dengan konsentrasi yang diinginkan. • Untuk pengendapan dan pembentukan kompleks. umumnya digunakan garam murni sebagai standar primer. untuk mendapatkan konsentrasi dari sampel yang akan diuji. kemudian dilakukan standardisasi salah satunya dengan menggunakan standar primer. . • Larutan yang telah distandardisasi digunakan sebagai standar sekunder.

Reaksi ditulis secara ionik : 5 C2O42.+ 16 H+ 2 Mn2+ + 10 CO2 + 8 H2O .2856 g dilarutkan dalam air. Hitung molaritas larutan KMnO4.74 mL larutan asam oksalat 0. Titik akhir terlampaui dan dilakukan titrasi ulang menggunakan 1.12 mL KmnO4. Na2C2O4 dengan berat 0. membutuhkan 45.0516 M.+ 2 MnO4. ditambahkan asam sulfat dan dititrasi pada 70oC.Cont… • Contoh : sebuah sampel natrium oksalat murni.

Cont… .

Sebagian larutan kemudian diambil dengan pipet terukur untuk kemudian digunakan dalam analisis lebih lanjut.09) mempunyai berat 0. mmol titran = mmol sampel . Larutan ini diencerkan menjadi 500. Bagian ini disebut dengan alikuot. Hitunglah molaritas larutan titran tersebut.0 mL alikuot diambil dan diletakkan dalam labu erlenmeyer kemudian dititrasi dengan 40.0 mL. ditimbang sejumlah sampel dari standar primer kemudian melarutkannya dalam volume tertentu pelarut.Alikuot • Dalam suatu analisis.34 mL titran.4148g dilarutkan dalam asam klorida 1:1. 50. • Contoh : sebuah sampel murni (BM 100.

Cont… .

Persentase kemurnian • Untuk menganalisis sebuah sampel dengan kemurnian yang tidak diketahui. maka pada titik ekivalen : . harus dilakukan penimbangan secara akurat. pelarutan yang baik dan titrasi dengan larutan standar. Jika reaksi titrasi yang terjadi adalah : aA + tT produk • dimana a molekul analit. T. bereaksi dengan t molekul titran. A.

Cont… • Jika V dan M adalah volume dan molaritas titran dan BMA adalah berat molekul analit. maka : • Persentase berat A adalah : .

Berat ekivalen adalah berat dalam gram dari zat yang diperlukan untuk menyediakan atau bereaksi dengan 1 mol kation univalen.008 g) H+. ⅓ kation trivalen dan seterusnya. Berat ekivalen adalah berat dalam gram dari suatu zat yang diperlukan untuk menyediakan atau bereaksi dengan satu mol (1. ½ mol kation divalen.Berat ekivalen • Berat ekivalen zat yang terlibat dalam reaksi dan dipakai sebagai dasar dalam titrasi didefinisikan sebagai berikut : ▫ Asam-basa. . ▫ Oksidasi-reduksi. Berat ekivalen adalah berat dalam gram dari zat yang diperlukan untuk menyediakan atau bereaksi dengan 1 mol elektron. ▫ Pengendapan dan pembentukan kompleks.

seperti halnya berat molekular (BM) disebut mol. . elektron atau kation univalen yang disediakan atau dikombinasikan dengannya oleh zat yang bereaksi.Cont… • Berat ekivalen (BE) suatu zat disebut ekivalen (ek). Hubungan antara BE dan BM adalah : BE = BM n • dengan n adalah jumlah mol ion hidrogen.

Cont… .

Pelajari minggu depan titrasi asam basa .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->