P. 1
Ekonomi Klas x

Ekonomi Klas x

|Views: 75|Likes:
Published by Fanny W

More info:

Published by: Fanny W on Apr 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/09/2012

pdf

text

original

Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro

Published by Drs. Puji Suharjoko under Materi Ekonomi Klas X TEORI EKONOMI Materi ini membahas SK 4. Memahami kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi. KD 4.1. Mendeskripsikan perbedaan antara ekonomi mikro dan ekonomi makro. KD 4.2. Mendeskripsikan masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi. (Dirangkum dari berbagai sumber) Ada beberapa definisi ilmu ekonomi diantaranya: Ilmu ekonomi adalah : ilmu yang mempelajari berbagai usaha manusia untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhannya yang sifatnya tidak terbatas dengan alat pemuas (sumber daya) yang terbatas. Ilmu ekonomi adalah : studi alokasi sumbersumber daya yang langka diantara berbagai alternatif tujuan penggunaan. Adanya berbagai macam definisi tentang ilmu ekonomi yang dikemukakan oleh beberapa tokoh didasarkan pada kondisi yang terjadi dan dialami oleh para pakar yang bersangkutan. Salah satu ahli itu adalah Paul A. Samuelson, seorang ekonom Amerika Serikat, dia menulis buku „Economics“ (1973) ia mendefinisikan ilmu ekonomi adalah : Suatu studi tentang perilaku orang dan masyarakat dalam memilih cara menggunakan sumber daya yang langka dan memiliki beberapa alternatif penggunaan, dalam rangka memproduksi berbagai komoditas, untuk kemudian menyalurkannya baik saat ini maupun masa depan kepada berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat. Continue Reading » 9 responses so far Nov 26 2010

PASAR OUTPUT
Published by Drs. Puji Suharjoko under Materi Ekonomi Klas X Pasar diartikan tempat bertemunya penjual dan pembeli. Di pasar terjadi interaksi antara penjual dan pembeli yang intinya antara keduanya saling pengaruh mempengaruhi sampai terjadi kesepakatan tentang jumlah barang dan tingkat harga. Jumlah penjual dan jumlah pembeli juga akan mempengaruhi tingkat kekuatan mereka di pasar.Diantara sesama penjual terjadi persaingan agar barang yang mereka tawarkan lebih laku terjual dibandingkan dengan

penjual lainnya, untuk itu mereka berusaha dengan berbagai macam cara misalnya dengan promosi, potongan harga dan trik-trik lainnya. Continue Reading » No responses yet Oct 08 2010

PERMINTAAN (DEMAND)
Published by Drs. Puji Suharjoko under Permintaan DEFINISI Berbagai jumlah barang dan atau jasa yang diminta oleh pembeli pada berbagai tingkat harga dan dalam periode waktu tertentu. HUKUM PERMINTAAN Hubungan antara HARGA dan JUMLAH barang/jasa yang diminta BERBANDING TERBALIK. Artinya : jika semakin rendah harga suatu barang/jasa, semakin banyak jumlah barang/jasa yang diminta . Sebaliknya; jika harga barang semakin tinggi, jumlah barang/jasa yang diminta semakin sedikit. MACAM-MACAM PERMINTAAN 1. Dari sudut daya beli konsumen a. Permintaan/pembeli Efektif, yaitu permintaan/pembeli yang disertai kemampuan/daya beli untuk membeli barang/jasa dan melakukan transaksi b. Permintaan/pembeli Absolut, yaitu permintaan/pembeli yang tidak disertai kemampuan/daya beli sehingga tidak dapat melakukan transaksi c. Permintaan/pembeli Potensial, yaitu permintaan/pembeli yang disertai kemampuan/daya beli untuk membeli barang/jasa namun belum melakukan transaksi 2. Dari sudut pendapatan Penggolongan konsumen diddasarkan pada pihak yang melakukan permintaan, digolongkan menjadi : a. Permintaan Konsumen, permintaan yang dilakukan oleh konsumen b. Permintaan Pemerintah, permintaan barang/jasa dan permintaan faktor produksi yang dilakukan oleh pemerintah dalam mememenuhi permintaan dan pelayanan kepada rakyat c. Permintaan Luar Negeri, permintaan yang dilakukan oleh negara lain baik permintaan barang/jasa serta faktor produksi dikarenakan di negara tersebut tidak tersedia. Hal ini mengakibatkan terjadinya perdagangan internasional 3. Dari sudut jumlah pemintanya a. Permintaan Perorangan/individu, permintaan yang dilakukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang setiap orang berbeda-beda b. Permintaan Pasar/kolektif, permintaan yang dilakukan sekelompok individu/masyarakat secara keseluruhan dalam waktu yang sama FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN a. Harga barang itu sendiri b. Tingkat pendapatan konsumen c. Harga barang lain d. Selera konsumen e. Prakiraan harga barang dimasa mendatang

f. Pertambahan penduduk g. Perubahan mode

Fungsi Permintaan, Penawaran, Harga Keseimbangan
Published by Drs. Puji Suharjoko under Materi Ekonomi Klas X FUNGSI PERMINTAAN Fungsi permintaan menghubungkan antara variable harga dan variable jumlah permintaan. Bentuk umum fungsi permintaannya : Qd = – a + bP dimana : Qd = jumlah permintaan; P = tingkat harga; a & b = konstanta FUNGSI PENAWARAN Fungsi penawaran menghubungkan antara variable harga dan variable jumlah penawaran. Bentuk umum fungsi penawarannya : Qs = a – bP dimana : Qs = jumlah penawaran; P = tingkat harga; a & b = konstanta

HARGA KESEIMBANGAN Harga pasar (Equilibrium Price) terjadi jika jumlah barang yang diminta SAMA DENGAN jumlah barang yang ditawarkan. Fungsinya dapat dituliskan Qd = Qs. Contoh kasus Diketahui fungsi permintaan Qd=1500 – 10P dan fungsi penawarannya Qs=20P – 1200 Tentukan Harga Keseimbangan dan Jumlah keseimbangannya Jawab : Harga keseimbangan => Qd=Qs 1500 – 10P = 20P – 1200 - 30P = – 2700 P = 90 ===> Jadi harga keseimbangannya Rp 90,00 Jumlah keseimbangan :

Qd = 1500 – 10P dimana P=Rp 90,00 Qd = 1500 – (10 x 90) Qd = 2500 – 900 Qd = 600 ===> jadi jumlah keseimbangannya 600 unit Jadi Keseimbangan terjadi pada saat harga Rp 90 dengan tingkat permintaan dan penawaran sejumlah 600 unit. Kurva Keseimbangannya

No responses yet Aug 09 2011

Tiga Masalah Pokok Perekonomian
Published by Drs. Puji Suharjoko under Materi Ekonomi Klas X Materi ke 3 : MASALAH POKOK PEREKONOMIAN Masalah pokok ekonomi dapat ditinjau dari 2 sudut pandang: Menurut Teori Klasik, yang dipelopori oleh Adam Smith terdiri dari : 1. PRODUKSI Produksi adalah segala tindakan yang ditujukan untuk meningkatkan nilai guna / manfaat dari suatu barang. Karena sifat manusia yang tidak pernah mengalami tingkat kepuasan yang hakiki, maka berapapun yang diproduksi selalu tidak pernah mencukupi kebutuhan manusia; sehingga selama itu pula produksi menjadi masalah pokok ekonomi.

2. DISTRIBUSI Distribusi adalah segala kegiatan yang ditujukan untuk menyampaikan atau menyalurkan barang hasil produksi dari produsen hingga sampai ke tangan konsumen akhir/pemakai.

Yang termasuk kegiatan distribusi diantaranya : Pengemasan, pensortiran/pemilahan, pengepakan, penyimpanan/pergudangan, pengangkutan, dll Distribusi dapat dibedakan menjadi 2 cara : 1. Distribusi langsung, dimana barang hasil produksi langsung disalurkan ke konsumen akhir/pemakai. 2. Distribusi tidak langsung, dimana dalam penyalurannya melalui beberapa perantara, seperti : agen, grosir, eksportir, importir, komisioner, makelar, pedagang eceran, dll. Semakin panjang mata rantai penyaluran sangat dimungkinkan harga yang ditanggung konsumen akhir lebih mahal.

3. KONSUMSI Konsumsi adalah segala tindakan yang tujuannya menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang. Kegiatan konsumsi dipengaruhi oleh 2 faktor : 1. Faktor Internal, seperti : pendapatan, selera karakter, kepribadian, motivasi. 2. Faktor Eksternal, seperti : kebudayaan, peradaban, lingkungan, status sosial, kebijakan pemerintah, dll.

Menurut Teori Modern Menurut Paul A Samuelson, seorang pakar ekonomi, membedakan masalah pokok yang dihadapi oleh perekonomian, yaitu : 1. Apa yang akan diproduksi (What) Karena keterbatasan sumber daya faktor produksi, maka harus hal yang tidak mungkin akan memproduksi sebanyak-banyaknya, maka harus dilakukan pemilihan barfang apa yang harus diproduksi serta berapa jumlahnya. 2. Bagaimana proses produksinya (How) Hal ini sangat tergantung dari ketersediaan sumber daya faktor produksi dari setiap wilayah/negara. Bagi negara maju akan menggunakan faktor produksi padat modal dengan teknologi majunya, sementara bagi negara yang berkembang akan menerapkan teknologi menengah tanpa mengesampingkan pendayagunaan sumber daya manusia yang ada sehingga tidak terjadi pengangguran yang tinggi. 3. Untuk siapa hasil produksi ditujukan (for Whom) Untuk masalah yang satu ini, pertimbangan ditujukan bagaimana caranya agar hasil produksi dapat memenuhi kebutuhan utama masyarakat serta dengan tingkat harga yang terjangkau oleh masyarakat yang menjadi pangsa pasarnya.

Menurut Richard Lipsey, menambahkan permasalahan perokonomian secara makro, yaitu tingkat inflasi, tingkat pengangguran dan kapasitas produksi.

Sumber : diambil dari berbagai buku termasuk Buku Sekolah Elektronik Kepada para siswa dan pembaca diminta memberikan masukan demi kelengkapan materi tersebut.

No responses yet Aug 04 2011

Kelangkaan dan Macamnya
Published by Drs. Puji Suharjoko under Materi Ekonomi Klas X Materi ke 2 : KELANGKAAN dan macam-macam SUMBER DAYA Pengertian Kelangkaan (Scarcity): Menurut Lipsey, kelangkaan dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana jumlah kebutuhan manusia yang sangat tidak terbatas sementara sumber daya untuk memenuhi kebutuhan tersebut sangat terbatas jumlahnya. Dengan singkat kata kelangkaan terjadi karena jumlah kebutuhan lebih banyak dari jumlah barang dan jasa yang tersedia. Dalam ekonomi, sumber daya terdiri atas 4 faktor : a. Sumber daya alam Sumber daya ini digolongkan : 1. SD. Alam yang dapat diperbarui (renewable resources), dimana sumber daya alam ini memiliki kemampuan untuk memperbarui baik secara alami maupun harus dengan campur tangan manusia. 2. SD. Alam yang tidak dapat diperbarui (non renewable resources), yaitu sumber daya alam yang tidak mempunyai kemampuan memperbarui baik alami maupun oleh manusia. Misalnya berbagai macam tambang. b. Sumber daya manusia Digolongkan dalam : Berdasar sifatnya, terdiri dari 1. Tenaga kerja jasmani, yaitu tenaga kerja yang banyak membutuhkan kekuatan atau ketahanan fisik.

2. Tenaga kerja rohani, diamana dalam melakukan pekerjaannya banyak membutuhkan daya pikir, daya kreasi, daya imajinasi Berdasar kualitasnya, dapat dibagi dalam : 1. Tenaga kerja terdidik, untuk melakukan pekerjaan disyaratkan memiliki pendidikan tertentu. 2. Tenaga kerja terlatih, biasanya ketrampilan yang dimiliki dari pengalaman kerja atau pelatihan dibidang tertentu atau dengan shortcourse. 3. Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih, untuk melakukan pekerjaannya tidak dituntut pendidikan atau latihan tertentu. c. Sumber daya Modal Sumber daya modal dapat dibedakan golongkan mnjadi : Berdasarkan wujudnya, terdiri atas : 1. Modal Uang 2. Modal Barang, dapat berupa alat-alat produksi selain sumber daya alam Berdasar bentuknya, terdiri atas : 1. Modal nyata/ konkret, modal yang berupa uang atau barang 2. Modal abstrak, modal yang tidak dapat dilihat fisiknya tetapi hasilnya dapat dilihat atau dirasakan. Misalnya pelayanan, keunggulan, nama baik, dll. Berdasar sumbernya, terdiri atas : 1. Modal Sendiri, yaitu modal yang bersumber dari pengusaha sendiri, segala resiko ditanggung sendiri. 2. Modal Asing / pinjaman, adalah modal yang diperoleh dari pihak lain. Berdasar Sifatnya, terdiri atas : 1. Modal Lancar, adalah modal, yang umumnya berupa barang, yang dapat habis dipakai dalam satu atau beberapa kali proses produksi saja. Seperti bahan baku dan bahan penolong. 2. Modal Tetap, adalah barang atau peralatan yang dapat digunakan dalam waktu yang lama dalam proses produksi. Kemampuan modal tetap dari tahun akan mengalami penurunan nilai dan kemampuan yang pada saat tertentu modal tersebut tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itu perusahaan harus mengganti dengan yang baru. Untuk mengantisipasi ketersediaan dana, maka emua modal tetap harus dilakukan penyusutan / depresiasi terhadap nilai perolehan modal tetap yang bersangkutan. Berdasar Subyek / yang memiliki, terdiri atas : 1. Modal perseorangan, yaitu modal yang dimiliki oleh seseorang yang sekaligus sebagai pemilik. 2. Modal masyarakat, yaitu modal yang sumber dananya dari masyarakat

d. Skills/kewirausahaan Kemampuan seorang wirausaha/entrepreneurship dapat digolongkan menjadi : 1. Management Skills, yaitu kemempuan seseorang untuk memanage atau mengkoordinasikan seluruh faktor produksi sehingga proses produksi tercapai efisiensi dan efektifitas yang tinggi tanpa mengurangi jumlah atau kualitas hasil produksinya. 2. Organization Skills, yaitu kemampuan mengorganisasikan seluruh aspek perusahaan termasuk kemampuan mengorganisir lebih dari satu lembaga atau perusahaan. 3. Technical Skills, yaitu kemampuan teknis tentang suatu proses produksi tertentu atau keahlian teknis tertentu.

Keempat sumber daya di atas dikenal dengan sebutan faktor produksi. Penyebab kelangkaan, diantaranya : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Perbedaan geografis Pertumbuhan penduduk Kemampuan produksi Perkembangan IPTEK Bencana alam Perang Sifat manusia yang tidak pernah puas Dll.

Sumber : diambil dari berbagai buku termasuk Buku Sekolah Elektronik Kepada para siswa dan pembaca diminta memberikan masukan demi kelengkapan materi tersebut. No responses yet Jul 20 2011

Kebutuhan dan macamnya
Published by Drs. Puji Suharjoko under Materi Ekonomi Klas X

Materi ke 1 : KEBUTUHAN dan Macamnya 1. Pengertian Kebutuhan : Pengertian kebutuhan dari berbagai buku ekonomi dapat dideskripsikan dengan susunan kalimat yang berbeda-beda, namun pada intinya sama, bahwasanya kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi guna menjaga kelangsungan hidup dan meningkatkan kemakmuran atau kesejahteraan sehingga tercapai kepuasan. (kepuasan bersifat relatif).

2. Kebutuhan manusia secara garis besar dapat dibedakan dalam 4 jenis ; a. Berdasar Intensitas / tingkat kepentingan, dibedakan atas : 1. Kebutuhan Primer / Mutlak / Inti / Pokok / Dasar, Yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia mampu mempertahankan hidupnya. Kebutuhan ini secara umum terdiri sandang, pangan, dan papan. (disingkat SPP). 2. Kebutuhan Sekunder, yaitu kebutuhan yang baru dapat dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan ini digunakan untuk melengkapi kebutuhan primer, sebingga disebut juga kebutuhan pelengkap. 3. Kebutuhan Tersier / Mewah, yaitu kebutuhan yang pemenuhannya bertujuan untuk meningkatkan status sosial seseorang (prestise). Sudah barang tentu secara logis kebutuhan ini akan dipenuhi jika kedua kebutuhan sebelumnya sudah terpenuhi. Secara logis urutan pemenuhan kebutuhan menurut intensitasnya adalah sesuai nomor urut di atas. Hal yang tidak mungkin seseorang akan memenuhi kebutuhan mewahnya sementara kebutuhan primernya tidak dipenuhi terlebih dahulu. Suatu barang tidak dapat diklaim sebagai kebutuah sekunder atau kebutuhan tersier, misalnya TV, komputer, dll; hal ini sangat tergantung dari individu masing-masing. Bagi seseorang yang baru bisa mencukupi kebutuhan primer, maka komputer bisa dianggap sebagai barang mewah. Khususnya kebutuhan pokok atau ada yang menyebut kebutuhan primer, menurut pandangan penulis untuk memperluas wawasan, istilah kebutuhan primer harus dibedakan dengan istilah kebutuhan pokok. Kebutuhan primer, jelas kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menjaga kelangsungan hidup (agar hidup tetap hidup). Sementara kebutuhan pokok, dapat diartikan lebih luas lagi. Misalnya seorang tukang ojek kebutuhan primernya jelas SPP tetapi kebutuhan pokok dia sebagai tukang ojek adalah sepeda motor, karena tanpa itu dia tidak dapat melakukan pekerjaannya. Sehingga dapat disimpulkan, kebutuhan pokok adalah kebutuhan yang berkaitan langsung dengan bidang pekerjaan masing-masing. (hal ini silakan didiskusikan). b. Berdasarkan Sifat, dibedakan atas : 1. Kebutuhan Jasmani / Materiil / Badaniyah, yaitu segala kebutuhan yang ditujukan untuk memenuhi kepuasan atau kesempurnaan jasmani. 2. Kebutuhan Rohani / Batiniah / Spriritual / Jiwa, yaitu segala kebutuhan yang dibutuhkan untuk mencapai kepuasan atau ketenangan jiwa/batin c. Berdasarkan Waktu Pemenuhan, dibedakan atas : 1. Kebutuhan Sekarang, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi saat ini juga dan tidak dapat ditunda. Jika kebutuhan ini ditunda bisa akan berakibat fatal, misalnya saat ini sedang sakit, maka harus segera diobati.

2. Kebutuhan Masa Datang, yaitu kebutuhan yang pemenuhannya beberapa waktu yang akan datang, tetapi segala sesuatunya mulai sekarang sudah dipersiapkan. Misalnya akan pergi haji, maka mulai sekarang sudah menabung agar pada saatnya nati uang yang diperlukan mencukupi. 3. Kebutuhan Insidental, yaitu kebutuhan yang tidak tentu waktu pemenuhannya. 4. Kebutuhan Sepanjang Waktu, yaitu kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan sepanjang waktu atau dalam waktu yang lama. Misalnya kebutuhan akan ilmu dengan belajar. d. Berdasar Subyek (yang membutuhkan), dibedakan atas : 1. Kebutuhan Individu / perorangan, yaitu kebutuhan yang diperuntukkan bagi perseorangan yang berfisat pribadi. Misal, kebutuhan ayah akan berbeda dengan kebutuhan ibu, begitu juga untuk masing-masing anak. 2. Kebutuhan kelompok / Kolektif, yaitu segala sesuatu yang manfaatnya dirasakan bersama oleh beberapa orang atau kelompok orang di masyarakat. e. Menurut Sosio-Budaya, dibedakan atas : 1. Kebutuahn Sosial, yaitu kebutuhan yang pemenuhannya dipengaruhi oleh kedudukan atau tingkat sosial seseorang dalam suatu lingkungan sosial dimana dia berada. Misalnya seorang dokter dia akan memenuhi kebutuhannya sesuai kedudukannya sebagai dokter, maka akan berbeda dengan seseorang yang berprofesis sebagai sopir taxi. 2. Kebutuhan Psikologis, jenis ini bisa dikatakan sama dengan kebutuhan rohani, karena hasil dari pemenuhan kebutuhan ini tidak dapat diukur dengan uang dan hanya dapat dirasakan oleh orang tersebut walaupun untuk memenuhi kebutuhan tersebut adakalanya juga diperlukan pengorbanan materiil (uang). Semisal kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan mendapatkan status sosial yang lebih tinggi dengan membeli mobil yang lebih bagus, dan sebagainya.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemenuhan kebutuhan : a. Tingkat Pendapatan b. Lingkungan Alam c. Lingkungan / Status Sosial d. Akulturasi Budaya / Adat Istiadat e. Agama / Kepercayaan f. Kemajuan Teknologi

g. Usia h. Jenis Kelamin / gender i. Perkembangan IPTEK j. Perdagangan Internasional k. Promosi / iklan l. dan lainnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->