Saya pernah menulis tentang Sekolah Bukan Hanya Ilmu, Akhirnya ada hal yang harus kita budayakan

di dunia pendidikan. Yaitu Budaya Malu. . Budaya Malu, bukan berarti saya malu sekolah di sekolah desa, malu sekolah di sekolah yang fasilitasnya gak OKE, malu sekolah di sekolah anak-anak Jalanan. BUKAN ITU. Sebenarnya Segala Permasalahan di negeri ini Bisa terkendali jika Setiap Insan, setiap Generasi, Setiap Pribadi memiliki “BUDAYA MALU” Budaya malu di dunia pendidikan harus kita terapkan dari sekarang. Budaya malu dalam hal apa ??? Budaya Malu Bagi Para Pendidik 1. Budaya Malu Jika Seorang Pendidik tidak mempersiapkan diri sebelum mengajar, tidak belajar sebelum mengajar, dan tidak mau tahu keadaan siswa sebelum mengajar. Apakah kita sebagai pendidik tidak merasa malu pada diri sendiri, malu pada Stempel Profesi yang tertulis di dada kita, malu pada anak-anak yang meremehkan kita. 2. Budaya Malu jika mendidik hanya untuk memberi Ilmu, Bukan Etika dan Sopan Santun. Untuk apa anak-anak itu pintar jika tidak memiliki etika dan sopan santun. Apa kita tidak malu mendengar anak juara umum di sekolah X tawuran, MEngucapkan kata kotor, tidak menghormati orang lain. maka kita kan malu mendengar kata-kata “disekolahkan kok tidak punya etika..” 3. Budaya Malu menerima gaji Bersih tapi jarang masuk kelas. Memangnya tidak malu makan uang hasil jerih payah orang lain, tapi kita hanya duduk santai tanpa bekerja. Malah menuntut gaji, kita nomer satu. Berlomba sertifikasi, tapi kok kesekolahnya jarang. Mau duitnya saja. wah… Sangat tidak pantas. 4. Budaya Malu tidak menghargai diri sendiri. Bukankah kita malu jika kita seorang pendidik, tapi tidak perduli dengan pendidikan anak dan keluarga sendiri. bagaimana kita mendidik, jika dari diri kita sendiri tidak terlaksana. Kita bicara kepada anak-anak jangan merokok, tetapi dihadapan mereka kita merokok. Budaya Malu Seorang Siswa / Anak Didik 1. Budaya Malu menyia-nyiakan Hasil kerigat orang tua. Malu tidak pada orang tuamu yang bekerja mati-matian demi masa depanmu. Mungkin kamu berkata “akh… kan duit orang tuaku banyak..!!!!” . Justru kamu harus malu memakan duit yang bukan hasil kerja kerasmu, bukan hasil keringatmu. 2. Budaya Malu tidak punya sopan santun. Seharusnya malu dong sebagai anak yang katanya sudah belajar, sudah pintar baca, sudah bisa berpikir tentang hal-hal baru, tapi kok kata-katanya tidak sopan, kok kata-katanya suka memaki, kok kata-katanya kasar sama orang tua dan teman. Nanti dibilang “Mulutnya ga disekolahin ya…” waduh.. Jangan Sampe dong, malu.. malu… maluuuuu banget 3. Budaya Malu Meremehkan Orang lain, Nah, kamu memang pintar, kamu meremehkan orang lain, kamu meremehkan orang yang hidupnya lebih sederhana dari kamu. Nanti suatu saat kalau tiba-tiba kamu mengalami kejatuhan, kamu tiba-tiba kekurangan, malu kan sama mereka.

Budaya Malu Duduk di bangku tertinggi pemerintahan. tawuran ya. contoh “Kalau aku buang sampah ini sembarangan . 6. mereka juga mau maju. terkadang di atas dan terkadang di bawah. mereka juga berharap punya masa depan. malu dilihat orang…” atau “kalau nilaiku Jelek… malu sekali aku sama si DOi.! 5. Kecuali kamu sudah tidak memiliki rasa malu lagi. sama ORTU. berbuat hal yang tidak bermoral. Dengan bangga Kamu bilang “wah… Aku lulus. tetapi uang rakyat. kita buat ini. 2. Seharusnya hak murid untuk mengecap fasilitas. dan malau sekali pada diriku. pada anak-anak yang tinggal dipinggiran. kok turunnya cuma 40%. Bukankah memalukan jika kita yang duduk dibangku pemerintahan yang berkoak-koak... . berantem ya. Nanti dibilang “. Budaya Malu cuma berkoak-koak tapi tidak terealisasi.”.. Budaya Malu jadi pembuat Onar... pada anak-anak yang tidak bisa baca tulis. Kalau kamu merasa malu pada diri sendiri. kita buat itu. 4. Kalau pemerintah di dunia pendidikan juga korupsi. rasakan dalam hati nuranimu. kamu pasti berusaha lebih baik. Betapa memalukan jika pemimpin negara ini menutup mata untuk mereka. Pada Anak-anak penjual Koran. Bukankah memalukan memakai seragam Pemerintahan tapi kok ndak mendidik. kan kemaren dia nyontek dari si A…” . tapi cuma omong kosong.takutnya sih dibilang “alah…. cuma mau cari dukungan. Apa Kita tidak malu? lewat dipinggir jalan dengan Pakaian dinas.” Budaya malu Instansi Terkait Pendidikan 1.. “gitu aja kok bangga. Pada Orang miskin. Kalau kita bisa saling menghargai. kata-kata pembuat onar ini sangat tidak pantas kan di jadikan cap / stempel pada dirimu. Malu dong kamu dengan NIlai 100. 90. Berapa % (persen) dana pendidikan untuk negara ini? Kemana? Apa matamu buta pada mereka? Mereka juga butuh pendidikan. ribut. Akhhh Malunya. Tidak perlu lah berteriak kalau hanya suara. uang anak didik kok nyangkut dimana-mana. saling menjatuhkan. dan ketidakjujuran. mengapa tidak ! Kan Damai Itu indah.. cuma mau mencari simpati rakyat. nilai 90.orang pendidikan kok seperti tidak dididik ya. Budaya Malu Pada Anak-Anak jalanan. Tidak pernah dikatakan dan diajarkan disekolah…”nak… nanti pulang sekolah buat onar ya. berteriak-teriak pendidikan ini harus dimajukan. hidup ini seperti roda yang berputar. Budaya malu tidak belajar. dengan mobil mewah. gimana anak didiknya ya??? . Pada Pengemis. tapi cuek saja dengan nasib mereka. Mereka seperti seseorang yang kelaparan memandang anak-anak berseragam sekolah. Malu lah pada dirimu sendiri jika berbuat hal yang tidak baik.” eh ternyata temantemanmu berbisik. saling mengadu domba. Bullshit… Semua hanya omong kosong. 80 tapi hasil nyontek. Tanya pada dirimu sendiri.. Realisasi yang penting 3. yang bertujuan memajukan pendidikan. Dimana jiwa pendidikmu? Seorang pemerintah haruslah orang yang memiliki jiwa mendidik yang tinggi melebihi seorang guru. berbuat hal yang tidak sopan. Budaya Malu pada diri sendiri. Dulu aja Sombong…” hati-hati.

m alu tidak punya waktu lagi menanyakan kabar anaknya. Budaya malu tidak Mau belajar. umur semakin tua bukan berarti berhenti belajar. Malulah sebagai orang tua yang memaksakan segala kehendak kepada anak-anak. Pendidikan akan maju. anak bukan untuk mendengar saja. Malulah sebagai orang tua. maka jiwa dan pemikiran anak tidak akan berkembang. maka segala hal akan baik. Budaya Malu tak lagi menjadi orang tua seutuhya. malu pada akhirnya pergaulan anak terlampiaskan ke hal-hal negatif. berkata tidak sopan terhadap anak-anak. Jika saja kita semua bisa menerapkan Budaya malu. agar anak juga bisa diajar. Mau dikemanakan Nasib Bangsa ini???? . anak tidak akan memiliki masa depan secerah yang mereka impikan Akhirnya “BUDAYA MALU PADA DIRI SENDIRI“ adalah hal yang paling penting dalam hidup. hanya karena butuh didengar. Orang tua adalah orang yang paling berkewajiban mendidik anak.Budaya Malu para Orang Tua 1. malu pada diri sendiri jika anak akhirnya sibuk dengan dirinya sendiri. Orang tua haruslah belajar. ya terserah. Budaya Malu tidak mau mendengar. Terkadang anak ingin di dengar. mau belajar atau tidak. jika pendidikan dianggap nomor kesekian. Tapi jika tidak ada budaya “MALU PADA DIRI SENDIRI“. 3. Malulah sebagai orang tua yang membiarkan anaknya hanya dididik di sekolah. negara ini akan maju. anak-anak terlantar . Jangan biarkan anak-anak berlari kepada orang lain. tidak ada kemiskinan. 4. mengekang anak-anak. Budaya malu tidak mengutamakan pendidikan anak. bukan sibuk bekerja mencari uang. maka negara ini akan menjadi negara yang terus dipermalukan oleh rakyatnya sendiri. malu tidak lagi memiliki waktu makan bersama anaknya. tidak ada egoisme. tidak ada kebodohan. Pantaskah kita disebut orang tua? 2. BElajarlah terus mendampingi anak-anak. tetapi butuh di dengar.

dunia pendidikan kita. agar kita bermanfaat Bagi Negeri Tercinta kita Indonesia . dan mari kita berbuat Bagi Lingkungan kita. mari kita perbaiki diri kita.Jika Kita sudah menerapkan budaya “MALU PADA DIRI SENDIRI“.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful