P. 1
Apa Pengertian Melatih

Apa Pengertian Melatih

|Views: 1,384|Likes:
Published by yyuliadi

More info:

Published by: yyuliadi on Apr 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2013

pdf

text

original

Apa Pengertian Melatih

Memahami Konsep Pembelajaran Inovatif Pengertian Aktivitas proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan, sedangkan guru adalah salah satu pemegang utama di dalam menggerakkan kemajuan dan perkembangan dunia pendidikan. Tugas utama seseorang guru ialah mendidik, mengajar, membimbing, melatih. Oleh karenanya, tanggung jawab keberhasilan pendidikan berada di pundak guru. Agar proses pembelajaran berhasil dan mutu pendidikan meningkat, maka diperlukan guru yang memahami dan menghayati profesinya. Untuk itu, dibutuhkan guru yang memiliki wawasan pengetahuan dan keterampilan sehingga membuat proses pembelajaran aktif yang mampu menciptakan suasana pembelajaran inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Untuk menjadi guru yang profesional diperlukan pendidikan dan pelatihan serta pendidikan khusus. Sesuai dengan perubahan paradigma pendidikan sehinggga terjadi perubahan peran guru yang tadinya hanya sebagai penyampai atau pengalih pengetahuan dan keterampilan (transfer of knowledge), dan merupakan satu-satunya sumber belajar, telah berubah menjadi menjadi pembimbing, pembina, pengajar, dan pelatih. Dalam kegiatan pembelajaran, guru lebih bertindak sebagai fasilisator yang bersikap akrab dengan penuh tanggung jawab, serta memberlakukan peserta didik sebagai mitra dalam menggali dan mengolah informasi menuju tujuan belajar mengajar yang telah direncanakan. Guru dalam melaksanakan tugas profesinya dihadapkan pada berbagai pilihan, mencari cara alternatif yang paling tepat seperti bahan belajar apa yang paling sesuai, metode penyajian bagaimana yang paling efektif, alat bantu apa yang paling cocok, langkah-langkah apa ... Read More Strategi Dan Contoh Penyusunan Perencanaan Penanaman Serta Pengembangan Moral Anak Taman Kanak-Kanak Materi Inti dan Contoh Penyusunan Perencanaan Penanaman dan Pengembangan Moral Anak Taman Kanak-kanak Program pembentukan perilaku merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan ada dalam kehidupan sehari-hari anak di Taman Kanak-kanak. Melalui program ini diharapkan anak dapat melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Pembentukan perilaku melalui pembiasaan yang dimaksud meliputi pembentukan moral Agama, Pancasila, perasaan/emosi, kemampuan bermasyarakat dan disiplin. Tujuan dari program pembentukan perilaku adalah untuk mempersiapkan anak sedini mungkin dalam mengembangkan sikap dan perilaku yang didasari oleh nilai-nilai moral agama dan Pancasila. Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai pada aspek pengembangan moral dan nilai-nilai agama adalah kemampuan melakukan ibadah, mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesama. Penyusunan Strategi dalam Pengembangan Moral Anak Taman Kanak-kanak Pengembangan dan pendidikan moral bagi anak Taman Kanak-kanak berdasarkan GBPKB TK, kurikulum berbasis komptensi, dan menu pembelajaran anak usia dini memiliki substansi ruang lingkup kajian sebagai berikut. latihan hidup tertib dan teratur; aturan dalam melatih sosialisasi; menanamkan sikap tenggang rasa dan toleransi; merangsang sikap berani, bangga dan bersyukur, bertanggung jawab; latihan pengendalian emosi, dan melatih anak untuk dapat menjaga diri sendiri. ... Read More Melatih Berpikir Fleksibel: “Ada cara lain?” Mungkin orang berpandangan dalam menyelesaikan masalah matematika hanya ada satu cara atau satu jawaban yang benar. Kontradiksi dengan masalah pada kehidupan sehari-hari. Masalah sehari-hari dapat saja diselesaikan dengan berbagai cara yang benar, tetapi masuk akal dan dapat dipertanggung jawabkan. Demikian juga hasil atau jawaban masalah itu dapat saja bervariasi tetapi diterima kebenarannya. Perbedaan cara memandang masalah ini yang memberi kesan bahwa mempelajari matematika menciptakan karakter seseorang yang kaku, tidak kreatif, dan berpikir linear. Padahal pandangan itu tidaklah benar. Matematika dapat mengarahkan berpikir fleksibel, yaitu berpikir dengan mempertimbangkan berbagai cara dan semua cara tersebut dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Seorang dosen muda memasuki ruang kelas. ”Bagaimana sudah dicoba.... dibuktikan teorema-teoremanya?”, selorohnya ingin tahu setelah menyampaikan

1/2

”sudah.”. Pola pikir deduktif-aksiomatik didasarkan pada prinsip deduktif yang dimulai dari sesuatu yang umum menuju ke hal-hal khusus dan aksiomatik yang menekankan pada sistem hierarkhis urutan konsep matematika. Read More 2/2 .”. memperhatikan semesta pembicaraan. . kita akan coba buktikan. ada yang diam atau bergeming mengguman.. ”Baiklah kita lanjutkan Teorema 2. dan konsisten dalam sistem.. lanjut sang dosen.3 berikut. objeknya abstrak. yaitu menekankan pola berpikir deduktif-aksiomatik.. bertumpu kesepakatan.salam dan basa-basi pengantar kuliah. Mata kuliah ini memang ketat dan mewakili warna karakteristik matematika yang sesungguhnya.. simbol yang kosong arti.. Mahasiswa membuka catatan dan bukunya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->