TUGAS

Mengenal Suku Kajang

Nama Kelompok
      Fardiyan Syafri (19) Muh. Alwan Ramadhan (27) Muh. Ikram Fauzam (30) Prasetyo Nugroho (32) Rafika Muhdar (35) St. Maryam (42)

SMA Negeri 21 Makassar 2011/2012

Daftar Isi Daftar isi 2 3 4 4 5 5 8 9 10 11 11 11 11 12 12 13 14 14 15 16 Kata Pengantar BAB I (Pendahuluan) BAB II (Pembahasan) Suku Kajang Upacara Adat Rumah Adat Pakaian Adat Latar Belakang Tarian Daerah Alat Musik Daerah Bahasa Daerah Agama Basing Pendidikan Puisi Ammatowa BAB III (Penutup) Kesimpulan Saran Daftar Pustaka 2 .

akan menghasilkan kebudayaan yang beranekaragam pula. Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat. Dengan keunikan itulah yang akan semakin membuat para pembaca sekalian ingin tahu lebih lanjut tentang suku ini. Keanekaragaman suku dan budaya merupakan ciri khas dan juga merupakan kekayaan bangsa yang patut dijaga dan dipertahankan. akhirnya kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini. Dalam menyikapi berbagai perbedaan suku bangsa. Dengan beranekaragamnya suku bangsa. Suku kajang merupakan sebuah suku yang unik. limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya. semata. dengan berbagai budaya dan adat istiadatnya yang begitu kental dan belum adanya perubahan yang berarti dalam suku tersebut akibat dari pengaruh perkembangan zaman. yang berarti walau berbeda-beda tetapi tetap satu. 31 Maret 2012 Penulis 3 . Akhir kata. Dari ujung Sabang hingga Merauke. kami selaku penulis menyadari bahwa meskipun makalah ini telah Makalah kami ini disajikan secara jelas dan sistematis. Selamat membaca! Makassar. kritik dan saran yan membangun sangat kami harapkan. Sebuah suku kecil yang kami angkat sebagai tema dalam makalah ini ialah suku Kajang. Untuk itu. Tuhan Yang Maha Esa. Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. sehingga mudah untuk dirancang sedemikian rupa. kita harus bersikap toleran dan saling menghormati. terdapat lebih dari 300 suku bangsa. Berkat izin. namun tetap saja masih terasa jauh dari kesempurnaan.KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Segala puji hanya milik Allah swt. dipelajari dan dipahami oleh pembaca sekalian serta menjadi bacaan yang menarik dan menyenangkan. Telah menjadi motto hidup kita ialah “Bhinneka Tunggal Ika”.

bagian dari kabupaten Bulukumba (daerah yang terkenal dengan pembuat perahu Finisi dengan pelaut-pelaut ulung). Suku ini terletak di Sulawesi Selatan tepatnya sekitar 200 km arah timur Makassar. Dikecamatan Kajang sendiri dibagi menjadi dua wilayah. yaitu Kajang luar (Lembang) dan Wilayah Kajang adat (Kawasan adat Amma Toa / Kawasan ini di pimpin oleh kepala adat yang disebut Amma Toa). Mereka menjauhkan diri dari segala sesuatu yang berhubungan dengan halhal moderenisasi. Pattiroang. Selebihnya. dan Tambangan. Sebuah Suku Klasik yang masih kental akan adat istiadatnya yang sangat sakral. Daerah Lembang meyerap hal yang baru. Batu Nilamung. disebabkan oleh hubungan masyarakat adat dengan lingkungan hutannya yang selalu 4 . kebudayaan luar sama seperti daerah-daerah lain. yang merupakan desa Bonto Baji. Mungkin bersandar pada pandangan hidup adat yang mereka yakini. Desa suku Kajang yang utama adalah desa Tana Toa. Suku ini merupakan salah satu suku yang tetap mempertahankan kearifan lokal sampai saat ini. mereka tersebar di Suku ini mendiami sebuah kecataman yaitu Kecamatan Kajang. Malleleng. kegiatan ekonomi dan pemerintahan Kabupaten Bulukumba. tidak ada masalah dalam menerima halMasyarakat adat Ammatoa tinggal berkelompok dalam suatu area hutan yang luasnya sekitar 50 km.( Pendahuluan ) Latar Belakang Bab I Suku Kajang atau yang lebih dikenal dengan Adat Ammatoa adalah sebuah suku yang terdapat pada kebudayaan sulawesi selatan Masyarakat Kajang di bisa di jumpai pada Kabupaten Bulukumba lebih tepatnya kecamatan kajang.

mereka pun benarbenar menjaga kesucian tokoh adat itu. Jadi jangan mencari ada alat elektronik di daerah ini. Dan. salah satu contoh program pemerintah adalah memberikan akses penerangan (listrik) di daerah ini. sehingga tembok yang dulunya terbuat dari buah jarak. “Suara alam adalah suara Tuhan" merupakan pedoman warga Suku Kajang yang tinggal di pedalaman adat mereka. tidak seorang pun diperkenankan merekam wajahnya. Dalam memegang tampuk kepemimpinan ini Ammatowa memilih lima orang pemuka adat untuk menjalankan roda pemerintahan. dan dijadikan sebagai pola hidup yang baru. dalam memilih pemimpin pemimpin adat yang kerap disebut Ammatowa sebagai orang suci. Pantangan terbesar di lingkungan Tana Toa. di saat alam tidak bersahabat seperti matinya tanaman Suku ini berprinsip bahwa. daerah adat Kajang Ammatoa masih menggunakan penerangan lampu penduduk tidak boleh memakai alas kaki. tetapi sekarang sudah memakai minyak tanah. adat isitiadat menjadi batu sandungan dalam pembangunan yang lebih berorientasi pada modernisasi. sampai saat ini. di tolak oleh komunitas adat. Memasuki kawasan Adat. Suku Kajang salah satu dari sekian banyaknya budaya nusantara yang masih kental akan adat istiadatnya. Bahkan. Tapi terkadang. Sulawesi Selatan. daerah Kajang adalah daerah “tana kamase-masea” (daerah yang penuh keserhanaan). yang tidak akan bisa dimengerti oleh kebudayaan modern. Kelima pemimpin tersebut diangkat oleh dan hewan atau bencana alam. Sehingga. Kepercayaan ini membuat Bulukumba. termasuk tamu yang datang dari luar. Jalan tanah sepanjang 5 kilometer Masih berlakunya hukum peninggalan leluhur ini membuat Kawasan Adat Ammatowa 5 . Warga suku Kajang percaya. Ammatoa merupakan orang yang dipilih oleh Turie seorang A’ra’na (Yang Mahakuasa) sebagai pembimbing dan pengarah kehidupan sesuai Pandangan Patuntung (Patuntung ialah agama suku kajang). kelima pemuka adat harus rela melepas jabatannya.( Pembahasan ) Suku Kajang (Sulawesi Selatan) BAB II Adat memang menyimpan beribu kearifan. Ammatowa dengan suatu perjanjian. lebih mengarah kepada penyerapan budaya-budaya luar yang dianggap baik. Modernisasi. tidak pernah berubah sejak pertama kali didirikan.

Bahkan kerasnya peraturan ini dapat dilihat dari rumah milik orang yang dianggap suci tersebut. Justru dengan kebiasaan ini swasembada segala faktor kehidupan dapat terus berjalan. anak gadis. Bahkan rumah-rumah adat yang terbuat dari kayu masih berdiri tegak dengan arah membelakangi hutan adapt. Keahlian membuat perlengkapan dari kayu ini juga merupakan kewajiban bagi kaum pria untuk berumah tangga. Salah satu bunyi hukum yang ada dalam “pappasang” adalah “Kajang. “pappasang” (semacam undang-undang yang dihafalkan dengan lisan secara turun temurun). kebiasaan-kebiasaan leluhur tetap dijalankan. tana kamase-masea”. teguran atau hukuman. Siapa yang melanggar akan kena “pangellai”. Dengan luasnya sawah yang menghasilkan bertonton padi setiap tahun. secara keras Asrinya suasana di kawasan adat ini Ruang tambahan yang terletak dibelakang rumah juga masih ada sebagai simbol memiliki Ammatowa yang dibantu lima pemuka menjalankan peraturan Ammatowa adat.menuju desa masih tetap bertahan tanpa perubahan yang berarti. Anugrah ini sangat disyukuri oleh segenap warga. kaum wanita diwajibkan bisa membuat kain dan memasak. dikenakan kontrak sosial. pemimpin Dindingnya adat merupakan hanya dalam menjalankan terbuat dari bambu. Sumber dari segala kegiatan atau pola hidup atau hukum adat bersumber dari 6 . “Kajang tanah yang sederhana/miskin”. Hukum “Pappasang” merupakan semacam hukum tidak tertulis yang tidak boleh dilanggar. Sedangkan kaum pria diwajibkan untuk bekerja di ladang dan membuat perlengkapan rumah dari kayu. Namun dalam melaksanakan kepemimpinannya. warga Suku Kajang selalu terhindar dari bahaya kelaparan. Luasnya sawah milik warga Suku Kajang yang terletak jauh dari tempat tinggal merupakan suatu anugrah tersendiri. Rumah rumah terjelek. Sedangkan lima pemuka adat lainnya memiliki rumah lebih baik dari Ammatowa. Mereka dapat dihentikan dari jabatannya jika berbuat kesalahan Di bawah kepemimpinan Ammatowa dan kelima pemuka adat. yang artinya tidak jauh dengan. Dalam kehidupan Masyarakat Kajang. tercipta karena pemimpin adat atau adat. lima pemimpin adat ini yang dapat dilihat dari gejala alam.

kenakan sanksi adat. Contoh lainnya adalah pembangunan jalan raya. sederhana. Apalagi jika orang Eropa itu adalah orang-orang Belanda. Memasuki kompleks adat. walau itu hanya untuk kayu bakar sekalipun. hutan yang masih terjaga. biasanya tidak melewatkan suku Kajang sebagai salah satu tempat wisata budaya mereka. daerah wisata tanjung Bira. Bukan hanya listrik yang dilarang masuk di suku Kajang. sekolah. alam yang masih asri. Bulukumba sekitar 30 km dari Kajang. Kalau ada yang melanggar.orang yang berdiam dalam kompleks adat suku kajang. yang mencerminkan kemewahan. Suku unik. Sehingga hutan “Karanjang” tidak lepas dari penjagaan adat dan penuh dengan bau mistic. harus keluar dari kompleks adat. karena tanah Kajang sendiri tidak menyiapkan kekeyaan itu. karena sudah disebutkan dalam “pappasang”. Salah satu yang membuat terhambatnya wisata kesana adalah. “tau kajang” sendiri agak tertutup dengan orang-orang luar. alami. tana kamase-masea”. kendaraan. dan lain-lain. Kajang tana kamase- masea”. Orang-orang Eropa yang berwisata ke pasir putih. Dengan adanya “pappasang” ini. bahkan cara berpakain sekalipun. Di dalam kompleks adat ada sebuah hutan. masih sangat asli. ketakutan orang luar memasuki Kajang. menjadikan Kajang adalah salah satu tempat wisata budaya. Hutan “Karanjang” sendiri adalah tempat untuk ber-haji-nya orang- Karena mendengar orang Kajang sendiri orang akan takut akan “dotinya”. Kajang di bagi dua secara geografis. secara khusus mempunyai nama tersendiri di dalam “pappasang” suku Kajang. yaitu kajang dalam (suku kajang. Siapa yang mau kaya. yang akan di kenakan sanksi adat ataupun tidak dibiarkan masuk ke kompleks adat. Kajang. yaitu hutan “Karanjang”. Perlu di ketahui. dimana masyarakat di larang mengambil kayunya. Melihat keadaan alam suku Kajang. anda akan dilarang untuk memakai pakaian yang mencolak. atau akan melanggar ”pappasang. Selain itu. Di dalam “pappasang” hubungan antara orang-orang Kajang dan orang-orang Belanda ada 7 . tetapi segala sesuatu yang dianggap melanggar “pappasang. mereka di sebut “tau Kajang”) dan kajang luar (orang-orang yang berdiam di sekitar suku kajang yang relatif lebih modern. sehingga orang- tidak mau menerima yang namanya kemegahan dunia. mereka di sebut “tau Lembang”). akan di orang Kajang (tau Kajang). Kemegahan dunia yang dimaksud berdasarkan interpretasi “amma toa” (Kepala Adat Suku Kajang) dan orang-orang suku kajang adalah menolak paham dari luar ataupun program-promgam pemerintah yang dianggap dapat mengancam keberadaan mereka. semacam sihir dan kekuatan ghaib yang bisa mematikan.

Karena jenis beras inilah yang pertama kali dapat Tengah hari. Berbagai memasak makanan di bawah gubuk makanan khas Suku Kajang mulai adat dan makan siang bersama. warga Suku Kajang berkumpul dibawah bilik untuk makan siang dipersiapkan harus dari beras hitam. Mereka berjalan menyusuri mereka. termasuk nasi dengan empat warna. Setiap usai panen mereka selalu menggelar upacara adat yang bertujuan sebagai Di sawah milik Ammatowa ini persiapan upacara Rumatang mulai dilakukan sejak pagi hari. kaum pria ditugaskan untuk membawa padi yang telah diikat menuju ke desa sebilah kayu. Padi mereka bawa dengan menggunakan pematang sawah dengan menempuh jarak sekitar 10 kilometer. Dibawah petunjuknya.hubungan “saudara”. padi hasil panen mereka menjadi ikatan-ikatan besar. Hubungan antara “tau Kajang” dengan Belanda sangat erat dalam ikatan darah dan budaya. padi hasil panen ini dijemur di bawah terik matahari. upacara puncak. Usai diikat. Persiapan di tepi jenis dipersiapkan untuk keperluan upacara sawah ini dipimpin oleh seorang wanita tua yang telah mengetahui jenis makanan yang harus dipersiapkan untuk sesaji. Namun beban berat dan berjalan akan hasil panen yang berlimpah. Saat itu kaum wanita telah datang dan mulai milik Ammatowa. Semua kaum pria wajib meminum ballo dari gelas yang sama sebagai simbol persaudaraan. Uniknya makan siang di tepi sawah ini mempunyai syarat tertentu. Usai makan siang. Nasi yang ditanam oleh leluhur mereka. Upacara makan siang dilanjutkan dengan meminum sejenis minuman keras khas Sulawesi Selatan yang disebut "ballo". jauh tidak mereka rasakan karena rasa senang 8 . kaum wanita mulai memasak berbagai jenis makanan. Upacara adat yang disebut Rumatang ini dipimpin langsung oleh Ammatowa. Sebelum memulai Di saat kaum wanita sibuk mempersiapkan sesaji. kaum pria juga mulai mengikat bersama.  Upacara Adat ucapan terima kasih kepada Sang Pencipta. merupakan pertanda upacara harus dilangsungkan.

Melainkan tanah. pangan. Sesaji berupa nasi empat warna. lauk pauk. buah-buahan ini diberkati oleh Ammatowa dalam upacara Rumatang. Rumah 9 . Secara bersama-sama mereka berupaya melestarikan peraturan leluhurnya dengan hidup seolah mengasingkan diri dari dunia luar. Rumah-rumah panggung yang semuanya menghadap ke barat tertata rapi. Namun dalam keterasingannya itu. Amma Toa berada beberapa rumah dari utara. Rasa persaudaraan yang kuat diantara warga Suku Kajang membuat kerasnya peraturan yang diterapkan seolah sirna. dengan kata lain setiap rumah dibangun menghadap ke arah barat. angin dan semua unsur di bumi yang membantu panen berhasil. tempat terpisah sesuai arah mata angin. Membangun rumah melawan arah terbitnya matahari dipercayai mampu memberikan berkah. Peletakan sesaji ini bermakna hasil panen tidak hanya dinikmati oleh manusia saja. Usai diberkati. juga ikut merasakan hasilnya.Setelah kaum pria kembali ke sawah. Tampak beberapa rumah yang berjejer dari utara ke selatan.  Rumah Adat Suku Kajang dalam lebih teguh tradisi luar memegang moyang tinggal adat mereka kajang di luar dan Delapan buah sesaji yang telah dipersiapkan mulai disusun di bilik di tepi sawah. setiap warga hidup berbahagia tanpa pernah kekurangan kebutuhan sandang. ada yang diletakkan di sawah dan ada juga dibanding yang penduduk perkampungan. sesajen ini dibawa oleh warga ke delapan yang ditempatkan di sumber air. Di depan barisan rumah terdapat pagar batu kali setinggi satu meter. maupun papan. rumah adat masayarakat bugis makassar struktur yang tinggi dan masih mempergunakan kekayaan hutan disekitar untuk membuatnya Rumah Adat Suku Kajang bila kita melihat secara fisik tidak jauh beda dengan . Bahkan persediaan makanan mereka selalu berlimpah ruah sepanjang tahun. upacara "rumatang" yang mempunyai arti ucapan syukur kepada Maha Pencipta dimulai. khususnya yang berada di Dusun Benteng tempat rumah Amma Toa berada. Mereka berkumpul di bawah bilik untuk mengucapkan doa dan memberkati sesaji yang akan di persembahkan kepada Tuhan.

Warna hitam hal. termasuk kesamaan dalam kesederhanaan. Jangan orang termasuk tamu. utama. Jadi. Hukum adat ini berpedoman pada kitab wasiat Masyarakat Kajang yang masih dipegang teguh. kesamaan derajat bagi setiap orang di depan sang pencipta. seluruh warga harus melewati pos penjagaan. tidak dapat merupakan syarat bagi seorang wanita untuk dapat melangsungkan pernikahan. Pakaian mereka adalah pakaian simbol kesakralan. bahkan sampai jutaan rupiah. Membuat pakaian Sehingga dalam kehidupannya wanita tanpa keahlian membuat pakaian. mempunyai makna bagi Mayarakat Ammatoa sebagai bentuk persamaan dalam segala karena itu merupakan suatu penghinaan. tempat Suku Kajang tinggal. Di pos ini ketentuan adat mulai berlaku. utamanya kelestarian hutan yang harus di jaga keasliannnya sebagai sumber kehidupan. Menurut kepala desa. Tapi suku Kajang mempunyai ke unikan bentuk rumah panggung tersendiri yakni. yang 10 . dan mau menunjukkan apa adanya. kalau anda memasuki salah satu rumah “tau Kajang”. ditenun sendiri. yang konon harganya sangat mahal. dapurnya terletak di depan. Sehingga segala macam bentuk peradaban diluar kawasan tidak akan pernah mereka terima. mempunyai Hitam merupakan sebuah warna adat yang kental akan kesakralan dan bila kita memasuki kawasan ammatoa pakaian kita harus berwarna hitam. menghadap jalan nampak adalah dapur. yang pertama kekuatan mistik hingga orang luar yang datang ke sana tanpa izin mereka dan tanpa mereka kehendaki kedatangannya. harus mengenakan menunjukkan kekuatan. Ini melambangkan kesederhaan. Pos ini juga merupakan simbol mulai berlakunya hukum adat Masyarakat Kajang. salah satu kebiasaan yang harus dijalankan adalah kewajiban seorang wanita membuat pakaian untuk anggota keluarganya. Bangunan rumah khas Sulawesi Selatan secara umum adalah rumah panggung.  Pakaian Adat Mereka senantiasa menyembunyikan rumah di balik lebatnya hutan. hanya akan melihat hutan belaka. Semua pakaian adat atau pakaian serba hitam yang merupakan sekali-kali memakai pakaian warna merah. menyikapi keadaan lingkungan. Semua hitam adalah sama. Untuk memasuki kawasan adat Ammatowa. Warna hitam Kesamaan dalam bentuk wujud lahir. tidak ada warna hitam yang lebih baik antara yang satu dengan yang lainnya.Bentuk rumah adat suku kajang sangat unik.

Sebentar-sebentar. kunru-kunru terus melengking tiada henti. atau “Sabung ayam” Tatian tersebut mengalir begitu saja. orang-orang Kajang masih menganut animism. sepanjang pertunjukan Pabbatte passapu sekitar 20 menit. menggambarkan dua jago sedang bertarung. mulai dari pembuatan benang. alat musik itu dimainkan penggembala kerbau. tanpa latihan apalagi gladi  Alat Musik Daerah Mereka tampil begitu alami dan sangat bersahaja. dinamisme Agama mereka adalah Islam. destar hitam.menikah. Biasanya. Yang terakhir ini alat musik tiup khas Kajang. proses pewarnaan hingga menenunnya menjadi selembar kain. Dua orang penari pria berpakaian serba Tangan keduanya mengibas-ngibaskan hitam bergerak-gerak seperti seekor ayam jago. Sumbernya adalah “patuntung”. sehingga ada yang mengatakan bahwa agama orang Kajang adalah agama “Patuntung”. terbuat dari batang padi atau bambu kecil. Agama patuntung adalah semacam upacara adat. adapun tarian yang dibawakan adalah “Pubatte Passapu” resikPabbatte Passapu menceritakan sabung ayam yang diperagakan dengan passapu (destar atau ikat kepala).  Agama Tapi jika dilihat lebih dalam. Pembuatan pakaian ini dilakukan secara tradisional. dan sangat kelihatan pada acara-acara kematian.  Bahasa Daerah Dalam bahasa bugis Konjo yang kental merupakan bahasa suku yang selama ini sebagai media komunikasi antar sesama masyarakat suku kajang. Begitu pula musik yang mengiringi. ataupun totemisme. mereka beradu destar. Ajaran utama agama Patuntung adalah jika manusia ingin mendapatakan sumber  Menghormati Turiek Akrakna (Tuhan) kebenaran maka manusia harus menyandarkan diri pada tiga pilar utama  Tanah yang diberikan Turiek Akrakna (tana toa atau lingkungan secara umum)  Dan nenek moyang (To Manurung atau Ammatoa) 11 .  Tarian Daerah Tarian Komunitas Kajang. Yang sangat memikat. hanya menggunakan sebuah gendang kecil dan kunru-kunru. dan akan marah jika dikatakan bukan orang Islam.

jarang yang lulus SD. Maha Perkasa. adat suku Kajang sering juga disebut adat Ammatoa. bahkan ada yang menganggap sekolah tuanya diladang dengan mengembala sapi atau kerbau. Kalau tidak ditaati maka akan terjadi hal-hal buruk. penyanyi dan peniup basing. pengatur nada . sekarang sudah berdiri beberapa Sekolah Dasar dan ada sebuah Sekolah Menengah Pertama. dan Maha Kuasa. Tetapi kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan masih sangat rendah. Passang berisi pengetahuan hidup yang harus ditaati. dua orang pria yang memainkan suling dan dua orang perempuan yangmenyanyi mereka duduk yang saling berhadapan . Agar pasang tersampaikan dengan baik maka Turiek Akrakna memerintahkan  Pendidikan Tingkat pendidikan masyarakat kajang khususnya kawasan Adat Ammatoa. Basing yang mereka gunakan terbuat dari bamboo kecil yang berdiameter panjang 50 cm. adalah hal yang negatif. Ammatoa juga berfungsi sebagai mediator antara Turiek Akrakna dengan manusia. Maha Mengetahui. Ammatoa untuk menjaga dan menyebarkannya. didalam kawasan adat sendiri. Isi sayirnya berupa ungkapan dan jasa si anumerta semasa 12 . Salah satu contoh passang adalah: punna suruki. sehingga program melek huruf dari pemerintah mengalami kendala. To Manurung atau yang kemudian disebut Ammatoa. Suku Turiek Akrakna menurunkan perintahnya kepada masyarakat Kajang melalui passang (pesan atau wahyu) yang diberikan kepada manusia pertama yang diturunkan ke dunia.Kajang percaya bahwa Turiek Akrakna adalah sang Maha Kekal. Makanya. Walau. bebbeki. pada ujung basing terdapat lop yang terbuat dari bahan tanduk yang Awalnya basing tersebut hanya dimmankan dengan suasana kematian untuk Basing merupakan salah satu kesenian adat kajang yang dinyanyikan dan di mengiringi sebuah elegy. Punna nilingkai. Percaya pada Turiek Akrakna adalah hal mendasar dalam agama Patuntung. empat buah lubang dirawat indah. lumpuh). Anak laki-laki mulai umur 6 tahun wajib membantu orang  Basing (pantun meratapi kematian) mainkan oleh empat orang . pesoki (kalau kita jongkok. Kalau dilangkahi. Pakaian mereka semua serba hitam. gugur rambut dan tidak tumbuh lagi.

hidupnya .AMMA …. penentuan elegy itu sebuah penharapan agar si anumertam mendapat tempat yang layak di dunia arwah. Peniupan Nyanyian itu juga merupakan ekspresi ratapan dari keluarga yang ditinggalkan. Aku terharu dalam angngaru terpukau Terkurung dadam tempurung Terkurung dalam tempurung Terkurung dalam leluhurmu tanah towa mustamin 13 . basing dilakukan sepanjang siang malam dan berkhir sesaat si anumerta menhembuskan nafas terahirnya. Namun di lanjutkan lagi pengantaran eliang lahat waktu apalgi bila tidak ada kematian basing di langtunkan ini di sebut basing tempa sorong.Amma mimpi siapa Menabur lumut di ranting hari harimu Menyanyilah wahai puto-puto Tuankan bahasa basing-basing Kepulkan dupa di langit mentera Manyu si parampe tallang si pahua Lingu si painga mate siroko o………………………………. tabu dilantungkan di sembarang Akhir2 ini basing telah mengalami perubahan fungsi sekarang sudah ada basing untuk upacara adat menyambut tamu dan lain2  Puisi Ammatowa Tanah towa Mustamin daeng matutu Hati kecilku berbicara Ketika mentari menyinari lautan yang tak bertepi aku merasa terimaji Ketika ombak menerpa gunung yang tinggi Aku merasa tak berarti Namun saat malam tiba banyak bintang-bintang yang ber kedip di kejauhan sana hanyalah satu yang paling berarti dalam tatapanku entah kenapa ? kemudian hatiku bertanya . hitam bajumu Hitam air matamu menetes netes ketempurung sunyimu Aku gantungkan air matamu di rimbung pepohonan Aku tiupkan doa –doamu kediam sammadi agar tetes tali rahim menhitam Di ubun ubun waktu ya…………………………….. ada apa dengan diriku? Dan kenapa tiba-tiba kalbuku berdebar kemudian aku berkata inilah sebuah perasaan yang timbul karena bintang itu yang paling terang bahkan menerangi kalbuku yang paling dalam kemudiam aku mencoba mendekatinya akhirnya bintang itu kelihatan terang Puisi Ammatoa Hitam destarmu.

suku ini memiliki semacam sihir dan kekuatan gaib yang bisa mematikan 14 . Sumber ajaran agama mereka adalah Patuntung. Dinamisme dan Suku ini unik.warna yang menunjukkan kekuatan dan persamaan derajat bagi setiap orang dihadapan sang pencipta. sehingga mempunyai kekuatan mistik hingga orang luar yang datang kesana tanpa izin dan hendak Suku kajang terletak didesa-desa dikabupaten bulukkumba. menyembunyikan rumah dibalik lebatnya hutan dan mereka hanya akan melihat hutan belaka Bagi mereka warna hitam merupakan warna adat mereka. penuh kesederhanaan. SUL-SEL dengan desa Tottenisme. Bahasa mereka adalah bugis konjo yang kental Agama mereka adalah islam tapi. Mereka menjauhkan diri dari segala yang berhubungan dengan modernisasi dan teknologi. menjadikannya sebagai salah satu taman wisata budaya favorit. Karena. alami . Suku yang beradat ammatoa ini masih sangat kental akan adat istiadatnya . Tapi yang membuat terhambatnya wisata kesana adalah ketakutan orang luar memasukinya.masih menganut Animisme.BAB III ( Penutup ) Kesimpulan utamanya ialah desa tanah toa. Berpakaian hitam-hitam. alamnya asri dan terjaga.

Saran 15 .

php?t=11951486 http://www.com/2011/04/badui-di-bulukumba.20051128.indosiar.blogspot.html http://www.id.Daftar Pustaka             http://gowata.wordpress.com/2008/05/06/ammatoa-suku-kajang/ http://www.blogspot.com/2011/12/11/catatan-dari-kajang/ 16 .TAR1173 65.com/ http://ridwanmandar.tempointeraktif.us/showthread.com/ragam/kajang--potret-suku-terasing_39110.com/id/arsip/2005/11/28/TAR/mbm.kaskus.com/2011/07/12/suku-kajang-antara-keterasingandan-kearifan-lokal/ http://etnofilm.blogspot.html http://psychologymania.com/2009/04/suku-kajang-di-kab-bulukumba.com/ http://kajang-anbti.wordpress.kompasiana.html http://sosbud.blogspot.html http://hiburdunia.com/2011/05/16/mengenal-suku-kajang/ http://majalah.html http://budayakajangtanahtowa.psychologymania.com/2011/08/suku-kajang-menjaga-tradisi-dan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful