HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT, SIKAP, BEBAN KERJ A, KETERSEDIAAN FASILITAS DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RAWAT INAP BPRSUD

KOTA SALATIGA

TESI S
Untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat Sarjana S2

Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Konsentrasi Administrasi Kebijakan Kesehatan Oleh MARTINI NIM : E4A005026

PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2007

Pengesahan Yang bertanda tangan dibawah ini Tesis menyatakan bahwa tesis yang berjudul :

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT, SIKAP, BEBAN KERJA ,KETERSEDIAAN FASILITAS DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RAWAT INAP BPRSUD KOTA SALATIGA :

oleh NAMA : MARTINI NIM : E4A005026

Dipersiapkan dan disusun

Telah dipetahankan di depan dewan penguji pada tanggal 25 Agustus 2007 dinyatakan telah memenuhi syarat untuk dan diterima

Pembimbing pembimbing pendampin g

utama

Meidiana Dwiyanti, SKp, MSc Cahya Tri Purnami, SKM, M.Ke s IP. 140 145 925 N NIP. 132 125 671

Penguji

Penguji

dr. Kuntjoro Adi Purjanto. MMR Chris wardani Suryawati, Dra, Mke s IP. 140 120 864 N NIP. 131 832 258

Semarang, Oktober 2007 Universitas Diponegoro Program studi Ilmu Kesehatan masyarakat Ketua Program dr. Sudiro, MPH, DR. PH. NIP. 131 252 965

PERNYATAA N Saya, yang bertanda tangan dibawah ini : NAMA : MARTINI NIM : E4A005026 Menyatakan bahwa tesis dengan judul : ” HUBUMGAN KARAKTERISTIK PERAWAT, SIKAP, BEBAN KERJA, KETERSEDIAAN FASILITAS DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RAWAT INAP BPRSUD KOTA SALATIGA” merupakan : Hasil karya yang telah dipersiapkan dan disusun 1. sendiri. 2. Belum pernah disampaikan untuk mendapatkan gelar pada program Megister ini ataupun pada program lainya. Oleh karena itu pertanggung jawaban tesis ini sepenuhnya berada pada diri saya . Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar – benarnya.

Semarang, 2007 Penyusun,

Agustus

MARTINI NIM E4A005026

:

aTahun 2006 Pelaksana Keperawatan di Puskesmas Sidorejo Lor Salatig a . Sekolah Dasar Negeri Newung lulus tahun 19977 2. Sekolah menengah Atas Muhammadiyah Sragen lulus tahun 1984 4.RIWAYAT HIDUP Nama : MARTINI Tempat / Tanggal lahir : Sragen 11 Nopember 1965 Rumah Alamat : Jl. Akademi Keperawatan Muhammadiyah Semarang lulus tahun 198 7 5. Program Studi Kesehatan Masyarakat. Sekolah Menengah Pertama negeri V Sragen lulus tahun 1980 3. Tahun 1989 s /d 2006 Pelaksana Keperawatan di BPRSUD KotaSalatig 2. Hasanudin no 110 Salatiga : Menikah Status Nama Suami : SUGITO Riwayat Pendidikan : 1. Wahid Hayim No 7A Salatiga Pekerjaan : Pegawai negeri Sipil Instansi : Dinas Kesehatan Kota Salatiga Instansi Alamat : Jl. Ngudi Waluyo Ungaran lulus tahun 2005 Riwayat pekerjaan: 1.

Kp. dukungan dan kerjasamanya. 6.kes selaku pembimbimg yang telah mengarahkan dan memberikan bimbingan dalam penyusunan tesis. 4. Segala puji dan syukur bagi Allah . karena satu lagi langkah dalam perjalanan hidup ke masa depan telah berhasil saya lalui. 9. pada saat berbahagia ini. bimbingan dan dukungannya. dr. Kepala Dinas Kesehatan Kota yang memberikan kesempatan penuh kepada saya untuk menyelesaikan studi. 2. materi dan saran untuk perbaikan penyusunan tesis.MMR Direktur BPRSUD Kota Salatiga atas pemberian ijin. dr.. pengorbanan dan dukungan yang begitu besar. Kunjoro Adi Purjanto. Rekan sejawat perawat dan teman-teman di BRSUD Kota Salatiga yang memberikan banyak inspirasi. dr.MSc dan ibu Cahya Tri Purnami. Ibu Meidiana. 7. Seluruh pengelola dan staf di Program Megister Manajemen Ilmu Kesehatan Masyarakat yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran keseluruhan proses pendidikan.Kuntjoro Adi Purjanto. ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi saya sampaikan kepada : 1.Suryaningsih.KATA PENGANTAR Alhamdulillahirobbil ‘alamiiin. M. shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan dan tauladan kita Muhammad Rasulullah. Suami dan Anakku atas segala pengertian. Dwidiyanti S. Dra. 5. M. persaudaraan. terima kasih atas persahabatan. yang semuanya adalah atas berkah dan rahmat dari Allah . Teman-teman seperjuangan di MIKM Undip 2005. Chris Wardani Suryawati.kes yang memberikan banyak bimbingan.MMR selaku Penguji yang memberikan banyak masukan dan berbagi banyak pengalaman tentang RS. . SKM. Selesainya penyusunan tesis ini merupakan pengalaman berharga dan sangat membahagiakan. 8. 3. keluarga dan para sahabatnya.

Penyusun. penghargaan tulus bagi anda apabila memberikan saran. MARTINI . semoga membawa manfaat bagi peneliti dan orang lain. dapat memperkaya khasanah keilmuan.Dengan penulisan tesis ini . masukan dan kritik yang membangun guna menyempurnakan tulisan ini.

. 41 C. xiii BAB I PENDAHULUAN A. 9 BAB II PUSTAKA Ruang Lingkup ……………………………………………... xi DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………… xii ABSTRAK …………………………………………………………………. Supervisi …………………………………………………. Manfaat Penelitian ………………………………………. TINJAUAN A. METODOLOGI PENELITIAN A. 8 G. Dokumentasi Asuhan Keperawatan …………………… 13 C. Pelayanan Keperawatan dan Proses Keperawatan …. 7 F. 26 E. Perilaku …………………………………………………… 18 D. Beban Kerja Perawat …………………………………… 30 F. 10 B. Kerangka Teori …………………………………………. 42 Hipotesis ………………………………………………… Kerangka Konsep ……………………………………… . Latar Belakang ………………………………………… 1 B.. Variabel Penelitian ……………………………………… 41 B. Perumusan Masalah …………………………………. Pertanyaan Penelitian ………………………………… 6 D. Keaslian Penelitian ……………………………………….. 5 C. Tujuan Penetilian ……………………………………… 6 E.DAFTAR ISI Halama n KATA PENGANTAR ………………………………………………………. v DAFTAR ISI ………………………………………………………………… vii DAFTAR TABEL …………………………………………………………… ix DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………. 40 BAB III.

Analisis Univariat ……………………………………. Analisis Bivariat ……………………. 48 8. Instrumen Penelitian dan Cara Penelitian ………. Keterbatasan Penelitian ………………………………. 66 2. Tehnik Pengolahan dan Analisa Data ……………. Prosedur Sampel dan Sampel Penelitian…………. 52 BAB IV. 66 1. Populasi ……………………………………………… 43 5. 43 Rancangan Penelitian ………………………………… 1. Pendekatan Waktu Pengumpulan Data…………… 42 3.. HASIL DAN PEMBAHASAN A.. Definisi Operasional ………………………………. 65 B. Gambaran Umum BPRSUD Kota Salatiga ………….. Saran ……………………………………………………….……………… 79 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN A. 45 7. Metode Pengumpulan Data ………………………… 42 4. Jenis Penelitian……………………………………… 43 2.D. Kesimpulan…………………………………………………. 88 B. Gambaran Khusus Responden ………………………. 44 6.. 90 . 65 C.

12 : Distribusi frekuensi fasilitas standar………………. 76 19..DAFTAR TABEL 1.15 :Tabel silang pendidikandengan pendokumentasian …… 81 .2 : Distribusi responden berdasarkan masa kerja….12 : Dokumentasi asuhan keperawatan ………………… 78 21.7 : Hasil Wawancara dengan kepala Bangsal………. 52 5.8 : Distribusi frekuensi beban kerja responden……… 74 16.6 : Uji Normalitas Data…………………………………..13 : Tabel silang umur dengan pendokumentasian….14 :Tabel silang masa kerja dengan pendokumentasian … 80 23. 57 7.. 67 9. Tabel 4. Halama n Tabel 3. Tabel 3. Tabel 4.………… 71 13. Tabel 4. ……… 20. Tabel 4.4. 68 11.. Tabel 3.52 4. Tabel 3. Tabel. 60 8. Tabel. 75 17..1 : Proporsi jumlah sampel…………… ……….4. 78 Tabel 4.. 79 22. Tabel 3.10 : Distribusi frekuensi berdasarkan fasilitas format …… Tabel 4.4 : Distribusi jawaban benar pernyataan pengetahuan…. 69 12.7 : Distribisi frekuensi sikap responden ……… ……. … 67 10.11 : Distribusi frekuensi jawaban ya pada fasilitas standar Tabel 4.6 : Distribisi jawaban setuju variabel sikap …………. 72 14. Tabel 4. Tabel 4.9 : Distribusi frekuensi jawaban ya pada fasilitas format . Tabel 4. 45 2.1 : Distribusi responden berdasarkan Umur ……….2 : Validitas Reabilitas Variabel pengetahuan…………… 52 3. Tabel 4.. Tabel 3..4 : Validitas Reabilitas Variabel Fasilitas Standar…….3 : Validitas Reabilitas Variabel Fasilitas Format……… . 76 18. Tabel 4. Tabel 4. Tabel 4.5 : Validitas Reabilitas Variabel Sikap ………………… 53 6. 74 15. Tabel 3.3 : Distribusi responden berdasarkan pendidikan………..5 : Distribisi frekuensi pengetahuan responden.

. … 84 26.17 : Tabel silang sikap dengan pendokumentasian….. Tabel 4..24.16 :Tabel silang pengetahuan dengan pendokumentasian… 83 25. 86 .20 :Tabel silang fasilitasstandar dengan pendokumentasian . Tabel 4.18 : Tabel silang beban kerja dengan pendokumentasian…… 85 27.. Tabel 4. Tabel 4.19 :Tabel silang fasilitas format dengan pendokumentasian . 86 28. Tabel 4.

..... Gb 2. 28 2.DAFTAR GAMBAR Halama n 1. …. 40 3.3 : Kerangka konsep…………………………… 42 . Gb 2. Gb 2. ….1 : Teori perilaku Law Green ……………….2 : Kerangka teori …………………………. …..

7: Lampiran standar asuhan Kuesioner fasilitas keperawatan 8. Lampiran 9 : Hasil pengolahan da evaluasi pendokumentasian asuhan .DAFTAR LAMPIRAN 1. 5: Hasil wawancara mendalam dengan kepala bangsal 6. 2: Lampiran Kuesioner perawan Lampiran kegiatan sikap 3. 4: Lampiran Panduan mendalam lampiran wawancara 5. Lampiran 8 : Ceklis instrumen keperawatan 9. 3: Ceklis perawat 4. Lampiran 1 : Kuesioner karakteristik perawat 2. Lampiran 6 : Kuesioner fasilitas format 7.

kerja dan pendidikan tidak ada masa hubungan. Beban Kerja. beban kerja dan fasilitas pengambilan secara proposif dengan analisis kuantitatif.4%. melaksanakan rencana tindakan. sedangkan waktu pengumpulan data secara cross sectional. beban kerja serta fasilitas ada berhubungannya dengan pendokumentasian asuhan keperawatan. perencanaan keperawatan 29. Format tersedia Beban kerja sedang 37% p Standar asuhan keperawatan tersedian 61% p value 0.000 . Sikap yang baik mencapai p 57% p value 0. catatan keperawatan 69%. sedangkan untuk variabel umur. Kegiatan keperawatan merupakan salah satu kegiatan pelayanan yang ada di Sakit. 9 lampiran. evaluasi 53.001 59% p hasil pendokumentasian asuhan keperawatan penkajian 43%. diagnose 29. Hasil analisis statistik untuk asuhan variabel pengetahunan. untuk pengukuran karakteristik. Hasil analisis menunjukan pengetahuan perawat 52% yang mempunyai baik pengetahuan value 0. erlu diterbitkan prosedur tetap penulisan dokumentasi asuhan keperawatan. dan evaluasi perlu dilaksanakan secara rutin dan terus monitoring menerus serta dilakukan pencatatan dan pelaporan.011. beban asuhan keperawatan kerja perawat yang merupakan kegiatan tidak langsung perlu dievaluasi kembali. Sikap. . tugas perawat dalam memberikan asuhan keperawatan Rumah pada antara lain mengkaji kebutuhan pasien. Subyek penelitian 8 Kepala dan 56 orang perawat pelaksana. Supervisi dengan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di Rawat Inap BPRSUD Kota Salatiga Tahun 2007 85 halaman. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatory survey dengan menggunakan dua pendekatan kuantitatif dan kualitatif.8%. sikap. sampelnya Pengolahan data tehnik deskriptif dan analitik dengan uji korelasi penelitian dengan Rank Sperman .0001. 28 tabel. merencanakan pasien tindakan keperawatan. sikap. 3 gambar.PROGRAM MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT KONSENTRASI ADMINISTRASI KEBIJAKAN KESEHATAN UNIVERSITAS DIPONEGORO 2007 ABSTRA K Martin i Hubungan Karakteristik Perawat.6%. Kata Kunci Keperawatan : Kepustakaan 42 : Dokumentasi value serta value 0. mengevaluasi hasil asuhan keperawatan yang telah diberikan serta mendokumentasikan asuhan keperawatan .8%. tindakan 57. Pengukuran supervisi bangsal dengan wawancara mendalam yang selanjutnya dilakukan content analisis.001 . 0. Kesimpulan untuk meningkatkan pelaksanaan praktek pendokumentasian pengetahuan perawat perlu ditingkatkan.

there needs to improve the knowledge of nurses. work burden. the factor of knowledge. In terms of statistical analysis. Subject of this research was eight persons who were the head of room. The of nurses main task in providing nursing care towards a patient is to analyze patients’ make a planning. to evaluate the result of nursing care. and 56 nurses.8%). good attitude (57%) moderate work burden value 0. record attitude. Measurement of supervision by in-depth interview and analyzed by Content Analysis. Sample was carried out by using purposive sampling. to do activities reporting and recording activities. length of work. and nursing nursing care (69%). 0. to monitor and to evaluate regularly. and education do not have significant relationship with documenting activities of nursing care.6%).plan (29. To improve implementation of nursing care documenting activities. advance diagnosis each step is namely early for (29. attitude. to and to document nursing care. the factors of age. Supervision and Documenting Activities of Nursing Care at Inpatient Unit of City Public Hospital Year Salatiga 2007 85 pages + 28 tables + 3 figures + 9 enclosures Nursing activity is one of services activities at a hospital.4%). p (37%) p 0. and to publish the procedure of writing nursing care documentatio n.0001.000.8%).001 and availability of nursing value (61%) p (59%). Percentage of respondents who have good knowledge (52%) p 0. and facility were measured quantitatively. Percentage of nursingcare care documenting value p activities diagnosis (43%). Key Words : Documenting Nursing Care Bibliography : 42 200 7 value value . conducted was Variables of characteristics. to re-evaluate indirect of work burden.001 . Attitude.011. This was an explanatory research using cross sectional approach and quantitative-qualitative method. treatment (57. and facility have significant relationship with documenting activities of nursing care. evaluation (53. work burden. Otherwise. availability of a form 0. Statistical quantitative data used Rank Spearman analysis for test. need. Work Burden.Master’s Degree of Public Health Program Majoring in Administration and Health Policy Diponegoro University ABSTRACT Martin i Relationship among Nurse’s Characteristics.

. D3 keperawatan. BPRSUD ( Badan Pengelolaan Rumah Sakit Umum Daerah) adalah Rumah Sakit milik Pemerintah Kota Salatiga dengan jumlah penduduk 2 146. yang terdiri dari kelas perawatan VVIP. LATAR BELAKANG Terbukanya pasar bebas bisa mengakibatkan tingginya kompetisi disektor kesehatan. Untuk merebut pasar yang semakin terbuka bebas.467 jiwa. bermutu dengan biaya terjangkau. berkualitas 1) dan memperhatikan kepentingan pasien. 4 dokter gigi. 73 paramedis non perawatan. Selain menjadi rumah sakit rujukan BPRUD Kota Salatiga juga menjadi lahan praktek Kedokteran. 175 tenaga non medis. 2 apoteker. pemerintah maupun rumah sakit asing akan semakin keras. Arus demokrasi dan peningkatan supremasi hukum dengan diberlakukanya Undang – Undang No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen menuntut pengelola rumah sakit lebih transparan. BPRSUD Kota Salatiga memiliki km kapasitas 200 tempat tidur. akurat. dan tuntutan terhadap pelayanan di rumah sakit dimana rumah sakit harus memberikan pelayanan kepada pasien langsung dapat dilayani secara cepat. VIP. D3 kebidanan dan sekolah menengah atas. 1 ruang paviliun.2 serta klas 3 yang tersebar di 1 instalsi rawat intersip care inap 1 unit . dengan km kepadatan 2 penduduk 3465 jiwa per .781 . 13 dokter umum. klas 1a. 1c. 158 paramedis perawatan.BAB I PENDAHULUA N A. 1b. Persaingan antar rumah sakit baik swasta. mempunyai luas wilayah 56. Penyelenggaraan upaya kesehatan di BPRSUD Kota Salatiga didukung oleh 15 dokter spesialis.

15 3. 13 orang berpendidikan D1 .09 LOS 4. 262/ MenKes/ per/ VII/ 1997 untuk Rumah Sakit tipe C yaitu dengan rasio 1 : 1 yang artinya satu pasien dirawat oleh satu perawat. Pelayanan keperawatan merupakan bagian yang integral dari sistim pelayanan kesehatan sehingga pelayanan keperawatan mempunyai arti penting bagi pasien khususnya untuk penyembuhan maupun rehabitasi di rumah sakit.18 (hari) 3.46 2. Perbandingan jumlah tenaga perawat yang bertugas di rawat inap dengan jumlah kapasitas tempat tidur sebesar 2 :1 artinya dua pasien dirawat oleh satu perawat. 91 dengan pendidikan D3.15 TOI (hari) 2. Hal ini belum sesuai dengan Permenkes No.Hasil evaluasi mutu pelayanan BPRSUD Kota Salatiga Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 BOR (%) 52. Asuhan keperawatan di Rumah Sakit seharusnya dilakukan oleh tenaga profesional dengan tingkat pendidikan minimal D3.16 66.54 53 51 48.05 59. 16 orang berpendidikan SPK.30 (kali) 52. 8 orang berpendidikan PKU/PKC.13 BTO Sumber : Sub Bid rekam medik BPRSUD Kota Salatiga Bila BOR diatas 80% kegiatan rawat inap sangat padat sedangkan bila BOR dibawah 50% berarti tempat tidur yang tersedia belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya.76 54.16 4. Dengan berkembangnya permintaan masyarakat terhadap .34 31.83 58.54 2.80 4.33 2.15 4. Kota Salatiga yang bertugas di rawat inap berjumlah 129 perawat dibagi 2) Namun BPRSUD di dalam 3 shif jaga. dengan distribusi pendidikan 2 orang berpendidikan S1 .

kultural dan spiritual yang dapat ditunjukan pada individu dan masyarakat dalam rentang sehat. disamping itu dokumentasi asuhan keperawatan juga merupakan bukti pencatatan dan pelaporan yang dimiliki perawat dalam melakukan asuhan keperawatan yang berguna untuk kepentingan pasien. perawat dan tim kesehatan dalam memberikan pelayanan dengan dasar komunikasi yang akurat dan lengkap secara tertulis dengan tanggung jawab perawat. valid dan dapat dipertanggung jawabkan secara moral dan hukum. sakit Tugas perawat dalam memberikan asuhan keperawatan antara lain mengkaji kebutuhan pasien. 2) menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan rumah sakit Pelayanan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan kesehatan yang bersifat profesional dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia meliputi bio-psiko-sosio .pelayanan keperawatan yang berkualitas maka keperawatan pelayanan . . Dokumentasi asuhan keperawatan sangat penting bagi perawat karena pelayanan asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien . 3) melaksanakan rencana tindakan. melaksanakan dan mengevaluasi tindakan keperawatan. yang disusun secara sistimatis. berperan serta 4) dalam melakukan penyul. Berdasarkan prosedur tetap rumah sakit klas C dan D setiap petugas rumah sakit yang melayani atau melakukan tindakan kepada pasien diharuskan mencatat semua tindakan kepada pasien pada lembaran cacatan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya Dokumentasi asuhan keperawatan adalah suatu catatan yang memuat seluruh informasi yang dibutuhkan untuk menentukan diagnosis keperawatan. 5) 6) . merencanakan tindakan keperawatan. mendokumentasikan asuhan keperawatan. menyusun rencana keperawatan. mengevaluasi hasil asuhan keperawatan.

Dari hasil prasurvei tentang pendokumentasian asuhan keperawatan di instalasi rawat inap BPRSUD Kota Salatiga pada bulan tanggal 5 Desember 2006 didapatkan hasil dari 302 rekam medik yang masuk di bagian sub bidang rekam medik dapat diperoleh informasi bahwa pendokumentasian asuhan keperawatan masih ada yang kurang lengkap dalam penulisannya meliputi pengkajian 55%. (6) sarana pendidikan 2) lanjutan. Dalam meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan di BPRSUD Kota Salatiga telah disediakan sarana untuk pendokumentasian asuhan keperawatan antara lain standart asuhan keperawatan Departemen Kesehatan tahun 1993. (7) sebagai audit pelayanan keperawatan. (2) sebagai mekanisme pertanggung gugatan. Adanya ketidaklengkapan dalam pendokumentasian asuhan keperawatan akan berdampak pada tidak tercapainya tujuan . (4) sarana evaluasi. perencanaan keperawatan 54%. (3) sarana pelayanan keperawatan secara individual. diagnose keperawatan 55%. Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa praktek pendokumentasian asuhan keperawatan yang ada belum sesuai dengan standar. Kegunaan dokumentasi keperawatan antara lain (1) sebagai alat komunikasi. namun dalam pelaksanaanya masih banyak kendala. tindakan keperawatan 55% dan evaluasi tindakan keperawatan 57%. format baku.membutuhkan catatan dan pelaporan yang dapat digunakan sebagai tanggung jawab dan tanggung gugat dari berbagai kemungkinan masalah yang dialami pasien baik masalah kepuasan maupun ketidak puasan 7) terhadap pelayanan yang diberikan. instrumen evaluasi penerapan standart asuhan keperawatan Departemen Kesehatan tahun 1994. (5) sarana meningkatkan kerjasama antar tim kesehatan.

Dengan berkembangnya permintaan masyarakat terhadap pelayanan keperawatan yang berkualitas maka pelayanan keperawatan menjadi pentimbangan pneting dalam pengembangan Rumah Sakit Salah satu kegiatan yang ada di rumah sakit adalah kegiatan pendokumentasian asuhan keperawatan. tetapi dalam penulisan dokumen tersebut perawat masih menemukan banyak kendala sehingga belum rehabilitas i di rumah . format belum melekat jadi satu dengan rekam medik. (2) untuk penelitian.pendokumentasian asuhan keperawatan yang antara lain (1) untuk mengidentifikasi status kesehatan pasien dalam rangka mencatat kebutuhan pasien. 2) a Hasil wawancara tanggal 17 Desember dengan 12 perawat. B. dan mengevaluasi tindakan. 4) . merencanakan. pengadaan kurang lancar. hukum dan etik . yang terdiri dari 6 perawat senior dan 6 perawat yunior di instalasi rawat inap BPRSUD Kota Salatiga didapatkan alasan kekurang lengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan antara lain format yang ada kurang sederhana. sehingga pelayanan keperawatan mempunyai arti penting bagi pasien khususnya bagi penyembuhan maupun sakit. Berdasarkan uraian tugas yang ada pengendalian kegiatan dibangsal termasuk pendokumentasian asuhan keperawatan menjadi salah satu tugas kepala bangsal. penulisan dirasa menyita waktu dan menghambat pelayanan. belum adanya umpan balik terhadap pelaksana keperawatan di rawat inap tentang hasil pendokumentasian. Perumusan masalah Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari sistim kesehatan. melaksanakan tindakan keperawatan. akan tetapi dalam pelaksanannya kurang optimal. keuangan.

supervisi. . berhubungan dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di rawat inap BPRSUD Kota Salatiga “ D. beban kerja ketersediaan fasilitas. format belum melekat jadi satu dengan rekam medik. C . sedangkan hasil wawancara dengan 12 perawat. diagnosis keperawatan 55%. perencanaan keperawatan 54%. Pertanyaan penelitian Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan pertanyaan penelitian yaitu “ apakah karakteristik perawat. penulisan dirasa menyita waktu dan menghambat pelayanan. Tujuan penelitian 1. evaluasi tindakan keperawatan 57%. tentang Dari hasil prasurvei pendokumentasian asuhan keperawatan di instalasi rawat inap BPRSUD Kota Salatiga pada tanggal 5 Desember 2006 didapatkan hasil bahwa dari 302 rekam medik yang masuk di bagian sub bidang rekam medik dapat diperoleh informasi bahwa pendokumentasian asuhan keperawatan masih ada yang tidak lengkap dalam penulisanya yang meliputi pengkajian 55%. supervisi dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di rawat inap BPRSUD Kota Salatiga . sikap. beban kerja dan ketersediaan fasilitas. tindakan keperawatan 55%. . sikap. diantaranya 6 perawat senior dan 6 perawat yunior didapatkan alasan kekuranglengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan antara lain dirasa format yang ada kurang sederhana. Tujuan umum Menganalisis hubungan antara karakteristik perawat.bisa dilakukan dengan baik.

Mengidentifikasi permasalahan pendokumentasian asuhan keperawatan di rawat inap BPRSUD kota Salatiga.2. Menganalisa hubungan antara umur dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di rawat inap BPRSUD Kota Salatiga d. Menganalisa hubungan ketersediaan fasilitas dengan praktek pendoku. Mendiskripsikan karakteristik perawat. Menganalisa hubungan antara pengetahuan dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di rawat inap BPRSUD Kota Salatiga. E. f. Menganalisa hubungan antara masa kerja dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di rawat inap BPRSUD Kota Salatiga. Menganalisa hubungan antara sikap perawat dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di rawat inap BPRSUD Kota Salatiga. fasilitas dan pendokumentasian asuhan keperawatan di rawat inap BPRSUD Kota salatiga. g. h. sikap. Menganalisa hubungan antara beban kerja perawat dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di rawat inap BPRSUD Kota Salatiga i. c. Tujuan khusus a. beban kerja. Menganalisa hubungan antara pendidikan dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di rawat inap BPRSUD Kota Salatiga e. b. penelitian Manfaat .

Penelitian yang berhubungan adalah sebagai berikut : 8) 1. dengan judul sikap dan tanggung jawab perawat Rusmiati dalam penerapan standar asuhan keperawatan. beban kerja perawat. beban kerja perawat dan ketersediaan fasilitas dengan pendokumentasian asuhan keperawatan belum pernah dilakukan di BPRSUD Kota Salatiga. Yang sudah pernah dilakukan oleh peneliti lain. ketersediaan fasilitas. dan bahan pertimbangan untuk memperbaiki penampilan kerja keperawat dalam menghadapi tuntutan perkembangan pelayanan dan persaingan . serta dapat digunakan sebagai bahan acuan bagi peneliti selanjutnya. dengan metode kualitatif. pendidikan Bagi Memberi informasi tentang faktor – faktor yang berhubungan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan yang bisa digunakan sebagai bahan pustaka. sikap. supervisi dengan pendokumentasian asuhan keperawatan. Bagi Rumah Sakit Dapat mengevaluasi praktek pendokumentasian asuhan keperawatan. sikap.1. khususnya penelitian mengenai hubungan karakteristik perawat. F. Bedanya dengan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik . peneliti Bagi Menambah pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti dalam melaksanakan penelitian. dengan hasil kecenderungan perawat mempunyai sikap sangat baik terhadap pelaksanaan standar asuhan keperawatan. Keaslian penelitian Penelitian hubungan karakteristik perawat. 3. 2.

pendidikan.perawat. supervisi beban kerja. ketersediaan fasilitas dan supervisi dengan pendokumentasian asuhan keperawatan. Perbedaan dengan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat. 2007 2. 9) 2. Dengan hasil ada hubungan antara sikap dan motivasi dengan pendokumentasian asuhan keperawatan. Kabupaten Kebumen . yang meneliti tentang evaluasi pendokumentasian Susanto asuhan keperawatan dan hubunganya dengan sikap dan motivasi perawat di instalasi rawat inap RSUD Abdul Wahab Syahranie Samarinda. dengan subyek penelitian perawat dengan pendidikan D3 keperawatan dan S1 keperawatan. Lingkup waktu Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juli . sikap. dengan subyek penelitian 45 responden yang bekerja di puskesmas rawat inap Kebumen dengan hasil ada hubungan pengetahuan. kepemimpinan. masa kerja). sistim kompensasi dengan kinerja perawat di puskesmas rawat inap . ketersediaan fasilitas dan dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan. Ruang lingkup 1. beban kerja. sikap. sikap. Walin survey dengan pendekatan cross sectional. G. Lingkup tempat Penelitian ini dilaksanakan di rawat inap BPRSUD Kota Salatiga 3. supervisi. motivasi. umur. Lingkup materi Lingkup materi dalam penelitian ini dibatasi pada karakteristik perawat ( pengetahuan. beban kerja . dan lokasi penelitian 10) dengan penelitian observasional dengan metode 4.

Peran perawat menurut konsursium ilmu kesehatan tahun 1989 1) Sebagai pemberi keperawatan 2) Sebagai advokat pasien. pencegahan penyakit serta pelayanan terhadap pasien 4) 2. 3) .perawat. ketersediaan pendokumentasian asuhan keperawatan. 3) Sebagai edukator 4) Sebagai koordinator 5) Peran kolaborator 6) Paran konsultan 7) Sebagai pembaharu b. Definisi perawat Perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan program pendidikan keperawatan. perawat Fungsi asuhan . Peran dan fungsi perawat a. Pelayanan keperawatan keperawatan dan proses 1. supervisi dengan BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. fasilitas. berwenang di negara bersangkutan untuk memberikan pelayanan dan bertanggung jawab dalam peningkatan kesehatan.

berbentuk pelayanan bio. Difinisi Asuhan keperawatan a. pelayanan keperawatan adalah bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. ditujukan pada individu. Pengertian pelayanan keperawatan Menurut hasil lokakarya keperawatan tahun 1983. keluarga dan masyarakat baik yang sakit maupun sehat yang mencakup siklus hidup manusia Menurut Handerson 1980 pelayanan keperawatan adalah upaya untuk membantu individu baik sehat maupun sakit. 2) Fungsi dependen merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatan atas pesan atau intruksi dari perawat lain . .psiko. dimana perawat dalam melaksanakan tugasnya dilaksanakan sendiri dengan keputusan sendiri dalam melakukan tindakan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. 3) . 3. merupakan fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Merupakan proses atau rangkaian kegiatan pada praktek keperawatan yang diberikan secara langsung pada pasien di berbagai tatanan kesehatan.sosiospiritual yang komprehensif. dari lahir sampai meninggal dalam bentuk peningkatan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki sehingga individu tersebut dapat secara optimal melakukan kegiatan sehari – hari secara mandiri 2) 4. 3) Fungsi interdependen fungsi ini dilakukan dalam kelompok tim yang bersifat saling ketergantungan diantara tim satu dengan lainya . 4) .1) Fungsi idependen.

Dilaksanakan berdasarkan kaidah – kaidah keperawatan sebagai profesi yang berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan berdasarkan kebutuhan obyektif untuk mengatasi masalah yang dihadapi pasien . merencanakan tindakan yang akan dilakukan. Merupakan inti pelayanan keperawatan yang berupaya untuk membantu mencapai kebutuhan dasar melaui tindakan keperawatan. Tujuan proses keperawatan Proses keperawatan bertujuan agar diperoleh hasil asuhan keperawatan yang bermutu. memanfaatkan potensi dari berbagai sumber. efektif sesuai dengan kebutuhan dan agar pelaksanaannya dilakukan secara sistimatik. menggunakan kiat ilmu keperawatan dalam melakukan tindakan.b. dinamis. dan . 5. Pengkajian Menurut Iyer 1996 tahap pengkajian merupakan dasar utama 9) dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan . melaksanakan tindakan keperawatan dan melakukan evaluasi hasil asuhan keperawatan yang telah dilakukan dengan berfokus pada pasien. menentukan diagnosis. berorientasi pada tujuan pada setiap tahap saling . Pengertian proses keperawatan Proses keperawatan adalah merupakan cara yang sistimatis yang dilakukan oleh perawat bersama pasien dalam menentukan kebutuhan asuhan keperawatan dengan melakukan pengkajian. Tahapan – tahapan dalam proses asuhan keperawatan a. berkelanjuta 3) n 7. c.11) ketergantungan dan kesinambungan 6.

d. e. Dalam perencanaan strategi dikembangkan untuk mencegah. penetapan evaluas . Perencanaan keperawatan Merupakan langkah penentuan diagnosis keperawatan. penetapan sasaran dan tujuan. b. Implementas i Merupakan pelaksanaan dari rencana keperawatan yang telah ditentukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pasien secara Implementas juga meliputi pencatatan optimal. dan kriteria i dirumuskan intervens keperawatan berdasarkan pada masalah i yang ditemukan.individu. atau memperbaiki masalah yang ditemukan . kebenaran data sangat penting. Oleh karena itu pengkajian yang akurat. c. Dokumen ini dapat digunakan sebagai alat bukti apabila ternyata timbul masalah hukum terkait dengan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit umumnya dan perawat khususnya. dia mampu dan mempunyai kewenangan untuk memberikan tindakan keperawatan. sesuai dengan kenyataan. i perawatan pasien dalam dokumen yang telah disepakati. membatasi. lengkap. Diagnosa keperawatan Menurut Gordon 1976 diagnose keperawatan adalah masalah kesehatan aktual dan potensial dimana berdasarkan pendidikan dan pengalamannya. Evaluasi .

Menurut Fisbach 1981 adalah suatu dokumen yang berisi data lengkap. 2. perencanaan. Pengertian Menurut Tupalan 1983 adalah catatan yang dapat dibuktikan atau dijadikan bukti secara hukum. informasi yang diperoleh menjadi dasar bagi penegakan diagnosis keperawatan. Dokumentasi keperawatan asuhan 1. Informasi disusun secara sistimatis dalam format yang telah disepakati dan dapat dipertanggung jawabkan baik secara moral dan hukum . Menurut Effendi 1995 merupakan informasi keperawatan dan kesehatan pasien yang dilakukan perawat sebagai pertanggung jawaban terhadap pelayanan asuhan keperawatan yang 3) telah diberikan. nyata dan tercatat bukan hanya tingkat kesakitan pasien tetapi juga jenis dan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan. Dari beberapa difinisi dapat disimpulakan bahwa dokumentasi asuhan keperawatan adalah : a. informasi yang mencakup aspek bio-psiko-sosio dan spiritual yang terjadi pada setiap tahap proses keperawatan yang dicatat secara menyeluru h b. data Sumber 6) . B. implementasi dan evaluasi asuhan keperawatan dan menjadi dasar umpan balik selanjutnya c.Merupakan proses terakhir keperawatan yang menentukan tingkat keberhasilan keperawatan sejauh mana tujuan dari rencana keperawatan tercapai atau tidak.

Hasil pemeriksaan diagnostik. d. f.a. Standar dokumentasi Menurut Fisbach 1991 standar dokumentasi adalah suatu pernyataan tentang kualitas dan kuantitas dokumentasi yang dipertimbangkan secara adekuat dalam suatu situasi tertentu. e. Catatan kesehatan terdahulu dapat digunakan sebagai informasi yang dapat mendukung rencana tindakan keperawata. dengan masalah obyekti f literatur e yang 3. memberikan tindakan dan mencatat pada rekam medis pasien. Perawat lain jika pasien rujukan dari pelayanan kesehatan lain. maka perawat harus meminta informasi pada perawat yang telah merawat pasien sebelumnya. Dengan adanya standar bahwa adanya suatu ukuran terhadap kualitas dokumentasi keperawatan. . Hal ini dimaksudkan untuk kesinambungan dari tindakan keperawatan yang telah diberikan. Kepustakaan untuk memperoleh data dasar pasien yang komprehensi perawat dapat p membaca merhubungan pasien. Hasil – hasil pemeriksaan laborat dan tes diagnostik dapat digunakan perawat sebagai data yang dapat disesuaikan dengan masalah kesehatan pasien. Catatan medis atau tim kesehatan lain aggota tim kesehatan lain adalah para personil yang berhubungan dengan pasien. Orang terdekat jika pasien mengalami gangguan dalam berkomunikasi atau kesadaran yang menurun c. Pasien merupakan sumber data primer dan perawat dapat menggali informasasi yang sebenarnya dari pasien b.

obyektif dan ditandatangi oleh tenaga kesehatan . Terbinanya koordinasi yang baik. tumpang tindih dan ketidak lengkapan informasi dalam asuhan keperawatan b. Untuk menghindari kesalahan. lengkap dan akurat 3) 4. a. Manfaat dokumentasi asuhan keperawatan Dokumentasi asuhan keperawatan mempunyai makna yang sangat penting bila dilihat dari berbagai aspek antara lain . Tujuan pendokumentasian asuhan keperawatan a. jelas. Aspek Hukum semua catatan informasi tentang keadaan pasien merupakan dokumentasi resmi dan bernilai hukum. dinamis antar sesama perawat atau petugas kesehatan lain melalui komunikasi tulisan c. dan penyempurnaan standar asuhan keperawatan.Perawat memerlukan suatu standar dokumentasi untuk memperkuat pola pencatatan dan sebagai petunjuk atau pedoman praktis pendokumentasian dalam memberikan tindakan keperawatan. pola yang efektif. Bila terjadi suatu masalah yang berhubungan dengan profesi keperawatan. Perawat mendapat perlindungan secara hukum f. 2) 5. Fakta tentang kemampuan perawat dalam pendokumentasian ditunjukkan pada ketrampilan penulisan sesuai dengan standar dokumentasi yang konsisten. Oleh karena itu data-data harus diidentifikasi secara lengkap. 2) . Memberikan data bagi penelitian. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas tenaga keperawatan d. Dokumentasi tersebut dapat dipergunakan sebagai barang bukti di pengadilan. maka dokumentasi diperlukan sewaktuwaktu. terjaminya kualitas asuhan keperawatan e. dimana perawat sebagai pemberi jasa dan pasien sebagai pengguna jasa. penulisan karya ilmiah.

dan perlunya dihindari adanya penulisan yang dapat interpretas yang menimbulkan i salah. akan memberi kemudahan bagi perawat dalam membantu menyelesaikan masalah pasien dan untuk mengetahui sejauh mana masalah pasien dapat teratasi dan seberapa jauh masalah baru dapat diidentifikas dan dimonito melalui i r akurat. Semua tindakan keperawatan yang belum. tanggal. Keuangan asuhan Dokumentasi dapat bernilai keuangan. sedang. Jaminan mutu Pencatatan data klien yang lengkap dan akurat. d. Komunikasi Dokumentasi keadaan pasien merupakan alat perekam terhadap masalah yang berkaitan dengan pasien. c. Perawat atau tenaga kesehatan lain akan bisa melihat catatan yang ada dan sebagai alat komunikasi yang dijadikan pedoman dalam memberikan keperawatan. Penelitian atau profesi pembelajara n . Pendidikan Dokumentasi mempunyai nilai pendidikan. karena isinya menyangkut kronologis dari kegiatan asuhan keperawatan yang dapat dipergunakan sebagai bahan referens atau i bagi siswa keperawatan. catatan yang Hal ini akan membantu meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan keperawatan .(perawat). dan telah diberikan dicatat dengan lengkap yang dapat dipergunakan sebagai acuan atau pertimbangan dalam biaya keperawatan bagi pasien e. f. b.

baik yang dapat diamati maupun yang tidak bisa di amati oleh orang lain. Pengertian Perilaku adalah semua kegiatan atau aktifitas manusia. g. standar asuhan keperawatan merupakan bagian integral dan penjabaran dari standar pelayanan rumah sakit yang diberlakukan melalui 12) surat keputusan Menteri Kesehatan No 436 tahun 1993.7637 tahun 1993.03. Akreditasi Melakui dokumentasi keperawatan akan dapat dilihat sejauh mana peran dan fungsi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien.2. Standar profesi adalah standar asuhan keperawatan yang diterbitkan oleh departemen Kesehatan republik Indonesia dan diberlakukan melalui surat keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik No YM. C. . Instumen evaluasi penerapan standar asuhan keperawatan Instrumen evaluasi penerapan standar asuhan keperawatan merupakan alat untuk mengukur mutu asuhan keperawatan di rumah sakit.00.Dokumentasi keperawatan mempunyai nilai penelitian. Data yang terdapat didalamnya mengandung informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan atau obyek penelitian dan pengembangan profesi keperawatan . dengan demikian akan dapat diambil kesimpulan tingkat keberhasilan pemberian asuhan keperawatan yang diberikan. Hal ini selain bermanfaat bagi peningkatan mutu bagi individu perawat dalam mencapai tingkat kepangkatan yang lebih tinggi 6. Perilaku 1. guna pembinaan dan pengembangan lebih lanjut. Asuhan keperawatan dikatakan bermutu bila telah memenuhi kriteria standar profesi.

perilaku dapat dibedakan menjadi dua: a. bentuk bentuk dalam obyek. t lain. Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan. kesadaran atau sikap yang terjadi pada orang yang meneri stimulu dan belum dapat diamati secara jelas ma s oleh orang lain. pengetahuan. untuk mewujudkan sikap menjadi suatu tindakan nyata diperlukan faktor pendukung atau kondisi yang memungkinkan antara lain suppor dari orang fasilitas.13) terhadap s Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus. Perilaku terbuka Respon seseorang stimulu dalam terhadap s tindakan nyata. Persepsi mempunyai beberapa . yang dengan mudah dapat diamati atau dilihat orang lain. respon stimulis tersebut sudah jelas terhadap bentuk tidankan atau praktek. persepsi.Menurut Skener 1938 merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang stimulu . Praktek atau tindakan Setelah seseorang stimulu atau mengetahui s kemudian mengadakan penilaian atau pendapat terhadap apa yang diketahui. proses selanjutnya diharapkan akan melaksanakan atau mempraktekkan apa yang diketahui. 2. Perilaku tertutup Respon seseorang stimulu dalam terhadap s terselubung atau tertutup. reaksi ini masih terbatas pada perhatian. 14) Praktek tingkatan a. b.

Mengenal dan memilih berbagai obyek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil b. Teori perilaku a. Teori Green 14) Lawrence . Faktor – faktor yang membedakan respon terhadap stimulus yang berbeda di sebut determinan perilaku. stimulu s atau 4. jenis kelamin. Faktor internal yakni karakteristik yang bersangkutan. Respon terpimpin Dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar dan sesuai dengan contoh c. secara otomatis. atau sesuatu itu sudah menjadi kebiasaan d. ekonomi. tindakan dimodifikasika tanpa mengurangi sudah n kebenaran tidakan tersebut. usia. Faktor eksternal yakni linkungan baik lingkungan fisik. Mekanisme Apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan benar. budaya. pendidikan. b. politik. pengetahuan. Domain perilaku Meskipun perilaku adalah bentuk respon dari rangsangan dari luar. sosial. Adopsi Suatu praktek atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik. 3. namun dalam memberikan respon sangat tergantung pada karakteristik atau faktor – faktor lain dari orang yang bersangkutan. Diterminan perilaku dapat dibedakan menjadi dua a.

berbeda dengan hasil . Setengah bagian yang kedua begitu seorang menjadi semakin dewasa ia mulai mengukur waktu yang tersisa. nilai – nilai . kebahagiaan dalam masa ini utamanya dicari melalui kinerja dan pencapaian kemampuan. Menurut Susilo Sumarliyo bahwa usia lanjut umumnya lebih bertanggung jawab dan lebih teliti dibanding dengan usia muda. hal ini terjadi kemungkinan usia yang lebih muda kurang berpengalaman. Sedangkan perilaku sendiri dipengaruhi oleh 3 faktor antara lain : 1) Faktor predisposisi merupakan suatu keadaan pikiran tentang sesuatu yang menguntungkan faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku mencaku p a) Umur Perkembangan orang dewasa bahwa setengah bagian pertama dari kehidupan orang dewasa muda adalah pencarian kopentensi diri.Menurut analisa Lawrence perikaku manusia dipengaruhi 2 faktor pokok yaitu faktor perilaku dan non perilaku. peningkatan umur diharapkan terjadi pertambahan kemampuan motorik sesuai dengan tumbuh kembangnya. akan tetapi pertumbuhan dan perkembangan seseorang pada titik tertentu akan terjadi kemunduran akibat faktor 16) degeneratip . 15) dan keberadaan diri Secara fisiologi pertumbuhan dan perkembangan sesorang dapat digambarkan dengan pertambahan umur. kebutuhanya berubah menjadi integritas.

Semakin lama masa kerja maka kecakapan akan lebih baik karena sudah menyesuaikan diri dengan pekerjaanya.16) berbagai pengharapan yang lebih tinggi Penelitian Eni Suhaeni tahun 2005 menyatakan semakin lama masa kerja bidan maka semakin banyak pengalaman . . yang cukup dalam .(16) knowledge. Seseorang akan mencapai kepuasan tertentu bila sudah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.penelitian Zaenal Sugiyanto yang menyatakan tidak ada hubungan antara umur kelengkapan pengisian data rekam medis b) Pendidikan Tingkat dalam dokter . Orang berpendidikan tinggi akan lebih rasional dan kreatif serta terbuka dalam menerima adanya bermacam usaha pembaharuan.18) Masa kerja biasanya dikaitkan dengan waktu mulai bekerja. ia juga akan lebih dapat menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan pendidikan yang dicapai seseorang diharapkan menjadi faktor produktifita antara determinan s lain abilities. Para karyawan yang relatip baru cenderung kurang terpuaskan karena . attitude menjalankan pekerjaanya c) Masa kerja dan behavio r aktifitas . dimana pengalaman kerja juga ikut menentukan kinerja seseorang.17) dengan pendidikan seseorang berpengaruh memberikan respon terhadap sesuatu yang datang dari luar. Semakin lama karyawan bekerja mereka cenderung lebih terpuaskan dengan pekerjaan mereka . skills.

tujuan pendokentasian. e) Sikap (1) Pengertian . praktek pendokumentasian asuhan keperawatan maka perawat harus punya pengetahuan mengenai pendokumentasian asuhan keperawatan agar dalam memberikan pelayanan ada kesinambungan.yang dimiliki dalam memberikan pelayanan dibanding dengan baru. Pengetahuan dasar yang harus dimiliki perawat antara lain pengertian pendokumentasian.14) organisa si Pengetahuan sangat erat hubunganya dengan perilaku. sumber data pendokumentasian. Sebelum seseorang mengadops perilaku ia harus tahu terlebih dahulu apa i arti dan manfaat perilaku tersebut bagi dirinya atau bagi .14) . bidan yang 19) d) pengetahuan Pengetahuan adalah kumpulan informasi yang dipahami. manfaat pendokumentasian. arti pentingnya pendokumentasian. diperoleh dari proses belajar selama hidup dan dapat digunakan sewaktu – waktu sebagai alat penyesuaian diri baik terhadap diri sendiri maupun lingkungannya Penelitian Rogers 1994 terbukti bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan dan kesadaran akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari pengetahuan dan kesadaran.

dan diatur melalui pengalaman. komonikato r . 20) dan keadaan. berita itu sendiri.14) berkaitan Sikap merupakan dengannya penilaian seseorang terhadap stimulus atau obyek. sebab orang mencoba untuk mengenal komunikator yang disukai dan cenderung untuk mengadopsi sikap dan perilaku orang yang disukai.Sikap adalah perasaan positif atau negatif atau keadaan mental yang selalu disiapkan. Menyukai sang komunikator menghasilkan perubahan sikap . dan keadaan.14) obyek tersebut (2) Ada tiga komponen sikap Kognisi seseorang berada dalam tahap mempelajari yaitu tahap mengenal masalah dan tahap mencari informasi yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah tersebut . semakin prestis san besar e g akan semakin besar pula perubahan sikap yang ditimbulka n. Setelah orang mengetahui stimulus atau obyek proses selanjutnya akan menilai atau bersikap terhadap stimulus atau . Menurut Sukidjo sikap adalah keadaan mental dan saraf dan kesiapan yang diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh dinamis atau terarah terhadap respon individu pada semua obyek dan situasi yang . dipelajari. obyek. Kepercayaan dari pengirim berita. yang memberikan pengaruh khusus pada respon seseorang terhadap orang.

(4) Sikap dan kepuasan kerja Suatu sikap yang dipunyai individu mengenai pekerjaannya dihasilkan dari persepsi mereka terhadap pekerjaannya. tidak suka. pandapat dan keyakinan nyata. keharusan . . titik i i pandang.(3) Sikap nilai dan Nilai sangat terkait dengan sikap. 21). Sikap adalah evaluasi perasaan dan kecenderungan seseorang yang relatip konsisten terhadap sesuatu obyek atau gagasan. kepercayaan merupakan sesuatu yang didasari atas pengetahuan. kebijakan dan prosedur. gaya supervisi. didasarkan pada faktor lingkungan kerja. Nilai didefinisikan sebag konstelas dari suka. Sikap akan menempatkan orang menyukai atau tidak menyukai sesuatu tersebut (6) Faktor – faktor yang menunjang perubahan sikap (a) Adanya imbalan dan hukuman dimana individu mengasosiasika reaksinya yang disertai n imbalan dan hukuman. (5) Sikap perilaku dan Melalui tindakan dan belajar seseorang akan mendapatkan kepercayaan dan sikap terhadap sesuatu yang pada giliranya akan mempengarui perilaku . (b) Stimulus mengandung harapan bagi individu sehingga dapat terjadi perubahan dalam sikap . nilai membantu sebagi jalan untuk mengatur sikap.

(c) Stimulus mengandung prasangka bagi individu yang mengubah sikap semula. Pemahaman akan baik dan buruknya. g. garis pemisah antara sesuatu yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan dari kepercayaan serta ajaran – ajaranya. 22) Nila i 2) pendukung Ketersediaan sumber daya kesehatan. tersedia atau tidak tersedianya fasilitas atau sarana – Untuk mewujudkan sikap menjadi sarana. lebih stabil bila dibandingkan dengan sifat individu yang dapat mewarnai kepribadian kelompok atau kepribadian Bangsa bersifat lebih mendasar dan stabil sebagai bagian dari cirri kepribadian. Hasil penelitian Eni Suhaeni sikap informasi yang positip dalam pelaksanaan poned akan mempengaruhi niat untuk ikut serta dalam kegiatan pelayanan emerjensi dasa . yang terwujud dalam lingkungan fisik.19) r ) pelayanan obstetric neonatal f kepercayaan Kepecayaan sebagai suatu sistem yang mempunyai pengaruh dalam pembentukan perilaku dikarenakan meletakan suatu dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. sikap bersifat evaluatif dan berakar pada nilai yang dianut dan terbentuk dalam kaitanya dengan suatu obyek 22) . Faktor .) Nilai Nilai merupakan disposisi yang lebih luas dan sifatnya lebih mendasar. Nilai berakar lebih dalam. suatu .

kerena mereka pada suatu kedudukan yang menentukan untuk mempengaruhi. atau suatu kondisi yang memungkinkan. antara lain adalah fasilitas terwujud dalam lingkungan fisik. orang yang dianggap penting ini yang disebut sebagai kelompok 14) referen si D. Perilaku seseorang lebih banyak dipengaruhi oleh orang yang dianggap penting. Faktor pendorong Merupakan faktor yang memperkuat perubahan perilaku seseorang yang disebabkan sikap dan perilaku orang lain. tersedia atau tidak tersedianya fasilitas – fasilitas atau sarana yang merupakan sumber daya . faktor ini Orang – Menurut . Supervisi dilukiskan sebagai orang – orang yang mengendalikan kegiatan orang lain Swansberg (1990) supervisi adalah suatu proses kemudahan . 24) 23) . Supervisi a ) Pengertian Supervisi adalah sebagai seorang anggauta dari managemen lini pertama yang bertanggung jawab atas pekerjaan kelompoknya kepada managemen tingkat lebih tinggi. yang disertai pedoman akan banyak berpengaruh terhadap produktifitas kerja dan kualitas kerja yang baik 3). 14) untuk menunjang perilaku Pekerjaan seseorang dalam menjalankan tugasnya tingkat kualitas hasilnya sangat ditentukan oleh sarana dan prasarana.perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung. bila seseorang itu dianggap penting untuknya maka apa yang mereka katakan atau perbuat cenderung untuk diikuti atau dicontoh. kelompok referensi .

memotivasi dan memberdayakan karyawan . bimbingan. serta melatih dan menilai karyawan. (3) Pendayagunaan sumber daya manusia. atau pengawasan oleh pengelola program terhadap pelaksanaan ditingkat administrasi yang lebih rendah dalam rangka menetapkan kegiatan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan b) Tujuan superviasi Menciptakan hubungan dan bantuan. menanggapi penampilan dan . serta menetapkan wewenang dan tanggung jawab. dan balikan yang efektif dan 24) efisien c) Kegiatan supervisi (1) Perencanaan. memberi saran atau Para supervisi 26) nasehat berurusan dengan pelaksanaan pekerjaan secara langsung dengan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas melalui pengarahan . (4) Pembinaan. memutuskan cara pencapaian tujuan. penugasan kerja. supervisi adalah sebagai suatu kegiatan pembinaan. 25) menganalisa penampilan. ikut menyeleksi orang untuk melaksanakan pekerjaan.sumber – sumber menyelesaikan yang diperlukan staf untuk tugas – tugasnya. (2) Pengorganisasian. menetapkan arah tindakan. memberi contoh. menetapkan tujuan. pengelompokan kerja untuk koordinasi. menetapkan pembagian kerja. mengobservasi dan . menempatkan dan memberikan orientasi untuk melaksanakan pekerjaan.

Peranan d) supervisi Para supervisi berperan menkoordinasikan pekerjaan karyawan dengan mengarahkan. melakukan perbaikan jika perlu. membimbing.1 Teori perilaku L. melancarkan. kerja pada unit kerjanya secara Hasil 20) efektif penelitian Walin 2005. memotivasi dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai hasil yang sebaik mungkin. Green .pengetahuan Sikap Keyakinan Nilai Karakteristik Demogra fi Faktor pendukung tersedianya / fasilitas sarana Perilak u Faktor pendorong Sikap perilaku kelompo k referen si dan Gambar 2.(5) Pengendalian. menghimpun informasi tentang pencapaian hasil dan membandingkan dengan rencana. dengan mengkoordinasikan sistim .10) Faktor Predisposisi: . ada hubungan antara supervisi dengan kinerja perawat puskesmas rawat inap di Kabupaten Kebumen .

Teori Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa penyebab terjadinya perubahan perilaku tergantung pada kualitas rangsangan.orang yang dianggap penting 22) Teori perubahan stimulu s organis me 5. WHO Teori 14) Tim kerja WHO menganalisa bahwa yang menyebabkan seseorang berperilaku adalah karena adanya 4 alasan pokok (1) Pengetahuan dapat diperoleh dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain (2) Kepercayaan seseorang menerima kepercayaan itu berdasarkan keyakinan dan tanpa adanya pembuktian terlebih dahulu. Kar Kar menganalisa perilaku dengan bertitik tolak dari fungsi : 1) Nilai seseorang untuk bertindak sehubungan dengan kepentingan pribadinya behavior ( intention 2) Dukungan sosial dari lingkungannya 3) Ada atau tidak ada informasi atau fasilitas 4) Otonomi pribadi yang bersangkutan dalam hal tidak atau mengambil suatu tindakan 5) Situasi yang memungkinkan untuk bertindak atau tidak bertinda k ) c. (3) Sikap menggambarkan suka atau tidak suka seseorang terhadap obyek (4) Orang penting sebagai referensi perilaku orang lebih banyak dipengaruhi oleh orang .b. Teori Snehandu B. perilaku a. perilaku .

c. Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara 1997. pengertian beban kerja adalah sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu tertentu. Beban kerja 1. Perilaku dilatar belakangi oleh kebutuhan bersangkutan.dapat berubah apabila hanya stimulu s yang diberikan benar – benar melebihi stimulu semula dari s . Teori Kurt Levin individu yang Perilaku manusia adalah suatu keadaan yang seimbang antara kebutuhan – kekuatan pendorong dan kekuatan – kekuatan penahan. atau dengan kata lain analisis beban kerja bertujuan untuk menentukan berapa jumlah personil dan berapa jumlah tanggung jawab atau beban kerja yang tepat dilimpahkan kepada seorang petugas . Pengertian dan manfaat pengukuran beban kerja Analisis beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu. analisis beban kerja Simamora adalah mengidentifikasi baik jumlah karyawan maupun kualifikasi karyawan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. E. Perilaku itu dapat berubah apabila terjadi ketidakseimbangan antara kedua kekuatan tersebut pada diri seseoran g. Pengukuran beban kerja diartikan sebagai suatu teknik . Teori fungsi Teori ini berdasarkan anggapan bahwa perubahan perilaku individu tergantung kepada kebutuhan. b.(20) Sedangkan menurut 1995 .

Pengukuran beban kerja Untuk mengetahui beban kerja. ketatalaksanaan. bahwa pengukuran beban kerja merupakan salah satu teknik manajemen untuk mendapatkan informasi jabatan. Informasi jabatan tersebut dimaksudkan agar dapat digunakan sebagai alat untuk menyempurnakan aparatur baik di bidang kelembagaan. tenaga kerja tertentu. Pengukuran beban kerja adalah penerapan tehnik yang dirancang untuk menetapkan bagi seorang pekerja yang memenuhi syarat untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu Pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan untuk mengukur beban kerja perawat antara lain : a.untuk mendapatkan informasi tentang efisiensi dan efektivitas kerja suatu unit organisasi. ataupun jenis pengamatan dengan pendekatan 1 Aktivita apa yang ) s jam kerja 2) aktivitas berkaitan dengan fungsi dan Apakah personil tugas pada waktu jam kerja 3) Proporsi waktu kerja untuk kegiatan produktif/ kegiatan langsung atau tidak produktif/ kegiatan tidak langsung. manusia. suatu pekerjaan dapat dilakukan pengukuran kerja. dikemukakan pula. dan sumberdaya 28) 1) 2. melalui proses penelitian dan pengkajian yang dilakukan secara analisis. Work sampling: Teknik ini untuk melihat beban kerja personil pada suatu unit. teknik analisis beban kerja atau teknik manajemen lainnya. atau pemegang jabatan yang dilakukan secara sistematis dengan menggunakan teknik analisis jabatan. bidang. Pada worksamplin dapat g diamati: sedang dilakukan personil pada waktu .

makin pendek jarak waktu pengamatan makin banyak sampel pengamatan yang bisa diamati oleh peneliti. Pelaksana pengamatan untuk pengambilan data ini haruslah seorang yang mengetahui secara benar tentang kompetensi dan fungsi. Worksamplin Pada g pengamatan adalah aktivitas keperawatan yang dilaksanakan perawat dalam menjalankan tugasnya sehari-hari diruang kerjanya . Pengamatan dapat dilakukan selama 3 shift dan yang menjadi .4) Pola beban kerja personil dikaitkan dengan waktu dan skedul jam kerja Untuk mendapatkan informasi tersebut dilakukan survei terhadap personil tertentu. Langkah-langkah pengamatan beban kerja dengan metode work yaitu : sampling 1) Ditentukan personil yang akan diteliti 2) Bila jenis personil jumlahnya banyak dilakukan pemilihan sampel sebagai subyek yang akan diamati 3) Membuat formulir daftar kegiatan perawat yang dapat diklasifikasikan sebagai kegiatan produktif atau tidak produktif dapat juga kegiatan langsung atau tidak langsung 4) Pengamatan kegiatan perawat dilakukan dengan interval 215 menit atau tergantung kebutuhan peneliti. b. Personil yang diamati tidaklah penting tetapi apa yang dikerjakan yang jadi pengamatan. Time And Motion Studies Pada teknik ini peneliti mengamati dengan cermat tentang kegiatan yang dilakukan oleh personil yang sedang kita amati.

pengamatan bisa dihentikan bila pengamatan telah memenuhi standar kompetensi penelitian. Langkahlangkahnya : 1) Mengidentifikasi jenis-jenis pekerjaan yang akan diamati 2) Membagi jenis-jenis kerjaan yang akan diamati kedalam elemen-elemen kerja. para pekerja dan penggunaannya untuk menetapkan standar waktu kerja. c. 3) Masing-masing elemen harus mempunyai titik awal dan titik akhir yang pasti untuk memudahkan pengukuran. Pencatatan kegiatan sendiri daily ( log) Merupakan bentuk sederhana work dari sampling orang yang diteliti menuliskan sendiri kegiatan dan waktu yang akan digunakan untuk suatu kegiatan. Menurut Barry Rander time atau studi waktu 1991 study adalah sebuah metode pengukuran waktu kerja dari suatu sampel penelitian kerja. Sebelum dilakukan penelitian perlu diberi penjelasan dan cara pengiisian formulir. 4) Menentukan berapa kali pengukuran atau pengamatan akan dilakukan terhadap elemen-elemen kerja tersebut (berapa sampel yang diperlukan) 5) Mengamati dan mengukur waktu tiap elemen kerja dari titik akhir sebanyak sampel yang telah ditentukan dan mencatat hasil pengukuran tersebut. Dengan menggunakan diman a . Peneliti biasanya membuat pedoman dan formulir isian yang dapat dipelajari dan diisi sendiri oleh subyek personil yang diteliti. 6) Menghitung jumlah waktu untuk pekerjaan yang telah diamati. Penggunaan teknik ini sangat bergantung terhadap kerjasama dan kejujuran dari personil yang sedang diteliti.

Kegiatan mulai masuk kerja sampai pulang. pencatatan dilakukan oleh informan sendiri Hasil analisis dapat digunakan untuk pola beban kerja. sangat membutuhkan kerja sama karyawan yang diteliti untuk menghasilkan perhitungan yang baik. karena produktivitas dapat diukur dengan jumlah produksi dibagi dengan waktu Klasifikasi Klasifikasikan pasien sesuai ketergantungan pasien kepada perawat. sistim klasifikasi pasien dikembangkan untuk mewujudkan asuhan keperawatan yang bermutu dan efisien karena sistim ini memungkinkan bahwa asuhan atau pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pelayanan . pasien 28) 1) Mengukur beban kerja perawat dan jumlah yang dibutuhkan 2) Membantu dalam menentukan anggaran 3) Membantu dalam plannin manajemen g 4) Program peningkatan mutu b. kapan beban kerja tinggi.formulir kegiatan dapat dicatat jenis kegiatan. Jenis klasifikasi dasar pasien ( Gillies ) 1) Sistem evaluasi faktor langkah – langkahnya a) Tiga atau lebih kategori pasien ditentukan untuk merefleksikan tingkat ketergantungan pasien pada perawat . Manfaat sistim klasifikasi pasien terhadap 3. apa jenis kerjaan yang membutuhkan waktu banyak. keperawata 28) n a. lama waktu mengerjakan setiap jenis pekerjaan juga penting untuk melihat beban kerja perlu waktu dan jumlah produksi. waktu dan lamanya kegiatan dilakukan.

standar waktu ) c) Standar waktu untuk masing – masing sub elemen harus ditentukan. tehnologi. penugasan perawat d) Beberapa sistim klasifikasi menggunakan diskriptor kebutuhan hidup sehari – hari e) diskripto diidentifikasi. sub elemen. potensial kembali kekeadaan akut. dirumah tanpa bantuan tenaga rehabilitas i . pasien penyakit kronik.b) Pengidentifikasian elemen perawat ( elemen. Tujuan menghilangkan masalah kesehata n b) Kategori 2. Sistim dibagi menjadi beberapa karateristik dan setiap karakteristik menggambarkan situasi pasien tertentu a) Kategori 1. untuk memandirikan keluarga c) Kategori 3. disesuaikan dengan situasi fisik. perancang Setelah r sistim menentukan intensita perawat untuk masing tingkat s – masin diskriptor tingkatan ini dapat ditentukan g . tujuan rehabilitasi terhadap fungsi maksimal dengan bantuan berkelanjutan tenaga kesehatan d) Kategori 4. pasien dengan penyakit akut. pasien penyakit kronik tidak dapat dipertahankan kesehatan. tidak dapat dipulihkan. 2) Sistim evaluasi prototip Sistem ini dikembangkan berdasarkan pada potensi pasien. sementara yang dapat pulih sempurna. Tujuan untuk memngelola penyakit kronik pasien bersama keluarga. dengan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk diskriptor setiap . pasien dengan penyakit atau cacat kronik.

5 jam dalam care sehari Extensive care dalam sehari Intensive care sehar i pasien memerlukan perawatan 5 – 6 jam b) c) d) e) pasien memerlukan perawatan 7 jam dalam 6. a. Akan tetapi pertumbuhan dan perkembangan seseorang pada titik tertentu akan terjadi kemunduran degeneratip. peningkatan umur diharapkan terjadi pertambahan kemampuan motorik sesuai dengan tumbuh kembangnya. tujuan mempertahankan kenyamanan dan fase terminal dignita s ( martabat ) 3) Sistim prototip yang lain Mengklasifikasikan pasien dalam 5 kategori a) Self pasien membutuhkan perawatan kurang care dari 2 jam perawatan dalam sehari Minimal pasien membutuhkan perawatan 2 jam care dalam sehar i Moderate pasien membutuhkan 3. pasien dengan tahap terminal. Umur Secara fisiologi pertumbuhan dan perkembangan sesorang dapat digambarkan dengan pertambahan umur.tujuan mempertahankan fungsi maksimal dengan bantuan terus menerus e) Kategori 5. akibat faktor 16) . Faktor – faktor yang mempengaruhi pendokumentasian asuhan keperawatan .

Pernyataan ini berbeda dengan hasil penelitian Zaenal Sugiyanto yang menyatakan tidak ada hubungan antara umur dokter dengan kelengkapan pengisian data rekam medis b. dengan (29) . Pendidikan Tingkat pendidikan seseorang berpengaruh dalam memberikan respon terhadap sesuatu yang datang dari luar. Orang berpendidikan tinggi akan lebih rasional dan kreatif serta terbuka dalam menerima adanya bermacam usaha pembaharuan Gilmer dalam frazer ( 1992 ) mengatakan bahwa makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah seseorang berfikir secara luas.17) . Masa kerja Seseorang akan mencapai kepuasan tertentu bila sudah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. hal ini terjadi kemungkinan usia yang lebih muda kurang berpengalaman.(19) .Menurut Susilo Sumarliyo bahwa usia lanjut umumnya lebih bertanggung jawab dan lebih teliti dibanding dengan usia muda. Para karyawan yang relatip baru cenderung kurang terpuaskan karena berbagai pengharapan yang lebih tinggi Penelitian Eni Suhaeni tahun 2005 menyatakan semakin lama masa kerja bidan maka semakin banyak pengalaman yang dimiliki dalam memberikan pelayanan dibanding dengan bidan yang baru . (29) . Semakin lama karyawan bekerja mereka cenderung lebih terpuaskan dengan pekerjaan mereka . makin tinggi daya inisiatifnya dan makin mudah pula untuk menemukan cara – cara yang efisien guna menyelesaikan pekerjaannya baik.16) c.

14) Hasil penelitian Tatik Rusmiati kecenderungan perawat mempunyai sikap sangat baik terhadap pelaksanaan standar 8) asuhan keperawatan. Pengetahuan Pengetahuan adalah kumpulan informasi yang dipahami. setiap pekerjaan merupakan beban bagi pelakunya. f. Sikap Sikap merupakan penilaian seseorang terhadap stimulus atau obyek. diperoleh dari proses belajar selama hidup dan dapat digunakan sewaktu – waktu sebagai alat penyesuaian diri baik terhadap diri sendiri . Semakin tinggi ketrampilan kerja yang dimiliki. sehingga beban kerja 32) menjadi relatif.d. Beban kerja Beban kerja adalah sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang 28) jabatan dalam jangka waktu Menurut tertentu. semakin efisien badan.14) maupun lingkunganya Hasil penelitian Jonetje Wambrauw tahun 2006 menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dokter dengan kepatuhan dalam . beban dimaksud bisa fisik. sosial.10) kabupaten kebumen e. jiwa pekerja. mental. Setelah orang mengetahui stimulus atau obyek proses selanjutnya akan menilai atau bersikap terhadap stimulus atau obyek tersebut . Sumakmur .31) penulisan resep sesuai formularium Hasil penelitian walin tahun 2005 menunjukan ada hubungan antar pengetahuan dengan kinerja perawat di Puskesmas rawat inap .

Hasil penelitian Zaenal Sugiyanto tahun 2005 menyatakan ada hubungan antara beban kerja dengan kelengkapan data.10) Kebume n h. Ketersediaan fasilitas format pendokumentasian Membantu perawat untuk mengatur pemikirannya dan memberikan struktur yang dapat meningkatkan pemecahan masalah yang kreatif. 33) ada . Beban kerja dipengaruhi salah satunya oleh kapasitas kerja . 35) g. Supervisi Supervisi adalah melakukan pengamatan secara langsung dan berkala oleh atasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh bawahan untuk kemudian apabila ditemukan masalah segera diberi petunjuk atau bantuan yang bersifat langsung untuk . Ketersediaan keperawatan standar asuhan . 17) produktivitas menurun Hasil penelitian Budi Widiastuti tahun 2005 menyatakan ada hubungan yang positip antara beban kerja dengan kinerja pegawai administrasi di bagian tata usaha di Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah g. 34) ya hubungan antara supervisi dengan kinerja perawat dalam penerapan standar asuhan keperawatan di Puskesmas rawat inap Kabupaten . Komunikasi yang terstruktur akan mempermudah konsistensi penyelesaian masalah di antara tim kesehatan . seseorang yang bekerja dengan beban kerja maksimal akan menyebabkan . mengatasin Hasil penelitian Walin 2005.

Standar sebagai pernyataan diskriptip tentang tingkat penampilan hasil.00.03.Pengertian standar pada dasarnya adalah menuntut pada tingkat ideal yang dicapai. Standar dapat diukur dengan suatu indikator.7637 tahun 1993. asuhan keperawatan adalah alat ukur kualitas asuhan keperawatan yang berfungsi sebagai pedoman atau tolok ukur dalam pelaksanaan 4) praktek keperawatan. h. indikator atau tolok ukur adalah suatu ukuran kepatuhan 35) terhadap standar yang telah Standar ditetapkan.13) . Asuhan keperawatan dikatakan bermutu bila telah memenuhi kriteria standar profesi. standar asuhan keperawatan merupakan bagian integral dan penjabaran dari standar pelayanan Rumah Sakit yang diberlakukan melalui surat keputusan menteri kesehatan No 436 tahun 1993 Instrumen evaluasi terdiri dari instrument A yang memuat studi dokumentasi penerapan standar asuhan keperawatan di rumah sakit. instrument C instrumen observasi . instrument B penilaian persepsi pasien terhadap mutu asuhan keperawatan. Instrumen evaluasi penerapan standar asuhan keperawatan Instrumen evaluasi penerapan standar asuhan keperawatan merupakan alat untuk mengukur mutu asuhan keperawatan di Rumah Sakit.12) pelaksanaan tindakan keperawatan .2. Standar profesi adalah standar asuhan keperawatan yang diterbitkan oleh departemen Kesehatan republik Indonesia dan diberlakukan melalui surat keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik No YM.

Evaluas i Metode pengukuran beban kerja . masa kerja) Pengetahuan Sikap Nilai Keyakinan Pelayanan keperawatan Faktor pendukung Fasilitas( format standar .F. beban kerja.Work sampling and .15) .) Informa si Faktor pendorong Kelompok referensi dukungan ( sosial) orang . Faktor predisposisi Karakteristik demografi(umu r. teori Kerangka Analisa hubungan karakteristi perawat.. ketersediaan fasilitas dan supervisi dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan. 12). pendidikan .y Daily .rSistim evaluasi prototi p Gambar 2.penting Situasi lingkungan Pendokumentasi an asuhan keperawatan Pengkajian Diagnosis Perencanaan Tindakan . 1). sikap.log Sistim evaluasi facto .2 Kerangka teori.Time motion stud .

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Variabel penelitian variabel bebas Karakteristik perawat pengetahuan ) (umur. Hipotesis asuhan Ada hubungan antara umur perawat dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di instalasi rawat inap BPRSUD kota Salatiga Ada hubungan antara masa kerja perawat dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di instalasi rawat inap BPRSUD kota Salatiga Ada hubungan antara pendidikan dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di instalasi rawat inap BPRSUD kota Salatiga Ada hubungan antara pengetahuan perawat dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di instalasi rawat inap BPRSUD kota Salatiga Ada hubungan antara sikap dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di instalasi rawat inap BPRSUD kota Salatiga Ada hubungan antara beban kerja perawat dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di instalasi rawat inap BPRSUD kota Salatiga . pendidikan Sika p Beban kerja Ketersediaan fasilitas ( format. standar asuhan keperawatan) Supervis i Variabel terikat Praktek pendokumentasian keperawatan. masa kerja.

namun dengan analisis isi .Ada hubungan antara ketersediaan fasilitas dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di instalasi rawat inap BPRSUD kota Salatiga Kerangka konsep Variabel bebas terikat Faktor predisposisi Variabel - Umur Masa kerja Pendidikan Pengetahuan Sikap Ketersediaan fasilitas Praktek pendokumentasian asuhan keperawatan Faktor pendorong Supervisi Beban kerja Gambar 3.1: Skema kerangka konsep Keterangan : Diuji statistik (diskriptif dan inferensial) Tidak diuji statistik.

terikat. Metode pengumpulan data Data primer variabel beban kerja perawat diperoleh dengan menggunakan lembar ceklis melalui dayli pendekatan log. sikap serta ketersediaan fasilitas dengan menjawab kuesioner yang telah dirancang. dengan hasil akhir adalah gambaran mengenai hubungan sebab akibat variabel bebas dan 36) variabel . 38) cros s . Data sekunder diperoleh dari catatan denga n . 3. pendidikan. membagi kegiatan tiap waktu dalam 1 (satu) shift. pada subyek penelitian diukur atau dikumpulkan dalam waktu bersamaan.Rancangan penelitian Jenis penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekplanatip survei karena penelitian ini dilakukan untuk menemukan penjelasan tentang suatu kejadian atau gejala terjadi. Pendekatan waktu pengumpulan data Pendekatan waktu yang digunakan pada penelitikan ini adalah – karena variabel bebas dan variabel terikat diamati sectional. umur. Sebagai subyek pada penelitian ini adalah Kepala Bangsal dengan melakukan wawancara terhadap 8 Kepala bangsal. Sedangkan variabel karakteristik perawat yang meliputi (pengetahuan. pada 37) saat yang Variabel sebab dan akibat yang terjadi bersamaan. masa kerja). Untuk variabel supervisi dengan melakukan wawancara mendalam untuk menggali informasi yang berkaitan dengan aspek – aspek praktek pendokumentasian asuhan keperawatan dan untuk mengetahui masalah – masalah pendokumentasian asuhan keperawatan.

Besar sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus.33 dibulatkan menjadi 56 perawat Keteranga n 2 n = besar sampel N = besar populasi d = tingkat kepercayaan atau ketepatan yang diinginkan b.1 ) 2 38) ) n = 129 12 9 = 1+ 1. Tehnik pengambilan sampel . a.rekam pasien evaluasi tersedia. ketersediaan fasilitas dan beban kerja adalah semua perawat di rawat inap BPRSUD Kota Salatiga yang berjumlah 129 perawat . N n = 1+N(d 12 9 1 + ( 0. 4. karena di ICU mempunyai format pendokumentasian asuhan keperawatan yang berbeda dengan di rawat inap. Prosedur sampel dan sampel penelitian Prosedur sampel diambil dari sebagian populasi sebagian dari yaitu perawat di inap BPRSUD Kota Salatiga selain ICU. Populasi medis yang telah dengan cara instrument menggunakan ceklis Populasi dalam penelitian untuk variabel karakteristik perawat. sikap.29 = 56. 5.

Tehnik pengambilan sampel untuk masing – masing bagian dalam penelitian ini dengan tehnik random sampling proporsional jumlah masing -masing kelompok perawat terhadap total sampel tidak termasuk kepala bangsal karena kepala bangsal mempunyai uaraian tugas yang berbeda dengan perawat pelaksana. 37) yaitu 1 Melati 12 orang 6 orang 2 Mawar 17 orang 7 orang 3 Paviliun lantai 2 17 orang 7 orang 4 Paviliun lantai 3 17 orang 7 orang 5 Perinatologi 15 orang 7 orang 6 Anggrek 18 orang orang 7 Cempaka 17 orang orang 8 Dahlia orang Jumlah orang 16 orang 7 56 8 7 129 orang 6. Tabel 3. Definisi operasional Va o riabe l 23 4 Definisi Skala operasional .1 Proporsi jumlah sampel untuk masing – masing bansal No Bangsal Sampel Populasi .

Ordina l informasi tentang tujuan. diperoleh dari proses belajar perawat 2. dilihat dari jumlah jawaban 24.3. Tahun sukses 41) Rasi o Mas a kerja Rasi o pend i dika n Rasi o yang stud y pendidikan formal dimiliki oleh perawat (sumber pendahuluan ) Sikap penilaian Skor Interva l seseorang suka atau tidak suka terhadap stimulus atau subyek. Lamanya kegiatan yang dilakukan perawat sejak pertama kali bertugas di keperawatan sampai penelitian 37) dilakukan .Pengetahuan pendokumentasian asuhan keperawatan kumpulan pengertian.23 ) .13. manfaat sumber yang dipahami oleh perawat.31) Tabel lnjutan Umu r Jumlah bilangan tahun yang dimiliki perawat sejak lahir sampai penelitian dilakukan.

28 ) rvis i kerjanya secara . dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai hasil yang sebaik mungkin dengan mengkoordinasikan sistim kerja pada unit efektif 26. melancarkan.Beba n kerja Aktivitas yang dilakukan perawat waktu jam kerja.29. . membimbing. 1) Tabel lanjutan Kete r sediaa n fasilit as Jumlah untuk sarana a l Inter v pencatatan kegiatan asuhan keperawatan yang berupa standar/ acuan kerja dan format di tiap bangsal dibutuhkan Supe saat 4) Kegiatan untuk mengkoordinasikan pekerjaan dengan mengarahkan. dengan cara Rasi o pada mengukur proporsi waktu kerja untuk kegiatan produktif/ kegiatan langsung dan kegiatan tidak produktif/ tidak langsung dengan metode daily log .

12) evaluasi . masing – masing pertayaan dibuatkan skor 0-4. implementasi dan 3. perencanaan. lembar ceklis. Apabila . dan ketersediaan fasilitas yang diisi oleh responden akan dilakukan uji validitas dan reabilitas. Pengukuran beban kerja menggunakan metode lembar ceklis yang diisi sendiri oleh responden. Rasi o 7. kultural dan spiritual pasien yang dicatat secara menyeluruh disusun dalam format yang tersedia sesuai tahapan asuhan keperawatan yang meliputu pengkajian. sikap. dayli log denga n .Prak t ek pendokume n tasia n asuhan keperawata n Skor kegiatan pencatatan yang memuat informasi tentang biopsiko. Instrumen evaluasi praktek pendokumentasian asuhan keperawatan tidak dilakukan karena sudah ada instrumen baku. lama waktu ini (10’) berdasarkan hasil stud pendahuluan dengan melihat lama waktu kegiatan y terpendek. diagnosis. panduan wawancara mendalam dan instrument evaluasi pendokumentasian asuhan keperawatan. dengan menjumlahkan waktu yang digunakan untuk kegiatan langsung. tidak langsung pada setiap shift jaga. Instrumen penelitian dan cara penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kegiatan ditulis tiap 10 menit.. sosio. Pengukuran sikap diukur secara kuantitatip dengan menerapkan skala likert. Panduan indept untuk mengukur supervisi interview kuesioner digunakan untuk mengukur karakteristik perawat.

responden menjawab sangat setuju (SS) diberi skor 4. membagikan ceklis yang harus diisi oleh responden dan data sekunder dengan melihat hasil pendokumentasian asuhan keperawatan di rekam medis pasien. sedangkan sebagai sampelnya sebagian dari perawat di rawat inap yang berjumlah 56 perawat. c. ragu diberi skor 2. setuju (S) diberi skor 3. ketersediaan fasilitas. Mengolah dan menganalisis data dengan cara membandingkan variabel bebas dan variabel terikat. . melakukan wawancara dengan kepala bangsal untuk mendapatkan informasi tentang pendokumentasian asuhan keperawatan. d. Melakukan pengumpulan data. Mengidentifikasi variabel – variabel yang akan diteliti dan kedudukan masing – masing yaitu: – Variabel bebas karakteristik perawat. sangat tidak . data primer dengan cara menbagikan angket. sebagai populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat di instalasi rawat inap dan perawat paviliun BPRSUD Kota Salatiga sejumlah 129 perawat. tidak setuju (TS) diberi skor 1. setuju (STS)diberi skor 23) 0 Cara penelitian a. Dari analisis ini akan diperoleh bukti adanya hubungan atau tidak adanya hubungan dari masing – masing variabel. supervisi dan beban kerja – Variabel terikat praktek pendokumentasian asuhan keperawata n b. Menetapkan subyek penelitian atau populasi dan sampelnya. sikap.

Untuk mengetahui validitas kuesioner dengan cara mengkorelasikan skor yang diperoleh dari masing – masing pertanyaan atau pernyataan dengan skor total.e. Ho : tidak ada korelasi positif antara skor item dengan skor tota l .x y r= v[nx 2 – ( Sx) 2 ] [ n y 2 – ( y) 2 ] Keterangan : r = Koefisien korelasi x = Variabel bebas y = Variabel terikat n = jumlah sampel Hipotesis : 1. termasuk responden pada 39) penelitian 1) Validitas Validitas instrumen menunjukkan sejauh mana alat pengukur itu dapat mengukur apa yang ingin diukur. Validitas instrument dan reabilitas Untuk menguji validitas dan reabilitas instrumen maka dilaksanakan uji coba terhadap 20 responden di Rumah Sakit Ambarawa dengan alasan karena memiliki tipe Rumah Sakit yang sama. Responden dalam uji coba kuesioner ini tidak . Uji validitas dapat dilakukan dengan uji Product Moment dari Pearson dengan rumus: 40) n xy . pencatatan asuhan keperawatan yang sama dan kemudahan akses.

bila P 2) Reliabilitas Reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Jika nilai p< 0. 40) value > 0.05 value < 0. 2. yang berarti ada korelasi positif antara skor item dengan skor total. Reabilitas alat pengukur biasanya dinyatakan dengan indeks korelasi. Ha: ada korelasi positif antara skor item dengan skor total Dasar pengambilan keputusan : 1. bila P Ho ditolak. Bila suatu alat pengukur dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh konsisten maka pengukur tersebut reliabel Instrumen penelitian yang reabilitasnya diuji dengan tesretest dilakukan dengan cara mencobakan instrument pada responden yang instrumennya sama ditempat yang berbeda.2. Dalam aplikasinya reabilitas dinyatakan oleh koefisien reabilitas yang angkanya berada dalam rentang 0 sampai 1 Uji relabilitas kuesioner yang digunakan adalah koefisien alpha. . yang berarti tidak ada korelasi positif antara skor item dengan skor total. Jika nilai p> 0. maka Ho ditolak.05 atau nilai r hitung > nilai r tabel. 38) . maka Ho diterima. H0 diterima.05 atau nilai r hitung < nilai r tabel.05 ). Data untuk menghitung koefisien reabilitas alpha diperoleh lewat pengujian yang dikenakan hanya sekali saja pada kelompok single responden ( administrasion Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberi nilai cronbach trial .

756 0.457 0.520 0. Form Fas.036 0.693 0.k) belahan j S 2j = varian skor tes Tabel 3.3. > 40) Analisis program reabilitas menggunakan 38) computer dengan koefisien reabilitas alpha.660 0..804 0.867 0.004 0.000 valid 0.036 0.000 valid 0.021 0.049 0. Form Valu e r 0. no Pertanyaa n Penget 1 Valid Penget 2 Valid Penget 3 Valid Penget 4 Valid Penget 5 Valid Penget 6 Valid Penget 7 Valid Penget 8 Valid Penget 9 Valid Penget 10 Valid Penget 11 Valid Penget 12 Valid Penget 13 Valid Penget 14 Valid p Valu e 0.alpha 0.021 0.381 0.2.037 0.889 0.457 0.3 Nilai korelasi butir pertanyaan pada variabelketersediaan fasilitas format di Rumah Sakit Ambarawa. Pertanyaan p Fas.60.036 0.412 0.753 r Nila i Kesimpula n Tabel 3. Rumus koefisien korelasi alpha : k SS a = [ ][1] (k–1) S Dimana : a instrument = banyaknya = reabilitas instrument 2 j 2 x K belahan S 2j = Varians ( 1.579 0.000 valid .804 Nila i Kesimpula n 1 2 3 0. Form Fas.000 0.409 0.001 0.000 0.910 0.009 0.000 0.2 Nilai korelasi butir pertanyaan pada variabelpengetahuan perawat tentang pendokumentasian asuhan keperawatan di Rumah Sakit Ambarawa.000 0.4….412 0.

4 5 Fas.611 0. Stan Fas.719 0.018 valid 0.380 0.000 valid 0.039 valid 0.049 valid 0.012 valid 0.867 0.049 valid 0. Stan Fas.449 0.000 valid 0. Pertanyaan p 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 12 13 14 15 1 6 17 18 1 9 20 Fas. Stan Fas.472 0.014 valid Tabel 3.041 valid 0.028 valid 0. Stan Fas.490 Tabel 3.380 0. Stan Fas.493 valid 0.758 0.397 0.015 valid 0. Stan Fas. Stan Fas.002 valid 0. Stan Fas. Stan Fas.522 0.4 0. Stan Fas.4 Nilai korelasi butir pertanyaan pada variabelketersediaan fasilitas standar di Rumah Sakit Ambarawa. Stan Fas.008 valid 0.058 valid r 0.009 valid 0.000 valid 0. Stan Fas. Stan Fas.362 Tidak Nila i Kesimpula n 0.014 0.022 valid 0. Stan Fas.403 0.702 0.024 valid 0. Stan Fas.002 valid 0.000 valid 0. Stan value 0.535 0.434 0. Stan Fas.472 0. Form 0.611 0.487 0.018 valid 0. Stan Fas.505 0.454 . Stan Fas. Form Fas. Stan Fas.

21

Fas. Stan

0.011 valid

0.508

Tabel 3.5 Nilai korelasi butir pernyataan pada variabel sikap perawat terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan di Rumah Sakit Ambarawa. Pernyataan Nila p i value r Sikap valid Sikap valid Sikap valid Sikap valid Sikap valid Sikap valid Sikap valid Sikap valid Sikap valid Sikap valid Sikap valid Sikap valid Sikap valid Sikap valid Sikap valid Sikap valid Sikap valid Sikap valid Sikap valid Sikap valid 8. Tehnik pengolahan dan analisa data
37) a. Pengolahan data Data kuantitatif yang diperoleh akan diolah dengan melalui tahapan sebagai berikut

Kesimpula n

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

0.002 0.456 0.013 0.497 0.041 0.398 0.029 0.431 0.010 0.514 0.040 0.402 0.025 0.444 0.017 0.478 0.029 0.431 0.015 0.488 0.048 0.383 0.011 0.507 0.031 0.423 0.010 0.514 0.001 0.668 0.001 0.678 0.002 0.625 0.017 0.477 0.021 0.459 0.001 0.678

1) Editing Dalam tahap pertama setelah data terkumpul akan dilakukan editing yang meliputi pemeriksaan atas kelengkapan ceklis, lembar observasi, instrument evaluasi pendokumentasian asuhan keperawatan untuk mempermudah dalam proses melengkapi menyempurnakan data yang kurang atau tidak sesuai.

2) Koding Koding adalah suatu proses penyusunan secara sistimatis data mentah ( yang ada dalam kuesioner) kedalam bentuk yang mudah dibaca oleh mesin pengolah data. 3) Entri Entri data adalah memindahkan data yang telah di ubah menjadi kode ke dalam alat bantu pengolah data yaitu kompute r 4) Pembersihan data Pembersihan data adalah untuk memastikan bahwa seluruh data yang telah dimasukan kedalam alat bantu pengolah data sudah sesuai dengan yang sebenarnya atau tidak salah. Analisa ada yang

b. data

Analisa dilakukan untuk data kualitatif dan data kuantitatif 1 ) Untuk data dalam penelitian ini analisis kualitatip kualitatif yang bersifat terbuka open ) dengan pola berfikir ( ended induksi yaitu pengujian yang bertitik tolak dari data yang telah terkumpul kemudian dilakukan kesimpulan. Data kualitatif diolah sesuai dengan karakteristik penelitian dengan metode pengolahan analisis diskripsi isi ( conten analisis). 2) Analisis secara kuantitatif dilakukan untuk data kuantitatif yang meliputi tahapan analisis univariat dilanjutkan analisis bivariat secara diskriptif dan analitik a) Analisis univariat pada umumnya ini hanya menghasilkan distribusi dan persentase dari tiap variabel penelitian ini akan dilakukan pada semua variabel
. 39)

39)

Pad a

penelitian, dengan menghitung nilai tengah (mean, median dan modus) dan membuat distribusi frekuensi berdasarkan kategori masing – masing variabel. Kategori untuk: (1) Umur 1. 20 – 30 tahun 2. 31 – 45 tahun 3. > 45 tahun (2) kerja Masa

1. 5 – 10 tahun 2. >10 – 20 tahun 3. > 20 tahun (3) Pendidikan 1. Rendah, PK/ SPK 2. Tinggi, D3/ S1

(4) Pengetahuan 1. Pengetahuan kurang jika skor < 22,20 2. Pengetahuan baik jika 22,20 (5) Sikap 1. Kurang baik jika 55,32 skor >

skor

<

2. baik jika skor > 55,32 (6) ketersediaan fasilitas format 1. Kurang tersedia jika skor < 7,20 2. tersedia jika skor > 7,20 (7) Ketersediaan standar asuhan keperawatan 1. Kurang tersedia jika skor < 34,14 2. Tersedia jika skor > 34,14

yang telah diuji kenormalannya terlebih dahulu. Ringan bila propursi waktu untuk yang digunakan kontak dengan pasien > 60% dari jam kerja (9) Praktek pendokumentasian asuhan keperawatan 1.79% dari jam kerja 3. tabulasi silang. Berat bila proporsi waktu yang digunakan untuk kontak dengan pasien < 80 % dari jam kerja 2. Bila variabel yang akan diuji berskala interval atau rasio dan berdistribusi normal maka digunakan uji korelasi product Moment. tidak . 38) . Sedang bila proporsi waktu yang digunakan untuk kontak dengan pasien antara < 60% . proses asuhan keperawatan ditulis > 70% b) bivariat Analisis Analisis bivariat dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan atau berkolarelasi (1) Analisis bivariat diskriptif Analisis bivariat secara diskriptif dilakukan pada veriabel dalam bentuk kategori dengan pendekatan analisis baris kolom. 2. Baik bila. (2) Analisis bivariat analitik Analisis ini dilakukan dengan melakukan uji statistik terhadap data asli yang belum dikelompokkan. bila proses asuhan keperawatan ditulis < 70%. Sedangkan apabila variabel berdistribusi normal maka digunakan uji Rank Sperman. Kurang baik.(8) kerja Beban 42) 1.

15 0 .6 Uji normalitas data Kolmogorov smirnov stat isti c Total skor pengetahua n Umu r Masa kerja Pendidika n Sika p Form at Standa r Beban kerja Pendokume n tasian asuhan .15 6 5 6 5 20 0 6 5 00 0 6 5 00 0 6 5 00 7 f 5 00 3 d ig s data .47 5 .(a) Uji normalitas data Sebelum digunakan uji signifikan.20 3 . 09 5 . Uji asumsi normalitas data menggunaka Uji Kolmogorof Smirnov Untuk mengetahui apakah betdistribusi normal atau tidak dengan menggunakan asumsi : 1.14 2 .05 maka Ho ditolak 2. Bila nilai probabilitas < 0. terlebih dahulu dilakukan uji asumsi normalitas data yaitu apabila kedua variabel tersebut mempunyai normalitas data atau tidak. Bila nilai probabilitas > 0.05 maka Ha diterima Tabel 3.

keperawatan 4 . 09 6 . asumsi korelasi product yaitu: 39) moment 1.13 5 6 5 6 5 6 5 6 00 2 00 0 20 0 01 3 (b) Korelasi product moment Yaitu untuk mengetahui hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel yakni variabel terikat dan variabel bebas Uji korelasi product moment digunakan apabila memenuhi . Kedua variabel dengan skala interval atau rasi o 2.20 8 . Data harus membentuk distribusi normal. Rumus: S xy r xy = v ( Sx Dimana : rxy = korelasi antara variabel x dengan variabel y x = (xi – x ) y = ( yi – y ) Kriteria Ho : penolakan 2 y2 ) .

Ho ditolak apabila r hitung > r tabel.05 (c) Korelasi Rank Spearman Uji ini digunakan bila syarat asumsi uji korelasi Product Moment tidak terpenuhi dimana data tidak berdistribusi normal. 38) Rumus: 6Sd i rs = 1 .05 maka Ho ditolak 2. hubungan maka rs hitung dibandingkan rs tabel : 1. Apabila rs hitung > rs tabel atau p value < 0. p value < 0. Apabila rs hitung < rs tabel atau p value > 0. skala data harus dikonversikan terlebih dahulu menjadi skala kategori.05 2.n n( 2 2 – 1) Dimana : rs= merupakan korelasi koefisien n = jumlah pasangan rank di= perbedaan setiap pasang rank Untuk mengetahui kemaknaan tersebut.1. p value >0.05 maka diterima Ho . Untuk uji rank Sperman. variabelnya jenis data yang dikorelasikan data berskala ordinal . Ho diterima apabila r hitung < r tebel.

kemudian peneliti menkategorikan menjadi kegiatan langsung dan kegiatan tidak langsung. 1b. sebelah timur Kecamatan Tengaran. dan .BAB IV HASIL PEMBAHASAN A. dengan luas wilayah 56. BPRSUD Kota Salatiga km berada dikota Salatiga yang secara geografis dikelilingi Kabupaten Semarang dengan batas wilayah sebelah utara Kecamatan Pabelan. Untuk kelancaran penelitian peneliti dibantu oleh Kepala Bangsal untuk memberikan pengarahan dalam pengisian kuesioner dan ceklis. Untuk melihat beban kerja perawat dengan DAN metode work samplin g ( dail y log ) tidak sampai melihat pola beban kerja personil karena tidak tersedi skedu jam kerja a l perawat. yang terdiri dari kelas perawatan VVIP. Pada penulisan ceklis beban kerja daily dengan log pengisian responden cukup menuliskan macam kegiatan yang dilakukan. sebelah barat Kecamatan Tuntang. 2. B. Kota Salatiga mempunyai jumlah untuk memudahkan penduduk 146. pada kuesioner dituliskan kuesioner hanya untuk keperluan penelitian tidak ada hubungannya dengan penilaian. Gambaran umum BPRSUD Kota Salatiga BPRSUD Kota Salatiga adalah Rumah Sakit tipe C. klas 1a.2 serta klas 3 yang 2 . BPRSUD Kota Salatiga memiliki kapasitas 200 tempat tidur. 3. VIP. Keterbatasan penelitian 1. sebelah selatan Kecamatan Getasan. Karena peneliti juga bekerja di Rumah Sakit tempat penelitian untuk antisipasi supaya tidak bias.467 jiwa. 4.781 km 2 kepadatan penduduk 3465 jiwa per . dan merupakan Rumah Sakit milik Pemerintah Daerah. 1c.

fisioterapi. Gambaran Responden 1. psikiatri.00 s/d 20. Los 4. jaga sore antara pukul 14. Analisis univariat Khusus a. neurologi. 2 orang berpendidikan D3 kebidanan dan 1 orang berpendidikan S1 keperawatan. THT. 73 paramedis non perawatan. patologi klinik.18%. 2 apoteker. sedangkan jaga malam antara pukul 20.00 s/d 14. BTO 31. kandungan.13 kali . Hasil evaluasi kinerja Rumah Sakit pada tahun 2006 didapatkan hasil BOR 66.00.00 s/d 07.30 hari. dalam. 1 Intensive Unit Care . mata. 13 dokter umum. perawat di rawat inap didukung oleh 129 perawat Kegiatan yang dibagi menjadi 3 ( tiga ) shift jaga. gigi dan radiologi. Karakteristik Kepala Bangsal Dari 8 orang Kepala Bangsal yang dijadikan responden dalam penelitian kualitatif 5 orang berpendidikan D3 keperawatan. Pelayanan yang ada di rawat jalan terdiri dari klinik bedah.00. 4 dokter gigi. Masa kerja Kepala Bangsal senior 25 tahun dan Kepala Bangsal yunior 14 tahun. dan 1 ruang paviliun. 175 tenaga non medis. Penyelenggaraan upaya kesehatan di BPRSUD Kota Salatiga didukung oleh 15 dokter spesialis. 158 paramedis perawatan. Toi 2. Usia Kepala Bangsal tertua 52 tahun sedangkan Kepala Bangsal tahun paling muda 38 .15 hari. kulit dan kelamin. yaitu jaga pagi bekerja antara pukul 07. anak.00. C.tersebar di 1 Instalasi Rawat Inap.

peningkatan umur diharapkan terjadi pertambahan kemampuan motorik sesuai dengan tumbuh kembangnya. 2) Masa kerja responden faktor 14) Tabel 4.1 dapat diketahui bahwa responden yang paling sedikit adalah kelompok usia > 45 tahun ( 19.0%) hampir seimbang dengan kelompok usia 31 – 45 tahun.1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur 20% 41% 20 – 30 tahun 31 – 45 tahun > 45 tahun 39% Berdasarkan tabel 4. Secara fisiologi pertumbuhan dan perkembangan seseorang dapat digambarkan dengan pertambahan umur. sedangkan kelompok usia 20 – 30 tahun sebanyak (41. Akan tetapi pertumbuhan dan perkembangan seseorang pada titik tertentu akan terjadi kemunduran akibat degeneratif.7%).2 Distribusi frekuensi responden berdasarkan masa kerja .36 tahun. Rata rata usia responden 35.b. Karakteristik Pelaksana 1) Umur Perawat Tabel 4.

di mana pengalaman kerja juga ikut menentukan kinerja seseorang.7 tahun. 3) Pendidikan responden Tabel 4. dengan rata – rata masa kerja 10.8). Rendah 23.3 Distribusi frekuensi responden berdasarkan pendidikan 23% Renda h Tinggi 77% Tabel 4. sedangkan terkecil memiliki masa kerja > 20 tahun ( 17. Masa kerja responden paling sedikit 1 tahun. Semakin lama masa kerja maka kecakapan akan lebih baik karena sudah menyesuaikan diri dengan pekerjaanya . Masa kerja biasanya dikaitkan dengan waktu mulai bekerja.2%.18% 1 Tahun - 10 11-20 tahun > 20 53 % 29 % Tabel 4.3 menunjukan persentase terbanyak responden memiliki pendidikan tinggi D3 ( 76.2 menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki masa kerja antara 1 – 10 tahun ( 53.Seseorang akan mencapai kepuasan tertentu bila sudah mampu menyesuaikan diri 14) dengan lingkungan. Tingkat pendidikan .6%).8%).

Pemberi data c. hukum Kumpulan informasi yang dikumpulkan sebagai perawat pertanggung jawaban terhadap pelayanan yang c.4 . Perawat lain . Sebagai metode pengambilan keputusan c.1 41 73. pasien bernilai Bisa uang d.7 58. Fakta kemampuan perawat dalam menulis asuhan keperawatan 3 Tujuan pendokumentasian asuhankeperawata n a.9 51. Membantu dalam menyelesaikan masalah pasie n b.0 35.3 35. Orang terdekat c. Perekam terhadap masalah yang ada kaitanya dengan c.6 21.1 36 20 32 64. a Sebaga sarana komunikasi b. 0 5.7 22 28 3 46 39. diberikan yang memuat informasi Catatan tentang proses asuhan keperawatan 2 Kaitan dokumen dengan pemberian asuhankeperawata n. ia juga akan lebih dapat menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan 4) Pengetahuan responden tabel 4.1 42 20 33 29 75. Orang berpendidikan tinggi akan lebih rasional dan kreatif serta terbuka dalam menerima adanya bermacam usaha pembaharuan.4 Distribusi frekuensi jawaban responden yang menjawab benar ditunjukan pada No Pernyataan 1 Pegertian dokumentasi asuhan keperawatan Catatan yang dapat a.3 50. Jaminan mutu pelayanan 4 Manfaat dokumentasi asuhan keperawatan a.13) Benar f% 32 57. dibuktikan kebenaranya secara b.seseorang berpengaruh dalam memberikan respon terhadap sesuatu yang datang dari luar. Pasien b. 4 53. Perlindungan hukum b. Sarana komunikasi d.7 57. Jaminan mutu pelayanan 5 Sumber data a.4 82.1 54 30 12 96.2 18 32.

0 100. bangsalPerawat c. Perawat pelaksanaan tindakan Kepala b. Untuk melihat perkembangan pasien 12 Pelaksanaan evaluasi proses a. 6 76. Setelah pasien diterima sampai pulang Syarat penulisan dokumentasi a. 0 100. perawat b. tindakan c. 0 55 53 56 56 26 35 30 30 48 23 53.8 51.6 9 34 30 51 29 29 91.2 94. Tugas sampingan perawat 9 Fungsi perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan a. Untuk mengatasi masalah pasien 11 Manfaat dilakukan evaluasi a. Satu – satunya tugas perawat tugas perawat c.9 96. Untuk merencanakan tindakan c. Selama pasien dirawat d. bangsalPerawat c. Untuk mencapai tujuan b. 1 51. Untuk mengetahui ketercapaian tujuan Dilakukan setelah tahap b.5 91. Lengkap mencantumkan semuapelayanan yang telah diberikan 8 Pendokumentasian asuhan keperawatan Salah satu tugas a. 6 100. 1 17. Teliti mencatan setiap ada perubahan d.2 32. Independen Interdependen 10 Manfaat dilakukan perencanaan asuhankeperawata n a. Setelah pasien diterima c. Dependen b. 9 53. 7 1 1 43 21 51 19. Kepustakaan 6 10. Bukan d. c.7 41.8 37 1 0 30 66. diterima b.2 94.8 37. 1 6 Kapan dilakukan dokumentasi Setelah pasien a. 7 53. shift berikutnya 13 Yang melaksanakan evaluasi hasil a. 0 98. 1 16. kronologi c.6 85. Perawat pelaksana Kepala b. 4 98. 6 100.1 42.6 .d. 9 60. Berdasarkan fakta Logis sesuai 7 b. shift berikutnya 26 18 24 54 46.

3% Manfaat dokumentasi asuhan keperawatan bisa Membantu dalam menyelesaikan masalah pasien.4% responden yang tahu bila dokumentasi bisa bernilai uang.8% merupakan katagori baik.5 Tabel 4. Sebelum seseorang mengadops perilaku ia harus tahu terlebih dahulu apa arti i dan manfaat perilaku tersebut bagi dirinya atau bagi organisasi . hanya 39. Dilakukan setelah tahapan perencanaan mengatasi masalah b.4% responden yang menjawab benar bila sumber data bisa berasal dari perawat lain dan hanya 10.1% responden yang menjawab benar dalam hal pengertian pendokumentasian asuhan keperawatan adalah merupakan catatan yang memuat informasii tentang proses asuhan keperawatan. Hanya 5. tujuan 48 29 49 85.7% yang berpendapat sumber data bisa dari perpustakaan.14 Tindakan keperawatan a.5 Distribusi frekuensi pengetahuan responden 48 % 52 % Kur ang Bai k Bila dilihat dari hasil pertanyaan pengetahuan. Tabel 4. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan dan kesadaran akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari pengetahuan dan kesadaran.4 meunjukan hanya 32. Untuk pasien Untuk mengetahui ketercapaian c. 51.7 51.8 87.12) . 21.

bagi saya yang penting pelayanan pada pasien Pendokumentasian asuhan keperawatan bisa melindungi perawat dari sangsi hukum Dengan adanya pendokumentasian asuhan keperawatan bisa memudahkan perawat dalam memberikan pelayanan Asuhan keperawatan bisa digunakan sebagi komunikasi baik dengan sarana sesama maupun profesi perawat lain Dalam penulisan asuhan keperawatan harus mengikuti tahapan pada proses asuhan keperawata n Kinerja perawat dapat ditunjukan dalam pendokumentasian asuhan keperawatan Pendokumentasian asuhan keperawatan berguna untuk mengetahui ketercapaian tujuan Penulisan asuhan keperawatan bisa dilakukan setelah pasien pulang Pengkajian merupakan tahap awal dalam proses asuhan keperawatan Diagnose keperawatan dilakukan untuk merencanakan tindakan Semua yang ada diperencanaan pasti bisa dilakukan tindakan 35.5 2 14 25.4 9 18 32. responden Sikap Tabel 4.6 Distribusi jawaban responden setuju atas variabel sikapdirawat inap BPRSUD Kota Salatiga tahun 2007.2 4 5 6 7 Saya kurang suka menulis asuhan keperawatan.0 12 21.1 1 0 1 1 12 18 32.1 14 25.8 1 0 17.7 15 26.4 8 12 21.0 .3 14 14 25.c. No Pernyataan 1 Asuhan keperawatan merupakan catatan tentang pasien yang bisa dipertanggung jawabka n Penulisan menjadi tanggung perawat asuhan keperawatan jawab f% 35 62. 9 12 21.0 3 Saya merasa tenang bila sudah menulis yang telah saya lakukan kegiatan pasien 13 pada 20 23.4 13 22 39.

5 18 32.6 menunjukan dari 20 pernyataan tentang sikap masih 21 37. hanya 17. sebagian kecil responden 26. ketecapaian Perawat sebagai tenaga profesional bertanggung jawab untuk mendokumentasian yang diberikan asuhan keperawatan pada pasie n Penulisan asuhan keperawatan membuat pelayanan menjadi lambat.8% berpendapat pendokumentasian asuhan keperawatan bisa melindungi perawat dari sangsi hukum.4% responden setuju adanya pendokumentasian asuhan keperawatan bisa memudahkan perawat dalam memberikan pelayanan. standar asuhan keperawatan Adanya hanya merepotkan perawat dalam memberikan pelayanan pada pasien Tabel 4.1% responden yang setuju pendokumentasian asuhan keperawatan berguna untuk mengetahui ketercapaian tujuan. hanya 32. 21.8 1 9 20 1 1 9 19.0%. 21.9 18 15 26.8% responden yang setuju bila sebagai tenaga profesional bertanggung .15 1 6 17 Semua tindakan keperawatan harus dilakukan evaluas i Tahap evaluasi dilakukan setelah tahap pelaksanaan tindakan Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tujuan.4% berpendapat pengkajian merupakan tahap awal dalam proses asuhan keperawatan.9% responden yang setuju bila pendokumentasian asuhan keperawatan bisa memudahkan perawat dalam memberikan pelayanan. 21.2% responden yang merasa tenang bila sudah menulis kegiatan yang telah dilakukan pada pasien. 6 16.4% responden setuju bila penulisan asuhan keperawatan harus mengikuti tahapan. 1 banyak hal yang prosentase persetujuan responden hanya kecil diantaranya penulisan asuhan keperawatan menjadi tanggung jawab perawat 25. 26. hanya 23.1 24 42.

jawab untuk mendokumentasian asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien.7 menunjukan bahwa berdasarkan sikap responden.11) d. Beban kerja responden Tabel 4. dan diatur melalui pengalaman. maka seseorang akan menggunakan pilihan untuk bertindak . dan setelah alternatip terpilih keadaan. dipelajari. Sikap merupakan perasaan positif atau negatif atau keadaan mental yang selalu disiapkan.8%. obyek.2%.7 Distribusi frekuensi berdasarkan sikap responden Kur ang b aik Baik 43% 57% Dari tabel 4. persentase responden yang mempunyai sikap baik terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan adalah sebesar 57. yang memberikan pengaruh khusus pada respon seseorang terhadap 17) orang. dan yang bersikap kurang baik sebesar 42.8 Distribusi frekuensi berdasarkan beban kerja responden Ringan Sedang Berat 29 % 34% 37% . Tabel 4.

9%.1 4 5 26 39 46.66% sedangkan beban kerja minimal 21. 6 46. kegiatan tidak langsung 29. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa beban kerja sedang mempunyai proporsi yang paling besar. kegiatan non perawawatan 30.33% e. hal ini sesuai dengan hasil pra survey alasan kekurang lengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan antara lain format yang ada simpe . 6 69. yang terwujud dalam lingkungan supaya .8 menunjukan bahwa berdasarkan frekuensi beban kerja perawat dalam memberikan pelayanan maka persentase beban kerja berat sebesar 28. beban kerja maksimal 91.33%. tidak langsung dan non keperawatan. sedang 37. 6 Tabel 4. kurang l kegiatan berjalan sesuai tujuan salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah sarana.Dari tabel 4.89%.5% dan ringan sebesar 33. Beban kerja rata – rata 66.6%) dibanding dengan yang lain. Pembagian beban kerja berdasarkan kegiatan langsung. untuk Kegiatan langsung 39. Ketersediaan sumber daya.6%.9 Distribusi frekwensi jawaban ya tentang fasilitas format di rawat inap BPRSUD Kota Salatiga Tahun 2007 No Pertanyaan f % 1 Proses penyediaan format mudah 2 3 Format selalu ada saat dibutuhkan Format terlalu banyak sehingga membingungka n Format mudah dimengerti Format perlu penyempurnaan lagi 30 26 32 56. pengadaan kurang lancar.74 %.93%. Ketersediaan fasilitas format Tabel 4. 6 57.9 menunjukan pendapat responden yang menyatakan format selalu ada saat dibutuhkan dan mudah dimengerti mempunyai persentase paling kecil kurang dari separo (46.

fisik.8 91. tersedia atau tidak tersedianya fasilitas – fasilitas atau sarana yang merupakan sumber .11 Distribusi frekuensi jawaban ya tentang fasilitas standar asuhan keperawatan di rawat inap BPRSUD Kota Salatiga Tahun 2007 No Pertanyaan f %1 Standar asuhan keperawatan 43 sudah di ada setiap bangsal 2 Perawat melakukan pengkajian pasien diterim a Standar mudah dipaha mi selalu segera setelah 51 76.3 5 Apakah data pengkajian bisa dikelompokkan menjadi data subjek dan objek Data pengkajian bisa didapat dari pasien dan keluarga atau orang 51 91. Fasilitas keperawatan standar asuhan Tabel 4.10 f. 61% Responden yang menyatakan bahwa fasilitas format pendokumentasian asuhan perawatan tersedia mempunyai proporsi lebih besar (60. seperti ditunjukkan pada tabel 4.8 4 50 89. tersedia atau tidak tersedianya fasilitas atau sarana – sarana.10 Distribusi frekuensi responden berdasarkan ketersediaan form at Kurang tersedia tersedi a 39% .11) daya untuk menunjang perilaku Tabel 4.7%). faktor ini terwujud dalam lingkungan fisik. 1 . 1 3 asuhan keperawatan 43 76.

9 78.6 48 85. dari 19 an item pernyataan frekuensi hasil analisis diatas 50% .7 8 54 31 14.4 Tabel 4.11 menunjukkan peryataan responden terhadap pendokumentasi asuhan keperawatan cukup baik. 4 55.4 45 48 57.6 7 8 9 1 0 1 1 12 13 14 15 1 6 17 18 1 9 terdeka t Diagnose keperawatan dilakukan setelah pengkajian Diagnose digunakan untuk me rencanakan tindakan Diagnose keperawatan menurut pasien yang bersifat masalah aktual dan potensial Perencanaan dilakukan untuk mencapai tujuan Pada perencanaan harus memuat kriteria hasil Perencanaan harus memuat interven si Tindakan keperawatan merupakan dari perencanaan pelaksanaan yang sudah ditentukan Semua yang ada di perencanaan pasti bisa dilakukan tindakan Pelaksanaan tindakan bertujuanmemenuhi kebutuhan untuk pasien Pelaksanaan tindakan dilakukan setelah dilakukan perencanaan terlebih dahulu Urutan tahapan pada standar asuhan keperawatan . 7 80.3 96.4 45 44 78.6 48 85.0 50 89.3 1 9 44 33. .8 34 60. 9 80. pengkajian – perencanaan – diagnosis – pelaksanaan – evaluasi Evaluasi untuk mengetahui ketercapaian tujuan Evaluasi hasil harus dilaksanakan oleh perawat yang melaksanakan Penulisan asuhan keperawatan membuat pelayanan menjadi lambat 52 92.

8%) dan terkecil pada perumusan diagnosa keperawatan (29.6%) dan perencanaan(29. Perawat sebagai tenaga profesional bertanggung jawab untuk mendokumentasian asuhan keperawatan yang diberikan pada . dengan proporsi kelengkapan pendokumentasian terbesar terdapat pada catatan asuhan keperawatan (69.Tabel 4.12 dapat diketahui bahwa kelengkapan pengisian dokumen asuhan keperawatan untuk masing-masing tahap dalam proses keperawatan masih di bawah angka 70%.4 Catatan asuhan keperawatan 6 69. g.4 Diagnose 2 29.9%) seperti ditunjukkan pada tabel 4.8 Dari tabel 4.8 4 Tindakan 57. Dokumentasi keperawatan asuhan Tabel 4.1%). dibanding dengan yang menyatakan standar asuhan keperawatan yang tersedia (48.12 Distribusi frekuensi responden berdasarkan ketersediaan fasilitas standar asuhan keperawatan Kurang tersedia Ters edia 41% 59 % Responden yang menyatakan bahwa fasilitas Standar asuhan Keperawatan kurang tersedia mempunyai proporsi lebih kecil (41.8%).12 Distribusi prosentase responden dalam mengisi dokumen asuhan keperawatan No Item % 1 Pengkajian 43.8 5 Evaluasi 53.12.6 Perencanaan 3 29.

6 7 30. dan tanggung . setiap petugas rumah sakit yang melayani atau melakukan tindakan kepada pasien diharuskan mencatat semua tindakan kepada pasien pada lembaran cacatan sesuai dengan wewenang .13 Tabulasi silang antara umur responden dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di rawat inap BPRSUD Kota Salatiga th 2007 Pendokumentasian Total Kurang lengkap Lengkap % n % f%f 1 20 – 30 tahun 16 69. Proses keperawatan 5) jawabnya merupakan cara yang sistimatis yang dilakukan oleh perawat bersama pasien dalam menentukan kebutuhan asuhan keperawatan dengan melakukan pengkajian.438 va lu e (p 0. menentukan diagnosis. mempunyai praktek pendokumentasian N o Umu r rho: . adalah . Analisis Bivariat 1.7 6 27.4 23 100 – 45 tahun 16 72.5 5 45. Hubungan umur pendokumentasian asuhan keperawatan responden dengan praktik Tabel 4. 8) Bil a B. berorientasi pada tujuan pada setiap tahap saling ketergantungan dan kesinambungan kelengkapan penulisan pada tahapan proses asuhan keperawatan masih banyak yang kurang lengkap maka tujuan keperawatan belum bisa dicapai dengan baik.5 11 100 Sumber: Data yang diolah tahun 2007 0.106 ) Dari tabel 4. melaksanakan tindakan keperawatan dan melakukan evaluasi hasil asuhan keperawatan yang telah dilakukan dengan berfokus pada pasien. merencanakan tindakan yang akan dilakukan.pasien.13 dapat diketahui bahwa persentase responden pada kelompok umur > 45 th .3 22 100 2 31 3 > 45 tahun 6 54.

Prosentase usia responden yang paling besar pada usia 20 -30 tahun sehingga mereka belum memiliki pengalaman yang banyak. 18) Menurut bahwa usia lanjut umumnya Sumarliyo bertanggung jawab dan lebih teliti dibanding dengan usia muda.143 ) Dari tabel 4.5 16 2 11 100 20 7 70.5%) dibandingkan dengan responden pada kelompok umur yang lain.5 6 37.294 P 0.0 30 100 -20 10 62. dan dari uji statistik dengan menggunakan Rank Spearman hasil penelitian menunjukkan nilai p sebesar 0.438 ( > 0.5%) dibandingkan dengan responden yang mempunyai masa kerja lebih muda maupun yang lebih lama.14 Tabulasi silang antara masa kerja dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di rawat inap BPRSUD Kota Salatiga th 2007 Pendokumentasian Total lengkap Kurang Lengkap % n % f% f 1 1 -10 21 70. Hubungan masa kerja responden dengan praktik pendokumentasian asuhan keperawatan Tabel 4. mempunyai praktek kerja pendokumentasian kurang lengkap lebih kecil (62.0 3 30. sesuai lebih data yang didapatkan dari lapangan bahwa perawat yang mempunyai umur > 45 tahun memiliki praktek pendokumentasian asuhan keperawatan lebih baik.kurang lengkap lebih kecil (54. 2.0 10 3 > 100 Sumber: Data yang diolah tahun 2007 ( value : 0.05) yang berarti tidak ada hubungan antara umur responden dengan praktik pendokumentasian asuhan keperawatan.0 9 30. dan dari uji statistik dengan menggunakan Rank No Masa rho: . hal ini terjadi kemungkinan usia yang lebih muda kurang berpengalaman.14 dapat diketahui bahwa persentase responden yang mempunyai masa kerja 11-20 tahun .

Pada penelitian ini tidak ada hubungan antara masa kerja dan pendokumentasian asuhan keperawatan yang dilakukan oleh perawat pelaksana. hal ini dapat disebabkan sebagian karena responden memiliki masa kerja antara 1 – 10 tahun ( 53. Para karyawan yang relatip baru cenderung kurang terpuaskan karena .15 Tabulasi silang antara pendidikan dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di rawat inap BPRSUD Kota Salatiga th 2007 No Pendidikan Pendokumentasian Kurang Total Lengkap f%f%n% lengkap 1 Rendah 8 61.2 43 100 Sumber: Data yang diolah tahun 2007 (P value : 0.5 5 38.6%). Dan merasa belum terpuaskan sehingga kurang termotivasi untuk menampilkan kinerja yang baik. Seseorang akan mencapai kepuasan tertentu bila sudah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.076) rho: . Hubungan antara tingkat pendidikan praktek responden dengan besar pendokumentasian asuhan keperawatan Tabel 4.8 13 30.5 13 100 2 Tinggi 30 69. yang berarti bahwa merekan adalah merupakan karyawan yang relatip baru.575 -0.294 ( > p sebesar 0. dimana pengalaman kerja juga ikut menentukan kinerja seseorang.Spearman hasil penelitian menunjukkan nilai 0. Semakin lama karyawan bekerja mereka cenderung lebih terpuaskan dengan pekerjaan mereka . Semakin lama masa kerja maka kecakapan akan lebih baik karena sudah menyesuaikan diri dengan pekerjaanya. Masa kerja biasanya dikaitkan dengan waktu mulai bekerja.14) berbagai pengharapan yang lebih tinggi c.05) yang berarti tidak ada hubungan antara masa kerja responden dengan praktik pendokumentasian asuhan keperawatan.

Hasil wawancara dengan kepala bangsal mengatakan biarpun mereka itu mempunyai pendidikan tinggi karena belum ada evaluasi secara rutin dan umpan balik mereka merasa tidak ada perhatian dalam penulisan. . Meskipun perilaku adalah bentuk respon dar stimulu atau rangsangan dari luar. ia juga akan lebih dapat menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan dicapai seseorang diharapkan menjadi faktor determinan antara knowledge.13) pendidikan yang produktifita s dan behavio .Dari tabel 4. kepala bangsal melakukan monitoring tetapi untuk evaluasi denga instrument yang baku belum dilakukan. mempunyai praktik pendokumentasian kurang lengkap lebih kecil (61. Orang berpendidikan tinggi akan lebih rasional dan kreatif serta terbuka dalam menerima adanya bermacam usaha pembaharuan.5%) dibandingkan dengan responden yang mempunyai latar belakang pendidikan tinggi dan dari uji statistik dengan menggunakan Rank Spearman hasil penelitian menunjukkan nilai p sebesar 0.05) yang berarti tidak ada hubungan antara pendidikan responden dengan praktik pendokumentasian asuhan keperawatan. abilities. Faktor – faktor yang membedakan respon terhadap stimulus yang berbeda di sebut determinan perilaku. skills. yang r .15) Tetapi dalam penelitian ini tidak terbukti. lain attitude cukup dalam menjalankan aktifitas pekerjaanya . namun dalam i s memberikan respon sangat tergantung pada karakteristik atau faktor – faktor lain dari orang yang bersangkutan. Tingkat pendidikan seseorang berpengaruh dalam memberikan respon terhadap sesuatu yang datang dari luar.575 ( > 0.15 dapat diketahui bahwa pada kelompok responden yang mempunyai latar belakang pendidikan rendah .

pengetahuan. pendidikan.0001 value P 0. diperoleh dari proses belajar selama hidup dan dapat digunakan sewaktu – waktu sebagai alat penyesuaian diri baik terhadap diri sendiri maupun . jenis kelamin. ekonomi. budaya. d.11) lingkungany Setelah seseorang stimulu a mengetahui s kemudian mengadakan penilaian atau pendapat terhadap apa yang rho: atau obyek.488 Persentase responden yang mempunyai tingkat pengetahuan yang rendah . sosial. seperti yang ditunjukkan tabel 4. politik.3 29 100 Sumber: Data yang diolah tahun 2007 ( 0.0001 (<0.2%) dibandingkan dengan responden yang mempunyai tingkat pengetahuan yang baik. Faktor pendidikan merupakan faktor interna yang bisa mempengaruhi terhadap praktek pemdokumentasian asuhan keperawatan.2 4 14. Hubungan antara tingkat pengetahuan responden dengan praktik pendokumentasian asuhan keperawatan Tabel 4.7 14 48.16.8 27 100 2 Baik 15 51. usia.16 Tabulasi silang antara pengetahuan dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di rawat inap BPRSUD Kota Salatiga tahun 2007. No Pendokumentasian Pengetahuan Kurang Total lengkap Lengkap n % f%f% 1 Kurang 23 85. Pengetahuan adalah kumpulan informasi yang dipahami. . Dari uji statistik dengan menggunakan Rank Spearman hasil penelitian menunjukkan p value sebesar 0.Diterminan perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu a) faktor internal yakni karakteristik yang bersangkutan. mempunyai praktik pendokumentasian kurang lengkap lebih besar (85.05) yang berarti menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan responden dengan praktik pendokumentasian asuhan keperawatan. b) faktor eksternal yakni linkungan baik lingkungan fisik.

diketahui, proses selanjutnya diharapkan akan melaksanakan atau
11) mempraktekkan apa yang Melalui diketahui. belajar seseorang akan mendapatkan kepercayaan dan sikap terhadap sesuatu yang pada giliranya akan mempengarui perilaku.

tindakan

dan

19)

e. Hubungan antara sikap responden dengan praktik pendokumentasian asuhan keperawatan Tabel 4.17 Tabulasi silang antara sikap dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di rawat inap BPRSUD Kota Salatiga th 2007 No Pendokumentasian Sikap Kurang Total lengkap Lengkap% n % f%f 1 Kurang 22 91,7 2 8,3 24 100 bai k 2 Baik 16 50,0 16 50,0 32 100 Sumber: Data yang diolah tahun 2007 ( value : 0,000 P 0,741) Persentase responden yang mempunyai sikap kurang baik , mempunyai praktek pendokumentasian kurang lengkap lebih besar (91,7 %) dibandingkan dengan responden yang mempunyai sikap yang baik, seperti yang ditunjukkan tabel 4.17. Dari uji statistik dengan menggunakan Rank Spearman hasil penelitian menunjukkan p value sebesar 0,0001 (<0,05) yang berarti menunjukkan adanya hubungan antara sikap responden dengan praktik pendokumentasian asuhan keperawatan. Hal ini sesuai dengan teori sikap yang mengatakan bahwa Melalui tindakan dan belajar seseorang akan mendapatkan kepercayaan dan sikap terhadap sesuatu yang pada giliranya akan mempengarui perilaku 19) Teori perubahan perilaku mengatakan . berdasarkan anggapan bahwa perubahan perilaku individu tergantung kepada

rho:

kebutuhan. Perilaku dilatar belakangi oleh kebutuhan individu yang
. bersangkuta 26) n Hasil wawancara dengan kepala bangsal sebagian besar mengatakan penulis dokumentasi asuhan keperawatan belum dirasakan menjadi kebutuhan, karena mereka merasa menulis dan

tidak juga tidak ada yang .Sikap memperhatikan merupakan penilaian seseorang terhadap stimulus atau obyek. Setelah orang mengetahui stimulus atau obyek proses selanjutnya akan menilai atau bersikap terhadap stimulus atau obyek tersebut yang dipunyai individu mengenai pekerjaannya dihasilkan dari persepsi mereka terhadap pekerjaannya, didasarkan pada faktor lingkungan kerja, gaya supervisi, kebijakan dan prosedur.
.14)

Suatu sikap

14)

f. Hubungan antara beban kerja responden dengan praktik pendokumentasian asuhan keperawatan Tabel 4.18 Tabulasi silang antara beban kerja perawat dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di rawat BPRSUD Kota Salatiga tahun inap 2007 Pendokumentasian Total Kurang lengkap Lengkap n % n %n% 1 Ringan 12 63,2 7 36,8 19 100 2 Sedang 12 57,1 9 42,9 21 100 3 Berat 14 87,5 2 12,5 16 100 Sumber: Data yang diolah tahun 2007 ( P N o Beban Kerja

value :

0,011) -0,339

rho:

Persentase responden yang mempunyai beban kerja yang berat mempunyai praktek pendokumentasian kurang lengkap, berjumlah paling besar (87,5%) dibandingkan dengan responden yang mempunyai beban kerja sedang (57,1%) dan ringan (63,2%), seperti yang ditunjukkan tabel 4.18. Dari uji statistik dengan menggunakan

Rank Spearman hasil penelitian menunjukkan sebesar

p velue

0,011 (<0,05) yang berarti menunjukkan adanya hubungan antara beban kerja responden dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan Budi Widiastuti tahun 2005, menyatakan ada hubungan yang positip antara beban kerja dengan kinerja pegawai administrasi di bagian tata usaha Dinas Kesehatan propinsi Jawa Tengah Beban kerja dipengaruhi salah satunya oleh kapasitas kerja , seseorang yang bekerja dengan beban kerja maksimal akan . menyebabkan produktivitas Menurut 27) menurun setiap pekerjaan merupakan beban bagi pelakunya, beban dimaksud bisa . fisik, mental, 32) sosial

. 27)

Sumakmur

g. Hubungan antara ketersediaan format dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan Tabel 4.19 Tabulasi silang antara ketersediaan fasilitas format dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatanBPRSUD Kota Salatiga tahun rawat inap di No 2007 Fasilitas Pendokumentasian format KurangTotal lengkap Lengkap n % f%f% 1 Kurang tersedia 22 100 0 0 22 100 2 tersedia 16 47,1 18 52,9 34 100 Sumber: Data yang diolah tahun 2007 value : 0,001 (P 0,433) Dari tabel 4.19 menunjukkan bahwa persentase responden yang mempunyai persepsi bahwa fasilitas format kurang tersedia, melaksanakan praktik pendokumentasian kurang lengkap (100%). Dari uji statistik dengan menggunakan Rank Spearman hasil penelitian menunjukkan p value sebesar 0,0001 (<0,05) yang berarti menunjukkan adanya hubungan antara ketersediaan

rho:

atau suatu kondisi yang memungkinkan. Tabel 4.20 Tabulasi silang antara ketersediaan fasilitas standar asuhan keperawatan dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan di rawat inap BPRSUD Kota Salatiga tahun 2007 Pendokumentasian Total Kurang lengkap Lengkap% n % n%n 1 Kurang tersedia 18 78. .fasilitas format dengan praktik pendokumentasian asuhan keperawatan . h. akan melaksanakan praktek pendokumentasian kurang lengkap. Hubungan antara ketersediaan Standar Asuhan Keperawatan dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan. Dari uji statistik dengan menggunakan Rank Spearman hasil penelitian menunjukkan p value sebesar 0.11) No Standar asuhan keperawata n rho: .514) Dari tabel 4. tersedia atau tidak tersedianya fasilitas – fasilitas atau sarana yang merupakan sumber daya perilaku untuk menunjang .001 (<0.3 5 21.001 P 0.20 menunjukkan bahwa persentase responden yang mempunyai persepsi bahwa fasilitas Standar Asuhan Keperawatan (SAK) kurang tersedia.6 13 39.. lebih besar (78.4 33 100 Sumber: Data yang diolah tahun 2007 ( value : 0. Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung.05) yang berarti menunjukkan adanya hubungan antara ketersediaan fasilitas Standar Asuhan Keperawatan (SAK) dengan praktek pendokumentasian asuhan keperawatan. antara lain adalah fasilitas faktor ini terwujud dalam lingkungan fisik.3%) dibandingkan dengan responden yang mempunyai persepsi bahwa Standar Asuhan Keperawatan (SAK) tersedia.7 23 100 2 Tersedia 20 60.

rata 10.7% responden yang berpendapat bila sumber data bisa didapat dari kepustakaan . Setelah dilakukan langkah – langkah penelitian mulai pengumpulan data. 41.70 tahun masa kerja minimal 1 tahun. Sikap responden yang baik terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan ( 57. 10. Beban kerja responden yang termasuk berat ( 33.BAB V KESIMPULAN SARAN DAN A.2%). dengan masa kerja antara. Hanya 25.0% responden yang berpendapat bila penulisan asuhan keperawatan menjadi tanggung jawab perawat . 16.1% responden berpendapat fasilitas standar asuhan keperawatan kurang tersedia 2. 4.9 responden yang berpendapat manfaat dilakukan evaluasi untuk mengetahui ketercapaian tujuan. 1-10 tahun (53.1%). 3. Distribusi kelompok umur terbesar responden berumur antara 20 – 30 tahun (41. Hanya 4. umur minimal 25 tahun dan maksimal 54 tahun. sebagian besar responden (76. Presentase responden yang berpendapat fasilitas format kurang tersedia 39%.8%) memiliki pendidikan D3 keperawatan dan kebidanan.6%) dengan rata .9%).36 tahun.5% responden yang berpendapat bila dokumentasi asuhan keperawatan bisa bernilai uang. responden yang mempunyai pengetahuan kurang baik tentang pendokumentasian asuhan keperawatan (48.1%) dengan rata – rata 35. 5. masa kerja maksimal 35 tahun. pengolahan dan penyajian hasil dan pembahasan maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1.

488).011). 21. Tidak ada hubungan antara umur dengan pendokumentasian asuhan keperawatan ( p value 0.741). Ada hubungan antara pengetahuan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan hasil (p value 0. Ada hubungan antara sikap responden dengan pendokumentasian asuhan keperawatan (p value 0. Tidak ada hubungan antara masa kerja pendokumentasian asuhan keperawatan ( p value 0. 17.9 % responden yang setuju adanya pendokumentasian asuhan keperawatan bisa memudahkan perawat dalam memberikan pelayana n 7. Tidak ada hubungan antara pendididikan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan ( p value 0. 10. Form terlalu banyak ( kurang sederhana ). Penghargaan terhadap penulisan asuhan keperawatan belum ada.438) 11. . Ada hubungan antara beban kerja dengan pendokumentasian asuhan keperawatan (p value 0.4% responden yang setuju Pengkajian merupakan tahap awal dalam proses asuhan keperawatan 8. rho 0. Pada penulisan asuhan keperawatan tahap diagnosis hanya 28.0001. Penulisan sudah jalan sesuai pengetahuan masing – masing perawat. belum ada pencatatan dan pelaporan.8% 9.000. rho 0. belum menggunakan instrumen baku. Prosedur tetap belum ada dan perawat sangat mengharapkan adannya prosedur tetap untuk menunjang kelancaran penulisan . Kekuatan hubungan sangat kuat 15. Evaluasi dan at monitoring belum terjadwal.294) dengan 12.6.6% dan perencanaan 28. 14.143 ) 13.

433). Ada hubungan antara ketersediaan fasilitas standar asuhan keperawatan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan (p value 0. Kepada manajerial keperawatan perlu dievaluasi format asuhan keperawatan yang sudah ada. 3 . Agar tahapan – tahapan pada asuhan keperawatan bisa dipahami perawat. rho 0. 17. 2. 6. untuk menimbulkan motivasi dalam menulis asuhan keperawatan perlu rewar adanya t 4. untuk meningkatkan pengetahuan perawat dalam penulisan asuhan keperawatan perlu diadakan refresing .001. 5. rho 0. Adanya evaluasi secara rutin dengan standar baku serta adanya umpan balik sehingga perawat tahu keberhasilan dan kekurangan dalam penulisan serta merasa diperhatian. saat orientasi perawat baru materi materi proses asuhan keperawatan perlu dimasukan.16. Saran : 1.001.514) B. Ada hubungan antara ketersediaan fasilitas format dengan pendokumentasian asuhan keperawatan (p value 0. Kepada Pimpinan Rumah Sakit perlu menerbitkan prosedur tetap penulisan dokumentasi asuhan keperawatan .

Suekidjo. UGM 2. Salemba Medika. EGC 7.Departemen Kesehatan RI. Rineka Cipta. Nancy. . Dokumentasi proses Asuhan keperawatan. Patricia. Alimul. Ilyas. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Dokumentasi Asuhan Keperawatan EGC. .1993. 14. 11. Supriyadi. 10. Rusmiati. Robet. 2004. Hukum Perawat. Jakarta. Jakarta. 4. 13. 2002. Salemba. Pendekatan Psikologi Dalam Pengukuran di Bidang Kesehatan. Tatik. 2001. 9. Hani.DAFTAR PUSTAKA 1. BpFE. Maltis. Zaidin. Jakarta. Jakarta. Proses Dokumentasi Keperawatan. Salemba Medika. Perencanaan Sumber Daya manusia Rumah Sakit. Hidayat. 6. Hidayat.Sri. Tim Departemen Kesehatan RI. Alimul. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. 12. Raja Grafindo Persada. 5. Praptiningsih. Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia. Perilaku Sikap Dalam Penerapan Standar Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Salatiga (Tesis). Notoadmojo. Instrumen Evaluasi Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Rumah Sakit . 2000 . 3. Dasar – Dasar Keperawatan Profesional. Pengantar konsep Dasar Asuhan Keperawatan. Manajemen Sumberdaya Manusia. 2006 . 1994. Protap Di Rumah Sakit Kelas C dan D. Forum Komunikasi Sosial dan Kesehatan. 1989.Yaslis. Widya Medika.2002 . Jogyakarta. Ali. Nursalam. 1989. 8. 1996. Jakata.

1984. 1990. Pengantar Ilmu Perilaku Kesehatan. Perilaku Struktur dan Proses. 1996. Gramedia Pustaka Utama. Bolla John. FKMUI. Kumpulan Makalah Manajemen Keperawatan. Sikap Manusia. Kesehatan dan Keluarga Berencana. Departemen Kesehatan RI. Saifudin. Hubungan Antara Supervisi kinerja Perawat di Puskesmas rawat Inap. Binarupa. Dirjen Pendidikan Tinggi. 16. Eni. Edisi 1.ac. Pustaka Pelajar. . Jakarta. Dharma Agus. Jogyakarta. Suhaeni.15.2006 . Sri . 18. 1985. Djambatan. 22. Kabupaten Brebes( Tesis ). Kabupaten Jepara. 19. Newland. Jonetje.1995. ( Tesis ).id/SPMK/K/6c . 1976. 2005 . Supervisi yang Efektif di Kantor. Jakarta.2005. Jakarta. Jakarta. 2001. Standar Pelayana Rumah Sakit. 27. 24. Husein Umar. 29. Walin. Sikap Bidan Puskesmas Pasca Pelatihan Poned Terhadap Pelayanan Emerjensi Dasar. 21. Gibson. Jogyakarta. 17. 26. Jakarta. Mel White. Notoadmojo. Jakarta. UGM. Azwar. 1995) 23. Kabupaten Kebumen.UGM. Manajemen Supervisi. Sinar Harapan. Jakarta.( Tesis ) 2005. Sumberdaya Manusia Dalam Organisasi. Mart 2007 http://www. Raja Grafindo Persada. Wambrauw. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi ketidak Patuhan Dokter Dalam penulisan resep. Gamea & Faustino.KMPK. _____ Beban Kerja.200 4 25. 20. Wedati. Suekidjo. Manajemen Sumberdaya Manusia. 28. Jakarta.

Aswar. Sugiono. 40. Sounders Company. Statistik Untuk Penelitian. Jakarta. Jakarta. Syaifudin. 43. Metodologi penelitian Kesehatan. 35. 2002. Bandung. Nursing Managemen Aproch. Bandung. Metode Kualitatif Dalam Riset Kesehatan. Ghalia Indonesia. 2005. Statistik Non Parametrik. Jakarta. Ikatan Dokter Indonesia. Perilaku Dokter Dalam Mengisis Kelengkapan Data Rekam Medis. Ghozali Imam. Statistik Untuk Penelitian. RSU Ungaran. Hari. Pustaka Pelajar. Rineka Cipta. Sudrajat. Suekidjo. 37. 2001. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. 2006. Program Menjaga Mutu Pelayanan kesehatan. 38. Alfa Beta. Bandung. Jakarta 1999. 1997. Gunung Agung. 1986. Notoadmojo. Dinas Kesehatan Propinsi.2001 . 34. Pedoman Kinerja Perawat Dan Bidan di Rumah Sakit Tipe C. 39. Zaenal. Jakarta. Anwar. Suma’ mur.30. Kunanto. 31. Reabilitas dan Validitas. UNDIP. Jakarta. Armico. Sugiono. Reabilitas dan Validitas Aplikasi Multivariat Dengan rogram SPSS. Jawa Tengah. Gillis. (2005) 33. 36. 1989 . 32. 41. Bambang.W. 1985. 2005. Raja Grafindo Persada. 1993. 42. Philadelpia. Sugianto. Metode Penelitian Kuantitatif. 1994. Jogyakarta. Alfa Beta. Semarang. ( Tesis ). Hubungan Beban Kerja Dengan Kinerja Pegawai Administrasi. Departemen Kesehatan Dan Kesejahteraan Sosisal. Budi.

Masa kerja saudara sampai sekarang tahun 1. > 20 tahun . S1 C. D3/ Akper/ Akbid 3. 11 – 15 tahun 4. Karakteristik perawat Petunjuk : pilihlah satu jawaban dengan memberi tanda ( X ) bila menurut saudara merupakan pernyataan yang sesuai. 41 . 1 – 5 tahun 2. 20 . usia saudara sampai sekarang tahun 1.40 tahun 3.50 tahun 4.KUESIONER PENELITIAN HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT. FASILITAS DAN SUPERVISI DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN Kuesioner ini hubungannya kerja hanya untuk kepentingan penelitian tidak ada dengan penilainan Keterangan: skor diisi oleh peneliti No responden : ………… I. 6 – 10 tahun 3. PK/ SPK/ sederajat 2. > 50 tahun B. 16 – 20 tahun 5. SIKAP.30 tahun 2. 31 . BEBAN KERJA. pendidikan terakhir 1. Sko r A.

Tujuan pendokumentasian asuhan keperawatan Perlindungan hukum terhadap perawat Memberikan data pada peneliti Sebagai sarana komunikasi Untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi tenaga keperawata n 4. Dokumentasi merupakan hal yang penting dalam kaitanya pada pemberian asuhan keperawatan karena : Bisa digunakan sebagai sarana komunikasi Sebagai metode pengambilan keputusan Merupakan fakta kemampuan perawat dalam menulis sesuai standar t 3.II. dan mengevalua si 2. Pengetahuan Petunjuk : berilah tanda ( x ) pada pernyataan yang diangap benar pada kotak di depan pernyataan. Pengertian dokumentasi asuhan keperawatan adalah : Catatan yang dapat dibuktikan kebenaranya secara hukum Kumpullan informasi yang dikumpulkan oleh perawat sebagai pertanggung jawaban terhadap pelayanan yang telah diberikan Catatan yang memuat seluruh informasi untuk mengukur diagnosis. melasanakan. bisa mengetahui sampai dimana masalah pasien bisa teratasi 5. Sumber data dalam pendokumentasian asuhan keperawatan . menyusun rencana. Jawaban boleh lebih dari satu Skor 1. Manfaat dokumentasi asuhan keperawatan Membantu perawat dalam menyelesaikan masalah pasien Sebagai alat perekam terhadap masalah yang ada kaitanya dengan pasien Dapat bernilai uang Sebagai jaminan mutu pelayanan.

Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan Salah satu tugas perawat Satu – satunya tugas perawat Bukan tugas perawat Tugas sampingan dari perawat 9. Kapan seharusnya dilakukan penulisan dokumentasi asuhan keperawata n Setelah pasien diterima Setelah pasien pulang Selama pasien dirawat Setelah pasien diterima sampai dengan pasien pulang 7. mencantumkan semua pelayanan keperawatan yang telah diberikan 8. Syarat penulisan dokumentasian asuhan keperawatan Berdasarkan fakta Logis sesuai kronologis Teliti. Manfaat dilakukan Perencanaan keperawatan Untuk mencapai tujuan Untuk tindakan merencanaka . Dalam penulisan dokumentasi asuhan keperawatan merupakan pelaksanaan fungsi Dependen perawat Independen perawat Interdependen perawat 10. mencatat setiap ada perubahan Lengkap.Pasie n Orang terdekat Perawat lain Kepustakaa n 6.

Pelaksanaan evaluasi proses dilakukan oleh Perawat pelaksana tindakan Kepala bangsal Perawat shift berikutnya 13.Untuk pasien mengatasi masalah 11. Pelaksana evaluasi hasil dilakukan oleh Perawat pelaksana Kepala bangsal Perawat shift berikutnya 14. Tindakan keperawatan Dilakukan setelah tahapan perencanaan Untuk mengatasi masalah pasien Untuk mengetahui ketercapaian tujuan Total skor . dilakukan Evaluasi Untuk mengetahui ketercapaian tujuan Dilakukan setelah setelah tahap tidakan perkembangan Untuk pasien melihat 12.

III. Bila tidak …………………… pada lembar dalam hal yang mana 3.. Bila tidak ………………………… 5. Bila tidak apa………………………………. 2. Format perlu penyempurnaan lagi ya Tidak. Tidak yang 4. Ketersediaan fasilitas Berilah tanda (X ) pada kolom di depan pernyataan yang sesuai dengan pendapat saudara Skor A. Format dimengerti ya mudah Tidak. Format terlalu banyak sehingga membingungkan Ya. Format selalu ada saat dibutuhkan ya Tidak . Bila mana……… masih di lembar yang mana kurang dibagian yang Total skor . Format 1. Proses penyediaan format mudah Ya Tidak . Bila ya di bagian mana…………………………….

Apakah data pengkajian bisa dikelompokkan menjadi data subjek dan obje k Tidak 4. Diagnose digunakan untuk merencanakan tindakan Ya Tidak ya ya 7. Diagnose keperawatan menurut masalah pasien yang bersifat aktual dan potensial Ya Tidak 8. Standar asuhan keperawatan sudah ada di setiap bangsal ya Tidak 2.B. Diagnose keperawatan dilakukan setelah pengkajian Ya Tidak 6. Perawat selalu melakukan pengkajian segera setelah pasien diterima Tidak 2. Standar keperawatan Skor asuhan 1. Perencanaan dilakukan untuk mencapai tujuan . Data pengkajian bisa didapat dari pasien dan keluarga atau orang terdeka t Ya Tidak 5. Standar asuhan keperawatan mudah dipahami Ya Tidak 3.

Pada perencanaan harus memuat kriteria hasil Ya Tidak 11. Perencanaan dilakukan untuk mencegah dan memperbaiki masalah kesehatan pasien Ya Tidak 10.Ya Tidak 9. pengkajian – perencanaan – diagnosis – pelaksanaan – evaluasi Ya Tidak 17. Evaluasi hasil harus dilaksanakan oleh perawat yang melaksanakan . Pelaksanaan tindakan dilakukan setelah dilakukan perencanaan terlebih dahulu Ya Tidak 16. Evaluasi untuk mengetahui ketercapaian tujuan memuat 18. semua yang ada di perencanaan pasti bisa dilakukan tindakan Ya Tidak 14. Tindakan keperawatan merupakan pelaksanaan dari perencanaan yang sudah ditentukan Ya Tidak 13. Perencanaan intervensi harus Ya Tidak 12. Urutan tahapan pada standar asuhan keperawatan . Pelaksanaan tindakan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasien Ya Tidak 15.

Ya Tidak Total skor

Kuesioner sikap Berilah tanda (v ) pada jawaban yang sesuai dengan pendapat saudara Keteranga n SS : sangat setuju S R : setuju : ragu – ragu sangat tidak

TS : tidak setuju STS : setuju

NO Pertanyaan 1 Asuhan keperawatan merupakan catatan perawat tentang pasien yang bisa dipertanggung jawabkan 2 Penulisan asuhan keperawatan menjadi tanggung jawab perawat 3 Saya merasa tenang bila sudah menulis kegiatan yang telah saya lakukan pada pasie n 4 Saya kurang s uka menulis asuhan keperawatan, bagi saya yang penting pelayanan pada pasien 5 Pendokumentasian asuhan keperawatan bisa melindungi perawat dari sangsi hukum 6 Dengan adanya pendokumentasian asuhan keperawatan bisa memudahkan perawat dalam memberikan pelayanan 7 Asuhan keperawatan bisa digunakan sebagi sarana komunikasi baik dengan

SS S skor

R

Jawaba n TS STS

sesama perawat maupun profesi lain 8 Dalam penulisan asuhan keperawatan harus mengikuti tahapan pada proses asuhan keperawatan 9 Kinerja perawat dapat ditunjukan dalam pendokumentasian asuhan keperawata n 10 Pendokumentasian asuhan keperawatan berguna untuk mengetahui ketercapaian tujuan 11 Penulisan asuhan keperawatan bisa dilakukan setelah pasien pulang 12 Pengkajian merupakan tahap awal dalam proses asuhan keperawatan 13 Diagnose keperawatan dilakukan untuk merencanakan tindakan 14 Semua yang ada diperencanaan pasti bisa dilakukan tindakan 15 Semua tindakan keperawatan harus dilakukan evaluasi 16 Tahap evaluasi dilakukan setelah tahap pelaksanaan tindakan 17 Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketecapaian tujuan 18 Perawat sebagai tenaga profesional bertanggung jawab untuk mendokumentasian asuhan keperawatan yang diberikan pada pasie n 19 Penulisan asuhan keperawatan membuat pelayanan menjadi lambat 20 Adanya standar asuhan keperawatan hanya merepotkan perawat dalam memberikan pelayanan pada pasien

Lembar ceklis IV. Lembar ceklis beban kerja perawat shift pagi kolom sesuai dengan kegiatan yang Isilah dilakukan
Waktu Macam kegiatan Kegiatan lansung Diisi oleh peneliti Jenis kegiatan Kegiatan tidak langsung

07.00 07.10 07.10 07.20 07.20 – 07.30 07.30 – 07.40 07.40 – 07.50 07.50 – 08.00 08.00 – 08.10 08.10 08.20 08.20 – 08.30 08.30 – 08.40 08.40 – 08.50 08.50 – 09.00 09.00 – 09.10 09.10 09.20 09.20 – 09.30 09.30 – 09.40 09.40 – 09.50 09.50 – 10.00 10.00 – 10.10 10.10 10.20 10.20 – 10.30 10.30 – 10.40 10.40 – 10.50 10.50 – 11.00 11.00 – 11.10 11.10 11.20 11.20 – 11.30 11.30 – 11.40 11.40 11.50 11.50 – 12.00 12.00 – 12.10 12.10 12.20 12.20 – 12.30 12.30 – 12.40 12.40 – 12.50 12.50 – 13.00 13.00 – 13.10 13.10 13.20 13.20 – 13.30 13.30 – 13.40 13.40 – 13.50

50 16.10 18.30 – 16.00 19.30 15.50 – 18.10 14.30 14.20 – 15.40 – 19.40 17.40 – 15.40 _ 18.00 14.00 – 18.30 18.00 – 15.13.20 18.10 17.30 – 14.20 17.40 19.10 15.20 – 19.10 _ 17.50 – 17.50 – IV.00 – 17.10 14.20 15.10 15.20 – 17.00 – 19.10 16.40 14.40 – 14.00 18.20 – 16.30 16.20 – 18.10 19.00 ceklis beban kerja perawat shift Lembar siang Isilah kolom sesuai dengan kegiatan yang dilakukan Waktu kegiatan Macam Kegiata n lansun g Diisi oleh peneliti Jenis kegiatan Kegiatan tidak langsun g 14.10 19.50 – 15. 14.00 .00 17.00 15.40 – 16.50 – 20.20 14.50 17.00 – 16.40 15.30 – 15.20 – 14.50 – 16.50 19.20 16.10 16.40 – 17.30 17.50 15.00 16.30 19.30 – 17.30 – 19.50 14.20 19.50 – 19.30 – 18.10 18.40 16.40 18.50 18.

50 21.50 – 03.30 – 01.00 – 21.40 03.10 22.30 – 03.10 02.20 01.30 02.30 23.30 – 02.50 20.40 23.00 – 22.40 – 02.10 21. Lembar ceklis beban kerja perawat shift malam Isilah kolom sesuai dengan kegiatan yang dilakukan Waktu Macam kegiatan Kegiata n lansun g 20.20 23.10 21.20 – 01.40 02.50 – 02.00 21.30 03.00 -20 .00 – 23.10 03.40 – 22.00 – 02.40 22.10 03.10 01.30 – 21.10 22.20 21.50 01.30 –23.00 – 01.50 22.40 – 21.10 – 20.20 03.10 23.50 – 04.00 24.20 – 21.40 – 23.30 21.40 01.20 20.00 – 03.00 Diisi oleh peneliti Jenis kegiatan Kegiatan tidak langsun g .50 02.40 _ 01.30 01.10 01.20 – 02.30 – 22.40 20.20 22.00 22.40 21. 10 20.30 22.10 02.50 04.30 – 20.00 23.50 – 24.20 – 22.10 20.40 – 03.30 20.50 – 23.10 23.50 – 22.00 03.40 – 20.20 02.50 – 20.20 –23.00 02.IV.20 – 03.50 23.

40 06.50 06.00 06.10 06.04.20 04.40 04.20 06.10 05.30 04. Data dikaji sejak pasien masuk sampai pulang.30 05.40 07.50 05.00 05.50 04.10 04.40 05.00 06.00 04.50 05. Masalah dirumuskan berdasarkan masalah yang telah diturunkan Kode berkas medis rekam 2 3 4 .40 06.20 05.20 07.30 06.30 07.10 04.50 07.00 07.40 05.20 06.30 07.20 05.10 07.20 04.30 06.20 07.40 04.50 06.10 06.50 07.00 05. spiritual).40 07.10 07.00 – – – _ – – – – – – – – – – – – – – – – Lembar observasi Instrumen evaluasi pendokumentasian asuhan keperawatan ( dilakukan oleh peneliti ) Beri tanda (V) bila aspek yang dinilai ditemukan Beri tanda (0) bila aspek yang dinilai tidak ditemukan No Aspek yang dinilai A 1 Pengkajia n Mencatat data yang dikaji sesuai dengan pedoman pengkajia n Data dikelompokkan (biopsikososio.30 05.30 04.00 07.10 05.50 08.

Rencana menggambarkan keterlibatan pasien/keluarga. perilaku.Sub total Tota l Prosentas e B Diagnos a 1 Diagnosa Keperawatan masalah berdasarkan yang telah diturunkan. 2 Diagnosa Keperawatan menceraikan PE/PES Merumuskan diagnosa keperawatan aktual/potensial. Disusun menurut urutan prioritas Rumusan tujuan mengandung komponen pasien/subyek. Rencana menggambarkan tindakan Kode medis rekam 2 3 4 5 6 tindakan . 3 Sub total Tota l Prosentas e No Aspek yang dinilai C 1 Perencanaa n Berdasarkan Diagnosa Keperawatan . dan atau terinci melibatkan pasien/keluarg a. kondisi pasien/keluarg a. perubahan. dan jelas. Rencana tindakan mengacu pada tujuan dengan kalimat perintah.

total Tota l Prosentas e kerja sama Kesehatan denga Tim N o E 1 2 Aspek dinilai Evaluas i Evaluasi tujuan Hasil dicatat yang Kode medis rekam mengacu evaluasi pada Sub total Tota l Prosentas e F Catatan asuhan keperawatan 1 Menulis pada format yang Baru 2 Pencatatan dilakukan sesuai dengan tindakan yang dilaksanakan Pencatatan ditulis dengan jelas. Semua tindakan yang 4 telah dilaksanakan dicatat ringkas dan jelas Sub . istilah yang baku dan benar 3 . ringkas. Revisi tindakan pasien 3 berdasarkan hasil evaluasi.Sub total Tota l Prosentas e D Tindaka n 1 Tindakan dilaksanakan mengacu pada rencana perawatan. 2 Perawat mengobservasi respon pasien terhadap tindakan keperawatan .

Berkas catatan keperawatan disimpan sesuai dengan ketentuan yang berlaku wawancara dengan Kepala 1. Bagaimana pelaksanaan prosedur tetap pendokumentsian asuhan keperawatan ? 3. Bagaimana penulisan asuhan keperawatan yang sudah jalan selama ini ? 2. Bagaimana evaluasi yang sudah dilakukan ? 4. Bagaimana dengan format yang sudah ada ? .4 5 Sub total Tota l Prosentas e Pedoman bangsal Setiap melakukan tindakan/kegiatan mencantumkan perawat paraf/nama jelas. Bagaimana penghargaan dan sangsi yang telah diterapkan berkaitan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan ? 6. dan tanggal jam dilakukannya tindakan . Menjadi tugas siapa monitoring dan evalusai pendokumentasian asuhan keperawatan ? 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful