Pengertian dan Pengaturan Komisioner Komisioner diatur dalam pasal 76 sampai dengan 85 KUHD, Pasal 76 KUHD menjelaskan pengertian

komisioner adalah “seorang yang menyelenggarakan perusahaannya dengan melakukan perbuatan-perbuatan menutup persetujuan atas nama atau firma dia sendiri, tetapi atas amanat dan tanggungan orang lain dan menerima upah atau provisi tertentu”.

Seperti juga makelar, komisioner juga memilki ciri-ciri khas, yaitu: a. Tidak ada pengangkatan resmi dan tidak disumpah; b. Komisioner menghubungkan komitmen dengan pihak ketiga atas namanya sendiri; c. Komisioner tidak berkewajiban untuk menyebutkan nama pemberi kuasanya, sehingga ia menjadi pihak dalam perjanjian; d; Dalam menutup perjanjian komisioner juga boleh memberitahukan pemberi kuasanya/komitmen;

Dalam praktek komisioner selalu bertindak atas namanya sendiri, tetapi tidak menutup kemungkinan komisioner bertindak atas nama pemberi kuasa. Dalam hal komisioner bertindak atas nama pemberi kuasanya dia tunduk pada ketentuan pasal 1792 dan 1793 KUH Perdata, yang menjelaskan bahwa “Pemberian kuasa adalah persetujuan dengan mana seseorang memberikan kekuasaan kepada seorang lain yang menerimanya, untuk atas namanya menyelenggarakan suatu urusan (pasal 1792 KUH Perdata). Selanjutnya pasal 1793 KUH Perdata menyatakan bahwa “Kuasa dapat diberikan dan diterima dalam suatu akta umum , dalam suatu tulisan dibawah tangan, bahwa dalam supucuk surat maupun lisan. Penerimaan satu kuasa dapat terjadi secara diam-diam dan disimpulkan dalam pelaksanaan kuasa itu oleh pemberi kuasa dan penerima kuasa. Jadi dapat disimpulkan komisioner yang bertindak atas namanya sendiri adala bersifat umum, sedangkan apabila komisioner bertindak atas nama pemberi kuasa merupakan sifat khusus. Pengertian dan Pengaturan Makelar Ketentuan hukum yang mengatur mengenai Makelar terdapat dalam pasal 62 sampai 73 KUHD. Pasal 62 ayat (1) KUHD menjelaskan, pengertian “makelar” adalah seorang pedagang perantara yang diangkat oleh Presiden atau oleh pembesar yang oleh Presiden telah dinyatakan berwenang untuk itu. Ia menyelenggarakan perusahaannya dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan sebagaimana termaktub dalam pasal 64 KUHD, seraya mendapat upahan atau provisi tertentu, atas amanat dana nama orang-orang dengan siapa ia tak mempunyai sesuatu hubungan yang tetap. Pasal 62 ayat (2) KUHD menjelaskan, sebelum diperbolehkan melakukan pekerjaannya, ia harus bersumpah dimuka Pengadilan Negeri yang mana ia termasuk dalam daerah hukumnya, bahwa ia dengan tulus hati akan menunaikan segala kewajiban yang dibebankan kepadanya. Dari pasal-pasal yang mengatur mengenai makelar sebagai perantara, dapat diketahui bahwa makelar memiliki ciriciri sebagai berikut: (1) Makelar harus diangkat secara resmi oleh pemerintah (2) Sebelum menjalankan tugasnya, makelar harus bersumpah dihadapan Ketua Pengadilan Negeri, yang menyatakan bahwa ia akan menjalankan kewajibannya dengan baik. (3) Bagi makelar yang telah dilepas jabatannya, tidak boleh diangkat lagi.

Pekerjaan makelar diatur secara jelas dalam pasal 64 KUHD sebagai berikut: melakukan penjualan dan pembelian bagi majikannya akan barang-barang dagangan dan lainnya, kapal-kapal, andilandil dalam dana umum dan efek-efek lainnya, obligasi-obligasi, surat wesel, surat order dan surat dagang lainnya, pula untuk menyelenggarakan pendiskontoan, pertanggungan, perutangan dengan jaminan kapal dan pencateran kapal, perutangan uang dan sebagainya.

dilakukan dengan cara mengadakan perjanjian dengan pihak ketiga. tidak menjadi pihak dalam perjanjian. Pada dasarnya pengusaha dapat melakukan kegiatannya sendiri tanpa dibantu orang lain. sebagai berikut: “Tiap-tiap mekelar diwajibkan tiap kali setelah menutup sesuatu perbuatan. Catatan makelar baru mempunyai kekuatan pembuktian bila terjadi sengketa dan perbuatan makelar tidak seluruhnya diingkari oleh pihak lawan. Dalam perjanjian jual beli wesel atau surat berharga lainnya. pada umumnya makelar bertindak atas nama pemberi kuasa. maka makelar selalu mengatakan bahwa dia berbuat atas nama pemberi kuasa. Dalam menjalankan kegiatan usahanya. maka makelar harus menanggung sahnya tanda tangan penjual dan para endosen (pasal 70 KUHD). Dalam hal makelar berbuat untuk memenuhi kuasa tersebut . sedangkan yang menjadi pihak adalah pemberi kuasa dengan pihak ketiga. Makelar dilarang menjadi penjamin dalam perjanjian yang dibuat oleh perantaraannya. dan tugasnya diatur khusus dalam undang-undang. hal ini dimaksudkan agar tidak merugikan pihak ketiga maupun dirinya sendiri. segera mencatat dalam buku harian. sebagai berikut: “Pengusaha adalah setiap orang perseorangan atau persekutuan atau badan hukum yang menjalankan sesuatu jenis usaha”. sebagai berikt: a. Pada gilirannya semua catatan yang dibuat oleh makelar tersebut dipakai sebagai alat bukti. danperusahaannya disebut perusahaan perorangan. undang-undang juga mengatur mengenai larangan bagi seorang makelar. Dalam hal jual beli atas contoh. Tetapi dalam praktek sering terjadi seorang makelar berbuat dengan tidak menyebutkan pemberi kuasanya. Dalam hal ini makelar dianggap berbuat “untuk pemberi kuasa yang akan datang”. Dari ketentuan pasal 66 KUHD tersebut dapat diketahui bahwa seorang makelar dalam menjalankan kegiatannya harus teliti. Dia dapat menjalankan usahanya sendiri. tanpa sela dan kosong garis sela atau catatan dalam jihad dan dengan penyebutan yang jelas tentang nama dari pihak yang bersangkutan.Kewajiban dan Larangan Bagi Makelar Kewajiban bagi makelar dalam menjalankan kegiatan usahanya diatur dalam pasal 66 KUHD. . dengan konsekuensi makelar menjadi pihak dalam perjanjian. Tanggung jawab tersebut terkait dengan kemungkinan timbulnya kerugian yang disebabkan dari perbuatan makelar. Menurut ketentuan pasal 62 KUHD. maka kekutan pembuktian diserahkan kepada keputusan hakim. Sehubungan dengan hal tersebut maka makelar mempunyai tanggung jawab yang besar dalam menjalankan kegiatan usahanya. tentang Wajib daftar Perusahaan. Apabila terjadi kerugian yang disebabkan oleh perbuatan makelar. tentang waktu. Tanggung Jawab Makelar Makelaradalah seoarang pejabat yang diangkat secara resmi oleh pemerintah. tentang macam jumlah dan syarat dari perbuatan yang ditutupnya”. PENGUSAHA DAN PEMBANTU PENGUSAHA Pengertian Pengusaha Yang disebut pengusaha adalah orang yang kegiatan sehari-hari menjalankan usaha. Makelar dilarang berdagang dalam lapangan pekerjaan dimana dia diangkat. maka makelar berkewajiban memberikan ganti kerugian. b. Selain kwajiban bagi makelar. b. maka makelar diharuskan menyimpan contoh tersebut sampai pada saat pernjanjian telah selesai dilaksanakan seluruhnya (pasal 69 KUHD). Pengertian pengusaha menurut Undang-Undang No. terang-terangan dan bertujuan untuk mendapatkan keuntungan untuk diri sendiri (baik modal maupun keuntungan sendiri). Tanggung jawab tersebut meliputi perbuatan-perbuatan: a.3 Tahun 1982. apapun bentuknya. Seorang pengusaha yang menjalankan usahanya sendiri disebut sebagai pengusaha perseorangan. pengsaha dapat melakukan hal-hal sebagai berikut: a. Jadi Makelar hany berfungsi sebagai perantara murni. mengenai larangan bagi makelar diatur dalam pasal 65 ayat (2) KUHD. perbuatan dan penyerahan. Makelar mendapat kuasa dari pihak ketiga untuk menjual atau membeli barang tertentu. apabila satu otang melakukan kegiatan terus menerus.

yaitu dia sebagai pengusaha (pemilik perusahaan) dan sekaligus sebagai pimpinan perusahaan). yang disebut sebagai pembantu pengusaha. c. Dia dapat mengajak pihak lain untuk menjalankan usaha secara bersama-sama. tentu melalui suatu proses yang panjang. Pembantu Pengusaha dalam Perusahaan Suatu persahaan dalam memasarkan hasil produksinya. Pengusaha (pemilik perusahaan) yang menjalankan sendiri usahanya dengan dibantu oleh pihak lain. b. misalnya pelayan toko. Dia dapat menyuruh pihak lain untuk menjalankan usahanya. kasir. Pengusaha yang demikian itu mempunyai kedudukan ganda dalam perusahaan. sedangkan pimpinan perusahaan dijalannkan oleh pihak lain yang diberi kuasa. atau perusahaan perorangan. Secara umum pembantu pengusaha dapat digolongkan menjadi 2 (dua). . noratis. gudang dan lain-lain.Pembantu-pembantu pengusaha di dalam perusahaan. Secara detail pembantu-pembantu pengusaha di dalam perusahaan dapat dijelaskan satu persatu sebagai berikut: Pelayan toko adalah semua pelayan yang membantu pengusaha dalam menjalankan perusahaannya di toko. misalnya agen perusahaan. tetapi terbatas pada satu cabang perusahaan atau daerah tertentu. disebut pengusaha perseorangan. kasir. bagian pembukuan. pengacara. komisioner. Tetapi bagi perusahaan yang sudah besar. pemegang prokurasi dan pimpinan perusahaan. perusahaan yang demikian ini biasanya tidak besar sehingga dapat dikelola secara sederhana. Pengusaha (pemilik perusahaan) yang mengajakpihak lain untuk menjalankan usahanya secara bersama-sama. misalnya pelayan penjual. d. yaitu: a. Bagi perusahaan yang kecil (perusahaan perorangan) mungkin tidak terlalu memerlukan mekanisme yang panjang. Pengurus Filial adalah petugas yang mewakili pengusaha mengenai semua hal. dalam memasarkan produknya biasanya dibantu oleh pihak lain. karena biasanya prdusen langsung memasarkan hasil produksinya langsung kepada konsumen baik secara door to door atau ditempat-tempat tertentu.atau perusahaan yang dijalankan dan dimiliki lebih dari satu orang.b. dalam istilah bisnis disebut sebagai bentuk kerjasama. gudang dan lain-lain. bagian pembukuan. Pengusaha (pemilik perusahaan) yang tidak menjalankan sendiri usahanya. pekerja keliling. pengurus fillial. Pengusaha (pemilik perusahaan) yang menjalankan usaha secara bersama-sama tidak dibantu pihak lain. Pembantu pengusaha diluar perusahaan. Dalam praktek biasanya berbentuk UD (Usaha Dagang).tetapi menyuruh atau mengangkat pihak lain untuk menjalankan usahanya. Pekerja keliling adalah embantu pengusaha yang bekerja keliling di luar perusahaan untuk memperluas dan memperbanyak perjanjian jual beli antara pengusaha dengan pihak ketiga. Dia dapat menjalankan usahanya dengan dibantu pihak lain. yaitu dibantu oleh pembantu pengusaha. Pengusaha tersebut hanya berkedudukan sebagai pemilik usaha. makelar. Misalnya pelayan penjual. Maksudnya dalam peredaran produk dari produsen kepada konsumen memerlukan mekanisme.

Agen mempunyai hubungan tetap dengan para pengusaha dan mewakili untuk mengadakan dan melaksanakan transaksi dengan pihak ketiga. Dalam hal-hal tertentu pengusaha dapat memakai jasa pengacara dalam menyelesaikan masalahmasalah hukum yang berkaitan dengan usahanya. Pengacara adalah orang yang melaksanakan pekerjaannya dengan memberikan bantuan hukum kepada pihak yang membutuhkan. Pimpinan Perusahaan (manager) adalah pemegang kuasa pertama dari pengusaha (pemilik perusahaan). Agen perusahaan adalah orang yang melayani beberapa pengusaha sebagai perantara dengan pihak ketiga (dengan cara menjual produk).Pemegang Prokurasi adala pemegang kuasa pada perusahaan. Dia yang menjalankan seluruh kebijakan perusahaan dan bertanggung jawab atas maju mundurnya perusahaan. Dalam praktek bisnis disebut direktur utama sedangkan pemegang prokurasi adalah direktur-direktur. khusus berwenang membuat akte mengenai semua peruatan. dan merupakan orang kedua dari pimpinan perusahaan (manager). dan dapat mempunyai kedudukan sebagai kepada satu bagian besar dari perusahaan. perjanjian dan penetapan yang diperintahkhan oleh peraturan hukum atau yang berkepentingan . Dia adalah dari pengusaha atau manager. dapat dijelaskan sebagai berikut: a. b. Pengertian pembantu-pembantu pengusaha di luar perusahaan. Notaris adalah pejabat umum. c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful