P. 1
Pembelajaran Matematika

Pembelajaran Matematika

|Views: 342|Likes:
Published by Khoerul Umam

More info:

Published by: Khoerul Umam on Apr 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2014

pdf

text

original

Pembelajaran Matematika Kreatif

Oleh : Tim PLPG Matematika FKIP UHAMKA

komunitas matematika kreatif (KMK) UHAMKA
1

Unik…
Pada suatu saat ada siswa kelas X yang menunjukkan hubunganhubungan berikut kepada gurunya: 16/64 = 1/4 ; dengan cara menghapuskan saja 6 19/95 = 1/5 ; dengan cara menghapuskan saja 9 26/65 = 2/5 ; dengan cara menghapuskan saja 6, atau 49/98 = 4/8 = ½ ; dengan cara menghapuskan saja 9. Dengan caranya sendiri ia akan mengklaim bahwa 12/23 = 1/3 adalah benar. Bagaimana menurut anda?

KISAH SEDIH DI SEKOLAH

Kisah Sedih di Sekolah
Resah dan gelisah Belajar tak betah Bosan & menjemukan Anak terlihat pasif Guru aktif ceramah Anak duduk dengarkan Sungguh sangat membosankan Malu aku malu Ia ngajar masih begitu Padahal t’lah ditatar Uang banyak keluar Seakan cuek aja Ogah pembaharuan (“pak guru kok ngajarnya gitu-gitu aja sih?”) “Gini pun lulus”, jawabnya

Sungguh aneh tapi nyata di negri sana Cara ngajar tak berubah sejak jaman abah

Pada siapa minta bantu untuk meningkatkan mutu Proses belajar mengajar yang kembangkan bakat siswa Proses belajar mengajar aktif, kreatif, dan mengasyikan

bagaimana belajar matematika ?
MARI MENEROBOS BELANTARA MATEMATIKA •Tahap awal: membutuhkan upaya yang keras, harus membuat jalan menerobos semak-semak

Tahap kedua : melewati jalan itu lebih mudah “jalan setapak”

•Tahap ketiga: semakin sering kita melewati jalur itu, semakin kecil hambatan yang ada. akhirnya kita memiliki jalur yang lebar dan mulus, tentu tidak lagi membutuhkan upaya yang besar.

PERUBAHAN PARADIGMA
SCIENCE AS A PRODUCT KNOWLEDGE-BASED SCIENCE AS PROCCESS SKILLS COMPETENCE-BASED

BEHAVIORISTIC

CONSTRUCTIVISTIC/
HUMANISTIC

TEXTBOOK

CONTEXTUAL/
SALINGTEMAS

TEACHER-CENTERED

LEARNER-CENTERED

TANTANGAN !
• • • • Materi pembelajaran yang luas, dalam dan kompleks Alokasi waktu yang tidak cukup Pembelajaran dengan metoda yang variatif Pembelajaran yang efektif

Tuntutan pembelajaran kontekstual

HARAPAN !
• • Proses pembelajaran menyenangkan Siswa aktif


Tercapainya nilai kompetensi hasil belajar minimal
Diperolehnya kecakapan hidup

KONSEP PEMBELAJARAN
• • Merupakan kegiatan guru menciptakan situasi agar siswa belajar Bagaimanapun baiknya guru mengajar, apabila tidak terjadi proses belajar pada siswa, maka pengajarannya dianggap tidak berhasil

Meskipun metode yang digunakan sederhana, tetapi bila mendorong para siswa banyak belajar, maka pengajaran tersebut dianggap berhasil (efektif)

Dasar-dasar pemilihan pembelajaran


Kegiatan pembelajaran diarahkan pada pencapaian tujuan belajar
Karakteristik Mata pelajaran


• •

Kemampuan siswa
Kemampuan guru Fasilitas/media pembelajaran

Pendekatan, Model, dan Metode
• Pendekatan Pembelajaran: Melihat pembelajaran sebagai proses belajar siswa yang sedang berkembang untuk mencapai perkembangannya • Model Pembelajaran: melihat pembelajaran sebagai suatu disain yang menggambakan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan siswa berinteraksi sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri siswa

• Metode Pembelajaran: berfokus pada proses belajarmengajar untuk bahan ajaran dan tujuan pembelajaran tertentu yang lebih terbatas

• Teknik: kegiatan khusus yg dilakukan di kelas yang mengacu pada metode tertentu

Pendekatan dan Model Pembelajaran Kompetensi
• • Pembelajaran ekspositori Pembelajaran kontekstual


• •

Pembelajaran mencari dan bermakna
Pembelajaran berbasis pengalaman Pembelajaran terpadu


• •

Pembelajaran kooperatif
Pembelajaran latihan inkuiri dan lain-lain

Model-Model Pembelajaran

• • • •

Rumpun model sosial Rumpun pemrosesan informasi Rumpun Pembelajaran pribadi Rumpun Pembelajaran behavioral
(Joice dan Weil, 2000)

Rumpun Model Pembelajaran
• Rumpun model sosial - Model Bermain peran - Model Klarifikasi nilai Rumpun pemrosesan informasi - Model Berfikir induktif - Model Pemerolehan konsep - Model Latihan inkuiri - Model Sinektik (pengembangan kreativitas) Rumpun Pembelajaran pribadi - Model Non direktif (siswa mencurahkan perasaan dan dibantu pemecahan masalahnya) Rumpun Pembelajaran behavioral - Model Pembelajaran Langsung - Model Pengelolaan Kontingensi (reaksi penguatan) - Model Pembelajaran Pengendalian Diri

Metode Pembelajaran
• Pembelajaran Teori
- Pembelajaran ekspositori (ceramah, tanya jawab, demonstrasi) - Pembelajaran Kegiatan kelompok (Diskusi, Kelompok Kerja, Simulasi, Bermain Peran, Seminar) - Pembelajaran Berbuat (Eksperimen, Pengamatan, Penelitian Sederhana,

Pemecahan masalah)

• Pembelajaran Praktik
- Pembelajaran Praktek

- Pembelajaran Magang di Lingungan kerja

Evaluasi Hasil dan

Proses Pembelajaran
Disebut evaluasi otentik

• • •

Mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa Evaluasi proses dilakukan sepanjang proses pembelajaran (dokumen portofolio) Evaluasi hasil belajar biasanya hanya menggunakan tes (objektif dan esay)

Ciri Pembelajaran Berbasis Pengalaman • • • • Menekankan para proses daripada hasil Berkelanjutan atas dasar pengalaman Bervariasi pengalaman Pembelajaran merupakan proses adaptasi terhadap lingkungan alam dan sosial

Pengalaman konkrit

Akomodatif

Divergen Pengalaman Reflektif

Percobaan aktif
Konvergen Asimilatif

Konseptualisasi abstrak

Tipe Pembelajaran Berbasis Pengalaman
• Divergen: Pengembangan kemampuan imaginatif, kesadaran akan makna dan nilai-nilai Asimiliatif: Pengembangan kemampuan berfikir induktif, menciptakan model-model teoritis Konvergen: Pengembangan kemampuan memecahkan masalah Akomodatif: Pengembangan melakukan kegiatan, melaksanakan rencana


• •

1.

Pembelajaran guru di kelas umumnya masih konvensional (metode ceramah dengan media chalk and talk. Hal ini dikarenakan sekolah belum memanfaatkan alat peraga secara optimal (Asyhadi, 2005).

2.

Aktivitas siswa sehari-hari terdiri atas menonton gurunya menyelesaikan soal-soal di papan tulis, kemudian meminta siswa bekerja sendiri dalam buku teks atau LKS yang disediakan (Turmudi, 2008). Kebanyakan siswa masih mengalami kesulitan ketika dihadapkan pada permasalahan yang menuntut kemampuan penalaran maupun pemecahan masalah, sehingga mereka tidak menyukai matematika (Suherman dkk, 2003).

3.

24

 penguasaan Konsep  melatih cara berfikir dalam menarik kesimpulan

 mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan
 mengembangkan kemampuan memecahkan masalah  mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan.

25

 Masalah: kesenjangan antara harapan dan kenyataan, ia merupakan pertanyaan yang harus dijawab.  Bell (1978), Suherman, dkk. (2003), dan Ruseffendi (2006): masalah biasanya memuat situasi yang mendorong seseorang untuk menyelesaikannya, akan tetapi tidak tahu secara langsung apa yang harus dikerjakan untuk menyelesaikannya.  Jika siswa dapat secara langsung mengetahui cara penyelesaiannya, maka soal matematika tersebut tidak dapat dikatakan sebagai masalah.  Berarti tidak semua soal secara otomatis akan menjadi masalah, hanya dapat dipandang secara relatif. Bisa saja soal tersebut dianggap masalah bagi seseorang, tetapi bagi orang lain itu hanya merupakan hal yang biasa (rutin belaka).  Sebagai contoh, tentukan bilangan dalam kotak yang membuat pernyataan 3   + 7 = –5 menjadi benar? Masalah bagi siapa? Bukan masalah bagi siapa?

26

 Terlihat bahwa, syarat suatu soal akan merupakan masalah bagi seorang siswa adalah: 1) Soal yang dihadapkan kepada seorang siswa haruslah dapat dimengerti oleh siswa tersebut, namun soal itu harus merupakan tantangan baginya untuk mengerjakan. 2) Soal tersebut tidak dapat dikerjakan dengan prosedur rutin yang telah diketahui siswa.  Soal rutin, yang mencakup aplikasi suatu prosedur matematika yang sama atau mirip dengan hal yang baru dipelajari. Ia hanya bersifat berlatih agar terampil menggunakan konsep matematika.  Soal non-rutin, untuk sampai pada jawaban dari soal ini diperlukan pemikiran yang mendalam, menghendaki siswa untuk menggunakan sintesis atau analisis. Pengetahuan, fakta, keterampilan, dan pemahaman yang telah diperoleh (dikuasai) siswa dappat diterapkan pada situasi baru.

27

 Sumarmo (2002), pemecahan masalah dapat berupa mencipta ide baru, menemukan teknik atau produk baru. Sebuah proses berpikir tingkat tinggi yang mempunyai peranan penting dalam pembelajaran matematika.  Sabandar (2005) mengemukakan bahwa situasi pemecahan masalah merupakan suatu tahapan di mana ketika individu dihadapkan kepada suatu masalah ia tidak serta merta mampu menemukan solusinya, bahkan dalam proses penyelesaiannya ia masih mengalami kebuntuan.  Pemecahan masalah dalam matematika melibatkan metode dan cara penyelesaian yang tidak standar dan tidak diketahui sebelumnya (Turmudi, 2008).  Ruseffendi (2006), Djamarah dan Zain (2006), maupun Wahyudin (2008) merangkum langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pemecahan masalah, yaitu: 1) menyadari masalah; 2) merumuskan masalah; 3) menyusun hipotesis penyelesaian masalah; 4) menguji hipotesis penyelesaian masalah yang mungkin; dan 5) menarik kesimpulan.

28

 Polya (1973) merinci empat fase model dalam process mathematical problem solving, yaitu: 1) understanding the problem, 2) devising a plan, 3) carrying out the plan, dan 4) looking back.  Ruseffendi (2006), Djamarah dan Zain (2006), maupun Wahyudin (2008) merangkum langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pemecahan masalah, yaitu: 1) menyadari masalah; 2) merumuskan masalah; 3) menyusun hipotesis penyelesaian masalah; 4) menguji hipotesis penyelesaian masalah yang mungkin; dan 5) menarik kesimpulan.

29

 Mencoba-coba    Visualisasikan (diagram, grafik, model, gambar) Mulai dari yang sederhana  Menemukan pola Membuat tabel  Persamaan dan variabel Bekerja mundur  Membuang yang tidak mungkin Memperhitungkan setiap kemungkinan  Memahami masalah dari berbagai sudut pandang


30

ARITMETIKA Diberikan angka-angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7; untuk ditempatkan pada lingkaran, sehingga angka-anngka dalam satu garis berjumlah 10.

31

Diberikan angka-angka 1 sampai 10; untuk ditempatkan pada lingkaran, sehingga sepasang angka yang berdekatan berjumlah sama dengan sepasang angka yang berdekatan di hadapannya. Contoh: 10 + 1 = 6 + 5 = 11

8 2 9 5

1

10 4 7

6

3

32

Diberikan angka-angka 1 sampai 10; untuk ditempatkan pada lingkaran, sehingga sepasang angka yang berdekatan berjumlah sama dengan sepasang angka yang berdekatan di hadapannya. Contoh: 10 + 1 = 6 + 5 = 11

5 2 9 8

4

10 7 4

6

3

33

Tentukan nilai dari

13 + 23 = 9 1+2=3 13 + 23 = (1 + 2)2

13 + 23 + 33 = 36 1+2+3=6 13 + 23 + 33 = (1 + 2 + 3)2

Kalau ini diteruskan, akan didapat 13 + 23 + 33 + … + 153 = (1 + 2 + 3 + … + 15)2 Sehingga nilai dari

35

Pada suatu pantai terdapat 10 binatang yaitu berupa kura-kura dan pinguin. Jika banyaknya kaki binantang tersebut adalah 32, maka tentukan banyaknya kura-kura dan pinguin.

36

37

38

Pada suatu keluarga terdapat: • 1 orang nenek • 1 orang kakek • 3 orang ibu • 3 orang bapak • 8 orang anak • 4 orang cucu Tentukan banyaknya anggota keluarga tersebut.

39

Jadi ada 12 anggota keluarga. Anda bisa mendesain diagram yang berbeda, siapa tau bisa dapat yang lebih sedikit anggota keluarga.

40

Pak Tole memiliki tongkat kayu berukuran 3 m, 5 m, dan 9 m. Dengan menggunakan tiga tongkat tersebut, bagaimana Pak Tole melayani pembeli yang memerlukan kain dengan panjang 7 m?

5m 3m 9m

3m 5m

5m

41

Dua puluh uang logam senilai Rp 5.000,- yang terdiri dari recehan 100-an, 200-an, dan 500-an. Jika banyaknya recehan 500-an lebih banyak daripada recehan 100-an, maka tentukan banyaknya masing-masing recehan tersebut.

No 1 2 3 4

100

200

500

42

Perhatikan operasi hitung berikut 2#4=8 5 # 3 = 13 3 # 5 = 11 9 # 7 = 25 Tentukan 3 # 4 22+4=8  2  5 + 3 = 13  2  3 + 5 = 11  2  9 + 7 = 25  2  3 + 4 = 10

43

Perhatikan gambar kanguru yang sedang membilang sambil meloncat

• bilangan berapa yang dipijak oleh kanguru pada loncatan yang ke-100? • pada loncatan ke berapa kanguru melampaui bilangan 2011?

44

Perhatikan plat nomor sepeda motor yang berlaku di Jakarta. Berapa banyak plat nomor berbeda yang dapat dibuat, dengan catatan angka pertama bukan 0?
•Huruf pertama selalu B
•Angka pertama dapat dipilih dari ….. angka •Angka kedua dapat dipilih dari ….. angka •Angka ketiga dapat dipilih dari ….. angka •Angka keempat dapat dipilih dari ….. angka •Huruf kedua dapat dipilih dari ….. huruf •Huruf ketiga dapat dipilih dari ….. huruf •Huruf keempat dapat dipilih dari ….. Huruf Jadi ada …. × …. × …. × …. × …. × …. × …. × …. = …………. plat nomor.

45

Pada suatu pantai terdapat 10 binatang yaitu berupa kura-kura dan pinguin. Jika banyaknya kaki binantang tersebut adalah 32, maka tentukan banyaknya kura-kura dan pinguin. Misalkan x : kura-kura y : pinguin Maka

4x + 2y = 32 x + y = 10

4x + 2y = 32 2x + 2y = 20 2x + 0 = 12 x=6

Dengan demikian y = 4 Jadi pada pantai tersebut terdapat 6 kura-kura dan 4 pinguin.

46

Dalam olimpiade matematika, Ina menjadi juara I dengan skor 100. Jawaban yang benar akan mendapat skor 3 dan jawaban yang salah atau kosong akan dikurangi 1. Tentukan banyak soal dalam olimpiade tersebut jika diketahui perbandingan jawaban Ina yang benar dengan jumlah skor adalah 1 : 2.

47

Tentukan nilai X yang memenuhi operasi berikut:

X

Dikali 4

Ditambah 8

Dibagi 5

20

Dibagi 4

Dikurangi 8

Dikali 5

20

48

Uni si penjual pisang goreng. Pada 1 jam pertama laku 10 buah pisang goreng, pada jam ke-2 separoh dari sisa pisang gorengnya laku terjual, pada jam ke-3 laku 6 buah pisang goreng, dan sisanya 3 buah pisang goreng dibawa pulang ke rumahnya. Tentukan banyaknya pisang goreng yang dibawa oleh Uni pertama kalinya.

49

Tentukan A yang memenuhi operasi berikut

A

dikali x

ditambah 2

dikurang 10

difaktorkan

dibagi 2

x=1 x = -4

50

Masalah titik 9

Buatlah empat garis lurus yang melalui titik-titik tersebut tanpa mengangkat pulpen.

51

Tentukan luas daerah yang diarsir pada gambar berikut, jika luas persegi kecil adalah 1. Hitung luas daerah yang di luar, akan lebih mudah.

Sehingga luasnya = 12 – (1 + 2,5 + 1 + 3) = 4,5

52

Tentukan luas daerah yang diarsir pada gambar berikut, jika luas persegi kecil adalah 1.

Memindahkan potongan

Sehingga luasnya = 4,5

53

ABCD 9 x DCBA

 Sebuah kerucut dengan jari-jari 7 cm dan tinggi 10 cm

10 cm

7 cm

 Apabila ada kerucul lain yang tingginya 2011 kali tinggi kerucut ini, maka tentukan volumenya.  Apabila ada kerucul lain yang jari-jarinya 2011 kali jari-jari kerucut ini, maka tentukan volumenya.

55

 Tiga kerucut dengan jari-jari alas sama, tetapi tinggi berbeda (t, 2t, 3t)

 Apakah ada hubungan antara volume kerucut tersebut?

56

 Tiga kerucut dengan tinggi sama, tetapi jari-jari alas berbeda (r, 2r, 3r)

 Apakah ada hubungan antara volume kerucut tersebut?

57

• Siswa diminta mencari apakah ada hubungan atau suatu ketentuan mengenai perubahan volumenya. • Siswa disuruh mengamati dan memahami permasalahan diatas dan didorong untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan. • Guru dapat mengarahkan pengamatan siswa melalui pertanyaan-pertanyaan, siswa diharapkan memberikan jawaban (dapat berupa dugaan). • Selanjutnya guru mengarahkan jawaban / dugaan itu pada penemuan konsep yang dipelajari. • Berdasarkan hasil pengamatan siswa guru meminta untuk menyususn suatu generalisasi mengenai perubahan volume kerucut jika jari-jarinya tetap sedangkan tingginya berubah menjadi kesimpulan, ataupun sebaliknya.

58

Sebuah perusahaan ban mengeluarkan aturan bahwa setiap pemakaian ban yang diproduksinya harus diganti setelah ban tersebut melakukan dua juta putaran. Bagaimana seorang pengendara mengetahui bahwa ban tersebut sudah waktunya untuk diganti?

59

60

Perhatikan gambar kanguru yang sedang membilang sambil meloncat,

Ajukan pertanyaan berdasarkan ilustrasi pada gambar

• bilangan berapa yang dipijak oelh kanguru pada loncatan yang ke-10?
• pada loncatan ke berapa kanguru melampaui bilangan 2011?

61

• Berapa banyak papan pagar yang terpancang? • Berapa panjang pagar yang terlihat? • Berapa tinggi pagar yang terlihat? • Berapa kali ban mobil bergelinding melintasi pagar? • Berapa banyak paku yang digunakan pada pagar? • Berapa lebar papan yang digunakan untuk membuat pagar?

62

Open-Ended dalam Pembelajaran Matematika
Dalam pembelajaran matematika open-ended adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang menyajikan satu masalah dengan lebih dari satu penyelesaian ataupun cara penyelesaian (Shimada, 1997:1) Dasar keterbukaan masalah dalam pendekatan open-ended diklasifikasikan dalam tiga tipe, yakni: (1) prosesnya terbuka, maksudnya masalah itu memiliki banyak cara penyelesaian yang benar, (2) hasil akhirnya terbuka, maksudnya masalah itu memiliki banyak jawaban yang benar, dan (3) cara pengembangan lanjutannya terbuka, maksudnya ketika siswa telah menyelesaikan masalahnya, mereka dapat mengembangkan masalah baru yaitu dengan cara merubah kondisi masalah sebelumnya.

64

Guru memilih menggunakan Open-Ended
Yaitu pada saat ia menginginkan siswanya:

1. aktif berpartisipasi dalam pembelajaran di kelas. 2. merasa puas karena mampu menuangkan ide-idenya sendiri dalam pembelajaran di kelas. 3. memiliki pengalaman belajar matematik yang menyenangkan . 4. mencapai tingkat berpikir yang lebih tinggi.

65

Kelebihan Pendekatan Open-Ended
1. Membuat siswa lebih aktif berpartisipasi dalam pembelajaran dan lebih sering memberikan ide-idenya. 2. Memberi kesempatan yang lebih pada siswa untuk menggunakan secara komprehensif pengetahuan dan kecakapan matematika mereka. 3. Memampukan setiap siswa, bahkan yang memiliki pencapaian terendah sekalipun, memberikan respon terhadap masalah dalam beberapa cara yang signifikan. 4. Memotivasi siswa untuk membuktikan secara intrinsic. 5. Memperkaya pengalaman siswa dalam menemukan dan mendapat persetujuan dari rekannya sesama siswa, merupakan suatu hal yang menyenangkan bagi mereka.
66

Keterbatasan Pendekatan Open-Ended
1. Adalah tidak mudah mempersiapkan masalah matematika yang bermakna. 2. Adalah tidak mudah bagi guru menghadapkan masalah dengan berhasil. Kadang siswa merasa sulit mengerti caranya memberi respon dan menjawab yang signifikan secara matematik. 3. Siswa-siswa yang memiliki kesanggupan lebih tinggi dapat ragu-ragu atas jawabannya. 4. Siswa dapat saja tidak puas dalam pembelajaran karena kesulitan mereka menyimpulkan cara atau solusi yang benar terhadap permasalahan.

67

Hal-hal yang dilakukan guru dalam Implementasi Pendekatan Open-Ended
A. Dalam proses persiapan. 1. Rencanakan tujuan pembelajaran 2. Persiapkan masalah** yang sesuai dengan tujuan dan dikontruksi sesuai untuk pendekatan open-ended dengan menanyakan beberapa pertanyaan berikut : a. Apakah masalah berbobot dan bernilai secara matematik ? b. Apakah tingkat kesulitan masalah cocok untuk para siswa ? c. Apakah masalah melibatkan beberapa “feature” matematik yang dapat dikembangkan lebih jauh? d. Apakah masalah itu menarik bagi siwa ? 3. Prediksikan beberapa cara penyelesaian atau solusi yang mungkin diberikan oleh siswa. 4. Rencanakan suatu metode untuk mengajukan masalah dengan memperhatikan waktu. 5. Rencanakan criteria evaluasi yang mencakup Fluency, Flexibility, dan Originality.
68

Hal-hal yang dilakukan guru dalam Implementasi Pendekatan Open-Ended
B. Dalam pembelajaran di kelas. 1. Ajukan masalah** sesuai dengan metode yang sudah direncanakan dengan memperhatikan waktu pembelajaran. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan disini, yaitu : a. Dorong siswa untuk focus pada masalah yang diberikan. b. Tambahkan beberapa data untuk keperluan generalisasi dengan cara mengajukan beberapa masalah yang bervariasi. c. Berikan contoh yang tidak membatasi pola berpikir siswa. d. Berikan masalah yang konkrit. 2. Organisasi kelas . Ada dua hal yang perlu diperhatikan disini : a. Karena pendekatan open-ended lebih menekankan pada pemikiran siswa secara individu, guru harus berhati-hati agar tidak memberi orientasi khusus pada siswa secara keseluruhan berdasarkan pendapat-pendapat siswa yang khas. b. Tipe pembelajaran dapat merupakan kombinasi dari kerja 69 perorangan dan diskusi kelas secara keseluruhan.

Hal-hal yang dilakukan guru dalam Implementasi Pendekatan Open-Ended
B. Dalam pembelajaran di kelas. 3. Buat catatan dari seluruh respon siswa. Adalah penting untuk mencatat semua respon, pendekatana-pendekatan, atau solusi-solusi terhadap masalah yang diberikan dari setiap individu atau kelompok siswa untuk dipelajari. Jadi penting agar siswa menggunakan lembar kerja siswa. 4. Buat kesimpulan tentang apa yang sudah dipelajari siswa. Guru atau siswa perlu mencatat di papan tulis apa yang mereka lakukan dikelas secara individu atau kelompok agar dapat dilihat oleh seluruh siswa. Jika siswa memberikan terlalu banyak pendapat, guru perlu barkonsentrasi pada satu sudut pandang agar dapat menuntun pada satu kesimpulan. Kesimpulan ini perlu untuk pembelajaran selanjutnya. 5. Lakukan evaluasi kelas sesuai dengan yang sudah dipersiapkan (fluency, flexibility and originality).
70

** Tiga jenis soal dalam pendekatan open-ended.

1. Finding Relations. Siswa diminta untuk menemukan beberapa aturan matematika. 2. Classifying. Siswa diminta untuk mengklasifikasikan sesuai dengan perbedaan karakteristik, yang mana mengharuskan mereka untuk memformulasikan beberapa konsep matematika. 3. Measuring. Siswa diminta untuk mengukur kepastian suatu fenomena.

71

1. Diberikan titik koordinat A(-2, -3); B(7, 1); dan C(3, 4). Tentukan luas segitiga ABC. Soal ini bisa dijawab dengan beberapa cara, di antaranya: dengan memanfaatkan konsep vektor, integral, rumus jarak dan gradien, rumus keliling, phytagoras, luas peersegipanjang kurang luas segitiga siku-siku, dan sebaginya. Namun hasilnya tetap sama.

2. persegi semula yang belum diketahui ukurannya

persegipanjang yang kelilingnya 40 cm dipotong sebarang •Tentukan luas ubin semula •Hitunglah luas ubin hasil potongannya

73

No 1.

p 10

l 10

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

11 12 13 14 15 16 17 18 19

9 8 7 6 5 4 3 2 1

Luas ubin semula Tidak mungkin, karena membentuk persegi, sementara persegipanjang yang dimaksud merupakan hasil potongan dari ubin yang awlanya berbentuk persegi Ubin berukuran 11 cm, sehingga luasnya = 121 cm2 Ubin berukuran 12 cm, sehingga luasnya = 144 cm2 Ubin berukuran 13 cm, sehingga luasnya = 169 cm2 Ubin berukuran 14 cm, sehingga luasnya = 196 cm2 Ubin berukuran 15 cm, sehingga luasnya = 225 cm2 Ubin berukuran 16 cm, sehingga luasnya = 256 cm2 Ubin berukuran 17 cm, sehingga luasnya = 289 cm2 Ubin berukuran 18 cm, sehingga luasnya = 324 cm2 Ubin berukuran 19 cm, sehingga luasnya = 361 cm2

74

75

76

Jika jari-jari lingkaran kecil adalah 10 cm. tentukan keliling lingkaran besar

Isilah kotak-kotak berikut dengan bilangan dari 0 sampai 9 sehingga bernilai benar.
+ + + + + + + =

78

Tentukan hasil dari

79

Tentukan panjang p pada gambar berikut

3 p

4

Ambil 2 digit terakhir tahun kelahiran anda Jumlahkan dengan umur anda Maka anda akan mendapati …

111

Benda Konkrit & Alat Peraga
• Alat peraga untuk menerangkan konsep matematika itu dapat berupa benda nyata (yang dapat dimanipulasi/diotak-atik) dan dapat pula berupa gambar atau diagramnya (yang dapat disajikan dalam bentuk tulisan di buku) • Seringkali sebuah persoalan dapat dipahami melalui sketsa, melipat sepotong kertas, memotong seutas tali, atau menggunakan alat peraga. Strategi penggunaan alat peraga dapat membuat situasi menjadi nyata bagi murid sehingga membantu memotivasi, membangkitkan minat mereka terhadap persoalan yang dihadapi (Sobel dan Maletsky, 2004).

• Alat peraga visual menjadi perantara untuk memotivasi pengulangan kembali materi pelajaran, menyembunyikan kesan tidak menyenangkan pada topik yang tidak menarik tetapi topik tersebut sangat diperlukan. Manipulasi model-model geometri dapat menjadi suatu jalan yang dapat membantu proses pemecahan masalah maupun sebagai aktivitas untuk menghasilkan suatu persoalan yang menuntut pemecahan masalah (Sobel dan Maletsky, 2004).

Kerucut Pengalaman
Yang Diingat 10% 20%
Baca Dengarkan Lihat Gambar/ Diagram

Tingkat Keterlibatan Verbal

30%

Lihat Video/Film

Visual
Lihat Demonstrasi

50% 70%

Terlibat dalam Diskusi Menyajikan/Presentasi Bermain Peran

Terlibat Berbuat

90%

Melakukan Simulasi Mengerjakan Hal yang Nyata

“Successful Learning Comes from doing” (Wyatt & Lopper, 1999)

Alat peraga merupakan media pengajaran yang membawakan cirri-ciri dari konsep yang dipelajari. Alat peraga matematika adalah seperangkat benda konkrit yang dirancang, dibuat, dihimpun, atau disusun secara sengaja yang digunakan untuk membantu menanamkan atau mengembangkan konsep/prinsip dalam matematika. Dengan alat peraga, hal-hal yang abstrak dapat disajikan dalam bentuk model-model yang berupa benda konkrit yang dapat dilihat, dipegang, diputarbalikkan sehingga dapat lebih mudah dipahami. Fungsi utamanya adalah untuk menurunkan keabstrakkan konsep agar siswa mampu menangkap arti konsep tersebut (Pujiati, 2004).

Suasana belajar yang menyenangkan dengan benda konkrit

Kenik Aljabar diambil dari kata kenik (keni-pvc) merupakan sambungan pipa yang berbentuk huruf “L”, di samping itu menggunakan stik/pensil yang menyatakan besar dari variabel dan konstanta. Alat peraga ini ditemukan melalui Workshop Matematika FKIP UHAMKA tahun 2004, yang dipelopori oleh Drs. Slamet Soro, M.Pd. Saat ini sedang proses pengurusan HAKI.

89

Kenik Aljabar digunakan untuk menyelesaikan persamaan linier dua variabel (PLDV) di SMP/SMA. 1. Tentukan penyelesaian dari 3x + 4 = 2x +5

Kita harus memisahkan variabel dan konstanta pada ruas yang berbeda, dengan menjadikan ruas kiri hanya x dan ruas kanan hanya konstanta, yaitu dengan memasukkan stik pada lubang kenik negatif.
90

1. Tentukan penyelesaian dari 3x + 4 = 2x +5

Jadi penyelesaian dari 3x + 4 = 2x +5 adalah x = 1.

Tangram

92

Model alat peraga Stik Perkalian ini pertama kali didesain oleh KMK UHAMKA, saat ini sedang dalam pengurusan HAKI.

93

Proses kerja alat untuk menunjukkan perkalian 31  22

94

Ilustrasi perhitungan pada perkalian 31  22

95

Karton persegi untuk berpikir kreatif, bagilah karton berikut menjadi 4 bagian yang sama besar maupun bentuknya

Kertas berpetak untuk berpikir kreatif , buatlah pentamino-pentamino

Menutup daerah 3 x 5 dengan pentamino

Tutuplah daerah 3 x 5, 4 x 5, 5 x 5, 6 x 5 dan 8 x 5 dengan pentamino

99

Tutuplah daerah 12 x 5 dan papan catur dengan pentamino

100

Memagari daerah dengan 12 pentamino

101

Ada barisan dan matriks pada kalender

Untuk bilangan yang membentuk persegi atau persegipanjang, pasangan bilangan pada setiap pojok secara diagonal memberikan jumlah yang sama. Seperti :

Pada susunan bilangan yang membentuk persegi 3 × 3, jumlah dua bilangan yang membentuk tanda tambah (+) adalah sama. Contoh:

Jumlah bilangan pada setiap kolom dengan banyaknya baris sama adalah berselisih 4 dari kolom sebelumnya.

Begitu juga dengan barisnya

Determinan setiap matriks 2 × 2 adalah -7

Setiap matriks 3 × 3 tidak mempunyai invers, hal ini dikarenakan determinannya nol.

imakasih
108

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->