Sistem Hukum Nasional Dan Peranan Lembaga-Lembaga Peradilan

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada saya sehingga dapat menyelesaikan tugas mata pelajaran PKN ini yang berjudul “SISTEM HUKUM NASIONAL DAN PERADILAN SERTA PERANAN LEMBAGA-LEMBAGA PERADILAN NASIONAL”. Saya menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini saya menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Saya menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, saya telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, saya dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.

Manado, 28 November 2011

1 Sistem hukum nasional a. Sistem hukum dan peradilan nasional a.2 Sistem peradilan nasional a.3 Peranan lembaga-lembaga peradilan Kesimpulan 9 Daftar Pustaka 10 .DAFTAR ISI Kata pengantar 1 Daftar Isi 2 Latar Belakang 3 Tujuan 3 Pembahasan 4 A.

LATAR BELAKANG Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. selain sebagai salah satu tugas dari guru Saya. TUJUAN Tujuan Saya membuat makalah ini. . Juga agar Saya lebih memahami pada BAB ini. Demikian makalah ini saya buat. Untuk membuat makalah ini saya meringkas materi tentang “SISTEM HUKUM DAN PERADILAN NASIONAL dalam makalah ini terdapat pengertian. semoga berguna bagi semua pihak. ciri-ciri hukum dan berbagai peradilan yang berada di Indonesia .

oleh karena itu harus ditaati oleh masyarakat c. . Pemerintahan berdasarkan peraturan – peraturan. C. ditujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat. M Meyers Hukum adalah aturan yang mengadung pertimbangan kesusilaan. Drs. A. S.H.Supremasi hokum dalam arti tidak boleh ada kesewenang – wenangan sehingga seseorang bisa dihukum jika melanggar hukum. Simorangkir Hukum adalah peraturan – peraturan yang bersifat memeaksa yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan – badan resmi yang berwajib dan pelanggaran terhadap pereturan tadi berakibat diambilnya tindakan dengan hukum tertentu. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hokum adalah “ sekumpulan peraturan yang terdiri dari perintah dan larangan yang bersifat memaksa dan mengikat dengan disertai sangsi bagi pelanggarnya. Dicey 1. Ciri – Ciri Negara Hukum a. Prof. 2. Adanya hak asasi manusia 2. b. E. V. Fridrich Julius Sthal 1. Adanya trias politika 3. dan menjadi pedoman bagi penguasa Negara dalam melakukan tugasnya.SISTEM HUKUM DAN PERADILAN NASIONAL A. E. b. J. T. Sistem Hukum Nasional Ketentuan yang menyatakan bahwa Indonesia adalah Negara hukum termuat dalam UUD 1945 Pasal 1 ayat(3) dan Pasal 27ayat (1). Pengertian Hukum a. Utrres. 1. Hukum adalah himpunan peraturan (perintah dan larangan) yang mengurus tata tertib masyarakat.

Misalnya : 1. Asas lex superior gerogat legi inferior 3. Asas lex spesialis derogate generalis 2. S.asas Pacta Sunt Servanda. berlaku pada hukum perdata. Prof . kemanfaatan. b. dan kepastian. dan konsesualisme. Tujuan hukum adalah menyelenggarakan keadilan dan ketertiban untuk mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan. 3. . Apeldron Hukum bertujuan untuk mengatur pergaulan hidup secara damai. J. H. abus de droit. Asas Hukum Umum Asas Hukum Umum Adalah Asas yang berlaku pada seluruh bidang hukum.Terjaminya hak – hak manusia oleh undang – undang dan keputusan – keputusan pengadilan. Seorang ahli filsafat Jerman bernama Gustav Radbruch mengemukakan bahwa suatu hukum memiliki ide dasar hukum yang mencakup unsure keadilan. Asas lex posteriore derogate lex priori 4. Asas Hukum a. Asas restitio in tintegrum Seholten berpendapat mengenai lima asas hukum umum yang berlaku universal pada seluruh system hukum yaitu asas kepribadian.2. 2. b. 4.misalnya: 1.Asas praduga tak bersalah dean nebis in idem berlaku pada hukum pidana. Tujuan Hukum a. Soebekti. I. 3. Prof.Kedudukan yang sama di depan hokum baik bagi masyarakat biasa ataupun pejabat. Asas Hukum Khusus Hukum khusus adalah hukum yang hanya berlaku pada lapangan hukum tertentu.

Hukum Lokal 2. dalam hukum terdapat teori tujuan hukum sebagai berikut : a. hukum antar waktu ( hukum trasitor ) . Hukum Nasional 3. Prof. Notohamidjoyo Hukum memiliki tiga tujuan yaitu : 1. Hukum Tidak Tertulis b. sebagai manusia. b.Teori Utilitas.Teori Etis. Berdasarkan Fungsinya : 1. Hukum Tertulis 2. Berdasarkan Bentuknya : 1. Hukum Internasional c. Penggolongan Hukum a. hukum Positif atau hukum yang berlaku sekarang 2. menurut teori ini tujuan hukum adalah memberikan faedah sebanyak – banyaknya bagi masyarakat.Campuran dari teori etis dan utilitas. Mendatangkan tata dan damai dalam masyarakat 2. Tujuan yang penting dan hakiki dari hukum adalah memamusiakan manusia. c. Hukum Formal d. hukum yang berlaku pada masa yang akan datang 3. Hukum Marerial 2. meneurut teori ini tujuan hukum adalah untuk mencapai keadilan. Menjaga agar manusia diperlakukan. menerut teori ini hukum bertujuan untuk memjaga ketertiban dan untuk mencapai keadilan dalam masyarakat. Mewujutkan keadilan 3. Berdasarkan Wilayah Berlaku : 1. Berdasarkan Waktu Berlakunya : 1. 5.c.

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – undang e. Peraturan Daerah 7. Sistim Kelembagan Hukum meliputi : 1. Tap. Yurisprudensi.e. Mekanisme penyelenggaraan hukum 4. Peraturan Pemerintah f. Stuktur Kelembagan Hukum Sistim berserta mekanisme kelembagaan yang menopang Pembentukan dan Penyelenggaraan hukum di Indonesia.III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang – Undangan yang meliputi : a. Lembaga – lembaga peradilan 2. Pengawasan pelaksanaan hokum . Undang – undang 2. 6. Adapun sistim hukum meliputi dua bagian yaitu: a. Keputusan Presiden g. Traktat 4. UUD 45 b. Hukum Privat ( hukum sipil ) 2. Undang – undang d.Berdasarkan Isi Masalah : 1. MPR RI c. Kebiasaan 3. Apatatur penyelenggaraan Hukum 3. Tata Urutan Perundang – undangan Negara Republik Indonesia Tata Urutan Perundang – undangan Negara republic Indonesia diatur dalam ketetapan MPR No. hukum Publik ( hukum Negara ) f. Berdasarkan Sumbernya : 1. Pengertian Sistim Hukum Nasional Sistim hukum nasional adalah keseluruhan unsur – unsur hukum nasional yang saling berkait guna mencapai tatanan sosial yang berkeadilan.

Materi Hukum yaitu Kaidah – kaidah yang dsituangkan dan dibakukan dalam persatuan hukum baik yang tertulis ataupun yang tidak tertulis. c.b. Materi Hukum Marterial dan Formal ( Hukum Acara ) Hukum material adalah hukum yang berisi tentang perintah dan larangan.. Sedangkan hukum formal adalah hukum yang berisi tentang tata cara melaksanakan mempertahankan hukum material. adapun komponen tersebut meliputi : 1. Mengadili . seluruh komponen dalam system peradilan harus berfungsi dengan baik . Penyidikan c. Budaya Hukum yaitu: Pembahasan mengenai budaya hukum meniti beratkan pada pembahasan mengenai kesadaran hukum masyarakat. B. Penuntutan d. Prosedur Peradilan ( Komponen yang bersifat Prosedural ) Yaitu bagaimana proses pengajuan perkara mulai dari penyelidikan – penyelidikan penuntutan sampai pada pemeriksaan di siding pengadilan. maupun aspek – aspek yang bersifat procedural dan saling berkaitan sedemkian rupa. Untuk mewujutkan tujuanya. Hirerki Peradilan. Penyelidikan b. sehingga terwujut kwadilan hukum. 2. Sistim Peradilan Nasional Sistim Peradilan Nasioanl diartikan sebagai suatu keseluruhan kompenen Peradilan Nasioanal yang meliputi pihak – pihak dalam proses peradilan. Prosedur pengadilan yang berlaku meliputi : a.

Kedudukan MK adalah di Ibu Kota Negara Republik Indonesia. C. Mahkamah Agung ( MA ) MA adalah lembaga Pengadilan Negara Tertinggi dari semua lingkungan pengadilan yang dalam melaksanakan tugasnya terlepas dari pengaruh pemerintah atau pengaruh – pengauruh lain. Susunam MA terdiri dari Pimpinan. Sengketa tenyang kewenangan mengadili. Peranan Lembaga – Lembaga Peradilan Lembaga – lembaga kekuasaan kehakiman yang berada di Indonesia 1. untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan kedilan. Hakikm Anggota ( hakim agung) panitera dan seorang sekretaris. Mahkamah Konstitusi ( MK ) MK adalah salah satu badan negara yang melakukan kekuassan kehakiman yang merdeka.Secara umum peranan lembaga peradilan adalah menerima. 3. dan sekaligus memutuskan suatu perkara di sidang pengadilan dalam rangka untuk menegakkan hukum dan keadilan. memaksa. MA berwenang memeriksa dan memutuskan : Permohonan kasasi. 2. 24 Tahun 2003 adalah : . Wewenang MK menurut UU No. Hierarki Kelembagaan Peradilan Susunan lembaga perradilan yang secara hierarki memiliki fungsi dan kewenangan peradilan masing – masing. Permohonan peninjauan kembali putusan pengadilan yang telah memeperoleh kekuatan hokum yang tetap. Budaya Hukum Komponen yang sangat penting dan menentukan tegaknya keadilan adalah kesadaran hokum 4.

KY mempunyai tugas melekukan pengawasan terhadap perilaku hakim. bebeas dari pengaruh penguasa ataupun pihak lain.1. Menegakkan dan keluhuran martabat serta menjaga perilaku hakim diseluruh lingkungan peradilan. Memanggil dan meminta keterangan dari hakim yang diduga melanggar kode etik perilaku hakim. Mengusulkan pengangkatan Hakim Agung kepada DPR 2. Memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum 5. Memeriksa pelanggaran perilaku hakim yang diduga melangggar kode etik perilaku hakim. KY berkedudukan di Ibu Kota Negara RI. 2. 3. c. Menguji Undang – Undang terhadap undang – undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Wewenang Komisi Yudisial adalah : 1. Membuat laporan hasil pemeriksaan yang berupa rekomendasi yang akan disampaikan kepada MA dan MK yang terdasar disampaikan kepada presiden dan DPR. Tugas pengawasan tersebut meliputi : a. Memutus sengketa kewenagan lembaga negara yang kewenanganya diberikan oleh Undang – Undang Dasar Republik Indonsia Tahun 1945 3. e. d. Memberikan putusan atas pendapat DPR bahwa Presiden dan / Wakil Prtesiden diduga telah melakukan pelanggaran hukum. Meminta laporan secara berkala kepada badan peradilan tentang perilaku hakim. Prinsip dari kewenangan Makamah Konstitusi adalah cheks and balances yang menempatkan semua lembaga dalam kedudukan setara. Memutus pembubaran partai politik 4. Komisi Yudisial ( KY ) Tujuan dari pembentukan komisi Yudiasial adalah dalam rangka mewujudkan lembaga peradilan dan lembaga penegak hukum dan lainya yang mandiri. . Menerima laporan masyarakat mengenai perilaku hakim b.

Pengadilan Negeri Pengadilan negeri kedudukanya di kota madya atau di ibu kota kabupaten. 3. Sedangkan . 5. Pengadilan Agama terdapat di setiap ibu kota Kabupaten. Pengadilan TInggi Agama berkedudukan di setiap ibu kota Propinsi. Peradilan Umum Peradilan umum adalah salah satu pelaku penguasaan bagi rakyat pencari keadilan pada umumnya. dan Juru Sita. Hakim Anggota. Hakim.4. Hakim Anggota. Susunan Pengadilan Tinggi meliputi Pimpinan.a diminta. memutuskan. b. Sekretaris. dan menyelesaikan perkara pidana dan perdata di tingakat pertama. Menjaga jalanya pengadilan di tingkat Pengadilan Negeri agar peradilan diselenggarakan dengan seksama dan sewajarnya. Memberikan keterangan.. Hakim Anggota. Pengadilan Negeri bertugas dan berwenang memeriksa. dan Sekretaris. panitera. 4. Mengadili perkara pidana dan perdata di tingkat banding. pertimbangan dan nasehat tentang hukum kepada instansi pemerintah bil.Peradilan Agama Yang dimaksud Peradilan Agama adalah pengadilan agama Islam. Adapun kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan umum dilaksanakan sebagai berikut : a. Sekretaris. Panitera. Panitera. Panitera. Susunan Pengadilan Agama terdiri dari Pimpinan. Adapun tugas dan wewenang Pengadilan Tinggi adalah : 1. 5. Ketua Pengadilan juga bertugas mengadakan pengawasan pelaksanaan tugas dan tingkah laku hakm. Pengadilan Tinggi Merupakan pengadilan tinggi banding yang berkedudukan di ibu kota provinsi. dan Jurusita. dan daerah yang hukumnya meliputi wilayah provinsi. sekretaris dan jurusita di daerah hukumya. Tugas atau kewenangan berdasarkan undang – undang. 2. Mengadili di tingkat pertama terahkir mengenai sengketa kewenangan mengadili antar pengadilan negeri di wilayah hukumnya. adapun susunan Pengadilan Negeri terdiri dari Pimpinan.

Pengadilan Tinggi Agama dapat memberikan keterangan. Panitera. memutus.susunan PENGADILAN Tinggi Agama terdiri dari Pimpinan. Peradilan militer merupakan pelaksana kekuasaan kehakiman di lingkungan Angkata Bersenjata untuk menegakkan hukum dan keadilan dengan memperhatikan kepentinga penyelenggara pertahanan keamanan Negara. 6. Dan yang dimaksud dengan tata usaha Negara adalah administrasi Negara yang melaksanakan fungsi untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan baik di pusat maupun daerah. Hakim Anggota. 7. dan menyelesaikan perkara-perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang : Perkawinan Kewarisan. dan nasehat tentang hukum Islam kepada instansi pemerintah di daerah hukumnya apabila diminta. pertimbangan.wasiat dan hibah yang di lakukan berdasarkan hokum Islam Wakaf dan sodakoh Tugas dan wewenang Pengadilan Tinggi Agama adalah : Mengadili perkara yang menjadi kewenangan Pengadilan Agama dalam tingkat banding.Pengadilan tata usaha Negara merupakan pengadilan tingkat pertama dan pengadilan tinggi tata usaha negara merupakan pengadilan tingkat banding. . Mengadili di tingkat pertama dan terakhir sengketa kewenangan mengadili antar Pengadilan Agama di daerah hukumnya. Peradilan Militer Dalam peradilan militer pengadilan adalah badan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan militer. Sengketa tata usaha negara adalah sengketa yang timbul dalam tata usaha negara antara orang /badan hukum perdata dengan badan / pejabat tata usaha negara baik di pusat maupun daerah. Tugas dan wewenang Pengadilan Agama adalah memeriksa. Peradilan Tata Usaha Negara Peradilan Tata Usaha Negara adalah salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan terhadap sengketa tata usaha Negara. dan Sekretaris.

Untuk mencapai ketentraman dan ketertiban dalam masyarakat dibutuhkan sikap masyarakat yang sadar hokum. Untuk mengantisipasi berbagai pelanggaran hokum yang terjadi maka di Indonesia telah ada berbagai macam Pengadilan.Kesimpulan Hukum adalah sekumpulan peraturan yang terdiri dari perintah dan larangan yang bersifat memaksa dan mengikat dengan disertai sanksi bagi pelanggarnya yang bertujuan untuk mengatur ketentraman dan ketertiban dalam masyarakat. Selain masyarakat pemerintahpun juga harus sadar hokum. Dari yang mengadili masyarakat sampai dengan pemerintah dan para pejabat . Maka tercapailah ketentraman dan ketertiban itu.

Kreatif. Bandung : Grafindo Media Pratama.sanancity. SPd. http://www.cc/2010/06/tugas-pkn-sistem-hukum-dan-peradilan.DAFTAR PUSTAKA Septina Damayanti. Jawa Tengah :Viva Pakarindo Abdulkarim Aim.html . Pendidikan Kewarganegaraan untuk kelas X SMA. dan Siti Nurjanah. 2006. SPd.co.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful