MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

NOMOR : KEP. 326 / MEN / IX / 2009

TENTANG

PENETAPAN SKKNI SEKTOR KONSTRUKSI BIDANG KONSTRUKSI GEDUNG DAN BANGUNAN SIPIL SUB BIDANG TRANSPORTASI JABATAN KERJA MEKANIK ASPHALT MIXING PLANT (ASPHALT MIXING PLANT MECHANIC)

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSNdIGRASI REPTJBLIK INDOI\ESIA

KEPUTUSAN MENTERI TENAGAKERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMORKEP. zz5 / MEN/ rx /2009 TENTANG PENETAPAN STANDARKOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA SEKTOR KONSTRUKSI BIDANG KONSTRUKSI GEDUNG DANBANGUNAN SIPIL TRANSPORTASI SUBBIDANG JABATAN KERJAMEKANIK ASPHALT MIXING PLANT(ASPHA,LT MTXING PLANTMECHAN|CI MENTERI TENAGAKERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIKINDONESIA,
Menimbang : bahwa dalam rangka sertifikasi kompetensi kerja dan pendidikan pelatihan pengembangan kerjaberbasis kompetensi dan Bidang Konstruksi Gedung dan Bangunan Sipil di SektorKonstruksi Sub BidangTransportasi JabatanKerja MekanikAsphaltMixing perlu menetapkan Standar Plant (AsphaltMixingPlant Mechanic), Bidang Kerja NasionalIndonesia Sektor Konstruksi Kompetensi dan Bangunan Sipil Sub BidangTransportasi Konstruksi Gedung MixingPlant AsphaltMixingPlant(Asphalt JabatanKerjaMekanik Keputusan Menteri; Mechanic) dengan

Mengingat

:

1 . Undang-UndangNomor 13

Tahun 2003 tentang (Lembaran Tahun Negara Republik Indonesia Ketenagakerjaan 2003 Nomor 39, TambahanLembaranNegara Republik Nomor a279); lndonesia Nomor31 Tahun2006 tentangSistem Peraturan Pemerintah Pelatihan Kerja Nasional (Lembaran Negara Republik Tahun 2006 Nomor 67. TambahanLembaran lndonesia Nomor4637)', Republik Indonesia Negara Nomor187|M Tahun2004sebagaimana Keputusan Presiden telah beberapakali diubah terakhir dengan Keputusan Tahun 2OQ7; Presiden Nomor 31/P Nomor PeraturanMenteriTenaga Kerja dan Transmigrasi Standar tentangTata Cara Penetapan PER.21|MEN/X2007 Indonesia. Kerja Kompetensi Nasional

2.

3.

4.

: Memperhatikan

Bidang 1. Hasil KonvensiNasionalRSKKNI Sektor Konstruksi Transportasi Sipil dan Konstruksi Gedung Bangunan Sub Bidang AsphaltMixing Plant (AsphaltMixing JabatanKerja Mekanik yangdiselenggarakan 19 2008 tanggal Agustus PlantMechanic) di bertempat Jakarta;

2. Surat Kepala Badan PembinaanKonstruksidan Sumber Daya ManusiaDepartemen PU Nomor Um 0103-KK/1598 tanggal 17 November 2008 tentang penetapan RSKKNI menjadi SKKNI BidangTata Lingkungan;

MEMUTUSKAN: Menetapkan KESATU
Standar KompetensiKerja Nasional Indonesia Sektor Konstruksi Bidang Konstruksi Gedung dan Bangunan Sipil Sub Bidang TransportasiJabatan Kerja Mekanik Asphalt Mixing plant (Asphalf Mixing Plant Mechanrb),sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan Menteriini. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU berlaku secara nasional dan menjadi acuan penyelenggaraan pendidikandan pelatihan kerja serta uji kompetensidalam rangkasertifikasikompetensi. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU ditinjau setiap lima tahun atau sesuaidengankebutuhan. Keputusan Menteriini mulaiberlakupadatanggalditetapkan.

KEDUA

KETIGA

KEEMPAT

Ditetapkan Jakarta di padatanggal l0 fiept"mber2009

{

UPARNO, MBA.,M.Si.

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.326/MEN/IX/2009 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA SEKTOR KONSTRUKSI BIDANG KONSTRUKSI GEDUNG DAN BANGUNAN SIPIL SUB BIDANG TRANSPORTASI JABATAN KERJA MEKANIK ASPHALT MIXING PLANT (ASPHALT MIXING PLANT MECHANIC)

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi beserta peraturan pelaksanaannya tersurat dan tersirat bahwa tenaga kerja yang melaksanakan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi harus memiliki sertifikat keahlian dan atau keterampilan. Keharusan memiliki Sertifikasi Keahlian dan/atau Keterampilan tersebut

mencerminkan adanya tuntutan kualitas tenaga kerja yang betul-betul dapat diandalkan. Kondisi tersebut memerlukan langkah nyata dalam mempersiapkan perangkat (standar baku) yang dibutuhkan untuk mengukur kualitas tenaga kerja jasa konstruksi. Sesuai dengan Keputusan Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) Nomor 71/KPTS/D/VIII/2001, pasal 2 ayat (1) menjelaskan bahwa tujuan sertifikat adalah memberikan informasi objektif kepada para pengguna jasa bahwa kompetensi tenaga kerja yang bersangkutan memenuhi bakuan kompetensi yang ditetapkan untuk klasifikasi dan kualifikasinya, dan pasal 9 ayat (1) yang menyatakan bahwa untuk setiap kualifikasi dalam suatu klasifikasi harus dibuat bakuan kompetensinya secara jelas termasuk tata cara mengukur.

Selain itu Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, terutama pasal 10 ayat (2), menetapkan bahwa Pelatihan kerja diselenggarakan berdasarkan program pelatihan yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja, diperjelas lagi dengan Peraturan Pelaksanaannya yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 31 tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional:

selesai dalam tempo yang ditentukan. maka akan dapat menghasilkan atau mewujudkan sasaran dan tujuan tugas pekerjaan tertentu yang seharusnya dapat terukur dengan indikator sebagai berikut : dalam kondisi tertentu. Tujuan Penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Sektor Konstruksi Bidang Konstruksi Gedung Dan Bangunan Sipil Jabatan Kerja Mekanik Asphalt Mixing Plant (Asphalt Mixing Plant Mechanic) bertujuan untuk memberikan pengakuan terhadap profesi bidang Mekanik Asphalt Mixing Plant (Asphalt Mixing Plant Mechanic) yang secara faktual ada dan diperlukan oleh masyarakat.1. mampu dan mau melakukan suatu pekerjaan. Pasal 4 ayat (1). sesuai volume dan dimensi yang ditentukan. 2. guna mencapai dan atau mewujudkan hasil tertentu secara mandiri dan atau berkelompok dalam penyelenggaraan tugas pekerjaan. dengan kualitas sesuai standar dan mutu/ spesifikasi. Pasal 3 huruf b. B. prinsip dasar pelatihan kerja adalah berbasis pada kompetensi kerja. Secara khusus Standar Kompetensi Kerja Nasional ini. program pelatihan kerja disusun berdasarkan SKKNI. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tersebut diatas menyebut tentang kompetensi yaitu suatu ungkapan kualitas Sumber Daya Manusia yang terbentuk dengan menyatunya 3 aspek spesifik terdiri : Ranah Pengetahuan (domain Kognitif atau Knowledge). serta untuk mengukur produktivitas tenaga kerja dikaitkan dengan perhitungan biaya pekerjaan yang dapat menentukan daya saing. Ranah Keterampilan (domain Psychomotorik atau Skill) dan Ranah Sikap Perilaku (domain Affektif atau Attitude/Ability). atau secara definitif pengertian kompetensi ialah penguasaan disiplin keilmuan dan pengetahuan serta keterampilan menerapkan metode dan teknik tertentu didukung sikap perilaku kerja yang tepat. Indikator ini penting untuk memastikan kualitas SDM secara jelas. Jadi apabila seseorang atau berkelompok telah mempunyai kompetensi kemudian dikaitkan dengan tugas pekerjaan tertentu sesuai dengan kompetensinya. Standar Internasional dan/atau Standar Khusus. diharapkan dapat memenuhi keperluan bagi : 1 . lugas dan terukur.

Lembaga/Institusi Pendidikan dan Pelatihan Kerja: Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (diklat). Kompetensi Berdasarkan pada arti estimologi. Sehingga dapat dirumuskan bahwa kompetensi diartikan sebagai kemampuan seseorang yang dapat terobservasi mencakup atas pengetahuan. d. Membantu pengembangan program pelatihan kerja spesifik berdasarkan kebutuhan spesifik pasar kerja dan dunia usaha/industri. Pengertian SKKNI Pengertian SKKNI diuraikan sebagai berikut : 1. sedangkan kompetensi telah didefinisikan sebagai kemampuan seseorang yang dapat terobservasi mencakup 2 . c. b. Membantu pembuatan uraian jabatan pekerjaan/keahlian tenaga kerja. 2. b. Pasar Kerja dan Dunia Usaha/Industri serta Pengguna Tenaga Kerja: a. pengembangan kurikulum dan penyusunan modul. Membantu penilaian unjuk kerja. ketrampilan dan sikap kerja. Lembaga/Institusi Penyelenggara uji dan sertifikasi kompetensi: a. Standar diartikan sebagai ”Ukuran” yang disepakati. Membantu dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Menjadi acuan dalam merumuskan paket-paket program sertifikasi dan kompetensi (Skema Sertifikasi) sesuai dengan level atau jenjang kualifikasi sertifikasi kompetensi. keterampilan dan sikap kerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan standar performa yang ditetapkan. 2. 3. C. Standar Kompetensi Standar kompetensi terbentuk atas kata standar dan kompetensi.1. Menjadi acuan penyelenggaraan kelembagaan dari lembaga sertifikasi. kompetensi diartikan sebagai kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan atau melaksanakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan.

keterampilan dan sikap kerja dalam menyelesaikan dalam suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan standar performa yang ditetapkan. Standar Kompetensi Kerja tersebut digunakan sebagai acuan untuk : a) Menyusun uraian pekerjaan b) Menyusun dan mengembangkan program pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi sumber daya manusia. 3 . Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang selanjutnya disingkat SKKNI adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan. D. maka yang bersangkutan mampu : a) b) Bagaimana mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan. keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penggunaan SKKNI Standar kompetensi kerja nasional Indonesia Sektor Konstruksi Bidang Konstruksi Gedung Dan Bangunan Sipil Jabatan Kerja Mekanik Asphalt Mixing Plant (Asphalt Mixing Plant Mechanic) yang telah disusun dan telah mendapatkan pengakuan oleh para pemangku kepentingan akan bermanfaat apabila telah terimplementasi secara konsisten. Bagaimana dilaksanakan c) Apa yang harus dilakukan bilamana terjadi sesuatu yang berbeda dengan rencana semula d) Bagaimana menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk mengorganisasikannya agar pekerjaan tersebut dapat memecahkan masalah atau melaksanakan tugas dengan kondisi yang berbeda. Dengan demikian. yang dimaksud dengan standar kompetensi adalah rumusan tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan yang didasari atas pengetahuan. keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan. 3. Dengan dikuasainya standar kompetensi tersebut oleh seseorang.atas pengetahuan.

Kode Unit Kompetensi Untuk memudahkan dalam penggunaan dan keperluan admistratif dalam pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi kompetensi.21/MEN/X/2007 tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dan telah disempurnakan berdasarkan hasil konvensi nasional pada tanggal 19 Agustus 2008. x x (2) 0 0 (3) . diisi dengan 3 huruf kapital dari nama sektor/bidang lapangan usaha. nomor urut unit kompetensi dan versi. kelompok unit kompetensi. 0 0 (4) 0 . Format Standar Kompentesi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Konstruksi Bidang Konstruksi Gedung Dan Bangunan Sipil Jabatan Kerja Mekanik Asphalt Mixing Plant (Asphalt Mixing Plant Mechanic) format penulisannya mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Per. b) Sub Sektor/Sub Bidang Lapangan Usaha : Untuk sub sektor (2) mengacu kepada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Pada dasarnya kode unit kompetensi dimaksudkan untuk mensistimatikan unit-unit kompetensi tersebut berdasar pada bidang keahlian. Kodefikasi dimaksud adalah : x X (1) x . sebagai berikut: 1. d) Sertifikasi Profesi. sub bidang keahlian maupun sistem penomoran yang mudah dipahami oleh semua pihak yang terkait dengan standar tersebut. yaitu : a) Sektor/Bidang Lapangan Usaha : Untuk sektor (1) mengacu kepada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). maka dilakukan kodefikasi unit kompetensi. diisi dengan 2 huruf kapital dari nama Sub Sektor/Sub Bidang. sub sektor/bidang. 4 . E. 0 0 (5) Kode unit kompetensi mengacu kepada kodifikasi yang memuat sektor.c) Menilai unjuk kerja seseorang.

diisi dengan nomor urut unit kompetensi dengan menggunakan 3 digit angka. Kodefikasi unit kompetensi Sektor Konstruksi Bidang Konstruksi Gedung dan Bangunan Sipil Jabatan Kerja Mekanik Asphalt Mixing Plant (Asphalt Mixing Plant Mechanic) tersebut digambarkan dalam chart berikut: SPL Bidang • KS 11 • 221 • 01 Versi SUB-Bidang/Group Nomor Unit 5 . apakah standar kompetensi tersebut disusun merupakan yang pertama kali. e) Versi unit kompetensi Versi unit kompetensi (5). diisi dengan 2 digit angka. mulai dari angka 01. 002.c) Kelompok Unit Kompetensi : Untuk kelompok kompetensi (3). yaitu : 01 : 02 : 03 : 04 : Untuk kode Kelompok unit kompetensi umum (general) Untuk kode Kelompok unit kompetensi inti (fungsional). atau dari jenis pekerjaan yang paling mudah ke jenis pekerjaan yang lebih komplek. 02 dan seterusnya. Nomor urut unit kompetensi ini disusun dari angka yang paling rendah ke angka yang lebih tinggi. mulai dari angka 001. revisi dan atau seterusnya. 003 dan seterusnya pada masing-masing kelompok unit kompetensi. Hal tersebut untuk menggambarkan bahwa tingkat kesulitan jenis pekerjaan pada unit kompetensi yang paling sederhana tanggung jawabnya ke jenis pekerjaan yang lebih besar tanggung jawabnya. Untuk kode kelompok unit kompetensi khusus (spesifik) Untuk kode kelompok unit kompetensi pilihan (optional) d) Nomor urut unit kompetensi Untuk nomor urut unit kompetensi (4). diisi dengan 2 digit angka untuk masingmasing kelompok. Versi merupakan urutan penomoran terhadap urutan penyusunan/penetapan unit kompetensi dalam penyusunan standar kompetensi.

Diskripsi Unit Kompetensi Diskripsi unit kompetensi merupakan bentuk kalimat yang menjelaskan secara singkat isi dari judul unit kompetensi yang mendiskripsikan pengetahuan. Peningkatan 2. mengoperasikan. merupakan bentuk pernyataan terhadap tugas/pekerjaan yang akan dilakukan. Judul Unit Kompetensi Judul unit kompetensi. Kata kerja aktif yang digunakan dalam penulisan judul unit kompetensi contohnya : memperbaiki. Landasan terbang 3. menggunakan kalimat aktif yang diawali dengan kata kerja aktif dan terukur. Semua bidang 4.KS11. menerangkan. Jalan rel Digit Ketiga nomor urut kompetensi Digit Pertama Kelompok Kompetensi : 1. Jalan Beton 6. Pelaksana 5. menguraikan. mengkomunikasikan. Jalan Layang 1. Kata kerja aktif yang digunakan dalam penulisan judul unit kompetensi sedapat mungkin dihindari penggunaan kata kerja seperti : memahami. Perbaikan Digit Kedua Sub bidang pekerjaan transportasi 0. mempelajari. Jalan terowongan 2.SPL. merencanakan. membuat dan lain-lain. Jalan Aspal 5. menggunakan. mengerti. Khusus 4. Pilihan Digit Kedua Kelompok : 1 – Transportasi - Golongan : SG Semua Golongan PL Penyiapan Lahan KS Konstruksi Gedung & Bangunan Sipil Bidang = Sipil (SPL) 2. 6 .00 Versi Nomor urut unit kompetensi: Digit Pertama jabatan pekerjaan 1. melayani. menjelaskan. Pengawas 6. mengetahui. melakukan. Umum 2. 3. Pemeliharaan 3. merawat. melaksanakan. Perencana 4. Inti 3. Jembatan 7.221.

menyiapkan.keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam menyelesaikan satu tugas pekerjaan yang dipersyaratkan dalam judul unit kompetensi. Pemilihan kosakata dalam menulis kalimat KUK harus memperhatikan keterukuran aspek pengetahuan. 5. 4. Kriteria unjuk kerja harus mencerminkan aktivitas yang dapat menggambarkan 3 aspek yaitu pengetahuan. keterampilan. dan kondisi lainnya yang diperlukan dalam melaksanakan tugas. 7 . keterampilan dan sikap kerja. Kandungan dari keseluruhan elemen kompetensi pada setiap unit kompetensi harus mencerminkan unsur : ”merencanakan. kognitif dan afektif sesuai dengan tingkat kesulitan pelaksanaan tugas pada tingkatan/urutan unit kompetensi. melaksanakan. mengevaluasi dan melaporkan”. Batasan Variabel Batasan variabel untuk unit kompetensi minimal dapat menjelaskan : a) Kontek variabel yang dapat mendukung atau menambah kejelasan tentang isi dari sejumlah elemen unit kompetensi pada satu unit kompetensi tertentu. dan sikap kerja. 6. Kriteria Unjuk Kerja Kriteria unjuk kerja merupakan bentuk pernyataan yang menggambarkan kegiatan yang harus dikerjakan untuk memperagakan hasil kerja/karya pada setiap elemen kompetensi. Elemen kompetensi ditulis menggunakan kalimat aktif dan jumlah elemen kompetensi untuk setiap unit kompetensi terdiri dari 2 sampai 5 elemen kompetensi. Elemen Kompetensi Elemen kompetensi adalah merupakan bagian kecil dari unit kompetensi yang mengidentifikasikan aktivitas yang harus dikerjakan untuk mencapai unit kompetensi tersebut. yang ditulis dengan memperhatikan level taksonomi Bloom dan pengembangannya yang terkait dengan aspek-aspek psikomotorik. Untuk setiap elemen kompetensi dapat terdiri dari 2 sampai 5 Kriteria Unjuk Kerja (KUK) dan dirumuskan dalam bentuk kalimat pasif dan terukur.

wawancara. demonstrasi. alat. Penjelasan tentang hal-hal yang diperlukan dalam penilaian antara lain : prosedur. bahan dan tempat penilaian serta penguasaan unit kompetensi tertentu. Aspek kritis merupakan aspek atau kondisi yang harus dimiliki seseorang untuk menemukenali sikap kerja untuk mendukung tercapainya kriteria unjuk kerja pada unit kompetensi tertentu. b. praktek di tempat kerja dan menggunakan alat simulator. merupakan informasi keterampilan yang diperlukan untuk mendukung tercapainya kriteria unjuk kerja pada unit kompetensi tertentu. sebagai contoh pengujian dilakukan dengan metode test tertulis. 8. Pengetahuan yang dibutuhkan. Kondisi pengujian merupakan suatu kondisi yang berpengaruh atas tercapainya kompetensi kerja. merupakan informasi pengetahuan yang diperlukan untuk mendukung tercapainya kriteria unjuk kerja pada unit kompetensi tertentu. Keterampilan yang dibutuhkan. dan unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi yang sedang dinilai serta keterkaitannya dengan unit kompetensi lain. e. Kompetensi Kunci Yang dimaksud dengan Kompetensi Kunci adalah keterampilan umum atau generik yang diperlukan agar kriteria unjuk kerja tercapai pada tingkatan kinerja yang dipersyaratkan untuk peran / fungsi pada suatu pekerjaan. 8 . 7. bahan atau fasilitas dan materi yang digunakan sesuai dengan persyaratan yang harus dipenuhi untuk melaksanakan unit kompetensi. c. dimana.b) Perlengkapan yang diperlukan seperti peralatan. apa dan bagaimana serta lingkup penilaian mana yang seharusnya dilakukan. d. c) Tugas yang harus dilakukan untuk memenuhi persyaratan unit kompetensi. d) Peraturan-peraturan yang diperlukan sebagai dasar atau acuan dalam melaksanakan tugas untuk memenuhi persyaratan kompetensi. Panduan Penilaian Panduan penilaian ini digunakan untuk membantu penilai dalam melakukan penilaian/pengujian pada unit kompetensi antara lain meliputi : a.

artinya kompetensi seseorang untuk dapat rukun dengan orang lain secara pribadi atau kelompok termasuk bekeja dengan baik sebagai anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama. seperti angka dan ruang.sumbernya dan metoda yang digunakan untuk memperolehnya. • Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas. artinya dapat merencanakan dan mengelola sendiri aktifitas kerja. • Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok. mengelola. 2) Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 3) Merencanakan dan mengorganisir aktivitas/kegiatan. • Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi. mengevaluasi informasi yang diperoleh beserta sumber. dan memilah informasi secara teratur untuk memilih apa yang dibutuhkan. artinya dapat mencari. grafik dan cara-cara non verbal lain. Situasi dimana kompetensi kunci ini dibutuhkan misalnya bekerja sebagai anggota tim. artinya dapat memakai ideide matematika. seperti perhitungan dan perkiraan untuk tujuan-tujuan praktis. • Menggunakan ide-ide dan teknik matematika. serta teknik matematika. 9 . dan menyajikannya dengan tepat. tulisan. termasuk penggunaan waktu dan sumber daya dengan sebaik-baiknya serta menentukan prioritas dan memantau sendiri pekerjaan dilakukan. menganalisa dan mengorganisir informasi. mengorganisir dan menganalisa informasi.Kompetensi kunci merupakan persyaratan kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk mencapai unjuk kerja yang dipersyaratkan dalam pelaksanaan tugas pada unit kompetensi tertentu. Contoh penggunaan kompetensi kunci ini diantaranya mengecek perhitungan. yang terdistribusi dalam 7 (tujuh) kriteria kompetensi kunci yaitu : 1) Mengumpulkan. artinya dapat berkomunikasi dengan orang lain dengan baik menggunakan pidato. 4) Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5) Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6) Memecahkan masalah 7) Menggunakan teknologi Penjelasan dari Kompetensi kunci tersebut adalah sebagai berikut : • Mengumpulkan.

Situasi dimana kompetensi kunci ini dibutuhkan misalnya dalam mengidentifikasi alternatif penyelesaian terhadap keluhan atas lambannya kinerja sistem informasi teknologi yang baru.• Memecahkan masalah. ELEMEN KOMPETENSI 5 KRITERIA UNJUK KERJA 6. UNIT-UNIT KOMPETENSI KOMPETENSI KUNCI KUALIFIKASI 3. Kompetensi komputer. BIDANG KEAHLIAN ATAU PEKERJAAN 2. artinya dapat menggunakan strategi penyelesaian masalah dengan arah yang jelas. kunci ini misalnya kemampuan untuk mengoperasikan 1. baik dalam keadaan di mana masalah serta penyelesaian yang diinginkan jelas terlihat maupun dalam situasi dimana diperlukan pemikiran yang mendalam serta pendekatan yang kreatif untuk memperoleh hasil. • Menggunakan teknologi. URAIAN UNIT 4. BATASAN VARIABEL 7. artinya dapat menggunakan teknologi dan mengoperasikan alat-alat teknologi dengan pemahaman prinsip-prinsip ilmu dan teknologi yang cukup untuk mencoba dan beradaptasi dengan sistem. PENILAIAN PANDUAN 10 .

Memecahkan masalah Di bawah pengawasan atau supervisi Kegiatan-kegiatan yang sudah dipahami /aktivas rutin Tugas-tugas yang sederhana dan telah ditetapkan Rutin di bawah pengawasan Dengan bimbingan/panduan Membantu merumuskan tujuan Memilih ide dan teknik yang tepat untuk tugas yang komplek Rutin dan dilakukan sendiri berdasarkan pada panduan 7. Bekerjasama dengan orang lain & kelompok 5. ditentukan tingkat/ gradasinya berdasarkan kemampuan dalam menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan sesuai dengan tingkat kesulitan dan atau kompleksitas pekerjaan. TABEL GRADASI (TINGKATAN) KOMPETENSI KUNCI TINGKAT 3 “Mengevaluasi dan Memodifikasi Proses” Mengakses. serta mampu mengatasi problemnya Merancang. mengevaluasi mengorganisir berbagai sumber Mengakses. Menggunakan teknologi Membuat kembali / memproduksi / memberikan jasa / yang berulang pada tingkat dasar Mengkonstruksi. menggabungkan atau memodifikasi produk atau jasa KOMPETENSI KUNCI 1. sebagaimana tabel dibawah ini. Tingkat atau gardasi dari kompetensi kunci tersebut dibagi menjadi tiga tingkatan / level. memilih & merekam lebih dari satu sumber Berisi hal yang komplek 3. menganalisa dan mengorganisir informasi 2. Mengkomunikasikan ide dan informasi TINGKAT 1 “Melakukan Kegiatan” Mengakses dan merekam dari satu sumber Pengaturan sederhana yang telah lazim/familier TINGKAT 2 “Mengelola Kegiatan” Mengakses. Merencanakan dan mengorganisir kegiatan 4. mengorganisir atau menjalankan produk atau jasa 11 .Gradasi Kompetensi Kunci Selanjutnya ketujuh kompetensi kunci tersebut. mengevaluasi dan mengkomunikasikan nilai/perubahan dari berbagai sumber Inisiasi mandiri dan mengevaluasi kegiatan komplek dan cara mandiri Berkolaborasi dalam melakukan kegiatankegiatan komplek Berkolaborasi dalam menyelesaikan tugas yang komplek Problem/masalah yang komplek dengan menggunakan pendekatan yang sistimatis. Mengumpulkan. Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6.

Berdasarkan pada deskripsi masing-masing kualifikasi. • Dibawah pengawasan langsung. inti dan pilihan Tingkat (level) kompetensi kunci yang dimiliki Tingkat kesulitan yang tertuang dalam KUK Tanggung jawab dan persyaratan yang tersirat dan tersurat pada uraian batasan variabel. • Terhadap kegiatan sesuai arahan. Rumusan KKNI Hasil Konvensi Nasional Tanggal 18 Desember 2003 di Jakarta KUALIFI KASI KEGIATAN Melaksanakan kegiatan: • Lingkup terbatas • Berulang dan sudah biasa. • Menggunakan pengetahuan yang terbatas. unit-unit kompetensi yang telah tersusun dapat dipaketkan atau dikemas kedalam kualifikasi sesuai dengan kebutuhan di industri. I II Melaksanakan kegiatan: • Lingkup agak luas. didasarkan atas beberapa pertimbangan. 12 . lama waktu pengalaman kerja (bila diperlukan/dipersyaratkan) dan persyaratan lainnya. level sertifikat maupun kualifikasi pendidikan. • Tidak memerlukan gagasan baru. Pertimbangan tersebut mencakup antara lain : hasil identifikasi judul dan jumlah kebutuhan unit kompetensi berdasarkan pada kelompok unitnya. Dalam rangka untuk menyandingkan antar sistem tersebut. 2. Pemaketan / pengemasan unit-unit kompetensi sesuai dengan jenjang pekerjaan. Dengan penjenjangan. unit-unit kompetensi dipaketkan mencakup: • • • • Kelompok umum. • Tidak ada tanggung jawab terhadap pekerjaan orang lain. KKNI dideskripsikan ke dalam matrik penjenjangan. • Dalam konteks yang terbatas berdasarkan pada analisis karakteristik masing-masing unit PARAMETER PENGETAHUAN • Mengungkap kembali.1 Kerangka Kualifikasi Kerangka kualifikasi adalah suatu kerangka kerja (framework) dari sistem sertifikasi yang dapat menyandingkan dan mengintegrasikan sistem sertifikasi sub bidang inspektur bendungan dengan sistem pendidikan dan pelatihan dalam rangka pemberian pengakuan terhadap kompetensi tenaga kerja.F. • Menggunakan pengetahuan dasar TANGGUNG JAWAB • Terhadap kegiatan sesuai arahan. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) 1.

• Dapat diberi tanggungjawab terhadap kuantitas dan mutu hasil kerja orang lain. III Melaksanakan kegiatan: • Dalam lingkup yang luas dan memerlukan keterampilan yang sudah baku. • Memerlukan sedikit gagasan baru. • Melakukan analisis. • Dengan pedoman atau fungsi umum yang luas. • Menggunakan pengetahuan-pengetahuan teoritis yang relevan.KUALIFI KASI KEGIATAN • Mapan dan sudah biasa. • Terhadap kegiatan yang direncanakan sendiri. • Menginterpretasikan informasi yang tersedia. • Punya tanggung jawab terbatas terhadap kuantitas dan mutu. Melakukan: • Kegiatan yang diarah-kan sendiri dan kadang-kadang memberikan arahan kepada orang lain. jumlah maupun mutu dari hasil kerja. • Dapat diberi tanggung jawab membimbing orang lain. • Dalam berbagai konteks yang sudah biasa maupun yang tidak biasa. TANGGUNG JAWAB • Dibawah pengawasan tidak langsung dan pengendalian mutu. • Menerapkan sejumlah pemecahan masalah yang bersifat inovatif terhadap masalah-masalah yang konkrit dan kadang-kadang tidak biasa • Menerapkan basis pengetahuan yang luas dengan pendalaman yang cukup dibeberapa area. • Menentukan metodametoda dan procedure yang tepat-guna. • Bertanggung jawab penuh terhadap kuantitas dan mutu hasil kerja. • Menggunakan perhitungan dan pertimbangan. • Dibawah bimbingan dan evaluasi yang luas. • Dapat diberi tanggungjawab terhadap pencapaian hasil kerja VI Melakukan kegiatan: • Dalam lingkup yang sangat luas dan memerlukan keterampilan penalaran teknis khusus. • Kegiatan yang memerlukan tanggung jawab penuh baik sifat. PARAMETER PENGETAHUAN operasional. • Dengan pilihan-pilihan yang sangat luas terhadap Melaksanakan: • Pengelolaan kegiatan/proses kegiatan. • Memanfaatkan informasi yang tersedia. • Dengan pilihan-pilihan yang sangat luas terhadap sejumlah prosedur yang baku dan tidak baku. • Menggunakan pengetahuan khusus yang mendalam pada beberapa bidang. • Menerapkan sejumlah pemecahan masalah yang sudah baku. • Membuat interpretasi analistis terhadap data yang tersedia. • Dalam konteks yang rutin maupun tidak rutin. • Dengan pilihan-pilihan terhadap sejumlah prosedur. • Yang memerlukan banyak pilihan prosedur standar maupun non standar. • Membuat interpretasi analitik terhadap sejumlah data yang tersedia yang memiliki cakupan yang luas. • Menerapkan pemecahan masalah yang sudah baku. • Dapat diberi tanggung jawab terhadap hasil kerja orang lain. • Terhadap kegiatan sesuai arahan dengan otonomi terbatas. • Dalam sejumlah konteks yang sudah biasa IV Melakukan kegiatan: • Dalam lingkup yang luas dan memerlukan keterampilan penalaran teknis. • Dibawah pengawasan tidak langsung dan pemeriksaan mutu • Bertanggungjawab secara memadai terhadap kuantitas dan mutu hasil kerja. • Dengan pilihan-pilihan yang banyak terhadap sejumlah prosedur. • Dengan parameter yang luas untuk kegiatan-kegiatan yang sudah tertentu • Kegiatan dengan penuh akuntabilitas untuk 13 . • Dengan pilihan-pilihan yang terbatas terhadap sejumlah tanggapan rutin. • Pengambilan keputusan berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku. • Menggunakan basis pengetahuan yang luas dengan mengaitkan sejumlah konsep teoritis. dalam pemecahan sejumlah masalah yang konkrit yang mengandung unsur-unsur teoritis. memformat ulang dan mengevaluasi informasiinformasi yang cakupannya V Melakukan kegiatan: • Dalam lingkup yang luas dan memerlukan keterampilan penalaran teknis khusus (spesialisasi).

KUALIFI KASI KEGIATAN sejumlah prosedur yang baku dan tidak baku serta kombinasi prosedur yang tidak baku. VII Mencakup keterampilan. Rachmad Sujali Ir. TANGGUNG JAWAB menentukan tercapainaya hasil kerja pribadi dan atau kelompok. M. Asrizal Tatang Drs. 8. Poernomo Sukiro Ir. Sumaryanto Widayatin. Wil. • Merencanakan dan melaksanakan proyek penelitian dan kegiatan intelektual secara original berdasarkan standar-standar yang diakui secara internasional. pengetahuan dan tanggungjawab yang memungkinkan seseorang untuk: • Menunjukkan penguasaan suatu bidang dan. 5. Cipie T Makmur Ir. 6. M. Barat IV Dir. M. pengetahuan dan tanggungjawab yang memungkinkan seseorang untuk: • Menjelaskan secara sistematik dan koheren atas prinsip-prinsip utama dari suatu bidang dan. Tim Teknis SKKNI : No 1. Barat Jabatan Dalam Tim Ketua Wakil Ketua Anggota Anggota 14 . 4. • Merumuskan langkahlangkah pemecahan yang tepat. Kompetensi dan Pelatihan Dept. Ir. Eng Dr. Harbintarto Ir. Sos. Nama Ir. Jemb. 2. Suardi Bahar Ir. Andreas Suhono. penelitian dan kegiatan intelektual secara mandiri disuatu bidang. S.Sc Jabatan di Instansi Kepala Bidang Kompetensi Ketrampilan Konstruksi Pusbin KPK Pusbin KPK Kasubit. pengetahuan dan tanggungjawab yang memungkinkan seseorang untuk: • Menyumbangkan pengetahuan original melalui penelitian dan kegiatan intelektual yang dinilai oleh ahli independen berdasarkan standar internasional VIII IX G. Mencakup keterampilan. Nama Drs. Abdul Wahab Jabatan di Instansi Kepala BPKSDM Kepala Pusat Pembinaan Kompetensi Dan Pelatihan Konstruksi Kepala Pusat Pembinaan Keahlian Dan Teknik Konstruksi Kepala bidang kompetensi ketrampilan konstruksi Ketua Diklat LPJKN Dosen / Pakar Kabid BNSP INKINDO Direktur Standarisasi. 2. 7. Drs. 4. Jln. Winarno. 3. • Dalam konteks rutin dan tidak rutin yang berubahubah sangat tajam. • Melaksanakan kajian.Sc Ir. Krisna Nur Miradi. Yaya Supriatna Drs. Ir. Si Ir. M.Eng. Krisna Nur Miradi. MSCE Dr. • Dapat diberi tanggungjawab terhadap pencapaian hasil kerja organisasi. Kelompok Kerja Nasional Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Konstruksi Bidang Konstruksi Gedung Dan Bangunan Sipil Jabatan Kerja Mekanik Asphalt Mixing Plant (Asphalt Mixing Plant Mechanic) disusun dan dirumuskan oleh kelompok kerja nasional yang merepresentasikan perwakilan pemangku kepentingan yang terdiri dari : 1. Pito Sumarno Anggota Anggota 2. Ir. Wil. 3. Tenaga kerja dan Transmigrasi Kontraktor Assosiasi Profesi Jabatan Dalam Tim Pengarah Ketua Wakil Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota 10. 9. menunjukkan kemandirian intelektual serta analisis yang tajam dan komunikasi yang baik. Mencakup keterampilan. baik untuk masalah yang konkrit maupun abstrak. Tim Komite SKKNI : No 1. PARAMETER PENGETAHUAN luas. 11. M. Eng Sutjipto.

Cipta Kridatama PT. 7. Piranti Karya Prima PT. ST Kasubdi.M Ir. 7. Bintek Bina Marga Pusbin KPK Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota 3. Ir. Jawali Marbun. Ir. Tri Wintaryo M. 6. 4. Ribut Wahyudi M. Peserta Konvensi RSKKNI : No I 1. M. Gusti Hermansyah Elin Marlina . 9. Piranti Karya Prima PT. 9. Bina Teknik Ditjen Bina Marga Pusbin KPK Sekretaris I LPJKN Staf. 4. Prospera Praktisi PT. Warman PT. Sc Yanuar Tri Kurniawan. Nindya Karya Peserta Peserta Peserta Peserta Peserta Peserta Moderator Peserta Peserta Peserta Ditjen Bina Marga Pusbin KPK BP2 Pusbin KPK Pusbin KPK Peserta Peserta Peserta Peserta PT. 5. 12. Sihono Diki Harumandi Muhammad Mulyahardi Ir. Bid. Penyiapan standar dan pedoman Dit. Staff Pengembangan Standar Kompetensi Sekertariat Team Verifikasi Validasi (TVV) Skretaris BSA ASTTI Derektur Direktur Pusbin KPK Jabatan Dalam Tim Moderator Peserta Peserta Peserta Peserta Peserta Peserta Peserta Peserta Peserta 4.Eng. 7. Piranti Karya Prima PT. Asep Hilmansyah. ST Ir. 9. Ahmad Suradji Ir. 13. M. M.Boy Ferli S. Muljahardi. ST. 5. Ir. Tenaga Ahli Sihono Unsur Instansi Teknis / Pemerintah Yana Astuti. Sc Ir. Ir. 2.SE Dudi Alamsyah Reddy S. 14. Hutama Karya PT. 10. Piranti Karya Prima PT. HDK Ketua Nama Instansi Jabatan Dalam Tim 15 . Hexindo Adiperkasa. 3. Ade Rustiaman Soebardja Ir. III 6. 8. 8. Nama Jabatan di Instansi Profesional Ka. 3. Farkhan Sahlan Santoso Umi Budiastuti Sudarsono Sidik Sugeng Riyanto PT. 6. 8. Dr.5. H. CES DR.Tbkn 10. II 2. 11. MT Ir. Siswadi Salehuddin Ir. Peserta Workshop / Tim Penyusun SKKNI : No 1. Teknik Jalan Direkt. Muljahardi Djamiral Trisulo Unsur Instansi Perusahaan Suyoto Bharata Ir. 15.

sub bidang lapangan usaha di Indonesia. BAGIAN 9. VERSI 2. Ir. GOLONGAN POKOK 4. KATEGORI 3. BAB II STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA A. Nindya Karya Peserta STT Sapta Taruna Peserta LPJKN ASTTI Peserta Peserta Selanjutnya hasil perumusan tersebut dibahas melalui pra konvensi dan konvensi nasional SKKNI Sektor Konstruksi Bidang Konstruksi Gedung Dan Bangunan Sipil Jabatan Kerja Mekanik Asphalt Mixing Plant (Asphalt Mixing Plant Mechanic) pada tanggal 19 Agustus 2008 di Jakarta dan dihadiri oleh pemangku kepentingan terkait. Kodifikasi setiap kerangka kualifikasi Sektor Konstruksi Bidang Konstruksi Gedung Dan Bangunan Sipil Jabatan Kerja Mekanik Asphalt Mixing Plant (Asphalt Mixing Plant Mechanic) mengacu pada format kodifikasi sebagai berikut : F 45 KBLUI 02 22 1 02 2 II 1 Ass. IV 17. KELOMPOK 1. V 18. Praktisi. KUALIFIKASI KOMPETENSI 16 . GOLONGAN 7. Kodifikasi Pekerjaan/Profesi Penulisan kode kualifikasi mengacu pada format kodifikasi berdasarkan sektor. 19. sub sektor/bidang. Ali Firmawan Unsur Instansi/ Pendidikan Kartika Wati Unsur Asosiasi Profesi Agustinus Dikariawan Ir.16. SUB GOLONGAN 6. LDP & Stakeholder Stakeholder 5. SUB KELOMPOK 8. sebagaimana yang tertuang dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2005 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Gusti Hermansyah PT. Pakar.

diisi dengan 2 digit angka sesuai nama golongan pokok lapangan usaha. Pada golongan pokok Konstruksi Gedung dan Bangunan Sipil di isi dengan 02. memilah lebih lanjut kegiatan yang tercakup dalam suatu kelompok. Nomor (5) s/d (9) pengisiannya berdasarkan penjabaran lebih lanjut dari nomor 5 dan ditetapkan/dibakukan melalui Forum Konvensi antar asosiasi profesi. merupakan uraian lebih lanjut dari golongan pokok. (2) : (3) : (4) : 1 (5) : (6) 02 : 2 (7) : II (8) : (9) 1 : Keterangan : Nomor (1) s/d (4) berpedoman pada UU No.Kualifikasi IV untuk Sertifikat 4 . 02 dan seterusnya. yaitu : . diisi dengan 1-2 digit angka sesuai nama sub golongan lapangan usaha. Golongan Pokok.Kualifikasi II untuk Sertifikat 2 . Golongan. merupakan garis pokok penggolongan kegiatan ekonomi. Untuk kebutuhan program pelatihan. Sub Golongan. mulai dari 01. misal 2006 ditulis 06. 10 : Penyiapan Lahan 22 : Konstruksi Bangunan Sipil 24 : Konstruksi Khusus Kelompok. diisi dengan 1-2 digit angka sesuai nama kelompok lapangan usaha. sub sektor dan bidang yang bersangkutan.(1) F 45 02 22 : Kategori. diisi dengan 1-2 digit angka sesuai nama sub kelompok lapangan usaha. memilah lebih lanjut kegiatan yang tercakup dalam suatu sub golongan menjadi beberapa kegiatan yang lebih homogen. 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2005 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Untuk sub kelompok 01 : Perencanaan 04 : Peningkatan 02 : Pelaksanaan 05 : Pemeliharaan 03 : Pengawasan 06 : Perbaikan Bagian. untuk menetapkan jenjang kualifikasi kompetensi kerja dan yang terendah s/d yang tertinggi untuk masing-masing nama pekerjaan/jabatan/profesi. memilah lebih lanjut kegiatan yang tercakup dalam suatu sub kelompok menjadi namanama pekerjaan (paket SKKNI). Untuk bidang Konstruksi di isi dengan nomor 45.Kualifikasi I untuk Sertifikat 1 . merupakan uraian lebih lanjut dari kegiatan ekonomi yang tercakup dalam suatu golongan. merupakan uraian lebih lanjut dari kategori.Kualifikasi V s/d IX untuk Sertifikat 5 s/d 9 Versi. untuk Paket SKKNI diisi dengan nomor urut versi dan menggunakan 2 digit angka. 1 : Transportasi Sub Kelompok. 17 . 0 : Semua Bidang 3 : Jembatan 6 : Landasan Terbang 1 : Jalan Aspal 4 : Jalan Layang 7: Jalan Rel 2 : Jalan Beton 5 : Jalan Terowongan Kualifikasi kompetensi. pakar praktisi dan stakeholder pada sektor. diisi dengan 1 digit angka romawi dengan mengacu pada perjenjangan KKNI. diisi dengan 1 digit angka sesuai nama bagian lapangan usaha (pekerjaan/profesi/jabatan). Untuk sektor Konstruksi diisi dengan kategori F. diisi dengan huruf kapital dari kategori lapangan usaha.Kualifikasi III untuk Sertifikat 3 . 2007 ditulis 07 dan seterusnya. diisi dengan 2 digit angka sesuai nama golongan lapangan usaha. diisi dengan tahun penyusunan program pelatihan dengan menggunakan 2 digit rangka terakhir.

Sub Sektor. Nama Pekerjaan Analisis kompetensi merupakan langkah utama untuk menyusun “Standar Kompetensi Kerja” bidang pekerjaan tertentu. antara lain bidang pekerjaan AMPMechanic yang disiapkan sebagai pegangan atau tolok ukur penilaian kapasitas kemampuan untuk menduduki jabatan kerja AMPMechanic. Jabatan kerja itu harus jelas dan pasti posisinya dalam klasifikasi dan kualifikasinya. pada umumnya organisasi di lingkungan jasa konstruksi dapat digambarkan seperti tipikal struktur organisasi sebagai berikut : 18 . bidang pekerjaan tertentu. Sub Sektor. Paket SKKNI Sektor. Peta KKNI Sektor. Bidang C.B. Bidang.

TIPIKAL ORGANISASI PELAKSANAAN PROYEK D. Pemaketan SKKNI Dalam Jabatan Kerja 1. Nama Jabatan Kode Jabatan Uraian Jabatan : : : Mekanik Asphalt Mixing Plant (Asphalt Mixing Plant Mechanic) F 45 02 22 1 02 2 II 1 Melaksanakan Perawatan. Pendidikan minimal Pengalaman Kerja : : : SMK jurusan Mesin / listrik atau setara Telah Menjadi helper atau yunior / magang mekanik Asphalat Mixing Plant minimal 2000 jam (Satu Tahun) c. Kesehatan : Sehat jasmani dan rohani. Syarat Jabatan a. 3. Perbaikan maupun Rekondisi AMP Sesuai dengan prosedur dan shop manual 4. dinyatakan dengan keterangan dokter 19 . 2. b.

Kompetensi kerja Mekanik Asphalt Mixing Plant (Asphalt Mixing Plant Mechanic) terdiri dari : NO. 1.00 SPL.00 SPL. 4.KS21. 4.00 SPL. 4.KS11.00 dan Lingkungan Hidup (K3LH) IV.KS21.KS21.231. KELOMPOK KOMPETENSI INTI 1. 2. 3.232. KELOMPOK KOMPETENSI UMUM Menerapkan Prosedur Keselamatan.KS21. 1. KELOMPOK KOMPETENSI UMUM Menerapkan Prosedur Keselamatan.KS21. KELOMPOK KOMPETENSI INTI KODE UNIT 1. 5.00 Melaksanakan Perawatan Maintenance) AMP Melaksanakan Perbaikan AMP Melaksanakan Erection Dan Dismantling Peralatan AMP Melaksanakan Rekondisi AMP Membuat Laporan Pekerjaan AMP Berkala (Periodical KODE UNIT Daftar Unit Kompetensi NO. SPL.00 SPL.231.231. 2. E.233.232.KS21.KS21.KS21. Kesehatan Kerja SPL.00 SPL. SPL.KS11.00 SPL.235.231. JUDUL UNIT I.233.KS21. JUDUL UNIT III. Kesehatan Kerja SPL.00 Melaksanakan Perawatan Maintenance) AMP Melaksanakan Perbaikan AMP Berkala (Periodical Melaksanakan Erection Dan Dismantling Peralatan AMP Melaksanakan Rekondisi AMP Membuat Laporan Pekerjaan AMP 20 .234.KS21.234.00 SPL.00 SPL. 3.00 dan Lingkungan Hidup (K3LH) II.235.

2 Unit kompotensi ini berlaku untuk pelaksanaan pekerjaan Mekanik AMP Perlengkapan dan Peralatan : 2. Memakai Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar K3 3. Menggunakan Alat Pengaman Kerja (APK) sesuai prosedur 2.2 3.1 2. maupun rekondisi AMP KRITERIA UNJUK KERJA 1. Melaksanakan prosedur K3LH 3.2 1.1 Kompetensi ini diterapkan dalam satuan kerja secara mandiri 1.1 Mengidentifikasi potensi bahaya dan resiko K3LH 3.2 Pelengkapan APD.4 Laporan penerapan K3LH dibuat dengan form sesuai SOP BATASAN VARIABEL 1.3 2.00 : Menerapkan Prosedur Keselamatan. Kontek variabel : 1. keterampilan dan sikap perilaku yang diperlukan untuk mampu menerapkan prosedur Keselamatan.1 Kebutuhan APD diidentifikasi sesuai dengan kebutuhan APD disiapkan sesuai kebutuhan Alat Pelindung Diri dipakai sesuai prosedur APK diidentifikasi sesuai kebutuhan APK disiapkan sesuai dengan kebutuhan APK digunakan sesuai prosedur Kondisi lingkungan kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya diperiksa dan di amankan Rambu-rambu K3LH dipasang sesuai dengan prosedur Peraturan prosedur K3LH dilaksanakan sesuai ELEMEN KOMPETENSI 1.3 3.231.KS11.3 3. Unit-Unit Kompetensi KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : SPL. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) : Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.1 Perlengkapan K3LH tersedia secara lengkap dan layak pakai 2.3 Menerapkan semua prosedur K3LH 2 3 21 . Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) di dalam lingkungan kerja pada pelaksanaan perawatan.F. perbaikan.2 2.2 Menentukan dAMPak dari potensi bahaya dan resiko K3LH 3.1 1. APK dan rambu-rambu tersedia sesuai ketentuan Tugas-tugas yang harus dilakukan : 3.

4. 1.3 SPL.1 Undang-undang No 1/1970 tentang keselamatan kerja dan peraturan lainnya terkait dengan keselamatan kerja . Penilaian harus mencakup kemampuan memantau dan mengevaluasi secara professional.1 SPL. Kaitan kegiatan dengan unit lain: Untuk mendukung kinerja efektif dari unit ini. 4. 5 22 . portofolio.2 SPL. Metode uji antara lain : 1.00 Melaksanakan erection dan dismantling Peralatan AMP 2. keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan tuntutan standar.4 Kemampuan mengkonsultasikan dengan kerja terkait lain dalam kegiatan menerapakn prosedur dan proses keselamatan dan kesehatan kerja K3LH Keterampilan yang dibutuhkan : 4.1 Mengidentifikasi potensi bayaha dan kecelakaan kerja 4.4 SPL. Isian/ jawaban singkat (essay).231.5 SPL.KS21.3 Tindakan penaggulangan kecelakaan kerja 2.4 Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4.1 Kemampuan dalam mentaati K3LHLH 5.KS21. observasi.2 Undang-undang No 4/1982 tentang lingkungan hidup dan peraturan lainnya terkait dengan pencegahan pencemaran linkungan PANDUAN PENILAIAN 1. 3.KS21.1 Peraturan perundangan K3LHLH 3.1 Metoda test tertulis antara lain : Pilihan Ganda (multiple choice). diperlukan pengetahuan di bidang : 3.2 Jenis dan fungsi APD (Alat Pelindung Diri) 3. 1.KS21.233.00 Melaksanakan perbaikan AMP 2.235.00 Melaksanakan Perawatan Berkala (Periodical Maintenance) AMP 2. perlu ada keterkaitan dengan unit lain yaitu: 2.2 Mengendalikan bayaha dan resiko kecelakaan kerja 4.2 Praktek ditempat kerja/ peragaan/ demonstrasi/ studi kasus.4 Menyiapkan peralatan K3LH Aspek Kritis : 5.2 Kemampuan dalam memakai APD dan menggunakan APK 5. Penilaian harus didukung oleh serangkaian metode untuk menilai pengetahuan dan keahlian yang ditetapkan dalam Materi Uji Kompetensi (MUK).00 Melaksanakan rekondisi AMP 2.3 Mencegah pencemaran lingkungan 4.KS21. Menjodohkan (matching).232.234.3 Wawancara.00 Membuat laporan AMP Pengetahuan yang dibutuhkan : Untuk mendemonstrasikan kompetensi. Konteks Penilaian Kondisi pengujian : Kompetensi yang tercakup dalam unit kompetensi ini harus diujikan secara konsisten pada seluruh elemen dan dilaksanakan pada situasi pekerjaan yang sebenarnya ditempat kerja atau secara simulasi dengan kondisi seperti tempat kerja nomal dengan menggunakan kombinasi metode uji untuk mengungkap pengetahuan.3 Jenis dan fungsi APK (Alat Pelindung Kerja) 3.

5. 3. 4. menganalisa. Kompetensi Kunci Mengumpulkan.KOMPETENSI KUNCI No 1. 7. 2. dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan informasi dan ide – ide Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerja sama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis Memecahkan masalah Menggunakan teknologi Tingkat 1 2 1 2 1 1 1 23 . 6.

bahan dan suku cadang 1.2 Perlengkapan K3LH. 24 2 3 . 1. 2. disiapkan sebelum perawatan Suku cadang sesuai check list dibersihkan.1 3.2 Unit kompetensi ini berlaku untuk pelaksanaan pekerjaan Mekanik AMP Perlengkapan dan Peralatan : 2.3 2. diperiksa atau diganti sesuai standar Pelumas dan greasing sesuai check list diperiksa atau diganti sesuai standar Penyetelan bagian-bagian sesuai daftar simak (chek list) dilaksanakan ELEMEN KOMPETENSI 1.1 Menyiapkan buku petunjuk perawatan dari pabrik pembuatnya. Melakukan uji hasil perawatan 3.2 1.1 Jadwal pelaksanaan perawatan yang disiapkan atasan dilaksanakan sesuai check list Daftar kebutuhan spare part dan material diperiksa Tools kit dan alat bantu lainnya.1 Peralatan dan perlengkapan pelaksanaan perawatan berkala (Priodical Maintenance) tersedia secara lengkap dan semua layak pakai.231.1 2. keterampilan dan sikap perilaku yang diperlukan untuk mampu melaksanakan Perawatan Berkala (Periodical Maintenance) AMP KRITERIA UNJUK KERJA 1.3 Komponen yang dirakit diperiksa kembali sesuai dengan manual Fungsi komponen di uji coba sesuai dengan prosedur Catatan hasil perawatan dibuat menggunakan form sesuai SOP dengan BATASAN VARIABEL 1.1 Kompetensi ini diterapkan dalam satuan kerja berkelompok atau secara mandiri.2 3.2 2.KS21. Menyiapkan tools.3 3. Kontek variabel : 1.00 : Melaksanakan Perawatan Berkala (Periodical Maintenance) AMP : Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. (Priodical Maintenance) tersedia sesuai ketentuan K3LH Tugas-tugas yang harus dilakukan : 3. Melakukan penggantian bahan dan suku cadang 2.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : SPL. APD (Alat Pelindung Diri) yang relevan untuk perawatan berkala.

1. 25 2. Kaitan kegiatan dengan unit lain: Untuk mendukung kinerja efektif dari unit ini. portofolio.7 4 Menyiapkan jadwal pelaksanaan perawatan. .2 Undang-Undang No 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja 4.KS11. serta melakukan penyetelan Menguji hasil perawatan Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4.2 Dinas teknis terkait 5.3 3.3 Teknis pengujian sesuai prosedur Keterampilan yang dibutuhkan : 4.3.1 Undang-Undang No 18 tahun 1999 tentang jasa konstruksi. Menyiapkan kebutuhan spare part (suku cadang) dan material Menyiapkan tools kit.3 Pemasok material 5 PANDUAN PENILAIAN 1.6 3. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) Pengetahuan yang dibutuhkan : Untuk mendemonstrasikan kompetensi.1 SPL. Penilaian harus didukung oleh serangkaian metode untuk menilai pengetahuan dan keahlian yang ditetapkan dalam Materi Uji Kompetensi (MUK).2 3. 4. Penilaian harus mencakup kemampuan memantau dan mengevaluasi secara professional. observasi.2 Praktek ditempat kerja/ peragaan/ demonstrasi/ studi kasus.5 3. Metode uji antara lain : 1.2 Teknis perawatan sesuai dengan check list 3.231.4 3. keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan tuntutan standar.1 Menyiapkan suku cadang dan bahan sesuai check list.3 Wawancara. 4.00 Menerapkan Prosedur Keselamatan. 1. diperlukan pengetahuan di bidang : 3. 3.1 LPJKD 5. perlu ada keterkaitan dengan unit lain yaitu: 2.3 Peraturan Pemerintah (PP) No 29 tahun 2000 tentang penyelenggaraan jasa konstruksi Pihak lain yang terkait 5.1 Suku cadang dan bahan 3. Isian/ jawaban singkat (essay).1 Metoda test tertulis antara lain : Pilihan Ganda (multiple choice).3 Menggunakan peralatan K3LH yang berkaitan dengan pelaksanaan perawatan berkala (priodical maintenance). Menjodohkan (matching). Menyiapkan peralatan K3LH yang berkaitan dengan pelaksanaan perawatan berkala Melakukan penggantian bahan dan suku cadang. 4.2 Menggunakan tools kit sesuai perawatan yang akan dilakukan 4. Konteks Penilaian Kondisi pengujian : Kompetensi yang tercakup dalam unit kompetensi ini harus diujikan secara konsisten pada seluruh elemen dan dilaksanakan pada situasi pekerjaan yang sebenarnya ditempat kerja atau secara simulasi dengan kondisi seperti tempat kerja nomal dengan menggunakan kombinasi metode uji untuk mengungkap pengetahuan.

7. 26 .3 Kemampuan menerapkan keselamatan kerja selama melaksanakan perawatan berkala KOMPETENSI KUNCI NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. 5.2 Kemampuan menganalisis dan mengidentifikasi komponen layak pakai atau tidak 5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 1 2 1 2 1 2 1 1. 4. 3. 2. 6.1 Kemampuan meneliti dan mencermati dalam pelaksanaan perawatan berkala sesuai dengan buku petunjuk perawatan 5.5 Aspek Kritis : 5.

1. Mengidentifikasi suku cadang komponen – komponen yang rusak dan persiapan perbaikan 1.1 Laporan kerusakan dan kelainan yang disampaikan oleh operator dianalisa dan disimpulkan Hasil analisa riwayat alat dibandingkan dengan kartu ELEMEN KOMPETENSI 1.2 Perlengkapan K3LH.3 BATASAN VARIABEL 1.232.1 Kompetensi ini diterapkan dalam satuan kerja berkelompok.1 Peralatan dan perlengkapan pelaksanaan perbaikan komponen mekanis AMP tersedia secara lengkap layak pakai 2.2 3. Melaksanakan perbaikan sesuai hasil identifikasi 2.KS21.atau satuan mandiri. alat bantu dan suku cadang disiapkan sesuai dengan kebutuhan Komponen yang rusak dilepas dan dibongkar Suku cadang atau bagian yang rusak diperbaiki / diganti Komponen yang diperbaiki diperiksa kembali sesuai dengan prosedur Komponen hasil perbaikan di uji coba fungsi kerjanya sesuai dengan prosedur Hasil perbaikan dan uji coba SOP dicatat sesuai 2. Kontek variabel : 1.3 3.1 3. keterampilan dan sikap perilaku yang diperlukan untuk mampu melaksanakan Perbaikan AMP KRITERIA UNJUK KERJA 1.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : SPL.2 2. APD (Alat Pelindung Diri) yang relevan untuk melaksanakan perbaikan komponen mekanis AMP tersedia sesuai ketentuan K3LH Tugas-tugas yang harus dilakukan : 27 2 3 .00 : Melaksanakan Perbaikan AMP : Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2 1.3 Membuat rencana perbaikan Tools. Melakukan uji hasil perbaikan 3.1 2.2 Unit kompetensi ini berlaku untuk pelaksanaan pekerjaan Mekanik Asphalt Mixing Plant Perlengkapan dan Peralatan : 2.

2 Komponen utama AMP 3.3 Pemasok material 5 PANDUAN PENILAIAN 1.3 Undang-undang No 4/82 tentang linkungan hidup 4.KS11. Penilaian harus mencakup kemampuan memantau dan mengevaluasi secara professional. Penilaian harus didukung oleh serangkaian metode untuk menilai pengetahuan dan keahlian yang ditetapkan dalam Materi Uji Kompetensi (MUK).2 Praktek ditempat kerja/ peragaan/ demonstrasi/ studi kasus.2 UU No.4 Tersedianya shop manual dan part book Pihak lain yang terkait 5.234. Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4.235. Isian/ jawaban singkat (essay).3 Sturuktur dan fungsi utama AMP 3.3 Wawancara.1 K3LH 3.4 Tools dan suku cadang 3.1 SPL.2 3.231.3 SPL.00 Membuat Laporan Pekerjaan AMP Pengetahuan yang dibutuhkan : Untuk mendemonstrasikan kompetensi.00 Menerapkan prosedur Keselamatan. 4. keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan tuntutan standar. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) 2.KS21.3 3. 3. . Kaitan kegiatan dengan unit lain: Untuk mendukung kinerja efektif dari unit ini.KS21.1 LPJKD 5.00 Melaksanakan rekondisi AMP 2.5 Grease dan minyak pelumas Keterampilan yang dibutuhkan : 28 2. 38 tahun 2004 tentang Jalan 4. 1.2 SPL. Menyiapkan permohonan suku cadang dengan cara mengisi form yang disediakan Menyiapkan peralatan K3LH yang berkaitan dengan pelaksanaan perbaikan komponen mekanis AMP. observasi. Konteks Penilaian Kondisi pengujian : Kompetensi yang tercakup dalam unit kompetensi ini harus diujikan secara konsisten pada seluruh elemen dan dilaksanakan pada situasi pekerjaan yang sebenarnya ditempat kerja atau secara simulasi dengan kondisi seperti tempat kerja nomal dengan menggunakan kombinasi metode uji untuk mengungkap pengetahuan. portofolio.1 3. Menyiapkan suku cadang atau bagian yang rusak untuk diidentifikasi dan diperiksa .1 Metoda test tertulis antara lain : Pilihan Ganda (multiple choice). Menjodohkan (matching). 4. 1.4 4 Menyiapkan tools dan alat bantu untuk melepas komponen.2 Dinas teknis terkait 5. perlu ada keterkaitan dengan unit lain yaitu: 2.3. diperlukan pengetahuan di bidang : 3.1 Undang-undang No 1/70 tentang keselamatan kerja . Metode uji antara lain : 1.

Menyiapkan permohonan suku cadang dengan mengisi form yang telah disediakan Menyiapkan peralatan K3LH yang berkaitan dengan pelaksanaan perbaikan komponen mekanis.3 4.4 5 Menyiapkan tools dan alat bantu untuk melepas komponen.1 4. 5. 2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 1 2 2 2 1 2 1 1. 4. 6.1 Kemampuan melaksanakan perbaikan komponen mekanis sesuai dengan buku petunjuk perbaikan 5.3 Kemampuan menerapkan keselamatan kerja selama pelaksanaan perbaikan KOMPETENSI KUNCI NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. 3. Suku cadang atau bagian yang rusak diperiksa. Aspek Kritis : 5.2 4.4. 29 . 7.2 Menganalisis dan mengidentifikasi komponen layak pakai atau tidak 5.

4 Kesiapan lokasi penempatan peralatan diperiksa sesuai pemenuhan kebutuhan Perencanaan penempatan lokasi komponenkomponen AMP dibuat Rambu-rambu perlengkapan K3LH Lingkungan Hidup dipasang dilokasi kerja sesuai prosedur Lokasi penempatan dengan tepat alat Bantu ditentukan ELEMEN KOMPETENSI 1.3 3. Menyiapkan tools beserta alat bantu sesuai prosedur 2. Melaksanakan pemasangan komponen – komponen AMP sesuai prosedur 3.3 Kelengkapan tools dan alat bantu diperiksa Kondisi dan fungsi tools serta diperiksa alat bantu Kondisi alat angkut dan alat angkat beserta perlengkapannya diperiksa kelaikannya Kondisi dan diidentifikasi kelengakapan komponen 3.2 4.00 : Melaksanakan Erection dan Dismantling Peralatan AMP : Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. alat bantu. Membuat laporan dismantling 5.4 Komponen-komponen dipasang sesuai manual Uji fungsi dilaksanakan sesuai prosedur / manual Laporan erection peralatan AMP dibuat sesuai dengan prosedur Rambu.2 5.4 5.3 1.rambu perlengkapan K3LH lingkungan hidup dipasang di lokasi kerja sesuai prosedur Peralatan tools.komponen AMP yang sudah ada di lokasi yang ditentukan didata jumlah dan kondisinya Laporan dismantling dibuat sesuai prosedur Laporan dismantling disampaikan keatasan 4.1 2.233. alat angkut dan alat angkat laiak pakai disiapkan di lokasi AMP Dismantling sesuai prosedur dilaksanakan Komponen – komponen yang telah di bongkar diangkut ke tempat yang sudah ditentukan Kompenen.1 4.2 2. keterampilan dan sikap perilaku yang diperlukan untuk mampu melaksanakan erection dan dismantling sesuai dengan tugasnya dalam team KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 3.3 30 .2 3.2 1. Mengidentifikasi lokasi dan penempatan komponen AMP 2.1 5.KS21.3 4.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : SPL. Melaksanakan dismantling 4.1 1.

3 Menyiapkan alat angkut dan alat angkat dalam kondisi baik 3. 38 tahun 2004 tentang Jalan 4.BATASAN VARIABEL 1. 1.1 LPJKD 5.1 Kompetensi ini diterapkan dalam satuan kerja berkelompok. Konteks Penilaian Kondisi pengujian : Kompetensi yang tercakup dalam unit kompetensi ini harus diujikan secara konsisten pada seluruh elemen dan dilaksanakan pada situasi pekerjaan yang sebenarnya ditempat kerja atau secara simulasi dengan kondisi seperti tempat kerja nomal dengan menggunakan kombinasi metode uji untuk mengungkap pengetahuan. Kaitan kegiatan dengan unit lain: Untuk mendukung kinerja efektif dari unit ini. Menjodohkan (matching).1 Undang-undang No 1/70 tentang keselamatan kerja 4. APD (Alat Pelindung Diri) yang relevan untuk erection dan dismantling tersedia sesuai ketentuan K3LH Tugas-tugas yang harus dilakukan : 3.3 Undang-undang No 4/82 tentang lingkungan hidup. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) 31 2.2 Unit kompetensi ini berlaku untuk pelaksanaan pekerjaan Mekanik AMP Perlengkapan dan Peralatan : 2. 1. perlu ada keterkaitan dengan unit lain yaitu: 2. observasi.2 Perlengkapan K3LH. Penilaian harus mencakup kemampuan memantau dan mengevaluasi secara professional.KS11. keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan tuntutan standar. 2.4 Menyiapkan komponen-komponen AMP di tempat yang sudah ditentukan 3.2 UU No. Pihak lain yang terkait 5.5 Menyiapkan peralatan K3LH yang berkaitan dengan pelaksanaan erection dan dismantling Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4.1 Metoda test tertulis antara lain : Pilihan Ganda (multiple choice).3 Wawancara.231. Isian/ jawaban singkat (essay).00 Menerapkan prosedur Keselamatan.2 Praktek ditempat kerja/ peragaan/ demonstrasi/ studi kasus.2 Dinas teknis terkait 5.1 SPL. 3.1 Peralatan dan perlengkapan untuk pelaksanaan erection dan dismantling tersedia secara lengkap dan layak pakai. Metode uji antara lain : 1. Kontek variabel : 1.1 Menyiapkan lokasi base camp dan perencanaan penempatan komponen AMP 3. . Penilaian harus didukung oleh serangkaian metode untuk menilai pengetahuan dan keahlian yang ditetapkan dalam Materi Uji Kompetensi (MUK).2 Menyiapkan tools dan alat bantu yang diperlukan .3 Pemasok material 2 3 4 5 PANDUAN PENILAIAN 1. 1. portofolio.

2 Menyiapkan alat angkut dan alat angkat dipastikan tersedia dalam kondisi baik dan sesuai kapasitas 5. 5. 7. 6. SPL. 3.4 Shop manual Keterampilan yang dibutuhkan : 4. diperlukan pengetahuan di bidang : 3. 32 .235.00 Membuat Laporan Pekerjaan AMP Pengetahuan yang dibutuhkan : Untuk mendemonstrasikan kompetensi.2.3 Struktur dan fungsi komponen utama 3.4 Memeriksa dan memastikan kondisi alat angkut dan alat angkat siap pakai Aspek Kritis : 5. 4.3 Membuat peta lokasi komponen-komponen AMP 4.3 Kemampuan mengidentifikasi kondisi dan kelengkapan komponen 4.1 K3LH 3.2 Memeriksa kodisi tools dan alat bantu 4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 1 2 2 2 1 2 1 1.KS21.2 3. 4.1 Menyusun komponen sesuai urutan pemasangannya . 2. 5 KOMPETENSI KUNCI NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.1 Kemampuan menyiapkan tools serta alat bantu sesuai dengan aplikasi 5.2 Komponen utama AMP 3.

5 4.00 : Melaksanakan Rekondisi AMP : Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.1 Kompetensi ini diterapkan dalam satuan kerja berkelompok atau secara mandiri 1. Menentukan waktu pelaksanaan rekondisi dan pengajuan permintaan suku cadang 4. Kontek variabel : 1.1 1.234.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : SPL.3 4.2 4.4 4.1 3.3 Total data jam operasi alat dikumpulkan dan dipelajari Riwayat perbaikan dipelajari alat dikumpulkan dan ELEMEN KOMPETENSI 1.1 2. Mengidentifikasi kerusakan yang terjadi Hasil analisa kerusakan disimpulkan Data umur komponen disusun dan dicatat Daftar jumlah komponen yang telah masuk masa rekondisi disusun dan dicatat komponen komponen yang dipastikan Pengajuan suku ketersediaannya akan direkondisi dipastikan 2.6 cadang Waktu penyelesaian perbaikan dihitung dan dicatat Jadwal pelaksanaan rekondisi disiapkan Tools dan area kerja disiapkan Pembongkaran komponen dilaksanakan sesuai prosedur Memasang suku cadang baru / lama diperiksa sesuai prosedur Rekondisi yang sudah dilaksanakan dilakukan pengujian sesuai prosedur di Catatan hasil pelaksanaan rekondisi AMP dibuat sesuai prosedur BATASAN VARIABEL 1.KS21.3 3. Menentukan komponen yang akan direkondisi 2.2 1.2 Unit kompetensi ini berlaku untuk pelaksanaan pekerjaan Mekanik AMP Perlengkapan dan Peralatan : 2 33 . Melaksanakan rekondisi sesuai dengan prosedur 3.2 4.2 2. keterampilan dan sikap perilaku yang diperlukan untuk mampu melaksanakan rekondisi AMP KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 4.

diperlukan pengetahuan di bidang : 34 2. Penilaian harus didukung oleh serangkaian metode untuk menilai pengetahuan dan keahlian yang ditetapkan dalam Materi Uji Kompetensi (MUK).4 Shop manual Pihak lain yang terkait 5.00 Menerapkan prosedur Keselamatan.2 3 Peralatan dan perlengkapan untuk melaksanakan rekondisi AMP tersedia secara lengkap dan layak pakai.1 2.1 SPL.3 Pemasok material 4 5 PANDUAN PENILAIAN 1. observasi.2. 1. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) 2.1 Metoda test tertulis antara lain : Pilihan Ganda (multiple choice).2 Undang –undang No 4/1982 tentang lingkungan hidup 4. 3. 3. . keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan tuntutan standar. APD / Alat Pelindung Diri yang relevan untuk melaksanakan rekondisi AMP tersedia sesuai ketentuan K3LH Tugas-tugas yang harus dilakukan : 3.6 Menyiapkan peralatan K3LH yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan rekondisi AMP Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4.2 Menyiapkan buku panduan / shop maual. perlu ada keterkaitan dengan unit lain yaitu: 2.00 Melaksanakan Perawatan Berkala (Periodical Maintenance) AMP 2.00 Membuat Laporan Pekerjaan AMP Pengetahuan yang dibutuhkan : Untuk mendemonstrasikan kompetensi.KS21. Metode uji antara lain : 1.2 Praktek ditempat kerja/ peragaan/ demonstrasi/ studi kasus. portofolio.235.1 LPJKD 5.4 Memeriksa dan menganalisa kerusakan komponen 3. Kaitan kegiatan dengan unit lain: Untuk mendukung kinerja efektif dari unit ini.3 Wawancara. 4.1 UU No.KS11.3 Undang-undang No 1/1970 tentang keselamatan kerja .1 Mempelajari surat perintah kerja rekondisi 3.5 Menyusun dan mengajukan suku cadang yang diperlukan 3. Perlengkapan K3LH.3 SPL. Konteks Penilaian Kondisi pengujian : Kompetensi yang tercakup dalam unit kompetensi ini harus diujikan secara konsisten pada seluruh elemen dan dilaksanakan pada situasi pekerjaan yang sebenarnya ditempat kerja atau secara simulasi dengan kondisi seperti tempat kerja nomal dengan menggunakan kombinasi metode uji untuk mengungkap pengetahuan.231. Penilaian harus mencakup kemampuan memantau dan mengevaluasi secara professional. Menjodohkan (matching). 1.2 Dinas teknis terkait 5.KS21.2 SPL.231. 38 tahun 2004 tentang Jalan 4. Isian/ jawaban singkat (essay).3 Membongkar komponen sesuai prosedur 3.

2 Menyiapkan tools.5 Kemampuan menguji hasil perbaikan 5 KOMPETENSI KUNCI NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. 3.3 4. 2. 35 .4 Memeriksa dan menganalisis komponen yang diperbaiki Aspek Kritis : 5.1 Penerapan K3LH 4. 7.3. Keselamatan dan kesehatan kerja serta dampak lingkungan Komponen utama AMP cara kerja AMP Tools dan suku cadang Keterampilan yang dibutuhkan : 4. 6. 4.suku cadang dan bahan yang diperlukan .3 Ketelitian dalam memeriksa kesesuaian suku cadang yang disediakan 5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 1 1 1 2 1 2 1 1. 5.1 3.2 Menganalisa kerusakan 5.1 Kemampuan melakukan pembongkaran komponen yang mudah rusak 5.3 Membongkar dan memasang komponen AMP 4. 4.2 3.4 Kemampuan dalam memasang suku cadang 5.

1 Mengkompilasi data dari semua proses pekerja .3 Form standar laporan pekerjaan Tugas-tugas yang harus dilakukan : 3.1 Kompetensi ini diterapkan secara mendiri 1.1 1.2 Alat tulis.1 LPJKD 5. Kontek variabel : 1. 2.2 Dinas teknis terkait 5.2 Unit kompetensi ini berlaku untuk pelaksanaan pekerjaan Mekanik Asphalt Mixing Plant Perlengkapan dan Peralatan : 2.1 Mesin untuk / kabulator. 38 tahun 2004 tentang Jalan 4.2 BATASAN VARIABEL 1.2 2.1 Semua catatan hasil pekerjaan dikumpulkan Semua hasil catatan disusun dalam format laporan Laporan yang akan disampaikan kepada atasan di cek kembali kebenarannya dan ditandatangani Laporan diserahkan prosedur tepat waktu sesuai ELEMEN KOMPETENSI 1.KS21.2 Menyusun data kedalam form laporan . 3. 3. Mengisi form kerja sesuai prosedur 2. 2. keterampilan dan sikap perilaku yang diperlukan untuk mampu membuat Laporan Pekerjaan AMP KRITERIA UNJUK KERJA 1.2 Prosedur standar perusahaan .235.00 : Membuat Laporan Pekerjaan AMP : Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Menyampaikan laporan pekerjaan kepada atasan langsung 2.3 Menyampaikan laporan pekerjaan kepada atasan Peraturan-peraturan yang diperlukan : 4. 4.3 Pemasok material 2 3 4 5 36 .3 Prosedur kelompok Pihak lain yang terkait 5.1 UU No.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : SPL.

231.1 Mengkompilasi data .5 SPL. Kaitan kegiatan dengan unit lain: Untuk mendukung kinerja efektif dari unit ini.231. Metode uji antara lain : 1.2 SPL. perlu ada keterkaitan dengan unit lain yaitu: 2. Penilaian harus mencakup kemampuan memantau dan mengevaluasi secara professional. 1.3 Pengetahuan penyusunan data pada form laporan pekerjaan Keterampilan yang dibutuhkan : 4. 4.PANDUAN PENILAIAN 1.KS21.KS21. Konteks Penilaian Kondisi pengujian : Kompetensi yang tercakup dalam unit kompetensi ini harus diujikan secara konsisten pada seluruh elemen dan dilaksanakan pada situasi pekerjaan yang sebenarnya ditempat kerja atau secara simulasi dengan kondisi seperti tempat kerja nomal dengan menggunakan kombinasi metode uji untuk mengungkap pengetahuan. 5 37 .234.00 Melaksanakan Perawatan Berkala (Periodical Maintenance) AMP 2. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) 2. 3.2 Praktek ditempat kerja/ peragaan/ demonstrasi/ studi kasus. Penilaian harus didukung oleh serangkaian metode untuk menilai pengetahuan dan keahlian yang ditetapkan dalam Materi Uji Kompetensi (MUK).00 Menerapkan prosedur Keselamatan. portofolio.1 Ketelitian dalam kompilasi data 5. observasi.232.2 Menyusun data pada form standar laporan pekerjaan .3 Menyampaikan laporan kepada atasan Aspek Kritis : 5.KS21. Isian/ jawaban singkat (essay).2 Pengetahuan kompilasi data 3. Menjodohkan (matching).KS11.00 Melaksanakan Erection Dan Dismantling Peralatan AMP 2. 4.3 Wawancara. keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan tuntutan standar. 1.1 Metoda test tertulis antara lain : Pilihan Ganda (multiple choice).4 SPL.1 Cara menggunakan kalkulator 3. 4.3 SPL. diperlukan pengetahuan di bidang : 3.KS21.233.2 Kemampuan dalam menyusun data 5.00 Melaksanakan rekondisi AMP Pengetahuan yang dibutuhkan : Untuk mendemonstrasikan kompetensi.3 Ketepatan dalam menyampaikan laporan 2.1 SPL.00 Melaksanakan Perbaikan AMP 2.

7. 2. 4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 1 2 1 2 1 2 1 1. 5.KOMPETENSI KUNCI NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. 6. 38 . 3.

39 . Ir.BAB III PENUTUP Dengan ditetapkannya Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Konstruksi Bidang Konstruksi Gedung dan Bangunan Sipil Sub Bidang Transportasi Jabatan Kerja Mekanik Asphalt Mixing Plant (Asphalt Mixing Plant Mechanic).. MBA. M. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA. maka SKKNI ini berlaku secara nasional dan menjadi acuan bagi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan serta uji kompetensi dalam rangka sertifikasi kompetensi. ERMAN SUPARNO. Dr.Si.

MENTERI PEMBUAT DRAFT Direktur Stankomproglat PENGENDALI ASPEK HUKUM Karo Hukum PENANGGUNG JAWAB ADMINISTRASI Sesditjen Binalattas PENANGGUNG JAWAB MATERI Dirjen Binalattas PENGENDALI Sekjen PARAF TANGGAL 40 .

maka SKKNIini berlaku pendidlkan secara nasionaldan menjadi acuan bagi penyelenggaman dan pelatihan sertauji kompetensi dalamrangkasertifikasi kompetensi. Ditetapkan Jakarta di padatanggal 30 Sept"mber 200Q 5 .BAB III PENUTUP Denganditetapkannya StandarKompetensi KerjaNasionalIndonesia SektorKonstruksi BidangKonstruksi Gedungdan Bangunan Sipil Sub BidangTransportasiJabatanKerja Mekanik AsphaltMixingPlant(Asphalt Mking PlantMechanrc).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful