P. 1
GANGGUAN JIWA

GANGGUAN JIWA

|Views: 20|Likes:

More info:

Published by: Annisah Ika Nurhayati on Apr 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2013

pdf

text

original

GANGGUAN JIWA

Posted On 03/10/2009 01:06:58 by dityaagusto

Ass, Dalam sesi ini saya akan mengupas habis tentang gangguan jiwa,sebelum'a saya ucapkan terima kasih kepada Dosen Kesehatan Mental yang t'lah memberi kesempatan untuk menulis tentang kesehatan mental atau gangguan jiwa..saya ucapkan banyak2 terima kasih. Mengapa seorang individu bisa terkena gangguan jiwa?? 1. SKIZOFRENIA sebagai bentuk gangguan jiwa

faktor penyebab SKIZOFRENIA menurut penelitian mutakhir,sbg berikut:

   

Faktor Genetik Virus Auto Antibody Malnutrisi

Penelitian lain menyebutkan bahwa gangguan pada perkembangan otak janin juga mempunyai peran bagi timbulnya skizofrenia kelak dikemudian hari. Gangguan ini muncul, misalnya, karena kekurangan gizi, infeksi, trauma, toksin dan kelainan hormonal. Penelitian mutakhir menyebutkan bahwa meskipun ada gen yang abnormal, skizofrenia tidak akan muncul kecuali disertai faktor-faktor lainnya yang disebut epigenetik faktor. Kesimpulannya adalah bahwa skizofrenia muncul bila terjadi interaksi antara abnormal gen dengan : (a) Virus atau infeksi lain selama kehamilan yang dapat menganggu perkembangan otak janin; (b) Menurunnya autoimun yang mungkin disebabkan infeksi selama kehamilan; (c) Komplikasi kandungan; dan (d) Kekurangan gizi yang cukup berat, terutama pada trimester kehamilan. Selanjutnya dikemukakan bahwa orang yang sudah mempunyai faktor epigenetik tersebut, bila mengalami stresor psikososial dalam kehidupannya, maka risikonya lebih besar untuk menderita skizofrenia dari pada orang yang tidak ada faktor epigenetik sebelumnya. PENYEBAB UMUM GANGGUAN JIWA Manusia bereaksi secara keseluruhan, secara holistik, atau dapat dikatakan juga, secara somato-psiko-sosial. Dalam mencari penyebab gangguan jiwa, maka ketiga unsur ini harus diperhatikan. Gangguan jiwa artinya bahwa yang menonjol ialah gejala-gejala yang patologik dari unsur pisik. Hal-hal yang dapat mempengaruhi perilaku manusia ialah keturunan dan konstitusi, umur dan sex, keadaan badaniah, keadaan psikologik, keluarga, adat-istiadat, kebudayaan dan kepercayaan, pekerjaan, pernikahan dan kehamilan, kehilangan dan kematian orang yang dicintai, agresi, rasa permusuhan, hubungan antar amanusia, dan sebagainya. Tabel di bawah ini Taksiran kasar jumlah penderita beberapa jenis gangguan jiwa yang ada dalam satu tahun di Indonesia dengan penduduk 130 juta orang. Psikosa fungsional 520.000 Sindroma otak organik akut 65.000 Sindroma otak organik menahun 130.000 Retradasi mental 2.600.000 Nerosa 6.500.000 Psikosomatik 6.500.000 Gangguan kepribadian 1.300.000 Ketergantungan obat 1.000 Total 17.616.000 dalam satu tahun di indonesia 130 juta orang. Biarpun gejala umum atau gejala yang menonjol itu terdapat pada unsur kejiwaan, tetapi penyebab utamanya mungkin di badan (somatogenik), dilingkungan sosial (sosiogenik) ataupun dipsike (psikogenik).Umpamanya seorang dengan depresi, karena kurang makan dan tidur daya tahan badaniah seorang berkurang sehingga mengalami keradangan tenggorokan atau seorang dengan mania mendapat kecelakaan. Sebaliknya seorang dengan penyakit badaniah umpamanya keradangan yang melemahkan, maka daya tahan psikologiknya pun menurun sehingga ia mungkin mengalami depresi. Sudah lama diketahui juga, bahwa penyakit pada otak sering mengakibatkan gangguan jiwa.

2. rasa malu atau rasa salah 2.3. Nilai-nilai 1. Ia mempengaruhi lingkungannya. Faktor-faktor sosio-budaya (sosiogenik) 3. kehilangan yang mengakibatkan kecemasan.C : Abnormal Psychology and Modern life.1. Masih dipermasalahkan.1.4. Faktor Konstitusi Konstitusi pada umumnya menunjukkan kepada keadaan biologik seluruhnya. dan bila salah satu tidak baik. artinya bahwa efek genetik itu hanya terdapat pada kromosom sex.6. Sindroma Turner (dengan ciri-ciri khas : tubuh pendek.2. bakat dan kreativitas 2. karena mereka mempunyai dua kromosoma X : bila satu tidak baik. Nerofisiologi 1. hal.85 % (Coleman. fungsi hormonal yang seimbang atau yang berlebihan salah satu hormon. Gangguan yang berhubungan dengan kromosom sex dikatakan “terikat pada sex” (“sex linked”).2 % Saudara tiri 7. paras muka yang cantik ataupun jelek. jadi lebih berhubungan dengan jenis gangguan jiwa yang timbul bila individu itu terganggu jiwanya Reaktivitas susunan syaraf vegetatif Reaktivitas emosional yang tinggi mungkin berhubungan dengan realisasi berlebihan .1. Tabel : Faktor konstitusi dan perilaku abnormal Faktor konstitusi Hubungan dengan perkembangan abnormal Bentuk badan Tidak jelas peranannya. Pola adaptasi dan pembelaan sebagai reaksi terhadap bahaya 2. 21.. maka yang lain biasanya akan melakukan pekerjaannya. Energi dan kegiatan Rupaya berhubungan dengan apakah individu mengembangkan reaksi yang agresif atau lebih menuju ke dalam terhadap stres.3.2 % Kembar heterozigot (dua telur) 14. pendidikan dan kesejahteraan yang tidak memadai 3. inteligensi 2. Pola mengasuh anak 3. Persaingan antara saudara kandung 2. Mereka ini bereaksi terhadapnya dan mereka saling mempengaruhi. Konsep dini : pengertian identitas diri sendiri lawan peranan yang tidak menentu 2. Akan tetapi seorang pria hanya mempunyai satu kromosom X dan satu kromosom Y.6. Masalah kelompok minoritas yang meliputi prasangka dan fasilitas kesehatan. tetapi disproporsi badaniah. Neroanatomi 1.5 % Saudara kandung 14. umpamanya bentuk badan (perawakan). Faktor-faktor somatik (somatogenik) 1.5. Taraporevala Sons & Co.1 % Masyarakat umum 0. telinga kecil. tinggi badan yang terlalu tinggi ataupun terlalu pendek. kelemahan dan penampakan yang jelek umpamanya lebih sering berhubungan dengan gangguan jiwa daripada bentuk badan yang baik dan menarik. 1970.Contoh lain ialah seorang anak yang mengalami gangguan otak (karena kelahiran. muka datar. Faktor keturunan Pada mongoloisme atau sindroma Down (suatu macam retardasi mental dengan mata sipit. Faktor-faktor psikologik ( psikogenik) : 2. hubungan dalam keluarga. Sumber penyebab gangguan jiwa dipengaruhi oleh faktor-faktor pada ketiga unsur itu yang terus menerus saling mempengaruhi. jari-jari pendek dan lain-lain) terdapat trisoma (yaitu tiga buah. Tingkat ekonomi 3. umpamanya bentuk badan yang atletik atau yang kurus.5.3.4.10. Bombay. Interaksi ibu –anak : normal (rasa percaya dan rasa aman) atau abnormal berdasarkan kekurangan. Semua ini turut mempengaruhi hidup seseorang. keradangan dan sebagainya) kemudian menjadi hiperkinetik dan sukar diasuh. temperamen.7. J.8.2. maka terganggulah ia. termasuk baik yang diturunkan maupun yang didapati kemudian. Jelas bahwa hal-hal ini mempengaruhi perilaku individu secara baik ataupun tidak baik. tingkat kematangan dan perkembangan organik 1. leher melebar. Keterampilan. bukan dua) pada pasangan Kromosoma No.4. 121) 2. fungsi endoktrin daurat syaraf jenis darah. infantilisme sexual) ternyata berhubungan dengan jumlah kromosima sex yang abnormal. betulkan pria dengan XYY lebih cenderung melakukan perbuatan kriminal yang kejam ? Tabel Penelitian saudara kembar dan saudara kandung yang salah satunya menderita skizofrenia Hubungan dengan pasien skizofrenia yang menderita skizofrenia Kembar monozigot (satu telur) 86.7. Kestabilan keluarga 3. terutama orang tua dan anggota lain serumah. pekerjaan. Pengaruh rasial dan keagamaan 3. Tingkat perkembangan emosi 3.5. yaitu : 1. nerokimia 1. sex wanita atau pria. Perumahan : perkotaan lawan pedesaan 3.9. permainan dan masyarakat 2. depresi. distorsi dan keadaan yang terputus (perasaan tak percaya dan kebimbangan) 2. dan seterusnya. faktor-faktor pre dan peri natal 2. urat syaraf yang cepat reaksinya atau yang lambat sekali. sex. Kaum wanita ternyata lebih kurang peka terhadap gangguan yang terikat pada sex. Peranan ayah 2.

& nbsp. Akan tetapi pada umumnya pengaruh cacat ini.tetapi gangguan sistim biokimiawi lebih halus dan sukar ditentukan.terhadap stres ringan dan pembentukan rasa takut yang tak perlu. Kecerdasan dan bakat lainnya Mempengaruhi kesempatan anak untuk berhasil dalam pertandingan/persaingan sehingga mempengaruhi juga kepercayaan pada diri sendiri berdasarkan keberhasilan. & nbsp. &nb sp.Faktor Sosiologik dalam perkembangan yang salah 9.Psikodinamik &nb sp. &nb sp. gangguan fungsi sosial. Eprivasi atau frustrasi dini dapat menimbulkan “tempat-tempat yang lemah” pada jiwa. Fase Prodomal Berlangsung antara 6 bulan sampai 1 tahun . & nbsp. b. Fase Aktif Berlangsung kurang lebih 1 bulan . &nb sp.Masa Remaja &nb sp. Ternyata masih banyak lagi Sumber penyebab penyakit gangguan jiwa yang dipengaruhi oleh faktor Somatogenik. 126).Sebeb Psikologik &nb sp. Kekurangan protein dalam makanan. 14. Halusinasi. Ketidakmatangan atau fiksasi. &nbs p. gangguan perilaku. 13. J. &nb sp. Singkatnya : kromosom dan “genes” yang defektif serta banyak faktor lingkungan sebelum. 4. 15. &nb sp. &nbs p. &nb sp. Cacat badaniah biasanya dapat dilihat dengan jelas. Bombay. &nbs p. Ada individu yang sangat mudah terganggu sistem badaniahnya karena fungsi otaknya.Neurobiological &nb sp. “Tempat-tempat lemah” yang ditinggalkan oleh pengalaman yang traumatik sebagai kepekaan terhadap jenis stres tertentu. Penolakan atau tuntutan yang sudah di luar kemampuan anak. 2. hal. reaktivitas emosional yang kurang. Deprivasi dini Deprivasi maternal atau kehilangan asuhan ibu di rumah sendiri.Gangguan dapat berupa gejala psikotik. Orang tua dapat meminimalkan masalah ini dengan perlindungan yang berlebihan (proteksi berlebihan).Sebab Biologik &nb sp. yaitu bila inidvidu mengembangkan sikap atau pola reaksi yang tidak sesuai atau gagal mencapai integrasi kepribadian yang normal.yaitu : 6.timbulnya gangguan jiwa terutama tergantung pada individu itu. Sensitivitas (kepekaan) Menentukan sebagian dari jenis stres yang terhadapnya anak itu paling peka dan menentukan besarnya stres yang dapat ditahan tanpa gangguan jiwa. bila sangat berat. dapat menimbulkan perkembangan yang abnormal. Gangguan badaniah dapat mengganggu fungsi biologik atau psikologik secara langsung atau dapat mempengaruhi daya tahan terhadap stres. &nb sp. &nb sp. Disorsi. delusi.obatan &nb sp. 11. &nb sp. 10. 8. dapat mengakibatkan perkembangan yang salah ataupun perkembangan yang berhenti. &nb sp. 1970. sewaktu dan sesudah lahir dapat mengakibatkan gangguan badaniah.Pola Keluarga yang petagonik 7. Cacat Kongenital Cacat kongenital atau sejak lahir dapat mempengaruhi perkembangan jiwa anak. terlebih yang berat.Penyalahgunaan Obat . &nb sp. PROSES PERJALANAN PENYAKIT . emosional dan sosial yang normal. &nbs p. gangguan bicara. &nb sp. mempengaruhi cara anak menanggapi dunia. Sosiogenik. 12. ternyata berhubungan dengan retardasi mental.. &nb sp. & nbsp. 16. seperti retardasi mental yang berat.Stress &nb sp. &nb sp. bagaimana ia menilai dan menyesuaikan diri terhadap keadaan hidupnya yang cacat itu. dapat mengakibatkan sosialisasi yang tidak sesuai karena reaksi yang terlalu sedikit. 17. &nb sp.Genetika & nbsp. Gejala mulai timbul biasanya pada masa remaja atau dewasa awal sampai dengan umur pertengahan dengan melalui beberapa fase antara lain : 1. gangguan dalam akademik. &nb sp.Taraporevala Sons & Co.Gangguan dapat berupa Self care. Perkembangan Psikologik yang salah a. &nb sp. gangguan dalam pekerjaan. 5. atau c. disorganisasi proses berfikir.C : Abnormal Psychology and Modern life. &nb sp. Deprivasi rangsangan umum dari lingkungan. yaitu individual gagal berkembang lebih lanjut ke fase berikutnya.Biokimiawi Tubuh &nb sp. &nb sp. disertai kelainan neurokimiawi .Sebab Sosio Kultural B. &nb sp.Neurobehavioral &nb sp. terpisah dengan ibu atau di asrama. &nb sp. (Coleman. gangguan pikiran dan persepsi. 3. dapat mengakibatkan retardasi mental. Dalam masa ini rangsangan dan pengalaman belajar yang berhubungan dengannya serta pemuasan berbagai kebutuhan sangat perlu bagi urut-urutan perkembangan intelektual. Untuk perkembangan psikologi rupanya ada “masa-masa gawat”. Daya tahan badaniah Membantu menentukan toleransi stres biologik dan psikologik dan sistem organ apakah yang paling mudah terganggu. Kita akan membicarakan beberapa faktor dalam perkembangan psikologi yang tidak sehat. 18. Psikogenik yang terus menerus saling mempengaruhi satu sama lain. &nbs p. terutama dalam jangka waktu lama sebelum anak berumur 4 tahun.

. gangguan afek dan gangguan peran. suara atau ide yang datang mengancam apabila tidak diikuti perilaku klien dapat bersifat merusak.MSI dengan judul "Proses Terjadinya Gangguan Jiwa" mungkin saya ga akan puas menulis blog ini. perasaan berdosa. Apabila suara tersebut hilang klien merasa sangat kesepian/sedih.gunadarma.. klien merasa takut apabila orang lain ikut mendengarkan apa-apa yang ia rasakan sehingga timbul perilaku menarik diri (With drawl) 3. Tahap Comforting : Timbul kecemasan ringan disertai gejala kesepian.. 2... Akhir'a selesai juga blog ini. Perubahannya ada pada pelebaran lateral ventrikel. serangan biasanya berulang. dalam penelitian dengan menggunakan CT Scan otak. Tahap Condeming : Timbul kecemasan moderate. sehingga menyebabkan klien susah berhubungan dengan orang lain.ac. SKP. Wls. atrofi korteks bagian depan.. kalau saya ada kesalahan mohon dimaafkan karena saya baru menulis blog ini. Selain perubahan-perubahan yang sifatnya neurokimiawi di atas.. D. Saya berterima kasih sekali pada dosen Kesehatan Mental yang mangajar di kelas 2PA06 yang t'lah memberi kesempatan untuk saya menyalurkan bakat/potensi saya. Residual C.lumayan lama loh!!bikin'a. cemas biasanya makin meninggi selanjutnya klien merasa mendengarkan sesuatu. Oya hampir lupa.id/blog/view/id_1921/title_gangguan-jiwa/ . Salam terakhir dari saya. Tahap Controling : Timbul kecemasan berat. PSIKOPATOLOGI DAN PATOFISIOLOGI Perubahan-perubahan apakah yang terjadi pada susunan saraf pusat (otak) pasien skizofrenia ? Penelitian mutakhir menyebutkan bahwa perubahan-perubahan pada neurotransmiter dan reseptor di sel-sel saraf otak (neuron) dan interaksi zat neurokimia dopamin dan serotonin... dan perilaku yang menjelma dalam bentuk gejala-gejala positif dan negatif skizofrenia.ada kata2 mutiara yang harus di telaah oleh semua lapisan masyarakat yaitu : "Lebih baik lelah karena bekerja(mengerjakan sesuatu yang bermanfaat) daripada lelah karena menganggur(tidak ada yang dikerjakan). klien berusaha memerangi suara yang timbul tetapi suara tersebut terusmenerus mengikuti.(cape nich) Saya ga tahu kalau ga ada proposal dari Bapak Iyus Yosep. perasaan. ternyata mempengaruhi alam pikir.. 4. Tags: PROSES TERJADINYA GANGGUAN JIWA http://community. ternyata ditemukan pula perubahan pada anatomi otak pasien. Tahap Conquering : Klien merasa panik. TAHAPAN HALUSINASI DAN DELUSI YANG BIASA MENYERTAI GANGGUAN JIWA Menurut Janice Clack..3.Saya harapkan Kritik dan Saran dari Blogers yang membaca blog saya. Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Iyus Yosep..Klien mengalami minimal 2 gejala. klien biasanya mengkompensasikan stressornya dengan coping imajinasi sehingga merasa senang dan terhindar dari ancaman. dan atrofi otak kecil (cerebellum). terutama pada penderita kronis.. Fase . yaitu menulis blog ini.MSI Saya harapkan hasil yang diterima sesuai dengan pengorbanan yang saya ambil untuk menulis blog ini dan tidak lupa bersyukur kepada AllAh SWT yang t'lah mengarahkan saya sampai pada hari ini.1962 klien yang mengalami gangguan jiwa sebagian besar disertai Halusinasi dan Delusi yang meliputi beberapa tahapan antara lain : 1.. SKP.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->