P. 1
teori persepsi

teori persepsi

|Views: 1,955|Likes:
Published by Uibeliz Jantan

More info:

Published by: Uibeliz Jantan on Apr 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2013

pdf

text

original

Persepsi adalah pengalaman tentang obajek,peristiwa atau hubungan hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan

menafsirkan pesan.(rahmad, 2005). Sedangkan suatu yang berarti dan merupakan aktivitas yang integret dalam diri individu menurut Walgito (2001) mengemukakan persepsi merupakan pengorganisasian, penginterpresentasian terhadap rangsang yang diterima oleh organisasi atau individu. A Persepsi adalah interpresentasi terhadap lingkungan manusia dan mengolah proses informasi tersebut (Wilson.D, 2000). Marasmis (1998) berpendapat lain , persepsi adalah daya mengenal barang , kualitas atau hubungan dan perbedaan antara hal ini melalui proses, mengamati, mengetahui, atau mengartikan setelah panca indrannya mendapat rangsang. Melihat beberapa tentang persepsi tersebut dapat disimpulakn persepsi tersebut dapat disimpulkan. Persepsi adalah proses kognitif yang dialami setiap orang dalam memahami informasi tentang lingkungannya melalui panca indra dan tiap tiap individu yang dapat memberikan arti yang berbeda beda. Proses terbentuknya persepsi. Manusia secara umum memperoleh informasi dari lingkungan lewat proses yang lama , oleh karena itu dalam memahami persepsi harus ada proses dimana ada informasi yang diperoleh lewat memori organism yang hidup. Fakta ini memudahkan peningkatan persepsi individu, adanya stimulus yang mempengaruhi individu yang mencetus suatu pengalaman dari organism, sehingga timbul pikiran yang dalam proses perceptual merupakan proses paling tinggi (Hill. G, 2000) Menurut Mulyana (2005) persepsi social adalah proses menangkap arti objek-objek dan kejadian-kejadian yang kita alami dalam lingkungan kita. Manusia bersifat emosional, sehingga penilaian terhadap mereka mengandung resiko. Setiap orang memiliki gambaran yangb erbeda mengenai realita sekelilingnya. Menurut Sunaryo proses dari persepsi adalah : a. Proses fisik (kealaman)-objek-stimulus-reseptor/alat indra b. Proses fisiologis-stimulus-saraf sensorik-otak c. Proses psikologis – proses dalam otak sehinggan inidividu menyadari stimulus yang di terimannya. Prinsip prinsip yang menjadi pembenaran mengenai persepsi social( Widayatun, 2001) adalah : a. Persepsi berdasarkan pengalaman Pola prilaku mereka berdasarekan persepsi mereka mengenai realitas (social) yang telah di pelajari (pengalaman). Ketiadaan pengalaman

d. Persepsi berifat kontekstual Konteks merupakan salah satu pengaruh paling kuat. Atensi kita pada suatu rangsang merupakan factor utama yang menentukan selektifitas kita atas rangsang tersebut. e. Persepsi merupakan loncatan langsung pada kesimpulan. b. Seperti proses seleksi. Tidak bersifat evaluasi Tidak ada persepsi yang bersifat objektif. Perhatian adalah proses mental ketika stimulasi atau rangkaian stimulasi menjadi menonjol dalkam kesadaran pada stimulasi lain melemah. Apa yang menjadi perhatian kita lolos menjadi perhatian orang lain . Persepsi bersifat dugaan mengenai objek lewat pengindraan tidak pernah lengkap Oleh karena itu data yangkita peroleh dari obyek lewat pengindraan tidak pernah lengkap. pengharapan daln oleh karenanya juga persepsi kita. langkah ini di anggap perlu karena kita mungkin memperoleh seperangkat rincian yang lengkap dari kelima indara kita. suatu objek atau suatu kejadian sangat mempengaruhi struktur kognitif. Persepsi adalah suatu kognitif psikologis yang mencerminkan sikap. kepercayaan.terdahulu dalam menghadapi suatu objek jelas akan membuat seseorang menafsirkan objek tertentu tersebut berdasarkan dugaan semata atau pengalaman yang mirip. Faktor factor yang mempengaruhi persepsi . karena masing masing melakukan interpresentasi berdasarkan pengalaman masa lalu dan kepentingannya.Interpretasi makna dalam suatu konteksnya adalah suatu factor penting dalam memahami komunikasi dan hubungan social. Adanya kecenderungan kita melihat apa yang kita lihat. Persepsi bersifat selektif Alat indra kita bersifat lemah dan selektif. Struktur objek atau kejhadian berdasarkan prinsip kemiripan atau kedekatan dan kelengkapan. Konteks yang melingkupi kita ketika melihat seseorang . atau sebalikknya. Proses persepsi yang bersifaat dugaan itu memunbgkinkan kita menafsirkan suatu objek dengan makna yanglebih lengkap dari suatu sudut pandang manapun.mendengar apa yang kita dengar. nilai dan penghargaan persepsi bersifat pribadi dan subjektif yang digunakan untuk memaknai persepsi. c.

Factor eksternal 1. Concreteness . Persepsi negative . Velocity atau percepatan. 4. 2. Assumption Ungkapan yang sesuai dengan pengalaman melihat. 3. 3. 2006 : 11) yaitu : 1. b. misalnya gerak cepat untuk menstimulasi munculnya persepsiu lebih efektif dibandingkan dengan gerakan yang lambat. biasanya lebih menarik untuk dipersepsikan disbanding dengan hal hal yang baru.kenal tidaknya ) dalam tanggapan yang diteruskan pemanfaatannya. Interest Kebutuihan yang menarik lebih diperhatikan dari pada yang tidak menarik.Notoadmojo mengemukakan data factor dari luar dan dari dalam yang mempengaruhi persepsi diantaranya sebagai berikut : a. Need Kebutuhan hal hal tertentu akan menjadi pusat perhatian 4. Persepsi positif Merupakan persepsi yang menggambarkan segala pengetahuan (tahu tidaknya. 2. Factor internal 1. merasakan dan lain lain Pengukuran persepsi Dilihat dari individu setelah melakukan interaksi dengan objek yang dipersepsi dapat dibagi menjadi dua (Irwanto. 1989 dikutip dari Puspita. IM. 2. deringan telpun dan lain lain. Conditioned stimulus (stimulus yang dikondisikan ) seperti bel pintu. Motivation Misalnya merasa lelah menstimulasi untuk berespon untuk beristirahat. gagasan yang abstrak yang sulit dipersepsikan dibandingkan dengan objektif. Novelty atau hal yang baru .

gambaran-pengetahuan-&sikap kader dalam kesehatan pelayanan.pos.Merupakan persepsi yang menggambarkan segala pengetahuan (tahu tidaknya. Pengantar psikologi umum. Tri Rusmi.com/2010/08/15. Notoadmojo. Soekijo. 1999. 2005. Rineka cipta Walgito.wordpres. Andi Yogyakarta. Ilmu prilaku. 2004. Promosi kesehatan Teori dan aplikasi. bimo. Widayatun. Irma 1985. Jakarta :Sagung Seto. Jakarta. kenal tidaknya ) serta tanggapan yang tidak selaras dengan objek yang dipersepsi. . Yogyakarta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->