PEMERINTAH KABUPATEN FLORES TIMUR

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA
Jln. Achmad Yani No. Telp. (0383 ) 21317

BAB I PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG Keamanan dan ketertiban masyarakat dan Linmas merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang perlu dipenuhi. Keamanan dan ketertiban adalah satu keadaan dinamis yang memungkinkan pemerintah dan masyarakat dapat melakukan aktifitas sehari-hari. Masyarakat itu sesungguhnya manusia baik sebagai perorangan atau kelompok-kelompok manusia yang telah berhimpun untuk pelbagai keperluan atau tujuan. Untuk memenuhi pelbagai keperluan atau tujuan manusia didalam hubungan masyarakat atau pergaulan perlu berinteraksi antar manusia dan kelompok yang saling membutuhkan dan tergantung satu sama lain. atau Agar hubungan ini bisa berjalan dengan baik dibutuhkan aturan-aturan kaidah-kaidah untuk melindungi kepentingannya, menghormati

kepentingannya dan hak orang lain serta memberikan rasa aman, tertib dan tentram dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Apabila ketertiban dan keamanan dapat terwujud dengan baik sesuai harapan, masyarakat dapat beraktifitas dengan baik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari demi meningkatkan kesejahteraannya. Kaidah-kaidah atau aturan-aturan yang menjadi rambu-rambu dalam kehidupan bermasyarakat perlu di kawali oleh alat negara atau aparat negara yang ditugaskan menurut undang-undang dan atau peraturan dibawahnya seperti Peraturan Daerah. Aparat berfungsi mengawal aturan-aturan pada umumnya dan pada khususnya dalam menjaga ketentraman dan ketertiban serta memberikan perlindungan dalam kehidupan masyarakat. Untuk pemerintah daerah Kabupaten Flores Timur aparat yang ditugaskan untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta perlindungan masyarakat dan penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah adalah Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 pada Pasal 148 yang telah diubah dengan UndangUndang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi

RENSTRA SATPOL. PP KAB. FLOTIM - 1

maka didukung oleh : Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kepala Seksi Penyidikan dan Penegakan Peraturan Daerah berbagai masalah baik perorangan. 4. kelompok agar masyarakat dapat hidup tentram dan RENSTRA SATPOL. Pembinaan dan pengawasan terhadap masyarakat agar mematuhi dan mentaati Peraturan Perundang-undangan. Perumusan kebijakan pemeliharaan dan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum dan Linmas di daerah. 3. PP KAB. Memelihara ketentraman dan ketertiban umum. Membantu Kepala Daerah dalam memelihara ketentraman dan ketertiban dan berupaya sebagai mediator dalam penanganan sejahtera. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pedoman Satuan Polisi Pamong Praja serta Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pembentukan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Flores Timur. FLOTIM . 3. menegakan Peraturan Daerah. Untuk melaksanakan tugasnya Satuan Polisi Pamong Praja mempunyai fungsi : 1. Koordinasi pelaksanaan pemeliharaan dan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum serta menegakan Peraturan Daerah. Perumusan kebijakan penegakan Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah. Penyidik PNS dan atau aturan lainnya. 2. Keputusan Kepala Daerah dan Peraturan Perundang-undangan lainnya dan aparat Kepolisian Negara.2 . 2. 5. Peraturan Kepala Daerah serta memberikan perlindungaan kepada masyarakat. Menyusun program dan pelaksanaan Linmas ketentraman dan ketertiban umum.Undang-Undang. Mewujudkan sikap kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah lainnya dalam menunjang keberhasilan penyelenggaraan Otonomi Daerah. Melakukan pengawasan dan pengamanan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah serta melakukan penindakan kepada masyarakat dan badan hukum lainnya yang melanggar Peraturan Daerah. Untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja. penegakan Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah. 4. maka dapat disimpulkan tugas Satuan Polisi Pamong Praja adalah : 1.

B. 2. Sekretariat Satuan Polisi Pamong Praja. Keamanan. Bantuan Polisi Pamong Praja pada wilayah kecamatan yang tersebar di 13 wilayah kecamatan. 5. ketertiban dan Linmas. Keterbatasan sarana dan prasarana dilapangan. PERUMUSAN MASALAH Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas dibidang Ketentraman dan Ketertiban serta perlindungan masyarakat 1.3 . Keterbatasan dana operasional kegiatan Linmas. 4. Kurangnya peran serta dan kesadaran masyarakat dibidang Keamanan. 3. Ketertiban dan Linmas. Kabupaten kepulauan dan topografis yang sulit menyebabkan terganggu keamanan. PP KAB. FLOTIM . Ketertiban dan sering pendukung kegiatan operasional RENSTRA SATPOL. belum seluruhnya dijalankan karena beberapa tahapan permasalahan yang selama ini dihadapi seperti : Satuan Polisi Pamong Praja pada umumnya berpendidikan SLTP/SLTA dan direkrut dari PNS yang tidak memenuhi persyaratan sebagai Polisi Pamong Praja.

FLOTIM .340. tertib. SLTP 9 orang. bersatu. RENSTRA SATPOL. Menegakan pelaksanaan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah untuk menjadikan Kabupaten Flores Timur yang tentram. 1 orang.BAB II ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS A. damai dan sejahtera. 2.4 .088. Berdasarkan golongan : golongan IV. Kekuatan ( Strenghts ) Dukungan Sumber Daya Manusia sebanyak 69 orang yang terdiri dari Kabupaten 54 orang dan Kecamatan 15 orang dengan latar belakang pendidikan SD 1 orang. Meningatkan mutu sumber daya manusia serta sarana dan prasarana yang menunjang kinerja Polisi Pamong Praja. 50 orang. tertib. 3.422. golongan II. IDENTIFIKASI VISI DAN MISI ORGANISASI 1. Sarjana / Diploma 5 orang. b Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2005 tentang Pedoman Satuan Polisi Pamong Praja. Meningkatkan kesadaran disiplin dan peran serta masyarakat dalam menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat guna mengartikan Kabupaten Flores Timur sebagai daerah yang aman dan tentram. S1 3 orang.242. VISI Terwujudnya masyarakat Flores Timur yang tentram. ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL 1.Adanya perangkat Peraturan Perundangan yang mendukung Satuan Polisi Pamong Praja : a Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Polisi Pamong Praja dibidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Pemerintah Daerah). 2. 5 orang. 13 orang. Dukungan Finansial Dana pembangunan Tahun Anggaran 2006 dialokasikan sebesar Rp. SLTA 51 orang.terdiri dari : Belanja Administrasi Umum Rp 1. MISI 1.. golongan III. damai dan sejahtera.340. golongan I.429. PP KAB. B. 2.

Kurang berkembangnya situasi yang aman.c. perangkat alat komunikasi ( HT ) Adanya kemitraan antara Pemerintah. f. Kurang akuratnya data dan informasi tentang keamanan dan ketertiban umum dan keterbatasan sarana pendukungnya. Aspek kewenangan dibidang Satuan Polisi Pamong Praja sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2005 yang memberi peluang pada peningkatan ketertiban umum Dukungan sarana dan prasarana Satuan Polisi Pamong Praja yang cukup 2. ketentraman dan RENSTRA SATPOL. C. Peluang ( Opportunities ) Terjalinnya kerjasama dibidang Keamanan dan ketertiban semua pihak untuk menciptakan masyarakat Flores Timur yang cinta akan persatuan. tentram dan tertib secara partisipatif dan kompetentif yang melibatkan public. LINGKUNGAN EKSTERNAL a. POLRI. Tokoh Masyarakat dan Komponen Masyarakat. Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah. Kamra dan Wanra sebagai sistim pertahanan Keamanan Rakyat Semesta. Perlengkapan dan Peralatan Satuan Polisi Pamong Praja. d. Kurang selarasnya antara kewenangan. FLOTIM . LSM. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2005 tentang Pedoman Pakaian Dinas. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2005 tentang Prosedur Tetap Operasional Satuan Polisi Pamong Praja. tanggung jawab program pembiayaan serta lokasi dan sasaran. PP KAB. kedamaian dan kesejahteraan lahir batin. TNI. Kelemahan ( Weaknesses ) : Penataan Management Kelembagaan/Struktur Organisasi sampai ketingkat kecamatan.5 . e. memadai gedung kantor dan fasilitas perkantoran. Semakin meningkatnya proses pemberdayaan seluruh perangkat aparatur dalam memanfaatkan potensi Sumber Daya yang tersedia yang mengarah pada ketertiban dan keamanan yang baik secara struktural maupun sosial struktural mampu memanfaatkan fungsi Hansip. Tokoh Agama.

- Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam fungsi perlindugan masyarakat makin mendapatkan landasan yuridis yang kuat karena perlindungan masyarakat dibidang Keamanan dan Ketertiban tidak hanya bersubstansi fungsi tetapi merupakan Satuan sekaligus dikukuhkan sebagai Komponen Khusus Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta. Adanya peluang membangun jiwa dan semangat aparatur Satuan Polisi Pamong Praja yang bercorak Praja Wibawa dengan menjaga RENSTRA SATPOL. 4. dan budaya) yang berbeda dalam menerima kualitas perubahan pembangunan. 2. Adanya peningkatan profesionalisme anggota Satuan Polisi Pamong Praja untuk menjawab tantangan tugas dan dinamika sosial yang semakin berkembang di dalam era masyarakat yang global. FLOTIM . Adanya kesepakatan masyarakat dan pemerintah agar tetap mewaspadai upaya-upaya tertentu yang dapat mengancam keutuhan nasional. 3.6 . Ancaman ( Threats ) Adanya perubahan politik dan kebijaksanaan Nasional yang mengakibatkan Satuan Polisi Pamong praja dimasa depan tidak hanya dalam bela negara namun peranan itu ditingkatkan pada bidang lain dan menyentuh masyarakat banyak. Adanya komitmen kerjasama yang sinergis dengan Instansi terkait khususnya instansi dibidang Keamanan dan Ketertiban dan tokoh masyarakat untuk menjaga dan memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat. PP KAB. D. 6. bahasa. FAKTOR-FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN 1. Kabupaten dan Pemerintah Pusat. 5. Mahalnya biaya koordinasi keamanan dan ketertiban sebagai akibat tuntutan beragamnya karakteristik wilayah kepulauan dan isolasi fisik serta beragamnya karakteristik penduduk (suku. b. hukum dan hak asasi manusia dengan dilandasi nilai-nilai budaya sebagai warisan leluhur bangsa dalam pelaksanaan operasi dilapangan. Adanya koordinasi. Pemerintah Daerah Propinsi. komunikasi dan partisipasi antara Masyarakat. Semakin lemahnya koordinasi maka menimbulkan didalam pelaksanaannya sebagai akibat dari kesenjangan perbedaan mesti lebih kepentingan pemahaman terhadap otonomi yang memberi kewenangan luas kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota. agama. Adanya peraturan.

Pengkajian secara mendalam guna menyikapi berbagai opini dan benturan yang terjadi terhadap pelayanan yang telah diberikan kepada masyarakat. trampil. Pencegahan (preventif) Melakukan usaha guna mencegah/mengatasi secara terbatas timbulnya ancaman/gangguan keamanan dan ketertiban khususnya di lingkungannya masing-masing melalui kegiatan pengaturan penjagaan. bersih dan berwibawa serta sebagai pelayan.7 . peran serta masyarakat dalam berdiskusi dengan masyarakat secara timbal balik diupayakan melalui : 1. PERUMUSAN STRATEGI Strategi dalam menumbuh kembangkan kegiatan ketertiban. 2. Peningkatan pelayanan masyarakat : Dalam rangka mengantisipasi dinamika akselarasi reformasi yang demikian cepat yang sering dinilai berbenturan dalam memandang kewajiban selalu pengayom masyarakat. pelindung. FLOTIM .kehormatan dan harga diri sebagai anggota Korps. bentuk-bentuk aktif dalam dengan cara simpul pengamanan swakarsa seyogyanya ikut berperan masyarakat mencermati sesuai setiap bidangnya gejala masing-masing dan mengantisipasi dan mengulangi setiap gelaja yang timbul dalam awal menemukan penyebabnya yang bersifat laten potensial pada sumbernya melalui upaya-upaya yang mengutamakan tindakan-tindakan pencegakan dan penangkalan. pengawasan dan patroli /perondaan serta kegiatan lain RENSTRA SATPOL. Melalui kegiatan pelayanan masyarakat diharapkan dapat dibangun Citra Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas sebagai komponen pendukung POLRI yang mahir. keamanan dan linmas yang sudah terbangun saat ini adalah lebih banyak bentuk kemitraan. pengayom dan pembimbing masyarakat. untuk dapat membantu pemerintah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan. E. Pembinaan melalui bimbingan teknis dan pengawasan terhadap bentuk–bentuk pengamanan swakarsa sebagai pengemban fungsi Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas yang memiliki kewenangan pencegahan terbatas pada bidangnya masing-masing. Pencegahan (pra–preventif) Sebagai pengemban Kepolisian terbatas. PP KAB.

yang disesuaikan dengan kebutuhan sehingga tercipta lingkungan yang aman. FLOTIM . RENSTRA SATPOL. PP KAB. tertib dan teratur.8 . Melakukan upaya dalam bentuk tindakan yang didasarkan menurut cara yang diatur dalam undang-undang guna mencari serta menyimpulkan barang bukti atas dilanggar atau tidak ditaatinya peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. 3. B. PP KAB. Membangun jiwa dan semangat aparatur Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas yang bersosok Praja Wibawa dengan menjaga kehormatan dan harga diri sebagai anggota Korps untuk dapat membantu Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan serta program kegiatan. aman dan terkendali disegala sektor pembangunan. 2. dan sarana RENSTRA SATPOL. Menciptakan kerjasama yang sinergis dengan instansi terkait khususnya instansi dibidang pembinaan keamanan dan tokoh masyarakat untuk menjaga dan memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat. dan dinamika sosial yang semakin berkembang didalam era masyarakat yang global. Meningkatnya kemandirian. pembangunan kemasyarakatan. PENETAPAN TUJUAN 1. prasarana Satuan Polisi Pamong Praja. profesional. FLOTIM . Meningkatkan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat melalui : Pengembangan Sumber Daya Manusia. Kerjasama dan koordinasi dalam upaya peningkatan dan pemeliharaan Kamtibmas dan Linmas.BAB III IMPLEMENTASI STRATEGI A.9 . PENETAPAN SASARAN 1. Meningkatkan operasi dilapangan agar senantiasa berpedoman pada aturan-aturan hukum dan hak asasi manusia dengan dilandasi nilainilai moral dan nilai-nilai budaya sebagai warisan leluhur bangsa. C. Fasilitasi upaya pencegahan dan pemberantasan penyalagunaan dan peredaran obat terlarang dan perlindungan masyarakat. KEBIJAKAN 1. berwibawa dan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Meningkatnya mutu aparatur dalam rangka meningkatnya mutu pelayanan pemerintah. Peningkatan profesionalisme anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas untuk menjawab tentangan tugas 2. Terjalinnya penegakan supermasi hukum dan hak asasi manusia berdasarkan keadilan dan kebenaran yang didukung oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas yang jujur. kemajuan dan kesejahteraan yang tertib. 3.

PROGRAM KEGIATAN 1. : 4 Program pemberdayaan potensi keamanan Kegiatannya Pembinaan Hansip / Linmas dan wanra serta pengadaan atribut. transparansi sesuai perkembangan sosial budaya. Antisipasi berbagai kemungkinan terjadinya bencana dan keadaan luar biasa. Program penegakan. RENSTRA SATPOL. Operasi bakti Linmas. HUT terpadu Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas. Pembinaan anggota gerakan Kamtibmas. Operasional petugas keamanan Kamtibmas. Pelatihan Managemen Linmas . Meningkatkan dan mengembangkan kesadaran dan kepatuhan terhadap penerapan supermasi hukum dan HAM melalui : Sosialisasi berbagai Peraturan Daerah lainnya.10 . TNI. pemberantasan gelap Narkoba. penyalagunaan dan peredaran 6. PP. Kegiatan : Operasi penertiban dan pencegahan Narkoba. PP KAB. Fasilitas masalah tanah. Pengadaan kendaraan operasional roda 4 / roda 2 Pengadaan Repiter dan RIK / HT Pembangunan Asrama Polisi dan Pos Jaga : Program kerjasama keamanan dan ketertiban Kegiatannya Operasional terpadu/gabungan Pol. Pemasangan papan pengumuman didaerah-daerah terlarang. Program pemeliharaan Kamtibmas Kegiatannya Memfasilitasi masyarakat. FLOTIM . tindak. Menyelenggarakan pendidikan dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia untuk membuka wawasan dan pola pikir. D. : penyelesaian konflik antara pemerintah dan 5. Program pembangunan Sumber Daya Manusia Kegiatannya : 3 Pengadaan pakaian dan atribut / kelengkapan Polisi Pamong Praja.2. Polres dan Instansi terkait lainnya.

Kegiatannya : Pelanggaran Peraturan Daerah Pengrusakan lingkungan hidup. FLOTIM . Kegiatannya : Sosialisasi Peraturan Daerah dan Peraturan Perundang-undangan lainnya. 8. Menangani KLB. Program penanggulangan bencana. Pelatihan penanggulangan bencana / Tim Reaksi Cepat.7 Program pemantapan keamanan dalam Negeri. Kasus pelanggaran bahan galian gol. Program penyelidikan dan tindak pidana.11 . PP KAB. Kegiatannya : Pendataan dan survey cepat bencana. RENSTRA SATPOL. C 9. Pemberdayana masyarakat dalam penanggulangan bencana. Manajemen PB dan geladi posko dan geladi lapangan dan pemantuan lapagan.

B. transparansi dan bertanggungjawab Dalam Keamanan Tahun penyusunan dan Ketertiban dalam penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah program pembangunan berpedoman pada khususnya dibidang Rencana Strategis pembangunan dan kemasyarakatan.2010 Larantuka. memberikan perlindungan kehidupan masyarakat serta menjaga agar roda pemerintahan dan peraturan dapat berjalan dengan aman. PP KAB. PETRUS GERODA LAMABAHY. rasa kewatir serta terlindung secara filosofi negara ditentukan dan berakar dari kontrak sosial untuk Pemeliharaan memberikan jaminan hak asasi dan keamanan dan Ketertiban serta perlindungan masyarakat perlindungan bagi masyarakat dan selanjutnya fungsi pemerintah dibidang Keamanan ditugaskan kepada Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas dengan tujuan menghiangkan atau mengurangi segala bentuk ancaman dan gangguan terhadap ketentraman perundang-undangan dan ketertiban umum.BAB IV PENUTUP A. 2006 . I NIP. psikis. KESIMPULAN Keamanan dan ketertiban pada hakekatnya merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia untuk bebas dari gangguan fisik. 620015637 RENSTRA SATPOL. tertib serta terkendali sesuai perundang-undangan dan peraturan yang berlaku Dengan demikian agar strategi dan prioritas program pembangunan dapat dilaksanakan sesuai rencana tahunan yang dituangkan dalam Rencana Strategis Satuan Polisi Pamong Praja Tahun 2006 – 2010 pada bidang Umum Pemerintaan. BA PEMBINA TK. FLOTIM .12 . SARAN Untuk meningkatkan kinerja pemerintah dalam penyusunan Rencana Strategis perlu peningkatan Sumber Daya Manusia Satuan Polisi Pamong Praja untuk memenuhi prinsip pemerintahan yang akuntabel. 4 Oktober 2006 Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Flores Timur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful