P. 1
Peran Guru Dalam Administrasi Sekolah

Peran Guru Dalam Administrasi Sekolah

|Views: 188|Likes:
Published by Antoni Pribadi

More info:

Published by: Antoni Pribadi on Apr 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2015

pdf

text

original

PERAN GURU DALAM ADMINISTRASI SEKOLAH Oleh: Dian Epriana Ika Romadhoni KONON, sempat menjadi perbincangan bahwa

di wilayah perkotaan (metropolitan) ataupun sudah merambah wilayah pedesaan, profesi guru bukanlah profesi yang banyak diminati oleh kaum generasi muda anak bangsa. Hal ini dapat dimaklumi, karena gaji guru relatif minim, jenjang karier yang tidak jelas, lingkungan kerja yang bikin stress, serta tumpukan beban kerja administrasi sekolah yang sangat menyita pikiran, tenaga, waktu dan perhatian. Itulah sebabnya banyak orang menempatkan ”profesi guru” sebagai pilihan ”kedua”, untuk tidak mengatakan sebagai profesi sambilan, setelah mereka tidak mendapatkan ”profesi lain” yang lebih menjanjikan secara ekonomis. Namun, sejak diterbitkannya Undang-undang RI tentang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 dan UU Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005 seakan-akan nasib guru dewasa ini kembali menjadi pilihan utama yang sebelumnya diabaikan, bahkan tidak sedikit telah ditinggalkan. Kini, banyak orang ingin berebut menduduki profesi guru (pendidik), karena melihat nasibnya ke depan akan lebih baik daripada nasib yang pernah dilami para “Oemar Bakri” tempo dulu. Program sertifikasi guru, seperti yang diamanatkan dalam UU Guru dan Dosen sudah berjalan dan sebagian guru mulai merasakan “percikan” kesejahteraan yang sejak lama dinanti-nanti ribuan guru mulai dari Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu, sebuah lagu “Oemar Bakri” yang digubah Iwan Fals tempo hari, yang menyibak sosok guru mengenai setianya dengan sepeda butut dan tas tuanya, kini guru dapat tampil gengsi, smart dan trendy. Peningkatan kesejahteraan guru oleh pemerintah sedang diupayakan dan dilakukan, tetapi pertanyaannya adalah apakah setelah kesejahteraan guru meningkat, lalu kemampuan dan dedikasinya dalam menjalankan tugas-tugas pembelajaran di sekolah juga meningkat? Makalah ini akan membahas seputar tugas dan kewajiban guru dalam mengemban amanah mulia itu. Secara normatif, dalam UU No. 14 Tahun 2005 bab 1 Ketentuan Umum, Pasal I ayat 1 disebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah 1. Namun jika kita perhatikan secara kontekstual isi pasal tersebut, maka tugas guru selain telah terinci di atas, sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dengan kegiatan administrasi. Yaitu sebuah kegiatan yang menjalankan tugas-tugas administrasi sistem sekolah yang menyangkut segala rangkaian program kegiatan, baik kegiatan yang terencana maupun kegiatan insidental guna mencapai visi, misi dan tujuan sekolah yang diinginkan.

1 . Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen

strategi pembelajaran. menyusun kebutuhan sarana-prasarana dan mengestimasi sumber-sumber pembiayaan operasional sekolah. Untuk melaksanakan fungsi-fungsi tersebut. menengah atau pun jangka panjang yang menjadi perioritas tujuan sekolah. hal. mengorganisasikan. masyarakat. Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut. 1988).Lebih lanjut pada pasal 29 ayat 1. Guru Sebagai Penggerak Guru juga dikatakan sebagai penggerak. Profesi Keguruan. masa orientasi siswa. Hal. (3) Mampu menyusun perioritas program sekolah secara terukur dan sistematis. seperti proses rekuitmen siswa. berarti tugas guru ialah merencanakan. jiwa kreator. hingga proses evaluasi4. pengembangan. 5. Subandijah]. Guru dapat menjabarkannya ke dalam sebuah isi (content) kurikulum dan pembelajaran (learning). (Jakarta: Wira Sari. menggerakkan. kebutuhan sumber belajar dan pembelajaran. (Malang: IKIP Malang). Yaitu “tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi. maka tugas perancang yaitu. yaitu mobilisator yang mendorong dan menggerakkan sistem organisasi sekolah. 2 Tim Dosen IKIP Malang. serta menjalin hubungan dengan orangtua. serta membangun penguatan kelembagaan yang sehat dan berkualitas2. 180-182. seorang guru harus memiliki kemampuan intelektual dan kepribadian yang kuat. jiwa rasional/cerdik dan jiwa untuk maju. Kemampuan intelektual. dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. MC. . menyusun kegiatan akademik (kurikulum dan pembelajaran). 4 Tim Dosen IKIP Malang. pengawasan. punya jiwa visioner. Kurikulum Sebuah Pengantar Komprehensif [terj. hal. menyusun kegiatan kesiswaan. (2) Mampu mengalisis data-data yang terkait masalah perubahan kurikulum. mengawasi dan mengevaluasi program kegiatan dalam jangka pendek. 3 Neil. perkembangan peserta didik. perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta informasi3. 6-7. proses pembelajaran. juga dijelaskan bahwa guru merupakan bagian dari tenaga pendidikan. Untuk mendukung terpenuhinya kebutuhan utama sekolah.” Guru sebagai Perancang Menjadi seorang administrator. ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru. jiwa peneliti. penciptaan kultur/budaya sekolah. misalnya. stakeholders dan instansi terkait. John D. Malang: IKIP Malang. pengelolaan. yaitu: (1) Mengerti dan memahami visi-misi dan tujuan lembaga sekolah atau madrasah. Profesi Keguruan. kegiatan kesiswaan.

Guru perlu mengerti isi perubahan dan implementasinya. dan implementasi kurikulum. adil dan bijaksana. berdiskusi. Kedua. sikap objektif dalam mengambil keputusan. dan belajar bersama. Guru perlu disadarkan 5 Paul Suparno. Melalui cita-cita dan visi besar inilah guru sebagai agen penggerak diharapkan mempunyai rasa tanggung jawab dan rasa memiliki serta rasa memajukan lembaga sekolahnya sebagai tenda besar dalam mededikasikan hidup mereka. Sikap berani berubah demi kemajuan harus tertanam dan menjadi sikap guru. toleransi dan tanggungjawab. disiplin. Misalnya. Dalam hal ini kepala sekolah kadang lemah. tempat. Sebab jika pola ini dapat terbangun secara kolektif dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh para guru. Sebagai penggerak. dalam KOMPAS. Guru dan Reformasi Pendidikan. Mereka perlu melibatkan diri dalam pembahasan. Mereka perlu menyadari bahwa perubahan itu perlu demi kemajuan pendidikan di Indonesia. guru-guru sudah harus mengetahui informasi. ada beberapa cara bagaimana langkah yang harus ditempuh oleh guru dalam menghadapi perubahan. luwes. Pertama. Guru harus sadar akan hal ini. mereka biasa mengalami perubahan. Guru bukan tukang yang hanya menanti petunjuk. Demikian juga pendidikan. Dengan demikian. Hidup ini selalu berubah. Dalam kerangka ini. sikap profesional. Untuk itu. yang harus aktif. tugas guru sering dirotasi. maupun bahan. arif dan jujur. inisiatif. keadaan berubah. tetapi lebih sebagai seniman dan intelektual.Sedangkan kepribadian seperti. cara. dan lain-lain. baik dalam hal kelas mengajar. karena tidak sampai hati menilai jelek temannya. Bila mereka tidak mau berubah. Salah satu cara melatih perubahan adalah dalam mengajar. tetap menilai guru baik meski sebenarnya tidak. bukan hanya melaksanakan. perubahan kurikulum kiranya tidak boleh sesaat diumumkan lalu berlaku. sikap moral untuk mau berubah. lebih baik tidak dinaikkan jenjangnya atau tidak dikontrak lagi. sehingga mereka mampu menguasai isi. pro-aktif. Guru harus bermakna bagi murid dan warga sekolah. dan kritis. Ada baiknya dibuat sekolah percobaan untuk nantinya dievaluasi apakah kurikulum baru sungguh memajukan. maka perubahan tidak dapat ditolak bila kita ingin tetap hidup. Ketiga. Untuk mendorong dan menggerakkan sistem sekolah yang maju memang membutuhkan kemampuan brilian tersebut guna mengefektifkan kinerja sumber daya manusia secara maksimal dan berkelanjutan. 22 Agustus 2002. sebelum kurikulum baru diberlakukan. guru perlu mengetahui informasi. Untuk mendukung cita-cita reformasi birokrasi dan administrasi pendidikan. Yang juga penting dalam hal ini adalah evaluasi kinerja guru. sebelum mengadakan perubahan atau reformasi. dari segi kognitif dan kesadaran. komitmen. Dikatakan pemain utama karena profesi guru adalah pembaharu sekaligus kreator yang menciptakan perubahan dan kemajuan sekolah. wibawa. . Menurut Suparno5. guru bukanlah penonton melainkan pemain utama. lebih baik guru-guru disiapkan lebih dulu. seorang guru harus siap menghadapi perubahan dan rela melakukan perubahan dalam pendidikan. mempelajari dan terlatih. maka akan muncul perubahan besar dalam sistem manajemen sekolah yang efektif.

Sementara evaluasi ke luar (eksternal) ditujukan untuk melihat peluang dan tantangan yang dihadapi sekolah. guna meningkatkan mutu pendidikan yang lebih baik. anggaran belanja negara dalam bidang pendidikan akan dinaikkan. kesejahteraan guru. (2) kurikulum. terdengar pemerintah akan menaikkan gaji guru. yang menjadi "atasan" guru. Kepala sekolah pun harus memberi kebebasan guru untuk melakukan tugasnya. guru sendiri berubah. Maka tugas guru sering disebut sebagai "panggilan" (jalan hidup yang dikehendaki Tuhan). budaya kerja dan atau belajar. Mengharuskan mereka melakukan tugasnya yang begitu berat. tujuan dan sasaran. misalnya (1) visi. yang mengembangkan baik anak didik maupun guru sendiri sebagai pribadi. (3) memenuhi . mereka pasti akan cari sambilan. (3) pendidik dan tenaga kependidikan. dan kritis terhadap seluruh proses pendidikan. Semoga kenaikan itu terutama digunakan untuk membantu kesejahteraan guru. pemberian kebebasan dan tanggung jawab. Untuk berani berubah. (2) memenuhi harapan para orangtua siswa. hingga masukan dari masyarakat luas. (4) dana.bahwa mereka harus menjadi pembaharu dalam pendidikan. kiranya tidak masuk akal dan tidak adil. regulasi. Guru sebagai Evaluator Guru juga dikatakan sebagai evaluator. Yang juga penting dalam kerangka profesional adalah berusaha mencintai tugas sebagai guru. berkewajiban mendorong dan menyediakan fasilitas dan kesempatan untuk on going formation itu. kreatif. misalnya (1) menjaga kepercayaan masyarakat. Dia tidak hanya puas mendapatkan uang. Sikap profesional lain yang amat perlu adalah on going formation guru. Bila gaji guru tidak cukup untuk menghidupi keluarganya. dan tekanan yang mematikan kreativitas guru perlu dihilangkan. Keempat. sasaran dan tujuan. pendidikan guru yang lebih terbuka. guru perlu terus meningkatkan pendidikannya. Kita boleh sedikit lega. tetapi sungguh memikirkan kesejahteraan guru yang layak secara menyeluruh. Dengan mengembangkan rasa cinta dan senang. guru diharapkan mau menjadi agen perubahan di sekolah. Di sini pemerintah dan yayasan. pengajaran. organisasi. Peran ini penting. Dengan demikian. apalagi menakuti guru dengan ancaman. baik itu menyangkut kurikulum. yaitu melakukan evaluasi/penilaian terhadap aktivitas yang telah dikerjakan dalam sistem sekolah. Kini. perlu terus belajar. karena ilmu pengetahuan yang mereka ajarkan terus berkembang. Evaluasi ke dalam (internal) ditujukan untuk melihat kembali tingkat keberhasilan dan kelemahan yang dihadapi sekolah. sarana prasarana. Suasana meniru dan membebek pada cara dan model yang ada perlu dihilangkan dari pendidikan guru. Pendidikan calon guru harus lebih terbuka dan memberi kebebasan calon guru untuk lebih aktif. penyeragaman. sarana-prasarana. guru akan dengan sendirinya terdorong memajukan tugasnya. Seorang guru harus terus menerus melakukan evaluasi baik ke dalam maupun ke luar sekolah. regulasi. Segala bentuk paksaan. Kelima. Semoga bukan hanya menaikkan gaji sesaat. karena guru sebagai pelaku utamanya dalam menentukan pilihan-pilihan serta kebijakan yang relevan demi kebaikan sistem yang ada di sekolah. misi. Dengan terus belajar. tetapi juga menjadi senang karena dapat membantu generasi muda berkembang menjadi manusia utuh. Keenam. Institusi baik pemerintah maupun yayasan harus memberikan kebebasan guru untuk berinisiatif dalam melakukan tugasnya.

validitas. dan tingkat kesukaran soal. 7 Hasbullah. Kebijakan Otonomi Daerah dan Implikasinya Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan. (5) memerhatikan dampak iptek dan informasi. Dalam tahap persiapan terdapat beberapa kegiatan. karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan. selanjutnya dilakukan penelitian terhadap data yang telah dikumpulkan dan dianalisis untuk membuat tafsiran tentang kualitas prestasi belajar peserta didik. bijaksana berdasarkan proses dan hasil pembelajaran selama kegiatan belajar mengajar. dilaksanakan dalam suatu kondisi 6 Suparlan. Guru sebagai pelaku utama menjadi agen perubahan yang dapat meningkatkan peran administratif. 33-35. dilakukan pemakaian instrumen untuk menemukan respon peserta didik terhadap instrumen sebagai bentuk hasil belajar. (4) redesain era persaingan (competitive). reliabilitas. Dari penjelasan di atas. 61. penilaian atau evaluasi merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks. (Jakarta: Rajawali Press. daya beda. karena penilaian merupakan proses untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh peserta didik. 8 Mulyasa. merupakan implikasi dari desentralisasi atau otonomi sekolah yang dalam hal ini juga bagi guru yang diberi keluasan dan keluwesan dalam mengelola pendidikan. guru perlu memiliki pengetahuan. Sebagai evaluator. dan sikap yang memadai. bersumber pada kriteria yang jelas. 2006). khususnya terkait persoalan evaluasi. 2005). melainakan berdasarkan proses dan hasil yang menyeluruh. seorang guru pasti terlibat pada proses evaluasi (penilaian). dan (6) pengaruh dari lingkungan sosial6. karakteristik. hal. yaitu persiapan. Pada tahap pelaksanaan. Menciptakan pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Dalam kegiatan proses pembelajaran. kelembagaan dan perencanaan yang lebih terbuka7. prosedur pengembangan.kebututuhan stakeholders. 2005). pelaksanaan. atau dendam. baik tes maupun non tes yang meliputi jenis masing-masing teknik. Seorang evaluator harus berlaku objektif dan adil. Otonomi Pendidikan. yang meliputi tiga tahap. antara lain: penyusunan tabel spesifikasi yang di dalamnya terdapat sasaran penilaian. penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas. guru harus mampu memberikan penialain yang adil. Oleh karena itu. dan tindak lanjut. Menjadi Guru Efektif. Menjadi Guru Profesional. teknik penilaian. Menurut Hasbullah. peran strategis guru tersebut berimplikasi pada administrasi. 60-65. Mengingat kompleknya proses penilaian. Prinsip objektif dan adil merupakan penilaian yang tidak dipengaruhi oleh faktor keakraban. (Bandung: Rosdakarya. . Secara teoritik. menurut Mulyasa. serta cara menentukan baik atau tidaknya ditinjau dari berbagai segi. hal. serta variabel lain yang memilki makna apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian. baik dengan acuan kriteria maupun acuan kelompok8. serta jumlah instrumen yang diperlukan. hal. Prasyarat dan kemampuan lain yang harus dikuasai guru sebagai evaluator adalah memahami teknik evaluasi. menurut hemat penulis. keterampilan. (Yogyakarta: Hikayat.

Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. serta diadministrasikan dengan baik.bruderfic. Sobry Sutikno (2009). Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dengan begitu diharapkan pendidik memiliki pengetahuan yang memadai tentang dirinya sendiri dan sekaligus mengerti proses dan hasil penilaian program hasil belajar peserta didik. Selain menilai kegiatan proses belajar peserta didik. Bagi guru. guru juga harus mampu menilai dirinya sendiri. motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan. motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Adapun menurut Mc. Manfaat dari evaluasi adalah mengukur tingkat keberhasilan dan sekaligus untuk memperbaiki kinerja yang akan datang. Donald9. yaitu (1) Motivasi Intrinsik. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi. Kata motivasi berasal dari kata motif. Dari pengertian yang dikemukakan Mc. suruhan. dan dirangsang karena adanya tujuan.yang tepat. (2) Motivasi Ekstrinsik. sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Hal ini penting karena guru merupakan perencana. motivasi sangat diperlukan. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar. yang artinya daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Dalam beberapa sumber dijelaskan bahwa motivasi ada dua. Konsep motif yaitu kondisi intern (kesiapsiagaan). atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar. tetapi atas dasar kemauan sendiri. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain. Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan. motivasi merupakan penentu keberhasilan. menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar. apakah karena adanya ajakan. yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi. Dalam kegiatan belajar. Seorang guru seyogyanya memerankan diri sebagai motivator murid-muridnya. penilaian seyogyanya didesain secara rapi. teman sejawatnya. tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Guru sebagai Motivator Dalam proses pembelajaran. pelaksana maupun penilai program pembelajaran. yaitu motivasi intrinsik. sehingga mampu menunjukkan prestasi belajar peserta didik yang otentik. Berbagai gangguan yang ada 9 http://www.or. Dalam kegiatan belajar. bukanlah masalah bagi guru.id/ peran-guru-dalam-membangkitkan-motivasi-belajar-siswa. ditandai dengan adanya feeling. Donald itu mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu. frekuensi yang memadai dan berkesinambungan. . serta lingkungannya. seperti yang dikutip M.

6. cara mengajar guru. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar. serta sistem pemberian . Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai tujuan yang akan dicapainya kepada siswa. Tentunya pujian yang bersifat membangun. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. belajar 7. siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. Saingan/kompetisi. kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya. dan 10. Dari landasan konseptual di atas. fasilitas belajar. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman. 3. Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Menggunakan metode yang bervariasi. 4. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran Keberhasilan belajar siswa dipengaruhi oleh banyak faktor yang berasal dari dalam dan luar siswa. berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya. Membentuk kebiasaan belajar yang baik 8. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok 9. ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa. Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya. Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Faktor luar misalnya. maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di samping itu. sebagai berikut: 1. Pujian. 5. Hadiah 2.disekitarnya. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.

Melalui rasa ingin tahu itulah melahirkan rangsangan motivasi belajar yang meledak-ledak dan penuh semangat. Ketiga. dan siswa akan termotivasi untuk terus berusaha mencapai tujuan yang serupa. seorang guru sebaiknya memancing peserta didiknya dengan hal-hal baru. dan kepuasan (satisfaction). baik siswa mapun gurunya. dan memberikan tantangan siswa. 11 Ibid. Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan. Percaya diri. Serta faktor dari dalam siswa mencakup kecerdasan. (b) kebutuhan untuk memiliki kuasa (needs for power). sebaliknya motivasi akan turun ketika kehilangan kepercayaan diri tersebut. Kepuasan. hal. strategi belajar. yakni motif pribadi. guru dapat menggukanan pemberian 10 Suciati dan Prasetya Irawan. dan sebagainya. 1. seperti orangtua. (Jakarta: PAU-PPAI Universitas Terbuka. nilai kutural yakni tujuan yang ingin dicapai konsisten atau sesuai dengan nilai yang dipegang oleh kelompok yang diacu peserta didik. 51. yaitu keberhasilan dalam mengerjakan tugas dianggap sebagai langkah untuk mencapai keberhasilan lebih lanjut. Model kondisi motivasional itu adalah perhatian (attention). 2.umpan balik. 4. hal 56-57 . Untuk meningkatkan dan memelihara motivasi siswa. urgensitas. (c) kebutuhan untuk berafiliasi (needs for affiliation). Seorang guru harus mampu menghubungkan materi dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik. Cara ini juga disertai dengan strategi penyampaian yang menarik dan menyenangkan. seperti yang dikutip Suciati11. Motivasi akan meningkat apabila percaya dirinya sedang positif. Seorang guru harus mampu menunjukkan potensi dirinya dengan penuh percaya diri didepan peserta didik. memerlukan alat/sumber belajar dan media yang efektif. serta hal aneh yang mengundang penasaran mereka. Seorang guru harus menanamkan kepada siswanya rasa perhatian atau rasa ingin tahu. Bahkan dikembangkan model kondisi motivasional untuk menghasilkan pembelajaran yang menarik. Perhatian. dan masyarakatnya. Pertama. Dari beberapa penelitian dihasilkan bahwa prestasi belajar sangat besar dipengaruhi oleh motivasi. Kebutuhan pribadi (basic needs) dikelompokkan ke dalam tiga kategori. dan mantap. Guru dapat membangkitkan motivasi mereka dengan menganggap bahwa apa yang dipelajari memenuhi kebutuhan pribadi. motif instrumental dan motif kultural. Teori Belajar dan Motivasi. nilai motif pribadi (personal motive value) Menurut Mc Clelland. mencakup (a) kebutuhan untuk berprestasi (needs for achievement). motivasi. Untuk menumbuhkan rasa ingin tahu. dan sebagianya10. Relevan. relevansi (revance). nilai yang bersifat instrumnetal. humoris. atau bermanfaat dan sesuai dengan nilai yang dipegang. serta dengan komunikasi yang elegan. bermakna. kepercayaan diri (confidence). Kedua. teman sebaya. 2001). 3.

kepercayaan diri (confidence). Tidak bisa dipungkiri bahwa peran guru dalam proses pembelajaran memang sangat sentral. 12 Ibid. (4) memberikan bimbingan belajar. serta membangun penguatan kelembagaan yang sehat dan berkualitas. perkembangan peserta didik. Peran sentral guru tersebut sangat dibutuhkan untuk memahami visi-misi dan tujuan sekolah dan menjabarkannya ke dalam sebuah isi (content) kurikulum dan pembelajaran (learning). kebutuhan sumber belajar dan pembelajaran. (3) mengingatkan kembali konsep/prinsip yang telah dipelajari yang merupakan prasarat. peran guru sebagai motivator diharapkan dapat mendorong peristiwa belajar yang menarik dan menyenangkan siswa. kegiatan kesiswaan. relevansi (revance). penciptaan kultur/budaya sekolah. proses pembelajaran. penggerak dan motivator sistem pendidikan. dan kepuasan (satisfaction). hal 54-61 . masa orientasi siswa. Dari uraian di atas. Sosok guru diharapkan sebagai perancang. (5) memberikan umpan balik atas pelaksanaan tugas siswa. Menyusun perioritas program sekolah secara terukur dan sistematis. guru mengalisis data-data yang terkait masalah perubahan kurikulum. Guru mengemban tugas yang sangat strategis dalam menjalankan peran administrasi guna meningkatkan mutu sekolah. Selain itu. hingga proses evaluasi. dan sebagaimanny12. dan (6) mengukur/mengevaluasi hasil belajar siswa. yaitu memberikan perhatian (attention). (1) menimbulkan minat dan memusatkan perhatian mahasiswa. Guru memainkan empat dalam hal ini. Peristiwa belajar tersebut antara lain. (2) menyampaikan tujuan pembelajaran. seperti proses rekuitmen siswa. Peran lain yang tidak kalah pentingnya yang ditunjukkan guru ialah motivator. pemberian kesempatan. Dari kempat motivasional tersebut akan membantu siswa dalam meningkatkan prestasi belajar sekaligus menjadi tujuan sekolah.penguatan (reinforment) kesempatan berupa pujian. perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta informasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->